Anda di halaman 1dari 9

I.

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Perkembangan jalan raya merupakan salah satu hal yang selalu beriringan dengan kemajuan teknologi dan pemikiran manusia yang menggunakannya, karenanya jalan merupakan fasilitas penting bagi manusia supaya dapat mencapai suatu tujuan daerah yang ingin dicapai. Jalan raya adalah suatu lintasan yang bertujuan melewatkan lalu lintas dari suatu tempat ketempat lain. Artinya lintasan disini dapat diartikan sebagai tanah yang diperkeras atau jalan tanah tanpa perkerasan, sedangkan lalu lintas adalah semua benda dan mahluk hidup yang melewati jalan tersebut baik kendaraan bermotor, tidak bermotor, manusia ataupun hewan. Dengan semakin majunya dan berkembangannya kehidupan masyarakat maka semakin meningkat kegiatan manusia menyebabkan semakin tingginya mobilitas yang terjadi ,maka Dinas PU mengambil sejumlah tindakan untuk mengatasi tigginya mobilitas yang terjadi dibandar lampung dengan melakukan pelebaran jalan ruas tegineneng Sp tanjung karang.

B. Tujuan Proyek Pelebaran Jalan Tegineneng Simpang Tanjung Karang

Secara umum tujuan proyek proyek pelebaran jalan Tegineneng Simpang Tanjung Karang ini adalah: 1. Melengkapi sarana dan prasarana transportasi di Provinsi lampung. 2. Memperlancar kinerja lalulintas jalan di Provinsi Lampung. 3. Meningkatkan pembangunan daerah Provinsi Lampung. 4. adalah untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas di dan mendukung kelancaran perekonomian antar pulau serta sebagai solusi konflik lalu lintas yang terjadi di jalan lalu lintas sumatera.

C. Maksud dan Tujuan Kerja Praktek

Maksud dan tujuan Kerja Praktik pada proyek Pelebaran Jalan Tegineneng Simpang Tanjung Karang sepanjang 2,8 km adalah: a. Memenuhi salah satu syarat akademik dalam menyelesaikan program studi S-1 Teknik Sipil, Universitas Lampung. b. Sebagai sarana aplikasi dan perbandingan antara teori yang diterima di bangku perkuliahan dengan praktek yang dilakukan di lapangan. c. Memberikan pengetahuan, pengalaman serta wawasan kepada mahasiswa tentang teknis pelaksanaan proyek di lapangan dan manejemen yang diterapkan dalam suatu proyek.

d. Mempelajari cara mengambil keputusan yang baik dan benar dalam menghadapi masalah yang timbul di lapangan.

D. Ruang Lingkup Pekerjaan Proyek

Ruang lingkup pekerjaan pada proyek pelebaran jalan Tegineneng Simpang Tanjung Karang ini adalah : 1. Mobilisasi Pekerjaan Mobilisasi yang melipti : a. Mobilisasi b. Manajemen dari keselamatan lalu lintas c. Relokasi utilitas dan pelayanan PLN yang ada, tegangan menengah d. Relokasi pipa utilitas PDAM yang ada e. Manajemen mutu

2. Pekerjaan Drainase Pekerjaan Drainase meliputi : a. Galian untuk selokan drainase dan saluran air b. Pasangan batu dengan mortar c. Gorong-gorong pipa bertulang, dalam 75-85 cm d. Gorong-gorong pipa beton tanpa tulangan, dalam 20 cm

3. Pekerjaan Tanah Pekerjaan tanah meliputi : a. Galian biasa b. Galian struktur dengan kedalaman 0 2 meter c. Galian perkerasan beraspal tanpa Cold Milling Machine d. Galian perkerasan berbutir e. Timbunan biasa f. Timbunan pilihan g. Penyiapan badan jalan

4. Perkerasan Berbutir Perkerasan berbutir meliputi : a. Lapis pondasi agregat kelas A b. Lapis pondasi agregat kelas B

5. Perkerasan Aspal Perkerasan Aspal meliputi : a. Lapis resap pengikat Aspal cair b. Lapis perekat Aspal cair c. Lataston lapis aus ( AC WC) (gradasi halus/kasar) d. Lataston lapis aus ( AC WC L) (gradasi halus/kasar)

e. Lataston lapis antara ( AC BC) (gradasi halus/kasar) f. Lataston lapis Pondasi ( AC Base) (gradasi halus/kasar) g. Aspal minyak h. Aditif anti pengelupasan i. Bahan pengisi (Filler) Tambahan (semen)

6. Struktur Pekerjaan Struktur meliputi : a. Beton mutu sedang dengan fc = 20Mpa (K-250) b. Beton mutu rendah dengan fc = 15Mpa (K-175) c. Baja tulangan U24 polos d. Pasangan batu

