PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2012 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA INSTITUT AGAMA

ISLAM NEGERI RADEN FATAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2012 tentang Perubahan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri RADEN FATAH menjadi Institut Agama Islam Negeri RADEN FATAH, perlu menetapkan Peraturan Menteri Agama tentang Organisasi dan Tata Kerja Institut Agama Islam Negeri RADEN FATAH 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301); 3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor: 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400); 5. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4586); 6. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614); 7. Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2009 tentang Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5007); 8. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5150 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan; (Lembaran Negara
Karo Ortala Direktur Pengelolaan Dana Haji Ditjen PHU Sekjen

Mengingat

:

Karo Hukum dan KLN

Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5157); 9. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011; 10. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi Eselon I Kementerian Negara sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2011; 11. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 123, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5165); 12.Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2012 tentang Perubahan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri RADEN FATAH menjadi Institut Agama Islam Negeri RADEN FATAH; 13. Peraturan Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 592); Memperhatikan : Surat Persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor: B /........./M.PAN-RBI /2012, tanggal......2012. MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI AGAMA TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI RADEN FATAH. BAB I KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI (1) (2) Pasal 1 Institut Agama Islam Negeri Raden Fatah yang selanjutnya disebut Institut adalah perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Agama yang dipimpin oleh Rektor yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Agama. Pembinaan Institut secara fungsional dilakukan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam. Pasal 2 Institut mempunyai tugas menyelenggarakan program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau seni keagamaan Islam untuk menghasilkan lulusan yang bermutu dan berdaya saing. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, menyelenggarakan fungsi: perumusan dan penetapan visi, misi, kebijakan, dan perencanaan program;
Karo Hukum dan KLN Karo Ortala Direktur Pengelolaan Dana Haji Ditjen PHU Sekjen

Institut

a.

Bagan organisasi Institut sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dimuat dalam Lampiran merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan ini. penyelenggaraan dan pelaksanaan pendidikan dan pengajaran. Dewan Penyantun b. Pasal 6 (1) Dewan Pengawas adalah Organ yang menjalankan fungsi pengawasan pola pengelolaan keuangan badan layanan umum. h. teknologi dan/atau seni keagamaan Islam. e. Biro Administrasi. d. Adab dan Humaniora. Tarbiyah dan Keguruan. pelaporan program dan kegiatan Institut. f. pelaksanaan pengorganisasian. Satuan Pemeriksaan Intern (SPI) f. Umum. terdiri atas: 1) Perpustakaan. (2) .b. perbendaharaan. REKTOR DAN WAKIL REKTOR Pasal 5 (1) Dewan Penyantun adalah forum yang terdiri atas unsur tokoh-tokoh masyarakat dan pemerintah yang menaruh perhatian terhadap pengembangan institut. administrasi. dan Kemahasiswaan. Akademik. Karo Hukum dan KLN Karo Ortala Direktur Pengelolaan Dana Haji Ditjen PHU Sekjen g. i. Fakultas: Syariah. Lembaga Penjaminan Mutu. Lembaga Penelitian. c. Sekolah Pascasarjana. pelaksanaan pembinaan sivitas akademika dan kerjasama dengan perguruan tinggi dan/atau lembaga-lembaga lain. dan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang pengembangan ilmu pengetahuan. Rektor dan Wakil Rektor. dan pengendalian. akuntansi dan pelaporan keuangan. 3) Pengembangan Bahasa. Senat Institut. evaluasi. BAB III DEWAN PENYANTUN. Ushuluddin dan Pemikiran Islam. penyusunan anggaran. 2) Sistem Teknologi Informasi. e. DEWAN PENGAWAS. dan ketatausahaan Institut. (2) Dewan Penyantun mempunyai tugas memberi saran dan/atau bantuan bagi pengembangan dan kemajuan IAIN Raden Fatah. Dewan Pengawas c. penelitian. dan Pengabdian kepada Masyarakat. Unit Pelaksana Teknis. k. Dakwah dan Komunikasi. BAB II ORGANISASI Pasal 4 (1) Organisasi Institut terdiri atas: a. d. j. Keuangan.

Dewan Pengawas mempunyai tugas melakukan pengawasan pelaksanaan otonomi perguruan tinggi bidang non-akademik untuk dan atas nama rektor. perlengkapan. hubungan masyarakat. dan melaksanakan pembinaan administrasi serta penyelenggaraan kerjasama hubungan dengan lingkungannya. Pasal 8 (1) Rektor dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh 3 (tiga) Wakil Rektor yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Rektor. minimum sebesar Rp. serta pelayanan mahasiswa dan alumni. termasuk akreditasi internal Institut dalam hal pembukaan atau penutupan Jurusan dan Program Studi yang telah ditetapkan Senat. f. a. memberikan pertimbangan dan persetujuan atas Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Institut yang diajukan oleh Rektor. c.000. penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. b.000. e. merumuskan norma dan tolok ukur penyelenggaraan pendidikan tinggi. 15. d. Wakil Rektor Bidang Akademik mempunyai tugas membantu Rektor dalam memimpin pelaksanaan pendidikan dan pengajaran. memberikan pertimbangan teknis terhadap pelaksanaan kebijakan akademik dan pengembangan Institut. sistem informasi. barang milik negara.000. dan c. keuangan. (2) Wakil Rektor terdiri atas: a.000. Karo Hukum dan KLN Karo Ortala Direktur Pengelolaan Dana Haji Ditjen PHU Sekjen . Pasal 7 (3) (1) Rektor adalah pembantu Menteri Agama di bidang yang menjadi tugas kewajibannya. kemahasiswaan.-. BAB IV SENAT INSTITUT Pasal 9 (1) Senat Institut merupakan badan normatif dan perwakilan tertinggi di Institut. b. serta tata usaha dan rumah tangga Institut. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan mempunyai tugas membantu Rektor dalam memimpin pelaksanaan di bidang pengembangan dan pembinaan. kepegawaian. pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan.000. penelitian. hukum. (2) Rektor mempunyai tugas memimpin Institut dalam menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran. organisasi dan tata laksana. Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum mempunyai tugas membantu Rektor dalam memimpin pelaksanaan kegiatan bidang perencanaan.. merumuskan kebijakan penilaian prestasi akademik dan kecakapan serta kepribadian sivitas akademik. 75. dan pengabdian kepada masyarakat. (2) Senat Institut mempunyai tugas: merumuskan kebijakan akademik dan pengembangan Institut.dan atau menurut neraca. pembinaan pendidik dan tenaga kependidikan serta kerjasama dan hubungan luar institusi.000. menilai pertanggungjawaban Rektor atas pelaksanaan kebijakan yang telah ditetapkan.(2) Dewan Pengawas dibentuk apabila realisasi omzet BLU pertahun minimum sebesar Rp.

