Anda di halaman 1dari 13

A.

KOMUNIKASI YANG EFEKTIF DAN TEKNIK PRESENTASI Pengertian Komunikasi


Komunikasi secara umum dapat diartikan sebagai proses penyampaian informasi dari komunikator kepada komunikan dengan menggunakan media dan cara penyampaian informasi yang dipahami oleh kedua pihak, serta saling memiliki kesamaan arti lewat transmisi pesan secara simbolik. Sebagai suatu proses penyampaian informasi, para individu yang terlibat dalam kegiatan komunikasi, khususnya komunikator perlu merancang dan menyajikan informasi yang benar dan tepat sesuai setting komunikasi, dan informasi tersebut disajikan dengan menggunakan bahasa yang sesuai dengan situasi komunikasi dan tingkat nalar penerimaan lawan komunikasi.

Komponen Komunikasi
Jadi rumusan suatu komunikasi lengkap memiliki enam komponen dasar komunikasi yang meliputi: 1) komunikator 2) komunikan 3) pesan atau esensi komunikasi 4) interaksi yang langsung maupun tidak langsung 5) penggunaan media komunikasi yang benar dan tepat 6) pemahaman bersama akan esensi dan tujuan komunikasi atau umpan balik.

Kriteria Keberhasilan Komunikasi


Dalam penerapan, kriteria keberhasilan suatu komunikasi dinilai dari: 1) ketercapaian tujuan komunikasi yang didukung oleh kepercayaan komunikasi 2) daya tarik pesan dan kesesuaian pesan dengan kebutuhan komunikan 3) pengalaman tentang isi pesan antara komunikator dan komunikan 4) kemampuan komunikan menafsirkan pesan sesuai dengan indera penerimaan pesan.

Cara Komunikasi yang Baik


Ada 12 cara berkomunikasi yang baik yaitu : 1. Berbicaralah dengan jelas. 2. Dengarkanlah apa yang diucapkan lawan bicaramu dan berikan respon yang baik. Pandanglah lawan bicaramu. 3. Peliharalah kontak mata pada tingkatan yang sama-sama antara terus menatap dengan saling menghindari tatapan. Cobalah menangkap petunjuk-petunjuk tentang bagaimana yang leluasa bagi lawan bicaramu. 4. Berupayalah semampumu untuk memahami apa maksud lawan bicaramu, kalau ada sesuatu yang tidak kamu pahami, tanyakanlah. 5. Pakailah terhadap bahasa tubuh dan petunjuk-petunjuk lisan-punyamu maupun lawan bicaramu. Tampillah peka dan berminat. Amatilah tanda-tanda kalau lawan bicaramu kehilangann minat, ingin mengubah topiknya atau perlu mengakhiri percakapannya. 6. Berikanlah umpan baik kalau diminta. Mintalah juga umpan balik.

7. Berikanlah contoh-contoh untuk mendukung apa maksudmu. 8. Berikanlah pendapatmu kalau diminta. 9. Bergantianlah berbicara. 10. Sesuaikanlah tingkat dan bahasa lawan bicaramu. Umpamanya, kamu tentu akan berbicara dengan cara yang berbeda kepada seorang anak daripada kepada seorang dewasa (gunakan kata-kata dan kalimat yang sederhana, bukan omongan bayi). 11. Dengarkanlah permintaan lawan bicaramu (ini tidak selalu datang dalam bentuk pertanyaan atau pernyataan langsung). 12. Gunakan intuisimu. Terkadang kata-kata tidak perlu dan kamu bisa berkomunikasi dengan perasaan, ekspresi, gerak-gerik.

Larangan Dalam Berkomunikasi


Larangan yang perlu diingat 1. Jangan terlalu ingin tahu 2. Jangan bergosip 3. Jangan menginterupsi 4. Jangan mengganti topiknya. 5. Jangan menentang atau mengoreksi apa yang dikatakan lawan bicaramu. 6. Jangan sesumbar 7. Jangan tertidur.

