Anda di halaman 1dari 43

UNSTABLE PELVIS

Ahmad Salimi Jauhari Pembimbing Dr.Ismail Mariyanto,SpOT

PPDS-I Orthopaedi & Traumatologi FK UNS/RSDM/RSOS Surakarta

Pendahuluan
Fraktur

Pelvis 1,5% total fraktur Ratio Wanita : Laki-laki = 2 : 1 Mortalitas akibat fraktur pelvis 3% pada pasien yang MRS dengan hemodinamik stabil 38% pada pasien dengan hemodinamik tidak stabil

Pendahuluan
Fraktur

dg displacement >> usia muda ~ High Energy Trauma


47% penumpang mobil 31% pejalan kaki 12% pengendara sepeda motor 10% pengendara sepeda

Mortalitas

fraktur berat 10-50%

Pelvis

Stabilitas pelvis tergantung dari integritas ligamen dan tulang Ligamen yang terpenting dan terkuat adalah ligamen pada bagian posterior yaitu lig. sacroiliac dan iliolumbar Pada trauma pelvis yang tidak stabil dapat terjadi kehilangan darah yang sangat besar dan dapat terjadi komplikasi pada organ viscera pada rongga pelvis

Anatomi
Pelvis

penghubung vertebra dg ekstremitas inferior Pelvic ring : sacrum & 2 tulang inominata
Anterior Posterior : simfisis pubis : sacroiliac joint

Anatomi
Ligamentum

Anatomi
Ligamentum

Biomechanics of the Pelvic Ring


A

stable pelvis can withstand normal vertical and rotational physiological forces. Disruption of the anterior pelvic ligaments creates rotational instability , whereas posterior ligaments injury creates both rotational and vertical instability

Biomechanics of the Pelvic Ring Fractures

Pelvic fractures typically occurred in patients who have suffered high-energy trauma The fractures is often associated with other injuries ( multiple trauma )

( Marvin Tile, Fractures of the Pelvic and Acetabulum, 2003 )

Pemeriksaan Fisik
Nyeri

panggul, pembengkakan perut bawah, paha perineum, skrotum/vulva Prioritas : KU pasien, cari tanda-tanda perdarahan resusitasi !!! Abdomen : tanda perdarahan intraperitoneal

Pemeriksaan Fisik

AP Compression & Lateral Compression

Compression-Distraction Test

Pemeriksaan Fisik
Rectal

Toucher prostat melayang,Bloody discharge Ruptur urethra? jangan pasang kateter uretrografi retrograd Gagal miksi/tidak teraba vesika stl resusitasi cairan ruptur vesika ? Pemeriksaan Neurologis pleksus lumbosakral

CLINICAL
The

lower extr should be examined for shortening and rotational deformity. In the absence of long bone fracture, shortening and ext or int rotation must be due to pelvic displacement The traction maneuver usually requires two individuals, one palpating the crest and the other applying traction the limb.

Physical examination

Diagnosis
Pada

setiap trauma abdomen bawah dan tungkai selalu pikirkan kemungkinan fraktur pelvis Perhatikan mekanisme trauma Pemeriksaan klinis :
Jejas pada pelvis/abdomen bagian bawah Nyeri tekan pada pelvis Ketidakstabilan pada perabaan Perbedaan panjang kedua tungkai Rectal examination & darah pada mue Hipotensi & tachycardia (bila disertai gangguan hemodinamik)
Radiologis

: foto pelvis AP, CT scan

Pemeriksaan Radiologi
AP

View Inlet view Outlet view CT Scan

Klasifikasi
Tiles

Classification

A : Stabil B : Rotational unstable, vertical stable C : Rotational & vertical unstable

Klasifikasi

Young-Burgess
AP Compression
AP I : Diastasis simfisis < 2.5 cm atau fraktur rami vertikal dan peregangan ligamentum anterior SI. Daya kompresi rendah-sedang Stabil

Klasifikasi

AP Compression
AP II : Diasthasis simfisis > 2.5 cm atau fraktur rami dan robekan ligamentum SI, robekan ligamentum sacrotuberous/ sacrospinous High-energy open-book Tidak stabil

Klasifikasi

AP Compression
AP III : Diasthasis simfisis atau fraktur rami, robekan ligamentum SI posterior dan anterior Sangat tidak stabil High-energy trauma, terjadi rotasi eksternal pelvis sampai iliac wing posterior menyentuh bagian posterior sacrum, sangat berisiko terjadi perdarahan

Klasifikasi

Lateral Compression
LC I : Kompresi rami unilateral dan sacral ipsilateral Kompresi dari sisi lateral menekan sacrum Biasanya stabil

Klasifikasi

Lateral Compression
LC II : Rami unilateral dan posterior iliaca ipsilateral Terjadi kompresi lateral terhadal ilium Biasanya stabil

Klasifikasi

Lateral Compression
LC III : LC I atau II disertai APC kontralateral Bisa menimbulkan rotasi Tidak stabil

Klasifikasi

Vertical Shear
Pergeseran (displacement) anterio dan posterio-vertikal Akibat jatuh dari ketinggian atau kecelakaan lalu lintas Tidak stabil

Klasifikasi

Complex
Kombinasi dari beberapa trauma dan faktor kompresi Tidak stabil

Manajemen
1. 2. 3. 4. 5. 6.

Airway Breathing Circulation Perdarahan Intraabdominal Trauma Buli-buli atau uretra Fraktur pelvis stabil atau tidak stabil

Angiography
Source

of the bleeding Embolization Guide for surgical procedure

Stabilisasi Pelvis
Mengecilkan

rongga pelvis : berfungsi sebagai tampon, mengurangi nyeri Pelvic sling, stagen Fiksasi eksterna Fiksasi interna

C-Clamp

C-Clamp
Technique :
With the patients supine, palpate the posterosuperior iliac spine and draw imaginary line between it and the anterosuperior ilac spine. Insert the nail on this line approximately 3 4 fingerbreadths anterolateral to the posterosuperior iliac spine. Dont make the entry point too distal, to avoid the gluteal vessels or the sciatic nerve. Advanced the pins until bone is contacted and then use a hammer to drive the pins approximately 1 cm into the bone. Correct cranial displacement of the hemipelvis by placing traction on the ipsilateral leg before applying compression

Pelvic C clamp

Pelvic C clamp

C clamp will compress the SI joints gap Apply traction before tightening the C clamp

C clamp

Traction of the afected leg first before tightening the C clamp in vertical shearing pelvic injury !

Penanganan
AP I : Simptomatis AP II : Plate / external fiksasi

Penanganan

AP III
Fiksasi Anterior : External fiksasi Fiksasi Posterior : Percutaneus Iliac Screw

Penanganan

LC II
Anterior : External Fiksasi / ORIF Posterior : ORIF lag screw dan plate

Penanganan

LC III
Anterior : External Fiksasi / ORIF Posterior : Ilium : Plate dan screw

screw

Sacrum dg displacement : percutaneus iliac

Penanganan

VS
Anterior : External Fiksasi / ORIF Posterior : percutaneus iliac screw Displaced comminutif
Iliosacral screw + transiliac bar ORIF plate ilium kontralateral

Komplikasi
Infeksi Tromboembolism Malunion Nonunion

TERIMA KASIH