dan j. c. senat institut dapat membentuk komisi-komisi yang beranggotakan anggota senat institut dan bila dianggap perlu ditambah anggota lain. Syari'ah. (3) Senat Institut terdiri dari para guru besar. (3) Auditor senior ditunjuk oleh rektor IAIN. (6) Tata cara pengambilan keputusan dalam rapat senat Institut diatur dalam statuta Institut yang bersangkutan. teknologi. vokasi dalam satu cabang ilmu pengetahuan. Tarbiyah dan Keguruan. dan/atau seni tertentu yang bernafaskan agama Islam. BAB V SATUAN PEMERIKSAAN INTERN (SPI) Pasal 10 (1) Satuan Pemeriksa Intern (SPI) merupakan unit pelaksana pemeriksa intern dengan tugas pengawasan pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab kepada Rektor. kebebasan mimbar akademik dan otonomi keilmuan pada Institut. didampingi oleh seorang Sekretaris yang dipilih diantara para anggota Senat Institut. Adab dan Humaniora. (4) Senat diketuai oleh Rektor. b. i. (5) Dalam melaksanakan tugasnya. Ushuluddin dan Pemikiran Islam. (2) Fakultas adalah unsur pelaksana akademik yang melaksanakan tugas dan fungsi Institut dalam salah satu bidang atau seperangkat cabang ilmu keagamaan Islam. pimpinan Institut. d. wakil dosen dan unsur lain yang ditetapkan senat. Karo Hukum dan KLN Karo Ortala Direktur Pengelolaan Dana Haji Ditjen PHU Sekjen . BAB VI FAKULTAS Pasal 11 (1) Institut memiliki 4 (empat) Fakultas yaitu: a. menegakkan norma-norma bagi sivitas akademik. h. dan e. Dakwah dan Komunikasi. mengukuhkan pemberian gelar doktor kehormatan pada institut yang memenuhi persyaratan. (2) Satuan Pemeriksaan Intern (SPI) terdiri dari 3 orang Auditor yang dipimpin oleh seorang auditor senior. merumuskan peraturan pelaksanaan kebebasan akademik. para dekan. (7) Jabaran statuta Institut ke dalam rincian tugas unit dan uraian jabatan di semua jenjang struktur organisasi Institut ditetapkan oleh senat Institut. memberikan pertimbangan kepada penyelenggara Institut berkenaan dengan calon-calon yang diusulkan untuk diangkat menjadi Rektor dan Dosen yang dicalonkan memangku jabatan akademik di atas Lektor. (3) Fakultas mempunyai tugas mengkoordinasikan dan melaksanakan pendidikan akademik dalam rangka menghasilkan lulusan yang bermutu dan berdaya saing tinggi dalam salah satu bidang profesi.g.

(1) Organisasi Fakultas terdiri atas: a. f. dan melaksanakan pembinaan administrasi. penelitian. e. evaluasi. Program Studi. Wakil Dekan Bidang Akademik mempunyai tugas membantu Dekan dalam memimpin pelaksanaan pendidikan dan pengajaran. Laboratorium/Studio. c. menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran. Dekan mempunyai tugas memimpin. penyusunan anggaran. pelaksanaan pendidikan dan pengajaran. hubungan Karo Ortala Direktur Pengelolaan Dana Haji Ditjen PHU Sekjen (3) Karo Hukum dan KLN . fakultas menyelenggarakan fungsi: perumusan visi. Pasal 14 (1) (2) Fakultas dipimpin oleh Dekan yang diangkat dan diberhentikan oleh Rektor setelah mendapat pertimbangan Senat Fakultas. pengabdian kepada masyarakat. Pasal 15 Dekan dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh 3 (tiga) Wakil Dekan yang diangkat dan diberhentikan oleh Rektor atas usul Dekan serta bertanggung jawab kepada Dekan. Pasal 13 a. misi dan kebijakan teknis operasional fakultas. dan pengabdian kepada masyarakat. penelitian. dan pengendalian. pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan serta penyelenggaraan kerjasama dengan Institut dan/atau lembaga-lembaga lain yang menjadi tanggung jawab fakultas. serta penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang menjadi tanggung jawab fakultas. dan Bagian Tata Usaha. kemahasiswaan. c. perbendaharaan. pelaporan program dan kegiatan fakultas. b. Senat Fakultas. d. d. c. pembinaan pendidik dan tenaga kependidikan. e.Pasal 12 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (3). (2) Wakil Dekan terdiri atas: Wakil Dekan Bidang Akademik. Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum mempunyai tugas membantu Dekan dalam memimpin pelaksanaan kegiatan bidang perencanaan. dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan. b. f. b. Pasal 16 (1) a. sistem informasi. Jurusan. (2) Bagan organisasi Fakultas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan ini. Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum. dan ketatausahaan fakultas. pelaksanaan pengorganisasian. administrasi. Dekan dan Wakil Dekan. penyelenggaraan kerjasama dengan Institut dan/atau lembaga-lembaga lain yang menjadi tanggung jawab fakultas serta bertanggungjawab kepada Rektor. akuntansi dan pelaporan keuangan. pembinaan sivitas akademik dan kerjasama dengan Institut dan/atau lembagalembaga lain yang menjadi tanggung jawab fakultas.