B. PRESENTASI YANG EFEKTIF Pengertian Presentasi


Presentasi sendiri berarti teknik explain untuk mempersembahkan, dan atau memperlihatkan suatu hasil dari sebuah karya atau sebuah produk dengan cara mengkomunikasikan ide ke banyak orang (audience) Pesentasi dapat juga diartikan merupakan komunikasi langsung antara penyaji/presenter dengan sekelompok pendengar/audience dalam situasi teknis, saintifik atau professional untuk satu tujuan tertentu dengan menggunakan teknik sajian dan media yang terencana Ada juga yang memaknai presentasi merupakan cara untuk menjelaskan sesuatu (ide, opini, kasus, solusi, informasi dll) kepada kumpulan orang baik dilakukan dengan bantuan teknologi maupun tidak Pendapat lain tentang presentasi adalah bahwa presentasi merupakan pembicaraan terencana yaitu pembicaraan yang sebelumnya telah direncanakan baik waktu, tempat, maupun permasalahanya yang akan dibicarakan sehingga persiapan dapat dilakukan sebelumnya. Kesimpulan yang dapat dipetik dari paparan diatas bahwa, keberhasilan individu tidak hanya ditentukan oleh tingkat kematangan intelektual dan kompetensinya, tetapi juga dari kemampuan berkoordinasi, berkolaborasi dan membangun jejaring kerja. Semua hal itu dapat tercipta apabila semua orang kompeten dan terampil berkomunikasi, dan presentasi, baik dalam situasi formal, informal dan dalam kehidupan sehari-hari.

Kemampuan komunikasi dan presentasi merupakan keterampilan yang dapat diasah, dipelajari dan ditingkatkan. Dengan mempelajari teknik komunikasi dan presentasi ini paling tidak sudah mulai terbangun kemauan untuk meningkatkan kompetensi diri menjadi komunikator penyaji yang efektif dalam lingkup tugas dalam kehidupan ini.

Manfaat Presentasi
Manfaat dari kegiatan presentasi adalah: Dapat menyampaikan ide lebih menarik Lebih dipercaya lingkungan Pengembangan diri ( belajar terus menerus)

Hambatan dalam Presentasi


Dari dalam - Tidak percara diri/grogi - Takut gagal/malu - Tidak menguasai materi Dari luar - Tidak mengenal peserta - Lingkungan kurang mendukung - Latar belakang yang berbeda

Unsur-unsur Presentasi
Keberhasilan di dalam sebuah presentasi setidaknya terletak pada empat unsur yang ada di dalamnya. 1) Presenternya; yaitu orang yang menyampaikan presentasi secara langsung di depan audience 2) Materi yang disampaikan, yaitu bahan yang ingin dikomunikasikan dengan audience sasarannya 3) Sarana atau alat bantu yang dipergunakan untuk menyampaikan presentasi 4) Audience yang dijadikan sasaran sebagai penerima informasi. Jika ketiga unsur di atas telah dipersiapkan dengan baik, tetapi ternyata tidak ada audience-nya, atau tidak dihadiri oleh audience yang tepat sebagaimana yang dimaksud sebagai sasaran tersebut, maka rangkaian acara presentasi tersebut tidak akan sukses sebagaimana yang diinginkan.

Prinsip-prinsip Presentasi
Agar presentasi dapat anda lakukan dengan baik, anda dapat menjadikan hal-hal berikut sebagai acuan: 1. Menentukan topik / sasaran 2. Menyusun Materi / Struktur 3. Memilih alat / methode 4. Mengalokasikan waktu

5. 6. 7. 8. 9.

