Anda di halaman 1dari 8

PENDAHULUAN Hepatitis virus adalah infeksi hati yang dapat disebabkan oleh 2 ,macam virus, yaitu virus hepatitis

A penyebab dari hepatitis infeksiosa atau epidemic dan virus hepatitis B penyebab dari hepatitis serum atau ikterus serum homologik.1 Hepatitis virus merupakan masalah kesehatan utama di Negara sedang berkembang dan Negara maju. Penemuan baru dalam bidang molekuler telah membantu identifikasi dan pemahaman pathogenesis lima virus yang sekarang diketahui menyebabkan hepatitis sebagai manifestasi primernya. Virus hepatotropik ini diberi nama Hepatitis A,B,C,D,E.2 Lima hepatitis virus merupakan kelompok virus heterogen yang menyebabkan penyakit klinis akut yang serupa. Hepatitis A,C,D, dan E adalah Virus RNA yang mewakili Empat family yang berbeda, dan hepatitis B adalah virus DNA. Hepatitis A dan E tidak diketahui menyebabkan sakit kronis, sedang Hepatitis B,C, dan D menyebabkan morbiditas dan Mortalitas penting melalui infeksi kronis.2 Hepatitis A dapat terjadi di seluruh dunia dengan masa inkubasi sekitar 3-5 minggu atau rata-rata 28 hari. Hepatitis A tersebar secara Fecal-oral route terbanyak dari orang ke orang. Infeksi ini mudah terjadi di dalam lingkungan dengan higene yang buruk dengan hygiene dan sanitasi yang buruk dengan penduduk yang sangat padat.1 Hepatitis B menjadi makin penting karena dapat menyebabkan penyakit hati kronik termasuk hepatitis aktif kronik, sirosis hepatis dan karsinoma primer hati. Penularan hepatitis B selain melalui parenteral dapat juga akibat hubangan yang erat seperti dari mulut ke mulut atau melalui hubungan seks. Dapat juga ditularkan melalui gigitan serangga seperti nyamuk dan kutu busuk.2

EPIDEMIOLOGI Infeksi HAV terjadi diseluruh dunia tetapi paling sering di Negara berkembang, dimana angka prevalensinya mendekati 100% pada anak umur 5 tahun. Kebanyakan infeksi pada anak sebelum umur 5 tahun tidak bergejala atau mempunyai manifestasi nonspesifik, ringan. Penularan HIV hamper selalu dengan kontak dari orang ke orang. 2 Infeksi HAV selama kehamilan atau pada saat persalinan tidak tampak menimbulkan komplikasi kehamilan atau penyakit kloinis pada neonates . infektivitas ludah, urin, dan semen manusia masih belum diketahui. Wabah dari sumber yang lazim dibawa makanan atau air telah terjadi, termasuk beberapa akibat dari kerang yang terkontaminasi. Eksresi virus melalui tinja terjadi pada akhir masa inkubasi, mencapai puncaknya tepat sebelum mulianya gejala, dan adalah minimal pada minggu sesudah mulai ikterus. Rata-rata masa inkubasi HAV sekitar 4 minggu,3 HBV sering terjadi pada kelompok umur 20-39 tahun dengan resiko paling besar. Jumlah kasus pada anak rendah tetapi sukar diperkirakan dikarenkan sebagian infeksi pada anak tidak bergejala. Risiko infeksi kronis berbanding terbalik dengan umur; wlaupun kurang dari 10% infeksi terjadi pada anak, infeksi ini mencakup 20-30% dari semua kasus kronis.2 Ibu dengan HBeAg positif; 70-90% dari bayinya menjadi terinfeksi secara kronis jika tidak di obati. Walaupun kebanyakan bayi yang dilahirkan dari ibu yang terinfeksi menjadi antigemenik dari usia 2-5bulan, beberapa bayi dari ibu positif HBsAg tidak terkena sampai usia lebih tua.3 Faktor resiko lain untuk infeksi HBV pada anak adalah pemberian obat-obat atau produkproduk dareah secara intravena, kontk seksual, perawatan institus dan kontak dengan pengoidap infeksi HBV kronis adalah yang didefinisikan sebgai HBsAg positif, selama 6 bulan atau lebih disertai penyakit hati kronis dan karisinoma hepatoseluler primer.2

