Anda di halaman 1dari 7

Bab 2 Memahami Lingkungan bisnis

BATAS-BATAS DAN LINGKUNGAN ORGANISASI lepas dari soal ukuran, lokasi, atau misi, semua bisnis beroperasi di lingkungan eksternal yang lebih luas. Lingkungan eksternal terdiri dari segala sesuatu di luar batas-batas organisasi yang mungkin mempengaruhi organisasi tersebut. Tidak heran, lingkungan eksternal memainkan peran besar dalam menentukan keberhasilan atau kegagalan organisasi manapun. Oleh karena itu, manajer harus memahami lingkungan mereka secara lengkap dan akurat, dan selanjutnya berusaha untuk beroperasi dan bersaing di dalamnya. Tentu saja bisnis dapat mempengaruhi lingkungan mereka. Untuk menjelaskan lebih baik lingkungan bisnis, kita mulai dengan membahas batas-batas organisasi dan kemudian memperkenalkan konsep tentang lingkungan multi-organisasi. Batas-batas organisasi Sederhananya, batas-batas organisasi adalah batas yang memisahkan organisasi dari lingkungannya. Tetapi walaupun relative mudah diidentifikasi, batas-batas itu menjadi semakin rumit dan sulit untuk di tunjukkan. Perhatikan kasus sederhana pedagang makanan lingkungan kecil yang mencakup wilayah pelanggan eceran, gudang penyimpanan, dan kantor manajer/pemilik. Bagaimana pun juga, batas-batas took bertepatan dengan struktur fisiknya : bila anda berjalan melalui pintu, anda melintasi batas masuk bisnis, dan ketika anda kembali ke trotoar, anda melintasi kembali ke lingkungan. Lingkungan Multi-Organisasi Walaupun kita cenderung berbicara tentang lingkungan eksternal seolah-olah sebagai suatu entitas tunggal, organisasi-organisasi sesungguhnya memiliki multi-ingkungan. Ada yang relative umum. Kondisi ekonomi yang berlaku, misalnya, akan mempengaruhi kinerja dari hampir setiap bisnis. Namun dimensi lain jauh lebih tepat. Pedagang grosir lingkungan kita akan dipengaruhi tidak hanya oleh suatu kenaikan dalam pengangguran di wilayah, melainkan juga oleh kebijakan penerapan harga dan kebijakan pemasaran lainnya dari pesaing paling dekat. LINGKUNGAN EKONOMI Lingkungan ekonomi merujuk pada kondisi system ekonomi di tempat organisasi tertentu beroperasi. Operasi Mcdonald AS, misalnya, (saat buku ini ditulis) berlangsung di lingkungan ekonomi yang bercirikan oleh pertumbuhan yang lemah, pengangguran yang sedang, dan inflasi rendah. Factor ekonomi semacam itu sering mempengaruhi bisnis melalui berbagai cara. Pengangguran tingkat sedang, berarti bahwa kebanyakan orang bisa makan di luar, tetapi juga berarti bahwa McDonalds harus membayar upah lebih tinggi untuk menarik karyawan. Inflasi rendah berarti bahwa McDonalds membayar harga yang relative konstan untuk pasokannya, namun juga berarti bahwa McDonalds dibatasi untuk tidak menaikkan harga yang ditagih dari konsumen. Kondisi ekonomi juga penting bagi organisasi non-bisnis. Bila ekonomi lemah, dana untuk universitas negeri bisa turun, dan organisasi amal seperti pasukan penyelamat diminta untuk memberikan bantuan lebih besar pada saat yang sama ketika kontribusi pendapatan mereka turun. Rumah sakit dipengaruhi oleh ketersediaan dana dari pemerintah dan jumlah pasien berpendapatan rendah yang harus mereka rawat cuma-cuma. Mengingat pentingnya lingkungan ekonomi, kita akan cermat memeriksa kedua tujuan utama dari system ekonomi AS : pertumbuhan ekonomi dan stabilitas ekonomi. Kita mulai dengan berfokus pada alat yang kita gunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi, termasuk jumlah output, standar hidup, produk domestic bruto, dan produktivitas. Kemudian kita membahas ancaman utama stabilitas ekonomi, yakni inflasi dan pengangguran. Bagian ini ditutup dengan membahas upaya pemerintah mengelola ekonomi AS dengan maksud untuk memenuhi tujuan ekonomi nasional. PERTUMBUHAN EKONOMI Jumlah Output dan Standar Hidup kita dapat menerapkan konsep yang sama pada system ekonomi AS, namun penghitungannya jauh lebih rumit. Selanjutnya pertanyaan fundamental adalah bagaimana kita mengetahui apakah system ekonomi itu bertumbuh atau tidak ? para pakar menyebut pola piker naik turun jangka pendek (atau, lebih baik, ekspansi dan kontraksi) dalam ekonomi sebagai siklus bisnis. Ukuran utama dari pertumbuhan dalam siklus bisnis adalah jumlah output: jumlah total barang dan jasa yang diproduksi oleh system ekonomi selama satu periode tertentu.

