P. 1
Handout Perizinan Final

Handout Perizinan Final

|Views: 21|Likes:
Dipublikasikan oleh Yolanda Liroga

More info:

Published by: Yolanda Liroga on Aug 06, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/14/2013

pdf

text

original

HUKUM PERIZINAN

BAGIAN KETIGA

1.Permasalahan Perizinan dan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Layak 2. Perizinan dan Non Perizinan

1. Waktu

2. Kepastian

3. Pemohon

4. Masyarakat Terkait

GAMBARAN PERMASALAHAN

5. Aparatur dan Instansi Terkait

9. Calo

8. Biaya Mahal

7. Benturan Regulasi

6. Sarana Pendukung

IDENTIFIKASI MASALAH

No
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

MASALAH
Waktu Kepastian Hukum Pemohon Masyarakat Terkait Aparat dan Instansi Sarana-Prasarana Benturan Regulasi Biaya Mahal Calo

IDENTIFIKASI
Lama, berbelit-belit Dasar hukum yang kabur Pemahaman dan kerjasama yang tidak baik, tidak jujur dan serba mau praktis Biaya sosial, persetujuan warga/tetangga Kuantitas, kualitas aparat Fasilitas,inventaris dan perawatan Konflik hukum, ego sektoral Tidak transaparan Peluang dan budaya

ANALISIS

ASAS-ASAS UMUM PEMERINTAHAN YANG BAIK

Kepastian

Tertib

Akuntabilitas

Kep. Umum

Profesinalitas

Terbuka

Proporsi

UU No. 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN
ASAS
Kepastian Hukum

DESKRIPSI
mengutamakan landasan peraturan perundang-undangan, kepatutan dan keadilan landasan keteraturan, keserasian dan keseimbangan dalam pengendalian penyelenggaraan negara mendahulukan kesejahteraan umum dengan cara yang aspiratif, akomodatif dan selektif

Tertib Penyelenggaraan Kepentingan Umum

Terbuka
Proporsional Profesionalitas Akuntabilitas

membuka diri terhadap hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar, jujur dan tidak diskriminatif
mengutamakan keseimbangan antara hak dan kewajiban penyelenggara negara mengutamakan keahlian yang berlandaskan kode etik setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan penyelenggara negara harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat

UU No. 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN
ASAS
Kepastian Hukum

DESKRIPSI
mengutamakan landasan peraturan perundang-undangan, kepatutan dan keadilan landasan keteraturan, keserasian dan keseimbangan dalam pengendalian penyelenggaraan negara mendahulukan kesejahteraan umum dengan cara yang aspiratif, akomodatif dan selektif

Tertib Penyelenggaraan Kepentingan Umum

Terbuka
Proporsional Profesionalitas Akuntabilitas

membuka diri terhadap hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar, jujur dan tidak diskriminatif
mengutamakan keseimbangan antara hak dan kewajiban penyelenggara negara mengutamakan keahlian yang berlandaskan kode etik setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan penyelenggara negara harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat

KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 63/KEP/M.PAN/7/2003 TENTANG PEDOMAN UMUM PENYELENGGARAAN PELAYANAN PUBLIK
Standar Pelayanan Publik

No STANDAR 1. 2. 3. 4. Prosedur Pelayanan Waktu Penyelesaian Biaya / Tarif Produk Pelayanan

DESKRIPSI Dibakukan ,termasuk pengaduan ditetapkan Ditetapkan, rincian Sesuai

5. 6.

Sarana dan Prasarana Kompetensi Petugas

Memadai tepat

Hakekat Pelayanan Publik Hakekat pelayanan publik adalah pemberian pelayanan prima kepada masyarakat yang merupakan perwujudan kewajiban aparatur negara sebagai abdi masyarakat.

Kelompok Pelayanan Administratif
• dokumen resmi • kepemilikan atau penguasaan terhadap suatu barang

Kelompok Pelayanan Barang
• jaringan telpon • penyediaan tenaga listrik • Air bersih

Kelompok Pelayanan Jasa
• pemeliharaan kesehatan • penyelenggaraan transportasi • pos

FUNGSIONAL, sesuai dengan tugas,
fungsi dan kewenangannya.

