Anda di halaman 1dari 7

Medis sonografi (USG) adalah USG diagnostik berbasis teknik pencitraan medis yang digunakan untuk memvisualisasikan otot,

tendon, dan organ internal banyak, untuk menangkap ukuran mereka, struktur dan setiap lesi patologis dengan gambar real time tomografi. USG telah digunakan oleh sonographers untuk gambar tubuh manusia untuk setidaknya 50 tahun dan telah menjadi salah satu alat diagnostik yang paling banyak digunakan dalam kedokteran modern. Teknologi ini relatif murah dan portabel, terutama bila dibandingkan dengan modalitas lainnya, seperti magnetic resonance imaging (MRI) dan computed tomography (CT). USG juga digunakan untuk memvisualisasikan janin selama rutin dan perawatan darurat kehamilan. Aplikasi diagnostik seperti yang digunakan selama kehamilan disebut sebagai sonografi obstetrik.

Seperti saat ini diterapkan di bidang medis, USG benar dilakukan tidak menimbulkan resiko yang diketahui kepada pasien. Sonografi umumnya digambarkan sebagai "tes yang aman" karena tidak menggunakan radiasi pengion mutagenik, yang dapat menimbulkan bahaya seperti kerusakan kromosom dan perkembangan kanker. Namun, energi ultrasonik memiliki dua efek fisiologis potensial: itu meningkatkan respon inflamasi, dan itu bisa memanaskan jaringan lunak. Energi ultrasound menghasilkan gelombang tekanan mekanik melalui jaringan lunak. Ini gelombang tekanan dapat menyebabkan gelembung mikroskopik pada jaringan hidup dan distorsi dari membran sel, mempengaruhi fluks ion dan aktivitas intraseluler. Ketika USG memasuki tubuh, menyebabkan gesekan molekul dan memanaskan jaringan sedikit. Efek ini biasanya sangat kecil sebagai perfusi jaringan normal menghantarkan sebagian besar panas,

tetapi dengan intensitas tinggi, juga dapat menyebabkan kantong-kantong kecil gas dalam cairan tubuh atau jaringan untuk memperluas dan kontrak / runtuh di sebuah fenomena yang disebut kavitasi, namun hal ini tidak diketahui terjadi pada tingkat daya diagnostik modern yang digunakan oleh unit USG diagnostik. Pada tahun 2008, AIUM menerbitkan sebuah laporan 130 halaman berjudul "American Institute of USG di Pengobatan Konsensus Laporan Bioeffects Potensi USG Diagnostik" yang menyatakan bahwa memang ada beberapa potensi risiko untuk tes USG administrasi, yang meliputi "efek termal pascakelahiran, janin termal efek, efek mekanik postnatal, efek mekanik janin, dan pertimbangan bioeffects untuk agen kontras USG. " Jangka panjang efek dari pemanasan jaringan dan kavitasi telah menunjukkan penurunan dalam ukuran sel darah merah dalam ternak saat terkena intensitas lebih tinggi dari tingkat diagnostik. Namun, efek jangka panjang akibat paparan pada intensitas diagnostik USG masih belum diketahui. Ada beberapa studi yang menunjukkan efek samping yang merugikan pada janin hewan yang terkait dengan penggunaan sonografi pada mamalia hamil. Sebuah studi Yale pada tahun 2006 menyarankan untuk USG paparan mempengaruhi perkembangan otak janin pada tikus. Scan janin khas, termasuk malformasi janin evaluasi, biasanya memakan waktu 10-30 menit. Studi ini menunjukkan bahwa sel-sel otak tikus gagal bermigrasi ke posisi yang tepat dan tetap tersebar di bagian yang salah dari otak. Ini salah penempatan sel-sel otak selama pengembangan mereka terkait dengan gangguan mulai dari "keterbelakangan mental dan epilepsi pada anak dengan disleksia perkembangan, gangguan spektrum autisme dan skizofrenia." Namun, efek ini hanya terdeteksi setelah 30 menit scanning terus menerus. Tidak ada link belum dibuat antara hasil tes pada hewan seperti tikus dan kemungkinan efek pada manusia. Meskipun ada kemungkinan bahwa efek biologis pada manusia dapat diidentifikasi di masa depan, saat ini kebanyakan dokter merasa bahwa berdasarkan informasi yang tersedia manfaat untuk pasien lebih besar daripada risiko. Kebidanan USG dapat digunakan untuk mengidentifikasi banyak kondisi yang akan berbahaya bagi ibu dan bayi. Banyak profesional kesehatan perawatan mempertimbangkan risiko meninggalkan kondisi ini tidak terdiagnosis jauh lebih besar daripada risiko yang sangat kecil, jika ada, yang terkait dengan menjalani scan ultrasound. Menurut Cochrane Review, USG rutin di awal kehamilan (kurang dari 24 minggu) muncul untuk memungkinkan penilaian yang lebih baik usia kehamilan, deteksi dini kehamilan ganda dan deteksi dini malformasi janin secara klinis tidak dicurigai pada saat penghentian kehamilan adalah mungkin.

