Anda di halaman 1dari 10

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Hipertensi merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan meningkatnya tekanan darah yang melebihibatas normal, hal ini dapat dikarenakan gaya hidup yang tidak sehat serta pola makan yang tidak terkontrol, dan dapat terjadi karena kerja yang terlalu berat tanpa istirahat, hipertensi secara sistolik yaitu dimana tekanan darah 140mmGH dan secara diastolic dimana tekanan darah 90mmGH. Bila tekanan darah atau hipertensi ini tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan kerusakan yang fatal seperti gagal ginjal, jantung dan kerusakan saraf hingga mengakibatkan penderita meninggal dunia. Perjalanan penyakit hipertensi dapat dikatakan lambat,bahkan penderita hipertensi juga terkadang tidak sadar bahwa dirinya mengalami pengingkatan darah (hipertensi) selama bertahun-tahun. Bila terjadi gejala pun biasanya hanya bersifat non-spesifik misalnya penderita mengalami sakit kepala atau pusing, namun diteksi dini perawatan hipertensi dapat menurunkan jumlah morbiditas dan mortalitas. Dengan demikian, pemeriksaan tekanan darah secara teratur mempunyai peranan penting dalam merawat dan mengatasi terjadinya kefatalan atau dampak yang lebihburuk yang dapat diakibatkan karena penyakit hipertensi ini.
Hipertensi dikenal sebagai penyebab kematian yang ada di Amerika Serikat.

Sekitar seperempat dari penduduk dewasa Amerika mengalami peningkatan tekanan darah karena gaya hidup serta makanan yang tidak diatur, atau mengadung suatu kandungan yang dapat memicu meningkatnya tekanan darah secara berlebihan diatas batas normal. Dalam makalah ini akan dibahas lebih lanjut tentang penyakit hipertensi dampak yang ditimbulkan serta cara pencegahan, agar kita dapat memahami dan terhindar dari penyakit hipertensi yang dapat membahayakan kesehatan kita

EPIDEMIOLOGI Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang memerlukan prevalensi hipertensi seperti ras,obesitas,asupan garam yang tinggi,dan adanya riwayat hipertensi dalam keluarga. Di Amerika Serikat 15% golongan kulit putih dewasa dan 25-30% golongan kulit hitam dewasa adalah pasien hipertensi.Menurut laporan National Health and nutrition Examination Survey 111 dalam dua decade terakhir ini terjadi terjadi kenaikan presentase kewaspadaan masyarakat terhadap hipertensi dari 51% menjadi 84 %,presentasi pasien hipertensi yang mendapat pengobatan dari 36% menjadi 73%dan presentase pasien hipertensi yang tekanan darahnya tekendali dari 16% menjadi 55%.Dalam periode yang sama angka mortalitas strok menurun 57% dan penyakit jantung koroner menurun 50%. Disimpulkan bahwa selain perubahan pola makan dan pengurangan kebiasaan merokok,deteksi dan pengelolaan hipertensi yang lebih baik berperan dalam penurunan morbiditas dan mortalitas kardiovaskuler tersebut. Di Indonesia,sampai saat ini belum terdapat penyelidikan yang bersifat nasional,multisenter yang dapat menggambarkan prevalensi hipertensi secara tepat.Banyak penyelidikan dilakukan secara terpisah dengan metodelogi yang belum baku. Mekanisme patofisiologi yang berhubungan dengan peningkatan hipertensi esensial antara lain : 1) Curah jantung dan tahanan perifer Keseimbangan curah jantung dan tahanan perifer sangat berpengaruh terhadap kenormalan tekanan darah. Pada sebagian besar kasus hipertensi esensial curah jantung biasanya normal tetapi tahanan perifernya meningkat. Tekanan darah ditentukan oleh konsentrasi sel otot halus yang terdapat pada arteriol kecil. Peningkatan konsentrasi sel otot halus akan berpengaruh pada peningkatan konsentrasi kalsium intraseluler. Peningkatan konsentrasi otot halus ini semakin lama akan mengakibatkan penebalan pembuluh darah arteriol yang mungkin dimediasi oleh angiotensin yang menjadi awal meningkatnya tahanan perifer yangir r ever s ible.19 2) Sistem Renin-Angiotensin Ginjal mengontrol tekanan darah melalui pengaturan volume cairan ekstraseluler

dan sekresi renin.1 Sistem Renin-Angiotensin merupakan sistem endokrin yang penting dalam pengontrolan tekanan darah. Renin disekresi
oleh juxtaglomerulus aparantus ginjal sebagai responglomerulus underperfusion atau penurunan asupan garam, ataupun respon dari sistem saraf simpatetik.19