Setia pada design/struktur Poin dapat di tangkap peserta dengan baik Membuat awal yang menarik Membuat akhir yang baik Menyatukan secara erat

Kriteria Keberhasilan Presentasi Dalam Mencapai Tujuan


Menarik perhatian peserta Isi presentasi disajikan secara sistematis Penjelasan sesuaikan dengan tingkat nalar pendengar Berikan contoh dan argumen yang kuat Tentukan tindak lanjut

Bagaimana Cara Presentasi Yang Efektif


Beberapa cara atau teknik presentasi yang efektif: 1. Untuk meyakinkan pendengar, jangan memilih cara inkonvensional (tidak lazim), tapi sampaikan presentasi yang berisi agar bisa difahami oleh pendengar. 2. Faktor penting dalam presentasi adalah keseluruhan ide yang disampaikan harus dapat difahami oleh pendengar 3. Pada akhir presentasi, sangat dianjurkan untuk mengulas kembali point-point penting yang dipresentasikan 4. Pemakaian demonstrasi eksperimen merupakan hal yang menarik. 5. Siapkan beberapa alternatif yang akan didemonstrasikan pada pendengar. 6. Perhatikan pengaturan waktu/scheduling dalam menyampaikan presentasi. 7. Jika presentasi terasa berjalan lambat, anda perlu untuk meringkas materi yang disajikan. 8. Cek lah alat bantu sebelum melakukan presentasi

Ada beberapa tips untuk mengetahui bagaimana cara presentasi yang baik dan benar, yaitu: 1. Melakukan persiapan Antara lain, bahan presentasi, bahan yang akan dibagikan (jika ada), peralatan seperti laptop atau infocus dan mempersiapkan mental. Jika semua kondisinya baik dan aman maka bisa membuat kita akan lebih percaya diri.

2. Materi presentasi Bedakan antara materi yang akan dipresentasikan dengan proposal yang akan diberikan, karena pada saat presentasi kita menjelaskan point-point nya saja dan tidak perlu secara keseluruhan untuk dibahas karena akan menghabiskan waktu dan membuat audience merasa bosan. 3. Pada saat presentasi. Usahakan datang lebih awal dr waktu yang ditentukan, jangan terlambat!. Gunakan waktu seefisien mungkin. Gunakan pakaian yang sopan tentunya

Kenali audiens atau peserta yang hadir, sehingga kita bisa lebih akrab dengan menyebut namanya dan tahu jabatannya. Bagi pandangan ke kita ke semua audiens dan perbanyak komposisi pandangan kita kepada orang yang paling berpengaruh atau pengambil keputusan, seperti CEO atau salah satu pimpinan dari yang hadir. Sebisa mungkin untuk tidak membicarakan hal yang tidak penting dan yang audiens tidak mau dengar Berbicaralah dengan lugas dan sopan Atur intonasi suara kita, jangan kebesaran dan juga jangan kekecilan. Jangan banyak bergerak, karena akan mengganggu konsentrasi peserta. Munculkan beberapa joke untuk mencairkan suasana yang kaku atau membosankan tapi jangan berlebihan.

4. Anggap saja audiens tidak mengerti mengenai materi yang akan disampaikan,jadi bersikaplah dengan mengundang simpati dan rasa kagum para audiens karena pengetahuan kita, tapi hindari kesan menggurui. 5. Pada saat tanya jawab, catat pertanyaan dan jawablah dengan lugas. Keberhasilan dari sebuah presentasi adalah kita mengerti betul tentang isi yang akan dipresentasikan sehingga pada saat menjelaskan tidak terbata-bata atau kebingungan sendiri. Untuk itu fahami betul isinya dan lakukan persiapan yang matang, karena tujuan dari presentasi adalah untuk membuat para audiens mengerti dan memahami serta tertarik dari isi presentasi yang ditawarkan.

