Anda di halaman 1dari 12

S N RA T

ER F

G IN IC R

PENGERTIAN TRANSFER PRICING


Transfer pricing adalah harga transfer dari barang/jasa atau aktiva tak berwujud (intangible property) yang ditransfer antar perusahaan afiliasi dalam satu grup perusahaan atau antar divisi dalam satu perusahaan. Semula transfer pricing digunakan untuk kepentingan penilaian tingkat kemampu-labaan masing-masing divisi atau masing-masing perusahaan afiliasi yang terlibat dalam transaksi afiliasi. Tetapi sejalan dengan makin besarnya perusahaan multinasional, perbedaan tarif pajak antar negara dan perencanaan pajak yang makin komprehensif, maka transfer pricing digunakan sebagai alat untuk menggeser penghasilan kena pajak dari suatu negara ke negara yang tarif pajaknya lebih rendah, atau dari perusahaan yang berada daalam posisi laba ke perusahaan afiliasi yang masih mengalami kerugian.

FUNGSI TRANSFER PRICING


Pertama sebagai harga dapat mempengaruhi pengambilan keputusan; membantu divisi produksi untuk memutuskan berapa banyak produk yang disediakan dan bagi divisi pembeli untuk memutuskan erapa banyak produk yang dibeli Kedua harga dan penukuran laba membantu top manajemen untuk mengevaluasi pusat laba sebagai suatu kegiatan yang terpisah

TUJUAN TRANSFER PRICING


Performance Evaluation Menghitung tingkat Return On Investment. terkadang tingkat ROI untuk divisi berbeda dengan divisi lainnya Optimal Determation of Taxes Tarif pajak antara satu negara dengan negara lainnya berbeda-beda. Perbedaan ini disebabkan oleh lingkungan ekonomi, social, pilitik, dan budaya yang berlaku dalam negara tesebut. Dengan penentuan harga transfer ini diharapkan pajak dapat di manage sedemikian rupa sehingga pengenaan pajak tidak akan terlalu tinggi.

METODE PENETAPAN TRANSFER PRICING


Metode dasar untuk penetapan transfer pricing intra perusahaan adalah sebagai berikut : 1.Penentuan harga transfer atas biaya (cost based transfer pricing) Dalam Penentuan harga transfer ini, harga jual barang yang ditransfer berdasarkan pada biaya penuh produk yang ditransfer. Biaya penuh yang dipakai sebagai dasar penentuan harga transfer ada dua macam biaya yaitu biaya penuh sesungguhnya dan biaya penuh standar.

CONT
2. Penentuan harga transfer atas dasar harga pasar Harga pasar adalah harga pembelian ataupun penjualan oleh pembeli dan penjual independen. 3. Penentuan harga transfer atas negosiasi Dengan ketiadaan harga pasar, beberapa organisasi memperkenankan divisi penjual dan divisi pembeli untuk menegosiasikan harga transfer diantara mereka.

DAMPAK TRANSFER PRICING DALAM PERUSAHAAN


Transfer pricing ini memberikan dampak terhadap divisi-divisi yang terlibat dalam transfer pricing, antara lain : a.Dampak Terhadap Ukuran Kinerja Divisi Harga yang dikenakan untuk barang yang ditransfer mempengaruhi biaya divisi pembeli dan pendapatan divisi penjual. Artinya, laba kedua divisi tersebut sebagaimana juga evaluasi dan kompensasi para manajer mereka dipengaruhi oleh harga transfer. b.Dampak Terhadap Keuntungan Perusahaan Meskipun harga transfer actual tidak mempengaruhi perusahaan sebagai satu kesatuan, penetapan harga transfer ternyata mampu mempengaruhi tingkat laba yang dihasilkan oleh perusahaan.

MENILAI KEWAJARAN TRANSFER PRICING SESUAI DENGAN HARGA PASAR


Menilai kewajaran harga dan imbalan per transaksi sesuai dengan harga pasar dengan beberapa metode berikut : Harga pasar sebanding; Menilai kewajaran harga transfer pembelian dan penjualan, yang dihitung kembali untuk tujuan pajak. Sumber data dari harga, kualitas barang, pangsa pasar, letak geografis, dan kemungkinan harga yang disubsidi (dumping). Metode harga pokok plus untuk wajib pajak di sektor manufaktur dan perusahaan multinasional; Menguji kewajaran laba kotor dengan membandingkannya pada perusahaan di luar afiliasi. Metode harga jual minus; Titik awal adalah harga jual sebagai penilaian kewajaran harga antara pihak yang melakukan transfer pricing. Pendekatan laba transaksi.

MENILAI KEWAJARAN TRANSFER PRICING UNTUK PERHITUNGAN PPN DAN PPH


Menilai kewajaran harga jual-beli dan imbalan per trasaksi untuk menghitung dasar pengenaan PPN dan PPh dengan beberapa metode berikut: 1.Menilai kewajaran harga transfer berdasarkan kewajaran laba kotor perusahaan dengan memakai tingkat laba perusahaan serupa, sejenis, dan sebanding dengan benchmarking, 2.Memakai tingkat imbal hasil dari total asset (Return on Asset) dan tingkat imbal hasil modal kerja (Return on Working Capital) atau tingkat penghasilan modal sendiri (Return on Owners Equity),

CONT
3. Pendekatan intangible transfer pricing Menilai kewajaran transfer pricing dengan memerhatikan tarif yang berlaku, harga penawaran, karakter barang tak berwujud, keunikan barang, jumlah investasi, tersedianya barang dan biaya pengembangan. 4. Pendekatan fungsional

KONSEP KESEBANDINGAN
Analisa Kesebandingan adalah analisis yang dilakukan oleh Wajib Pajak atau Direktorat Jenderal Pajak atas kondisi dalam transaksi yang dilakukan antara Wajib Pajak dengan pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa untuk diperbandingkan dengan kondisi dalam transaksi yang dilakukan antara pihakpihak yang tidak mempunyai Hubungan Istimewa, dan melakukan identifikasi atas perbedaan kondisi dalam kedua jenis transaksi dimaksud. Dapat diperbandingkan (comparable) adalah : tidak ada perbedaan yang signifikan di antara pihak yang diperbandingkan, Jika terdapat perbedaan, dapat dilakukan penyesuaian untuk mengurangi perbedaan tersebut sehingga dapat diperbandingkan

PRAKTIK TRANSFER PRICING PERUSAHAAN MULTINASIONAL Apabila Transfer Pricing ini dilakukan oleh perusahaan multinasional dengan beberapa cabang diberbagai Negara maka akan sangat signifikan pengaruhnya dalam penerimaan pajak. Hal ini karena perbedaan tariff pajak yang ada di berbagai negara. harga yang terjadi terkadang bukanlah harga yang sewajarnya atau tidak sesuai juga dengan harga pasar saat terjadinya transaksi. Meminimalisasi pajak dengan memanfaatkan celah ketentuan P3B, maupun dengan memanfaatkan tax heaven country.