P. 1
Analisis Tingkat Produktivitas Menggunakan

Analisis Tingkat Produktivitas Menggunakan

|Views: 505|Likes:
Dipublikasikan oleh Andika Arnanta

More info:

Published by: Andika Arnanta on Aug 05, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/24/2014

pdf

text

original

Sections

TUGAS AKHIR

ANALISIS TINGKAT PRODUKTIVITAS MENGGUNAKAN METODE MARVIN E. MUNDEL
(Studi kasus: CV. SAMI SEJATI, JEPARA )

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta

Disusun Oleh: ANTONY SURYA SAPUTRA D 600 000 126

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2008

i

HALAMAN PERSETUJUAN

ANALISIS TINGKAT PRODUKTIVITAS MENGGUNAKAN METODE MARVIN E. MUNDEL
(Studi kasus: CV. SAMI SEJATI, JEPARA)

Tugas Akhir Ini Telah Diterima Dan Disyahkan Sebagai Salah Satu Syarat Dalam Menyelesaikan Studi S1 Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Industri Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta

Pada Hari/Tanggal Jam

: :

Disusun Oleh: ANTONY SURYA SAPUTRA D 600 000 126

Menyetujui,

Pembimbing I

Pembimbing II

(Indah Pratiwi, ST, MT)

(Siti Nandiroh, ST)

ii

HALAMAN PENGESAHAN

ANALISIS TINGKAT PRODUKTIVITAS MENGGUNAKAN METODE MARVIN E. MUNDEL
(Studi kasus: CV. SAMI SEJATI, JEPARA) Telah Disyahkan Pada Sidang Pendadaran Pada Tingkat Sarjana Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta Hari/tanggal : Dewan Penguji,

1. Indah Pratiwi, ST. MT Pembimbing I

2. Siti Nandiroh, ST Pembimbing II

3. Munajat Tri Nugroho, ST. MT Penguji I

4. Hari Prasetyo, ST. MT Penguji II

Mengetahui, Dekan Fakultas Teknik Ketua Jurusan Teknik Industri

(Ir. H. Sri Widodo, MT)

(Munajat Tri Nugroho, ST.MT)

iii

MOTTO

1. Kesuksesan dapat diraih dengan meningkatkan kekuatan bukan dengan mencoba mengetahui kelemahan kita. 2. Hidup itu bukan apa yang kita lakukan kemarin atau apa yang akan kita lakukan besok tetapi bagaimana cara kita melalui proses hari ini. 3. ALLAH mengabulkan doa dengan tiga cara, diberikan langsung sebagai anugrah, ditunda sampai saat yang tepat, atau diganti dengan yang lebih baik.

iv

PERSEMBAHAN

Alhamdulillah… Sujud syukur kehadirat Allah SWT, atas rahmat, hidayah dan karunia yang tiada taranya sehingga Tugas Akhir ini dapat terselesaikan.

Tugas akhir ini dipersembahkan kepada : 1. Keluargaku tercinta. 2. Teknik Industri UMS. 3. Sahabat-sahabatku. 4. Rekan-rekan Teknik Industri UMS.

v

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr.Wb Sujud syukur alhamdulillah penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya kepada kita semua, sehingga penulis bisa menyelesaikan Laporan Tugas Akhir yang berjudul “ANALISIS TNGKAT PRODUKTIVITAS MENGGUNAKAN METODE MARVIN E.

MUNDEL (Studi Kasus CV. SAMI SEJATI, JEPARA)”. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir ini

masih terdapat banyak kekurangan, walaupun telah diusahakan semaksimal mungkin untuk kesempurnaannya. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan saran serta kritikan yang bersifat membangun demi perbaikan laporan penulis pada masa mendatang. Penyusunan Laporan Tugas Akhir ini tidak dapat terwujud tanpa adanya bimbingan, arahan dan bantuan dari berbagai pihak, maka dari itu dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada yang terhormat: 1. Bapak Ir. H. Sri Widodo, MT selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta. 2. Bapak Munajat Tri Nugroho, ST. MT selaku Ketua Jurusan Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Surakarta

vi

3. Indah Pratiwi, ST. MT selaku Pembimbing I Tugas Akhir

yang telah

memberikan bimbingan dan arahan sampai terselesainya Laporan Tugas Akhir. 4. Siti Nandiroh, ST. selaku Pembimbing II Tugas Akhir yang telah

memberikan bimbingan dan arahan sampai terselesainya Laporan Tugas Akhir.. 5. Sembah sujud baktiku kepada Papi dan Mami, terima kasih untuk setiap dukungan, doa, cinta dan sayang yang tak pernah putus selama ini. 6. Mbak Desi, Mas Tri, Dik Dhea, Mbak Delfi, Mas Iwan, Dik Delta, Mas Candra, Mbak Fitri, terima kasih atas dukungan dan doanya.Terima kasih. 7. Teman-teman kost perfect, Uut (Gentong), Sulton, Ahmad, Ibnu (Kuncung), Anto` (Borot), Rendi, Febby, Agus, Agung (Brondol), Duwek, terima kasih untuk bantuan dan dukungannya. Terima kasih. 8. Keluarga besar DINAMIK, my second family. Terima kasih atas semuanya. 9. Someone_ku, Siti Musfiroh, You are my inspiration. Terima kasih karena telah memberikan warna lain dalam hidupku. Terima kasih. 10. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebut satu persatu yang telah membantu dalam penyusunan laporan Tugas Akhir ini. TERIMA KASIH.... Penulis hanya bisa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas semua perhatian yang telah diberikan, semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan Laporan Tugas Akhir ini.

vii

Akhir kata, penulis berharap Laporan Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan pembaca pada umumnya. Amin.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb Surakarta, Februari 2008

Penulis

viii

DAFTAR ISI

Halaman HALAMAN JUDUL.............................................................................................. HALAMAN PERSETUJUAN............................................................................... HALAMAN PENGESAHAN................................................................................ HALAMAN MOTTO ............................................................................................ HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................................ KATA PENGANTAR ........................................................................................... DAFTAR ISI.......................................................................................................... DAFTAR TABEL.................................................................................................. i ii iii iv v vi ix xv

DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. xviii ABSTRAKSI ........................................................................................................ xix

BAB I

PENDAHULUAN 1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 1.6 Latar Belakang Masalah ................................................................ Perumusan Masalah ....................................................................... Batasan Masalah ............................................................................ Tujuan Penelitian ........................................................................... Manfaat Penelitian ......................................................................... Sistematika Penulisan .................................................................... 1 3 3 3 3 4

ix

1.7

Tinjauan Pustaka ...........................................................................

5

BAB II LANDASAN TEORI 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 2.6 Pengertian Produktivitas ................................................................ Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produktivitas.......................... Jenis-jenis Produktivitas ................................................................ Siklus Produktivitas ....................................................................... Kriteria Pengukuran Produktivitas................................................. Teknik Pengukuran Produktivitas Dengan Metode Marvin E. Mundel .......................................................................... 13 6 9 10 10 12

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 3.2 Objek Penelitian ............................................................................ Sumber Data .................................................................................. 3.2.1 Data Primer ........................................................................... 3.2.1 Data Sekunder ....................................................................... 3.3 3.4 Teknik Pengumpulan Data............................................................. Pengolahan Data dan Analisa Data ................................................ 3.4.1 Input Sumber Parsial Kapital (RIP/1) ................................... 23 23 23 24 24 25 25

3.4.2 Input Sumber Parsial Energi, Peralatan, dan Perawatan serta Tenaga Kerja Langsung (RIP/2) ........................................... 3.4.3 Input Sumber Parsial tenaga Kerja Tak Langsung (RIP/3)... 26 27

x

3.4.4 Output Parsial Pengembalian Langsung Modal (AOP/1) ..... 3.4.5 Output Parsial Pengembalian Tenaga Kerja Langsung.........

27 27

3.4.6 Output Parsial Pengembalian Tenaga Kerja Tidak Langsung (AOP/3) ................................................................................. 3.4.7 Perhitungan Indeks Produktivitas ......................................... 3.5 Kerangka Pemecahan Masalah ...................................................... 27 27 28

BAB IV PENGUMPULAN, PENGOLAHAN DAN ANALISA DATA 4.1 Pengumpulan Data ........................................................................ 4.1.1 Data Mesin dan Spesifikasi yang Ada .................................. 4.1.2 Data Mesin dan Jumlah......................................................... 4.1.3 Data Daya Mesin................................................................... 4.1.4 Data Jam Kerja Mesin........................................................... 4.1.5 Data Beban Listrik per Mesin dan Tarif Biaya / kwh ........... 4.1.6 Data Perawatan Mesin........................................................... 4.1.7 Data Tenaga Kerja Langsung dan Pendapatannya Tahun 2006 dan Tahun 2007..................................................................... 4.1.8 Data Tenaga Kerja Tak Langsung dan Spesifikasinya ......... 4.1.9 Data Tenaga Kerja Tak Langsung dan Spesifikasinya ......... 32 32 33 29 29 30 30 31 31 32

4.1.10 Data Waktu Standar, Biaya Total, Gaji Tenaga Kerja Langsung Tahun 2006 ........................................................................ 33

xi

4.1.11 Data Waktu Standar, Biaya Total, Gaji Tenaga Kerja Langsung Tahun 2007 ........................................................................ 4.1.12 Data Kuantitas Unit Produksi Tahun 2006 dan Tahun 2007 4.2 Pengolahan Data ............................................................................ 4.2.1 Perhitungan Input Sumber Parsial Kapital (RIP/1)............... 4.2.1.1 Perhitungan Depresiasi per Jam ................................ 4.2.1.2 Perhitungan Biaya Tetap per Jam ............................. 4.2.1.3 Perhitungan Input Sumber Parsial Kapital (RIP/1)... 34 35 35 35 36 38 41

4.2.2 Perhitungan Input Sumber Parsial Enargi, Peralatan, dan Perawatan serta Tenaga Kerja Langsung (RIP/2) ................. 4.2.2.1 Perhitungan Biaya Energi Listrik.............................. 4.2.2.2 Perhitungan Biaya Perawatan ................................... 4.2.2.3 Perhitungan Biaya Tenaga Kerja Langsung.............. 43 43 47 53

4.2.2.4 Perhitungan Input Sumber Parsial Energi, Peralatan, dan Perawatan serta Tenaga Kerja Langsung (RIP/2) ..... 54

4.2.3 Perhitungan Input Sumber Parsial Tenaga Kerja Tak Langsung (RIP/3) ................................................................................. 55

4.2.4 Perhitungan Output Parsial Pengembalian Langsung Modal (AOP/1) ............................................................................... 57

4.2.5 Perhitungan Output Parsial Pengembalian Tenaga Kerja Langsung (AOP/2) .............................................................. 64

xii

4.2.6 Perhitungan Output Parsial Pengembalian Tenaga Kerja Tidak Langsung (AOP/3) .............................................................. 4.2.7 Perhitungan Indeks Produktivitas ......................................... 4.3 Analisis Hasil Perhitungan............................................................. 4.3.1 Analisis Hasil Perhitungan Input Sumber Parsial Kapital (RIP/1)................................................................................... 74 71 73 74

4.3.2 Analisis Hasil Perhitungan Input Sumber Parsial Energi, Peralatan, dan Perawatan serta Tenaga Kerja Langsung (RIP/2)................................................................................... 75

4.3.3 Analisis Hasil Perhitungan Input Sumber Parsial Tenaga Kerja Tak Langsung (RIP/3)........................................................... 76

4.3.4 Analisis Hasil Perhitungan Output Parsial Pengembalian Langsung Modal (AOP/1)..................................................... 77

4.3.5 Analisis Hasil Perhitungan Output Parsial Pengembalian Tenaga Kerja Langsung (AOP/2) ...................................................... 77

4.3.6 Analisis Hasil Perhitungan Output Parsial Pengembalian Tenaga Kerja Tidak Langsung (AOP/3) ............................................ 4.3.7 Analisis Hasil Perhitungan Indeks Produktivitas.................. 4.4 4.5 Identifikasi Penyebab Masalah Produktivitas ................................ Perencanaan Perbaikan Produktivitas ............................................ 78 79 98 99

xiii

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 5.2 Kesimpulan ................................................................................... 101 Saran .............................................................................................. 102

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

.

xiv

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 1.1 Tinjauan Pustaka .............................................................................. Tabel 4.1 Data Mesin dan Spesifikasi Mesin yang Ada ................................... 5 29 30 30 31 31 32

Tabel 4.2 Data Mesin dan Jumlahnya ............................................................... Tabel 4.3 Data Daya Mesin............................................................................... Tabel 4.4 Data Jam Kerja Mesin....................................................................... Tabel 4.5 Data Beban Listrik per Mesin dan Tarif Biaya/kwh ........................ Tabel 4.6 Data Perawatan Mesin....................................................................... Tabel 4.7 Data Tenaga Kerja Langsung dan Pendapatannya Tahun 2006 dan Tahun 2007 ....................................................................................... Tabel 4.8 Data Tenaga Kerja Tak Langsung dan Spesifikasinya tahun 2006... Tabel 4.9 Data Tenaga Kerja Tak Langsung dan Spesifikasinya Tahun 2007 . Tabel 4.10 Data Waktu Standar, Biaya Total, Gaji Tenaga Kerja Langsung Tahun 2006................................................................................................... Tabel 4.11 Data Waktu Standar, Biaya Total, Gaji Tenaga Kerja Langsung Tahun 2007................................................................................................... Tabel 4.12 Data Kuantitas Unit Produksi Tahun 2006 dan Tahun 2007 ............ Tabel 4.13 Pengukuran Produktivitas Perhitungan RIP/ 1 Tahun 2006 ............. Tabel 4.14 Pengukuran Produktivitas Perhitungan RIP/3 (Th 2006) ................ Tabel 4.15 Pengukuran Produktivitas Perhitungan RIP/3 (Th 2007) ................

32 32 33

33

34 35 42 56 56

xv

Tabel 4.16 Pengukuran Produktivitas Perhitungan AOP/1 (Tahun 2006). ......... Tabel 4.17 Perhitungan AOP/1 Bulan Januari (Tahun 2007) ............................. Tabel 4.18 Perhitungan AOP/1 Bulan Februari (Tahun 2007) ........................... Tabel 4.19 Perhitungan AOP/1 Bulan Maret (Tahun 2007) ............................... Tabel 4.20 Perhitungan AOP/1 Bulan April (Tahun 2007) ................................ Tabel 4.21 Perhitungan AOP/1 Bulan Mei (Tahun 2007) .................................. Tabel 4.22 Perhitungan AOP/1 Bulan Juni (Tahun 2007) .................................. Tabel 4.23 Pengukuran AOP/1 Bulan Juli (Tahun 2007) ................................... Tabel 4.24 Perhitungan AOP/1 Bulan Agustus (Tahun 2007)............................ Tabel 4.25 Perhitungan AOP/1 Bulan September (Tahun 2007)........................ Tabel 4.26 Perhitungan AOP/1 Bulan Oktober (Tahun 2007)............................ Tabel 4.27 Perhitungan AOP/1 Bulan November (Tahun 2007) ........................ Tabel 4.28 Perhitungan AOP/1 Bulan Desember (Tahun 2007)......................... Tabel 4.29 Pengukuran Produktivitas Perhitungan AOP/2 (Tahun 2006). ......... Tabel 4.30 Perhitungan AOP/2 Bulan Januari (Tahun 2007) ............................. Tabel 4.31 Perhitungan AOP/2 Bulan Februari (Tahun 2007) ........................... Tabel 4.32 Perhitungan AOP/2 Bulan Maret (Tahun 2007) ............................... Tabel 4.33 Perhitungan AOP/2 Bulan April (Tahun 2007) ................................ Tabel 4.34 Perhitungan AOP/2 Bulan Mei (Tahun 2007) .................................. Tabel 4.35 Perhitungan AOP/2 Bulan Juni (Tahun 2007) .................................. Tabel 3.36 Perhitungan AOP/2 Bulan Juli (Tahun 2007) ................................... Tabel 4.37 Perhitungan AOP/2 Bulan Agustus (Tahun 2007)............................

57 58 58 59 59 60 60 61 61 62 62 63 63 64 65 65 66 66 67 67 68 68

xvi

Tabel 4.38 Perhitungan AOP/2 Bulan September (Tahun 2007)........................ Tabel 4.39 Perhitungan AOP/2 Bulan Oktober (Tahun 2007)............................ Tabel 4.40 Perhitungan AOP/2 Bulan November (Tahun 2007) ........................ Tabel 4.41 Perhitungan AOP/2 Bulan Desember (Tahun 2007)......................... Tabel 4.42 Perhitungan AOP/3 Periode Tahun 2006 dan 2007 .......................... Tabel 4.43 Perhitungan Indeks Produktivitas Periode Tahun 2006 dan 2007 .... Tabel 4.44 Hasil Perhitungan RIP/1.................................................................... Tabel 4.45 Hasil Perhitungan RIP/2.................................................................... Tabel 4.46 Hasil Perhitungan RIP/3.................................................................... Tabel 4.47 Hasil Perhitungan AOP/1.................................................................. Tabel 4.48 Hasil Perhitungan AOP/2.................................................................. Tabel 4.49 Hasil Perhitungan Indeks Produktivitas ............................................ Tabel 4.50 Masalah Penyebab Penurunan Produktivitas ....................................

69 69 70 70 72 73 74 75 76 77 77 79 99

Tabel 4.51 Tabel Pemecahan Masalah Produktivitas ......................................... 100

xvii

DAFTAR GAMBAR

Halaman Gambar 2.1 Gambar 2.2 Gambar 4.1 Gambar 4.2 Gambar 4.3 Gambar 4.4 Gambar 4.5 Siklus Produktivitas ....................................................................... Flow Chart Kerangka Pemecahan Masalah ................................... Grafik AOP/1 Periode Tahun 2006-2007 ...................................... Grafik AOP/2 Periode Tahun 2006-2007 ...................................... Grafik AOP/3 Periode Tahun 2006-2007 ...................................... Grafik Indeks Produktivitas Total Periode Tahun 2006-2007 ....... Diagram Fish Bone Penurunan Produktivitas ................................ 12 28 80 81 82 83 95

xviii

ABSTRAKSI

Penelitian di CV. SAMI SEJATI bertujuan untuk mengetahui tingkat produktivitas perusahaan pada tahun 2006 dan 2007, data yang digunakan meliputi data mesin dan spesifikasinya, energi, tenaga kerja, perawatan dan kuantitas produksi. Setelah dilakukan pengukuran dapat diketahui tingkat produktivitas tahun 2007 pada bulan Januari, Februari, Mei, Agustus, Oktober, November mengalami peningkatan, sedangkan pada bulan Maret, April, Juni, Juli, September dan Desember mengalami penurunan. Untuk perhitungan output dan input diketahui total RIP periode dasar (2006) sebesar Rp. 1.006.099.662 dan RIP periode yang diukur (2007) sebesar Rp. 1.006.099.662. Untuk total AOP periode dasar (2006) sebesar Rp. 35.616.474 dan total AOP periode yang diukur (2007) sebesar Rp. 244.687.638 Berdasarkan perhitungan indeks produktivitas perusahaan selama periode 2007, perusahaan mengalami fluktuasi (naik turun) tingkat produktivitas dan pertumbuhan produktivitas tidak konsisten, akibatnya peningkatan produktivitas tidak berjalan terus-menerus, walaupun ada peningkatan (indeks rata-rata = 1,03845) dibandingkan dengan periode 2006, hal tersebut tidak menjadi ukuran keberhasilan perusahaan, karena di dalam dunia industri yan kompetitif memerlukan peningkatan produktivitas terus-menerus. Hasil pengukuran indeks produktivitas pada penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja perusahaan dalam kondisi yang stabil cenderung stagnasi, pertumbuhan yang terjadi lebih bersifat sementara tidak terus-menerus, dan masih terjadi penurunan tingkat produktivitas pada periode bulan Maret, April, Juni, Juli, September dan Desember tahun 2007 dibandingkan dengan periode bulan tahun sebelumnya. Dengan tingkat produktivitas yang tidak stabil maka perusahaan disarankan untuk meningkatkan produktivitas dengan cara mengoptimalkan kinerja mesin dan tenaga kerja agar output dapat maksimal sehingga jumlah input sebanding dengan jumlah output yang dihasilkan. Kata kunci: Produktivitas, Output, Input.

xix

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Pada era globalisasi saat ini kemajuan sektor ekonomi meningkat dengan pesat, industri berkembang disegala bidang baik industri barang maupun jasa, sehingga persaingan antar industri-industri sejenis semakin ketat dan tidak dapat dihindari lagi. Dalam upaya merebut pangsa pasar diperlukan suatu kemampuan untuk dapat mengelola perusahaan dengan baik. Salah satu upaya yang perlu dilakukan oleh perusahaan adalah dengan melaksanakan pengukuran produktivitas pada tingkat perusahaan. Inti kegiatan dalam dunia industri suatu organisasi perusahaan perlu mengetahui pada tingkat produktivitas mana perusahaan itu beroprasi, agar dapat membandingkan dengan produktivitas standar yang ditetapkan oleh manajemen, mengukur tingkat perbaikan produktivitas dari waktu ke waktu, dan membandingkan dengan produktivitas industri yang sejenis yang menghasilkan produk serupa untuk memaksimalkan keterbatasan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan dengan tujuan mendapatkan hasil yang optimum. Oleh karena itu diperlukan suatu teknik pengukuran produktivitas sehingga dapat diketahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap

produktivitas. Pada tingkat sektoral dan nasional, produktivitas membantu mengevaluasi penampilan, perencanaan, pendapatan dan harga melalui identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi distribusi pendapatan sedangkan pada tingkat perusahaan pengukuran produktivitas digunakan sebagai sasaran manajemen yang menganalisa efisiensi produksi. Manfaat lain dari

2

pengukuran produktivitas terlihat pada penempatan perusahaan dalam menentukan sasaran yang nyata dan pertukaran informasi antar tenaga kerja dan manajemen secara periodik terhadap masalah-masalah yang saling berkaitan. Salah satu upaya yang perlu dilakukan oleh perusahaan adalah melaksanakan pengukuran produktivitas pada tingkat perusahaan agar tingkat produksi dapat menghasilkan produk dengan kualitas yang diinginkan dengan biaya yang serendah mungkin. Hal tersebut dapat diatasi dengan menghilangkan pemborosan (waste) yang terjadi. Pemahaman terhadap konsep produksi yang efektif dan efisien mutlak diperlukan oleh para manajer untuk menghadapi bisnis global, hal ini menjadi dasar didalam siklus produktivitas. CV. SAMI SEJATI adalah perusahaan yang bergerak dalam dibidang furniture yang mana memproduksi bermacam-macam jenis meubel, seperti meja, kursi, tempat tidur, dan almari (rak buku, dan pakaian). Pada saat ini CV. SAMI SEJATI mengalami tingkat produktivitas yang cenderung stabil, pertumbuhan yang terjadi lebih bersifat sementara tidak terus menerus. Suatu perusahaan dikatakan baik apabila perusahaan memperoleh manfaat yang maksimal dari pemanfaatan sumber daya yang ada. Dalam pelaksanaan dan peningkatan sumber daya, setiap perusahaan mempunyai cara tersendiri tetapi mempunyai tujuan yang sama yaitu menciptakan produktivitas yang maksimal. Supaya target yang ingin dicapai tidak mengalami penyimpangan dengan produktivitas aktual maka dicoba penerapan analisis produktivitas dengan

3

metode Marvin E. Mundel sebagai alat untuk menganalisa keberhasilan perusahaan CV. SAMI SEJATI, Jalan Raya Batealit KM. 6, Jepara. 1.2 PERUMUSAN MASALAH Berdasarkan uraian diatas maka penulis merumuskan permasalahan CV. SAMI SEJATI sebagai berikut, Bagaimana tingkat produktivitas perusahaan CV. SAMI SEJATI berdasar pada pemanfaatan sumber daya yang berhubungan dengan tenaga kerja, energi, bahan baku, dengan menggunakan metode Marvin E. Mundel. 1.3 BATASAN MASALAH Batasan masalah pada penulisan laporan ini terbatas pada : 1. Pengukuran produktivitas dilakukan di CV. SAMI SEJATI. 2. Periode pengukuran produktivitas selama dua tahun secara bulanan yaitu tahun 2006 sebagai tahun dasar dan 2007 sebagai periode yang diukur. 3. Jenis produk yang dianalisis adalah meja, kursi, tempat tidur, dan almari (rak buku, dan pakaian) 1.4 TUJUAN PENELITIAN 1. Mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pengukuran produktivitas pada perusahaan. 2. Mengetahui tingkat produktivitas pada perusahaan dengan menggunakan metode Marvin E. Mundel. 1.5 MANFAAT PENELITIAN 1. Mencegah terjadinya pemanfaatan sumber daya yang berlebihan dan tidak efektif sehingga biaya produk menjadi tinggi.