Langkah Dalam Presentasi Efektif


Analisa Pendengar dan situasi penyajian Analisa Penyaji dan tujuan penyajian SMART Tahap Pengumpulan Bahan Tahap seleksi dan penentuan inti presentasi Tahap memilih, mengembangkan dan menggunakan alat bantu Tahap pengembangan pembukaan presentasi Tahap penutupan Tahap latihan penyajian/Gladiresik Tahap Penyajian

Mempersiapkan Materi
Beberapa hal yang perlu diperhatikan: a. Mengetahui informasi apa yang diperlukan. b. Menentukan waktu mencari informasi tersebut. c. Mengetahui sumber-sumber informasi d. Memilih informasi e. Menyusun struktur materi

Struktur Presentasi
Sebuah struktur presentasi terdiri: a. Bagian pembukaan b. Bagian isi

c. Bagian penutup

Persiapan Lainnya
Kuasai materi presentasi. Latihan presentasi: a) latihan tanpa ada audiens, b) latihan di depan kaca, c) latihan di depan audiens. Evaluasi hasil latihan dan perbaiki sampai anda yakin akan sukses. Prediksi pertanyaan yang mungkin akan muncul dan siapkan jawabannya. Siapkan fisik dan mental anda.

Apa yang Dilatih?


Cara, nada dan gaya bicara Cara menyajikan bahan: dibaca atau hafal Kecepatan penyajian Kejelasan pengutaraan Efektivitas alat bantu

Menjelang Presentasi
Menunggu disilakan oleh moderator Tarik nafas dalam-dalam apabila terasa gugup Siapkan beberapa pengingat Sapa audiens dengan kontak mata yang bersahabat Mulailah presentasi anda dengan penuh percaya diri.

Meningkatkan Keterampilan
Anda perlu berlatih tentang: a. Cara membuka presentasi dan merebut perhatian audiens. b. Cara mendukung ide-ide dalam presentasi. c. Cara menutup presentasi yang mengesankan.

Membuka Presentasi dan Merebut Perhatian


Jembatanilah antara apa yang baru berlalu dan apa yang segera terjadi presentasi anda. Beritahu audiens tentang sasaran dan tujuan anda. Libatkan audiens dalam topik anda sesegera mungkin. Bangunlah kepercayaan audiens terhadap anda dengan menjelaskan manfaat yang akan mereka petik. Pastikan audiens menyadari bahwa anda memegang kendali.terbukalah mengenai anda jika perlu. Pastikan audiens mengetahui bahwa anda senang berada diantara mereka.

Yang Sebaiknya Anda Hindari


Jangan memulai presentasi anda dengan permintaan maaf. Jangan memberikan hormat kepada orang penting yang berada diantara audiens. Jangan mengatakan betapa sulitnya anda menyusun materi. Jangan mengulangi judul presentasi anda.

Menutup Presentasi
Anda perlu berlatih: Membuat ringkasan. Kutipan. Himbauan dan pernyataan memotivasi. Tantangan untuk segera bertindak. Lelucon yang relevan. Mengulangi manfaat. Meminta audiens meneriakkan slogan tertentu (pada kasus tertentu).

C. JENIS-JENIS PRESENTASI
Ada beberapa jenis presentasi, diantaranya adalah sebagai berikut. 1) Presentasi Teks (Reading Presentation) Bentuk penyajian dimana penyaji sepenuhnya menggunakan teks (membaca kata demi kata yang tertuang dalam kertas penyajian) 2) Presentasi Hafalan (Memorized Presentation) Gaya penyajian dimana isi bahan sajian ditulis dalam bentuk teks tertulis lalu dihafalkan. Contohnya laporan hasil studi singkat, hasil kunjungan atau observasi. 3) Penyajian Spontan (The Impromptu Presentation) Penyajian langsung informal tanpa persiapan yang matang dipihak pembicara, Contohnya; pertemuan khusus anda diminta memberi sambutan karena kapasitas dan posisi anda. 4) Penyajian dengan kartu (The Note Cards Presentation) Penyajian dengan kartu berisi uraian penyajian sesuai nalar pendengar, namun inti sajian tetap disesuaikan dengan tujuan penyajian. Teknik penyajian bebas, natural, dipersiapkan dengan matang dan sesuai tingkat respon pendengar 5) Persuasif; Meyakinkan audience agar mempercayai apapun yang disampaikan oleh presenter. Contohnya; presentasi menawarkan suatu produk 6) Penjelasan; Menjelaskan pokok-pokok permasalahan guna meningkatkan pemahaman audience terhadap pesan yang disampaikan, dapat dengan memberi contoh, memberi gambaran, mengidentifikasi dan lain-lain 7) Instruksional; Menyampaikan pesan dengan banyak melibatkan audience untuk berinteraksi. Materi disederhanakan sedemikian rupa sehingga mudah dipahami oleh audience 8) Laporan; Menyampaikan informasi dengan lebih spesifik, menyajikan faktafakta dan langsung pada pokok permasalahannya