ETIOLOGI Hepatitis A Virus adalah virus yang mengandung-RNA berdiameter 27nm yang adalah anggota family Picornavirus. Virus ini diisolasi pada mulanya dari tinja penderita yang terinfeksi. Strain HAV laboratorium telah diperbanyak pada biakan jaringan. Infeksi akut didiagnosis dengan mendeteksi immunoglobulin (Ig)M, antibody (Ig)M (anti-HAV) dengan radioimunossay atau jarang, dengan mengidentifikasi partikel virus dalam tinja.1 Hepatitis B adalah anggota family Hepadanavirus, diameter 42-nm, kelompok virus DNA hepatotropik nonsitopatogenik. HBV mempunyai genom DNA sirkuler, sebagian helai ganda tersusun sekitar 3.200 nukleotid. Empat gena telah dikenali: gena S, C, X dan P. permukaan (hepatitis B surface antigen [HBsAg] = partikel sferis diameter 22 nm dan partikel tubuler lebar 22 nm dengan berbagai panjang sampai mencapai 200nm. Bagian dalam virion berisi antigen core hepatitis B ( hepatitis B core antigen [HBcAg]) dan antigen non structural disebut hepatitis B e antigen (HBeAg) antigen larut-nonpartikel berasal dari HBcAg yang terpecah sendiri oleh proteolitik. Replikasi HBV terjadi terutama dalam hati tetapi jugaa terjadi dalam limfosit, limpa, ginjal dan pancreas.1 PATOGENESIS Virus atau bakteri yang menginfeksi manusia masuk ke aliran darah dan terbawa ke hati. Di sini agen infeksi menetapo dan mengakibatkan peradangan dan terjadi kerusakan sel-sel hati (dapat diketahui dengan pemeriksaan SGOT dan SGPT). Akibat kerusakan ini maka terjadi penurunan penyerapan dan konjugulasi bilirubin sehingga terjadi disfungsi hepatosit dan mengakibatkan ikterik.3 Peradangan ini akan mengakibatkan peningkatan suhu tubuh sehingga timbul gejala tidak nafsu makan (anoreksia). Salah satu fungsi hati adalah sebagai penetralisir toksin, jika toksin yang masuk berlebihan atau tubuh mempunyai respon hipersensitivitas, maka hal ini merusak hati sendiri dengan berkurangnya fungsi sebgai kelenjar terbesar sebagai penetral racun. Aktivitas yang berlebihan yang memerlukan energy secara cepat dapat menghasilkan H2O2 yang berdampak pada keracunan secara lambat dan juga merupakan hepatitis non-virus. H2O2 juga dihasilkan melalui pemasukan alkhol yang banyak dalam waktu yang relative lama, ini biasa terjadi pad alkoholik. 3,4
3

