Anda di halaman 1dari 153

TUGAS AKHIR

ANALISIS TINGKAT PRODUKTIVITAS MENGGUNAKAN METODE MARVIN E. MUNDEL

(Studi kasus: CV. SAMI SEJATI, JEPARA )

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta

Industri Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta Disusun Oleh: ANTONY SURYA SAPUTRA D 600 000 126 JURUSAN

Disusun Oleh:

ANTONY SURYA SAPUTRA D 600 000 126

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2008

i

HALAMAN PERSETUJUAN

ANALISIS TINGKAT PRODUKTIVITAS MENGGUNAKAN METODE MARVIN E. MUNDEL

(Studi kasus: CV. SAMI SEJATI, JEPARA)

Tugas Akhir Ini Telah Diterima Dan Disyahkan Sebagai Salah Satu Syarat Dalam Menyelesaikan Studi S1 Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Industri Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta

Pada Hari/Tanggal

:

Jam

:

Disusun Oleh:

ANTONY SURYA SAPUTRA D 600 000 126

Pembimbing I

Menyetujui,

(Indah Pratiwi, ST, MT)

ii

Pembimbing II

(Siti Nandiroh, ST)

HALAMAN PENGESAHAN

ANALISIS TINGKAT PRODUKTIVITAS MENGGUNAKAN METODE MARVIN E. MUNDEL

(Studi kasus: CV. SAMI SEJATI, JEPARA)

Telah Disyahkan Pada Sidang Pendadaran Pada Tingkat Sarjana Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta

Hari/tanggal :

Dewan Penguji,

1. Indah Pratiwi, ST. MT Pembimbing I

2. Siti Nandiroh, ST Pembimbing II

3. Munajat Tri Nugroho, ST. MT Penguji I

4. Hari Prasetyo, ST. MT Penguji II

Mengetahui,

Dekan Fakultas Teknik

Ketua Jurusan Teknik Industri

(Ir. H. Sri Widodo, MT)

(Munajat Tri Nugroho, ST.MT)

iii

MOTTO

1. Kesuksesan dapat diraih dengan meningkatkan kekuatan bukan dengan mencoba mengetahui kelemahan kita.

2. Hidup itu bukan apa yang kita lakukan kemarin atau apa yang akan kita lakukan besok tetapi bagaimana cara kita melalui proses hari ini.

3. ALLAH mengabulkan doa dengan tiga cara, diberikan langsung sebagai anugrah, ditunda sampai saat yang tepat, atau diganti dengan yang lebih baik.

iv

PERSEMBAHAN

Alhamdulillah… Sujud syukur kehadirat Allah SWT, atas rahmat, hidayah

Tugas Akhir ini

dan karunia yang tiada taranya sehingga dapat terselesaikan.

Tugas akhir ini dipersembahkan kepada :

1. Keluargaku tercinta.

2. Teknik Industri UMS.

3. Sahabat-sahabatku.

4. Rekan-rekan Teknik Industri UMS.

v

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Sujud syukur alhamdulillah penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT

yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya kepada kita semua, sehingga

penulis

bisa

menyelesaikan

Laporan

Tugas

Akhir

yang

berjudul

“ANALISIS

TNGKAT

PRODUKTIVITAS

MENGGUNAKAN

METODE

MARVIN

E.

MUNDEL (Studi Kasus CV. SAMI SEJATI, JEPARA)”.

 

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir

ini

masih terdapat banyak kekurangan, walaupun telah diusahakan semaksimal mungkin

untuk kesempurnaannya. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan saran serta

kritikan yang bersifat membangun demi perbaikan laporan penulis pada masa

mendatang.

Penyusunan Laporan Tugas Akhir

ini tidak dapat terwujud tanpa adanya

bimbingan, arahan dan bantuan dari berbagai pihak, maka dari itu dalam kesempatan

ini penulis ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada yang terhormat:

1. Bapak Ir. H. Sri Widodo, MT selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas

Muhammadiyah Surakarta.

2. Bapak Munajat Tri Nugroho, ST. MT selaku Ketua Jurusan Teknik Industri

Universitas Muhammadiyah Surakarta

vi

3.

Indah Pratiwi, ST. MT selaku Pembimbing I Tugas Akhir

yang telah

memberikan bimbingan dan arahan sampai terselesainya Laporan Tugas

Akhir.

4.

Siti

Nandiroh,

ST.

selaku

Pembimbing

II

Tugas

Akhir

yang

telah

memberikan bimbingan dan arahan sampai terselesainya Laporan Tugas

Akhir

5.

Sembah sujud baktiku kepada Papi dan Mami, terima kasih untuk setiap

dukungan, doa, cinta dan sayang yang tak pernah putus selama ini.

 

6.

Mbak Desi, Mas Tri, Dik Dhea, Mbak Delfi, Mas Iwan, Dik Delta, Mas

Candra, Mbak Fitri, terima kasih atas dukungan dan doanya.Terima kasih.

 

7.

Teman-teman kost perfect, Uut (Gentong), Sulton, Ahmad, Ibnu (Kuncung),

Anto` (Borot), Rendi, Febby, Agus, Agung (Brondol), Duwek, terima kasih

untuk bantuan dan dukungannya. Terima kasih.

 

8.

Keluarga besar DINAMIK, my second family. Terima kasih atas semuanya.

9.

Someone_ku, Siti Musfiroh, You are my inspiration. Terima kasih karena

telah memberikan warna lain dalam hidupku. Terima kasih.

 

10.

Semua pihak yang tidak dapat penulis sebut satu persatu yang telah membantu

dalam penyusunan laporan Tugas Akhir ini. TERIMA KASIH

Penulis hanya bisa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas

semua perhatian yang telah diberikan, semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan

rahmat serta hidayah-Nya kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam

menyelesaikan Laporan Tugas Akhir ini.

vii

Akhir kata, penulis berharap Laporan Tugas Akhir

ini dapat bermanfaat

bagi penulis pada khususnya dan pembaca pada umumnya. Amin.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

viii

Surakarta,

Februari 2008

Penulis

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL

i

HALAMAN PERSETUJUAN

ii

HALAMAN PENGESAHAN

iii

HALAMAN MOTTO

iv

HALAMAN PERSEMBAHAN

v

KATA PENGANTAR

vi

DAFTAR ISI

ix

DAFTAR TABEL

xv

DAFTAR GAMBAR

xviii

ABSTRAKSI

xix

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

1

1.2 Perumusan Masalah

3

1.3 Batasan Masalah

3

1.4 Tujuan Penelitian

3

1.5 Manfaat Penelitian

3

1.6 Sistematika Penulisan

4

ix

 

1.7

Tinjauan Pustaka

5

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Produktivitas

6

2.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produktivitas

9

2.3 Jenis-jenis Produktivitas

10

2.4 Siklus Produktivitas

10

2.5 Kriteria Pengukuran Produktivitas

12

2.6 Teknik Pengukuran Produktivitas Dengan Metode

 

Marvin E. Mundel

13

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

 

3.1 Objek Penelitian

23

3.2 Sumber Data

23

 

3.2.1

Data Primer

23

3.2.1

Data Sekunder

24

 

3.3 Teknik Pengumpulan Data

24

3.4 Pengolahan Data dan Analisa Data

25

 

3.4.1

Input Sumber Parsial Kapital (RIP/1)