4

2. Sebagai masukan atau pertimbangan bagi perusahaan didalam mengambil suatu kebijakan dalam menggunakan sumber daya perusahaan. 1.6 SISTEMATIKA PENULISAN Dalam sistematika penulisan ini, penulis memberikan gambaran isi dari penyusunan laporan yang dapat diperinci sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini diuraikan tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan. BAB II LANDASAN TEORI Dalam bab ini berisi tentang teori-teori yang akan digunakan acuan pemecahan masalah. BAB III METODOLOGI PENELITIAN Dalam bab ini akan diuraikan tentang lokasi penelitian, data dan sumber data serta penerapan langkah pemecahan masalah. BAB IV PENGUMPULAN, PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA Dalam bab ini menguraikan tentang gambaran umum perusahaan, pengumpulan data input dan output perusahaan, pengolahan data, pengukuran produktivitas menggunakan metode Marvin E. Mundel, analisis hasil perhitungan. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Dalam bab ini berisi tentang kesimpulan atas semua yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, sedangkan saran-saran merupakan sub bab terakhir dalam penulisan bab ini.

1.7 TINJAUAN PUSTAKA Tabel 1.1 Tinjauan Pustaka
NO 1 NAMA Afif Setyoraharjo JUDUL ANALISIS PRODUKTIVITAS MESIN PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN ANGKA INDEKS MODEL MARVIN E. MUNDEL PADA PT. SUKUNTEX, KUDUS PENERAPAN METODE MARVIN E. MUNDEL UNTUK PENGUKURAN PRODUKTIVITAS PADA PT. SICI MULTI INDOMARMER TAHUN 2004 METODE Marvin E. Mundel HASIL Tingkat produktivitas dari mesin produksi ini dapat dilihat pada bulan September, Oktober, November, dan Desember tahun 2002 lebih meningkat dibanding dengan tahun 2001. Tetapi juga dapat dilihat bahwa di tahun 2002 terjadi penurunan tingkat produktivitas padabulan Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, dan Agustus.

2

Aji Yuliono

2006

Marvin E. Mundel

Setelah dilakukan perhitungan dapat diketahui untuk total RIP periode dasar (2003) sebesar Rp.918.895.639 sedangkan untuk total RIP periode yang diukur (2004) sebesar Rp.1.033.010.832. Untuk total AOP periode dasar (2003) sebesar Rp.42.837.534.726 sedangkan untuk total AOP periode yang diukur (2004) sebesar Rp.44.435.739.621

6

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Produktivitas Pengertian produktivitas dapat berbeda untuk tiap-tiap negara tergantung pada potensi dan kelemahan yang ada, serta perbedaan aspirasi jangka pendek dan jangka panjang, tetapi mempunyai kasamaan pada aplikasi dibidang industri, pendidikan, jasa-jasa pelayanan dan sarana masyarakat, komunikasi dan informasi, secara garis besar produktivitas adalah rasio apa yang dihasilkan (output) dengan apa yang dimasukkan (input). Menurut Sinungan (1997:12) secara umum produktivitas diartikan sebagai hubungan antara hasil nyata maupun fisik (barang atau jasa) dengan masukan yang sebenarnya. Produktivitas pada hakikatnya adalah keinginan dan upaya manusia untuk selalu meningkatkan kualitas di segala bidang (Yamit, 1996:34). Pengertian produktivitas tidak terlepas dari kualitas, teknologi, rasio output, dan hal-hal lain dari manajemen operasi. Menurut Meredith dan Gibbs (1987:319) terdapat definisi umum dari produktivitas seperti produktivitas tenaga kerja, produktivitas modal, produktivitas faktor total, dan lain sebagainya. Di mana output dan input yang relevan diukur, yang sering menjadi masalah dalam pengukuran adalah output yang ada tidak selalu tetap. Dengan perubahan teknologi yang semakin cepat

7

mengakibatkan perbandingan output hampir meliputi seluruh cakupan yang ada. Sedangkan menurut Berg mendefinisikan produktivitas sebagai

perbandingan antara totalitas pengeluaran pada waktu tertentu dengan totalitas masukan selama periode tersebut. Produktivitas adalah mencapai tingkat (level) tertinggi dari unjuk kerja dengan pemakaian dari sumber daya yang minim (Ravianto, 1986:17). Produktivitas mempengaruhi sistem sosial teknik berkembang menjadi lebih bermanfaat dimana produktivitas seharusnya dapat diikuti dengan peningkatan semua cakupan operasi yang ada (Meredith dan Gibbs, 1987:318). Menurut Summanth total produktivitas adalah perbandingan output tangible dengan input tangible. Sedangkan menurut Paul Mali definisi produktivitas adalah ukuran seberapa irit sumber daya yang digunakan bersama di dalam organisasi untuk memperoleh sekumpulan hasil-hasil. Peningkatan produktivitas

merupakan upaya memajukan ekonomi dan mengumpulkan laba (Schroeder, 1989:662). Beberapa pengertian tentang produktivitas yang lain dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), pada dasarnya bahwa produktivitas adalah output dibagi dengan elemen produksi yang dimanfaatkan.

8

2. International

Labour

Organization

(ILO),

produktivitas

adalah

perbandingan antara elemen-elemen produksi dengan yang dihasilkan. Eleman-elemen tersebut berupa tanah, tenaga kerja, modal dan organisasi. 3. European Productivity Agency (EPA), produktivitas adalah tingkat efektivitas pemanfaatan setiap elemen produktivitas. 4. National Productivity Board Singapore, produktivitas adalah sikap mental yang mempunyai semangat untuk berkerja keras dan ingin memiliki kebiasaan untuk melakukan peningkatan perbaikan. 5. Dewan Produktivitas Nasional (DPN) 1983 mendefinisikan sebagai berikut: a. Produktivitas pada dasarnya adalah suatu sikap mental yang selalu mempunyai pandangan bahwa mutu kehidupan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini. b. Secara umum produktivitas mengandung pengertian perbandingan antara hasil yang dicapai dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan. 6. Doktrin pada Konferensi Oslo 1984 Produktivitas adalah suatu konsep yang universal yang bertujuan untuk menyediakan lebih banyak barang dan jasa untuk lebih banyak manusia,dengan menggunakan sumber-sumber riil yang makin sedikit. Produktivitas merupakan interaksi terpadu dari investasi (iptek dan riset), manajemen dan tenaga kerja.

9

2.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas secara umum diantaranya adalah sebagai berikut (Reksohadiprojo, 1989:14): 1. Faktor tenaga kerja Tenaga kerja dalam produktivitas merupakan faktor yang sangat penting, karena dengan tenaga kerja yang terdidik lebih sehat dan lebih bergizi dan berketrampilan akan meningkatkan semangat untuk bekerja. 2. Faktor energi Energi juga berpengaruh terhadap pencapaian produktivitas dalam perusahaan, karena dengan adanya energi yang tersedia dan juga mudah dalam perolehannya maka perusahaan akan lebih cepat memproduksi barang yang akan diproduksi. 3. Faktor modal Modal merupakan faktor dominan dalam pencapaian sasaran produktivitas yaitu berupa investasi awal seperti mesin, gedung, peralatan serta bahan baku. 4. Faktor metode atau proses Metode berpengaruh pada perencanaan tata ruang tugas dan produksi serta pengawasan produksi. 5. Faktor lingkungan baik internal maupun ekternal Faktor meliputi organisasi dan system manajemen, kondisi kerja, kondisi ekonomi dan perdagangan serta sosial dan politk.

10

2.3 Jenis-jenis Produktivitas Dengan membandingkan jumlah serta jenis masukan dan keluaran yang dilibatkan, jenis produktivitas menurut David J. Summanth (1985:7) dibedakan sebagai berikut: 1. Produktivitas Parsial Merupakan perbandingan antara keluaran dengan salah satu faktor masukan. Misal produktivitas tenaga kerja adalah perbandingan antara keluaran dengan masukan tenaga kerja. 2. Produktivitas Faktor Total Merupakan perbandingan antara keluaran bersih dengan masukan tenaga kerja dan masukan kapital, di mana keluaran bersih adalah keluaran total dikurangi jumlah nilai barang dan jasa yang dibeli. 3. Produktivitas Total Merupakan perbandingan antara keluaran total terhadap masukan total. Berdasarkan definisi ini tampak bahwa pengukuran produktivitas total merefleksikan dampak penggunaan semua input secara bersama dalam menghasilkan suatu output.

2.4 Siklus Produktivitas Dalam konsep ini secara garis besar terdiri dari empat tahapan yang disingkat MEPI yaitu pengukuran (measurement), pengevaluasian (evaluation),

11

perencanaan (planning) dan peningkatan (improvement), dalam siklus produktivitas menurut Summanth (1985:48) adalah sebagai berikut: 1. Pengukuran Produktivitas (Productivity Measurement) Mempunyai pengertian suatu proses untuk mengukur produktivitas suatu unit operasional atau suatu perusahaan. 2. Pengevaluasian Produktivitas (Productivity Evaluation) Mempunyai pengertian untuk membandingkan produktivitas total suatu unit operasional atau suatu perusahaan. 3. Perencanaan Produktivitas (Productivity Planning) Mempunyai pengertian suatu proses yang menyangkut pendekatan ilmiah untuk merencanakan target tingkat produktivitas total pada suatu unit operasi atau perusahaan. 4. Peningkatan Produktivitas (Productivity Improvement) Mempunyai pengertian suatu proses untuk meningkatkan produktivitas dengan pencapaian target yang ditetapkan selama tahap perencanaan dari siklus produktivitas. Secara garis besar siklus prodktivitas dapat digambarkan pada gambar yang terlihat di bawah ini:

12

Pengukuran (Measurement)

Peningkatan (Improvement)

Evaluasi (Evaluation)

Perencanaan (Planning) Gambar 2.1.Siklus produktivitas

2.5 Kriteria Pengukuran Produktivitas Kriteria-kriteria pengukuran produktivitas meliputi beberapa hal sebagai berikut: 1. Keabsahan (Validitas) Adalah ukuran yang secara tepat menggambarkan perubahan dari masukan menjadi keluaran dalam proses produksi yang sebenarnya. 2. Kelengkapan (Completeness) Menunjukkan bahwa ketelitian seluruh keluaran atau hasil yang diperoleh dan masukan atau sumber yang digunakan dapat diukur dan termasuk dalam perbandingan produktivitas yang digunakan. 3. Dapat dibandingkan (Comparability) Pentingnya pengukuran produktivitas terletak pada kemampuannya untuk dapat dibandingkan antara periode, dengan tujuan atau dengan standar

13

sehingga dapat dilihat apabila ada penggunaan sumber lebih efisien atau tidak dalam mencapai hasil. 4. Ketermasukan (Inclusiveness) Pengukuran produktivitas menyatukan semua kegiatan dalam fungsi fungsi organisasi, memberikan inspirasi pada manajer. 5. Tepat Waktu (Timeliness) Dimaksudkan sebagai alat yang efektif bagi manajemen, sehingga harus dikomunikasikan pada setiap manajer yang bertanggung jawab pada bidangnya dalam waktu yang secepat-cepatnya tetapi masih dalam batasbatas yang masih praktis dilakukan. 6. Keefektifan Ongkos (Cost Effectivity) Pengukuran produktivitas haruslah dilakukan dengan melibatkan ongkosongkos yang berhubungan, baik yang langsung maupun tidak langsung.

2.6 Teknik Pengukuran Produktivitas Dengan Metode Marvin E. Mundel Marvin E. Mundel (1978) memperkenalkan penggunaan angka indeks produktivitas pada tingkat perusahaan berdasarkan dua bentuk pengukuran, yaitu :
IP = {( AOMP / RIMP) / ( AOBP / RIBP)}× 100 ........................................ 2.1 IP = {( AOMP / AOBP) / (RIMP / RIBP)}× 100 ......................................... 2.2

14

Dimana : IP AOMP AOBP RIMP RIBP Dari = indeks produktivitas = output agregat untuk periode yang diukur = output agregat untuk periode dasar = input resource untuk periode yang diukur = input resource untuk periode dasar. dua bentuk pengukuran indeks produktivitas yang

dikemukakan oleh Marvin E. Mundel, tampak bahwa pada dasarnya kedua bentuk pengukuran itu serupa, sehingga kita dapat menggunakan salah satu dalam penerapan pengukuran produktivitas pada tingkat perusahaan.
IP = {( AOMP / RIMP) / ( AOBP / RIBP)}× 100 ......................................... 2.3

IP = {(Indeks Performansi Periode Pengukuran / Indeks Performansi Periode Dasar)}×100................................................................... 2.4
IP = {( AOMP / AOBP) / [(RIMP / RIBP)]}× 100 ...................................... 2.5

IP = {(Indeks output / Indeks input)}×100............................................... 2.6 (Gaspersz, 1998 : 39) Pada dasarnya model Mundel merupakan suatu model pengukuran produktivitas yang berdasarkan pada konsep-konsep dalam ilmu teknik dan manajemen industri. Model ini mensyaratkan bahwa perusahaan yamg akan diukur produktivitsnya itu mempunyai waktu-waktu standar untuk operasi (operation time standart), suatu persyaratan yang masih sulit dipenuhi oleh

15

kebanyakan perusahaan industri di Indonesia yang masih bersifat tradisional. Marvin E. Mundel mendefinisikan produktivitas sebagai rasio antara nilai barang hasil produksi dan biaya produksi, yang dibandingkan dengan rasio serupa untuk periode basis atau referensi. Ada 7 unsur pokok algoritma yang digunakan dalam perhitungan yaitu : 1. Input Sumber Parsial Kapital (RIP/1) Input kapital (modal) yang dimaksud adalah biaya depresiasi perjam yang dikeluarkan perusahaan berkenaan dengan perolehan asli (original cost) dari suatu aktiva tetap (fasilitas atau alat

produksi/mesin) yang dimiliki perusahaan.
Depresiasi /jam =

Harga perolehan asli − Nilai Residu ............................ 2.7 Umur ekonomis × Jam tersedia / th

Biaya tetap/jam =

Harga perolehan asli − Depresiasi / jam ..................... 2.8 Jam tersedia / th

RIP / 1 / b = X / 1 / b × $ / 1 + X / 2 / b × $ / 2... + X / N / b × $ / N ..................... 2.9

Keterangan : b RIP/1/b X/1/b $/1 X/2/b = Base Year/ periode dasar = Input sumber parsial capital periode dasar = Input yang ke-1 periode dasar = Biaya input yang ke-1 periode dasar = Input yang ke-2 periode dasar

16

$/2 X/N/b $/N

= Biaya input yang ke-2 periode dasar = Input yang ke-n periode dasar = Biaya input yang ke-n periode dasar

RIP / 1 / m = X / 1 / m × $ / 1 + X / 2 / m × $ / 2... + X / N / m × $ / N ................. 2.10

Keterangan : m RIP/1/m X/1/m $/1 X/2/m $/2 X/N/m $/N = Measured Year/ periode yang diukur = Input sumber parsial capital periode yang diukur = Input yang ke-1 periode yang diukur = Biaya input yang ke-1 periode yang diukur = Input yang ke-2 periode yang diukur = Biaya input yang ke-2 periode yang diukur = Input yang ke-n periode yang diukur = Biaya input yang ke-n periode yang diukur 2. Input Sumber Parsial Energi, Peralatan dan Perawatan Serta Tenaga Kerja Langsung (RIP/2) a). Biaya energi listrik Biaya energi listrik/jam = b). Biaya perawatan
⎛ 0.75 × N C ⎞ 1. Biaya pelumas / jam = ⎜ + ⎟ × X 1 ................................ 2.12 t ⎠ ⎝ 195.5 Beban listrik / mesin × Biaya / kWH ........... 2.11 Jam tersedia / periode

Keterangan :

17

X1 N C T

= Harga minyak pelumas (Rp/liter) = Daya Output Mesin (engine)(HP) = Capasitas Carter Oil = 0.15 x N (liter) = Periode penggatian Oil Carter (jam)

2. Biaya Grease / jam = 0.3 × 10 −4 × N × X 2 ...................................... 2.13 Keterangan : X2 N = Harga Grease (Rp/Kg) = Daya Output Mesin (engine)(HP)

3. Biaya perawatan total/jam = Biaya Pelumas/jam + Biaya Grease/jam ........................ 2.14 4. Biaya Perawatan Total = Jam kerja tersedia x biaya perawatan total/jam ..........................................2.15 c). Biaya Tenaga Kerja Langsung Komponen-komponen biaya tenaga kerja langsung terdiri dari : 1. Gaji atau upah pokok
Biaya gaji pokok / periode =

∑ Naker / periode × ∑ waktu / periode × gaji / periode waktu ............. 2.16
2. Bonus, jaminan makan dan transportasi, Asuransi Tenaga Kerja (ASTEK) Biaya tenaga kerja total merupakan penjumlahan biaya komponenkomponen tenaga kerja tersebut di atas.

RIP / 2 / b = $ E / b + $T / b + $ L / b ......................................................... 2.17

18

Keterangan : b RIP/2/b = Base Year/periode dasar = Input sumber parsial energi, peralatan, perawatan dan tenaga kerja langsung periode dasar $E/b $T/b $L/b = Total biaya energi periode dasar = Total biaya peralatan dan perawatan periode dasar = Total biaya tenaga kerja periode dasar
H /m ........................................ 2.18 H /b

RIP / 2 / m = $ E / m + $T / m + $ L / m ×
Keterangan : m RIP/2/m

= Measured Year/ periode yang diukur = Input sumber parsial energi, peralatan, perawatan dan tenaga kerja langsung periode yang diukur

$E/m $T/m

= Total biaya energi periode yang diukur = Total biaya peralatan dan perawatan periode yang diukur

$L/m H/m H/b

= Total biaya tenaga kerja periode yang diukur = Jam tersedia untuk tahun/periode yang diukur = Jam tersedia untuk tahun/periode dasar

3. Input Sumber Parsial Tenaga Kerja Tak Langsung (RIP/3)

RIP / 3 / b = $ Biaya aktual ; jumlahnila i $ semua kategori / b ......................2.19

19

RIP / 3 / m = HA / M / mxHR / M / b + HA / S / mxHR / S / b... + HA / Z / mxHR / Z / b

...........................2.20 Keterangan : B m RIP/3/b = Base Year/periode dasar = Measured Year/periode yang diukur = Input sumber parsial tenaga kerja tak langsung periode dasar RIP/3/m = Input sumber parsial tenaga kerja tak langsung periode yang diukur HA/M/m = Aktual jam yang dibayar kategori ke-1 periode yang diukur HR/M/b HA/S/m = Tingkat per jam kategori ke-1 periode dasar = Aktual jam yang dibayar kategori ke-2 periode yang diukur HR/S/b HA/Z/m = Tingkat per jam kategori ke-2 periode dasar = Aktual jam yang di bayar kategori ke-n periode yang diukur HR/Z/b = Tingkat per jam kategori ke-n periode dasar

4. Output Parsial Pengembalian Langsung Modal (AOP/1) Merupakan hasil yang diperoleh secara langsung apabila

memproduksi sejumlah output dari pengoperasian fasilitas atau mesin dengan

20

harga pengorbanan perusahaan untuk penanaman modal (fixed cost) untuk mesin dan biaya pengoperasiannya yaitu biaya listrik dan biaya perawatan.
AOP / 1 / b = Kuantitas Unit Produksi × Waktu Siklus / Unit Mesin × Biaya Total / Jam

........................... 2.21 Keterangan : B AOP/1/b = Base Year/periode dasar = Output parsial pengembalian langsung modal periode dasar.

