P. 1
Seni+Lukis

Seni+Lukis

|Views: 90|Likes:
Dipublikasikan oleh Enny Lie

More info:

Published by: Enny Lie on Aug 03, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/15/2013

pdf

text

original

Aliran Romantik merupakan pemberontakan terhadap aliran Neo-Klasik, dimana Jean Jacques Rousseau mengajak kembali pada

alam, sebagai manusia yang tidak hanya memiliki pikiran tetapi juga memiliki perasaan dan emosi. Lukisan-lukisan romantik cenderung menampilkan : Hal yang berurusan dengan perasaan seseorang (sangat ditentang dalam aliran Neo- Klasik) Eksotik, kerinduan pada masa lalu Digunakan untuk perasaan dari penontonnya Kecantikan dan ketampanan selalu dilukiskan Ciri-ciri aliran Romantis sebagai berikut :
-Bersandar pada hati dan perasaan

-Lukisan mengandung cerita yang dahsyat dan emosional. -Penuh gerak dan dinamis. -Warna bersifat kontras dan meriah. -Pengaturan komposisi dinamis. -Mengandung kegetiran dan menyentuh perasaan. -Kedahsyatan melebihi kenyataan.

Tokoh-tokhnya antara lain : a. Theodore Gericault (1791-1824) b. Eugene Delacroix (1708-1875) c. Jean Baptiste Camile Corot (1796-1875)
d. Ludwig Richter (1803-1884)

Tokoh yang betul-betul pemberontak dan pertama kali menancapkan panji-panji romantisme adalah Theodore Gericault (1791-1824) dengan karyanya yang berjudul “RAKIT MENDUSA”. Romantisme berasal dari bahasa Perancis “Roman” (cerita), sehingga aliran ini selalu melukiskan sebuah cerita tentang perbuatan besar atau tragedy yang dahsyat.

Karya Eugene Delacroix : Kemerdekaan Memimpin Rakyat ( Liberty leading the people) Karya Eugene Delacroix : Kematian sardanapalus Karya Eugene Delacroix : The masacre at chios (1821-1824) .

Karya Ludwig Richter: Brautzug im Frühling .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->