25

3.4.2 Input Sumber Parsial Energi, Peralatan, dan Perawatan serta

 

Tenaga Kerja Langsung (RIP/2)

26

3.4.3

Input Sumber Parsial tenaga Kerja Tak Langsung (RIP/3)

27

x

3.4.4 Output Parsial Pengembalian Langsung Modal (AOP/1)

27

3.4.5 Output Parsial Pengembalian Tenaga Kerja Langsung

27

3.4.6 Output Parsial Pengembalian Tenaga Kerja Tidak Langsung

 

(AOP/3)

27

3.4.7 Perhitungan Indeks Produktivitas

27

3.5

Kerangka Pemecahan Masalah

28

BAB IV PENGUMPULAN, PENGOLAHAN DAN ANALISA DATA

4.1

Pengumpulan Data

29

4.1.1 Data Mesin dan Spesifikasi yang Ada

29

4.1.2 Data Mesin dan Jumlah

30

4.1.3 Data Daya Mesin

30

4.1.4 Data Jam Kerja Mesin

31

4.1.5 Data Beban Listrik per Mesin dan Tarif Biaya / kwh

31

4.1.6 Data Perawatan Mesin

32

4.1.7 Data Tenaga Kerja Langsung dan Pendapatannya Tahun 2006

dan Tahun 2007

32

4.1.8 Data Tenaga Kerja Tak Langsung dan Spesifikasinya

32

4.1.9 Data Tenaga Kerja Tak Langsung dan Spesifikasinya

33

4.1.10 Data Waktu Standar, Biaya Total, Gaji Tenaga Kerja Langsung

Tahun 2006

xi

33

4.1.11 Data Waktu Standar, Biaya Total, Gaji Tenaga Kerja Langsung

 

Tahun 2007

34

 

4.1.12 Data Kuantitas Unit Produksi Tahun 2006 dan Tahun 2007

35

4.2

Pengolahan Data

 

35

4.2.1 Perhitungan Input Sumber Parsial Kapital (RIP/1)

 

35

4.2.1.1 Perhitungan Depresiasi per Jam

 

36

4.2.1.2 Perhitungan Biaya Tetap per Jam

38

4.2.1.3 Perhitungan Input Sumber Parsial Kapital (RIP/1)

41

4.2.2

Perhitungan

Input

Sumber

Parsial

Enargi,

Peralatan,

dan

Perawatan serta Tenaga Kerja Langsung (RIP/2)

43

4.2.2.1 Perhitungan Biaya Energi Listrik

 

43

4.2.2.2 Perhitungan Biaya Perawatan

47

4.2.2.3 Perhitungan Biaya Tenaga Kerja Langsung

 

53

4.2.2.4 Perhitungan Input Sumber Parsial Energi, Peralatan, dan

Perawatan serta Tenaga Kerja Langsung (RIP/2)

54

4.2.3 Perhitungan Input Sumber Parsial Tenaga Kerja Tak Langsung

 

(RIP/3)

55

4.2.4

Perhitungan

Output

Parsial

Pengembalian

Langsung

Modal

(AOP/1)

57

4.2.5

Perhitungan

Output

Parsial

Pengembalian

Tenaga

Kerja

Langsung (AOP/2)

 

64

xii

4.2.6 Perhitungan Output Parsial Pengembalian Tenaga Kerja Tidak

Langsung (AOP/3)

 

71

4.2.7 Perhitungan Indeks Produktivitas

 

73

4.3 Analisis Hasil Perhitungan

 

74

4.3.1 Analisis Hasil Perhitungan Input Sumber Parsial Kapital

(RIP/1)

74

4.3.2 Analisis

Hasil

Perhitungan

Input

Sumber

Parsial

Energi,

Peralatan, dan Perawatan serta Tenaga Kerja Langsung

(RIP/2)

75

4.3.3 Analisis Hasil Perhitungan Input Sumber Parsial Tenaga Kerja

Tak Langsung (RIP/3)

 

76

4.3.4 Analisis

Hasil

Perhitungan

Output

Parsial

Pengembalian

Langsung Modal (AOP/1)

 

77

4.3.5 Analisis Hasil Perhitungan Output Parsial Pengembalian Tenaga

Kerja Langsung (AOP/2)

77

4.3.6 Analisis Hasil Perhitungan Output Parsial Pengembalian Tenaga

Kerja Tidak Langsung (AOP/3)

78

4.3.7 Analisis Hasil Perhitungan Indeks Produktivitas

79

4.4 Identifikasi Penyebab Masalah Produktivitas

98

4.5 Perencanaan Perbaikan Produktivitas

99

xiii

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

101

5.2 Saran

102

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

.

xiv

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel

1.1

Tinjauan Pustaka

5

Tabel

4.1

Data Mesin dan Spesifikasi Mesin yang Ada

29

Tabel

4.2

Data Mesin dan Jumlahnya

30

Tabel

4.3

Data Daya Mesin

30

Tabel

4.4

Data Jam Kerja Mesin

31

Tabel

4.5

Data Beban Listrik per Mesin dan Tarif Biaya/kwh

31

Tabel

4.6

Data Perawatan Mesin

32

Tabel

4.7

Data Tenaga Kerja Langsung dan Pendapatannya Tahun 2006 dan

 

Tahun 2007

32

Tabel

4.8

Data Tenaga Kerja Tak Langsung dan Spesifikasinya tahun 2006

32

Tabel

4.9

Data Tenaga Kerja Tak Langsung dan Spesifikasinya Tahun 2007 .

33

Tabel

4.10 Data Waktu Standar, Biaya Total, Gaji Tenaga Kerja Langsung Tahun

 

2006

33

Tabel

4.11 Data Waktu Standar, Biaya Total, Gaji Tenaga Kerja Langsung Tahun

 

2007

34

Tabel

4.12 Data Kuantitas Unit Produksi Tahun 2006 dan Tahun 2007

35

Tabel

4.13 Pengukuran Produktivitas Perhitungan RIP/ 1 Tahun 2006

42

Tabel

4.14 Pengukuran Produktivitas Perhitungan RIP/3 (Th 2006)

56

Tabel

4.15 Pengukuran Produktivitas Perhitungan RIP/3 (Th 2007)

56

xv

Tabel

4.16 Pengukuran Produktivitas Perhitungan AOP/1 (Tahun 2006)

57

Tabel

4.17 Perhitungan AOP/1 Bulan Januari (Tahun 2007)

58

Tabel

4.18 Perhitungan AOP/1 Bulan Februari (Tahun 2007)

58

Tabel

4.19 Perhitungan AOP/1 Bulan Maret (Tahun 2007)

59

Tabel

4.20 Perhitungan AOP/1 Bulan April (Tahun 2007)

59

Tabel

4.21 Perhitungan AOP/1 Bulan Mei (Tahun 2007)

60

Tabel

4.22 Perhitungan AOP/1 Bulan Juni (Tahun 2007)

60

Tabel

4.23 Pengukuran AOP/1 Bulan Juli (Tahun 2007)

61

Tabel

4.24

Perhitungan AOP/1 Bulan Agustus (Tahun 2007)

61

Tabel

4.25

Perhitungan AOP/1 Bulan September (Tahun 2007)

62

Tabel

4.26

Perhitungan AOP/1 Bulan Oktober (Tahun 2007)

62

Tabel

4.27

Perhitungan AOP/1 Bulan November (Tahun 2007)