Produk Domestik Bruto angka pertama, GDP, atau gross domestik product (produk domestic bruto), merujuk pada total nilai semua barang dan jasa yang diproduksi dalam satu periode tertentu oleh perekonomian nasional dengan menggunakan faktor-faktor produksi domestik. Jelas, GDP adalah ukuran jumlah output, garis besarnya, jika GDP naik, jumlah output naik; jika jumlah output naik, Negara mengalami pertumbuhan ekonomi. Tingkat Pertumbuhan Real GDP dan GNP biasanya berbeda sekitar kurang dari 1 persen, tetapi GDP merupakan metode yang paling banyak di gemari dalam menghitung pendapatan dan output nasional. Berdasarkan tanggapan ini, marilah kita perhatikan kolom tengah table 2.1. di sini kita menemukan bahwa tingkat pertumbuhan nyata GDP AS angka pertumbuhan GDp disesuaikan dengan inflasi perubahan dalam nilai mata uang Negara tersebut adalah 4,1 persen. Apakah angka itu bagus ? ingatlah bahwa pertumbuhan tergantung pada kenaikan output pada tingkat yang lebih cepat dari populasi. Angka pertumbuhan populasi AS adalah 0,91 persen. Oleh karena itu angka pertumbuhan real dari system ekonomi AS, tampaknya cukup sehat, dan standar hidupnya seharusnya meningkat. GDP per Capita angka dalam kolom ketiga table 2.1. sesungguhnya mencerminkan standar hidup : GDP per Capita berarti GDP perorang. Kita mendapatkan angka ini dengan membagi total GDP ($9,255 triliun) dengan total poulasi, yang kebetulan sekitar 275,5 juta. Dalam sati periode tertentu (biasanya dikalkulasikan berbasis tahunan), Amerika Serikat memproduksi barang dan jasa senilai $33.900 untuk setiap orang di Negara itu. Gambar 2.2. menunjukkan bahwa baik GDP maupun GDP per capita di Amerika serikat berkisar antara 1900 dan 2000. GDP per capita merupakan ukuran yang lebih baik daripada GDP tentang kesejahteraan dari rata-rata perorang. GDP Riil berarti bahwa GDP yang telah disesuaikan. Untuk memahami mengapa penyesuaian itu perlu, andaikan bahwa pizza adalah satu-satunya produk di sebuah ekonomi hipotetis. Pada tahun 2001, pizza harganya $10; tahun berikutnya, sepotong pizza harganya $11. Dalam kedua tahun itu, tepatnya, 1000 pizza diproduksi. Pada tahun 2001,GDP lokal adalah $10.000 ($1010.000); pada tahun 2002,GDP lokal adalah $11.000($1110.000). apakah ada pertumbuhan ekonomi ? tidak. Karena dalam kedua tahun itu diproduksi 1000 pizza, jumlah outputnya tetap sama. Masalahnya adalah jangan sampai disalaharahkan supaya timbul keyakinan bahwa perekonomiannya sudah lebih baik. Jika tidak di sesuaikan, GDP local untuk tahun 2000 adalah GDP nominal: GDP yang diukur dalam dolar sekarang atau dengan semua komponen yang dinilai dengan harga sekarang. Keseimbangan daya beli memberi kita banyak gagasan yang lebih baik tentang apa yang sesungguhnya dapat dibeli orang dengan sumber keuangan yang dialokasikan pada mereka oleh system ekonomi masing-masing. Produktivitas yang merupakan ukuran pertumbuhan ekonomi yang membandingkan berapa banyak yang di produksi oleh sebuah system dengan berapa banyak sumber daya yang di butuhkan untuk memproduksinya. Neraca perdagangan adalah nilai ekonomis semua produk yang diekspor sebuah Negara dikurangi nilai ekonomi, produk yang diimpor. Prinsipnya cukup sederhana : Neraca perdagangan itu positif bila ekspor sebuah Negara (menjual ke Negara lain) lebih besar dari impornya (membeli dari Negara lain). Neraca perdagangan itu negatif bila impor sebuah Negara lebih besar dari ekspor.