D. MEDIA PRESENTASI Jenis-Jenis Alat Bantu Media


Charts

Video dan Film Sampel/Contoh Handouts Cartoons, Poster Studi Kasus Demonstrasi Ilustrasi, Diagram, Peta Slides Replika Manual, Pamphlets, Bulletin Photography, Textbook Cerita

Syarat Alat Bantu Efektif


Mudah Murah Praktis Aman Kesesuaian bahan dengan metode penyajian Kesesuaian media dengan karakteristik peserta Tepat, daya tahan (kuat), Tersedia

E. MEMBUAT SLIDE PRESENTASI YANG EFEKTIF

Untuk membuat dan menyajikan presentasi yang bagus dan menarik, ada beberapa faktor yang perlu Anda perhatikan, yaitu :

Pemilihan aplikasi pembuatan presentasi Perencanaan materi presentasi Penguasaan aspek teknis Teknik penyajian presentasi

Pemilihan Aplikasi Pembuatan Presentasi


Dewasa ini, aplikasi pembuatan presentasi terbagi dalam beberapa kategori. Perbedaan utama yang dimiliki masing-masing jenis aplikasi umumnya terletak pada output file yang dihasilkan dan media penyajian presentasi yang diakomodasi oleh aplikasi terkait. Kategori jenis, output file, dan media penyajian presentasi antara lain meliputi : Aplikasi Office Penggunaan aplikasi office disarankan bagi pembuatan dokumen presentasi secara cepat dan praktis, dengan materi presentasi yang singkat dan ringkas. Integritas aplikasi office memungkinkan penyajian grafik, tabel, dan data dapat dilakukan

secara mudah. Fleksibilitas penyajian output file sangat tinggi, mengingat secara umum setiap komputer memiliki aplikasi office di dalamnya. Microsoft PowerPoint merupakan contoh aplikasi yang sangat lazim digunakan untuk kebutuhan ini. Aplikasi Multimedia Penggunaan aplikasi multimedia disarankan bagi pembuatan dokumen presentasi yang interaktif, otomatis, dan berdaya tarik. Penggunaan efek, animasi, objek grafis, serta materi audio dan video menjadi lebih optimal jika dirangkai melalui aplikasi jenis ini. Flesibilitas penyajian output presentasi sedikit terbatas. Umumnya output file yang dihasilkan memerlukan aplikasi bantu tertentu untuk menunjang penyajiannya. Hal ini dapat diatasi penyaji dengan selalu menyiapkan source player multimedia pada kemasan modul presentasinya. Macromedia Flash, merupakan contoh aplikasi yang lazim digunakan untuk kebutuhan ini. Aplikasi Dokumentasi Penggunaan aplikasi dokumentasi disarankan bagi pembuatan dokumen presentasi dengan materi detail dan komprehensif. Aplikasi jenis ini mampu mempertahankan konsistensi presisi tampilan dan menyediakan fasilitas proteksi pada content dokumen. Fleksibilitas penyajian output file sangat tinggi, bahkan bersifat multi platform (dapat diakses dari berbagai sistem operasi). Selain itu, output file dapat dipertukarkan dan disajikan secara aman melalui beberapa metode (misalnya via internet). Tool PDF Maker seperti Adobe Acrobat, atau HTML Editor seperti Microsoft FrontPage merupakan beberapa alternatif aplikasi yang dapat Anda gunakan. Berdasarkan output dan media presentasi yang didukung oleh jenis aplikasi presentasi di atas, Anda dapat memperkirakan aplikasi mana yang paling sesuai dengan kebutuhan pembuatan dokumen presentasi Anda.