63

Tabel

4.28

Perhitungan AOP/1 Bulan Desember (Tahun 2007)

63

Tabel

4.29 Pengukuran Produktivitas Perhitungan AOP/2 (Tahun 2006)

64

Tabel

4.30 Perhitungan AOP/2 Bulan Januari (Tahun 2007)

65

Tabel

4.31 Perhitungan AOP/2 Bulan Februari (Tahun 2007)

65

Tabel

4.32 Perhitungan AOP/2 Bulan Maret (Tahun 2007)

66

Tabel

4.33 Perhitungan AOP/2 Bulan April (Tahun 2007)

66

Tabel

4.34 Perhitungan AOP/2 Bulan Mei (Tahun 2007)

67

Tabel

4.35 Perhitungan AOP/2 Bulan Juni (Tahun 2007)

67

Tabel

3.36 Perhitungan AOP/2 Bulan Juli (Tahun 2007)

68

Tabel

4.37

Perhitungan AOP/2 Bulan Agustus (Tahun 2007)

68

xvi

Tabel

4.38

Perhitungan AOP/2 Bulan September (Tahun 2007)

69

Tabel

4.39

Perhitungan AOP/2 Bulan Oktober (Tahun 2007)

69

Tabel

4.40

Perhitungan AOP/2 Bulan November (Tahun 2007)

70

Tabel

4.41

Perhitungan AOP/2 Bulan Desember (Tahun 2007)

70

Tabel

4.42 Perhitungan AOP/3 Periode Tahun 2006 dan 2007

72

Tabel

4.43 Perhitungan Indeks Produktivitas Periode Tahun 2006 dan 2007

73

Tabel

4.44

Hasil Perhitungan RIP/1

74

Tabel

4.45

Hasil Perhitungan RIP/2

75

Tabel

4.46

Hasil Perhitungan RIP/3

76

Tabel

4.47

Hasil Perhitungan AOP/1

77

Tabel

4.48

Hasil Perhitungan AOP/2

77

Tabel

4.49

Hasil Perhitungan Indeks Produktivitas

79

Tabel

4.50 Masalah Penyebab Penurunan Produktivitas

99

Tabel

4.51 Tabel Pemecahan Masalah Produktivitas

100

xvii

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar

2.1

Siklus Produktivitas

12

Gambar 2.2

Flow Chart Kerangka Pemecahan Masalah

28

Gambar 4.1

Grafik AOP/1 Periode Tahun 2006-2007

80

Gambar 4.2

Grafik AOP/2 Periode Tahun 2006-2007

81

Gambar 4.3

Grafik AOP/3 Periode Tahun 2006-2007

82

Gambar 4.4

Grafik Indeks Produktivitas Total Periode Tahun 2006-2007

83

Gambar

4.5

Diagram Fish Bone Penurunan Produktivitas

95

xviii

ABSTRAKSI

Penelitian di CV. SAMI SEJATI bertujuan untuk mengetahui tingkat produktivitas perusahaan pada tahun 2006 dan 2007, data yang digunakan meliputi data mesin dan spesifikasinya, energi, tenaga kerja, perawatan dan kuantitas produksi. Setelah dilakukan pengukuran dapat diketahui tingkat produktivitas tahun 2007 pada bulan Januari, Februari, Mei, Agustus, Oktober, November mengalami peningkatan, sedangkan pada bulan Maret, April, Juni, Juli, September dan Desember mengalami penurunan. Untuk perhitungan output dan input diketahui total RIP periode dasar (2006) sebesar Rp. 1.006.099.662 dan RIP periode yang diukur (2007) sebesar Rp. 1.006.099.662. Untuk total AOP periode dasar (2006) sebesar Rp. 35.616.474 dan total AOP periode yang diukur (2007) sebesar Rp. 244.687.638 Berdasarkan perhitungan indeks produktivitas perusahaan selama periode 2007, perusahaan mengalami fluktuasi (naik turun) tingkat produktivitas dan pertumbuhan produktivitas tidak konsisten, akibatnya peningkatan produktivitas tidak berjalan terus-menerus, walaupun ada peningkatan (indeks rata-rata = 1,03845) dibandingkan dengan periode 2006, hal tersebut tidak menjadi ukuran keberhasilan perusahaan, karena di dalam dunia industri yan kompetitif memerlukan peningkatan produktivitas terus-menerus. Hasil pengukuran indeks produktivitas pada penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja perusahaan dalam kondisi yang stabil cenderung stagnasi, pertumbuhan yang terjadi lebih bersifat sementara tidak terus-menerus, dan masih terjadi penurunan tingkat produktivitas pada periode bulan Maret, April, Juni, Juli, September dan Desember tahun 2007 dibandingkan dengan periode bulan tahun sebelumnya. Dengan tingkat produktivitas yang tidak stabil maka perusahaan disarankan untuk meningkatkan produktivitas dengan cara mengoptimalkan kinerja mesin dan tenaga kerja agar output dapat maksimal sehingga jumlah input sebanding dengan jumlah output yang dihasilkan.

Kata kunci: Produktivitas, Output, Input.

xix

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG MASALAH

Pada era globalisasi saat ini kemajuan sektor ekonomi meningkat dengan

pesat, industri berkembang disegala bidang baik industri barang maupun jasa,

sehingga persaingan antar industri-industri sejenis semakin ketat dan tidak

dapat dihindari lagi. Dalam upaya merebut pangsa pasar diperlukan suatu

kemampuan untuk dapat mengelola perusahaan dengan baik. Salah satu upaya

yang

perlu

dilakukan

oleh

perusahaan

adalah

dengan

melaksanakan

pengukuran produktivitas pada tingkat perusahaan. Inti kegiatan dalam dunia

industri

suatu

organisasi

perusahaan

perlu

mengetahui

pada

tingkat

produktivitas mana perusahaan itu beroprasi, agar dapat membandingkan

dengan produktivitas standar yang ditetapkan oleh manajemen, mengukur

tingkat perbaikan produktivitas dari waktu ke waktu, dan membandingkan

dengan produktivitas industri yang sejenis yang menghasilkan produk serupa

untuk

memaksimalkan

keterbatasan

sumber

daya

yang

dimiliki

oleh

perusahaan dengan tujuan mendapatkan hasil yang optimum.

Oleh

karena

itu

diperlukan

suatu

teknik

pengukuran

produktivitas

sehingga

dapat

diketahui

faktor-faktor

yang

berpengaruh

terhadap

produktivitas. Pada tingkat sektoral dan nasional, produktivitas membantu

mengevaluasi

penampilan,

perencanaan,

pendapatan

dan

harga

melalui

identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi distribusi pendapatan sedangkan

pada tingkat perusahaan pengukuran produktivitas digunakan sebagai sasaran

manajemen

yang

menganalisa

efisiensi

produksi.

Manfaat

lain

dari

2

pengukuran

produktivitas

terlihat

pada

penempatan

perusahaan

dalam

menentukan sasaran yang nyata dan pertukaran informasi antar tenaga kerja

dan

manajemen

secara

periodik

terhadap

masalah-masalah

yang

saling

berkaitan.

 
 

Salah

satu

upaya

yang

perlu

dilakukan

oleh

perusahaan

adalah

melaksanakan pengukuran produktivitas pada tingkat perusahaan agar tingkat

produksi dapat menghasilkan produk dengan kualitas yang diinginkan dengan

biaya

yang

serendah

mungkin.