Hutang nasional adalah jumlah yang harus dibayar pemerintah kepada kreditornya. Bagaimana hutang nasional ini mempengaruhi pertumbuhan ekonomi ? walaupun pajak adalah cara yang paling jelas bagi pemerintah untuk mendapatkan uang, pemerintah juga menjual surat hutang (bonds). Stabilitas ekonomi tujuan utama dari suatu system ekonomi adalah stabilitas: kondisi di mana jumlah uang yang tersedia dalam system ekonomi dan kuantitas barang dan jasa yang diproduksi didalamnya tumbuh kira-kira pada tingkat yang sama. Faktor-faktor yang menggangu stabilitas yakni, inflansi dan pengangguran. Inflasi terjadi bila kenaikan harga yang meluas di seluruh system ekonomi. Inflasi terjadi jika jumlah uang yang disuntikkan ke dalam sebuah perekonomian melampaui kenaikan dalam output actual. Bila ini terjadi, orang akan memiliki lebih banyak uang untuk dibelanjakan, tetapi kuantitas produk yang tersedia untuk dibeli tetap sama. Ketika mereka bersaing satu sama lain untuk membeli produk yang tersedia, harga melonjak. Tidak lama kemudian, harga yang tinggi itu akan menghapus kenaikan akibat banyaknya uang yang disuntikkan ke dalam ekonomi. Oleh karena itu daya beli pun merosot.

Mengukur Inflasi : CPI kita dapat mengukur inflasi dengan mengukur kenaikan harga. Untuk melakukan itu, kita bisa berpaling ke indeks harga seperti indeks harga konsumen (CPI: consumer price index): ukuran dari harga produk-produk tertentu yang di beli oleh konsumen yang hidup di wilayah perkotaan. Pengangguran adalah tingkat tidak adanya pekerjaan bagi orang yang secara aktif mencari pekerjaaan dalam suatu perekonomian. Resesi dan Depresi resesi dapat didefinisikan sebagai periode merosotnya jumlah output, seperti yang diukur oleh GDP riil. Resesi yang lama dan berlarut-larut itulah yang disebut sebagai depresi. Mengelola Perekonomian AS Pemerintah AS berusaha mengelola system perekonomiannya melalui dua perangkat kebijakan fiskal dan moneter. Pemerintah mengelola pengumpulan dan pengeluaran pendapatannya melalui kebijakan fiscal. Kenaikan pajak dapat berfungsi sebagai kebijakan fiscal, bukan hanya untuk menaikan pendapatan melainkan untuk mengelola perekonomian juga. Kebijakan moneter berfokus pada pengendalian ukuran penawaran (supply) uang Negara. Pemerintah dapat mempengaruhi kemampuan dan keinginan bank di seluruh Negara untuk meminjamkan uang. Pemerintah dapat juga mempengaruhi penawaran uang dengan menyarankan naik turunnya suku bunga. Perekonomian Global dalam Abad ke-21 Tiga kekuatan utama yang mengarahkan perekonomian pada decade berikutnya: 1. Revolusi informasi akan terus berlanjut meningkatkan produktivitas di seluruh sector perekonomian, terutama diindustri yang bergantung pada informasi seperti keuangan, media, serta perdagangan grosir dan eceran. 2. Penemuan terobosan teknologi baru pada bidang-bidang seperti bioteknologi akan menciptakan industri yang sama sekali baru. 3. Peningkatan globalisasi akan mencipatkan pasar yang jauh lebih besar, selain itu juga membantu perkembangan persaingan yang lebih ketat antar perusahaan global; sebagai hasilnya, perusahaan harus lebih fokus pada inovasi dan penghematan biaya. Proyeksi trend dan pola meliputi hal-hal berikut : Beberapa pakar mengatakan kelambanan ekonomi akhir-akhir ini akan cepat berakhir, sementara yang lain meramalkan bahwa ekonomi akan tetap terseok-seok selama beberapa tahun. Gejolak inflasi dan deficit anggaran yang besar akan semakin berkurang. Negara yang mendorong perdagangan bebas, inovasi, dan system financial terbuka akan cepat pulih kembali dan menjadi makmur dalam jangka panjang. Bisnis yang paling berhasil adalah bisnis yang secara efektif mampu menguasai teknologi baru dan senantiasa mengetahui informasi terkini mengenai pesaing mereka.