Sonografi digunakan secara rutin dalam janji obstetri selama kehamilan, tetapi FDA menghambat penggunaannya untuk tujuan non-medis seperti video dan foto kenang-kenangan janin, meskipun itu adalah teknologi yang sama digunakan di rumah sakit.

Ultrasonografi merupakan salah satu teknologi kesehatan yang bermanfaat untuk meningkatkan pelayanan kesehatan. Ultrasonografi atau disingkat USG adalah suatu kaidah pemeriksaan tubuh menggunakan gelombang bunyi pada frekuensi tinggi. Teknologi USG tidak asing bagi kaum ibu karena mereka biasanya menggunakannya pada masa kehamilan untuk memonitor keadaan janin dalam kandungan. USG ini adalah salah satu aplikasi teknologi radar dan telah ada sejak puluhan tahun lalu. Lebih jauh kea rah medis, USG medis (sonografi) dapat diartikan sebagai sebuah teknik diagnostik pencitraan menggunakan suara ultra yang digunakan untuk mencitrakan organ internal dan otot, struktur, dan luka patologi, sehingga teknik ini berguna untuk memeriksa organ. Namun biasanya sonografi obstetrik digunakan ketika masa kehamilan. Prisip USG adalah penggunaan gelombang ultrasonik, yaitu gelombang suara dengan frekuensi lebih tinggi daripada kemampuan pendengaran telinga manusia, sehingga kita tidak bisa mendengarnya sama sekali. Suara yang dapat didengar manusia mempunyai frekuensi antara 20 20.000 cpd (Cycles per detik- Hertz). Sedangkan dalam pemeriksaan USG ini mengunakan frekuensi 1- 10 MHz ( 1- 10 juta Hz).

Perangkat USG terdiri dari transducer, monitor, dan mesin USG.Transducer adalah komponen USG yang ditempelkan pada bagian tubuh yang akan diperiksa, seperti dinding perut atau dinding poros usus besar pada pemeriksaan prostat. Di dalam transducer terdapat kristal yang digunakan untuk menangkap pantulan gelombang yang disalurkan oleh transducer. Monitor merupakan perangkat yang digunakan untuk menampilkan display hasil USG dan mengetahui arah dan gerakan jarum menuju sasaran. Mesin USG merupakan bagian dari USG dimana fungsinya untuk mengolah data yang diterima dalam bentuk gelombang. Mesin USG merupakan CPU dalam teknologi USG sehingga di dalamnya terdapat komponen-komponen yang

sama seperti pada CPU pada PC termasuk untuk mengubah gelombang hasil USG menjadi gambar. http://arl.blog.ittelkom.ac.id/blog/2011/10/ultrasonografi-usg/