Hal

tersebut

dapat

diatasi

dengan

menghilangkan

pemborosan

(waste)

yang

terjadi.

Pemahaman

terhadap

konsep produksi yang efektif dan efisien mutlak diperlukan oleh para manajer

untuk

menghadapi

produktivitas.

bisnis

global,

hal

ini

menjadi

dasar

didalam

siklus

CV. SAMI SEJATI adalah perusahaan yang bergerak dalam dibidang

furniture yang mana memproduksi bermacam-macam jenis meubel, seperti

meja, kursi, tempat tidur, dan almari (rak buku, dan pakaian). Pada saat ini

CV. SAMI SEJATI mengalami tingkat produktivitas yang cenderung stabil,

pertumbuhan yang terjadi lebih bersifat sementara tidak terus menerus. Suatu

perusahaan dikatakan baik apabila perusahaan memperoleh manfaat yang

maksimal dari pemanfaatan sumber daya yang ada. Dalam pelaksanaan dan

peningkatan sumber daya, setiap perusahaan mempunyai cara tersendiri tetapi

mempunyai

tujuan

yang

sama

yaitu

menciptakan

produktivitas

yang

maksimal.

Supaya target yang ingin dicapai tidak mengalami penyimpangan dengan

produktivitas aktual maka dicoba penerapan analisis produktivitas dengan

3

metode Marvin E. Mundel sebagai alat untuk menganalisa keberhasilan

perusahaan CV. SAMI SEJATI, Jalan Raya Batealit KM. 6, Jepara.

1.2 PERUMUSAN MASALAH

Berdasarkan uraian diatas maka penulis merumuskan permasalahan CV.

SAMI SEJATI sebagai berikut,

Bagaimana tingkat produktivitas perusahaan CV. SAMI SEJATI berdasar

pada pemanfaatan sumber daya yang berhubungan dengan tenaga kerja,

energi, bahan baku, dengan menggunakan metode Marvin E. Mundel.

1.3 BATASAN MASALAH

Batasan masalah pada penulisan laporan ini terbatas pada :

1. Pengukuran produktivitas dilakukan di CV. SAMI SEJATI.

2. Periode pengukuran produktivitas selama dua tahun secara bulanan yaitu

tahun 2006 sebagai tahun dasar dan 2007 sebagai periode yang diukur.

3. Jenis produk yang dianalisis adalah meja, kursi, tempat tidur, dan almari

(rak buku, dan pakaian)

1.4 TUJUAN PENELITIAN

1. Mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pengukuran

produktivitas pada perusahaan.

2. Mengetahui tingkat produktivitas pada perusahaan dengan menggunakan

metode Marvin E. Mundel.

1.5 MANFAAT PENELITIAN

1. Mencegah terjadinya pemanfaatan sumber daya yang berlebihan dan tidak

efektif sehingga biaya produk menjadi tinggi.

4

2. Sebagai masukan atau pertimbangan bagi perusahaan didalam mengambil

suatu kebijakan dalam menggunakan sumber daya perusahaan.

1.6 SISTEMATIKA PENULISAN

Dalam sistematika penulisan ini, penulis memberikan gambaran isi dari

penyusunan laporan yang dapat diperinci sebagai berikut :

BAB I

PENDAHULUAN

 

Dalam

bab

ini

diuraikan

tentang

latar

belakang

masalah,

perumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat

penelitian dan sistematika penulisan.

 

BAB II

LANDASAN TEORI

 

Dalam bab ini berisi tentang teori-teori yang akan digunakan acuan

pemecahan masalah.

 

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

 

Dalam bab ini akan diuraikan tentang lokasi penelitian, data dan

sumber data serta penerapan langkah pemecahan masalah.

 

BAB IV

PENGUMPULAN, PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA

Dalam bab ini menguraikan tentang gambaran umum perusahaan,

pengumpulan data input dan output perusahaan, pengolahan data,

pengukuran

produktivitas

menggunakan

metode

Marvin

E.

Mundel, analisis hasil perhitungan.

 

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

 

Dalam bab ini berisi tentang kesimpulan atas semua yang telah

diuraikan pada bab sebelumnya, sedangkan saran-saran merupakan

sub bab terakhir dalam penulisan bab ini.

1.7 TINJAUAN PUSTAKA

Tabel 1.1 Tinjauan Pustaka

NO

NAMA

 

JUDUL

TAHUN

METODE

HASIL

1

Afif

ANALISIS PRODUKTIVITAS MESIN PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN ANGKA INDEKS

2004

Marvin E. Mundel

Tingkat produktivitas dari mesin produksi ini dapat dilihat pada bulan September, Oktober, November, dan Desember tahun 2002 lebih meningkat dibanding dengan tahun 2001. Tetapi juga dapat dilihat bahwa di tahun 2002 terjadi penurunan tingkat produktivitas padabulan Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, dan Agustus.

Setyoraharjo

MODEL

MARVIN

E.

 

MUNDEL PADA PT. SUKUNTEX, KUDUS

2

Aji Yuliono

PENERAPAN

METODE

2006

Marvin E. Mundel

Setelah dilakukan perhitungan dapat diketahui untuk total RIP periode dasar (2003) sebesar Rp.918.895.639 sedangkan untuk total RIP periode yang diukur (2004) sebesar Rp.1.033.010.832. Untuk total AOP periode dasar (2003) sebesar Rp.42.837.534.726 sedangkan untuk total AOP periode yang diukur (2004) sebesar

MARVIN

E.

MUNDEL

UNTUK

PENGUKURAN

PRODUKTIVITAS

PADA

PT.

SICI

MULTI

INDOMARMER

 

Rp.44.435.739.621

6

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Produktivitas

Pengertian produktivitas dapat berbeda untuk tiap-tiap negara tergantung

pada potensi dan kelemahan yang ada, serta perbedaan aspirasi jangka pendek

dan

jangka

panjang,

tetapi

mempunyai

kasamaan

pada

aplikasi

dibidang

industri, pendidikan, jasa-jasa pelayanan dan sarana masyarakat, komunikasi

dan informasi, secara garis besar produktivitas adalah rasio apa yang dihasilkan

(output) dengan apa yang dimasukkan (input).

Menurut

Sinungan

(1997:12)

secara

umum

produktivitas

diartikan

sebagai hubungan antara hasil nyata maupun fisik (barang atau jasa) dengan

masukan yang sebenarnya. Produktivitas pada hakikatnya adalah keinginan dan

upaya manusia untuk selalu meningkatkan kualitas di segala bidang (Yamit,

1996:34). Pengertian produktivitas tidak terlepas dari kualitas, teknologi, rasio

output, dan hal-hal lain dari manajemen operasi.

Menurut Meredith dan Gibbs (1987:319) terdapat definisi umum dari

produktivitas

seperti

produktivitas

tenaga

kerja,

produktivitas

modal,

produktivitas faktor total, dan lain sebagainya. Di mana output dan input yang

relevan diukur, yang sering menjadi masalah dalam pengukuran adalah output

yang ada tidak selalu tetap. Dengan perubahan teknologi yang semakin cepat

7

mengakibatkan perbandingan output hampir meliputi seluruh cakupan yang

ada.

Sedangkan

menurut

Berg

mendefinisikan

produktivitas

sebagai

perbandingan antara totalitas pengeluaran pada waktu tertentu dengan totalitas

masukan selama periode tersebut.