LINGKUNGAN TEKNOLOGI Teknologi umumnya mencakup semua cara yang digunakan perusahaan untuk menciptakan nilai bagi konstituen mereka. Teknologi mencakup pengetahuan manusia, metode kerja, peralatan fisik, elaktronik dan telekomunikasi. Serta berbagai system pengolahan yang digunakan untuk menjalankan kegiatam bisnis. Teknologi Produk dan Jasa Teknologi barang dan jasa adalah teknologi yang digunakan untuk menciptakan produk baik barang fisik maupun jasa bagi pelanggan. Walaupun banyak orang mengasosiasikan teknologi dengan manufaktoring,teknologi juga merupakan kekuatan yang signifikan dalam sector jasa. Teknologi adalah basis persaingan bagi beberapa perusahaan. Khususnya perusahaan-perusahaan yang bertujuan menjadi pemimpin dalam industri mereka. misalnya, mungkin memusatkan upayanya untuk menjadi produser berbiaya rendah atau selalu memiliki produk-produk yang paling maju secara teknologis di pasar. Tetapi karena langkah perkembangan baru yang cepat, membuat posisi kepemimpinan yang didasarkan pada teknologi semakin menantang. Tantangan lain adalah memenuhi permintaan yang konstan untuk menurunkan waktu siklus-waktu dari awal hingga akhir yang diperlukan perusahaan untuk memenuhi beberapa kegiatan atau fungsi pemulihan.

Teknologi Proses Bisnis Walaupun tidak begitu banyak digunakan untuk menciptakan berbagai macam produk, teknologi proses bisnis banyak digunakan untuk meningkatkan kinerja perusahaan di bidang operasi internal (seperti akuntansi, pengelolaan arus informasi, penciptaan laporan kegiatan, dan lain-lain). Teknologi ini juga membantu menyiapkan hubungan lebih baik dengan berbagai konstituen eksternal, seperti pemasok dan pelanggan. Merencanakan Sumber Daya Perusahaan satu inovasi teknologi bisnis terbaru yang mendapat perhatian kusus adalah perencanaan sumber daya perusahaan atau ERP (enterprise resource planning): system informasi skala besar untuk mengorganisasikan dan mengelola proses perusahaan ditingkat lini produk, departemen, dan lokasi geografis. Proses di seluruh perusahaan seperti manajemen bahan baku, perencanaan produksi, manajemen pemasaran, laporan keuangan semua dapat dikelola oleh ERP LINGKUNGAN HUKUM-POLITIK Lingkungan hukum-politik mencerminkan hubungan antara dunia bisnis dan pemerintah, biasanya dalam bentuk peraturan bisnis pemerintah. Itu penting karena beberapa alasan. Pertama, sistem hukum menetapkan hal-hal yang dapat dan tidak dapat dilakukan oleh organisasi. Walaupun Amerika Serikat pada dasarnya menganut perekonomian pasar bebas, ia masih memilki regulasi utama untuk kegiatan bisnis. Sentiment pro-atau anti-bisnis dalam pemerintah dapat mempengaruhi kegiatan bisnis lebih lanjut. Selama periode sentiment probisnis, perusahaan merasa labih mudah bersaing dan tidak terlalu memperhatikan isu-isu antitrust. Dipihak lain, selama periode sentiment anti bisnis, perusahaan merasa kegiatan persaingan mereka lebih dibatasi. Sebagai contoh, terdapat sedikit peluang untuk merger dan akuisisi karena masalah antitrust. Stabilitas politik juga merupakan satu pertimbangan penting, khususnya untuk perusahaanperusahaan internasional. Tidak ada bisnis yang ingin membangun toko di Negara lain kecuali hubungan dagang dengan Negara tersebut relative dikelola dengan baik dan stabil. LINGKUNGAN SOSIAL-BUDAYA Lingkungan social-budaya termasuk kebiasaan, adat istiadat, nilai dan karakteristik demografis dari masyarakat di tempat organisasi tertantu beroperasi. Proses social-budaya menentukan barang dan jasa dan juga standar perilaku bisnis yang kemungkinan dinilai dan diterima masyarakat. Pilihan dan Selera Masyarakat Pilihan dan selera pelanggan bervariasi di dalam dan di seluruh batas-batas Negara. Di beberapa Negara, pelanggan berkeinginan dan mampu membayar harga premium untuk pakaian yang dibuat perancang dengan label-label seperti Armani atau Calvin Klein. Tetapi pakaian yang sama sesungguhnya tidak mempunyai pasar di Negara lain. Penggunaan produk juga bervariasi antarnegara. Dicina, sepeda terutama dilihat sebagai mode transportasi, namun di Amerika Serikat, sepeda dipasarkan untuk tujuan rekreasi. Pilihan dan selera konsumen juga berubah sepanjang waktu. Dalam beberapa waktu, pakaian berwarna cerah sangat laris, sementara di tahun-tahun kemudian, orang menginginkan warna yang lebih lembut. Minuman ringan, tentu saja, biasanya lebih laku selama bulan-bulan musim panas daripada musim dingin. Akhirnya faktor sosio-budaya mempengaruhi cara pekerja dalam masyarakat memandang pekerjaan dan organisasi mereka. Pada beberapa budaya, pekerjaan memberikan pengaruh sosial yang penting, dengan majikan dan title jabatan tertentu yang sangat diinginkan oleh pekerja. Akan tetapi dalam budaya lain, karena kerja itu hanyalah sarana untuk mencapai suatu tujuan, maka orang hanya memperhatikan upah dan keamanan kerja.