5. Output Parsial Pengembalian Tenaga Kerja Langsung (AOP/2) Merupakan hasil yang diperoleh secara langsung apabila

memproduksi sejumlah output berkenaan dengan biaya yang dikeluarkan perusahaan karena pemakaian jasa tenaga kerja langsung.
AOP/2/b = Kuantitas Unit Produksi x Waktu Siklus / Unit Mesin x Tingkat Biaya Naker Langsung / Unit ...................................................................... 2.22

Keterangan : b AOP/2/b = Base Year/periode dasar = Output parsial pengembalian naker lansung period dasar

Perhitungan keluaran (output) agregat AOP/1 dan AOP/2, berdasarkan atas waktu standar untuk memproduksi 1 unit produk dan biaya investasi mesin termasuk biaya tambahannya yaitu biaya perawatan dan listrik tiap mesin, biaya tenaga kerja langsung serta kapasitas produksi tiap periode, sehingga di dapatkan biaya pengembalian langsung (recovery cost) untuk

21

pemanfaatan investasi, energi, perawatan dan tenaga kerja langsung di dalam proses konversi bahan baku menjadi produk. 6. Output Parsial Pengembalian Tenaga Kerja Tidak Langsung (AOP/3) Merupakan hasil yang diperoleh apabila memproduksi sejumlah output berkenaan dengan biaya yang lelah dikeluarkan karena pemakaian jasa tenaga kerja tidak langsung yang jasanya tidak secara langsung diberikan pada aktivitas proses produksi. Perhitungan AOP/3 dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

AOP / 3 / m =

AOP / 1 / m + AOP / 2 / m × RIP / 3 / b .....................................2.23 AOP / 1 / b + AOP / 2 / b

AOP / 3 / b = RIP / 3 / b ................................................................................. 2.24
Keterangan: b m AOP/3/b = Base Year/periode dasar = Measured Year/periode yang diukur = Output parsial pengembalian naker tidak langsung periode dasar AOP/3/m = Output parsial pengembalian naker tidak langsung periode yang diukur AOP/1/m = Output parsial pengembalian langsung modal periode yang diukur AOP/1/b = Output parsial pengembalian langsung modal periode dasar

22

AOP/2/m

= Output parsial pengembalian naker langsung periode yang diukur

AOP/2/b

= Output parsial pengembalian naker langsung periode dasar

RIP/3/b

= Input sumber parsial naker tidak langsung periode dasar

7. Perhitungan Indeks Produktivitas

AO / m = AOP / 1 / m + AOP / 2 / m + AOP / 3 / m ........................................2.25 RI / m = RIP / 1 / m + RIP / 2 / m + RIP / 3 / m ...............................................2.26 AO / b = AOP / 1 / b + AOP / 2 / b + AOP / 3 / b ............................................2.27 RI / b = RIP / 1 / b + RIP / 2 / b + RIP / 3 / b ...................................................2.28
Indeks Produktivi tas =

( AO / m / RI / m ) .....................................................2.29 ( AO / b / RI / b )
Indeks performans i periode pengukuran ............. 2.30 Indeks performans i periode dasar Indeks Output ........................................................ 2.31 Indeks Input

Indeks Produktivi tas =

Indeks Produktivi tas =

(Suhartono, 2002 : 616)

23

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.1 OBYEK PENELITIAN Sebagai obyek dalam pelaksanaan penelitian ini adalah di CV. SAMI SEJATI, yang lokasinya di Jalan Raya Batealit KM. 6, Jepara, Jawa Tengah. Pabrik ini adalah pabrik furniture dimana beroperasi untuk memproduksi berbagai macam produk meubel.

3.2 SUMBER DATA Salah satu langkah awal yang dilakukan penulis dalam menyusun laporan penelitian ini adalah mengumpulkan data dari perusahaan yang akan diteliti, dikarenakan data tersebut merupakan salah satu unsur yang sangat penting sebagai masukan (input) dalam melakukan pengolahan data dan pembahasan dalam laporan ini. Data yang diperlukan dalam penyusunan tugas akhir ini adalah data primer dan data sekunder. Berdasarkan sumber data-data yang nantinya akan digunakan dalam penyusunan adalah sebagai berikut: 3.2.1 Data Primer Yaitu data yang diperoleh langsung melalui pengamatan dan pencatatan yang dilakukan di CV. SAMI SEJATI. Data untuk penyusunan laporan penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut:

24

a. Data fasilitas mesin dan spesifikasinya. b. Data kegiatan perawatan. c. Data tenaga kerja. d. Data daya mesin. e. Data waktu siklus. f. Data kuantitas unit produksi tahun 2006 dan 2007. g. Data jam kerja mesin. 3.2.2 Data Sekunder Yaitu data pelengkap yang sangat diperlukan dalam pemecahan masalah antara lain : a. Buku-buku literatur yang berhubungan dengan masalah-masalah yang dibahas b. Sejarah perusahaan

3.3 TEKNIK PENGUMPULAN DATA Pemgumpulan data dalam penulisan laporan ini dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1. Wawancara Yaitu metode pengumpulan data dengan jalan mengadakan wawancara secara langsung dengan bagian yang bersangkutan untuk memperoleh data yang diperlukan.

25

2. Pengamatan Yaitu metode pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara langsung pada obyek penelitian dengan mendapatkan data serta informasi yang dibutuhkan. 3. Dokumentasi Mencari data-data histeris atau data cetak lain perusahaan CV. SAMI SEJATI yang ada kaitannya dengan permasalahan yang dibahas. 4. Studi Pustaka Yaitu metode pengumpulan data dari buku-buku literatur yang berhubungan dengan masalah-masalah yang dibahas, juga untuk menunjang dalam penyelesaian permasalahan yang ada dengan membaca atau mempelajari pustaka sebagai landasan teori maupun sumber-sumber referensi lainya yang mendukung tujuan penelitian dalam menyelesaikan masalah.

3.4 PENGOLAHAN DATA DAN ANALISIS DATA Setelah penulis mendapatkan data yang lengkap, maka langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan terhadap data tersebut, sedangkan langkah-langkah perhitungan tersebut adalah sebagai berikut: 3.4.1 Input Sumber Parsial Kapital (RIP/1) Untuk menghitung Depresiasi/jam dapat melihat rumus no. 2.7 Untuk menghitung Biaya tetap/jam dapat melihat rumus no. 2.8 Untuk menghitung (RIP/1) dapat melihat rumus no. 2.9 dan no. 2.10

26

3.4.2 Input Sumber Parsial Energi, Peralatan dan Perawatan Serta Tenaga Kerja Langsung (RIP/2) a). Biaya energi listrik Untuk menghitung biaya energi listrik dapat melihat rumus no. 2.11 b). Biaya perawatan 1. Biaya pelumas/jam Untuk menghitung biaya pelumas/jam dapat melihat rumus no. 2.12 2. Biaya Grease (gemuk) Untuk menghitung biaya tersebut dapat melihat rumus no. 2.13 Untuk menghitung biaya perawatan total/jam dapat melihat rumus no. 2.14 Untuk menghitung biaya perawatan total dapat melihat rumus no. 2.15 c). Biaya Tenaga Kerja Langsung Komponen-komponen biaya tenaga kerja langsung terdiri dari : 1. Gaji atau upah pokok Untuk menghitung Biaya gaji pokok/periode dapat melihat rumus no. 2.16 2. Bonus, jaminan makan dan transportasi, Asuransi Tenaga Kerja (ASTEK)

27

Biaya tenaga kerja total merupakan penjumlahan biaya komponen-komponen tenaga kerja tersebut di atas. Untuk menghitung (RIP/2) dapat melihat rumus no. 2.17 dan no. 2.18 3.4.3 Input Sumber Parsial Tenaga Kerja Tak Langsung (RIP/3) Untuk menghitung (RIP/3) dapat melihat rumus no. 2.19 dan no. 2.20 3.4.4 Output Parsial Pengembalian Langsung Modal (AOP/1) Untuk menghitung (AOP/1) dapat melihat rumus no. 2.21 3.4.5 Output Parsial Pengembalian Tenaga Kerja Langsung (AOP/2) Untuk menghitung (AOP/2) dapat melihat rumus no. 2.22 3.4.6 Output Parsial Pengembalian Tenaga Kerja Tidak Langsung (AOP/3) Untuk menghitung (AOP/3) dapat melihat rumus no. 2.23 dan no. 2.24 3.4.7 Perhitungan Indeks Produktivitas Untuk menghitung Indeks Produktivitas dapat melihat rumus no. 2.31

28

3.5 Kerangka Pemecahan Masalah

Mulai

Studi Pendahuluan

Perumusan Masalah

-

Pengumpulan Data Data fasilitas dan spesifikasi mesin yang ada Data kegiatan perawatan Data tenaga kerja Data daya mesin Data waktu siklus Data kuantitas unit produksi tahun 2006-2007 Data jam kerja mesin

Pengolahan Data 1. Perhitungan RIP/1 2. Perhitungan RIP/2 3. Perhitungan RIP/3 4. Perhitungan AOP/1 5. Perhitungan AOP/2 6. Perhitungan AOP/3 7. Perhitungan Indeks Produktivitas

Analisis Data Analisis perhitungan Indeks Produktivitas Selesai

Gambar 3.1 Flow Chart Kerangka Pemecahan Masalah

BAB IV PENGUMPULAN, PENGOLAHAN DAN ANALISA DATA

4.1 Pengumpulan Data Salah satu langkah awal yang dilakukan penulis dalam menyusun laporan penelitian ini adalah mengumpulkan data dari perusahaan yang akan diteliti, dikarenakan data tersebut merupakan salah satu unsur yang sangat penting sebagai masukan (input) dalam melakukan pengolahan data dan pembahasan dalam laporan ini. Pada pengumpulan data, akan disajikan beberapa data yang dibutuhkan untuk menyelesaikan perhitungan menggunakan metode Marvin E. Mundel yang diambil langsung dari sumber utama. Berdasarkan sumber data-data yang nantinya akan digunakan dalam penyusunan adalah sebagai berikut: 4.1.1 Data Mesin dan Spesifikasi Mesin yang Ada Tabel 4.1 Data Mesin dan Spesifikasi Mesin yang Ada
Harga Perolehan Asli (Rp) 10.000.000 15.000.000 18.000.000 10.000.000 6.500.000 12.000.000 200.000.000 10.000.000 Umur Ekonomis (Tahun) 5 5 5 5 5 5 5 5 Jam Tersedia / Tahun (Jam) 2.114 2.114 2.114 2.114 2.114 2.114 2.114 2.114

No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Nama Mesin Jointer Planner Spindle Dowel Milling Chisel Compresor Sanding Table Saw

Nilai Residu (Rp) 2.000.000 3.000.000 3.600.000 2.000.000 1.300.000 2.400.000 40.000.000 2.000.000

Sumber : CV. SAMI SEJATI dan Perhitungan

29

30

Perhitungan nilai residu, jam tersedia dapat dilihat pada lampiran 2 Keterangan : Tahun 2006 Tahun 2007 1 Hari kerja 1 Hari kerja Jam tersedia/tahun = 302 hari kerja = 302 hari kerja = 7 jam = 1 shift kerja = 2.114 jam/tahun

4.1.2 Data Mesin dan Jumlah Tabel 4.2 Data Mesin dan Jumlahnya
No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Nama Mesin Jointer Planner Spindle Dowel Milling Chisel Compresor Sanding Table Saw Jumlah Mesin ( Unit ) 2 1 1 1 1 2 1 1 Jam Tersedia ( jam / Th ) 2.114 2.114 2.114 2.114 2.114 2.114 2.114 2.114 Total Jam Tersedia ( Jam / Th ) 4.228 2.114 2.114 2.114 2.114 4.228 2.114 2.114

Sumber : SAMI SEJATI dan Perhitungan

4.1.3 Data Daya Mesin Tabel 4.3 Data Daya Mesin
No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Nama Mesin Jointer Planner Spindle Dowel Milling Chisel Compressor Sanding Table Saw Daya Mesin (Hp) 3 3 3 3 1 0,5 3 2 Daya Mesin (Kwh) 2,238 2,238 2,238 2,238 0,746 0,373 2,238 1,492

Sumber : CV.SAMI SEJATI dan Perhitungan

31

Keterangan : 1Hp = 0,746 kwh

4.1.4 Data Jam Kerja Mesin Tabel 4.4 Data Jam Kerja Mesin
Jam Kerja Mesin ( jam ) 2.072 2.050 2.072 2.093 2.072 2.093 2.093 2.050 Jumlah Mesin ( Unit ) 2 1 1 1 1 2 1 1 Total Jam Kerja Mesin ( Jam ) 4.144 2.050 2.072 2.093 2.072 4.186 2.093 2.050

No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Nama Mesin Jointer Planner Spindle Dowel Milling Chisel Compressor Sanding Table Saw

Sumber : CV.SAMI SEJATI dan Perhitungan

Perhitungan jam kerja mesin dapat dilihat pada lampiran 3 4.1.5 Data Beban Listrik per Mesin dan Tarif Biaya / kwh Tabel 4.5 Data Beban Listrik per Mesin dan Tarif Biaya/kwh
No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Nama Mesin Jointer Planner Spindle Dowel Milling Chisel Compressor Sanding Table Saw Daya Mesin (HP) 3 3 3 3 1 0,5 3 2 Beban listrik/ Mesin (Kwh) 4.637 4.588 4.637 4.684 1.546 781 4.684 3.059 Tarif biaya/ Kwh (Rp) 439 439 439 439 439 439 439 439

Sumber : CV.SAMI SEJATI dan Perhitungan

Perhitungan beban listrik dapat dilihat pada lampiran 4

32

4.1.6 Data Perawatan Mesin Tabel 4.6 Data Perawatan Mesin
No 1. 2. Fasilitas Perawatan Minyak Pelumas Grease Harga ( Rp ) 18.000/ltr 21.000/kg Periode Penggantian ( jam ) 624 8

Sumber : CV.SAMI SEJATI dan Perhitungan

4.1.7 Data Tenaga Kerja Langsung dan Pendapatannya Tahun 2006 dan Tahun 2007 Tabel 4.7 Data Tenaga Kerja Langsung dan Pendapatannya Tahun 2006 dan Tahun 2007
No Jml. Tenaga Kerja Jml. Waktu Periode 7 jam / hari 302 hari / th Jml. Gaji / hari Rp. 30.000 / hari,Jml. Gaji / jam Rp. 4285 /jam,-

1

64 orang

Sumber : CV. SAMI SEJATI dan Perhitungan

4.1.8 Data Tenaga Kerja Tak Langsung dan Spesifikasinya Tabel 4.8 Data Tenaga Kerja Tak Langsung dan Spesifikasinya tahun 2006
Tenaga Kerja Tak Langsung Marketing Personalia Kabag. produksi Maintenance Staff Keamanan Umum dan kebersihan Jumlah Tenaga Kerja (Orang) 2 2 1 2 4 2 2 Gaji perbulan ( Rp ) 1.200.000 1.200.000 1.500.000 1.500.000 925.000 850.000 625.000 Gaji perjam ( Rp ) 6.812 6.812 8.515 8.515 5.251 4.825 3.548 Jam kerja pertahun ( jam ) 2.114 2.114 2.114 2.114 2.114 2.114 2.114 Gaji pertahun ( Rp ) 28.800.000 28.800.000 18.000.000 36.000.000 44.400.000 20.400.000 15.000.000

No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Sumber : CV.SAMI SEJATI dan Perhitungan

Keterangan : Gaji perjam =

Gaji pertahun jam kerja pertahun

33

Pendapatan pertahun = gaji perjam × jam kerja pertahun 4.1.9 Data Tenaga Kerja Tak Langsung dan Spesifikasinya Tabel 4.9 Data Tenaga Kerja Tak Langsung dan Spesifikasinya Tahun 2007
Tenaga Kerja Tak Langsung Marketing Personalia Kabag. produksi Maintenance Staff Keamanan Umum dan kebersihan Jumlah Tenaga Kerja (Orang) 2 2 1 2 4 2 2 Gaji perbulan ( Rp ) 1.200.000 1.200.000 1.500.000 1.500.000 925.000 850.000 625.000 Gaji perjam ( Rp ) 6.812 6.812 8.515 8.515 5.251 4.825 3.548 Jam kerja pertahun ( jam ) 2.114 2.114 2.114 2.114 2.114 2.114 2.114 Gaji pertahun ( Rp ) 28.800.000 28.800.000 18.000.000 36.000.000 44.400.000 20.400.000 15.000.000

No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Sumber : CV. SAMI SEJATI dan Perhitungan

Keterangan : Gaji perjam Pedapatan pertahun =

Gaji pertahun jam kerja pertahun

= gaji perjam × jam kerja pertahun

4.1.10 Data Waktu Standar, Biaya Total, Gaji Tenaga Kerja Langsung Tahun 2006 Tabel 4.10 Data Waktu Standar, Biaya Total, Gaji Tenaga Kerja Langsung Tahun 2006
No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Nama Fasilitas Jointer Planner Spindle Dowel Milling Chisel Compressor Sanding Table Saw Unit yang Digunakan 2 1 1 1 1 2 1 1 Waktu Standar/m3 (Jam/ m3) 0,0523 0,0580 0,0671 0,0458 0,0074 0,0202 0,0406 0,0295 Biaya Gaji Tenaga Total/Jam Kerja Langsung (Rp/Jam) (Rp/Jam) 4285 5.175 4285 7.152 4285 8.355 4285 5.185 4285 2.983 4285 4.970 4285 80.682 4285 4.715

Perhitungan waktu standar dapat dilihat pada lampiran 5

34

Keterangan : a. Biaya Total : Biaya Tetap/Jam + Biaya Listrik/Jam + Biaya Perawatan/Jam

b. Waktu Standar : Waktu untuk memproduksi 1 unit produk 4.1.11 Data Waktu Standar, Biaya Total, Gaji Tenaga Kerja Langsung Tahun 2007 Tabel 4.11 Data Waktu Standar, Biaya Total, Gaji Tenaga Kerja Langsung (Tahun 2007)
No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Nama Fasilitas Jointer Planner Spindle Dowel Milling Chisel Compressor Sanding Table Saw Unit yang Digunakan 2 1 1 1 1 2 1 1 Waktu Standar/ m3 (Jam/ m3) 0,0523 0,0580 0,0671 0,0458 0,0074 0,0202 0,0406 0,0295 Biaya Total/Jam (Rp/Jam) 5.175 7.152 8.355 5.185 2.983 4.970 80.682 4.715 Gaji Naker Langsung (Rp/Jam) 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285

Perhitungan waktu standar dapat dilihat pada lampiran 6 Keterangan : a. Biaya Total : Biaya Tetap/Jam + Biaya Listrik/Jam + Biaya Perawatan/Jam

b. Waktu Standar : Waktu untuk memproduksi 1 unit produk

35

4.1.12 Data Kuantitas Unit Produksi Tahun 2006 dan Tahun 2007 Tabel 4.12 Data Kuantitas Unit Produksi Tahun 2006 dan Tahun 2007
Th 2006 Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Total
Sumber : CV. SAMI SEJATI

Th 2007 Jumlah (m3) 32,4 33,2 43,3 40 44 30,2 64,2 30,9 12,4 59,1 36,9 46,9 473,5 Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Total Jumlah (m3) 59,3 53,8 27,6 29,9 48,4 34 59,1 76,8 42,4 50,7 61,1 42,4 585,5

4.2. Pengolahan Data 4.2.1 Perhitungan Input Sumber Parsial Kapital (RIP/1)

RIP / 1 / b = ( X / 1 / b × $ / 1) + ( X / 2 / b × $ / 2) + ... ( X / N / b × $ / N )

RIP / 1 / m = ( X / 1 / m × $ / 1) + ( X / 2 / m × $ / 2) + ...( X / N / m × $ / N )
4.2.1.1 Perhitungan Depresiasi per Jam 1. Mesin Jointer

Depresiasi / Jam =

Harga perolehan asli − Nilai Residu Umur Ekonomis × Jam tersedia / th

=

10.000.000 − 2.000.000 5 × 2.114

36

=

8.000.000 10.570

= 756,85 = 757 Rupiah / Jam 2. Mesin Planner
Depresiasi / Jam = Harga perolehan asli − Nilai Residu Umur Ekonomis × Jam tersedia / th

=

15.000.000 − 3.000.000 5 × 2.114

=

12.000.000 10.570

= 1.135,28 = 1.135 Rupiah / Jam 3. Mesin Spindle

Depresiasi / Jam =

Harga perolehan asli − Nilai Residu Umur Ekonomis × Jam tersedia / th

=

18.000.000 − 3.600.000 5 × 2.114 14.400.000 10.570

=

= 1.362,34 = 1.362 Rupiah / Jam 4. Mesin Dowel Milling

Depresiasi / Jam =

Harga perolehan asli − Nilai Residu Umur Ekonomis × Jam tersedia / th

37

=

10.000.000 − 2.000.000 5 × 2.114 8.000.000 10.570

=

= 756,85 = 757 Rupiah / Jam 5. Mesin Chisel
Depresiasi / Jam =

Harga perolehan asli − Nilai Residu Umur Ekonomis × Jam tersedia / th

=

6.500.000 − 1.300.000 5 × 2.114 5.200.000 10.570

=

= 491,95 = 492 Rupiah / Jam 6. Compressor Depresiasi / Jam = Harga perolehan asli − Nilai Residu Umur Ekonomis × Jam tersedia / th

=

12.000.000 − 2.400.000 5 × 2.114 9.600.000 10.570

=

= 908,23 = 908 Rupiah / Jam

38

7. Mesin Sanding

Depresiasi / Jam =

Harga perolehan asli − Nilai Residu Umur Ekonomis × Jam tersedia / th

=

200.000.000 − 40.000.000 5 × 2.114 160.000.000 10.570

=

= 15.137,18 = 15.137 Rupiah / Jam 8. Mesin Table Saw

Depresiasi / Jam =

Harga perolehan asli − Nilai Residu Umur Ekonomis × Jam tersedia / th

=

10.000.000 − 2.000.000 5 × 2.114 8.000.000 10.570

=

= 756,85 = 757 Rupiah / Jam 4.2.1.2 Perhitungan Biaya Tetap per Jam 1. Mesin Jointer
⎛ Harga perolehan asli ⎞ Biaya Tetap / Jam = ⎜ ⎟ ⎜ Jam tersedia / th ⎟ − Depresiasi / Jam ⎠ ⎝

⎛ 10.000.000 ⎞ =⎜ ⎟ − 757 ⎝ 2.114 ⎠

39

= 3.973,36 = 3.973 Rupiah / Jam 2. Mesin Planner ⎛ Harga perolehan asli ⎞ ⎟ Biaya Tetap / Jam = ⎜ ⎜ Jam tersedia / th ⎟ − Depresiasi / Jam ⎠ ⎝

⎛ 15.000.000 ⎞ =⎜ ⎟ − 1.135 ⎝ 2.114 ⎠ = 5.960,55 = 5.960 Rupiah / Jam 3. Mesin Spindle
⎛ Harga perolehan asli ⎞ Biaya Tetap / Jam = ⎜ ⎟ ⎜ Jam tersedia / th ⎟ − Depresiasi / Jam ⎠ ⎝ ⎛ 18.000.000 ⎞ =⎜ ⎟ − 1.362 ⎝ 2.114 ⎠ = 7.152,66 = 7.153 Rupiah / Jam 4. Mesin Dowel Milling ⎛ Harga perolehan asli ⎞ Biaya Tetap / Jam = ⎜ ⎟ ⎜ Jam tersedia / th ⎟ − Depresiasi / Jam ⎠ ⎝ ⎛ 10.000.000 ⎞ =⎜ ⎟ − 757 ⎝ 2.114 ⎠ = 3.973,36 = 3.973 Rupiah / Jam