Produktivitas adalah mencapai tingkat (level) tertinggi dari unjuk kerja

dengan

pemakaian

dari

sumber

daya

yang

minim

(Ravianto,

1986:17).

Produktivitas mempengaruhi sistem sosial teknik berkembang menjadi lebih

bermanfaat dimana produktivitas seharusnya dapat diikuti dengan peningkatan

semua cakupan operasi yang ada (Meredith dan Gibbs, 1987:318). Menurut

Summanth total produktivitas adalah perbandingan output tangible dengan

input tangible. Sedangkan menurut Paul Mali definisi produktivitas adalah

ukuran seberapa irit sumber daya yang digunakan bersama di dalam organisasi

untuk

memperoleh

sekumpulan

hasil-hasil.

Peningkatan

produktivitas

merupakan upaya memajukan ekonomi dan mengumpulkan laba (Schroeder,

1989:662).

Beberapa pengertian tentang produktivitas yang lain dapat diuraikan

sebagai berikut:

1. Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), pada

dasarnya bahwa produktivitas adalah output dibagi dengan elemen produksi

yang dimanfaatkan.

8

2. International

perbandingan

Labour

Organization

(ILO),

antara

elemen-elemen

produksi

produktivitas

adalah

dengan

yang

dihasilkan.

Eleman-elemen tersebut berupa tanah, tenaga kerja, modal dan organisasi.

3. European

Productivity

Agency

(EPA),

produktivitas

adalah

tingkat

efektivitas pemanfaatan setiap elemen produktivitas.

4. National Productivity Board Singapore, produktivitas adalah sikap mental

yang

mempunyai

semangat

untuk

berkerja

keras

dan

ingin

memiliki

kebiasaan untuk melakukan peningkatan perbaikan.

5. Dewan Produktivitas Nasional (DPN) 1983 mendefinisikan sebagai berikut:

a. Produktivitas pada dasarnya adalah suatu sikap mental yang selalu

mempunyai pandangan bahwa mutu kehidupan hari ini harus lebih baik

dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini.

b. umum

Secara

produktivitas

mengandung

pengertian

perbandingan

antara

hasil

yang

dicapai

dengan

keseluruhan

sumber

daya

yang

digunakan.

6. Doktrin pada Konferensi Oslo 1984

Produktivitas adalah suatu konsep yang universal yang bertujuan untuk

menyediakan

lebih

banyak

barang

dan

jasa

untuk

lebih

banyak

manusia,dengan menggunakan sumber-sumber riil yang makin sedikit.

Produktivitas merupakan interaksi terpadu dari investasi (iptek dan riset),

manajemen dan tenaga kerja.

9

2.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produktivitas

Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas secara umum diantaranya

adalah sebagai berikut (Reksohadiprojo, 1989:14):

1. Faktor tenaga kerja

Tenaga kerja dalam produktivitas merupakan faktor yang sangat penting,

karena dengan tenaga kerja yang terdidik lebih sehat dan lebih bergizi dan

berketrampilan akan meningkatkan semangat untuk bekerja.

2. Faktor energi

Energi

juga

berpengaruh

terhadap

pencapaian

produktivitas

dalam

perusahaan, karena dengan adanya energi yang tersedia dan juga mudah

dalam

perolehannya

maka

perusahaan

barang yang akan diproduksi.

3. Faktor modal

akan

lebih

cepat

memproduksi

Modal merupakan faktor dominan dalam pencapaian sasaran produktivitas

yaitu berupa investasi awal seperti mesin, gedung, peralatan serta bahan

baku.

4. Faktor metode atau proses

Metode berpengaruh pada perencanaan tata ruang tugas dan produksi serta

pengawasan produksi.

5. Faktor lingkungan baik internal maupun ekternal

Faktor meliputi organisasi dan system manajemen, kondisi kerja, kondisi

ekonomi dan perdagangan serta sosial dan politk.

10

2.3 Jenis-jenis Produktivitas

Dengan membandingkan jumlah serta jenis masukan dan keluaran yang

dilibatkan, jenis produktivitas menurut David J. Summanth (1985:7) dibedakan

sebagai berikut:

1. Produktivitas Parsial

Merupakan

perbandingan

antara

keluaran

dengan

salah

satu

faktor

masukan. Misal produktivitas tenaga kerja adalah perbandingan antara

keluaran dengan masukan tenaga kerja.

2. Produktivitas Faktor Total

Merupakan perbandingan antara keluaran bersih dengan masukan tenaga

kerja dan masukan kapital, di mana keluaran bersih adalah keluaran total

dikurangi jumlah nilai barang dan jasa yang dibeli.

3. Produktivitas Total

Merupakan perbandingan antara keluaran total terhadap masukan total.

Berdasarkan definisi ini tampak bahwa pengukuran produktivitas total

merefleksikan dampak penggunaan semua input secara bersama dalam

menghasilkan suatu output.

2.4 Siklus Produktivitas

Dalam konsep ini secara garis besar terdiri dari empat tahapan

yang

disingkat MEPI yaitu pengukuran (measurement), pengevaluasian (evaluation),

11

perencanaan

(planning)

dan

peningkatan

(improvement),

dalam

siklus

produktivitas menurut Summanth (1985:48) adalah sebagai berikut:

1. Pengukuran Produktivitas (Productivity Measurement)

Mempunyai pengertian suatu proses untuk mengukur produktivitas suatu

unit operasional atau suatu perusahaan.

2. Pengevaluasian Produktivitas (Productivity Evaluation)

Mempunyai pengertian untuk membandingkan produktivitas total suatu

unit operasional atau suatu perusahaan.

3. Perencanaan Produktivitas (Productivity Planning)

Mempunyai pengertian suatu proses yang menyangkut pendekatan ilmiah

untuk merencanakan target tingkat produktivitas total pada suatu unit

operasi atau perusahaan.

4. Peningkatan Produktivitas (Productivity Improvement)

Mempunyai pengertian suatu proses untuk meningkatkan produktivitas

dengan pencapaian target yang ditetapkan selama tahap perencanaan dari

siklus produktivitas.

Secara garis besar siklus prodktivitas

yang terlihat di bawah ini:

dapat digambarkan pada gambar

12

Pengukuran

(Measurement)

Pengukuran ( Measurement )
Pengukuran ( Measurement )
12 Pengukuran ( Measurement ) Peningkatan ( Improvement ) Evaluasi ( Evaluation ) Perencanaan ( Planning

Peningkatan

(Improvement)

Evaluasi

(Evaluation)

Perencanaan ( Planning )
Perencanaan ( Planning )

Perencanaan

(Planning)

) Evaluasi ( Evaluation ) Perencanaan ( Planning ) Gambar 2.1.Siklus produktivitas 2.5 Kriteria Pengukuran

Gambar 2.1.Siklus produktivitas

2.5 Kriteria Pengukuran Produktivitas

Kriteria-kriteria pengukuran produktivitas meliputi beberapa hal sebagai

berikut:

1. Keabsahan (Validitas)

Adalah ukuran yang secara tepat menggambarkan perubahan dari masukan

menjadi keluaran dalam proses produksi yang sebenarnya.

2. Kelengkapan (Completeness)

Menunjukkan bahwa ketelitian seluruh keluaran atau hasil yang diperoleh

dan masukan atau sumber yang digunakan dapat diukur dan termasuk dalam

perbandingan produktivitas yang digunakan.