Perilaku Bisnis yang Bertanggung Jawab dan Sesuai dengan Etika Satu unsur yang sangat penting dari lingkungan sosio-budaya adalah praktik perilaku etika dan tanggung jawab sosial. Isu utama dewasa ini berkisar pada fakta bahwa perubahan yang cepat dalam hubungan bisnis, struktur organisasi, dan arus keuangan, telah menimbulkan kesulitan dalam menjaga agar posisi keuangan perusahaan tetap berada pada rel yang benar. Public para investor terkini dan potensial sering mendapatkan gambaran yang buram tentang kesehatan perusahaan yang bersaing. Akan tetapi, pihak-pihak berkepentingan karyawan, pemegang saham, konsumen, serikat buruh, kreditor, dan pemerintah berhak untuk mendapatkan akuntansi yang adil dan jujur sehingga mereka dapat mengambil keputusan bisnis dan personal yang tepat. Bahkan American Institute for Certified Public Accounts (AICPA) mengakui bahwa penyesuaian diri dengan kegiatan bisnis yang semakin cepat dewasa ini memberikan tekanan pada metode tradisional profesi akuntansi untuk audit, laporan keuangan dan pada standar untuk etika profesi yang dihormati sepanjang waktu. LINGKUNGAN BISNIS Tidak diragukan bahwa dewasa ini bisnis berjalan lebih cepat, lebih rumit, dan lebih menuntut dibanding sebelumnya. Dalam kurang dari satu dasawarsa, perburuan barang-barang dan jasa baru sudah dipercepat oleh daur hidup produk yang diukur dalam hitungan pekan atau bulan dan bukannya tahun. Konsumen individual dan pelanggan bisnis menginginkan barang dan jasa bermutu tinggi sering sesuai dengan pesanan dan dengan harga yang lebih rendah serta pengiriman segera. Kantor penjualan, penyedia layanan, dan fasilitas produksi bergeser secara geografis ketika pasar dan sumber daya baru muncul di Negara-negara lain. Karyawan menginginkan jam kerja lentur dan peluang untuk bekerja di rumah. Harapan pemegang saham juga menambah tekanan pada kenaikan produktivitas, pertumbuhan dalam pangsa pasar, dan laba yang lebih besar. Akan tetapi, pada saat yang sama, satu isu publik yang lebih vokal memperbesar tuntutan akan kejujuran, persaingan yang adil, dan respek terhadap lingkungan. Menggambarkan Kembali Batas-Batas Perusahaan Perusahaan yang sukses menanggapi tantangan ini dengan cara yang baru dan sering tidak dapat diduga sebelumnya. Untuk tetap bersaing, mereka menggambarkan kembali batas-batas organisasi tradisonal. Dewasa ini, perusahaan bergabung bersama dengan perusahaan-perusahaan lain, bahkan dengan para pesaing, untuk mengembangkan barang dan jasa baru. Beberapa hubungan ini bersifat permanen, namun yang lainnnya merupakan aliansi sementara yang dibentuk secara kilat sehingga, dengan bekerja bersama, para mitra dapat memproduksi dan menyerahkan produk dalam jangka waktu yang lebih singkat dibanding bila perusahaan bekerja sendiri-sendiri. Lama kelamaan, perusahaan yang paling sukses menjadi lebih ramping dengan berfokus pada kompetensi inti mereka keterampilan dan sumber daya yang digunakan untuk bersaing dengan paling baik dan menciptakan nilai paling banyak bagi para pemilik. Mereka menyerahkan kepada sumber daya luar (outsource) proses bisnis yang bukan inti, membayar pemasok dan distribusi untuk melakukannya dan oleh karena itu lebih mengandalkan para pemasok. Model bisnis baru ini menuntut koordinasi yang belum pernah terjadi sebelumnya bukan hanya di antara kegiatan-kegiatan internal, melainkan juga di antara para pelanggan, pemasok, dan mitra strategi dan mereka sering melibatkan proses penyebaran dan jaringan pasokan secara global. Kunci untuk mengkoordinasi semua unsur ini adalah teknologi jaringan (networking) dan komunikasi baru. Menariknya, teknologi yang sama dapat membantu memenuhi persyaratan tanggung jawab sosial dan juga memperbaiki kegiatan operasionalnya. Kotak dunia jejaring dalam bab ini menyoroti metode baru lain, yang disebut manajemen kekacauan (disruption management) yang dengannya beberapa organisasi menanggapi krisis dalam lingkungan mereka. Tantangan dan Peluang yang Muncul di Lingkungan Bisnis Selain dimensi umum dari lingkungan yang sudah kita bahas, ada sejumlah tantangan yang sedang bermunculan dalam lingkungan bisnis dewasa ini. Dalam bagian ini, kita akan membahas beberapa dari inovasi paling penting dalam cara perusahaan menanggapinya, termasuk outsourcing, pemasaran gaya virus, dan manajemen proses bisnis. Outsourcing adalah strategi membayar pemasok dan distributor untuk melaksanakan proses bisnis tertentu atau menyediakan bahan atau jasa yang dibutuhkan. Outsourcing semakin menjadi strategi yang populer karena membantu perusahaan berfokus pada kegiatan inti mereka dan mencegah untuk terperosok ke dalam kegiatan-kegiatan sekunder.