wakil dosen dan unsur lain yang ditetapkan senat fakultas. dan Dosen. Pasal 19 Program Studi adalah pelaksana akademik pada jurusan. merumuskan kebijakan penilaian prestasi akademik dan kecakapan serta kepribadian dosen. c. kepegawaian. (3) Ketua Program Studi mempunyai tugas memimpin pelaksanaan pendidikan pada program studi. merumuskan norma dan tolok ukur penyelenggaraan fakultas. (3) (1) (2) Jurusan adalah pelaksana akademik pada fakultas yang melaksanakan pendidikan akademik. Jurusan terdiri atas: Ketua Jurusan. (2) Ketua Jurusan dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh seorang Sekretaris Jurusan. Senat Fakultas terdiri atas para guru besar. Senat Fakultas diketuai oleh Dekan yang dibantu oleh seorang Sekretaris Senat fakultas. Ketua jurusan dipilih di antara dosen dan bertanggungjawab kepada Dekan. Karo Hukum dan KLN Karo Ortala Direktur Pengelolaan Dana Haji Ditjen PHU Sekjen a. keuangan. (3) Dalam hal terdapat satu program studi pada jurusan. Sekretaris Jurusan. b. barang milik negara. ketua jurusan/program studi. d. teknologi. c. Ketua Program Studi. b. dan Tata cara pengambilan keputusan dalam rapat senat fakultas diatur dalam statuta Institut. Pasal 17 (1) Senat Fakultas merupakan badan normatif dan perwakilan tertinggi di lingkungan fakultas yang memiliki wewenang untuk menjabarkan kebijakan dan Peraturan Institut untuk fakultas yang bersangkutan. (2) Senat Fakultas mempunyai tugas: merumuskan kebijakan akademik dan pengembangan fakultas. perlengkapan. pimpinan fakultas. organisasi dan tata laksana. yang dipilih di antara anggotanya. (3) (4) (5) . serta tata usaha dan rumah tangga fakultas. Pasal 21 (1) Laboratorium/studio adalah perangkat penunjang pendidikan dan penelitian pada jurusan yang berada di bawah Ketua Jurusan. d. dan/atau seni tertentu yang bernafaskan agama Islam. Pasal 20 (1) Ketua Jurusan mempunyai tugas memimpin pelaksanaan pendidikan pada jurusan. profesi dan/atau vokasi dalam sebagian atau satu cabang ilmu pengetahuan. dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan mempunyai tugas membantu Dekan dalam memimpin pelaksanaan pengembangan serta pembinaan dan pelayanan kesejahteraan mahasiswa dan alumni fakultas. maka Ketua jurusan merangkap sebagai Ketua Program Studi. Pasal 18 (1) (2) a. akuntansi.(4) masyarakat. hukum. Program Studi dipimpin oleh seorang ketua yang dipilih di antara dosen dan bertanggungjawab kepada Ketua Jurusan. dan memberikan pertimbangan kepada Rektor mengenai calon yang diusulkan untuk diangkat menjadi Dekan.

perbendaharaan. Pasal 23 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22. pengendalian evaluasi. penelitian serta pengabdian kepada masyarakat di lingkungan fakultas. c. Bagian Tata Usaha Fakultas menyelenggarakan fungsi: pelaksanaan administrasi pendidikan dan pengajaran. d. pelaksanaan administrasi kemahasiswaan dan pembinaan alumni di lingkungan fakultas. akuntansi dan pelaporan keuangan.(2) Laboratorium/studio dipimpin oleh seorang Kepala yang diangkat dari seorang dosen dan bertanggungjawab kepada Ketua Jurusan. Perumusan kebijakan teknis dan perencanaan penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran program pascasarjana. Sekolah Pascasarjana menyelenggarakan fungsi: a. akuntansi. e. dan pengendalian. hubungan masyarakat. sistem informasi. administrasi. perlengkapan. BAB VI SEKOLAH PASCASARJANA Pasal 26 Sekolah Pascasarjana adalah unsur pelaksana akademik Institut yang mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pengajaran di tingkat pascasarjana. Karo Hukum dan KLN Karo Ortala Direktur Pengelolaan Dana Haji Ditjen PHU Sekjen a. a. kepegawaian. perbendaharaan. b. hukum. b. Pasal 25 Subbagian Umum mempunyai tugas melakukan urusan pelayanan administrasi pelaksanaan organisasi. hubungan masyarakat. pengolaan barang milik negara. tata usaha dan rumah tangga fakultas. pelaporan keuangan. dalam rangka menghasilkan lulusan magister. Subbagian Akademik mempunyai tugas melakukan pelayanan administrasi pendidikan dan pengajaran. sistem informasi. penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta pembinaan alumni di lingkungan fakultas. Pasal 27 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26. penyusunan anggaran. dan ketatausahaan fakultas. kepegawaian. (1) (2) . dan doktor di bidang ilmu keagamaan Islam. evaluasi. Pasal 22 Bagian Tata Usaha Fakultas mempunyai tugas melaksanakan pelayanan dan pembinaan administrasi akademik. tenaga spesialis. administrasi umum dan tata usaha kepada seluruh satuan organisasi dan/atau satuan kerja di lingkungan fakultas berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Dekan. pelaksanaan organisasi. penyusunan anggaran. kemahasiswaan. pelaporan program dan kegiatan fakultas Pasal 24 Bagian Tata Usaha Fakultas terdiri atas: Subbagian Umum. pelaporan program dan kegiatan. dan Subbagian Akademik.