3. Dapat dibandingkan (Comparability)

Pentingnya pengukuran produktivitas terletak pada kemampuannya untuk

dapat dibandingkan antara periode, dengan tujuan atau dengan standar

13

sehingga dapat dilihat apabila ada penggunaan sumber lebih efisien atau

tidak dalam mencapai hasil.

4. Ketermasukan (Inclusiveness)

Pengukuran produktivitas menyatukan semua kegiatan dalam fungsi fungsi

organisasi, memberikan inspirasi pada manajer.

5. Tepat Waktu (Timeliness)

Dimaksudkan sebagai alat yang efektif bagi manajemen, sehingga harus

dikomunikasikan

pada

setiap

manajer

yang

bertanggung

jawab

pada

bidangnya dalam waktu yang secepat-cepatnya tetapi masih dalam batas-

batas yang masih praktis dilakukan.

6. Keefektifan Ongkos (Cost Effectivity)

Pengukuran produktivitas haruslah dilakukan dengan melibatkan ongkos-

ongkos yang berhubungan, baik yang langsung maupun tidak langsung.

2.6 Teknik Pengukuran Produktivitas Dengan Metode Marvin E. Mundel

Marvin E. Mundel (1978) memperkenalkan penggunaan angka indeks

produktivitas pada tingkat perusahaan berdasarkan dua bentuk pengukuran,

yaitu :

IP = {(AOMP / RIMP)/(AOBP / RIBP)}×100

2.1

IP = {(AOMP / AOBP)/(RIMP / RIBP)}×100

2.2

14

Dimana :

IP

=

indeks produktivitas

AOMP

= output agregat untuk periode yang diukur

AOBP

= output agregat untuk periode dasar

RIMP

= input resource untuk periode yang diukur

RIBP

= input resource untuk periode dasar.

Dari

dua

bentuk

pengukuran

indeks

produktivitas

yang

dikemukakan oleh Marvin E. Mundel, tampak bahwa pada dasarnya kedua

bentuk pengukuran itu serupa, sehingga kita dapat menggunakan salah satu

dalam penerapan pengukuran produktivitas pada tingkat perusahaan.

IP = {(AOMP / RIMP)/(AOBP / RIBP)}×100

2.3

IP = {(Indeks Performansi Periode Pengukuran / Indeks Performansi

Periode Dasar)}×100

2.4

IP = {(AOMP / AOBP)/[(RIMP / RIBP)]}×100

2.5

IP = {(Indeks output / Indeks input)}×100

2.6

(Gaspersz, 1998 : 39)

Pada dasarnya model Mundel merupakan suatu model pengukuran

produktivitas yang berdasarkan pada konsep-konsep dalam ilmu teknik dan

manajemen industri. Model ini mensyaratkan bahwa perusahaan yamg akan

diukur produktivitsnya itu mempunyai waktu-waktu standar untuk operasi

(operation time standart), suatu persyaratan yang masih sulit dipenuhi oleh

15

kebanyakan

perusahaan

industri

di

Indonesia

yang

masih

bersifat

tradisional.

Marvin

E.

Mundel

mendefinisikan

produktivitas

sebagai

rasio

antara nilai barang hasil produksi dan biaya produksi, yang dibandingkan

dengan rasio serupa untuk periode basis atau referensi. Ada 7 unsur pokok

algoritma yang digunakan dalam perhitungan yaitu :

1. Input Sumber Parsial Kapital (RIP/1)

Input kapital (modal) yang dimaksud adalah biaya depresiasi perjam

yang

dikeluarkan

perusahaan

berkenaan

dengan

perolehan

(original

cost)

dari

suatu

aktiva

tetap

(fasilitas

atau

produksi/mesin) yang dimiliki perusahaan.

Depresiasi/jam =

Harga perolehan asli

Nilai Residu

Umur ekonomis

×

Jam tersedia th

/

Biaya tetap/jam =

Harga perolehan asli

Jam tersedia th

/

RIP /1/ b = X /1/ b × $ /1+ X / 2 / b × $ / 2

Depresiasi

/

jam

+ X / N / b × $ / N

asli

alat

2.7

2.8

2.9

Keterangan :

b

= Base Year/ periode dasar

RIP/1/b

= Input sumber parsial capital periode dasar

X/1/b

= Input yang ke-1 periode dasar

$/1

= Biaya input yang ke-1 periode dasar

X/2/b

= Input yang ke-2 periode dasar

16

$/2

= Biaya input yang ke-2 periode dasar

X/N/b

= Input yang ke-n periode dasar

$/N

= Biaya input yang ke-n periode dasar

RIP /1/ m = X /1/ m × $ /1+ X / 2 / m × $ / 2

+ X / N / m × $ / N

2.10

Keterangan :

m

= Measured Year/ periode yang diukur

RIP/1/m

= Input sumber parsial capital periode yang diukur

X/1/m

= Input yang ke-1 periode yang diukur

$/1

= Biaya input yang ke-1 periode yang diukur

X/2/m

= Input yang ke-2 periode yang diukur

$/2

= Biaya input yang ke-2 periode yang diukur

X/N/m

= Input yang ke-n periode yang diukur

$/N

= Biaya input yang ke-n periode yang diukur

2. Input Sumber Parsial Energi, Peralatan dan Perawatan Serta Tenaga

Kerja Langsung (RIP/2)

a). Biaya energi listrik

Biaya energi listrik/jam =

Beban listrik

/

mesin

×

Biaya

/

kWH

Jam tersedia

/

periode

b). Biaya perawatan

1. Biaya pelumas / jam =

Keterangan :

0.75 × N C

⎟× X

195.5

t

+

1

2.11

2.12

17

X 1

= Harga minyak pelumas (Rp/liter)

N

= Daya Output Mesin (engine)(HP)

C

= Capasitas Carter Oil = 0.15 x N (liter)

T

= Periode penggatian Oil Carter (jam)

2. Biaya Grease / jam =

0.3×10

4

Keterangan :

X 2

= Harga Grease (Rp/Kg)

× N × X

2

2.13

N = Daya Output Mesin (engine)(HP)

3.

Biaya

perawatan

total/jam

=

Biaya

Pelumas/jam

Grease/jam

+

Biaya

2.14

4. Biaya Perawatan Total = Jam kerja tersedia x biaya perawatan

total/jam

c). Biaya Tenaga Kerja Langsung

2.15

Komponen-komponen biaya tenaga kerja langsung terdiri dari :

1. Gaji atau upah pokok

Biaya gaji pokok / periode =

Naker / periode×

waktu / periode× gaji / periode waktu

2.16

2. Bonus, jaminan makan dan transportasi, Asuransi Tenaga Kerja

Biaya

(ASTEK)

tenaga

kerja

total

merupakan

komponen tenaga kerja tersebut di atas.

penjumlahan

biaya

komponen-

18

Keterangan :

b = Base Year/periode dasar

RIP/2/b = Input sumber parsial energi, peralatan, perawatan dan

tenaga kerja langsung periode dasar

$E/b = Total biaya energi periode dasar

$T/b = Total biaya peralatan dan perawatan periode dasar

$L/b = Total biaya tenaga kerja periode dasar

RIP / 2 / m =

Keterangan :