Outsourcing versus Intergrasi Vertikal outsorcing juga merupakan alasan mengapa integrasi vertical tidak lagi populer seperti dulu. Banyak perusahaan yang pernah memiliki lini pasokan bahan mentah sendiri telah berubah pikiran dan kemudian melakukan outsourcing. Walaupun memiliki pemasok menjamin pasokan yang pasti dari bahan-bahan baku nantinya, kepemilikan itu juga berarti belajar untuk mengelola bisnis pemasok yang biasanya agak berbeda dari bisnis pemilik. Terlalu sering, akhirnya pemilik mengorbankan terlalu banyak sumbaer daya untuk bisnis pasokan dan terlalu sedikit sumbar daya untuk kompetensi intinya. Pemasokan Gaya Virus menggabungkan teknologi dengan metode pemasaran biasanya menghasilkan cara baru untuk menarik pelanggan. Pemasaran gaya virus disebut demikian karena ia menggunakan omongan dari mulut ke mulut yang menyebarkan informasi seperti virus dari pelanggan ke pelanggan, mengandalkan jangkauan dari internet untuk menggantikan komunikasi tatap muka. Pemasaran gaya virus dapat mempercepat kesadaran pelanggan dan memperluas jangkauan dibandingkan dengan media tradisional dan dengan biaya yang lebih rendah. Pemasaran model ini bisa berfungsi karena dua alasan. Pertama, orang mengandalkan internet untuk informasi yang seharusnya didapatkan dari surat kabar, majalah, dan televise. Akan tetapi, yang sama pentingnya adalah unsur interaktif: pelanggan menjadi peserta dalam proses penyebaran omongan dengan melanjutkan informasi ke pengguna internet lainnya. Manajemen Proses Bisnis proses adalah kegiatan apa saja yang menambah nilai pada suatu input, mengubahnya menjadi output bagi pelanggan (baik eksternal ataupun internal). Dalam lingkungan dewasa ini, banyak perusahaan beralih dari organisasi yang berorientasi departemen perusahaan yang diorganisasi di sekitar departemen-departemen yang dikelompokkan berdasarkan proses atau fungsi. Perusahaan-perusahaan beralih ke struktur tim yang berorientasi proses yang melintasi batas-batas departemen. Pendekatan ini disebut manajemen proses bisnis.

Resume pengantar bisnis edisi ketujuh jilid 1 ricky w. griffin dan Ronald j. ebert

OLEH :

ARNOLD JAYENDRA

Manejemen (1002120562) B7 Fakultas ekonomi universitas riau 2010

Anda mungkin juga menyukai