Pasal 31 Asisten Direktur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (2) mempunyai tugas melakukan urusan administrasi perencanaan. dan Program Studi. dan d. dan Pengabdian Kepada Masyarakat Pasal 32 (1) Lembaga Penelitian. BAB VII LEMBAGA Bagian Kesatu Lembaga Penelitian. Pusat-pusat: 1) Pusat Penelitian dan Penerbitan. (3) Direktur mengkoordinasikan semua program studi pascasarjana untuk menjamin standar mutu pendidikan. kepegawaian. Sekolah Pascasarjana terdiri atas: Direktur. dan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh lembaga yang dipimpinnya. (3) Ketua Lembaga sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a. b. (4) Dalam melaksanakan tugasnya Ketua LPPM dibantu oleh Sekretaris Lembaga. Pengorganisasian. pengendalian. b. Pelaksanaan pendidikan dan pengajaran tingkat pascasarjana. Pasal 28 a. organisasi dan tata laksana. keuangan. dan 3) Pusat Pengarusutamaan Gender dan Anak. perlengkapan. Ketua Lembaga. hubungan masyarakat. penelitian. Karo Hukum dan KLN Karo Ortala Direktur Pengelolaan Dana Haji Ditjen PHU Sekjen . sistem informasi.b. evaluasi dan pelaporan di lingkungan program pascasarjana. Pasal 30 (1) (2) Direktur dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh seorang asisten direktur yang bertanggungjawab kepada Direktur. (2) LPPM terdiri atas: a. dan c. c. diangkat oleh dan bertanggung jawab langsung kepada Rektor. hukum. dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Institut di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berada di bawah Rektor. 2) Pusat Pengabdian kepada Masyarakat. c. Pelaksanaan administrasi dan tata usaha di lingkungan program pascasarjana. (2) Direktur bertanggung jawab atas mutu hasil pendidikan dan pengajaran. dan tata usaha program pascasarjana. Asisten Direktur. Asisten Direktur diangkat oleh Rektor setelah mendapat persetujuan Senat Institut. Pasal 29 (1) Sekolah Pascasarjana dipimpin oleh seorang Direktur yang diangkat oleh Rektor setelah mendapat persetujuan Senat Institut. Sekretaris Lembaga. barang milik negara.

dan/atau seni yang bernafaskan Islam. organisasi dan tata laksana. pengelolaan barang milik negara. Pasal 36 (1) Pusat-pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (2) huruf c dipimpin oleh seorang kepala yang diangkat dan bertanggungjawab langsung kepada Ketua Lembaga. dan pelaksanaan administrasi dan tata usaha lembaga. keuangan. dan 2) Pusat Pengawasan dan Pengendalian Mutu Akademik. dan c. teknologi. (3) Ketua Lembaga sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a. pelaksanaan penerbitan hasil penelitian. akuntansi. Pasal 35 Sekretaris Lembaga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (2) huruf b. dan/atau seni yang bernafaskan Islam dan pengabdian kepada masyarakat dalam berbagai bidang pembangunan. pelaksanaan pengembangan tenaga fungsional peneliti dan metoda penelitian dan pengembangan. b. Pasal 38 LPM mempunyai tugas melaksanakan tugas menyelenggarakan kegiatan dalam hal pengembangan. Karo Hukum dan KLN Karo Ortala Direktur Pengelolaan Dana Haji Ditjen PHU Sekjen a. pelaksanaan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. c. (4) Dalam melaksanakan tugasnya Ketua LPM dibantu oleh Sekretaris Lembaga. (2) LPM terdiri atas: a.Pasal 33 LPPM mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. tata usaha dan rumah tangga lembaga. hubungan masyarakat. mempunyai tugas melakukan urusan administrasi perencanaan. Bagian Kedua Lembaga Penjaminan Mutu Pasal 37 (1) Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Institut di bidang pengembangan. kepegawaian. pengawasan dan pengendalian mutu akademik yang berada di bawah Rektor. Sekretaris Lembaga. b. teknologi. diangkat oleh dan bertanggung jawab langsung kepada Rektor. hukum. LPPM menyelenggarakan fungsi: perumusan kebijakan teknis operasional penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. perlengkapan. pengawasan dan pengendalian mutu akademik terhadap sivitas. e. memantau dan menilai penelitian dan pengembangan serta publikasinya di bidang ilmu pengetahuan. sistem informasi. Pusat-pusat: 1) Pusat Pengembangan Mutu Akademik. serta melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui ilmu keagamaan Islam. Ketua Lembaga. . d. Pasal 34 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33. (2) Pusat-pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (2) huruf c terdiri atas beberapa peneliti dan tenaga fungsional sesuai dengan bidangnya.