Perencanaan Materi Presentasi


Perencanaan dokumen presentasi merupakan hal paling mendasar yang perlu Anda persiapkan. Beberapa di antaranya adalah : Tentukan Tema dan Tujuan secara Spesifik Meskipun Anda dimungkinkan menyusun satu dokumen presentasi dengan kandungan yang sangat komprehensif untuk berbagai keperluan, namun hal ini tidak disarankan. Pastikan Anda memiliki dokumen presentasi tersendiri dengan tema, tujuan dan misi, serta target audience penyajian presentasi yang spesifik. Susun Kerangka Materi Presentasi Ibarat merencanakan sebuah karya tulis yang dituangkan dalam sebuah kerangka karangan, maka presentasi yang baik juga harus memiliki kerangka materi yang dituangkan dalam poin-poin presentasi. Susun poin-poin utama presentasi, estimasikan jumlah dan koherensi slide-slide Anda, temasuk pertimbangan perlunya referensi-referensi pendukung.

Kumpulkan Materi Utama dan Pendukung Pengumpulan materi dapat Anda persiapkan dari awal. Anda dapat mulai merangkum sumber-sumber materi yang akan Anda tuangkan. Pilih koleksi file gambar, audio, atau video sebagai objek pendukung. Siapkan tabel, grafik, dan data pendukung jika diperlukan. Tentukan Aplikasi Pembuat Presentasi yang Tepat Berdasarkan perencanaan, kerangka, dan kumpulan materi yang telah Anda siapkan di awal, maka Anda dapat memilih aplikasi pembuat presentasi yang tepat bagi penuangan materi presentasi Anda. Baca kembali tip pada bagian awal untuk memastikannya. Manfaatkan Aplikasi Penunjang Inovasi di bidang perangkat lunak dewasa ini sangat beragam. Anda dapat memanfaatkan aplikasi tertentu untuk keperluan tertentu. Pada dasarnya, output akhir yang Anda persiapkan melalui aplikasi penunjang selalu dapat Anda integrasikan ke dalam slide presentasi. Di samping memanfaatkan aplikasi penunjang bagi penyusunan materi, Anda sebaiknya juga melengkapi diri dengan berbagai aplikasi bantu bagi penyajian presentasi. Tentukan Output Sesuai dengan Kebutuhan Tentukan output akhir presentasi Anda berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang telah diulas di bagian awal. Jika memungkinkan, pilih output akhir yang paling fleksibel, sehingga Anda mudah menyajikan, mengekspor, atau mengonversikan formatnya ke dalam output lainnya jika diperlukan.

Penguasaan Aspek Teknis


Selain menguasai aspek pembuatan sebuah dokumen presentasi melalui aplikasi tertentu, akan lebih ideal jika Anda juga memahami berbagai hal berkaitan dengan aspek teknis seputar penyajian presentasi. Beberapa di antaranya adalah tentang perangkat-perangkat yang diperlukan dalam menyajikan sebuah presentasi, perangkat pendukung yang dapat Anda pilih, serta teknik-teknik penggunaannya. Beberapa hal yang sebaiknya Anda pahami atara lain : Pemilihan Perangkat Komputer Peran komputer penyaji sangat dominan bagi kelancaran sebuah sesi presentasi. Pertimbangan pemilihan perangkat komputer antara lain mengenai spesifikasi teknis komputer, jenis atau tipe komputer, kelengkapan perangkat teknologi yang terpasang, serta sistem operasi dan aplikasi penunjang yang ada di dalamnya. Pemilihan Media Simpan Media simpan tidak hanya terbatas pada harddisk yang ada di dalam PC Anda. Pertimbangkan segi portabilitas, flesibilitas, dan mobilitas media simpan bagi dokumen presentasi Anda. Pertimbangkan pemakaian keping optical disk, USB Flash Memory, atau bahkan server jaringan atau hosting internet. Pemilihan Perangkat Display Perangkat display presentasi tidak hanya terbatas pada OHP. Pertimbangkan penggunaan LCD Projector, DLP Projector, atau Dual / Multi Monitor untuk