USG atau ultrasonografi adalah alat bantu diagnostik di bidang kedokteranuntuk menampilkan gambaran struktur bagian dalam tubuh manusia yang bekerjadengan menggunakan bantuan teknologi gelombang suara frekuensi tinggi sepertiyang dimiliki kelelawar. Alat ini terdiri atas monitor dan transducer . Transduser merupakan alat yang akan mentransfer pantulan gelombang suara menjadisebentuk gambar yang akan tampil dilayar monitoir, hasilnya disebut sonogram .Berdasarkan cara kerjanya dibedakan menjadi dua, yang pertama transduser ditempelkan di permukaan kulit tubuh (bagian perut) yang disebut USGTransabdominal . Sebelum transduser ditempelkan dipermukaan perut, permukaankulit dilapisi dengan suatu ultrasound gel agar-agar khusus. Lalu transduser digerakkan keatas dan kebawah. Pada saat itu juga komputer akan menerjemahkangelombang suara kedalam suatu bentuk gambar. Sebelum menjalani pemerikasaanultrasonografi ini, pasien diminta untuk meminum air putih dalam jumlah yangcukup banyak, untuk memudahkan pemeriksaan karena gelombang suaramerambat lebih baik dalam air

BAB I PENDAHULUAN

Ultrasonografi (USG) merupakan suatu prosedur diagnosis yang digunakan untuk melihat struktur jaringan tubuh atau analisis dari gelombang Doppler, yang pemeriksaannya dilakukan diatas permukaan kulit atau diatas rongga tubuh untuk menghasilkan suatu ultrasound didalam jaringan. Ultrasonografi dapat digunakan untuk endeteksi berbagai kelainan yang ada pada abdomen, otak, kandung kemih, jantung, ginjal, hepar, uterus atau pelvis. Selain itu USG juga dpaat digunakan untuk membedakan antara kista dan tumor. Pada kehamilan cairan amnion dapat menambah refleksi gelombang suara dari plasenta dan fetus sehingga dapat mengidentifikasi ukuran, bentuk dan posisi, kemudian dapat mendeteksi pankreas, limpa, tiroid dan lain-lain. Persiapan dan pelaksanaan 1. Lakukan informed consent 2. Anjurkan untuk puasa makan dan minum 8-12 jam sebelum pemeriksaan USG aorta abdomen, kandung empedu, hepar, limpa dan pankreas. 3. Oleskan jeli konduktif pada permukaan kulit yang akan dilakukan USG 4. Transduser dipegang dengan tangan dan gerakkan ke depan dan ke belakang di atas permukaan kulit. 5. Lakukan anatra 10-30 menit 6. Premedikasi jarang dilakukan hanya bila pasien dalam keadaan gelisah 7. Pasien tidak boleh merokok sebelum pemeriksaan untuk mencegah masuknya udara. 8. Bila pada pemeriksaan obstetrik (trimester pertama dan kedua), pelvis dan ginjal pasien dianjurkan

untuk minum 4 gelas air dan tidak boleh berkemih sementara untuk trimester ketiga, pemeriksaan pada pasien dilakukan pada saat kandung kemih kosong. 9. Bila pada otak lepaskan semua perhiasan dari leher dan jepit rambut dari kepala. 10. Bila pada jantung anjurkan untuk bernapas perlahan dan menahan setelah inspirasi dalam.