DAN KEUANGAN Pasal 39 (1) (2) (3) Biro Administrasi Umum. pelaksanaan administrasi dan tata usaha Lembaga. Biro AUK mempunyai tugas menyelenggarakan administrasi di bidang umum. hukum. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. dan Keuangan yang selanjutnya disebut Biro AUK adalah unsur pembantu pimpinan di bidang administrasi yang berada di bawah Rektor. sistim insformasi. hubungan masyarakat. LPM menyelenggarakan fungsi: a. dan c. (2) Pusat-pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (2) huruf c terdiri atas beberapa peneliti dan tenaga fungsional sesuai dengan bidangnya. anggaran. Karo Hukum dan KLN Bagian Ortala dan Kepegawaian. akademik. pelaksanaan administrasi umum yang meliputi kepegawaian. kegiatan. Biro AUK dipimpin oleh seorang Kepala yang diangkat oleh Menteri dan bertanggung jawab kepada Rektor. b. kepegawaian. perlengkapan. pengelolaan barang milik negara. BAB VIII BIRO Bagian Kesatu BIRO ADMINISTRASI UMUM. publikasi. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 41 Biro AUK terdiri atas: a. Biro AUK perencanaan program. Pasal 38 (1) Pusat-pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 ayat (2) huruf c dipimpin oleh seorang kepala yang diangkat dan bertanggungjawab langsung kepada Ketua Lembaga. dan keuangan institut. sistem informasi. b. c. ketatausahaan dan kerumahtanggaan institut. mempunyai tugas melakukan urusan administrasi perencanaan. pelaksanaan administras barang milik negara. organisasi dan tata laksana. keuangan. tata usaha dan rumah tangga lembaga. Pasal 40 Sekretaris Lembaga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 ayat (2) huruf b. pelaksanaan program peningkatan dan pengawasan mutu akademik melalui sistem kendali mutu akademik terpadu di Institut. dan kemahasiswaan di lingkungan Institut. Karo Ortala Direktur Pengelolaan Dana Haji Ditjen PHU Sekjen . layanan kehumasan. perumusan kebijakan teknis operasional di bidang peningkatan dan pengawasan mutu akademik. akuntansi. organisasi dan tata laksana serta hukum institut.Pasal 39 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38.

Bagian Perencanaan dan Keuangan menjalankan fungsi: Karo Hukum dan KLN Karo Ortala Direktur Pengelolaan Dana Haji Ditjen PHU Sekjen . serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. Pasal 47 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46. dan d. Bagian Perencanaa.b. serta evaluasi dan pelaporan perencanaan di lingkungan Institut. mempunyai tugas tugas melakukan melakukan pelayanan pelayanan administrasi administrasi b. d. (2) Subbagian Kepegawaian kepegawaian. Subbagian Kepegawaian. penyiapan kebijakan dalam bidang organisasi dan ketatalaksanaan institute. akuntabilitas kinerja. dan hukum di lingkungan Institut. pelaksanaan administrasi kesejahteraan dan kepegawaian insitut. penyusunan program dan anggaran. pelaksanaan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. ketatalaksanaan. organisasi dan tatalaksana. c. Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pelayanan administrasi kelembagaan. Pasal 43 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42. Pasal 45 (1) Subbagian. Pasal 46 Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem dan data perencanaan. (3) Subbagian Kesejahteraan mempunyai kesejahteraan di lingkungan institut. penyiapan akuntabilitas kinerja insitut. c. dan Pasal 44 Bagian Organisasi Tata Laksana dan Kepegawaian terdiri atas: a. c. Pasal 42 Bagian Organisasi Tata Laksana dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pembinaan administrasi. Bagian Organisasi Tata Laksana dan Kepegawaian menjalankan fungsi: a. Bagian Keuangan dan Akuntansi. Subbagian Organisasi dan Hukum. Subbagian Kesejahteraan. kepegawaian. dan Bagian Umum. b.

c. Pasal 53 Subbagian Pelaksanaan Anggaran dan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan anggaran dan perebendaharaan Institut Subbagian Verifikasi dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan verifikasi dan akuntansi Institut. (2) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan koordinasi dan penyiapan penyusunan rencana. Subbagain Penyusunan Program dan Anggaran. dan anggaran Institut. b. dan pelaksanaan konsolidasi dan pelaporan keuangan. d. dan Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. pelaksanaan anggaran dan perbendaharaan Institut. SIMAK BMN. Subbagian SIMAK dan BMN. c. program dan anggaran. pelaksanaan verikasi dan akuntansi. Karo Hukum dan KLN Karo Ortala Direktur Pengelolaan Dana Haji Ditjen PHU Sekjen . c. (1) (2) Subbagian Pelaksanaan Anggaran dan Perbendaharaan. Pelaksanaan pengembangan sisitem dan data perencanaan institut. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. c. serta Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan Institut. Pasal 48 Bagian Perencanaan terdiri atas: a. penyusunan rencana dan program institut. d. Pasal 50 Bagian Keuangan dan Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pengelolaan anggaran dan perbendaharaan. Pasal 49 (1) Subbagian Data Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengembangan sistem dan pengelolaan data perencanaan Institut. Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. verifikasi dan akuntasi.a. b. b. pelaksanaan SIMAK BMN. program. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan. Subbagian Data Perencanaan. Pasal 52 Bagian Keuangan dan Akuntansi terdiri atas: a. dan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan. dan Subbagian Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan. b. Bagian Akademik dan Kemahasiswaan mempunyai fungsi: a.