7. Pengembalian Kondisi dan Pekerjaan Minor a. Lapis pondasi agregat kelas A untuk pekerjaan minor b. Lapis pondasi agregat kelas B untuk pekerjaan minor c. Campuran aspal panas untuk pekerjaan minor d. Semak/perdu e. Pohon f. Marka jalan thermoplastic g. Rambu jalan ganda dengan pemantul high intensity grade h. Patok kilometer i. Kerb pracetak jenis 1 (peninggi/mountable) j. Kerb pracetak jenis 2 (penghalang/barrier)

k. Kerb pracetak jenis 3 (kerb berparit/gutter) l. Perkerasan block beton pada trotoar dan median m. Unit lampu penerangan lengan tunggal, type sodium 250 watt n. Unit lampu penerangan lengan ganda, type sodium 250 watt

E. Batasan Masalah Mengingat waktu kerja praktek yang relatif terbatas, maka laporan ini tidak dapat menjelaskan secara lengkap pelaksanaan proyek dari awal hingga akhir pelaksanaan. Pada laporan ini, pembahasan dibatasi pada masalah teknik pengawasan dan pelaksanaan di lapangan dan hanya pada pekerjaan pelebaran jalan yang terlaksana pada masa Kerja praktek di Lapangan yakni terhitung mulai awal Juli sampai dengan akhir September, (seperti terlihat pada kurva S). Lingkup pekerjaan yang dibahas, adalah sesuai dengan lingkup kegiatan yang tertera pada kurva S yang dibuat oleh perusahaan yang bersangkutan. Dan pembahasan teknis pelaksanaan fisik hanya dibatasi pada saat pelaksanaan Kerja Praktik di lapangan yang meliputi :

1. Pekerjaan tanah 2. Pekerjaan berbutir 3. Pekerjaan aspal

F. Metode Pelaksanaan Kerja Praktek

Dalam melaksanakan kerja praktek, penulis berkesempatan melakukan kerja praktek pada General Contractor yaitu PT. MAYANG SARI PRIMA untuk ditempatkan di Proyek pelebaran jalan tegineneng- simpang tanjung karang diawasi oleh PT. JAKARTA RENCANA SELARAS. Metode

pelaksanaan kerja praktek ini meliputi : 1. Pengamatan langsung di lokasi proyek. 2. Berdiskusi dengan pembimbing di lapangan dan para staff yang berada di kantor maupun di proyek. 3. Melakukan wawancara pada saat kerja praktik di lapangan dengan konsultan pengawas, kontraktor pelaksana, dan para pekerja di lokasi proyek serta pihak-pihak yang terkait pada ruang lingkup proyek tersebut. 4. Mempelajari literatur dan berbagai referensi untuk melengkapi

beberapa point pembahasan yang diperlukan. 5. Mendokumentasikan foto foto pada beberapa jenis pekerjaan yang dapat menunjang laporan kerja praktek. 6. Mempelajari data berupa gambar gambar kerja yang dijadikan pedoman dalam pelaksanaan proyek. 7. Asistensi dan konsultasi dengan dosen pembimbing kerja praktek.

G. Sistematika Penulisan

Sub bab ini memaparkan sistematika pembahasan yang menjadi pedoman dalam penyusunan laporan kerja praktek yang terdiri dari : BAB I : PENDAHULUAN Pada bab ini penulis menguraikan tentang latar belakang proyek Pelebaran Jalan Tegineneng Simpang Tanjung Karang serta hubungannya dengan tujuan didirikan proyek tersebut, maksud dan tujuan dilakukan kerja praktek, ruang lingkup kerja praktek, batasan masalah, metode pelaksanaan kerja praktek dan sistematika penulisan.

BAB II : GAMBARAN UMUM PROYEK Pada bab ini penulis menguraikan tentang lokasi proyek, data umum proyek, data struktur proyek, fungsi dan fasilitas bangunan, menejemen proyek, pelelangan, kontrak dan struktur organisasi.

BAB III : PELAKSANAAN PEKERJAAN Pada bab ini penulis menguraikan tentang pelaksanaan pekerjaan proyek di lapangan selama proses kerja praktek berlangsung dan sesuai dengan batasan masalah yang ada.

BAB IV : TUGAS KHUSUS Pada bab ini penulis menguraikan tentang tugas khusus yang diberikan oleh dosen pembimbing dan penyelesaian dari tugas khusus tersebut.

BAB V : PENUTUP Pada bab ini penulis menguraikan tentang kesimpulan dan saran dari hasil pengamatan yang diperoleh selama proses kerja praktek berlangsung.