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian USG adalah suatu alat dalam dunia kedokteran yang memanfaatkan gelombang ultrasonik, yaitu gelombang suara yang memiliki frekuensi yang tinggi (250 kHz - 2000 kHz) yang kemudian hasilnya ditampilkan dalam layar monitor Pada awalnya penemuan alat USG diawali dengan penemuan gelombang ultrasonik kemudian bertahun-tahun setelah itu, tepatnya sekitar tahun 1920-an, prinsip kerja gelombang ultrasonik mulai diterapkan dalam bidang kedokteran. Penggunaan ultrasonik dalam bidang kedokteran ini pertama kali diaplikasikan untuk kepentingan terapi bukan untuk mendiagnosis suatu penyakit. Teknologi transduser digital sekira tahun 1990-an memungkinkan sinyal gelombang ultrasonik yang diterima menghasilkan tampilan gambar suatu jaringan tubuh dengan lebih jelas. Penemuan komputer pada pertengahan 1990 jelas sangat membantu teknologi ini. Gelombang ultrasonik akan melalui proses sebagai berikut, pertama, gelombang akan diterima transduser. Kemudian gelombang tersebut diproses sedemikian rupa dalam komputer sehingga bentuk tampilan gambar akan terlihat pada layar monitor. Transduser yang digunakan terdiri dari transduser penghasil gambar dua dimensi atau tiga dimensi. Seperti inilah hingga USG berkembang sedemikian rupa hingga saat ini. Ultrasonography adalah salah satu dari produk teknologi medical imaging yang dikenal sampai saat ini Medical imaging (MI) adalah suatu teknik yang digunakan untuk mencitrakan bagian dalam organ atau suatu jaringan sel (tissue) pada tubuh, tanpa membuat sayatan atau luka (non-invasive). Interaksi antara fenomena fisik tissue dan diikuti dengan teknik pendeteksian hasil interaksi itu sendiri untuk diproses dan direkonstruksi menjadi suatu citra (image), menjadi dasar bekerjanya peralatan MI. 2.2 Tujuan persiapan USG Tujuan USG adalah untuk membantu mendiagnosis perkembangan janin pada setiap trimester. Hal itu sangat ditekankan oleh dr. Rudiyanti, Sp.OG. Dijelaskan olehnya, pada kehamilan trimester pertama tujuan USG adalah meyakinkan adanya kehamilan, menduga usia kehamilan dengan mencocokkan ukuran bayi, menentukan kondisi bayi jika ada kemungkinan kelainan bawaan, menentukan penyebab perdarahan atau bercak darah dini pada kehamilan muda (misalnya kehamilan ektopik), menentukan lokasi janin apakah di dalam atau di luar rahim, menentukan kondisi janin jika tidak ada denyut jantung atau pergerakan janin, dan mendiagnosis adanya janin kembar. Sedangkan di trimester kedua dan ketiga adalah untuk menilai jumlah air ketuban, menentukan kondisi plasenta, menentukan ukuran janin, memeriksa kondisi janin lewat pengamatan aktivitasnya, menentukan letak janin apakah sungsang atau terlilit tali pusat, serta untuk melihat kemungkinan adanya tumor. 2.3 Persiapan alat dan bahan Perawatan peralatan yang baik akan membuat hasil pemeriksaan juga tetap baik. Hidupkan peralatan USG sesuai dengan tatacara yang dianjurkan oleh pabrik pembuat peralatan tersebut. Panduan pengoperasian peralatan USG sebaiknya diletakkan di dekat mesin USG, hal ini sangat penting untuk mencegah kerusakan alat akibat ketidaktahuan operator USG. Perhatikan tegangan listrik pada kamar USG, karena tegangan yang terlalu naik-turun akan membuat peralatan elektronik mudah rusak. Bila perlu pasang stabilisator tegangan listrik dan UPS.