Peradangan yang terjadi mengakibatkan hiperpermae-bilitas sehingga terjadi pembesaran hati, dan hal ini dapat diketahui dengan meraba/ palpasi hati. Nyeri tekan dapat terjadi pada saat gejala ikterik mulai Nampak. 1,3 Hepatitis viral dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu kronik dan akut. Klasifikasi hepatitis viral akut dapat dibagi atas hepatitis viral akut yang khas, hepatitis yang tak khas (asimtomatik), hepatitis viral akut yang simptomatik , hepatitis hepatitis viral anikterik dan hepatitis viral ikterik. Hepatitis virus dapat diklasifikasikan dalam 3 kelmpok yaitu hepatitis kronik persisten, hepatitis kronik lobular, dan hepatitis kronik aktif. 3 Virus hepatitis A mempunyai mas ainkubasi singkat/hepatitis infeksiosa, panas badan ( pireksia) didapatkan paling sering pada hepatitis A. Hepatitis tipe B mempunyai masa inkubasi lama atau disebut dengan hepatitis serum. 4 Hepatitis akibat obat dan toksin dpat digolongkan kedalam empat bagian yaitu : hepatotoksin-hepatotoksi direk, hepatotoksin-hepatotoksin indirek, reaksi hipersensitivitas terhadap obat, dan idiosinkrasi metaboilk. 3 DIAGNOSIS Diagnosis infeksi HAV harus dipikirkan bila ada riwaya ikterus pada kontak keluarga, teman, atau anak pernah berwisata ke daerah endemic. Diagnosis dibuat dengan kriteria serologis, biopsi hati jarang dilakukan. Anti-HAV terdeteksi pada mulainya gejala-gejala hepatitis A akut dan menetap seumur hidup.1 Infeksi akut di diagnosis dengan adanya IgM anti-HAV, yang dapat terdeteksi selama 312 bulan; sesudahnya IgG anti HAV ditemukan. Kenaikan hampir secara universal ditemukan pada ALT, AST, bilirubin, alkali pospatase 5-nukleotidase, dan gamma-hlutamil trasnspeptidase dan tidak membantu membedakan penyebab. Pemanjangan PT adalah tanda serius yang mengharuskan rawat inap di rumahsakit.1,2 Pola serologis untuk HBV adalah lebih kompleks daripada untuk HAV dan berbeda tergantung pada apakah penyakit akut, subklinis, atau kronis. Skrining untuk hepatitis B rutin memerluka assay sekurang-kurangnya dua pertanda serologis. HBsAg adalah pertanda serologis pertama infeksi yNg muncul dan terdapat pada hampir semua orang yang terinfeksi; kenaikannya
4

sangat bertepatan dengan mulainya gejala. HBeAg sering muncul selama fase akut dan menunjukkan status yang sangat infeksius. Karena kadar HBsAg turun sebelum akhir gejala, antibody IgM terhadap antigen core hepatitis B ( IgM anti HBcAg) juga diperlukan karena ia naik awal pasca infeksi dan menetap selama beberapa tahun. Anti HBcAg adalah satu pertanda serologis infeksi HBV akut yang paling berharga karena ia muncul hampir seawall HBsAg dan terus ada kemudian dalam perjalanan penyakit bila HBsAg telah menghilang. Hanya anti-HBsAg yang ada pada orangorang yang diimunisasi dengan vaksin hepatitis B, sedang anti-HBsAg dan anti HBcAg terdeteksi pada orang dengan infeksi yang smbuh.1,3,4,5 GAMBARAN KLINIS Gambaran klinis dapat dibagi dalam dua kelompok besar yaitu 1,4: 1. Hepatitis kronik : Secara klinis bervariasi dari keadaan tanpa keluhan sampai perasaan lelah yang sangat mengganggu. Adanya keluhan dan gejala Hipertensi portal ( asites, perdarahan varises esophagus) menunjukkan penyakit pada stadium yang sudah lanjut. Pemeriksaan biokimiawi menunjukkan peningkatan kadar bilirubin, transminase dan globulin serum. Gambaran histopatologis memperlihatkan kelainan morflogis yang khas untuk hepatitis kronis3 2. Hepatitis Akut : Pada umumnya, Hepatitis tipe A,B, dan C mempunyai perjalan klinis yang sama. Hepatitis B dan C cenderung lebih kronis perjalanan penyakitnya dan sering dihubungkan dengan serum-sickness. Serangan teringan hanya ditandai dengan naiknya transminase serum. Serangan ikterus biasanya pada orang dewasa dimulai dengan masa prodromal kurang lebih 3-4 hari sampai 2-3 minggu. Gejala awal seperti influienza, gastritis maupun arthritis. Tetapi yang terutama adalah adanya demam, lemah/lesu, mual, muntah, dan diare. Urine menjadi berwarna gelap dan tinja berwarna pucat selama penderita mengalami kulitberwarna kuning atau jaundice.