40

5. Mesin Chisel ⎛ Harga perolehan asli ⎞ Biaya Tetap / Jam = ⎜ ⎟ ⎜ Jam tersedia / th ⎟ − Depresiasi / Jam ⎠ ⎝ ⎛ 6.500.000 ⎞ =⎜ ⎟ − 492 ⎝ 2.114 ⎠ = 2.582,73 = 2.583 6. Compressor ⎛ Harga perolehan asli ⎞ Biaya Tetap / Jam = ⎜ ⎟ ⎜ Jam tersedia / th ⎟ − Depresiasi / Jam ⎠ ⎝ ⎛ 12.000.000 ⎞ =⎜ ⎟ − 908 ⎝ 2.114 ⎠ = 4.768,44 = 4.768 Rupiah / Jam 7. Mesin Sanding ⎛ Harga perolehan asli ⎞ Biaya Tetap / Jam = ⎜ ⎟ ⎜ Jam tersedia / th ⎟ − Depresiasi / Jam ⎠ ⎝ ⎛ 200.000.000 ⎞ =⎜ ⎟ − 15.137 2.114 ⎝ ⎠ = 79.470,37 = 79.470 Rupiah / Jam 8. Mesin Table Saw ⎛ Harga perolehan asli ⎞ Biaya Tetap / Jam = ⎜ ⎟ ⎜ Jam tersedia / th ⎟ − Depresiasi / Jam ⎠ ⎝

41

⎛ 10.000.000 ⎞ =⎜ ⎟ − 757 ⎝ 2.114 ⎠ = 3.973,36 = 3.973 Rupiah / Jam 4.2.1.3 Perhitungan Input Sumber Parsial Kapital (RIP/1)

RIP / 1 / b = ( X / 1 / b × $ / 1) + ( X / 2 / b × $ / 2) + ... ( X / N / b × $ / N )
Dimana : b = Base Year/ periode dasar

RIP/1/b = Input sumber parsial capital periode dasar X/1/b $/1 X/2/b $/2 X/N/b $/N = Input yang ke-1 periode dasar = Biaya input yang ke-1 periode dasar = Input yang ke-2 periode dasar = Biaya input yang ke-2 periode dasar = Input yang ke-n periode dasar = Biaya input yang ke-n periode dasar

42

Tabel 4.13 Pengukuran Produktivitas Perhitungan RIP/ 1 Tahun 2006
Jml Fasilitas Serupa (Unit) (1) 2 1 1 1 1 2 1 1 Biaya Tetap/Jam (Rupiah) Jam Tersedia dalam Periode (Jam) (3) 2.114 2.114 2.114 2.114 2.114 2.114 2.114 2.114 RIP/1/b (Rupiah)

No

Nama Mesin

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Jointer Planner Spindle Dowel Milling Chisel Compressor Sanding Table Saw Total

(2) 3.973 5.960 7.153 3.973 2.583 4.768 79.470 3.973

(1 x 2 x 3) 16.797.844 12.599.440 15.121.442 8.398.922 5.460.462 20.159.104 167.999.580 8.398.922 254.935.716

RIP / 1 / m = ( X / 1 / m × $ / 1) + ( X / 2 / m × $ / 2) + ...( X / N / m × $ / N ) Dimana : m = Measured Year/ periode yang diukur

RIP/1/m = Input sumber parsial capital periode yang diukur X/1/m = Input yang ke-1 periode yang diukur $/1 = Biaya input yang ke-1 periode yang diukur

X/2/m = Input yang ke-2 periode yang diukur $/2 = Biaya input yang ke-2 periode yang diukur

X/N/m = Input yang ke-n periode yang diukur $/N = Biaya input yang ke-n periode yang diukur

Keterangan untuk perhitungan RIP/1/m : Dalam perhitungan RIP/1/b dengan RIP/1/m hasilnya sama sebesar Rp. 254.935.716, hal itu disebabkan karena faktor-faktor yang mempengaruhi untuk tahun periode dasar (Th 2006) dan untuk tahun

43

periode yang diukur (Th 2007) tidak ada perubahan atau tetap, maka perhitungan RIP/1/m dapat dilihat pada Tabel 4.13 Perhitungan RIP/1/b. Faktor-faktor yang tidak mengalami perubahan dari periode dasar sampai ke periode yang dihitung, dan mempengaruhi dalam perhitungan RIP/1 tersebut adalah Depresiasi / Jam, Jumlah Fasilitas Serupa, Biaya Tetap / Tahun dan Jam Tersedia / Tahun. 4.2.2. Perhitungan Input Sumber Parsial Energi, Peralatan dan Perawatan serta Tenaga Kerja Langsung (RIP/2) 4.2.2.1 Perhitungan Biaya Energi Listrik 1. Mesin Jointer

Biaya Listrik / Jam =

Beban Listrik / Me sin× Biaya / Kwh Jam Tersedia / Tahun

=

4.637 × 439 2.114

= 962,93 = 963 Rupiah / Jam 2. Mesin Planner
Biaya Listrik / Jam = Beban Listrik / Me sin× Biaya / Kwh Jam Tersedia / Tahun

=

4.588 × 439 2.114

= 952,75 = 953 Rupiah / Jam

44

3. Mesin Spindle

Biaya Listrik / Jam =

Beban Listrik / Me sin× Biaya / Kwh Jam Tersedia / Tahun

=

4.637 × 439 2.114

= 962,93 = 963 Rupiah / Jam 4. Mesin Dowel Milling
Biaya Listrik / Jam = Beban Listrik / Me sin× Biaya / Kwh Jam Tersedia / Tahun

=

4.684 × 439 2.114

= 972,69 = 973 Rupiah / Jam 5. Mesin Chisel
Biaya Listrik / Jam = Beban Listrik / Me sin× Biaya / Kwh Jam Tersedia / Tahun

=

1.546 × 439 2.114

= 321,04 = 321 Rupiah / Jam 6. Compressor
Biaya Listrik / Jam = Beban Listrik / Me sin× Biaya / Kwh Jam Tersedia / Tahun

=

781× 439 2.114

45

= 162,18 = 162 Rupiah / Jam 7. Mesin Sanding

Biaya Listrik / Jam =

Beban Listrik / Me sin× Biaya / Kwh Jam Tersedia / Tahun

=

4.684 × 439 2.114

= 972,69 = 973 Rupiah / Jam 8. Mesin Table Saw
Biaya Listrik / Jam = Beban Listrik / Me sin× Biaya / Kwh Jam Tersedia / Tahun

=

3.059 × 439 2.114

= 635,24 = 635 Rupiah / Jam Total Perhitungan 1. Biaya listrik untuk mesin Jointer = 963 x 2 = 1.926 rupiah / Jam = 1.926 x 2.114 = 4.071.564 rupiah / tahun 2. Biaya listrik untuk mesin Planner = 953 x 1 = 953 rupiah / Jam

46

= 953 x 2.114 = 2.014.642 rupiah / tahun 3. Biaya listrik untuk mesin Spindle = 963 x 1 = 963 rupiah / Jam = 963 x 2.114 = 2.035.782 rupiah / tahun 4. Biaya listrik untuk mesin Dowel Milling = 973 x 1 = 973 rupiah / Jam = 973 x 2.114 = 2.056.922 rupiah / tahun 5. Biaya listrik untuk mesin Chisel = 321 x 1 = 321 rupiah / Jam = 321 x 2.114 = 678.594 rupiah / tahun 6. Biaya listrik untuk Compressor = 162 x 2 = 324 rupiah / Jam = 326 x 2.114 = 684.936 rupiah / tahun

47

7. Biaya listrik untuk mesin Sanding = 973 x 1 = 973 rupiah / Jam = 973 x 2.114 = 2.056.922 rupiah / tahun 8. Biaya listrik untuk mesin Table saw = 635 x 1 = 635 rupiah / Jam = 635 x 2.144 = 1.976.590 rupiah / tahun Total biaya listrik mesin / tahun : = 4.071.564 + 2.014.642 + 2.035.782 + 2.056.922 + 678.594 + 684.936 + 2.056.922 + 1.976.590 = 15.575.952 Rupiah / Tahun Total biaya listrik periode yang diukur ( 2007 ) sama dengan total biaya listrik periode dasar ( 2006 ) karena jumlah mesin, beban listrik dan biaya listrik/kwh sama. 4.2.2.2 Perhitungan Biaya Perawatan ⎛ 0.75 × N C ⎞ Biaya pelumas / jam = ⎜ + ⎟ × X1 t ⎠ ⎝ 195.5 Keterangan: X1 N C = Harga minyak pelumas (Rp/liter) = Daya Output Mesin (engine)(HP) = Capasitas Carter Oil = 0.15 x N (liter)

48

T

= Periode penggatian Oil Carter (jam)

a. Perhitungan Biaya Pelumas 1. Mesin Jointer
⎛ 0,75 × N C ⎞ Biaya Pelumas / Jam = ⎜ + ⎟ × X1 t ⎠ ⎝ 195,5 ⎛ 0,75 × 3 0,15 × 3 ⎞ + =⎜ ⎟ × 18.000 624 ⎠ ⎝ 195,5

= 220,14 = 220 rupiah /jam 2. Mesin Planner
⎛ 0,75 × N C ⎞ Biaya Pelumas / Jam = ⎜ + ⎟ × X1 t ⎠ ⎝ 195,5 ⎛ 0,75 × 3 0,15 × 3 ⎞ + =⎜ ⎟ × 18.000 624 ⎠ ⎝ 195,5

= 220,14 = 220 rupiah/jam 3. Mesin Spindle
⎛ 0,75 × N C ⎞ Biaya Pelumas / Jam = ⎜ + ⎟ × X1 t ⎠ ⎝ 195,5 ⎛ 0,75 × 3 0,15 × 3 ⎞ + =⎜ ⎟ × 18.000 624 ⎠ ⎝ 195,5

= 220,14 = 220 rupiah/jam

49

4. Mesin Dowel Milling
⎛ 0,75 × N C ⎞ Biaya Pelumas / Jam = ⎜ + ⎟ × X1 t ⎠ ⎝ 195,5 ⎛ 0,75 × 3 0,15 × 3 ⎞ + =⎜ ⎟ × 18.000 624 ⎠ ⎝ 195,5

= 220,14 = 220 rupiah/jam 5. Mesin Chisel
⎛ 0,75 × N C ⎞ Biaya Pelumas / Jam = ⎜ + ⎟ × X1 t ⎠ ⎝ 195,5 ⎛ 0,75 × 1 0,15 × 1 ⎞ + =⎜ ⎟ × 18.000 624 ⎠ ⎝ 195,5

= 73.38 = 73 rupiah/jam 6. Compressor
⎛ 0,75 × N C ⎞ Biaya Pelumas / Jam = ⎜ + ⎟ × X1 t ⎠ ⎝ 195,5 ⎛ 0,75 × 0,5 0,15 × 0,5 ⎞ + =⎜ ⎟ × 18.000 624 ⎠ ⎝ 195,5

= 36.69 = 37 rupiah/jam 7. Mesin Sanding
⎛ 0,75 × N C ⎞ Biaya Pelumas / Jam = ⎜ + ⎟ × X1 t ⎠ ⎝ 195,5

50

⎛ 0,75 × 3 0,15 × 3 ⎞ + =⎜ ⎟ × 18.000 624 ⎠ ⎝ 195,5

= 220,14 = 220 rupiah/jam 8. Mesin Table Saw
⎛ 0,75 × N C ⎞ Biaya Pelumas / Jam = ⎜ + ⎟ × X1 t ⎠ ⎝ 195,5 ⎛ 0,75 × 2 0,15 × 2 ⎞ + =⎜ ⎟ × 18.000 624 ⎠ ⎝ 195,5

= 93,87 = 94 rupiah/jam Total Perhitungan a. Total Biaya Pelumas / jam = 220 + 220 + 220 + 220 + 73 + 37+ 220 + 94 = 1.304 rupiah/jam b. Total Biaya Pelumas periode dasar (Tahun 2006) = Total biaya pelumas / jam x Jam tersedia = 1.304 x 2.114 = 2.756.656 rupiah/tahun c. Total Biaya Pelumas periode yang diukur (Tahun 2007) sama dengan Total Biaya Pelumas periode dasar (Tahun 2006) sebesar Rp 2.756.656 b. Perhitungan Biaya Grease (Paselin)
Biaya Grease / jam = 0.3× 10 −4 × N × X 2

51

Keterangan:
X2

= Harga Grease (Rp/Kg) = Daya Output Mesin (engine)(HP)

N

1. Mesin Jointer

Biaya Grease / Jam = 0,3 × 10 −4 × N × X 3
= 0,3 × 10 −4 × 3 × 21.000 = 18,9 = 19 rupiah/jam 2. Mesin Planner Biaya Grease / Jam = 0,3 × 10 −4 × N × X 3 = 0,3 × 10 −4 × 3 × 21.000 = 18,9 = 19 rupiah/jam 3. Mesin Spindle Biaya Grease / Jam = 0,3 × 10 −4 × N × X 3

= 0,3 × 10 −4 × 3 × 21.000 = 18,9 = 19 rupiah/jam 4. Mesin Dowel Milling Biaya Grease / Jam = 0,3 × 10 −4 × N × X 3 = 0,3 × 10 −4 × 3 × 21.000 = 18,9 = 19 rupiah/jam

52

5. Mesin Chisel

Biaya Grease / Jam = 0,3 × 10 −4 × N × X 3
= 0,3 × 10 −4 × 1 × 21.000 = 6,3 = 6 rupiah/jam 6. Compressor

Biaya Grease / Jam = 0,3 × 10 −4 × N × X 3
= 0,3 × 10 −4 × 0.5 × 21.000 = 3,15 = 3 rupiah/jam 7. Mesin Sanding Biaya Grease / Jam = 0,3 × 10 −4 × N × X 3 = 0,3 × 10 −4 × 3 × 21.000 = 18,9 = 19 rupiah/jam 8. Mesin Table Saw

Biaya Grease / Jam = 0,3 × 10 −4 × N × X 3
= 0,3 × 10 −4 × 2 × 21.000 = 12,6 = 13 rupiah/jam Total Perhitungan a. Total Biaya Grease / jam = 19 + 19 + 19 + 19 + 6 + 3 + 19 + 13

53

= 117 rupiah/jam b. Total Biaya Grease periode dasar (Tahun 2006) = 117 x 2.114 = 247.338 rupiah/tahun c. Total Biaya Grease periode yang diukur (Tahun 2007) sama dengan Total Biaya Grease periode dasar (Tahun 2006) sebesar Rp 247.338 /th. d. Jadi Total Biaya Perawatan = Total Biaya Pelumas + Total Biaya Grease = Rp 2.756.656 + Rp 247.338 = Rp 3.003.994 rupiah/tahun 4.2.2.3 Perhitungan Biaya Tenaga Kerja Langsung 1) Biaya Tenaga Kerja Langsung Periode Dasar (Tahun 2006) Biaya Gaji Pokok / Periode
= ∑ Naker / Periode × ∑ Jam Kerja / Periode × Gaji / Jam

= 64 x 2.114 x 4.285 = Rp. 579.743.360 / tahun 2) Biaya Tenaga Kerja Langsung Periode Yang Diukur (Tahun 2007) Biaya Gaji Pokok / Periode
= ∑ Naker / Periode × ∑ Jam Kerja / Periode × Gaji / Jam

= 64 x 2.114 x 4.285 = Rp. 579.743.360 / tahun

54

4.2.2.4 Perhitungan Input Sumber Parsial Energi, Peralatan dan Perawatan serta Tenaga Kerja Langsung (RIP/2)
RIP / 2 / b = $ E / b + $T / b + $ L / b

Dimana : b RIP/2/b = Base Year/periode dasar = Input sumber parsial energi, peralatan, perawatan dan tenaga kerja langsung periode dasar $E/b $T/b $L/b = Total biaya energi periode dasar = Total biaya peralatan dan perawatan periode dasar = Total biaya tenaga kerja periode dasar

RIP / 2 / b = 15.575.952 + 3.003.994 + 579.743.360

= Rp. 598.323.306 Jadi RIP/2 untuk periode dasar (Th 2006) sebesar Rp. 598.323.306
RIP / 2 / m

= $ E / m + $T / m + $ L / m ×

H /m H /b

Dimana : M RIP/2/m = Measured Year/ periode yang diukur = Input sumber parsial energi, peralatan, perawatan dan tenaga kerja langsung periode yang diukur $E/m $T/m = Total biaya energi periode yang diukur = Total biaya peralatan dan perawatan periode yang diukur $L/m H/m = Total biaya tenaga kerja periode yang diukur = Jam tersedia untuk tahun/periode yang diukur

55

H/b
RIP / 2 / m

= Jam tersedia untuk tahun/periode dasar = 15.575.952 + 3.003.994 + 579.743.360 × = Rp. 598.323.306 2114 2114

Jadi RIP/2 untuk periode yang diukur (Th 2007) = Rp. 598.323.306 4.2.3 Perhitungan Input Sumber Parsial Tenaga Kerja Tak Langsung (RIP/3)
RIP / 3 / b = $ Biaya aktual ; jumlahnilai $ semua kategori / b RIP / 3 / m = HA / M / m × HR / M / b + HA / S / b... + HA / Z / m × HR / Z / b

Dimana : b m RIP/3/b = Base Year/periode dasar = Measured Year/periode yang diukur = Input sumber parsial tenaga kerja tak langsung periode dasar RIP/3/m = Input sumber parsial tenaga kerja tak langsung periode yang diukur HA/M/m = Aktual jam yang dibayar kategori ke-1 periode yang diukur HR/M/b = Tingkat per jam kategori ke-1 periode dasar HA/S/m = Aktual jam yang dibayar kategori ke-2 periode yang diukur HR/S/b = Tingkat per jam kategori ke-2 periode dasar

56

HA/Z/m = Aktual jam yang di bayar kategori ke-n periode yang diukur HR/Z/b = Tingkat per jam kategori ke-n periode dasar

Tabel 4.14 Pengukuran Produktivitas Perhitungan RIP/3 (Th 2006)
Kategori Tenaga Kerja Tak Langsung Marketing Personalia Kabag. Produksi Maintenance Staff Keamanan Umum dan Kebersihan Total Jumlah Tenaga Kerja (1) 2 2 1 2 4 2 2 Gaji/jam (Rp/jam) (2) 6.812 6.812 8.515 8.515 5.251 4.825 3.548 Jam Kerja/th (jam) (3) 2.114 2.114 2.114 2.114 2.114 2.114 2.114 RIP/3 (Rp) (1)x(2)x(3) 28.800.000 28.800.000 18.000.000 36.000.000 44.400.000 20.400.000 15.000.000 191.400.000

No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Jadi total input sumber parsial tenaga kerja tak langsung (RIP/3) untuk periode dasar (tahun 2006) = Rp.191.400.000 Tabel 4.15 Pengukuran Produktivitas Perhitungan RIP/3 (Th 2007)
Kategori Tenaga Kerja Tak Langsung Marketing Personalia Kabag. Produksi Maintenance Staff Keamanan Umum dan Kebersihan Total Jumlah Tenaga Kerja (1) 2 2 1 2 4 2 2 Gaji/jam (Rp/jam) (2) 6.812 6.812 8.515 8.515 5.251 4.825 3.548 Jam Kerja/th (jam) (3) 2.114 2.114 2.114 2.114 2.114 2.114 2.114 RIP/3 (Rp) (1)x(2)x(3) 28.800.000 28.800.000 18.000.000 36.000.000 44.400.000 20.400.000 15.000.000 191.400.000

No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Jadi total input sumber parsial tenaga kerja tak langsung (RIP/3) untuk periode yang diukur (Tahun 2007) = Rp 191.400.000

57

4.2.4 Perhitungan Output Parsial Pengembalian Langsung Modal (AOP/1)
AOP / 1 / b = Kuantitas Unit Produksi x Waktu Standar/Unit Mesin x

Biaya total/jam Dimana : b AOP/1/b = Base Year/periode dasar = Output parsial pengembalian langsung modal periode dasar.

