Anda di halaman 1dari 2

SURAT PERJANJIAN SEWA-MENYEWA KOST

Pada hari ini (Rabu, 18 Juli 2012) telah terjadi Perjanjian Sewa Menyewa Tanah antara: 1. Nama : Muhammad Saifudin Mukti

Alamat rumah : Gg Pete Sekaran Gunung Pati Semarang Pekerjaan . : Swasta

Adalah pihak yang mempunyai dan menyewakan serta menyerahkan rumah untuk selanjutnya pada surat perjanjian sewa-menyewa ini disebut sebagai pihak pertama dan 2. Nama : Muhammad Rofiudin

Alamat rumah : Bulungcangkring RT 03/RW 02 Jekulo Ku dus Pekerjaan : Mahasiswa

Adalah pihak yang menerima dan menyewa rumah yang selanjutnya dalam surat perjanjian ini disebut sebagai pihak kedua. Kedua belah pihak telah sepakat untuk mengadakan perjanjian sewa-menyewa kost sebagai berikut. PASAL 1 1. Sewa menyewa kost ini dibuat untuk jangka waktu 1 tahun / 2 semeter dan dapat diperpanjang dengan persetujuan kedua belah pihak. 2. Jangka waktu itu dihitung mulai dari tanggal 31 Agustus 2012 yang akan berakhir dengan sendirinya menurut hukum pada tanggal 31 Agustus 2013. 3. PIHAK PERTAMA tidak berhak mengusir PIHAK KEDUA dengan alasan apapun selama masa sewa belum berakhir. 4. PIHAK PERTAMA tidak boleh menjual kost sebelum masa sewa kost berakhir.

PASAL 2 Sewa menyewa tanah dalam Perjanjian ini ditetapkan sebesar Rp 1.700.000,00 (Satu Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah) per tahun untuk keseluruhan waktu sewa dan akan dibayarkan dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA pada saat penandatanganan. Perjanjian ini sebagai tanda bukti pelunasan dari seluruh jumlah uang sewa termaksud.

PASAL 3 Apabila masa sewa kost telah berakhir, maka PIHAK KEDUA mendapat kesempatan pertama untuk memperpanjang masa sewa dari PIHAK PERTAMA. Jika PIHAK KEDUA tidak melanjutkan untuk menyewa kost, diwajibkan untuk menyerahkan kembali tanah yang disewanya dalam keadaan kosong dan terawat baik.

PASAL 4 Baik PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA harus menjaga kebersihan lingkungan kost tempat tinggal.

PASAL 5 PIHAK PERTAMA bersedia memperbaiki fasilitas kost sebelum kost ditempati oleh PIHAK KEDUA (Kenteng Bocor, Bidang miring untuk menuju tempat Parkir,dll).

PASAL 6 Apabila terjadi perselisihan diantara kedua belah pihak, maka kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan secara kekeluargaan atau musyawarah. Dan, apabila tidak terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak dalam musyawarah, maka kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan dan memilih tempat kediaman yang sah dan tidak berubah di Kantor Pengadilan Negeri terdekat. Demikianlah Perjanjian ini dibuat dan ditandangani sebagai bukti yang sah pada hari, tanggal, bulan, tahun yang telah disebutkan dalam awal Perjanjian ini. Surat perjanjian sewa menyewa ini, dibuat rangkap dua masing masing bermaterai cukup dan mempunyai kekuatan hukum yang sama. Semarang, 18 Juli 2012

PIHAK PERTAMA

PIHAK KEDUA

Materai

(......................................................)

(..................................................)