Setiap kali selesai melakukan pemeriksaan USG, bersihkan semua peralatan dengan hati-hati, terutama pada transduser (penjejak) yang mudah rusak. Bersihkan transduser dengan memakai kain yang lembut dan cuci dengan larutan anti kuman yang tidak merusak transduser (informasi ini dapat diperoleh dari setiap pabrik pembuat mesin USG). Selanjutnya taruh kembali transduser pada tempatnya, rapikan dan bersihkan kabel-kabelnya, jangan sampai terinjak atau terjepit. Setelah semua rapih, tutuplah mesin USG dengan plastik penutupnya. Hal ini penting untuk mencegah mesin USG dari siraman air atau zat kimia lainnya. Agar alat ini tidak mudah rusak, tentukan seseorang sebagai penanggung jawab pemeliharaan alat tersebut. 2.4 Persiapan Pemeriksaan Lingkungan Cuci tangan sebelum dan setelah kontak langsung dengan pasien, setelah kontak dengan darah atau cairan tubuh lainnya, dan setelah melepas sarung tangan, telah terbukti dapat mencegah penyebaran infeksi. Epidemi HIV telah menjadikan pencegahan infeksi kembali menjadi perhatian utama, termasuk dalam kegiatan pemeriksaan USG dimana infeksi silang dapat saja terjadi. Kemungkinan penularan infeksi lebih besar pada waktu pemeriksaan USG transvaginal karena terjadi kontak dengan cairan tubuh dan mukosa vagina. Resiko penularan dibagi dalam tiga tingkatan, yaitu tinggi, sedang, dan ringan. Resiko penularan tinggi terjadi pada pemeriksaan USG intervensi (misalnya punksi menembus kulit, membran mukosa atau jaringan lainnya); peralatan yang dipakai memerlukan sterilisasi (misalnya dengan autoklaf atau etilen oksida) dan dipergunakan sekali pakai dibuang. Resiko penularan sedang terjadi pada pemeriksaan USG yang mengadakan kontak dengan mukosa yang intak, misalnya USG transvaginal; peralatan yang dipakai minimal memerlukan sterilisasi tingkat tinggi (lebih baik bila dilakukan sterilisasi). Resiko penularan ringan ter adi pada pemeriksaan kontak langsung dengan kulit intak, misalnya USG transabdominal; peralatan yang dipakai cukup dibersihkan dengan alkohol 70% (sudah dapat membunuh bakteri vegetatif, virus mengandung lemak, fungisidal, dan tuberkulosidal) atau dicuci dengan sabun dan air. 2.5 Persiapan Pasien Sebelum pasien menjalani pemeriksaan USG, ia sudah harus memperoleh informasi yang cukup mengenai pemeriksaan USG yang akan dijalaninya. Informasi penting yang harus diketahui pasien adalah harapan dari hasil pemeriksaan, cara pemeriksaan (termasuk posisi pasien) dan berapa biaya pemeriksaan. Caranya dapat dengan memberikan brosur atau leaflet atau bisa juga melalui penjelasan secara langsung oleh dokter sonografer atau sonologist. Sebelum melakukan pemeriksaan USG, pastikan bahwa pasien benar-benar telah mengerti dan memberikan persetujuan untuk dilakukan pemeriksaan USG atas dirinya. Bila akan melakukan pemeriksaan USG transvaginal, tanyakan kembali apakah ia seorang nova atau nyonya?, jelaskan dan perlihatkan tentang pemakaian kondom yang baru pada setiap pemeriksaan (kondom penting untuk mencegah penularan infeksi). Pada pemeriksaan USG transrektal, kondom yang dipasang sebanyak dua buah, hal ini penting untuk mencegah penyebaran infeksi. Terangkan secara benar dan penuh pengertian bahwa USG bukanlah suatu alat yang dapat melihat seluruh tubuh janin atau organ kandungan, hal ini untuk menghindarkan kesalahan harapan dari pasien. Sering terjadi bahwa pasien mengeluh "Kok sudah dikomputer masih juga tidak diketahui adanya cacat bawaan janin atau ada kista indung telur? USG hanyalah salah satu dari alat bantu diagnostik didalam bidang kedokteran. Mungkin saja masih diperlukan pemeriksaan lainnya agar diagnosis kelainan dapat diketahui lebih tepat dan cepat. 2.6 Persiapan Pemeriksa

Pemeriksa diharapkan memeriksa dengan teliti surat pengajuan pemeriksaan USG, apa indikasinya dan apakah perlu didahulukan karena bersifat darurat gawat, misalnya pasien dengan kecurigaan kehamilan ektopik. Tanyakan apakah ia seorang nyonya atau nona, terutama bila akan melakukan pemeriksaan USG transvaginal. Selanjutnya cocokkan identitas pasien, keluhan klinis dan pemeriksaan fisik yang ada; kemudian berikan penjelasan dan ajukan persetujuan lisan terhadap tindak medik yang akan dilakukan. Persetujuan tindak medik yang kebanyakan berlaku di Indonesia saat ini hanyalah bersifat persetujuan lisan, kecuali untuk tindakan yang bersifat invasif misalnya kordosintesis atau amniosintesis. Dimasa mendatang tampaknya pemeriksaan USG memerlukan persetujuan tertulis dari pasien. Salah satu tujuan utamanya adalah untuk mencegah penularan penyakit berbahaya seperti HIV/AIDS dan penyakit menular seksual akibat semakin banyaknya seks bebas dan pemakaian narkoba. Pemeriksa diharapkan juga agar selalu meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya dengan cara membaca kembali buku teks atau literatur-literatur mengenai USG, mengikuti pelatihan secara berkala dan mengikuti seminar-seminar atau pertemuan ilmiah lainnya mengenai kemajuan USG mutakhir. Kemampuan diagnostik seorang sonologist sangat ditentukan oleh pengetahuan, pengalaman dan latihan yang dilakukannya.