Tabel 4.16 Pengukuran Produktivitas Perhitungan AOP/1 (Tahun 2006)
No Nama Fasilitas Unit yang Waktu Biaya Digunakan Standar/ m3 Total/Jam (Jam/ m3) (Rp/Jam) Tingkat Kuantitas $L/b Unit (Rp/Jam) Produksi (m3) (4) 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 (5) 473,5 473,5 473,5 473,5 473,5 473,5 473,5 473,5 AOP/1 (Rp)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Jointer Planner Spindle Dowel Milling Chisel Compressor Sanding Table Saw

(1) 2 1 1 1 1 2 1 1

(2) 6,921 6,241 5,394 7,903 48,918 17,920 8,916 12,271 TOTAL

(3) 5.175 7.152 8.355 5.185 2.983 4.970 80.682 4.715

(2)×(3)×(5) 16.958.958 21.134.971 21.339.162 19.402.635 69.094.253 42.171.046 340.617.297 27.395.651 558.113.973

Jadi Total AOP/1 untuk periode dasar (Tahun 2006) Rp. 558.113.973

58

Tabel 4.17 Perhitungan AOP/1 Bulan Januari (Tahun 2007)
No Nama Fasilitas Waktu Unit yang Tingkat Kuantitas Biaya 3 Unit Digunakan Standar/ m Total/Jam $L/b (Jam/ m3) (Rp/Jam) (Rp/Jam) Produksi (m3) (1) 2 1 1 1 1 2 1 1 (2) 6,921 6,241 5,394 7,903 48,918 17,920 8,916 12,271 TOTAL (3) 5.175 7.152 8.355 5.185 2.983 4.970 80.682 4.715 (4) 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 (5) 59,3 59,3 59,3 59,3 59,3 59,3 59,3 59,3 AOP/1 (Rp)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Jointer Planner Spindle Dowel Milling Chisel Compressor Sanding Table Saw

(2)×(3)×(5) 2.123.899 2.646.892 2.672.465 2.429.939 8.653.197 528.140 42.658.090 3.430.965 65.143.590

Jadi Total AOP/1 untuk bulan Januari (Tahun 2007) Rp 65.143.590 Tabel 4.18 Perhitungan AOP/1 Bulan Februari (Tahun 2007)
No Nama Fasilitas Unit yang Waktu Biaya Tingkat Kuantitas Digunakan Standar/ m3 Total/Jam $L/b Unit (Jam/ m3) (Rp/Jam) (Rp/Jam) Produksi (m3) (1) 2 1 1 1 1 2 1 1 (2) 6,921 6,241 5,394 7,903 48,918 17,920 8,916 12,271 TOTAL (3) 5.175 7.152 8.355 5.185 2.983 4.970 80.682 4.715 (4) 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 (5) 53,8 53,8 53,8 53,8 53,8 53,8 53,8 53,8 AOP/1 (Rp)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Jointer Planner Spindle Dowel Milling Chisel Compressor Sanding Table Saw

(2)×(3)×(5) 1.926.910 2.401.397 2.424.597 2.204.565 7.850.624 479.155 38.701.606 3.112.747 59.101.604

Jadi Total AOP/1 untuk bulan Februari (Tahun 2007) Rp 59.101.604

59

Tabel 4.19 Perhitungan AOP/1 Bulan Maret (Tahun 2007)
No Nama Fasilitas Waktu Unit yang Tingkat Kuantitas Biaya 3 Unit Digunakan Standar/ m Total/Jam $L/b (Jam/ m3) (Rp/Jam) (Rp/Jam) Produksi (m3) (1) 2 1 1 1 1 2 1 1 (2) 6,921 6,241 5,394 7,903 48,918 17,920 8,916 12,271 TOTAL (3) 5.175 7.152 8.355 5.185 2.983 4.970 80.682 4.715 (4) 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 (5) 27,6 27,6 27,6 27,6 27,6 27,6 27,6 27,6 AOP/1 (Rp)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Jointer Planner Spindle Dowel Milling Chisel Compressor Sanding Table Saw

(2)×(3)×(5) 988.526 1.231.943 1.243.845 1.130.966 4.027.458 245.812 19.854.355 1.596.874 30.319.782

Jadi Total AOP/1 untuk bulan Maret (Tahun 2007) Rp 30.319.782

Tabel 4.20 Perhitungan AOP/1 Bulan April (Tahun 2007)
No Nama Fasilitas Unit yang Waktu Biaya Tingkat Kuantitas Digunakan Standar/ m3 Total/Jam $L/b Unit (Jam/ m3) (Rp/Jam) (Rp/Jam) Produksi (m3) (1) 2 1 1 1 1 2 1 1 (2) 6,921 6,241 5,394 7,903 48,918 17,920 8,916 12,271 TOTAL (3) 5.175 7.152 8.355 5.185 2.983 4.970 80.682 4.715 (4) 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 (5) 29,9 29,9 29,9 29,9 29,9 29,9 29,9 29,9 AOP/1 (Rp)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Jointer Planner Spindle Dowel Milling Chisel Compressor Sanding Table Saw

(2)×(3)×(5) 1.070.903 1.334.605 1.347.499 1.225.213 4.363.079 266.296 21.508.885 1.729.947 32.846.431

Jadi Total AOP/1 untuk bulan April (Tahun 2007) Rp 32.846.431

60

Tabel 4.21 Perhitungan AOP/1 Bulan Mei (Tahun 2007)
No Nama Fasilitas Waktu Unit yang Tingkat Kuantitas Biaya 3 Unit Digunakan Standar/ m Total/Jam $L/b (Jam/ m3) (Rp/Jam) (Rp/Jam) Produksi (m3) (1) 2 1 1 1 1 2 1 1 (2) 6,921 6,241 5,394 7,903 48,918 17,920 8,916 12,271 TOTAL (3) 5.175 7.152 8.355 5.185 2.983 4.970 80.682 4.715 (4) 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 (5) 48,4 48,4 48,4 48,4 48,4 48,4 48,4 48,4 AOP/1 (Rp)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Jointer Planner Spindle Dowel Milling Chisel Compressor Sanding Table Saw

(2)×(3)×(5) 1.733.502 2.160.364 2.181.236 1.983.289 7.062.643 431.062 34.817.058 2.800.315 53.169.473

Jadi Total AOP/1 untuk bulan Mei (Tahun 2007) Rp 53.169.473 Tabel 4.22 Perhitungan AOP/1 Bulan Juni (Tahun 2007)
No Nama Fasilitas Unit yang Waktu Biaya Tingkat Kuantitas Digunakan Standar/ m3 Total/Jam $L/b Unit (Jam/ m3) (Rp/Jam) (Rp/Jam) Produksi (m3) (1) 2 1 1 1 1 2 1 1 (2) 6,921 6,241 5,394 7,903 48,918 17,920 8,916 12,271 TOTAL (3) 5.175 7.152 8.355 5.185 2.983 4.970 80.682 4.715 (4) 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 (5) 34 34 34 34 34 34 34 34 AOP/1 (Rp)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8..

Jointer Planner Spindle Dowel Milling Chisel Compressor Sanding Table Saw

(2)×(3)×(5) 1.217.749 1.517.611 1.532.273 1.393.219 4.961.361 302.812 24.458.264 1.967.164 37.350.456

Jadi Total AOP/1 untuk bulan Juni (Tahun 2007) Rp 37.350.456

61

Tabel 4.23 Pengukuran AOP/1 Bulan Juli (Tahun 2007)
No Nama Fasilitas Waktu Unit yang Tingkat Kuantitas Biaya 3 Unit Digunakan Standar/ m Total/Jam $L/b (Rp/Jam) (Rp/Jam) Produksi (Jam/ m3) (m3) (1) 2 1 1 1 1 2 1 1 (2) 6,921 6,241 5,394 7,903 48,918 17,920 8,916 12,271 TOTAL (3) 5.175 7.152 8.355 5.185 2.983 4.970 80.682 4.715 (4) 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 (5) 59,1 59,1 59,1 59,1 59,1 59,1 59,1 59,1 AOP/1 (Rp)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Jointer Planner Spindle Dowel Milling Chisel Compressor Sanding Table Saw

(2)×(3)×(5) 2.116.735 2.637.965 2.663.452 2.421.743 8.624.013 526.358 42.514.218 3.419.393
64.923.882

Jadi Total AOP/1 bulan Juli (Tahun 2007) Rp 64.923.882 Tabel 4.24 Perhitungan AOP/1 Bulan Agustus (Tahun 2007)
No Nama Fasilitas Unit yang Waktu Biaya Tingkat Kuantitas Digunakan Standar/ m3 Total/Jam $L/b Unit (Jam/ m3) (Rp/Jam) (Rp/Jam) Produksi (m3) (1) 2 1 1 1 1 2 1 1 (2) 6,921 6,241 5,394 7,903 48,918 17,920 8,916 12,271 TOTAL (3) 5.175 7.152 8.355 5.185 2.983 4.970 80.682 4.715 (4) 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 (5) 76,8 76,8 76,8 76,8 76,8 76,8 76,8 76,8 AOP/1 (Rp)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Jointer Planner Spindle Dowel Milling Chisel Compressor Sanding Table Saw

(2)×(3)×(5) 2.750.682 3.428.016 3.461.135 3.147.037 11.206.839 683.999 55.246.902 4.443.476 84.368.090

Jadi Total AOP/1 untuk bulan Agustus (Tahun 2007) Rp 84.368.090

62

Tabel 4.25 Perhitungan AOP/1 Bulan September (Tahun 2007)
No Nama Fasilitas Waktu Unit yang Digunakan Standar/ m3 (Jam/ m3) Tingkat Kuantitas Biaya Unit $L/b Total/Jam (Rp/Jam) (Rp/Jam) Produksi (m3) (3) 5.175 7.152 8.355 5.185 2.983 4.970 80.682 4.715 (4) 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 (5) 42,4 42,4 42,4 42,4 42,4 42,4 42,4 42,4 AOP/1 (Rp)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Jointer Planner Spindle Dowel Milling Chisel Compressor Sanding Table Saw

(1) 2 1 1 1 1 2 1 1

(2) 6,921 6,241 5,394 7,903 48,918 17,920 8,916 12,271 TOTAL

(2)×(3)×(5) 1.518.605 1.892.550 1.910.835 1.737.427 6.187.109 377.624 30.500.894 2.453.169 46.578.216

Jadi Total AOP/1 untuk bulan September (Tahun 2007) Rp 46.578.216 Tabel 4.26 Perhitungan AOP/1 Bulan Oktober (Tahun 2007)
No Nama Fasilitas Unit yang Waktu Biaya Tingkat Kuantitas Digunakan Standar/ m3 Total/Jam $L/b Unit (Jam/ m3) (Rp/Jam) (Rp/Jam) Produksi (m3) (1) 2 1 1 1 1 2 1 1 (2) 6,921 6,241 5,394 7,903 48,918 17,920 8,916 12,271 TOTAL (3) 5.175 7.152 8.355 5.185 2.983 4.970 80.682 4.715 (4) 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 (5) 50,7 50,7 50,7 50,7 50,7 50,7 50,7 50,7 AOP/1 (Rp)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Jointer Planner Spindle Dowel Milling Chisel Compressor Sanding Table Saw

(2)×(3)×(5) 1.815.880 2.263.026 2.284.890 2.077.536 7.398.265 451.546 36.471.588 2.933.388 55.696.122

Jadi Total AOP/1 untuk bulan Oktober (Tahun 2007) Rp 55.696.122

63

Tabel 4.27 Perhitungan AOP/1 Bulan November (Tahun 2007)
No Nama Fasilitas Waktu Unit yang Tingkat Kuantitas Biaya 3 Unit Digunakan Standar/ m Total/Jam $L/b (Rp/Jam) (Rp/Jam) Produksi (Jam/ m3) (m3) (1) 2 1 1 1 1 2 1 1 (2) 6,921 6,241 5,394 7,903 48,918 17,920 8,916 12,271 TOTAL (3) 5.175 7.152 8.355 5.185 2.983 4.970 80.682 4.715 (4) 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 (5) 61,1 61,1 61,1 61,1 61,1 61,1 61,1 61,1 AOP/1 (Rp)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Jointer Planner Spindle Dowel Milling Chisel Compressor Sanding Table Saw

(2)×(3)×(5) 2.188.368 2.727.237 2.753.585 2.503.698 8.915.858 544.171 43.952.939 3.535.109 67.120.967

Jadi Total AOP/1 untuk bulan November (Tahun 2007) Rp 67.120.967

Tabel 4.28 Perhitungan AOP/1 Bulan Desember (Tahun 2007)
No Nama Fasilitas Unit yang Waktu Biaya Tingkat Kuantitas Digunakan Standar/ m3 Total/Jam $L/b Unit (Jam/ m3) (Rp/Jam) (Rp/Jam) Produksi (m3) (1) 2 1 1 1 1 2 1 1 (2) 6,921 6,241 5,394 7,903 48,918 17,920 8,916 12,271 TOTAL (3) 5.175 7.152 8.355 5.185 2.983 4.970 80.682 4.715 (4) 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 (5) 42,4 42,4 42,4 42,4 42,4 42,4 42,4 42,4 AOP/1 (Rp)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Jointer Planner Spindle Dowel Milling Chisel Compressor Sanding Table Saw

(2)×(3)×(5) 1.518.605 1.892.550 1.910.835 1.737.427 6.187.109 377.624 30.500.894 2.453.169 46.578.216

Jadi Total AOP/1 untuk bulan Desember (Tahun 2007) Rp 46.578.216 Total AOP/1 untuk periode yang diukur (Tahun 2007) = Rp 65.143.590 + Rp 59.101.604 +Rp 30.319.782 + Rp 32.846.431 + Rp 53.169.473 + Rp 37.350.456 + Rp 64.923.882 + Rp 84.368.090 + Rp 46.578.216 + Rp 55.696.122 + Rp 67.120.967 + Rp 46.578.216 = Rp 643.196.829

64

Jadi total output parsial pengembalian langsung modal (AOP/1) untuk periode yang diukur sebesar Rp 2.721.595 4.2.5 Perhitungan Output Parsial Pengembalian Tenaga Kerja Langsung (AOP/2)
AOP/2/b = Kuantitas Unit Produksi x Waktu Standar/Unit Mesin x Tingkat biaya tenaga kerja langsung

Dimana : b = Base Year/periode dasar

AOP/2/b = Output parsial pengembalian naker langsung periode dasar Perumusan untuk periode yang diukur (Tahun 2007) juga sama dengan perumusan untuk periode dasar (Tahun 2006). Tabel 4.29 Pengukuran Produktivitas Perhitungan AOP/2 (Tahun 2006)
No Nama Fasilitas Waktu Unit yang Tingkat Kuantitas Biaya Unit Digunakan Standar/ m3 Total/Jam $L/b (Rp/Jam) (Rp/Jam) Produksi (Jam/ m3) (m3) (1) 2 1 1 1 1 2 1 1 (2) 6,921 6,241 5,394 7,903 48,918 17,920 8,916 12,271 TOTAL (3) 5.175 7.152 8.355 5.185 2.983 4.970 80.682 4.715 (4) 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 (5) 473,5 473,5 473,5 473,5 473,5 473,5 473,5 473,5 AOP/2 (Rp)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Jointer Planner Spindle Dowel Milling Chisel Compressor Sanding Table Saw

(2)×(4)×(5) 14.042.345 12.662.661 10.944.142 16.034.772 99.252.053 36.358.739 18.090.095 24.897.214 232.282.025

Jadi Total AOP/2 untuk periode dasar (Tahun 2006) Rp. 232.282.025

65

Tabel 4.30 Perhitungan AOP/2 Bulan Januari (Tahun 2007)
No Nama Fasilitas Waktu Unit yang Tingkat Kuantitas Biaya 3 Unit Digunakan Standar/ m Total/Jam $L/b (Jam/ m3) (Rp/Jam) (Rp/Jam) Produksi (m3) (1) 2 1 1 1 1 2 1 1 (2) 6,921 6,241 5,394 7,903 48,918 17,920 8,916 12,271 TOTAL (3) 5.175 7.152 8.355 5.185 2.983 4.970 80.682 4.715 (4) 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 (5) 59,3 59,3 59,3 59,3 59,3 59,3 59,3 59,3 AOP/2 (Rp)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Jointer Planner Spindle Dowel Milling Chisel Compressor Sanding Table Saw

(2)×(4)×(5) 1.758.629 1.585.841 1.370.618 2.008.156 12.430.088 4.553.480 2.265.560 3.118.067 29.090.441

Jadi Total AOP/2 bulan Januari (Tahun 2007) Rp. 29.090.441 Tabel 4.31 Perhitungan AOP/2 Bulan Februari (Tahun 2007)
No Nama Fasilitas Unit yang Waktu Biaya Tingkat Kuantitas Digunakan Standar/ m3 Total/Jam $L/b Unit (Jam/ m3) (Rp/Jam) (Rp/Jam) Produksi (m3) (1) 2 1 1 1 1 2 1 1 (2) 6,921 6,241 5,394 7,903 48,918 17,920 8,916 12,271 TOTAL (3) 5.175 7.152 8.355 5.185 2.983 4.970 80.682 4.715 (4) 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 (5) 53,8 53,8 53,8 53,8 53,8 53,8 53,8 53,8 AOP/2 (Rp)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Jointer Planner Spindle Dowel Milling Chisel Compressor Sanding Table Saw

(2)×(4)×(5) 1.595.518 1.438.756 1.243.495 1.821.902 11.277.213 4.131.151 2.055.432 2.828.870 26.392.339

Jadi Total AOP/2 bulan Februari (Tahun 2007) Rp. 26.392.339

66

Tabel 4.32 Perhitungan AOP/2 Bulan Maret (Tahun 2007)
No Nama Fasilitas Waktu Unit yang Tingkat Kuantitas Biaya 3 Unit Digunakan Standar/ m Total/Jam $L/b (Jam/ m3) (Rp/Jam) (Rp/Jam) Produksi (m3) (1) 2 1 1 1 1 2 1 1 (2) 6,921 6,241 5,394 7,903 48,918 17,920 8,916 12,271 TOTAL (3) 5.175 7.152 8.355 5.185 2.983 4.970 80.682 4.715 (4) 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 (5) 27,6 27,6 27,6 27,6 27,6 27,6 27,6 27,6 AOP/2 (Rp)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Jointer Planner Spindle Dowel Milling Chisel Compressor Sanding Table Saw

(2)×(4)×(5) 818.518 738.098 637.926 934.656 5.785.336 2.119.326 1.054.459 1.451.242 13.539.564

Jadi Total AOP/2 Bulan Maret (Tahun 2007) Rp. 13.539.564 Tabel 4.33 Perhitungan AOP/2 Bulan April (Tahun 2007)
No Nama Fasilitas Unit yang Waktu Biaya Tingkat Kuantitas Digunakan Standar/ m3 Total/Jam $L/b Unit (Jam/ m3) (Rp/Jam) (Rp/Jam) Produksi (m3) (1) 2 1 1 1 1 2 1 1 (2) 6,921 6,241 5,394 7,903 48,918 17,920 8,916 12,271 TOTAL (3) 5.175 7.152 8.355 5.185 2.983 4.970 80.682 4.715 (4) 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 (5) 29,9 29,9 29,9 29,9 29,9 29,9 29,9 29,9 AOP/2 (Rp)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Jointer Planner Spindle Dowel Milling Chisel Compressor Sanding Table Saw

(2)×(4)×(5) 886.728 799.606 691.087 1.012.544 6.267.447 2.295.937 1.142.331 1.572.178 14.667.861

Jadi Total AOP/2 Bulan April (Tahun 2007) Rp. 14.667.861

67

Tabel 4.34 Perhitungan AOP/2 Bulan Mei (Tahun 2007)
No Nama Fasilitas Waktu Unit yang Tingkat Kuantitas Biaya 3 Unit Digunakan Standar/ m Total/Jam $L/b (Jam/ m3) (Rp/Jam) (Rp/Jam) Produksi (m3) (1) 2 1 1 1 1 2 1 1 (2) 6,921 6,241 5,394 7,903 48,918 17,920 8,916 12,271 TOTAL (3) 5.175 7.152 8.355 5.185 2.983 4.970 80.682 4.715 (4) 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 (5) 48,4 48,4 48,4 48,4 48,4 48,4 48,4 48,4 AOP/2 (Rp)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Jointer Planner Spindle Dowel Milling Chisel Compressor Sanding Table Saw

(2)×(4)×(5) 1.435.373 1.294.345 1.118.683 1.639.034 10.145.299 3.716.500 1.849.124 2.544.931 23.743.294

Jadi Total AOP/2 Bulan Mei (Tahun 2007) Rp. 23.743.294 Tabel 4.35 Perhitungan AOP/2 Bulan Juni (Tahun 2007)
No Nama Fasilitas Unit yang Waktu Biaya Tingkat Kuantitas Digunakan Standar/ m3 Total/Jam $L/b Unit (Jam/ m3) (Rp/Jam) (Rp/Jam) Produksi (m3) (1) 2 1 1 1 1 2 1 1 (2) 6,921 6,241 5,394 7,903 48,918 17,920 8,916 12,271 TOTAL (3) 5.175 7.152 8.355 5.185 2.983 4.970 80.682 4.715 (4) 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 (5) 34 34 34 34 34 34 34 34 AOP/2 (Rp)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Jointer Planner Spindle Dowel Milling Chisel Compressor Sanding Table Saw

(2)×(4)×(5) 1.008.320 909.251 785.851 1.151.388 7.126.863 2.610.764 1.298.972 1.787.761 16.679.173

Jadi Total AOP/2 Bulan Juni (Tahun 2007) Rp. 16.679.173

68

Tabel 4.36 Perhitungan AOP/2 Bulan Juli (Tahun 2007)
No Nama Fasilitas Waktu Unit yang Tingkat Kuantitas Biaya 3 Unit Digunakan Standar/ m Total/Jam $L/b (Jam/ m3) (Rp/Jam) (Rp/Jam) Produksi (m3) (1) 2 1 1 1 1 2 1 1 (2) 6,921 6,241 5,394 7,903 48,918 17,920 8,916 12,271 TOTAL (3) 5.175 7.152 8.355 5.185 2.983 4.970 80.682 4.715 (4) 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 (5) 59,1 59,1 59,1 59,1 59,1 59,1 59,1 59,1 AOP/2 (Rp)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Jointer Planner Spindle Dowel Milling Chisel Compressor Sanding Table Saw

(2)×(4)×(5) 1.752.698 1.580.492 1.365.995 2.001.383 12.388.165 4.538.123 2.257.919 3.107.550 28.992.328

Jadi Total AOP/2 bulan Juli (Tahun 2007) Rp 28.992.328 Tabel 4.37 Perhitungan AOP/2 Bulan Agustus (Tahun 2007)
No Nama Fasilitas Unit yang Waktu Biaya Tingkat Kuantitas Digunakan Standar/ m3 Total/Jam $L/b Unit (Jam/ m3) (Rp/Jam) (Rp/Jam) Produksi (m3) (1) 2 1 1 1 1 2 1 1 (2) 6,921 6,241 5,394 7,903 48,918 17,920 8,916 12,271 TOTAL (3) 5.175 7.152 8.355 5.185 2.983 4.970 80.682 4.715 (4) 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 (5) 76,8 76,8 76,8 76,8 76,8 76,8 76,8 76,8 AOP/2 (Rp)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Jointer Planner Spindle Dowel Milling Chisel Compressor Sanding Table Saw

(2)×(4)×(5) 2.277.618 2.053.838 1.775.100 2.600.782 16.098.326 5.897.256 2.934.148 4.038.238 37.675.310

Jadi Total AOP/2 bulan Agustus (Tahun 2007) Rp. 37.675.310

69

Tabel 4.38 Perhitungan AOP/2 Bulan September (Tahun 2007)
No Nama Fasilitas Waktu Unit yang Tingkat Kuantitas Biaya 3 Unit Digunakan Standar/ m Total/Jam $L/b (Jam/ m3) (Rp/Jam) (Rp/Jam) Produksi (m3) (1) 2 1 1 1 1 2 1 1 (2) 6,921 6,241 5,394 7,903 48,918 17,920 8,916 12,271 TOTAL (3) 5.175 7.152 8.355 5.185 2.983 4.970 80.682 4.715 (4) 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 (5) 42,4 42,4 42,4 42,4 42,4 42,4 42,4 42,4 AOP/2 (Rp)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Jointer Planner Spindle Dowel Milling Chisel Compressor Sanding Table Saw

(2)×(4)×(5) 1.257.434 1.133.889 980.003 1.435.848 8.887.617 3.255.777 1.619.894 2.229.444 20.799.911