(4) Subbagian Humas dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pelayanan humas dan publikasi. c. Subbagian Tata Usaha. (2) Biro AAK dipimpin oleh seorang Kepala yang diangkat oleh Menteri dan bertanggung jawab kepada Rektor. serta tata usaha dan rumah tangga institut. (2) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pelayanan ketata usahaan. c. administarsi keuangan. dan pelaksanaan humas dan publikasi. (3) Subbagian Dokumnetasi dan Kearsipan mempunyai tugas melakukan penyiapan urusan dokumentasi dan kearsipan. pelaksanaan perlengkapan dan rumah tangga. Akademik. Pasal 54 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pembinaan administrasi barang milik negara. Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas menyelenggarakan fungsi: sebagai dimaksud dalam Pasal 54. Bagian Umum (4) a. dan Subbagian Humas dan Publiksi. d. pelaksanaan ketata usahaan. Karo Hukum dan KLN Karo Ortala Direktur Pengelolaan Dana Haji Ditjen PHU Sekjen . Bagian Kedua BIRO ADMINISTRASI AKADEMIK. akuntansi. Subbagian Dokumentasi dan Kerasipan. pelaksanaan dokumentasi dan kerasipan. Subbagian Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan konsolidasi dan pelaporan keuangan. b. penyimpanan dan distribusi serta kerumah tanggaan Institut. Pasal 56 Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. d. DAN KEMAHASISWAAN Pasal 58 (1) Biro Administrasi. Bagian Umum terdiri atas: a. dan Kemahasiswaan yang selanjutnya disebut Biro AAK adalah unsur pembantu pimpinan di bidang administrasi yang berada di bawah Rektor.(3) Subbagian SIMAK BMN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sistem informasi. b. dan sistem manajemen akuntansi barang milik negara (SIMAK BMN). Pasal 57 (1) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan pengadaan.

c. b. pengelolaan urusan kerja sama dan pemberdayaan lembaga. Bagian Kemahasiswaan dan Alumni c. Biro AAK Pelaksanaan akademik dan sisitem informasi. Subbagian Data dan Informasi. Bagian Akademik dan Sistem Informasi. (3) Subbagian administrasi mempunyai tugas melakukan pelayanan administrasi pendidikan. dan Subbagian Administrasi Pendidikan. Subbagian Registrasi. bimbingan. b. dan d. Pasal 52 b. pelaksanaan urusan registrasi institut. akademik. Biro AAK terdiri atas: a. Bagian BINA PTAIS. Pasal 49 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 48. Pasal 51 (1) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan data dan informasi Institut. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. c. (2) Subbagian Registrasi mempunyai tugas melakukan pelayanan urusan registrasi. pelaksanaan administrasi akademik. pelaksanaan pembinaan PTAIS. Pasal 47 b. dan d. penyiapan dan pembinaan. c. pelaksanaan administrasi pendidikan institut. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas menyelenggarakan fungsi: a. dan kemahasiswaan di lingkungan Institut. Bagian Kerja Sama dan Pemberdayaan Lembaga. Bagian Akademik dan Sistem Informasi menjalankan fungsi: a. akademik dan sistem informasi di lingkungan Institut. dan Karo Hukum dan KLN Karo Ortala Direktur Pengelolaan Dana Haji Ditjen PHU Sekjen .(3) Biro AAK mempunyai tugas menyelenggarakan administrasi di bidang umum. Pasal 48 Bagian Akademik dan Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan pelayanan. Pasal 50 Bagian Akademik dan Sistem Informasi terdiri atas: a. perencanaan pengelolaan data dan informasi. kemahasiswaan dan alumni institut.

b. Subbagian Kemahasiswaan. Bagian Kemahasiswaan dan Alumni menjalankan fungsi: a. (2) Subbagian Pembinaan Bakat dan Minat Mahasiswa mempunyai tugas melakukan pembinaan bakat dan minat mahasiswa. Pasal 53 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52.Bagian Kemahasiswaan dan Alumni mempunyai tugas melaksanakan melaksanakan pelayanan. dan . Pasal 58 Bagian Kerja Sama dan Pemberdayaan Lembaga terdiri atas: a. b. dan Subbagian Kerja Sama Kelembagaan Non Formal. bimbingan. (3) Subbagian Pemberdayaan Alumni mempunyai tugas melakukan pemberdayaan alumni. Pasal 57 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56. Subbagian Kerja Sama Kelembagaan Formal. dan Pelaksanaan kerja sama kelembagaan non forma. b. Pasal 55 (1) Subbagian Kemahasiswaan mempunyai tugas melakukan pelayanan administrasi kemahasiswaan. c. Pasal 59 (1) Subbagian Kerja Sama Kelembagaan Formal mempunyai tugas melakukan kerja sama kelembagaan formal Karo Hukum dan KLN Karo Ortala Direktur Pengelolaan Dana Haji Ditjen PHU Sekjen b. Bagian Kerja Sama dan Pemberdayaan Lembaga mempunyai fungsi: a. pelaksanaan pembinaan bakat dan minat mahasiswa. Pelaksanaan kerja sama kelembagaan formal. c. penyiapan dan pembinaan kemahasiswaan dan Alumni di lingkungan Institut. Pasal 54 Bagian Kemahasiswaan dan Alumni terdiri atas: a. Subbagian Pemberdayaan Alumni. penyiapan dan pembinaan kerja sama dan pemberdayaan lembaga. bimbingan. pelaksanaan pemberdayaan alumni. penyiapan pembinaan kemahasiswaan. Pasal 56 Bagian Kerja Sama dan Pemberdayaan Lembaga mempunyai tugas melaksanakan pelayanan. Subbagian Pembinaan Bakat dan Minat Mahasiswa.