berpresentasi. Tentukan juga jenis screen yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda. Pemilihan Perangkat Pendukung Sound system yang memadai adalah syarat mutlak bagi penyajian presentasi. Tentukan jenis perangkat sound system yang fleksibel namun berkemampuan optimal. Pertimbangkan juga pemakaian laser pointer untuk mendampingi sesi presentasi Anda. Sediakan camera pada ruang presentasi untuk keperluan dokumentasi Anda, terlebih jika Anda ingin mendistribusikan kembali momentmoment presentasi yang cukup penting untuk kolega Anda.

Teknik Penyajian Presentasi


Sebagus apapun materi presentasi Anda, selengkap apapun perangkat presentasi yang tersedia, semua akan sia-sia jika teknik penyajian presentasi Anda tidak menarik. Beberapa tip yang kami berikan antara lain : Kuasai Teknik-teknik Penyajian Presentasi Temukan teknik-teknik tertentu, seperti bagaimana menyajkan presentasi melalui beberapa monitor, bagaimana menyembunyikan sajian slide secara temporer untuk mengalihkan perhatian audience dari screen ke pembicaraan Anda, termasuk bagaimana mengemas slide presentasi agar dapat berjalan secara otomatis atau dapat diakses via internet. Simulasikan Presentasi Anda Sesering Mungkin Jika perlu, gunakan fasilitas Timer yang tersedia pada aplikasi penyaji presentasi untuk memastikan ketepatan waktu pemaparan setiap slide presentasi Anda. Lengkapi Sajian Presentasi dengan Materi Tambahan Anda dapat mencetak dan mendistribusikan lembar handout, membagikan CD materi presentasi, atau bahkan menyertakan materi pendukung bagi audience. Hal ini dapat meminimalkan pecahnya perhatian audience karena harus mencatat poinpoin dan paparan Anda, menghindari tidak tertangkapnya sebagian materi presentasi yang Anda sajikan, dan tentunya menjadi salah satu media penyebaran bagi visi dan misi penyajian presentasi Anda.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat presentasi yang efektif


1) Ukuran huruf dan type huruf 2) Kontras Warna. Latar belakang harus sederhana, tidak bersifat grafis, dan biasanya harus memiliki satu warna saja, bila mungkin warna pastel muda atau putih bila cetakan warna hitam digunakan. Gradient dua-warna dapat diterima bila salah satu dari kedua warna tersebut adalah putih. Gradient dua-warna juga dapat diterima bila salah satunya bukan warna putih, bila warna- warna tersebut berdekatan pada roda warna (misalnya kuning ber-gradient dengan hijau). Abu-abu harus dihindari, baik pada teks ataupun latar belakang. Teks dan latar belakang haruslah sangat kontras. Bila latar belakang berwarna gelap, teksnya harus berwarna sangat terang. Bila latar belakangnya berwarna terang, teksnya harus berwarna sangat gelap. Beberapa kombinasi warna yang baik untuk teks dan latar belakang adalah

hitam dan putih, kuning dan ungu, kuning dan biru tua, merah tua dan putih, hijau tua dan putih, biru tua dan putih, hitam dan kuning, dan ungu dan putih. Warna-warna tertentu tidak boleh digunakan bersamaan: Merah dan hijau, merah dan hitam, hijau tua dan hitam, atau biru dan hitam tidak boleh digunakan bersamaan sebagai latar belakang dan teks, atau ciri-ciri grafik. Catatan: Karena buta warna, sekitar 10% dari masyarakat mengalami kesulitan dengan warna merah dan hijau.