Jadi Total AOP/2 Bulan September (Tahun 2007) Rp. 20.799.911 Tabel 4.39 Perhitungan AOP/2 Bulan Oktober (Tahun 2007)
No Nama Fasilitas Unit yang Waktu Biaya Tingkat Kuantitas Digunakan Standar/ m3 Total/Jam $L/b Unit (Jam/ m3) (Rp/Jam) (Rp/Jam) Produksi (m3) (1) 2 1 1 1 1 2 1 1 (2) 6,921 6,241 5,394 7,903 48,918 17,920 8,916 12,271 TOTAL (3) 5.175 7.152 8.355 5.185 2.983 4.970 80.682 4.715 (4) 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 (5) 50,7 50,7 50,7 50,7 50,7 50,7 50,7 50,7 AOP/2 (Rp)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Jointer Planner Spindle Dowel Milling Chisel Compressor Sanding Table Saw

(2)×(4)×(5) 1.503.583 1.355.854 1.171.843 1.716.922 10.627.411 3.893.111 1.936.996 2.665.868 24.871.591

Jadi Total AOP/2 Bulan Oktober (Tahun 2007) Rp. 24.871.591

70

Tabel 4.40 Perhitungan AOP/2 Bulan November (Tahun 2007)
No Nama Fasilitas Waktu Unit yang Tingkat Kuantitas Biaya 3 Unit Digunakan Standar/ m Total/Jam $L/b (Jam/ m3) (Rp/Jam) (Rp/Jam) Produksi (m3) (1) 2 1 1 1 1 2 1 1 (2) 6,921 6,241 5,394 7,903 48,918 17,920 8,916 12,271 TOTAL (3) 5.175 7.152 8.355 5.185 2.983 4.970 80.682 4.715 (4) 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 (5) 61,1 61,1 61,1 61,1 61,1 61,1 61,1 61,1 AOP/2 (Rp)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Jointer Planner Spindle Dowel Milling Chisel Compressor Sanding Table Saw

(2)×(4)×(5) 1.812.011 1.633.978 1.412.222 2.069.112 12.807.392 4.691.697 2.334.329 3.212.713 29.973.456

Jadi Total AOP/2 Bulan November (Tahun 2007) Rp. 29.973.456

Tabel 4.41 Perhitungan AOP/2 Bulan Desember (Tahun 2007)
No Nama Fasilitas Unit yang Waktu Biaya Tingkat Kuantitas Digunakan Standar/ m3 Total/Jam $L/b Unit (Jam/ m3) (Rp/Jam) (Rp/Jam) Produksi (m3) (1) 2 1 1 1 1 2 1 1 (2) 6,921 6,241 5,394 7,903 48,918 17,920 8,916 12,271 TOTAL (3) 5.175 7.152 8.355 5.185 2.983 4.970 80.682 4.715 (4) 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 4285 (5) 42,4 42,4 42,4 42,4 42,4 42,4 42,4 42,4 AOP/2 (Rp)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Jointer Planner Spindle Dowel Milling Chisel Compressor Sanding Table Saw

(2)×(4)×(5) 1.257.434 1.133.889 980.003 1.435.848 8.887.617 3.255.777 1.619.894 2.229.444 20.799.911

Jadi Total AOP/2 Bulan Desember (Tahun 2007) Rp. 20.799.911 Total AOP/2 untuk periode yang diukur (Tahun 2007) = Rp. 29.090.441 + Rp. 26.392.339 + Rp. 13.539.564 + Rp. 14.667.861 + Rp. 23.743.294 + Rp. 16.679.173 + Rp. 28.992.328 + Rp. 37.675.310 + Rp. 20.799.911 + Rp. 24.871.591 + Rp. 29.973.456 + Rp. 20.799.911 = Rp. 287.225.179

71

4.2.6 Perhitungan Output Parsial Pengembalian Tenaga Kerja Tidak Langsung (AOP/3)
AOP / 3 / m = Indeks AOP / 3 × RIP / 3 / b

=

( AOP / 1 / m + AOP / 2 / m ) × RIP / 3 / b ( AOP / 1 / b + AOP / 2 / b )

AOP / 3 / b = RIP / 3 / b

Dimana: b m AOP/3/b = Base Year/periode dasar = Measured Year/periode yang diukur = Output parsial pengembalian naker tidak langsung periode dasar AOP/3/m = Output parsial pengembalian naker tidak langsung periode yang diukur AOP/1/m = Output parsial pengembalian langsung modal periode yang diukur AOP/1/b = Output parsial pengembalian langsung modal periode dasar AOP/2/m = Output parsial pengembalian naker langsung periode yang diukur AOP/2/b = Output parsial pengembalian naker langsung periode dasar RIP/3/b = Input sumber parsial naker tidak langsung periode dasar

72

Tabel 4.42 Perhitungan AOP/3 Periode Tahun 2006 dan 2007
No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Periode 2006 2007 Januari 2007 Februari 2007 Maret 2007 April 2007 Mei 2007 Juni 2007 Juli 2007 Agustus AOP/1 (Rp) 558.113.973 65.143.590 59.101.604 30.319.782 32.846.431 53.169.473 37.350.456 64.923.882 84.368.090 46.578.216 55.696.122 67.120.967 46.578.216 AOP/2 (Rp) 232.282.025 29.090.441 26.392.339 13.539.564 14.667.861 23.743.294 16.679.173 28.992.328 37.675.310 20.799.911 24.871.591 29.973.456 20.799.911 Indeks AOP/3 1 0,119223 0,108165 0,055490 0,060114 0,097309 0,068357 0,118821 0,154407 0,085246 0,101933 0,122842 0,085246 RIP/3 (Th 2006) (Rp) 191.400.000 191.400.000 191.400.000 191.400.000 191.400.000 191.400.000 191.400.000 191.400.000 191.400.000 191.400.000 191.400.000 191.400.000 191.400.000 AOP/3 (Rp) 191.400.000 22.819.439 20.702.965 10.620.851 11.505.923 18.624.972 13.083.658 22.742.476 29.553.675 16.316.084 19.510.043 23.512.103 16.316.091

10. 2007 September 11. 2007 Oktober 12. 2007 November 13. 2007 Desember

Keterangan

:

a. Total AOP/3 untuk periode dasar (Tahun 2006) Rp 191.400.000 b. Total AOP/3 untuk periode tahun yang diukur (Tahun 2007) = Rp. 22.819.439 + Rp. 20.702.965 + Rp. 10.620.851 + Rp. 11.505.923 + Rp. 18.624.972 + Rp. 13.083.658 + Rp. 22.742.476 + Rp. 29.553.675 + Rp. 16.316.084 + Rp. 19.510.043 + Rp. 23.512.103 + Rp. 16.316.091 = Rp. 225.308.280

73

4.2.7 Perhitungan Indeks Produktivitas

Indeks Pr oduktivitas =

( AO / m / RI / m ) ( AO / b / RI / b )
Indeks performansi periode pengukuran Indeks performansi periode dasar Indeks Output Indeks Input

Indeks Pr oduktivitas =

Indeks Pr oduktivitas =

Tabel 4.43 Perhitungan Indeks Produktivitas Periode Tahun 2006 dan 2007
Periode

2006 2007 Januari 2007 Februari 2007 Maret 2007 April 2007 Mei 2007 Juni 2007 Juli 2007 Agustus 2007 September 2007 Oktober 2007 November 2007 Desember

∑ AOP (Rp) 981.795.998 117.053.470 106.196.908 54.480.197 59.020.215 95.537.739 67.113.287 116.658.686 151.597.075 83.694.211 100.077.756 120.606.526 83.694.218

∑ RIP (Rp) 1.044.659.022 87.054.918 87.054.918 87.054.918 87.054.918 87.054.918 87.054.918 87.054.918 87.054.918 87.054.918 87.054.918 87.054.918 87.054.918

Indeks Produktivitas 1

1,4306 1,2979 0,6658 0,7213 1,1677 0,8202 1,4258 1,8528 1,0229 1,2232 1,4741 1,0229

74

4.3 Analisis Hasil Perhitungan

4.3.1 Analisis Hasil Perhitungan Input Sumber Parsial Kapital (RIP/1) Tabel 4.44 Hasil Perhitungan RIP/1
No Input Nama Mesin RIP/1/b Tahun 2006 (Rp) 16.797.844 RIP/1/m Tahun 2007 (Rp) 16.797.844

Input 1 Input 2 Input 3 Input 4 Input 5 Input 6 Input 7 Input 8

Jointer Planner Spindle Dowel Milling Chisel Compressor Sanding Table Saw TOTAL

12.599.440 15.121.442 8.398.922 5.460.462 20.159.104 167.999.580 8.398.922 254.935.716

12.599.440 15.121.442 8.398.922 5.460.462 20.159.104 167.999.580 8.398.922 254.935.716

Dari hasil perhitungan Input Sumber Parsial Kapital (RIP/1) dapat diketahui Total RIP/1/b atau periode dasar (Tahun 2006) dengan Total RIP/1/m atau periode tahun yang diukur (Tahun 2007) besarnya sama yaitu Rp 254.935.716. Hal tersebut terjadi karena faktor-faktor yang mempengaruhi perhitungan RIP/1 dari Tahun 2006 sampai tahun 2007 tidak mengalami perubahan. Faktor-faktor tersebut meliputi

Depresiasi/Jam, Jumlah Fasilitas Serupa, Biaya Tetap/Tahun dan Jam Tersedia/Tahun.

75

4.3.2 Analisis Hasil Perhitungan Input Sumber Parsial Energi, Peralatan dan Perawatan Serta Tenaga Kerja Langsung (RIP/2) Tabel 4.45 Hasil Perhitungan RIP/2
Jenis Biaya yang Dikeluarkan Biaya Energi (Listrik) Biaya Peralatan dan Perawatan Biaya Tenaga Kerja Langsung RIP/2 (Rp) Tahun2006 (Periode Dasar) (Rp) 15.575.952 3.003.994 579.743.360 598.323.306 Tahun 2007 (Periode yang Diukur) (Rp) 15.575.952 3.003.994 579.743.360 598.323.306

Dari hasil perhitungan Input Sumber Parsial Energi, Peralatan dan Perawatan serta Tenaga Kerja Langsung (RIP/2) dapat diketahui ada 3 faktor yang mempengaruhi yaitu Biaya Listrik, Biaya Peralatan dan Perawatan, dan Biaya Tenaga Kerja Langsung. Untuk Biaya Energi (Listrik) dan Biaya Peralatan/Perawatan dari periode dasar (Tahun 2006) sampai periode yang diukur (Tahun 2007) besarnya sama. Begitu juga untuk Biaya Tenaga Kerja Langsung (Bagian Produksi) dari periode dasar sampai periode tahun yang diukur sama besar, hal ini disebabkan jumlah tenaga kerjanya tidak meningkat dari tahun 2006 berjumlah 64 orang dimana gaji/periode waktu juga tidak berbeda, untuk tahun 2006 dan tahun 2007 sebesar Rp 4285 / Jam. Total RIP/2/b (Periode dasar) dan RIP/2/m (Periode tahun yang diukur) sebesar Rp 598.323.306.

76

4.3.3 Analisis Hasil Perhitungan Input Sumber Parsial Tenaga Kerja Tak Langsung (RIP/3) Tabel 4.46Hasil Perhitungan RIP/3
No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Kategori Tenaga Kerja Tidak Langsung Marketing Personalia Kabag. Produksi Maintenance Staff Keamanan Umum dan Kebersihan TOTAL RIP/3/b Tahun 2006 (Rp) 28.800.000 28.800.000 18.000.000 36.000.000 44.400.000 20.400.000 15.000.000 191.400.000 RIP/3/m Tahun 2007 (Rp) 28.800.000 28.800.000 18.000.000 36.000.000 44.400.000 20.400.000 15.000.000 91.400.000

Dari hasil perhitungan Input Sumber Parsial Tenaga Kerja Tak Langsung (RIP/3), dapat diketahui dari periode dasar (Tahun 2006) sampai periode tahun yang diukur (Tahun 2007) tidak mengalami perubahan, hal ini disebabkan karena tidak ada pengurangan atau penambahan tenaga kerja tak langsung, dan secara otomatis tingkat penghasilan yang didapat oleh tenaga kerja tak langsung (bagian non produksi) juga tidak mengalami perubahan.

77

4.3.4 Analisis Hasil Perhitungan Output Parsial Pengembalian Langsung Modal (AOP/1) Tabel 4.47 Hasil Perhitungan AOP/1
Tahun 2006 (Periode Dasar) 4.285 473,5 558.113.973 Tahun 2007 (Periode yang Diukur) 4.285 585,5 643.196.829

Tingkat $L/b per unit (Rp) Kuantitas UnitProduksi (Unit)

AOP/1 (Rp)

Dari hasil perhitungan Output Parsial Pengembalian Langsung Modal (AOP/1) dapat diketahui ada beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu Kuantitas Unit Produksi, Waktu Standar/Unit (jam), Biaya Total/Jam (Rp). Faktor yang mengalami perubahan dari periode dasar (Tahun 2006) sampai periode yang diukur (Tahun 2007) hanya Kuantitas Unit Produksi atau Jumlah produk yang diproduksi. Sedangkan untuk faktor Waktu Standar/unit dan Biaya Total/Jam itu tidak mengalami perubahan. Total AOP/1/b (periode dasar) sebesar Rp. 558.113.973 dan AOP/1/m (periode yang diukur) sebesar Rp. 643.196.829 4.3.5 Analisis Hasil Perhitungan Output Parsial Pengembalian Tenaga Kerja Langsung (AOP/2) Tabel 4.48 Hasil Perhitungan AOP/2
Tahun 2006 (Periode Dasar) 4.285 473,5 232.282.025 Tahun 2007 (Periode yang Diukur) 4.285 585,5 287.225.179

Tingkat $L/b per unit (Rp) Kuantitas UnitProduksi (Unit)

AOP/2 (Rp)

78

Dari hasil perhitungan Output Parsial Pengembalian Tenaga Kerja Langsung (AOP/2) dapat diketahui ada beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu Kuantitas Unit Produksi, Waktu Standar/Unit (Jam), Tingkat $L/b per unit produk (Rp). Faktor yang mengalami perubahan dari periode dasar (Tahun 2006) sampai periode tahun yang diukur (Tahun 2007) adalah Kuantitas Unit Produksi dan Tingkat $L/b per unit produk. Sedangkan faktor Waktu Standar/Unit (Jam) tidak mengalami perubahan. Total AOP/2/b (periode dasar) sebesar Rp.232.282.025 dan AOP/2/m (periode yang diukur) sebesar Rp 287.225.179. 4.3.6 Analisis Hasil Perhitungan Output Parsial Pengembalian Tenaga Kerja Tidak Langsung (AOP/3) Dari hasil perhitungan Output Parsial Pengembalian Tenaga Kerja Tidak Langsung (AOP/3) dapat diketahui Total AOP/3/b (periode dasar) sebesar Rp. 191.400.000 dan Total AOP/3/m (periode Tahun yang diukur) sebesar Rp. 238.545.871. Untuk AOP/3/b (periode dasar) besarnya sama dengan RIP/3/b (periode dasar).

79

4.3.7 Analisis Hasil Perhitungan Indeks Produktivitas Tabel 4.49 Hasil Perhitungan Indeks Produktivitas
Periode

2006 2007 Januari 2007 Februari 2007 Maret 2007 April 2007 Mei 2007 Juni 2007 Juli 2007 Agustus 2007 September 2007 Oktober 2007 November 2007 Desember

∑ AOP (Rp) 981.795.998 117.053.470 106.196.908 54.480.197 59.020.215 95.537.739 67.113.287 116.658.686 151.597.075 83.694.211 100.077.756 120.606.526 83.694.218

∑ RIP (Rp) 1.044.659.022 87.054.918 87.054.918 87.054.918 87.054.918 87.054.918 87.054.918 87.054.918 87.054.918 87.054.918 87.054.918 87.054.918 87.054.918

Indeks Produktivitas 1

1,4306 1,2979 0,6658 0,7213 1,1677 0,8202 1,4258 1,8528 1,0229 1,2232 1,4741 1,0229

Catatan : angka indeks produktivitas pada periode dasar selalu dibuat sama dengan 1, agar mudah untuk membandingkan dengan periode yang diukur.

Grafik 4.1 AOP/1 Periode Tahun 2006-2007
100000000 80000000 AOP/1 60000000 40000000 20000000 0 2006 Jan- Feb- Mar- Apr- May- Jun- Jul- Aug- Sep- Oct- Nov- Dec07 07 07 07 07 07 07 07 07 07 07 07 Periode

Gambar 4.1 Grafik AOP/1 Periode Tahun 2006-2007

Grafik 4.2 AOP/2 Periode Tahun 2006-2007
40000000 35000000 30000000 25000000 20000000 15000000 10000000 5000000 0 2006 Jan- Feb- Mar- Apr- May- Jun- Jul- Aug- Sep- Oct- Nov- Dec07 07 07 07 07 07 07 07 07 07 07 07 Periode

AOP/2

Gambar 4.2 Grafik AOP/2 Periode Tahun 2006-2007

Grafik 4.3 AOP/3 Periode Tahun 2006-2007
35,000,000 30,000,000 25,000,000 20,000,000 15,000,000 10,000,000 5,000,000 0 2006 Jan- Feb- Mar- Apr- May- Jun- Jul- Aug- Sep- Oct- Nov- Dec07 07 07 07 07 07 07 07 07 07 07 07 Periode

AOP/3

Gambar 4.3 Grafik AOP/3 Periode Tahun 2006-2007

Grafik 4.4 Indeks Produktivitas Total Priode Tahun 2006-2007
Indeks Produktivitas 2 1.5 1 0.5 0 2006 Jan- Feb- Mar- Apr- May- Jun07 07 07 07 07 07 Periode
Gambar 4.4 Grafik Indeks Produktivitas Total Periode Tahun 2006-2007

Jul- Aug- Sep- Oct- Nov- Dec07 07 07 07 07 07

84

Tahun 2006 a. Angka Indeks Produktivitas Tahun 2006 sebesar 1, agar mudah dibandingkan dengan periode yang diukur ( 2007 ) b. Faktor yang mempengaruhi adalah Input Sumber Parsial Kapital (RIP/1) sebesar Rp.254.935.716, Input Sumber Parsial Energi, Peralatan Dan Perawatan Serta Tenaga Kerja Langsung ( RIP/2 ) sebesar Rp. 598.323.306 dan Input Sumber Parsial Tenaga Kerja Tak Langsung (RIP/3) sebesar Rp.191.400.000. c. Faktor yang mempengaruhi adalah Output Parsial Pengembalian Langsung Modal (AOP/1) sebesar Rp.558.113.973 dengan rata-rata (AOP/1) perbulan sebesar Rp.46.509.497 d. Faktor yang mempengaruhi adalah Output Pengembalian Tenaga Kerja Langsung (AOP/2) sebesar Rp. 232.282.025 dengan rata-rata (AOP/2) perbulan sebesar Rp. 19.356.835 e. Faktor yang mempengaruhi adalah Output Pengembalian Tenaga Kerja Tak Langsung (AOP/3) sebesar Rp. 191.400.000 dengan rata-rata (AOP/3) perbulan sebesar Rp. 15.950.000. 2. Bulan Januari tahun 2007 a. Angka indeks naik mencapai 1,4306 dibandingkan dengan angka indeks tahun 2006 yaitu 1 dengan selisih angka indeks sebesar 0,.4306 b. Faktor yang mempengaruhi kenaikan produktivitas adalah Output Pengembalian Langsung Modal (AOP/1) tahun 2007 naik mencapai

85

Rp. 65.143.590 dibandingkan rata-rata (AOP/1) tahun 2006 sebesar Rp. 46.509.497 dengan selisih Rp.18.634.093 Hal ini disebabkan penggunaan input bahan baku yang maksimal sehingga output yang dihasilkan sebanding dengan input yang digunakan. c. Faktor yang mempengaruhi kenaikan produktivitas adalah Output Pengembalian Tenaga Kerja Langsung (AOP/2) tahun 2007 naik mencapai Rp. 26.392.339 dibandingkan rata-rata (AOP/2) tahun 2006 sebesar Rp. 19.356.835 dengan selisih Rp.7.035.504 Hal ini disebabkan penggunaan input yang maksimal dengan mengoptimalkan kinerja mesin dan tenaga kerja sehingga output yang dihasilkan sebanding dengan input yang digunakan. d. Faktor yang mempengaruhi kenaikan produktivitas adalah Output Pengebalian Tenaga Kerja Tidak Langsung (AOP/3) tahun 2007 sebesar Rp.22.819.439 dibandingkan rata-rata (AOP/3) tahun 2006 sebesar Rp.15.950.000 dengan selisih Rp.6.869.439 Hal ini disebabkan penggunaan input tenaga kerja tak langsung yang maksimal sehingga output yang dihasilkan sebanding dengan input yang digunakan. 3. Bulan Februari tahun 2007 a. Angka indeks naik mencapai 1,2979 dibandingkan dengan angka indeks tahun 2006 yaitu 1 dengan selisih angka indeks sebesar 0,2979

86

b. Faktor yang mempengaruhi adalah Output Parsial Pengembalian Langsung Modal (AOP/1) tahun 2007 naik mencapai Rp.59.101.604 dibandingkan rata-rata (AOP/1) tahun 2006 sebesar Rp. 46.509.497 dengan selisih Rp.16.189.715 Hal ini disebabkan penggunaan input bahan baku yang maksimal sehingga output yang dihasilkan sebanding dengan input yang digunakan. c. Faktor yang mempengaruhi adalah Output Pengembalian Tenaga Kerja Langsung (AOP/2) tahun 2007 naik mencapai Rp.26.392.339 dibandingkan rata-rata (AOP/2) tahun 2006 sebesar Rp.19.356.835 dengan selisih Rp.7.035.504 Hal ini disebabkan penggunaan input yang maksimal dengan mengoptimalkan kinerja mesin dan tenaga kerja sehingga output yang dihasilkan sebanding dengan input yang digunakan. d. Faktor yang mempengaruhi adalah Output Pengembalian Tenaga Kerja Tidak Langsung (AOP/3) tahun 2007 naik mencapai Rp.20.702.965 dibandingkan rata-rata (AOP/3) tahun 2006 sebesar Rp.15.950.000 dengan selisih Rp.4.752.965 Hal ini disebabkan penggunaan input tenaga kerja tak langsung yang maksimal sehingga output yang dihasilkan sebanding dengan input yang digunakan.