Stadium pasca ikterik. Ikterus mereda, warna urin dan tinja kembali normal, penyembuhan pada anak-anak lebih ceapt disbanding dewasa, yaitunpada akhir bulan ke 2 karena penyebab yang biasanya berbeda.

PROGNOSIS Prognosis pada penyakit hepatitis dapat dibedakan menjadi dua kategori besar yaitu 3 : Infeksi hepatitis B dikatakan mempunyai mortalitas tertinggi. Pasien yang agak tua kesehatan umumnya jelek mempunyai prognosis jelek

KOMPLIKASI Komplikasi hepatitis virus yang palin sering dijumpai adalah perjalanan penyakit yang memanjang hingga 4-8 bulan. Keadaan ini dikenal sebagai hepatitis kronik persisten, dan terjadi pada 5-10% pasien. Akan tetapi meskipun terlambat, pasien-pasien hepatitis kronik persisten akan selalu sembuh kembali.3 Setelah hepatitis virus akut sembuh, sejumlah kecil pasien akan mengalami hepatitis agresif atau kronik aktif, dimana terjadi kerusakan hati dan perkembangan sirosis. Kematian biasanya terjadi dalam 5 tahun akibat gagal hati atau komplikasi sirosis. hepatitis kronik aktifdapat berkembang aktif pada 50 %pasien HCV. Sebaliknya, akhirnya, suatu komplikasi lanjut dari suatu hepatitis yang cukup bermakna adalah perkembangan karsinoma hepatoselluler.2,3,4 TERAPI Tidak ada pengobatan yang spesifik terhadap hepatitis A istirahat dan gizi yang baik dapat membantu mempercepat penyembuhan. Vaksin sedini mungkin bagi anak mulai umur 2 tahun. Satu kali penyuntikan pertama, dan 6 bulam berikutnya suntikan penguat (booster) dapat memberikan perlindungan selama sekurang-kurangnya 10 tahun. 1,2,3,5

Hepatitis B Pada dasarnya terdapat 3 cara umum dalam penatalaksanaan hepatitis Virus Akut 1. Tirah bating 2. Diet cukup kalori 3. Obat-obatan, saat ini belum ada yang mempunyai khasiat memperbaiki kematian/

kerusakan sel hati dan memperpendek perjalanan penyakit hepatitis virus aku. Penatalaksanaan Hepatitis Kronik Tujuannya untuk menghilangkan virus hepatitis B dari dalam tubuh yang ditandai dengan menghilangnya HBsAg, DNA polymerase dan HBVDNA dan juga perubahan nilai SGOT dan SGPT (enzim hati) kedalam batas normal. 3 Pemberian Interferon untuk menekan permanene replikasi virus atau membasminya sehingga dapat mncapai keadaan remisi penyakitnya. Indikasi pemberian umumnya diberikan pada stadium replikasi (pembelahan virus) dan perjalanan hepatitis kronik yang ditandai dengan kenaikan enzim hati (transaminase), HBeAg dan HBV serum yang positif selama observasi 6 bulan. 3 Efek samping dari interferon yaitu mengigil, demam, lemah, rambut rontok, berat badan menurun, penekanan pada sumsum tulang, dan perubahan local pada tempat suntikan. 3

DAFTAR PUSTAKA 1. Nelson, ilmu kesehatan anak, Bagian I, Edisi Keempat belas, Penerbit Buku Kedokteran, EGC, Jakarta 1994, Hal 693 694. 2. Staf Pengajar Ilmu Kesehatan FKUI, Ilmu Kesehatan Anak, Jilid 2, Bagian Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, 1995, hal 523 527. 3. Cyntaas blog. HEPATITIS. [Online]. 2010 [ cited 2011 November 18]. Available from: URL : http://cyntaasblog.wordpress.com/ 4. Putri Maretta, HEPATITIS A, program studi farmasi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta 2008. 5. Yusri. Gejala Hepatitis. [Online]. 2011 [cited 2011 november 18]. Available from: URL : http://turunberatbadan.com/801/gejala-hepatitis/