Anda di halaman 1dari 3

REVIEW JOURNAL OF CROSS-CULTURAL PSYCHOLOGY

Peringkas/NIM Tanggal Topik

FITRIANI DZULFADHILAH/107104051 25 April 2012 Perbedaan Konsep dan Ekspresi dari Keintiman di Jepang dan Amerika Serikat .

Penulis Tahun Judul Jurnal Vol. & Halaman Landasan Teori

Kyoko Seki, David Matsumoto and T. Todd Imahori 2002 The Conceptualization and Expression of Intimacy in Japan and the United States Journal of Cross-Cultural Psychology Vol. 33, 303-319 Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan

penelitian lintas budaya sebelumnya mengenai Keintiman (Intimacy). Hanya sedikit penelitian yang menunjukkan perbedayaan budaya terhadap Intimacy. Misalnya Hasil Penelitian yang menunjukkan bahwa Perancis dan Amerika memiliki tingkat komitmen cinta yang lebih tinggi dibanding Jepang. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Amerika dan Jepang memiliki gaya percakapan yang berbeda. Di Amerika Topik pembicaraan lebih banyak pada keluarga, cinta dan emosi. Sedangkan di Jepang topik percakapan yang lebih sering seputar minat, pekerjaan, biografi, agama, dan materi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Amerika Serikat lebih mampu mengeksperisikan emosinya melalui

komunikasi dipanding Jepang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah

terdapat perbedaan konsep Intimacy berdasarkan variasi budaya. Perbandingan ini diambil dari Negara Jepang dan Amerika Serikat.

Metode Subyek

Metode

yang

dilakukan

dalam

penelitian dengan

ini

adalah

melalukan

pilot-study

sebelumnya

pemberian

kuisioner. Kuisioner menanyakan kepada responden untuk menggambarkan kapan, dimana, dan bagaimana mereka menyatakan Intimacy dalam hubungan tertentu. Orang Jepang juga diminta untuk menerjemahkan istilah intimacy menjadi setara guna memastikan bahwa istilah yang digunaka telah ekuivalen. Kuisioner contoh dibagikan kepada 44 Mahasiswa Jepang dan 43 Mahasiswa Amerika yang terdaftar di Universitas California. Setelah menyebar Kuisioner awal, maka tanggapan-tanggap dari Mahasiswa tersebut dibuat menjadi 14 kategori konseptualisasi Intimacy dan 15 kategori ekspresi Intimacy. Subjek di ambil 230 responden Jepang (113 pria dan 117 wanita, usia rata-rata 20,71) dan 250 Amerika (102 pria dan 148 Wanita, usia rata-rata 23.03). Peserta dari kedua Negara lahir dan besar di negara asal mereka dan tidak memiliki pengalaman hidup di luar negeri. Prosedur dilakukan sama di kedua negara.

Manipulasi

Data

dikumpulkan di kelas di mana responden berpartisipasi. Dalam beberapa kasus, siswa diperbolehkan untuk

membawa pulang kuesioner untuk menyelesaikannya dan mengembalikan ditentukan. kuisioner Selain Pada kuesioner, waktu yang telah juga

responden

menyelesaikan demo singkat grafis kuesioner yang menilai etnis, umur, jenis kelamin, dan pengalaman luar negeri. Untuk melakukan kontrol terdapat empat versi kuesioner yang dikembangkan, Setiap versi telah didistribusikan ke responden di kedua Negara. Instrumen Instrumen yang digunakan adalah alat untuk mengukur konsep intimacy yaitu kuisioner. Kuisioner berisi 14 kategori

konseptualisasi Intimacy dan 15 kategori ekspresi Intimacy dianalisis dengan. Kuisioner dianalisis berdasarkan ANOVA. Hasil Penelitian ini menyimpulkan bahwa variasi budaya memiliki peran yang signifikan dalam Konsep Intimacy. Hasil penelitian ini menunjukkan perbedaan Konsep dan ekspresi dalam intimacy berdasarkan perbedaan budaya. Hasil menunjukkan di Jepang konseptualisasi keintiman

terhadap ibu dan ayah lebih ke arah penghormatan dan penghargaan, Sedang di Amerika mengungkapkan intimacy diwujudkan melalui konsep-konsep seperti "kontak fisik" di semua relativitas hubungan sosial. Hasil penelitian juga menunjukkan temuan yang tidak terduga bahwa preferensi mode ekpresi Jepang lebih besar dibanding Amerika serikat terhadap teman baik dan kekasih.