87

4. Bulan Maret tahun 2007 a. Angka indeks turun mencapai 0,6658 dibandingkan dengan angka indeks tahun 2006 yaitu 1 dengan selisih angka indeks sebesar 0,3342 b. Faktor yang mempengaruhi adalah Output Parsial Pengembalian Langsung Modal (AOP/1) tahun 2007 turun mencapai Rp.30.319.782 dibandingkan rata-rata (AOP/1) tahun 2006 sebesar Rp.46.509.497 dengan selisih Rp.16.189.715 Untuk mengatasi penurunan (AOP/1) perusahaan harus meningkatkan kuantitas produksi dengan mengurangi biaya total perusahaan dan meningkatkan kinerja bagian produksi sehingga antara biaya total dan kuantitas produksi yang dihasilkan sebanding. c. Faktor yang mempengaruhi adalah Output Pengembalian Tenaga Kerja Langsung (AOP/2) tahun 2007 turun mencapai Rp.13.539.564 dibandingkan rata-rata (AOP/2) tahun 2006 sebesar Rp. 19.356.835 dengan selisih Rp.5.817.271 Untuk mengatasi penurunan (AOP/2) perusahaan harus meningkatkan kuantitas produksi dengan meningkatkan kinerja bagian produksi dan meminimalkan waktu tunggu tenaga kerja langsung sehingga antara gaji tenaga kerja langsung dan jumlah produksi sebanding.. d. Faktor yang mempengaruhi adalah Output Pengembalian Tenaga Kerja Tidak Langsung (AOP/3) tahun 2007 turun mencapai Rp.10.620.851 dibandingkan rata-rata (AOP/3) tahun 2006 sebesar Rp.15.950.000 dengan selisih Rp.5.329.149

88

Untuk mengatasi penurunan (AOP/3) perusahaan harus meningkatkan kinerja tenaga kerja tidak langsung sehingga antara gaji Tenaga Kerja Tak Langsung dan kuantitas produksi yang dihasilkan sebanding (tidak terjadi Pemborosan biaya). 5. Bulan April tahun 2007 a. Angka indeks turun mencapai 0,7213 dibandingkan dengan angka indeks tahun 2006yaitu 1 dengan selisih angka indeks sebesar 0,2787 b. Faktor yang mempengaruhi adalah Output Parsial Pengembalian Langsung Modal (AOP/1) tahun 2007 turun mencapai Rp.32.846.431 dibandingkan rata-rata (AOP/1) tahun 2006 sebesar Rp.46.509.497 dengan selisih Rp.13.663.066 Untuk mengatasi penurunan (AOP/1) perusahaan harus meningkatkan kuantitas produksi dengan mengurangi biaya total perusahaan dan meningkatkan kinerja bagian produksi sehingga antara biaya total dan kuantitas produksi yang dihasilkan sebanding. c. Faktor yang mempengaruhi adalah Output Pengembalian Tenaga Kerja Langsung (AOP/2) tahun 2007 turun mencapai Rp.14.667.861 dibandingkan rata-rata (AOP/2) tahun 2006 sebesar Rp.19.356.835 dengan selisih Rp.4.688.974 Untuk mengatasi penurunan (AOP/2) perusahaan harus meningkatkan kuantitas produksi dengan meningkatkan kinerja bagian produksi dan meminimalkan waktu tunggu tenaga kerja langsung sehingga antara gaji tenaga kerja langsung dan jumlah produksi sebanding..

89

d. Faktor yang mempengaruhi adalah Output Pengembalian Tenaga Kerja Tidak Langsung (AOP/3) tahun 2007 turun mencapai Rp.11.505.923 dibandingkan rata-rata (AOP/3) tahun 2006 sebesar Rp.15.950.000 dengan selisih Rp.4.444.077 Untuk mengatasi penurunan (AOP/3) perusahaan harus meningkatkan kinerja tenaga kerja tidak langsung sehingga antara gaji Tenaga Kerja Tak Langsung dan kuantitas produksi yang dihasilkan sebanding (tidak terjadi Pemborosan biaya). 6. Bulan Mei tahun 2007 a. Angka indeks naik mencapai 1,1677 dibandingkan dengan angka indeks tahun 2006 yaitu 1 dengan selisih angka indeks sebesar 0, 1677 b. Faktor yang mempengaruhi kenaikan produktivitas adalah Output Pengembalian Langsung Modal (AOP/1) tahun 2007 naik sebesar Rp.53.169.473 dibandingkan rata-rata (AOP/1) tahun 2006 sebesar Rp.46.509.497 dengan selisih Rp.6.659.976 Hal ini disebabkan penggunaan input bahan baku yang maksimal sehingga output yang dihasilkan sebanding dengan input yang digunakan c. Faktor yang mempengaruhi adalah Output Pengembalian Tenaga Kerja Langsung (AOP/2) tahun 2007 naik mencapai Rp.23.743.294 dibandingkan rata-rata (AOP/2) tahun 2006 sebesar Rp.19.356.835 dengan selisih Rp.4.688.974

90

Hal ini disebabkan penggunaan input yang maksimal dengan mengoptimalkan kinerja mesin dan tenaga kerja sehingga output yang dihasilkan sebanding dengan input yang digunakan. d. Faktor yang mempengaruhi adalah Output Pengembalian Tenaga Kerja Tidak Langsung (AOP/3) tahun 2007 naik mencapai Rp.18.624.972 dibandingkan rata-rata (AOP/3) tahun 2006 sebesar Rp.15.950.000 dengan selisih Rp.2.674.972 Hal ini disebabkan penggunaan input yang maksimal dengan mengoptimalkan kinerja mesin dan tenaga kerja sehingga output yang dihasilkan sebanding dengan input yang digunakan. 7. Bulan Juni tahun 2007 Angka indeks turun mencapai 0,8202 dibandingkan dengan angka indeks tahun 2006 yaitu 1 dengan selisih angka indeks sebesar 0,1798. b. Faktor yang mempengaruhi adalah Output Parsial Pengembalian Langsung Modal (AOP/1) tahun 2007 turun mencapai Rp.37.350.456 dibandingkan rata-rata (AOP/1) tahun 2006 sebesar Rp.46.509.497 dengan selisih Rp.9.555.041 Untuk mengatasi penurunan (AOP/1) perusahaan harus meningkatkan kuantitas produksi dengan mengurangi biaya total perusahaan dan meningkatkan kinerja bagian produksi sehingga antara biaya total dan kuantitas produksi yang dihasilkan sebanding. c. Faktor yang mempengaruhi adalah Output Pengembalian Tenaga Kerja Langsung (AOP/2) tahun 2007 turun mencapai Rp.16.679.173

91

dibandingkan rata-rata (AOP/2) tahun 2006 sebesar Rp.19.356.835 dengan selisih Rp.2.677.662 Untuk mengatasi penurunan (AOP/2) perusahaan harus meningkatkan kuantitas produksi dengan meningkatkan kinerja bagian produksi dan meminimalkan waktu tunggu tenaga kerja langsung sehingga antara gaji tenaga kerja langsung dan jumlah produksi sebanding.. d. Faktor yang mempengaruhi adalah Output Pengembalian Tenaga Kerja Tidak Langsung (AOP/3) tahun 2007 turun mencapai Rp.13.083.658 dibandingkan rata-rata (AOP/3) tahun 2006 sebesar Rp.15.950.000 dengan selisih Rp.2.866.342 Untuk mengatasi penurunan (AOP/3) perusahaan harus meningkatkan kinerja tenaga kerja tidak langsung sehingga antara gaji Tenaga Kerja Tak Langsung dan kuantitas produksi yang dihasilkan sebanding (tidak terjadi pemborosan biaya). 8. Bulan Juli tahun 2007 a. Angka indeks naik mencapai 1,4258 dibandingkan dengan angka indeks tahun 2006 yaitu 1 dengan selisih angka indeks sebesar 0,4258 b. Faktor yang mempengaruhi adalah Output Parsial Pengembalian Langsung Modal (AOP/1) tahun 2007 naik mencapai Rp.64.923.882 dibandingkan rata-rata (AOP/1) tahun 2006 sebesar Rp.46.509.497 dengan selisih Rp.18.414.385

92

Hal ini disebabkan penggunaan input bahan baku yang maksimal sehingga output yang dihasilkan sebanding dengan input yang digunakan c. Faktor yang mempengaruhi adalah Output Pengembalian Tenaga Kerja Langsung (AOP/2) tahun 2007 naik mencapai Rp.28.992.328 dibandingkan rata-rata (AOP/2) tahun 2006 sebesar Rp.19.356.835 dengan selisih Rp.9.635.493 Hal ini disebabkan penggunaan input yang maksimal dengan mengoptimalkan kinerja mesin dan tenaga kerja sehingga output yang dihasilkan sebanding dengan input yang digunakan d. Faktor yang mempengaruhi adalah Output Pengembalian Tenaga Kerja Tidak Langsung (AOP/3) tahun 2007 naik mencapai Rp.22.742.476 dibandingkan rata-rata (AOP/3) tahun 2006 sebesar Rp.15.950.000 dengan selisih Rp.6.792.476 Hal ini disebabkan penggunaan input yang maksimal sehingga output yang dihasilkan sebanding dengan input yang digunakan 9. Bulan Agustus tahun 2007 a. Angka indeks naik mencapai 1,8528 dibandingkan dengan angka indeks tahun 2006 yaitu 1 dengan selisih angka indeks sebesar 0,8528. b. Faktor yang mempengaruhi kenaikan produktivitas adalah Output Pengembalian Langsung Modal (AOP/1) tahun 2007 naik sebesar Rp.84.368.090 dibandingkan rata-rata (AOP/1) tahun 2006 sebesar Rp.46.509.497 dengan selisih Rp.37.858.593

93

Hal ini disebabkan penggunaan input bahan baku yang maksimal sehingga output yang dihasilkan sebanding dengan input yang digunakan c. Faktor yang mempengaruhi adalah Output Pengembalian Tenaga Kerja Langsung (AOP/2) tahun 2007 naik mencapai Rp.37.675.310 dibandingkan rata-rata (AOP/2) tahun 2006 sebesar Rp.19.356.835 dengan selisih Rp.18.318.475 Hal ini disebabkan penggunaan input yang maksimal dengan mengoptimalkan kinerja mesin dan tenaga kerja sehingga output yang dihasilkan sebanding dengan input yang digunakan d. Faktor yang mempengaruhi adalah Output Pengembalian Tenaga Kerja Tidak Langsung (AOP/3) tahun 2007 naik mencapai Rp.29.553.675 dibandingkan rata-rata (AOP/3) tahun 2006 sebesar Rp.15.950.000 dengan selisih Rp.13.603.675 Hal ini disebabkan penggunaan input yang maksimal sehingga output yang dihasilkan sebanding dengan input yang digunakan 10. Bulan September tahun 2007 a. Angka indeks naik mencapai 1,0229 dibandingkan dengan angka indeks tahun 2006 yaitu 1 dengan selisih angka indeks sebesar 0,0229. b. Faktor yang mempengaruhi adalah Output Parsial Pengembalian Langsung Modal (AOP/1) tahun 2007 naik mencapai Rp.46.578.216 dibandingkan rata-rata (AOP/1) tahun 2006 sebesar Rp.46.509.497 dengan selisih Rp.68.719

94

Hal ini disebabkan penggunaan input bahan baku yang maksimal sehingga output yang dihasilkan sebanding dengan input yang digunakan c. Faktor yang mempengaruhi adalah Output Pengembalian Tenaga Kerja Langsung (AOP/2) tahun 2007 naik mencapai Rp.20.799.911 dibandingkan rata-rata (AOP/2) tahun 2006 sebesar Rp.19.356.835 dengan selisih Rp.1.443.076 Hal ini disebabkan penggunaan input yang maksimal dengan mengoptimalkan kinerja mesin dan tenaga kerja sehingga output yang dihasilkan sebanding dengan input yang digunakan d. Faktor yang mempengaruhi adalah Output Pengembalian Tenaga Kerja Tidak Langsung (AOP/3) tahun 2007 naik mencapai Rp.16.316.084 dibandingkan rata-rata (AOP/3) tahun 2006 sebesar Rp.15.950.000 dengan selisih Rp.366.084 Hal ini disebabkan penggunaan input bahan baku yang maksimal sehingga output yang dihasilkan sebanding dengan input yang digunakan 11. Bulan Oktober tahun 2007 a. Angka indeks naik mencapai 1,2232 dibandingkan dengan angka indeks tahun 2006 yaitu 1 dengan selisih angka indeks sebesar 0,2232. b. Faktor yang mempengaruhi adalah Output Parsial Pengembalian Langsung Modal (AOP/1) tahun 2007 naik mencapai Rp.55.696.122

95

dibandingkan rata-rata (AOP/1) tahun 2006 sebesar Rp.46.509.497 dengan selisih Rp.9.186.625 Hal ini disebabkan penggunaan input bahan baku yang maksimal sehingga output yang dihasilkan sebanding dengan input yang digunakan c. Faktor yang mempengaruhi adalah Output Pengembalian Tenaga Kerja Langsung (AOP/2) tahun 2007 naik mencapai Rp.24.871.591 dibandingkan rata-rata (AOP/2) tahun 2006 sebesar Rp.19.356.835 dengan selisih Rp.5.514.756 Hal ini disebabkan penggunaan input yang maksimal dengan mengoptimalkan kinerja mesin dan tenaga kerja sehingga output yang dihasilkan sebanding dengan input yang digunakan d. Faktor yang mempengaruhi adalah Output Pengembalian Tenaga Kerja Tidak Langsung (AOP/3) tahun 2007 naik mencapai Rp.19.510.043 dibandingkan rata-rata (AOP/3) tahun 2006 sebesar Rp.15.950.000 dengan selisih Rp.3.560.043 Hal ini disebabkan penggunaan input yang maksimal sehingga output yang dihasilkan sebanding dengan input yang digunakan 12. Bulan November tahun 2007 a. Angka indeks naik mencapai 1,4741 dibandingkan dengan angka indeks tahun 2006 yaitu 1 dengan selisih angka indeks sebesar 0,4741. b. Faktor yang mempengaruhi adalah Output Parsial Pengembalian Langsung Modal (AOP/1) tahun 2007 naik mencapai Rp.67.120.967

96

dibandingkan rata-rata (AOP/1) tahun 2006 sebesar Rp.46.509.497 dengan selisih Rp.20.611.470 Hal ini disebabkan penggunaan input bahan baku yang maksimal sehingga output yang dihasilkan sebanding dengan input yang digunakan c. Faktor yang mempengaruhi adalah Output Pengembalian Tenaga Kerja Langsung (AOP/2) tahun 2007 naik mencapai Rp.29.973.456 dibandingkan rata-rata (AOP/2) tahun 2006 sebesar Rp.19.356.835 dengan selisih Rp.10.616.621 Hal ini disebabkan penggunaan input yang maksimal dengan mengoptimalkan kinerja mesin dan tenaga kerja sehingga output yang dihasilkan sebanding dengan input yang digunakan d. Faktor yang mempengaruhi adalah Output Pengembalian Tenaga Kerja Tidak Langsung (AOP/3) tahun 2007 naik mencapai Rp.23.512.103 dibandingkan rata-rata (AOP/3) tahun 2006 sebesar Rp.15.950.000 dengan selisih Rp.7.562.103 Hal ini disebabkan penggunaan input yang maksimal sehingga output yang dihasilkan sebanding dengan input yang digunakan 13. Bulan Desember tahun 2007 a. Angka indeks naik mencapai 1,0229 dibandingkan dengan angka indeks tahun 2005 yaitu 1 dengan selisih angka indeks sebesar 0,.0229 b. Faktor yang mempengaruhi adalah Output Parsial Pengembalian Langsung Modal (AOP/1) tahun 2007 naik mencapai Rp.46.578.216

97

dibandingkan rata-rata (AOP/1) tahun 2006 sebesar Rp.46.509.497 dengan selisih Rp.68.719 Hal ini disebabkan penggunaan input bahan baku yang maksimal sehingga output yang dihasilkan sebanding dengan input yang digunakan c. Faktor yang mempengaruhi adalah Output Pengembalian Tenaga Kerja Langsung (AOP/2) tahun 2007 naik mencapai Rp.20.799.911 dibandingkan rata-rata (AOP/2) tahun 2006 sebesar Rp.19.356.835 dengan selisih Rp.1.443.076 Hal ini disebabkan penggunaan input yang maksimal dengan mengoptimalkan kinerja mesin dan tenaga kerja sehingga output yang dihasilkan sebanding dengan input yang digunakan d. Faktor yang mempengaruhi adalah Output Pengembalian Tenaga Kerja Tidak Langsung (AOP/3) tahun 2007 naik mencapai Rp.16.316.091 dibandingkan rata-rata (AOP/3) tahun 2006 sebesar Rp.15.950.000 dengan selisih Rp.366.091 Hal ini disebabkan penggunaan input bahan baku yang maksimal sehingga output yang dihasilkan sebanding dengan input yang digunakan

98

14. Analisa indeks produktivitas Tahun 2007 Setelah dianalisa hasil indeks produktivitas Tahun 2007 diketahui: a. Indeks produktivitas terendah pada bulan Juni sebesar 0,8202. Hal ini disebabkan tidak sebandingnya antara penggunaan input terhadap output, yang artinya jumlah input yang digunakan tinggi tetapi jumlah output yang dihasilkan rendah. b. Indeks produkivitas tertinggi pada bulan Agustus sebesar 1,8528. Hal ini disebabkan penggunaan input yang maksimal dengan

mengoptimalkan kinerja mesin dan tenaga kerja sehingga output yang dihasilkan sebanding dengan input yang digunakan. 4.4 Identifikasi Penyebab Masalah Produktivitas Gambaran mengenai penyebab penurunan kinerja kriteria mutu yang mempengaruhi dapat diuraikan dalam diagram fish bone sebagai berikut:

Metode Kurang Sesuai

Mesin Mesin Tua Perencnaan Kurang Matang Set Up tidak tepat Perawatan Kurang Penurunan Produktifitas

Toleransi Kecacatan Tidak Jelas

Semangat Kerja Kurang

Kurang Teliti

Pinjaman Bank Pribadi Modal

Skill Kurang Manusia

Gambar 4.5 Diagram Fish Bone Penurunan Produktivitas

99

Dari diagram fish bone diatas dapat diketahui masalah yang sering terjadi dalam proses produksi di PT. SAMI SEJATI yang menyebabkan terjadinya penurunan produktivitas perusahaan. Masalah penyebab

penurunan produktivitas dapat dilihat pada tabel 4.50 sebagai berikutt: Tabel 4.50 Masalah Penyebab Penurunan Produktivitas Masalah Penyebab Masalah Yang Terjadi Produktivitas Masalah Mesin sering mengalami kerusakan secara mendadak Mesin Perawatan mesin yang minim karena anggaran untuk perawatan sedikit Perencanaan yang kurang matang menyebabkan hasil yang kurang Metode sesuai Standar toleransi produk yang Penurunan reject yang tidak jelas. Produktivitas Standar proses produksi yang kurang dipahami karyawan. Keterampilan karyawan yang Manusia kurang baik terutama dibagian mesin. Semangat dan tanggung jawab kerja karyawan yang tidak konsisten Modal Pinjaman dari Bank yang membuat keuangan menjadi membengkak.

4.5 Perencanaan Perbaikan Produktivitas Perencanaan produktivitas merupakan suatu usaha kelanjutan dari pengukuran produktivitas yang telah dilakukan, berupa langkah-langkah yang harus diambil untuk merencanakan tingkat produktivitas yang diraih dimasa yang akan datang. Langkah perbaikan yang bisa diambil dapat dilihat pada tabel 4.51 sebagai berikut:

100

Tabel 4.51 Tabel Pemecahan Masalah Produktivitas Masalah Penyebab Solusi Masalah Produktivitas Produktivitas Masalah Menambah dana untuk perecanaan dalam pembelian mesin baru. Mesin Menambah dana untuk perecanaan dalam perawatan terhadap mesin yang lama. Menjalankan sistem manajemen mutu yang terdokumentasi mulai perencanaan kualiatas hingga pengendalian kualitas, dengan langkah sebagai berikut: o Full Inspection (Teknik Pemeriksaan Lengkap) Metode o Process Specification (Spesifikasi proses) o Work Intruktion (Intruksi Penurunan Kerja) Produktivitas Memberikan kejelasan kepada karyawan tentang masalah kecacatan agar lebih memahaminya. Pemberian training tambahan kepada karyawan tentang pengenalan kualitas produk. Pemberian tambahan insentive Manusia kepada karyawan yang yang berprestasi. Penataan lay out ruang produksi yang nyaman Modal Mengurangi biaya-biaya yang tidak penting.

DAFTAR PUSTAKA

Gaspeersz, Vincent, 1998, Manajemen Produksi Total Strategi Peningkatan Produktivitas Bisnis Global, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Gunawan, 2004, Analisis Produktivitas Perusahaan Dengan Metode Objective Matrix D i PT. Sici Multindo Marmer Karanganyar Meredith, Jack, R dan Gibbs, Thomas, E, 1987, The Management of Operation 2nd Eddition, John Wiley & Sons, New York Ravianto, J, 1986, Produktivitas dan Pengukuran, Jakarta: SIUP. Reksohardiprojo, Sukanto, 1989, Manajemen Produksi dan Operasi, Edisi Pertama UGM, BPFE, Yogyakarta. Schroeder, Roger G, 1997, Manajemen Operasi, Jakarta: Erlangga. Setyoraharjo, Afif, 2004, Analisis Produktivitas Mesin Produksi Dengan Menggunakan Pendekatan Angka Indeks Model Marvin E. Mundel Pada PT. Sukuntex, Kudus. Sinungan, M, 1997, Produktivitas Apa dan Bagaimana, Cetakan ke-3, Bumi Aksara, Jakarta. Suhartono, Prosiding Seminar Teknik Industri III, 2002: Analisis Produktivitas dengan Menggunakan Pendekatan Angka Indeks Model Marvin E. Mundel Pada CV. Citra Serayu Mas Kalibogor Banyukmas, BKSI, ITSMI, Yogyakarta. Summanth, David J, 1984, Productivity Engineering And Measurement, McGraw Hill, New York, USA. Yamit, Zulian, 1996, Manajemen Produksi dan Operasi, Edisi Pertama Ekonisia, Yogyakarta. Yuliono, Aji, 2006, Analisis Penerapan Metode Marvin E. Mundel Untuk Pengukuran Produktivitas Pada PT. Sici Indo Multimarmer

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 1. Gambaran Umum Perusahaan 1.1 Sejarah perusahaan Pada tahun 1973 perusahaan dengan nama SAMI SEJATI ini merupakan perusahaan perorangan milik bapak H. Purwadi Indratmoko, ketika itu kegiatan perusahaan SAMI SEJATI masih sejenis industri kecil. Pada awal perintisan ini, seluruh permodalan masih dibiayai sendiri oleh bapak H. Purwadi Indratmoko, dan pengadaan bahan bakunya masih lokal serta hasil produksinya masih sangat sempit lingkupnya. Mengingat permintaan dari tahun ke tahun meningkat, maka perusahaan merencanakan peminjaman modal untuk mempercepat proses produksi, sehingga dapat memenuhi permintaan yang semakin meningkat. Pada tanggal 19 Agustus 1979 perusahaan ini dirubah bentuknya menjadi komanditer (CV). Sejak saat itu perusahaan sudah mulai mengkhususkan diri untuk memproduksi barang-barang berskala besar, misalnya : garden furniture, perabotan rumah tangga dan produk lainnya. Dengan adanya perkembangn di sektor meubel di daerah Jepara keterkaitan maupun dukungan dari dinas-dinas yang terkait perlu adanya kerja sama sehingga kekurangan-kekurangan yang dialami bisa

diselesaikan dengan baik. Dengan keterkaitan tersebut maka CV. SAMI SEJATI dapat berjalan dengan lancar.

