Anda di halaman 1dari 2

Inflammatory Bowel Disease

PENDAHULUAN IBD adalah penyakit inflamasi kronik yang melibatkan saluran cerna dengan penyebab pastinya belum diketahui secara jelas sampai saat ini. IBD terdiri dari 3 jenis, yaitu : kolitis ulserativa , penyakit crohn dan intermediate kolitis bila sulit membedakan antara KU dan Crohn. EPIDEMIOLOGI Merupakan penyakit dengan kekerapan tinggi di Negara-negara Eropa dan Amerika. Cenderung mempunyai puncak usia yang terkena pada usia muda (25-30 tahun) dan tidak terdapat perbedaan bermakna antara perempuan dan laki-laki. Orang kulit putih lebih banyak terkena dibandingkan orang kulit hitam dan secara ras, banyak orang yahudi yang terkena. Terjadi pada kelompok social ekonomi tinggi, bukan perokok, pemakai kontrasepsi oral dan diet rendah serat. PATOGENESIS Proses patogenesis di awali dengan adanya infeksi, toksin , produk bakteri atau diet intralumen kolon yang akan melepaskan sitokin dan mediator inflamasi. Biasa terjadi pada individu yang rentan dan dipengaruhi oleh faktor genetik yang meningkatkan faktor resiko. Di laporkan bahwa pada kolitis ulserativa berkaitan dengan adanya gen HLA-DR2 dan pada penyakit Crohn berkaitan dengan gen NOD2 pada kromosom 16.

KOLITIS ULSERATIVA o Patologi Inflamasi pada mukosa kolon, sering terkena pada bagian rectum. Secara histology terjadi inflamasi dan kerusakan sel epitel, abses dan hilangnya sel goblet. o Manifestasi klinik Diare disertai darah, mucus, demam, nyeri abdomen, tenesmus, penurunan berat badan. Pada kasus yang berat terdapat dehidrasi, anemia, hipokalemi dan hipoalbuminemia. o Komplikasi Toksik megakolon, perforasi, resiko kanker o Diagnosis

Sigmoidoskopi atau kolonoskopi ditemukan : mukosa eritem, granulasi, eksudat, hemoragik, ulkus, polip, mukosa yang ireguler. PENYAKIT CROHN o Patologi Dapat mengenai seluruh bagian gastrointestinal mulai dari mulut sampai anorektal, biasanya pada ileum terminal atau kolon. Histology penebalan pada lapisan usus, ulserasi linier, penebalan submukosa dengan tampilan cobblestone ,diskontinyu, terdapat fissure atau fistula. o Manifestasi klinik Demam, nyeri abdomen, diare, lemas, berat badan turun, retardasi mental bila pada anak-anak, anorektal fisura, fistula, abses. Tampilan klinis dalam 3 bentuk, yaitu inflamasi, striktur dan fistula. o Komplikasi Obstruksi intestinal, fistula antara intestinal dengan kantung kemih, vagina, kulit, jaringan ikat dan terkadang disertai dengan abses o diagnosis