TERPUSAT, tunggal oleh penyelenggara pelayanan
berdasarkan pelimpahan wewenang

POLA GUGUS TUGAS, perseorangan atau dalam bentuk gugus tugas ditempatkan pada instansi pemberi pelayanan

TERPADU, satu atap dan satu pintu

PERIZINAN dan NON PERIZINAN

Dalam Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Pedoman Umum Tata Laksana Perizinan dan Non Perizinan

PENGERTIAN
Perizinan adalah :  dokumen dan bukti legalitas yang  membolehkan perbuatan hukum oleh seseorang atau sekelompok orang  dalam ranah hukum administrasi negara  atas sesuatu perbuatan yang dilarang  berdasarkan peraturan perundang-undangan Non Perizinan adalah :  dokumen dan bukti legalitas atas  sahnya sesuatu kepada seseorang atau sekelompok orang  dalam ranah hukum administrasi negara

PENGERTIAN
Tata Laksana Perizinan dan Non Perizinan adalah : - prosedur, syarat formal dan proses kerja - yang harus dipenuhi oleh penyelenggara - dalam rangka penetapan keputusan perizinan dan non perizinan Penyelenggara Perizinan dan Non Perizinan ialah :  Pejabat Pemerintah, Badan/Lembaga, Instansi Pemerintah  yang memiliki kewenangan berdasarkan peraturan perundang-undangan  Untuk menetapkan keputusan perizinan dan non perizinan  di tingkat pemerintah maupun pemerintah  daerah

Maksud

• menetapkan • Peraturan/keputusan

Tujuan
• Mewujudkan • Prinsip –prinsip Good Governance Sasaran • meningkatkan kualitas • Cegah KKN • Investasi • Kesalahan dan salahguna wwng • Sinkronasi dan harmoni

ASAS
        

a. asas keterbukaan; b. asas akuntabilitas; c. asas efisiensi dan efektivitas; d. asas kelestarian lingkungan; e. asas kesederhanaan dan kejelasan; f. asas kepastian waktu; g. asas kepastian hukum; h. asas keberlanjutan usaha dan persaingan yang sehat; i. asas profesionalisme.
FH -UNMUL 2010

RUANG LINGKUP IZIN
         

a. izin Usaha; b. izin Operasional; c. izin Ekspor; d. izin Impor; e. izin Lokasi; f. izin Tempat Usaha; g. izin Mendirikan Bangunan; h. izin Fasilitas; i. Surat Tanda Pendaftaran; j. Jenis perizinan lainnya.
FH -UNMUL 2010

RUANG LINGKUP NON IZIN
a. Pembuatan Identitas Diri;  b. Surat Keterangan;  c. Akta;  d. Rekomendasi

FH -UNMUL 2010

FUNGSI
a. mengatur tindakan;  b. merekayasa pembangunan;  c. membina dan memberdayakan masyarakat;  d. membina, mengawasi, memberikan perlindungan dan kepastian hukum dalam penyelenggaraan perizinan dan non perizinan

FH -UNMUL 2010

SYARAT SAH
a. dibuat oleh pejabat/pimpinan yang berwenang;  b. sesuai prosedur yang berlaku;  c. substansi yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan

FH -UNMUL 2010

ISI WAJIB
a. hak dan kewajiban dari pemberi dan penerima perizinan dan non perizinan;  b. memuat batas waktu keberlakuan izin dan non perizinan;  c. informasi mengenai hak-hak pengajuan upaya administratif yang dapat dilakukan oleh penerima pelayanan perizinan dan non perizinan

FH -UNMUL 2010

PENOLAKAN
a. wajib memberikan alasan yang bersifat faktual  b. alasan hukum ;  c. PEMOHON dapat melakukan upaya keberatan atau upaya hukum

FH -UNMUL 2010

WAKTU & BIAYA
wajib menepati waktu penyelesaian proses perizinan , paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja  kecuali hal yang bersifat khusus

◦ adalah kompleksitas keterlibatan antar Instansi Pemerintah dan memiliki dampak negatif sehingga memerlukan waktu melebihi 10 (sepuluh) hari kerja.

FH -UNMUL 2010

WAKTU & BIAYA
tidak dikenakan biaya, kec.ditetapkan  wajib menerapkan prinsip keterbukaan dan akuntabilitas  tidak boleh lebih dari sekali untuk satu obyek tertentu

◦ melibatkan beberapa sektor/instansi pemerintah, maka biaya hanya dibebankan pada satu produk yang utama.
FH -UNMUL 2010

AKUNTABEL

KINERJA

PENGAWAS

wajib mempertanggungjaw abkan

evaluasi

INTERNAL

Input;efesiensi
wajib melakukan pengawasan dan pengendalian MELEKAT PROSES

Outcome;kepuasan MEMBATALKAN PENERIMA YG MELANGGAR

Output

FH -UNMUL 2010

BAGIAN KEEMPAT
TINJAUAN PERIZINAN DALAM PERUNDANG-UNDANGAN
1. Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara 2. Undang-Undang Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang

PERBEDAAN REZIM / ERA
Undang-undang Subjek Hubungan hukum Penerapan hukum Pilihan hukum Uu no 11 tahun 1967 Rezim kontrak/ Perjanjian Bersifat perdata Oleh Kedua Pihak Berlaku Uu no 4 tahun 2004 Rezim Perizinan Bersifat Perdata Oleh Pemerintah Tidak Berlaku

Akibat hukum
Penyelesaian sengketa Kepastian Hukum Hak dan kewajiban

Kesepakatan Kedua Pihak
Administrasi Keputusan Kedua Pihak Relatif setara kedua pihak

Sepihak
PTUN Lebih Terjamin H&K Pemerintah lebih besar

Sumber hukum

Perjanjian itu sendiri

Peraturan UU

UU MINERBA NO. 4/2009

KEWENANGAN

PUSAT
PROV KAB/KOTA

• kebijakan dan pengelolaan • Nasional • IUP • Regional • IUP&IPR • Lokal

IZIN

IUP IPR IUPK

• IZIN USAHA PERTAMBANGAN

• IZIN PERTANIAN RAKYAT

• IZIN USAHA PERAMBANGAN KHUSUS

UU MINERBA NO. 4/2009
Izin Usaha Pertambangan/IUP

Eksplorasi

Eksploitasi

Dari

Bup/Wali

Gub

Menteri

Kepada

Perorangan

Koperasi

Badan Usaha

UU MINERBA NO. 4/2009
Izin Pertambangan Rakyat/IPR
Minral Logam Minral Nonlogam Batuan Batubara

Bup/Walikota
Warga setempat Perseorangan Masy/Koperasi

Luas
Orang max.1 ha Kel.Masy max 5 ha Koperasi max 10 ha

UU MINERBA NO. 4/2009
Izin Usaha Pertambangan Khusus/IUPK
Eksplorasi Eksploitasi

Menteri
Atas kepentingan Daerah Kepada BU Negara, Daerah, Swasta

UU MINERBA NO. 4/2009 LELANG
MINERAL LOGAM

BADAN USAHA
SWASTA

IZIN
IUP IUPK

KOPERASI BATU BARA ORANG

UU MINERBA NO. 4/2009
Tertulis Kembali Alasan jelas Berakhir IUP & IUPK Habis berlaku Pidana

Dicabut

Wanprestasi
Pailit

UU MINERBA NO. 4/2009
Pendapatan

Negara
Negara
Pajak Bea masuk & cukai Iuran tetap Iuran Eksplore

Daerah

Iuran Prod.

Kompensasi Data Info

Daerah
Pajak Daerah Retribusi Daerah Pendapatan lain yg sah

UU NO. 26/2007 tentang PENATAAN RUANG

Penyelenggaraan penataan ruang

pengaturan

pembinaan pelaksanaan

pelaksanaan pelaksanaan

pelaksanaan pelaksanaan

pelaksanaan

pelaksanaan
pelaksanaan pelaksanaan

PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG  Pemda dapat mengatur ketentuan perizinan menurut kewenangannnya masing-masing sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

Perizinan
diatur oleh Pemerintah & pemda (menurut kewenangan masing-masing)
Izin Pemanfaatan Ruang apabila tidak sesuai RTRW

dikeluarkan dan/atau diperoleh dgn tidak melalui prosedur yg benar diperoleh melalui prosedur yang benar tetapi kemudian terbukti tidak sesuai dengan RTRW
Ps. 37 ayat (6)

batal demi hukum
Ps. 37 ayat (3)

dapat dibatalkan
Ps. 37 ayat (4)

akibat adanya perubahan RTRWN

penggantian / ganti kerugian yg layak
Ps. 37 ayat (5)

Pemberian Insentif dan Disinsentif
agar pemanfaatan ruang sesuai dengan RTRW
Ps. 38 ayat (1)

Pemberian Insentif
perangkat/upaya utk memberikan imbalan thd pelaksanaan kegiatan yang sejalan dgn RTR
Ps. 38 ayat (2)

Pemberian Disinsentif
perangkat untuk mencegah, membatasi pertumbuhan, /mengurangi kegiatan yg tidak sejalan dengan RTR
Ps. 38 ayat (3)

keringanan pajak, pemberian kompensasi, subsidi silang, imbalan, sewa ruang, & urun saham pembangunan serta pengadaan infrastruktur kemudahan prosedur perizinan pemberian penghargaan kepada masyarakat, swasta dan/atau pemerintah daerah

pengenaan pajak yang tinggi yg disesuaikan dengan besarnya biaya yg dibutuhkan untuk mengatasi dampak yang ditimbulkan akibat pemanfaatan ruang

pembatasan penyediaan infrastruktur, pengenaan kompensasi, dan penalti
Ps. 38 ayat (5)

diberikan oleh:
(mendapat manfaat dari penyelenggaraan penataan ruang)