$

E

/

m

+ $

T

/

m

+ $

L

/

m

×

H

/

m

H

/

b

2.18

m = Measured Year/ periode yang diukur

RIP/2/m = Input sumber parsial energi, peralatan, perawatan dan

tenaga kerja langsung periode yang diukur

$E/m = Total biaya energi periode yang diukur

$T/m = Total biaya peralatan dan perawatan periode yang

diukur

$L/m = Total biaya tenaga kerja periode yang diukur

H/m = Jam tersedia untuk tahun/periode yang diukur

H/b = Jam tersedia untuk tahun/periode dasar

3. Input Sumber Parsial Tenaga Kerja Tak Langsung (RIP/3)

RIP / 3/ b = $Biaya aktual ; jumlahnilai $ semua kategori / b

2.19

19

RIP / 3 / m = HA / M / mxHR / M / b + HA / S / mxHR / S / b

+ HA / Z / mxHR / Z / b

2.20

Keterangan :

B

= Base Year/periode dasar

m

= Measured Year/periode yang diukur

RIP/3/b

= Input sumber parsial tenaga kerja tak langsung periode

dasar

RIP/3/m

= Input sumber parsial tenaga kerja tak langsung periode

yang diukur

HA/M/m

= Aktual jam yang dibayar kategori ke-1 periode yang

diukur

HR/M/b

= Tingkat per jam kategori ke-1 periode dasar

HA/S/m

= Aktual jam yang dibayar kategori ke-2 periode yang

diukur

HR/S/b

= Tingkat per jam kategori ke-2 periode dasar

HA/Z/m

= Aktual jam yang di bayar kategori ke-n periode yang

diukur

HR/Z/b

= Tingkat per jam kategori ke-n periode dasar

4. Output Parsial Pengembalian Langsung Modal (AOP/1)

Merupakan

hasil

yang

diperoleh

secara

langsung

apabila

memproduksi sejumlah output dari pengoperasian fasilitas atau mesin dengan

20

harga pengorbanan perusahaan untuk penanaman modal (fixed cost) untuk

mesin dan biaya pengoperasiannya yaitu biaya listrik dan biaya perawatan.

AOP /1/ b = Kuantitas Unit Produksi × Waktu Siklus / Unit Mesin × Biaya Total / Jam

2.21

Keterangan :

B

= Base Year/periode dasar

AOP/1/b

= Output parsial pengembalian langsung modal periode dasar.

5. Output Parsial Pengembalian Tenaga Kerja Langsung (AOP/2)

Merupakan

hasil

yang

diperoleh

secara

langsung

apabila

memproduksi sejumlah output berkenaan dengan biaya yang dikeluarkan

perusahaan karena pemakaian jasa tenaga kerja langsung.

AOP/2/b = Kuantitas Unit Produksi x Waktu Siklus / Unit Mesin x Tingkat Biaya

Naker Langsung / Unit

2.22

Keterangan :

b

= Base Year/periode dasar

AOP/2/b

= Output parsial pengembalian naker lansung period dasar

Perhitungan keluaran (output) agregat AOP/1 dan AOP/2, berdasarkan

atas waktu standar untuk memproduksi 1 unit produk dan biaya investasi

mesin termasuk biaya tambahannya yaitu biaya perawatan dan listrik tiap

mesin, biaya tenaga kerja langsung serta kapasitas produksi tiap periode,

sehingga di dapatkan biaya pengembalian langsung (recovery cost) untuk

21

pemanfaatan investasi, energi, perawatan dan tenaga kerja langsung di dalam

proses konversi bahan baku menjadi produk.

6. Output Parsial Pengembalian Tenaga Kerja Tidak Langsung (AOP/3)

Merupakan

hasil

yang

diperoleh

apabila

memproduksi

sejumlah

output berkenaan dengan biaya yang lelah dikeluarkan karena pemakaian jasa

tenaga kerja tidak langsung yang jasanya tidak secara langsung diberikan

pada aktivitas proses produksi. Perhitungan AOP/3 dengan menggunakan

rumus sebagai berikut :

AOP / 3/ m =

AOP

/1/

m

+ / 2/

AOP

m

AOP

/1/

b

+ / 2/ b

AOP

AOP / 3/ b = RIP / 3/ b

× RIP

/3/

b

2.23

 

2.24

Keterangan:

b

= Base Year/periode dasar

m

= Measured Year/periode yang diukur

AOP/3/b

= Output parsial pengembalian naker tidak

langsung periode dasar

AOP/3/m

= Output parsial pengembalian naker tidak

langsung periode yang diukur

AOP/1/m

= Output parsial pengembalian langsung modal

periode yang diukur

AOP/1/b

= Output parsial pengembalian langsung modal

periode dasar

22

AOP/2/m

= Output parsial pengembalian naker langsung

periode yang diukur

AOP/2/b

= Output parsial pengembalian naker langsung

periode dasar

RIP/3/b

= Input sumber parsial naker tidak langsung

periode dasar

7. Perhitungan Indeks Produktivitas

AO / m = AOP /1/ m + AOP / 2 / m + AOP / 3/ m

RI / m = RIP /1/ m + RIP / 2 / m + RIP / 3/ m

AO / b = AOP /1/ b + AOP / 2 / b + AOP / 3/ b

RI / b = RIP /1/ b + RIP / 2 / b + RIP / 3/ b

Indeks Produktivitas

= (

AO m

(AO / b /

/

/

RI

/

m

)

RI

/

b)

Indeks Produktivitas =

Indeks performansi periode pengukuran

Indeks performansi periode dasar

Indeks Produktivitas =

Indeks Output

Indeks Input

(Suhartono, 2002 : 616)

2.25

2.26

2.27

2.28

2.29

2.30

2.31

23

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.1 OBYEK PENELITIAN

Sebagai obyek dalam pelaksanaan penelitian ini adalah di CV. SAMI

SEJATI, yang lokasinya di Jalan Raya Batealit KM. 6, Jepara, Jawa Tengah.

Pabrik ini adalah pabrik furniture dimana beroperasi untuk memproduksi

berbagai macam produk meubel.

3.2 SUMBER DATA

Salah satu langkah awal yang dilakukan penulis dalam menyusun

laporan penelitian ini adalah mengumpulkan data dari perusahaan yang akan

diteliti, dikarenakan data tersebut merupakan salah satu unsur yang sangat

penting sebagai masukan (input) dalam melakukan pengolahan data dan

pembahasan dalam laporan ini. Data yang diperlukan dalam penyusunan

tugas akhir ini adalah data primer dan data sekunder. Berdasarkan sumber

data-data yang nantinya akan digunakan dalam penyusunan adalah sebagai

berikut:

3.2.1 Data Primer

Yaitu

data

yang

diperoleh

langsung

melalui

pengamatan

dan

pencatatan

yang

dilakukan

di

CV.

SAMI

SEJATI.

Data

untuk

penyusunan laporan penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut:

24

a. Data fasilitas mesin dan spesifikasinya.

b. Data kegiatan perawatan.

c. Data tenaga kerja.

d. Data daya mesin.

e. Data waktu siklus.

f. Data kuantitas unit produksi tahun 2006 dan 2007.

g. Data jam kerja mesin.

3.2.2 Data Sekunder

Yaitu data pelengkap yang sangat diperlukan dalam pemecahan

masalah antara lain :

a. Buku-buku literatur yang berhubungan dengan masalah-masalah

yang dibahas

b. Sejarah perusahaan

3.3 TEKNIK PENGUMPULAN DATA

Pemgumpulan data dalam penulisan laporan ini dilakukan dengan cara

sebagai berikut :

1.