Bayang-bayang abu-abu tidak boleh digunakan bersamaan, sebagai ciri-ciri grafik, latar belakang, atau teks.

3) Animasi Ciri-ciri animasi yang dapat diterima mencakup terbang masuk dari kiri, mengintip dari kiri, mesin tik, hilang di kanan dan muncul. Kecuali untuk muncul, ciri-ciri anmasi harus selalu menyajikan teks yang dimulai di kiri, sebagaimana pada gaya membaca yang normal. Karakter-karakter yang berterbangan, elemen-elemen dengan rancangan spiral, atau elemen- elemen yang masuk dari bawah atau kanan harus dihindari kecuali bila hal-hal tersebut digunakan untuk menunjukkan arah gerakan dari suatu elemen. Jangan terlalu banyak menggunakan animasi!

Presentasi Menggunakan Pointer


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Satu gagasan = Satu slide Satu Slide maksimal 2 Menit Gunakan gambar /Grafik yang sesuai Gunakan warna dengan hati hati Gunakan animasi sesedikit mungkin Satu Slide 5x5 Gunakan No halaman Slide

Penggunaan Warna
1. 2. 3. 4. 5. Gunakan Template Design Untuk LCD dasar sebaiknya Warna Kontras warna dasar & Tulisan Tidak lebih dari 4 warna Warna yang harmonis

7 (TUJUH) KESALAHAN BESAR PRESENTASI 1. Membagikan materi yang sama dengan sebelum presentasi 2. Isi presentasi hanya poin-poin yang dapat dimengerti oleh pembicara 3. Visual tidak nyambung dengan teks 4. Tulisan tidak terbaca, grafik terlalu kecil 5. Pengaturan waktu yang buruk, kurang penjedaan 6. Penutup yang lemah 7. Bersembunyi dibalik slide presentasi TIPS MENJADI PRESENTER HANDAL
Tips 1 Know Your Self Mengetahui dengan pasti kelebihan-kelebihan dirinya, yang dapat di pakai sebagai modal untuk ditonjolkan dan dipublikasikan. Jadi harus punya rasa percaya diri. Tips 2 Image Personality. Penentuan brand image hendaknya dilakukan pertama kali saat akan memulai karier ini. Sebagai contoh, mau memilih image serius atau humoris. Selanjutnya harus konsisten dengan image tersebut, guna memilih acara-acara yang sesuai dengan image yang ingin ditonjolkan. Sebaiknya tetap konsisten pada pilihan awal, karena sekali kita terlibat dalam suatu pekerjaan akan menentukan image selanjutnya Tips 3 Great Character Menjaga sikap-sikap tertentu agar mendapat kepercayaan rekan bisnis, seperti: tepat waktu, disiplin, selektif terhadap pemilihan acara, dan sebagainya. Tips 4 Time Management Pengelolaan waktu adalah hal yang harus diperhatikan oleh seorang presenter. Ia harus datang menerima arahan dari klien. Hal ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan terjadinya salah persepsi ketika membawa acara. Ia harus tepat waktu, berkaitan dengan persiapan acara. Tips 5 Networking Bersosialisasilah di mana-mana, sehingga orang tidak akan lupa pada kita dan tetap ingat kita. Caranya, dengan memberikan kartu nama, dan lain-lain. Hubungan dengan wartawan sangat penting dilakukan, karena kita membutuhkan mereka. Namun, jangan sampai terlihat mengejar-ngejar. Cukup lakukan sebuah hubungan yang baik, sehingga sewaktuwaktu mereka dapat mengangkat kita.

ooooo SELESAI ooooo