BAB IX UNIT PELAKSANA TEKNIS Bagian Kesatu Pusat Perpustakaan Pasal 64 (1) Pusat Perpustakaan adalah unit pelaksana teknis di bidang pembinaan dan pelayanan kepustakaan yang berada di bawah Rektor. mengendalikan. Pasal 60 Bagian Bina PTAIS mempunyai tugas melaksanakan pelayanan. b. (3) Pembinaan sehari-hari Pusat Perpustakaan dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik. . mengadakan kerjasama antar perpustakaan. (2) Subbagian Ketenagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan pembinaan ketenagaan. dan Karo Hukum dan KLN Karo Ortala Direktur Pengelolaan Dana Haji Ditjen PHU Sekjen b. (2) Pusat Perpustakaan mempunyai tugas melakukan pelayanan dan pengembangan kepustakaan. dan Subbagian Evaluasi dan Akreditasi. sebagai dimaksud dalam Pasal 60. Pasal 61 Dalam melaksanakan tugas menyelenggarakan fungsi: a. dan menyusun laporan kepustakaan. Subbagian Registrasi dan Informasi PTAIS. (3) Subbagian Evaluasi dan Akreditasi mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan akreditasi.(2) Subbagian Kerja Sama Kelembagaan Non Formal mempunyai tugas melakukan kerja sama kelembagaan non formal. Kepala. bimbingan. mengevaluasi. dan penyusunan evaluasi dan akreditasi. Subbagian Ketenagaan. Kelompok Jabatan Fungsional: 1) Fungsional Data dan Informasi Perpustakaan. c. penyiapan dan pembinaan PTAIS. penyiapan bimbingan teknis ketenagaan. Pasal 62 Bagian Bina PTAIS terdiri atas: a. c. Bagian Umum pelaksanaan urusan registrasi dan informasi PTAIS. 2) Fungsional Pelayanan Perpustakaan. dan b. Pasal 63 (1) Subbagian Registrasi dan Informasi PTAIS mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan registrasi dan informasi PTAIS. Pasal 59 (1) Pusat Perpustakaan terdiri atas: a.

Bagian Ketiga Pusat Pengembangan Bahasa Pasal 62 (1) Pusat Pengembangan Bahasa adalah unit pelaksana teknis di bidang pengembangan bahasa yang berada di bawah Rektor. Pasal 63 (1) Pusat Pengembangan Bahasa terdiri atas: a. Pusat Perpustakaan dipimpin oleh seorang Kepala yang diangkat oleh dan bertanggung jawab kepada Rektor. dan 3) Fungsional Pelayanan Bahasa. (3) Pembinaan sehari-hari Pusat Sistem Teknologi Informasi dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik. (2) Pusat Pengembangan Bahasa mempunyai tugas melaksanakan program pengembangan bahasa bagi seluruh sivitas akademika Institut dalam rangka menunjang keberhasilan proses belajar dan mengajar. dan b. Kelompok Jabatan Fungsional: 1) Fungsional Pengembangan Bahasa Asing. 2) Fungsional Pelatihan & Pengembangan Jaringan. Karo Hukum dan KLN Karo Ortala Direktur Pengelolaan Dana Haji Ditjen PHU Sekjen . pengembangan dan pemeliharaan jaringan dan aplikasi. Kepala. Kepala Pusat Perpustakaan dalam pelaksanaan tugasnya dibantu oleh kelompok jabatan fungsional. 3) Fungsional Pengelolaan Basis Data. pengelolaan basis data dan kerja sama jaringan antar unit. Kepala. 2) Fungsional Pengembangan & Pemeliharaan Jaringan. (2) Pusat Sistem Teknologi Informasi mempunyai tugas mengelola dan mengembangkan sistem informasi manajemen. (3) Pembinaan sehari-hari Pusat Pengembangan Bahasa dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik.(2) (3) 3) Fungsional Jaringan dan Kerjasama Perpustakaan. Kelompok Jabatan Fungsional: 1) Fungsional Pengembangan Sistem & Aplikasi. Bagian Kedua Pusat Sistem Teknologi Informasi Pasal 60 (1) Pusat Sistem Teknologi Informasi adalah unit pelaksana teknis dalam pengelolaan dan pengembangan sistem informasi manajemen serta pengembangan teknologi institut yang berada di bawah Rektor. Pasal 61 (1) Pusat Komputer terdiri atas: a. (2) Pusat Sistem Teknologi Informasi dipimpin oleh seorang Kepala yang diangkat oleh dan bertanggung jawab kepada Rektor. (3) Kepala Pusat Komputer dalam pelaksanaan tugasnya dibantu oleh kelompok jabatan fungsional. dan b. dan 4) Fungsional Kerja Sama Jaringan Antar Unit.