Wawancara

Yaitu metode pengumpulan data dengan jalan mengadakan wawancara

secara langsung dengan bagian yang bersangkutan untuk memperoleh data

yang diperlukan.

25

2. Pengamatan

Yaitu metode pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan dan

pencatatan secara langsung pada obyek penelitian dengan mendapatkan

data serta informasi yang dibutuhkan.

3. Dokumentasi

Mencari data-data histeris atau data cetak lain perusahaan CV. SAMI

SEJATI yang ada kaitannya dengan permasalahan yang dibahas.

4. Studi Pustaka

Yaitu

metode

pengumpulan

data

dari

buku-buku

literatur

yang

berhubungan

dengan

masalah-masalah

yang

dibahas,

juga

untuk

menunjang dalam penyelesaian permasalahan yang ada dengan membaca

atau mempelajari pustaka sebagai landasan teori maupun sumber-sumber

referensi lainya yang mendukung tujuan penelitian dalam menyelesaikan

masalah.

3.4 PENGOLAHAN DATA DAN ANALISIS DATA

Setelah

penulis

mendapatkan

data

yang

lengkap,

maka

langkah

selanjutnya adalah melakukan perhitungan terhadap data tersebut, sedangkan

langkah-langkah perhitungan tersebut adalah sebagai berikut:

3.4.1 Input Sumber Parsial Kapital (RIP/1)

Untuk menghitung Depresiasi/jam dapat melihat rumus no. 2.7

Untuk menghitung Biaya tetap/jam dapat melihat rumus no. 2.8

26

3.4.2 Input Sumber Parsial Energi, Peralatan dan Perawatan Serta Tenaga

Kerja Langsung (RIP/2)

a). Biaya energi listrik

Untuk menghitung biaya energi listrik dapat melihat rumus no.

2.11

b). Biaya perawatan

1. Biaya pelumas/jam

Untuk menghitung biaya pelumas/jam dapat melihat rumus no.

2.12

2. Biaya Grease (gemuk)

Untuk menghitung biaya tersebut dapat melihat rumus no. 2.13

Untuk menghitung biaya perawatan total/jam dapat melihat

rumus no. 2.14

Untuk menghitung biaya perawatan total dapat melihat rumus

no. 2.15

c). Biaya Tenaga Kerja Langsung

Komponen-komponen biaya tenaga kerja langsung terdiri dari :

1. Gaji atau upah pokok

Untuk menghitung Biaya gaji pokok/periode dapat melihat

rumus no. 2.16

2. Bonus, jaminan makan dan transportasi, Asuransi Tenaga Kerja

(ASTEK)

27

Biaya

tenaga

kerja

total

merupakan

penjumlahan

biaya

komponen-komponen tenaga kerja tersebut di atas.

Untuk menghitung (RIP/2) dapat melihat rumus no. 2.17 dan

no. 2.18

3.4.3 Input Sumber Parsial Tenaga Kerja Tak Langsung (RIP/3)

Untuk menghitung (RIP/3) dapat melihat rumus no. 2.19 dan no. 2.20

3.4.4 Output Parsial Pengembalian Langsung Modal (AOP/1)

Untuk menghitung (AOP/1) dapat melihat rumus no. 2.21

3.4.5 Output Parsial Pengembalian Tenaga Kerja Langsung (AOP/2)

Untuk menghitung (AOP/2) dapat melihat rumus no. 2.22

3.4.6 Output Parsial Pengembalian Tenaga Kerja Tidak Langsung (AOP/3)

Untuk menghitung (AOP/3) dapat melihat rumus no. 2.23 dan no. 2.24

3.4.7 Perhitungan Indeks Produktivitas

Untuk menghitung Indeks Produktivitas dapat melihat rumus no. 2.31

28

3.5 Kerangka Pemecahan Masalah

Mulai
Mulai

Studi Pendahuluan

28 3.5 Kerangka Pemecahan Masalah Mulai Studi Pendahuluan Perumusan Masalah Pengumpulan Data - Data fasilitas dan

Perumusan Masalah

Pemecahan Masalah Mulai Studi Pendahuluan Perumusan Masalah Pengumpulan Data - Data fasilitas dan spesifikasi mesin

Pengumpulan Data

- Data fasilitas dan spesifikasi mesin yang ada

- Data kegiatan perawatan

- Data tenaga kerja

- Data daya mesin

- Data waktu siklus

- Data kuantitas unit produksi tahun 2006-2007

- Data jam kerja mesin

unit produksi tahun 2006-2007 - Data jam kerja mesin Pengolahan Data 1. Perhitungan RIP/1 2. Perhitungan

Pengolahan Data

1. Perhitungan RIP/1

2. Perhitungan RIP/2

3. Perhitungan RIP/3

4. Perhitungan AOP/1

5. Perhitungan AOP/2

6. Perhitungan AOP/3

7. Perhitungan Indeks Produktivitas

6. Perhitungan AOP/3 7. Perhitungan Indeks Produktivitas Analisis Data Analisis p erhitun g an Indeks

Analisis Data

Analisis perhitungan Indeks Produktivitas

Selesai
Selesai

Gambar 3.1 Flow Chart Kerangka Pemecahan Masalah

BAB IV PENGUMPULAN, PENGOLAHAN DAN ANALISA DATA

4.1 Pengumpulan Data

Salah satu langkah awal yang dilakukan penulis dalam menyusun

laporan penelitian ini adalah mengumpulkan data dari perusahaan yang

akan diteliti, dikarenakan data tersebut merupakan salah satu unsur yang

sangat penting sebagai masukan (input) dalam melakukan pengolahan data

dan pembahasan dalam laporan ini.

Pada

dibutuhkan

pengumpulan

data,

untuk

menyelesaikan

akan

disajikan

perhitungan

beberapa

data

yang

menggunakan

metode

Marvin E. Mundel yang diambil langsung dari sumber utama. Berdasarkan

sumber data-data yang nantinya akan digunakan dalam penyusunan adalah

sebagai berikut:

4.1.1 Data Mesin dan Spesifikasi Mesin yang Ada

Tabel 4.1 Data Mesin dan Spesifikasi Mesin yang Ada

         

Jam

No

Nama Mesin

Harga

Perolehan Asli

(Rp)

Nilai Residu

(Rp)

Umur

Ekonomis

(Tahun)

Tersedia

/ Tahun

(Jam)

1.

Jointer

10.000.000

2.000.000

5

2.114

2.

Planner

15.000.000

3.000.000

5

2.114

3.

Spindle

18.000.000

3.600.000

5

2.114

4.

Dowel Milling

10.000.000

2.000.000

5

2.114

5.

Chisel

6.500.000

1.300.000

5

2.114

6.

Compresor

12.000.000

2.400.000

5

2.114

7.

Sanding

200.000.000

40.000.000

5

2.114

8.

Table Saw

10.000.000

2.000.000

5

2.114

Sumber : CV. SAMI SEJATI dan Perhitungan

29

30

Perhitungan nilai residu, jam tersedia dapat dilihat pada lampiran 2

Keterangan :

Tahun 2006

= 302 hari kerja

Tahun 2007

= 302 hari kerja

1 Hari kerja

= 7 jam

1 Hari kerja

= 1 shift kerja

Jam tersedia/tahun

= 2.114 jam/tahun

4.1.2 Data Mesin dan Jumlah