1.2 Struktur Organisasi Struktur organisasi merupakan suatu kerangka yang menunjukkan seluruh kegiatan untuk mencapai tujuan melalui strategi yang dipilih. Struktur organisasi diperlukan untuk lebih meningkatkan kinerja dan memperjelas hubungan antara pimpinan dengan bawahan. Struktur organisasi CV. SAMI SEJATI berbentuk garis sehingga komunikasi ataupun laporan-laporan berjalan sesuai dengan jenjang kepemimpinan. Tugas dan tanggung jawab masing-masing jabatan disesuaikan dengan tingkatnya dalam struktur organisasi. Secara lengkap struktur organisasi CV. SAMI SEJATI digambarkan sebagai berikut :

STRUKTUR ORGANISASI CV. SAMI SEJATI

Pimpinan

Wakil Pimpinan

Marketing

Personalia

Umum dan Kebersihan

Kabag. Produksi

Administrasi

Produksi

Perakitan dan Finishing Anggota

Maintenance

Administrasi Bahan Baku Anggota

Packing

Anggota

Anggota

Gambar 5.1 Struktur Organisasi CV. SAMI SEJATI 1.3 Sistem Gaji Besarnya upah atau gaji berbeda-beda yang diterima karyawan, tergantung status dan golongan karyawan yang bersangkutan. Umumnya golongan karyawan dibedakan berdasarkan jenjang pendidikan dan pengalaman kerja. Dan waktu penerimaannya pun berbeda-beda, untuk bagian Marketing dan Admisitrasi setiap bulan sekali sedangkan untuk bagian produksi setiap dua minggu sekali.

1.4 Jam Kerja CV. SAMI SEJATI memberlakukan jam kerja 8 jam sehari. Jadi 48 jam seminggu sedangkan untuk jam kerja dimulai dari jam 08.00 sampai jam 16.00. 1.5 Proses Produksi Proses Produksi pada CV. SAMI SEJATI adalah sebagai berikut : 1. Proses Persiapan Proses persiapan bertujuan : - Untuk memilih bahan baku atau kayu yang akan dipakai. - Untuk mempermudah proses selanjutnya. 2. Proses Pengukuran Bertujuan untuk mengukur panjang atau lebar bahan baku yang akan digunakan. 3. Proses Pemotongan Yaitu memotong bahan baku yang telah di ukur sesuai dengan ukurannya masing- masing. 4. Proses Penyerutan Yaitu meratakan atau menghaluskan bagian – bagian permukaan yang masih kasar. 5. Proses Pembobokan Yaitu membobok bagian bagian koomponen agar bisa dirakit.

6. Proses Pemprofilan Yaitu memprofil bagian komponen agar terlihat lebih indah dan menarik sesuai dengan profil yang diinginkan. 7. Proses Perakitan Yaitu merakit komponen–komponen yang sudah ada sehingga menjadi sebuah meubel 8. Proses Pengamplasan (sanding) Yaitu mengamplas komponen yang sudah dirakit agar lebih halus dan rapi. 9. Proses Pewarnaan Yaitu mewarnai produk atau barang sehingga terlihat lebih menarik. 10. Proses Pengeringan Yaitu mengeringkan produk yang sudah di cat atau diwarnai 11. Proses Packing Yaitu proses terakhir sebelum produk dipasarkan, yaitu pengepakan produk dengan menggunakan kertas atau kardus.

Lampiran 2 a. Perhitungan Data Kuantitas Unit Produksi Tahun 2006 1. Produk kursi Untuk memproduksi 1 buah kursi memerlukan 0,035 m3 kayu 2. Produk meja Untuk memproduksi 1 buah meja memerlukan 0,057 m3 kayu 3. Produk tempat tidur Untuk memproduksi 1 buah tempat tidur memerlukan 0,095 m3 kayu 4. Produk almari dan rak buku Untuk memproduksi 1 buah almari memerlukan 0,175 m3 kayu

No 1.

Bulan Januari -

Nama produk Kursi Meja Tempat tidur Almari Kursi Meja Tempat tidur Almari Kursi Meja Tempat tidur Almari Kursi Meja Tempat tidur Almari Kursi Meja Tempat tidur Almari Kursi Meja Tempat tidur Almari Kursi Meja Tempat tidur Almari Kursi Meja Tempat tidur Almari Kursi Meja Tempat tidur Almari Kursi Meja Tempat tidur Almari Kursi Meja Tempat tidur Almari Kursi Meja Tempat tidur Almari

Jumlah produksi 125 143 101 60 98 85 84 98 102 30 94 167 96 84 21 172 206 65 32 172 309 188 65 15 30 701 156 48 12 114 138 63 255 40 3 6 907 31 108 89 312 205 100 28 897 61 59 38

Jumlah bahan baku ( m3 ) 4,3 8,1 9,5 10,5
3,4 4,8 7,9 17,1 3,5 1,7 8,9 29,2 3,3 4,7 1,9 30,1 7,2 3,7 3,0 30,1 10,8 10,7 6,1 2,6 1,1 39,9 14,8 8,4 0,4 6,4 13,1 11,0 8,9 2,2 0,2 1,1 31,7 1,7 10,2 15,5 10,9 11,6 9,5 4,9 31,3 3,4 5,6 6,6

2

Februari

3

Maret

4

April

5

Mei

6

Juni

7

Juli

8

Agustus

9

September

10.

Oktober

11

November

12

Desember

b. Perhitungan Data Kuantitas Unit Produksi Tahun 2007 1. Produk kursi Untuk memproduksi 1 buah kursi memerlukan 0,035 m3 kayu 2. Produk meja Untuk memproduksi 1 buah meja memerlukan 0,057 m3 kayu 3. Produk tempat tidur Untuk memproduksi 1 buah tempat tidur memerlukan 0,095 m3 kayu 4. Produk almari dan rak buku Untuk memproduksi 1 buah almari memerlukan 0,175 m3 kayu

No 1.

Bulan Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Januari

Nama produk Kursi Meja Tempat tidur Almari Kursi Meja Tempat tidur Almari Kursi Meja Tempat tidur Almari Kursi Meja Tempat tidur Almari Kursi Meja Tempat tidur Almari Kursi Meja Tempat tidur Almari Kursi Meja Tempat tidur Almari Kursi Meja Tempat tidur Almari Kursi Meja Tempat tidur Almari Kursi Meja Tempat tidur Almari Kursi Meja Tempat tidur Almari Kursi Meja Tempat tidur Almari

Jumlah produksi 300 296 246 50 260 240 210 64 125 60 63 80 153 116 74 63 255 186 123 99 217 164 117 35 126 147 100 211 203 182 117 275 99 114 86 140 196 208 94 190 240 88 111 213 205 95 165 82

2

3

4

5

6

7

8

9

10.

11

12

Jumlah bahan baku ( m3 ) 10,5 16,8 23,3 8,7 9,1 13,6 19,9 11,2 4,3 3,4 5,9 14 5,3 6,6 7 11 8,9 10,6 11,6 17,3 7,5 9,3 11,1 6,1 4,4 8,3 9,5 36,9 7,1 10,3 11,1 48,1 3,4 6,4 8,1 24,5 6,8 11,8 8,9 33,2 8,4 5 10,5 37,2 7,1 5,4 15,6 14,3

Lampiran 3 1. Penentuan Nilai Residu Perusahaan menentukan nilai sisa sebesar 40 % dari harga pembelian mesin semula , maka didapatkan nilai sisa (residu) 1. Mesin Jointer Rp 10.000.0000 x 20 % = Rp 2.000.000 2. Mesin Planner Rp 15.000.000 x 20 % = Rp 3.000.000 3. Mesin Spindle Rp 18.000.0000 x 20 % = Rp 3.600.000 4. Mesin Dowel Milling Rp 10.000.0000 x 20 % = Rp 2.000.000 5. Mesin Chisel Rp 6.500.000 x 20 % = Rp 1.300.000 6. Compressor Rp 12.000.000 x 20 % = Rp 2.400.000 7. Mesin Sanding Rp 200.000.000 x 20 % = Rp 40.000.000 8. Mesin Table Saw Rp. 10.000.000 x 20 % = Rp 2.000.000

2. Perhitungan Jam Tersedia / Th 1 Tahun 1 hari = Pada tahun 2007 ada 302 hari kerja = 7 jam kerja

1. Mesin Jointer 1 hari = 7 jam 7 jam x 302 hari kerja = 2.114 jam / th 2. Mesin Planner 1 hari = 7 jam 7 jam x 302 hari kerja = 2.114 jam / th 3. Mesin Spindle 1 hari = 7 jam 7 jam x 302 hari kerja = 2.114 jam / th 4. Mesin Dowel Milling 1 hari = 7 jam 7 jam x 302 hari kerja = 2.114 jam / th 5. Mesin Chisel 1 hari = 7 jam 7 jam x 302 hari kerja = 2.114 jam / th 6. Compressor 1 hari = 7 jam 7 jam x 302 hari kerja = 2.114 jam / th

7. Mesin Sanding 1 hari = 7 jam 7 jam x 302 hari kerja = 2.114 jam / th 8. Mesin Table Saw 1 hari = 7 jam 7 jam x 302 hari kerja = 2.114 jam / th

Lampiran 4 1. Perhitungan Down Time a. Mesin Jointer - greasing dengan waktu 2 menit - check up mengatur ukuran potong dengan waktu 1 menit. =
2×3 × 302 = 30,2 jam/th 60

b. Mesin Planner - greasing dengan waktu 2 menit - mengatur ukuran potong dengan wakti 1 menit. =
3× 3 × 302 = 45,3 jam/th 60

c. Mesin Spindle - greasing dengan waktu 3 menit - mengatur ukuran potong dengan waktu 1 menit waktu pertahun =
2× 4 × 302 = 40,3 jam/th 60

d. Mesin Dowel Milling - greasing dengan waktu 2 menit waktu pertahun =
2 ×1 × 302 = 10,1 jam/th 60

e. Mesin Chisel - greasing dengan waktu 2 menit - mengganti mata potong dengan waktu 2 menit waktu pertahun

=

4× 2 × 302 = 40,3 jam/th 60

f. Compressor - mengatur tekanan udara dengan waktu 1 menit waktu pertahun =
1× 1 × 302 = 5,03 jam/th 60

g. Mesin Sanding - memasang amplas dengan waktu 2 menit - check up memberi greasing dengan waktu 2 menit waktu pertahun =
4×3 × 302 = 60,4 jam/th 60

h. Mesin Table Saw - greasing dengan waktu 2 menit waktu pertahun =
2 ×1 × 302 = 10,1 jam/th 60

2. Perhitungan Set Up Mesin a. Mesin Jointer = 2 menit/hari x 302 hari/th = 604 menit/th = 10,1 jam/th b. Mesin Planner = 3 menit/hari x 302 hari/th = 906 menit/th = 15,1 jam/th

c. Mesin Spindle = 2 menit/hari x 302 hari/th = 604 menit/th = 10,1 jam/th d. Mesin Dowel Milling = 2 menit/hari x 302 hari/th = 604 menit/th = 10,1 jam/th e. Mesin Chisel = 1 menit/hari x 302 hari/th = 302 menit/th = 5,03 jam/th f. Compressor = 1 menit/hari x 302 hari/th = 302 menit/th = 5,03 jam/th g. Mesin Sanding = 4 menit/hari x 302 hari/th = 1208 menit/th = 20,1 jam/th h. Mesin table Saw = 1 menit/hari x 302 hari/th = 302 menit/th

= 5,03 jam/th 3. Perhitungan Efisiensi Mesin E =1 −
DT + ST D

Keterangan: DT ST = = Down Time per periode dalam jam. Set up Time untuk proses pengerjaan per periode dalam jam. D = Waktu atau jam kerja tersedia per periode dalam jam.

a. Mesin Jointer E =1 −
DT + ST D
30,2 + 10,1 2.114

= 1−

= 0,98

= 98 %

b. Mesin Planner E =1 −
DT + ST D
45,3 + 15,1 2.114

= 1−

= 0,97

= 97 %

c. Mesin Spindle E =1 −
DT + ST D
40,3 + 10,1 2.114

= 1−

= 0,98

= 98 %

d. Mesin Dowel milling E =1 − = 1−
DT + ST D
10,1 + 10,1 2.114

= 0,99

= 99 %

e. Mesin Chisel E =1 − = 1−
DT + ST D
40,3 + 5,03 2.114

= 0,98

= 98 %

f. Compressor E =1 − = 1−
DT + ST D
5,03 + 5,03 2.114

= 0,99

= 99 %

g. Mesin Sanding E =1 − = 1−
DT + ST D
60,4 + 20,1 2.114

= 0,97

= 97 %

h. Mesin Table Saw E =1 − = 1−
DT + ST D
10,1 + 5,03 2.114

= 0,99

= 99 %

4. Perhitungan Jam Kerja Mesin H=ExD Keterangan: H E = = Running time atau jam kerja mesin per periode dalam jam. Faktor efisiensi kerja mesin yang disebabkan set up dan break down dan sebagainya. D = Waktu atau jam kerja tersedia per periode dalam jam.

a. Mesin Jointer H=ExD = 0,98 x 2.114 = 2.072 b. Mesin Planner H=ExD = 0,97 x 2.114 = 2.050 c. Mesin spindle H=ExD = 0,98 x 2.114

= 2.072 d. Mesin Dowel Milling H=ExD = 0,99 x 2.114 = 2.093 e. Mesin Chisel H=ExD = 0,98 x 2.114 = 2.072 f. Compressor H=ExD = 0,99 x 2.114 = 2.093 g. Mesin Sanding H=ExD = 0,97 x 2.114 = 2.050 h. Mesin Table Saw H=ExD = 0,994 x 2.114 = 2.093

Lampiran 5 Perhitungan beban listrik permesin: Daya mesin x jam kerja mesin x 0,746 kwh Ket : 1 Hp = 0,746 kwh 1. Mesin Jointer 3 x 2.072 x 0,746 kwh = 4.637,14 kwh 2. Mesin Planner 3 x 2.050 x 0,746 kwh = 4.587,9 kwh 3. Mesin Spindle 3 x 2.072 x 0,746 kwh = 4.637,14 kwh 4. Mesin Dowel Milling 3 x 2.093 x 0,746 kwh = 4.684,13 kwh 5. Mesin Chisel 1 x 2.072 x 0.746 kwh = 1.545,71 kwh 6. Compressor 0,5 x 2.093 x 0.746 kwh = 708,69 kwh 7. Mesin Sanding 3 x 2.093 x 0.746 kwh = 4.684,13 kwh 8. Mesin Table Saw 2 x 2.050481 x 0.746 kwh = 3.058,6 kwh

Lampiran 6 a. Gaji Tenaga Kerja Tak Langsung Tahun 2006 Jumlah Tenaga Kerja (Orang) 2 2 1 2 4 2 2 Gaji perbulan ( Rp ) 1.200.000 1.200.000 1.500.000 1.500.000 925.000 850.000 625.000 Gaji perjam ( Rp ) 6.812 6.812 8.515 8.515 5.251 4.825 3.548 Pendapatan pertahun ( Rp ) 28.800.000 28.800.000 18.000.000 36.000.000 44.400.000 20.400.000 15.000.000

No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Tenaga Kerja Tak Langsung Marketing Personalia Kabag. produksi Maintenance Staff Keamanan Umum dan kebersihan

Keterangan : 1 Tahun 1 Hari = 302 hari kerja = 7 jam

Jam tersedia pertahun = 2.114 Gaji tenaga kerja tak langsung perjam =
jumlah gaji pertahun jam tersedia / th

b. Gaji Tenaga Kerja Tak Langsung Tahun 2007 Gaji tenaga kerja tak langsung tahun 2007 sama dengan tahun 2006 karena jumlah gaji dan kategori tenaga kerja kerja tak langsung tidak ada perubahan atau sama.

Lampiran 7 Perhitungan Waktu Standar 1. Pengamatan Pada Mesin Jointer Data pengamatan dalam menit No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. Waktu 3 : 11 3 : 15 3 : 12 3 : 10 3 : 13 3 : 16 3 : 10 3 : 12 3 : 11 3 : 14 3 : 16 3 : 12 3 : 10 3 : 13 3 : 11 No 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. Waktu 3 : 16 3 : 17 3 :20 3 : 14 3 : 12 3 : 15 3 : 16 3 : 20 3 : 17 3 : 21 3 : 14 3 : 12 3 : 15 3 : 20 3 : 13

∑x
x

= 94,28 menit = 3,14 menit

data dalam jam = 3,14 : 60 = 0,0523 jam

2. Pengamatan Pada Mesin Planner Data pengamatan dalam menit No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. Waktu 3:53 3:51 3:45 3:47 3:40 3:43 3:49 3:58 3:52 3:51 3:45 3:43 3:47 3:41 3:59 No 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. Waktu 3:44 3:49 3:48 3:51 3:45 3:51 3:49 3:53 3:51 3:48 3:45 3:47 3:49 3:52 3:44

∑ x = 105,5 menit
x
= 3,48 menit

data dalan jam = 3,48 : 60 = 0,0580 jam

3. Pengamatan Pada Mesin Spindle Data pengamatan dalam menit No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. Waktu 4:13 4:01 4:05 4:07 4:00 4:03 4:09 3:38 4:02 4:01 4:05 4:03 4:07 4:01 3:59 No 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. Waktu 4:04 4:09 4:08 4:11 4:05 4:01 4:09 4:13 4:11 4:08 4:05 4:07 4:09 4:12 4:04

∑ x = 120,9 menit
x
= 4,03 menit

data dalam jam = 4,03 : 60 = 0,0671 jam

4. Pengamatan Pada Mesin Dowel Milling Data pengamatan dalam menit No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. Waktu 2:41 2:45 2:44 2:46 2:51 2:53 3:03 3:11 3:09 3:01 2:53 2:58 2:57 3:03 3:09 No 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. Waktu 3:04 3:11 2:55 2:51 2:59 2:56 2:52 2:54 2:47 3:13 3:02 3:07 3:14 3:05 2:51

∑ x = 82,64 menit
x
= 2,75 menit

data dalam jam = 2,75 : 60 = 0,0458 jam

5. Pengamatan Pada Mesin Chisel Data pengamatan dalam menit No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. Waktu 0:51 0:45 0:41 0:55 0:46 0:38 0:43 0:48 0:40 0:50 0:43 0:51 0:46 0:36 0:33 No 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28 29. 30. Waktu 0:55 0:41 0:45 0:48 0:40 0:38 0:43 0:40 0:46 0:55 0:50 0:38 0:45 0:48 0:41

∑ x = 13,39 menit
x
= 0,44 menit

data dalam jam = 0,44 : 60 = 0,0074 jam

6. Pengamatan Pada Mesin Compressor Data pengamatan dalam menit No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. Waktu 1:20 1:15 1:23 1:21 1:25 1:10 1:16 1:20 1:26 1:17 1:20 1:24 1:30 1:25 1:19 No 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. Waktu 1:22 1:24 1:19 1:17 1:23 1:25 1:20 1:17 1:23 1:27 1:21 1:19 1:28 1:17 1:24

∑ x = 36,37 menit
x
= 1,21 menit

data dalam jam = 1,21 : 60 = 0,0202 jam

7. Pengamatan Pada Mesin Sanding Data pengamatan dalam menit No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. Waktu 2:43 2:50 2:44 2:41 2:48 2:40 2:42 2:45 2:43 2:46 2:48 2:44 2:41 2:43 2:45 No 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. Waktu 2:40 2:42 2:45 2:48 2:44 2:42 2:40 2:44 2:46 2:41 2:47 2:52 2:40 2:44 2:41

∑ x = 73,19 menit
x
= 2,44 menit

data dalam jam = 2,44 : 60 = 0,0406 jam

8. Pengamatan Pada Mesin Table Saw Data pengamatan dalam menit No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. Waktu 1:51 2:02 1:59 1:57 1:53 1:58 2:10 1:56 1:52 2:08 2:12 1:55 1:43 1:54 2:08 No 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. Waktu 2:03 1:59 1:53 2:04 2:01 2:06 1:57 1:56 2:10 2:04 2:09 2:01 1:58 1:52 1:59

∑ x = 53,1 menit
x
= 1,77 menit

data dalam jam = 1,77 : 60 = 0,0295 jam

Perhitungan Waktu Standar Produk Total 1. Mesin Jointer 0,035 + 0,057 + 0,095 + 0,175 = 0,362 0,362 / 0,0523 = 6,921 2. Mesin Planner 0,035 + 0,057 + 0,095 + 0,175 = 0,362 0,362 / 0,0580 = 6,241 3. Mesin Spindle 0,035 + 0,057 + 0,095 + 0,175 = 0,362 0,362 / 0,0671 = 5,394 4. Mesin Dowel Milling 0,035 + 0,057 + 0,095 + 0,175 = 0,362 0,362 / 0,0458 = 7,903 5. Mesin Chisel 0,035 + 0,057 + 0,095 + 0,175 = 0,362 0,362 / 0,0074 = 48,918 6. Mesin Compressor 0,035 + 0,057 + 0,095 + 0,175 = 0,362 0,362 / 0,0202 = 17,920 7. Mesin Sanding 0,035 + 0,057 + 0,095 + 0,175 = 0,362 0,362 / 0,0406 = 8,916

8. Mesin Table Saw 0,035 + 0,057 + 0,095 + 0,175 = 0,362 0,362 / 0,0295 = 12,271

Lampiran 8

Gambar Mesin Jointer

Gambar Mesin Planner

Gambar Mesin Spindle

Gambar Mesin Chisel

Gambar Compressor

Gambar Mesin Sanding

Gambar Produk Almari

Gambar Produk Meja

Gambar Produk Rak Buku

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->