(3) Kepala Pusat Pengembangan Bahasa dalam pelaksanaan tugasnya dibantu oleh kelompok jabatan fungsional. diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.(2) Pusat Pengembangan Bahasa dipimpin oleh seorang Kepala yang diangkat oleh dan bertanggung jawab kepada Rektor. Dosen luar biasa adalah dosen yang bukan tenaga tetap di lingkungan Institut. Pasal 66 (1) (2) (3) Dosen biasa adalah dosen yang diangkat dan ditempatkan sebagai tenaga tetap di lingkungan Institut. BAB X DOSEN Pasal 64 (1) Dosen adalah tenaga pengajar di lingkungan Fakultas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Dekan. Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari beberapa kelompok jabatan fungsional. Dosen luar biasa. Dosen tamu adalah seorang yang diundang untuk mengajar di lingkungan Institut selama jangka waktu tertentu. Pasal 69 (1) Kelompok jabatan fungsional terdiri atas sejumlah tenaga fungsional yang jumlahnya disesuaikan dengan analisis beban kerja. BAB XII JABATAN FUNGSIONAL Pasal 68 (1) (2) Di lingkungan Institut dapat diangkat jabatan fungsional sesuai kebutuhan dan ketentuan peraturan perundang-undangan. b. Dosen biasa. Kelompok Jabatan Fungsional dipimpin oleh seorang tenaga senior yang ditunjuk oleh Rektor. Karo Hukum dan KLN Karo Ortala Direktur Pengelolaan Dana Haji Ditjen PHU Sekjen (2) . Pasal 65 Dosen mempunyai tugas utama mengajar.a. (2) Dosen terdiri atas: a. (2) Kepala Bagian adalah Jabatan Struktural Eselon III. (3) Jenis dan jenjang kepangkatan dosen sebagaimana dimaksud pada ayat (2).a. Dosen tamu. (3) Kepala Subbagian adalah Jabatan Struktural Eselon IV.a. membimbing dan/atau melatih mahasiswa serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. dan c. BAB XI ESELONISASI Pasal 67 (1) Kepala Biro adalah Jabatan Struktural Eselon II.

Ketua Prodi. dan m. k. h. dan mengambil langkah-langkah perbaikan yang diperlukan bila terjadi penyimpangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan dan menyampaikan laporan hasil pelaksanaan tugasnya kepada atasan masing-masing secara berjenjang dan berkala. l. Ketua Lembaga.(3) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. diberikan sesuai ketentuan perundang-undangan. (2) (2) (3) (4) Pasal 72 (1) Setiap pimpinan unit kerja wajib melaksanakan pengawasan melekat. Dekan. d. integrasi. Kepala Pusat. Besaran honorarium yang diberikan kepada dosen sebagaimana dimaksud pada ayat (1) di atas. Direktur Sekolah Pasca Sarjana. i. BAB XIII PEMBERIAN HONORARIUM JABATAN FUNGSIONAL Pasal 70 (1) Dosen yang diberi tugas khusus atau merangkap jabatan dan mendapat honorarium adalah: a. Ketua Jurusan. f. Asisten Direktur Sekolah Pasca Sarjana. Karo Hukum dan KLN Karo Ortala Direktur Pengelolaan Dana Haji Ditjen PHU Sekjen . c. Setiap pimpinan unit kerja di lingkungan Institut wajib mengembangkan pelaksanaan tugas dan fungsinya berdasarkan visi dan misi. Setiap pimpinan unit kerja di lingkungan Institut wajib mengembangkan pelaksanaan tata kerja ke arah penciptaan perubahan paradigma dari fungsi menguasai kepada fungsi pelayanan dan pemberdayaan seluruh sivitas akademika. e. Wakil Dekan. Setiap pimpinan unit kerja di lingkungan Institut bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan pelaksanaan tugas. BAB XIV TATA KERJA (1) Pasal 71 Setiap pimpinan unit kerja dan kelompok jabatan fungsional di lingkungan Institut wajib menerapkan prinsip koordinasi. penilaian kinerja. dan sinkronisasi baik dalam lingkungan Institut maupun dengan instansi lain di luar Institut sesuai dengan tugas masing-masing. Sekretaris Jurusan. Wakil Rektor. mengawasi bawahan masing-masing. Rektor. Ketua UPT. b. kebijakan dan rencana strategis satuan organisasi atasannya. Sekretaris Lembaga. g. j.

Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 286 Tahun 1997 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Institut Agama Islam Negeri RADEN FATAH dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Pasal 74 Setiap pimpinan unit kerja di lingkungan Institut. susunan organisasi dan tata kerja menurut Peraturan ini ditetapkan oleh Menteri Agama setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA. Pasal 73 Setiap pimpinan unit kerja di lingkungan Institut wajib menyelenggarakan administrasi keuangan.(2) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan unit kerja di lingkungan Institut wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan penyusunan laporan lebih lanjut dan sebagai bahan perencanaan program. wajib melaksanakan sistem pengendalian internal di lingkungan masing-masing yang memungkinkan terlaksananya mekanisme uji silang. memerintahkan pengundangan Peraturan ini dengan penetapannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Pasal 76 Dengan berlakunya Peraturan ini. Agar setiap orang mengetahuinya. akuntansi. Ttd SURYADHARMA ALI Diundangkan di Jakarta pada tanggal MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA Ttd AMIR SYAMSOEDIN BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN NOMOR Karo Hukum dan KLN Karo Ortala Direktur Pengelolaan Dana Haji Ditjen PHU Sekjen . dan pelaporan keuangan serta laporan kinerja sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. fungsi. tugas. Pasal 77 Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. BAB XVI KETENTUAN PENUTUP Pasal 75 Perubahan atas kedudukan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful