Anda di halaman 1dari 5

BAB 15 Permintaan terhadap faktor-faktor produksi Dalam kegiatan memproduksi, pengusaha-pengusaha terlebih dahulu harus memperhatikan keadaan di pasar

barang. Langkah ini mempunyai dua tujuan yaitu: Untuk menentukan jenis barang yang diinginkan oleh para konsumen. Peninjauan ini memberikan petunjuk kepada perusahaan-perusahaan tentang jenis barang yang sebaiknya mereka produksinya. Untuk menentukan besarnya tingkat produksi yang sebaiknya dicapai, yaitu tingkat produksi yang akan menghasilkan keuntungan maksimum kepada merekan.

Kedua tujuan ini telah dianalisis dalam analisis permintaan dan penawaran akan menolong produsen-produsen memperoleh jawaban dalam pertanyaan barang apa yang sebaiknya diproduksi? dan analisis mengenai struktur pasar, dan penentuan harga dan produksi di berbagai pasar memberikan gambaran tentang bagaimana para produsen akan menentukan tingkat produksi yang paling menguntungkan kepada mereka. a. Pentingnya analisis penentuan harga faktor. Terdapat dua alasan yang menyebabkan kebutuhan untuk menganalisis permintaan dan penawaran ke atas faktor-faktor produksi yaitu : 1. Analisis tersebut akan menjelaskan prinsip untuk menggunakan dan mengalokasikan faktor-faktor produksi secara efisien. 2. Analisis tersebut akan menjelaskan bagaimana pendapat berbagai faktor produksi ditentukan. Pengalokasian faktor produksi Keinginan masyarakat adalah tidak terbatas, sedangkan sumber-sumber daya yang tersedia mempunyai kemampuan yang terbatas dalam menghasilkan barang-barang yang diinginkan. Maka yang dapat diusahakan adalah memeksimumkan produksi yang dapat diciptakan oleh sumber-sumber daya yang tersedia. Tujuan ini akan tercapai apabila mereka dapat dialokasikan ke berbagai kegiatan ekonomi secara optimal, yaitu corak penggunaannya adalah sedemikian rupa sehingga produksi yang mereka ciptakan mewujudkan kesejahtraan masyarakat yang paling maksimum. Dalam stiap prusahaanusaha untuk menciptakan pengalokasian faktor-faktor produksi yang optimal harus dijalankan. Di suatu pihak usaha tersebut adalah

penting karena tindakan itu akan membantu tujuan keseluruhan perekonomian untuk mengalokasikan sumber-sumber daya secara efisien. Di lain pihak, usaha tersebut adalah perlu karena keuntungan perusahaan tersebut, dan adakalanya survival perusahaan tersebut,adalah tergantung kepada kemampuan perusahaan tersebut untuk menggunakan faktor-faktor produksi yang dapat diprolehnya secara efisien. Penentuan pendapatan dan distribusi pendapatan Setiap faktor produksi yang terdapat dalam perekonomian dimiliki oleh anggota rumah tangga. Pemiliknya menyediakan faktor produksi tersebut untuk digunakan oleh para pengusaha, dan sebagai balas jasanya mereka akan memproleh pendapatan. Pandapatan yang di peroleh masing-masing jenis faktor produksi tersebut tergantung kepada harga dan jumlah masing-masing faktor produksi yang digunakan. Jumlah pendapatan yang diperoleh berbagai faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan sesuatu barang adalah sama dengan harga dari barang tersebut. Dengan demikian, di dalam suatu perusahaan, hasil penjualannya adalah merupakan jumlah dari seluruh pendapatan faktor-faktor produksi yang digunakan dalam perusahaan tersbut. Oleh karena itu pendapatan nasional yaitu nilai seluruh barang dan jasa yang di produksi oleh prusahaan-prusahaan yang ada dalam Negara tersebut merupakan jumlah pendapatan berbagai faktor produksi yang ada dalam perekonomian. b. Teori produktivitas marjinal Tujuan seorang pengusaha adalah untuk memaksimumkan keuntungan. Dengan tujuan ini akan menggunakan suatu faktor produksi sampai kepada tingkat di mana keuntungan maksimum akan tercapai. Sesuatu faktor produksi akan menciptakan keuntungan yang paling maksimum apabila memenuhi persyaratan berikut: biaya produksi tambahan yang dibayarkan kepada faktor produksi itu sama dengan hasil penjualan tambahan yang diperoleh dari produksi tambahan yang diciptakan oleh faktor produksi tersebut. Syarat pemaksimuman keuntungan Apabila penggunaan faktor produksi terus ditambah keuntungan akan berkurang dan apabila jumlah tenaga kerja yang digunakan dikurangi juga keuntungan akan berkurang. Pemisalan dalam teori permintaan terhadap faktor produksi

Seorang pengusaha akan bertindak dalam menggunakan sesuatu faktor produksi agar keuntungannyan dimaksimumkan, dapat diperhatikan sikap pengusaha tersebut dalam meminta (menggunakan) sesuatu faktor produksi. Analisis ini dinamakan teori permintaan terhadap faktor produksi. Didalam menerangkan teori tersebut perlu dibuat beberapa pemisalan yaitu: 1. Perusahaan menjual barangnya dalam pasar persaingan sempurna, berarti harga barang tidak berubah walaupun jumlah yang dijual bertambah 2. Hanya satu saja faktor produksi yang jumlah penggunaannya dapat diubah-ubah, misalnya tenaga kerja 3. Perusahaan membeli faktor produksi yang dapat mengalami perubahan itu dalam pasar faktor produksi yang bersifat sempurna TABEL 15.1 Jumlah pekerja, produksi dan penjualan. GAMBAR 15.1 Kurva TPP MPP dan MRP jumlah faktor produksi yang digunakan

seorang produsen akan memaksimumkan keuntungannya apabila melekukan kegiatan memproduksi sampai kepada tingkat dimana hasil penjualan produksi marjinal = harga faktor MRP = W, dimana W adalah harga faktor (dalam kasus ini W adalah upah tenaga kerja). Secra grfik penentuan jumlah faktor produksi yaitu tenaga kerja, yang digunakan dapat dilakukan dengan menggunakan kurva MRP dan kurva W yaitu kurva upah tenanga kerja. Kurva W menggambarakan biaya produksi marjinal yang dibayarkan prusahaan untuk memperoleh satu unit tambahan faktor produksi yaitu tenaga kerja. Maka kurva W dinamakan juga kurva biaya marjinal faktor atau kurva MCF (Marginal Cost of Factor). Disamping itu kurva W dapat dipandang sebagai kurva penawaran tenaga kerja (faktor produksi). Penggunaan jumlah faktor produksi ditentukan oleh perpotongan kurva W dengan kurva MRP. Perpotongan tersebut adalah dititik E, dan menggambarkan bahwa harga faktor atau biaya marjinal faktor = hasil penjualan produksi marjinal atau

W =MRP. Maka perpotongan kurva W denga kurva MRP menentukan jumlah tenaga kerja yang harus digunakan untuk mencapai keuntungan yang maksimum. GAMBAR 15.2 Penentuan jumlah faktor produksi yang digunakan. Dipandang sebagai kurva permintaan tenaga kerja atau sesuatu faktor produksi lain sekiranya faktor produksi itu berlainan dari tenaga kerja. Sebagai akibat dari kesamaan ini kurva MRP dapat juga dinyatakan sebagai MRP=Df dimana Df dimaksudkan segagai permintaan tenaga kerja atau faktor produksi oleh suatu prusahaan yang akan memproduksikan barang. c. Persaingan tidak sempurna dan permintaan faktor produksi Ada beberapa pemisalan yang digunakan yaitu: 1. Pasar barang adalah berbentuk pasar persaingan sempurna 2. Pasar barang adalah berbentuk pasar persaingan tidak sempurna Permintaan faktor : contoh angka Dalam pasar barang yang bersifat persaingan tidak sempurna harga akan semakin rendah pada tingkat produksi atau penjualan barang yang semakin tinggi, menyebabkan hasil penjualan total dan hasil penjulan marjinal pada setiap tingkat penggunaan tenaga kerja adalah lebih rendah dari yang terdapat dalam pasar persaingan sempurna. TABEL 15.2 Jumlah pekerja, produksi dan penjualan Grafik permintaan faktor

Kurva MRP1=D1 adalah sama dengan kurva hasil penjualan produksi marjinal dan menggambarkan keadaan dimana dimisalkan pasar barang adalah pasar persaingan sempurna. Dalam kurva MRP2 terletak di sebelah kiri kurva MRP1 ini adalah keadaan yang selalu berlaku yaitu kurva hasil penjualan produksi marjinal di dalam pasar persaingan tidak sempurna akan selalu terletak di sebelah kiri kurva hasil penjualan produksi marjinal di dalam pasar persaingan sempurna. Keadaan ini disebabkan oleh:

GAMBAR 15.3 Permintaan pekerja dalam pasar barang yang berbeda d. Sifat permintaan terhadap faktor produksi Dalam sifat-sifat permintaan terhadap faktor-faktor produksi ada dua ciri yaitu : 1. Permintaan faktor adalah permintaan terkait 2. Kurva permintaan terhadap faktor-faktor produksi berbentuk menurun dari kiri atas ke kanan bawah. Permintaan terkait