Pemerintah

Subsidi Dukungan Perwujudan RTR kompensasi Dukungan Perwujudan RTR Dispensasi Dukungan Perwujudan RTR

kepada:
(dirugikan akibat penyelenggaraan penataan ruang)

Pemerintah Daerah

(mendapat manfaat dari penyelenggaraan penataan ruang)

Pemerintah Daerah 1

(mendapat manfaat dari penyelenggaraan penataan ruang)

Pemerintah Daerah 2

Pemerintah & Pemerintah Daerah

Swasta / Masyarakat

Pengenaan Sanksi

Pengenaan sanksi merupakan tindakan penertiban yg dilakukan terhadap pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan RTR & peraturan zonasi

Sanksi Administratif
Ps. 63

Sanksi Pidana
Ps. 69

Sanksi Perdata

 peringatan tertulis  penghentian sementara kegiatan  penghentian sementara pelayanan umum  penutupan lokasi  pencabutan izin  pembatalan izin  pembongkaran bangunan  pemulihan fungsi ruang; dan/atau  denda administratif

 Pidana Pokok:  Penjara  Denda  Pidana Tambahan  Pemberhentian secara tidak hormat dari jabatannya  Pencabutan izin usaha  Pencabutan status badan hukum

Tindak pidana yang menimbulkan kerugian secara perdata

Ps. 73 ayat (2)

Ps. 74 ayat (2)

KETENTUAN PIDANA
PASAL
69 ayat (1)

UNSUR TINDAK PIDANA
   

SANKSI PIDANA

Tidak mentaati rencana tata ruang; dan mengakibatkan perubahan fungsi ruang. Tidak mentaati rencana tata ruang; mengakibatkan perubahan fungsi ruang; dan mengakibatkan kerugian terhadap harta benda/rusaknya barang. Tidak mentaati rencana tata ruang; mengakibatkan perubahan fungsi ruang; dan Mengakibatkan Kematian orang

penjara paling lama 3 tahun dan denda paling banyak Rp. 500 juta penjara paling lama 8 tahun dan denda paling banyak Rp. 1, 5 miliar

69 ayat (2)

 
69 ayat (3)

penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp. 5 miliar


70 ayat (1)

Memanfaatkan ruang tidak sesuai dengan izin pemanfaatan ruang dari pejabat yang berwenang. Memanfaatkan ruang tidak sesuai dengan izin pemanfaatan ruang dari pejabat yang berwenang; dan mengakibatkan perubahan fungsi ruang;

Pidana penjara paling lama 3 tahun dan denda paling banyak Rp. 500 juta Pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp. 1 miliar


70 ayat (2)

44

Tindak Pidana
PASAL

70 ayat (3)

UNSUR TINDAK PIDANA
Memanfaatkan ruang tidak sesuai dengan izin pemanfaatan ruang dari pejabat yang berwenang; dan Mengakibatkan kerugian thd harta benda/kerusakan barang. Memanfaatkan ruang tidak sesuai dengan izin pemanfaatan ruang dari pejabat yang berwenang; dan Mengakibatkan kematian orang Tidak mematuhi ketentuan yang ditetapkan dalam persyaratan izin pemanfaatan ruang. Tidak memberikan akses terhadap kawasan yg oleh peraturan perundangundangan dinyatakan sebagai milik umum

SANKSI PIDANA
Pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp. 1.5 miliar

70 ayat (4)

Pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp. 5 M miliar


71

Pidana penjara paling lama 3 tahun dan denda paling banyak Rp. 500 juta Pidana penjara paling lama 1 tahun dan denda paling banyak Rp. 100 juta


72


73

Pejabat pemerintah penerbit izin; dan Menerbitkan izin tidak sesuai dengan rencana tata ruang.

Pidana penjara paling lama 5 tahun & denda paling banyak Rp. 500 jt Dapat dikenai pidana tambahan berupa pemberhentian tidak hormat dari jabatannya.

45

BAGIAN PERTAMA
1. 2. 3. 4. 5. 6.

Kedudukan /Posisi Perizinan dalam Hukum Administrasi Negara Penjelasan Istilah dan Pengertian Izin Unsur-Unsur Perizinan Fungsi dan Tujuan Izin Bentuk dan Isi Perizinan Izin Sebagai Ketetapan Pemerintah/Beschikking

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->