Mekanisme terjadinya hipertensi adalah melalui terbentuknya angiotensin II dari angiotensin I oleh angiotensin I-converting enzyme (ACE). ACE memegang peranan fisiologis penting dalam mengatur tekanan darah. Darah mengandung angiotensinogen yang diproduksi hati, yang oleh hormon renin (diproduksi oleh ginjal) akan diubah menjadi angiotensin I (dekapeptida yang tidak aktif). Oleh ACE yang terdapat di paru-paru, angiotensin I diubah menjadi angiotensin II (oktapeptida yang sangat aktif).20 Angiotensin II berpotensi besar meningkatkan tekanan darah karena bersifat sebagai vasoconstrictor19melalui dua jalur, yaitu: a. Meningkatkan sekresi hormon antidiuretik (ADH) dan rasa haus. ADH diproduksi di hipotalamus (kelenjar pituitari) dan bekerja pada ginjal untuk mengatur osmolalitas dan volume urin. Dengan meningkatnya ADH, sangat sedikit urin yang diekskresikan ke luar tubuh (antidiuresis) sehingga urin menjadi pekat dan tinggi osmolalitasnya. Untuk mengencerkan, volume cairan ekstraseluler akan ditingkatkan dengan cara menarik cairan dari bagian instraseluler. Akibatnya volume darah meningkat sehingga meningkatkan tekanan darah.20 b. Menstimulasi sekresi aldosteron dari korteks adrenal. Aldosteron merupakan hormon steroid yang berperan penting pada ginjal. Untuk mengatur volume cairan ekstraseluler, aldosteron akan mengurangi ekskresi NaCl (garam) dengan cara mereabsorpsinya dari tubulus ginjal. Naiknya konsentrasi NaCl akan diencerkan kembali dengan cara meningkatkan volume cairan ekstraseluler yang pada gilirannya akan meningkatkan volume dan tekanan darah Gejala-gejala hipertensi Gejala-gejala hipertensi, antara lain : Sebagian besar tidak ada gejala Sakit pada bagian belakang kepala Leher terasa kaku Mudah tersinggung

Sukar tidur. Keluhan tersebut tidak selalu akan dialami oleh seorang penderita hipertensi. Sering juga seseorang dengan keluhan dakit belakang kepala, mudah tersinggung dan sukar tidur, ketika diukur tekanan darahnya menunjukkan angka tekanan darah yang normal. Satu-satunya cara untuk mengetahui ada tidaknya hipertensi hanya dengan mengukur tekanan darah.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


A. Hipertensi Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi medis di mana terjadi peningkatan tekanan darah secara kronis (dalam jangka waktu lama). Penderita yang mempunyai sekurang-kurangnya tiga bacaan tekanan darah yang melebihi 140/90 mmHg saat istirahat diperkirakan mempunyai keadaan darah tinggi. Bila seseorang mengalami tekanan darah tinggi dan tidak mendapatkan pengobatan dan pengontrolan secara teratur (rutin), maka hal ini dapat membawa si penderita kedalam kasus-kasus serius bahkan bisa menyebabkan kematian. Tekanan darah tinggi yang terus menerus menyebabkan jantung seseorang bekerja extra keras, akhirnya kondisi ini berakibat terjadinya kerusakan pada pembuluh darah jantung, ginjal, otak dan mata. Penyakit hypertensi ini merupakan penyebab umum terjadinya stroke dan serangan jantung (Heart attack). Hipertensi perlu diwaspadai karena merupakan bahaya diam-diam. Tidak ada gejala atau tanda khas untuk peringatan dini bagi penderita hipertensi. Selain itu, banyak orang merasa sehat dan energik walaupun memiliki hipertensi. Pada sebagian besar penderita, hipertensi tidak menimbulkan gejala; meskipun secara tidak sengaja beberapa gejala terjadi bersamaan dan dipercaya berhubungan dengan tekanan darah tinggi (padahal sesungguhnya tidak). Gejala yang dimaksud adalah sakit kepala, perdarahan dari hidung, pusing, wajah kemerahan dan kelelahan; yang bisa saja terjadi baik pada penderita hipertensi, maupun pada seseorang dengan tekanan darah yang normal.

Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati, bisa timbul gejala berikut:

sakit kepala kelelahan mual muntah sesak nafas gelisah pandangan menjadi kabur yang terjadi karena adanya kerusakan pada otak, mata, jantung dan ginjal.

Kadang penderita hipertensi berat mengalami penurunan kesadaran dan bahkan koma karena terjadi pembengkakan otak. Keadaan ini disebut ensefalopati hipertensif, yang memerlukan penanganan segera.
Klasifikasi tekanan darah untuk orang dewasa yang berusia 18 tahun atau lebih: kategori Optimal Normal Normal Sistolik (mmhg) < 120 <130 tinggi 130 139 dan dan atau diastolik (mmhg) < 80 <85 85 89

Hipertensi Derajat Derajat Derajat I

140 159

atau atau atau

90 99 100 109 110

II 160 179 III 180

Penyakit darah tinggi atau Hipertensi dikenal dengan 2 type klasifikasi, diantaranya Hipertensi Primary dan Hipertensi Secondary : Hipertensi Primary adalah suatu kondisi dimana terjadinya tekanan darah tinggi sebagai akibat dampak dari gaya hidup seseorang dan faktor lingkungan. Seseorang yang pola makannya tidak terkontrol dan mengakibatkan kelebihan berat badan atau bahkan obesitas, merupakan pencetus awal untuk terkena penyakit tekanan darah tinggi. Begitu pula sesorang yang berada dalam lingkungan atau kondisi stressor tinggi sangat mungkin terkena penyakit tekanan darah tinggi, termasuk orang-orang

yang kurang olahraga pun bisa mengalami tekanan darah tinggi. Hipertensi SecondaryHipertensi secondary adalah suatu kondisi dimana terjadinya peningkatan tekanan darah tinggi sebagai akibat seseorang mengalami/menderita penyakit lainnya seperti gagal jantung, gagal ginjal, atau kerusakan sistem hormon tubuh. Sedangkan pada Ibu hamil, tekanan darah secara umum meningkat saat kehamilan berusia 20 minggu. Terutama pada wanita yang berat badannya di atas normal ataugemuk. Pregnancy-induced hypertension (PIH), ini adalah sebutan dalam istilah kesehatan (medis) bagi wanita hamil yang menderita hipertensi. Kondisi Hipertensi pada ibu hamil bisa sedang ataupun tergolang parah/berbahaya, Seorang ibu hamil dengan tekanan darah tinggi bisa mengalami Preeclampsia dimasa kehamilannya itu .

Preeclampsia adalah kondisi seorang wanita hamil yang mengalami hipertensi, sehingga merasakan keluhan seperti pusing, sakit kepala, gangguan penglihatan, nyeri perut, muka yang membengkak, kurang nafsu makan, mual bahkan muntah. Apabila terjadi kekejangan sebagai dampak hipertensi maka disebut Eclamsia. UPAYA PENCEGAHAN Upaya pencegahan primer dan sekunder berupa perbaikan dari berbagai factor risiko. Salah satu yang menjadi bahan perdebatan adalah penatalaksanaan end-arterectomy pada arteri karotis lebih dari 70%.Pada individu yang belum terserang TIA/strok endarterectomy juga bias di anjurkan apabila stenosis lebih dari 90%,terutama bila bersifat progresi,dan risiko peri-operatif <3%.Pemberian aspirin atau warfarin harus dilaksanakan sebagai upaya pencegahan primer pada semua pasien dengan fibrilasi atrial non valvular berisiko sedang untuk terjadinya emboli.Pada mereka yang berisiko emboli tinggi (usia lebih dari 75 tahun atau lebih dari 60 tahun ditambah risiko tinggi/menderita tekanan darah tiggi,disfungsi ventrikel kiri,dibetes mellitus) di berikan terapi antikoagulan jangka panjang dengan warfarin dengan target INR 2,0-3,0. Resiko seseorang untuk mendapatkan
hipertensi (kecuali yang esensial), juga dapat dikurangi dengan cara : memeriksa tekanan darah secara teraturmenjaga berat badan ideal , mengurangi konsumsi garam

, jangan merokok , berolahraga secara teratur , hidup secara teratur , mengurangi


stress , jangan terburu-buru , menghindari makanan berlemak

Obat Anti hipertensi Hipertensi adalah kenaikan tekanan darah arteri melebihi normal dan kenaikan ini bertahan.Menurut WHO tidak tergantung pada usia,hipertensi da[at di turunkan dengan terapi tanpa obat (non farmakoterapi) atau tanpa (farmakoterapi),semua pasien tanpa memperhatikan apakah terapi dengan obat dibutuhkan,sebaikanya dipertimbangkan untuk terapi tanpa obat.Caranya dengan mengendalikan bobot badan,pembatasan masukan sodium,lemak jenuh,dan alcohol,serta partisipasi dalam program olahraga dan tidak merokok. a.Penghambat saraf adrenergic Obat golongan ini bekerja dengan cara mencegah pelepasan nonadrenalin dari pasca gamglion saraf adregenik.Obat-obat golongan ini tidak mengendalikan tekanan darah berbaring dan dapat menyebabkan hipotensi postural,Karena itu,obat-obat ini jarang digunakan,tetapi masih mungkin diperlukan dengan terapi pada hipertensi yang resisten. b.Alfa Broker Sebagai alfa broker,prazosin menyebabkan vasodilatasi arteri dsn vena sehingga jarang menimbulkan takikardi.Obat ini menurunkan tekanan darah dengan cepat setelah dosis pertama,sehingga harus berhati-hati pada pemberian pertama.Untuk pengobatan hiprtensi alfa broker dapat digunakan bersama obat anti hipertensi lain. deksazosin indoramin prasozin hidroklorida terazosin

c.Penghambat enzim pengubah angiotensin ( penghambat ACE ) Penghambat ACE bekerja dengan cara menghambat pengubahan angiotensin I menjadi angiotensin II.Obat-obat golongan ini efektifObat-obat golongan ini terutama diindikasikan untuk hipertensi pada diabetes tergantung insulin dengan nefropati,dan mungkin untuk hipertensi pada semua pasien diabetes. Kaptopropril

Benazepril Delapril Enalapril maleat Fisonopril Perinopril Kuinapril Ramipril Silazapril

d. Antagonis reseptor angiotensin II Sifatnya mirip panghambat ACE, bedanya adalah obat-obat golongan ini tidak menghambat pemecahan bradikin dan kinin-kinin lainya,sehinggatampaknya tidak menimbulkan batuk kering mengganggu terapi dengan menghambat

ACE.Karena itu obat-obat golongan ini merupakan alternative menghentikan pengambat ACE akibat batuk akibat batuk yang parsisten. losaktan kalium valsatran

e.Obat- obat untuk feokromositoma Fenoksibanzamin adalah alfa broker kuat dengan banyak efek

samping.Obat ini digunakan bersama bata broker untuk pengobatan jangka pendeh episode hipertensi berat pada feokromosimotoma. Fentolamin adalah alfa broker kerja pendek yang kadang-kadang juga digunakan pada untuk diagnosis feokromositoma fenoksibanzamin fentolamin

f.Obat antihipertensi yang bekerja sentral Kelompok ini termasuk metildopa,yang mempunyai keuntungan karena aman bagi pasien asma,gagal jantung,dan kehamilan.Efek sampingnya diperkecil jika dosis perharinya dipertahankan tetap di bawah 1g. klobidin hidroklorida metildopa guanfasin

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah yang dapat

membahayakan bagi penderitanya, selain menyebabkan kerusakan pada jantung dapat juga membuat atau menimbulkan penyakit lain seperti penyakit gagal ginjal, dan saraf. Peningkatan tekanan darah ini dapat juga menyebabkan kebanyakan pasien meninggal dunia kalau tidak segera diobati atau dicegah, kalau pembuluh darah pecah,hal ini dapat di cegah dengan memperhatikan kesehatan, pola makan serta gaya hidup yang sehat, agar tekanan darah dapat terkontrol dan seimbang sehingga tidak menimbulkan penyakit hipertensi.

B. Saran Adanya hipertensi merupakan salah satu manifestasi dari penyakit jantung maupun penyakit lain seperti gagal ginjal, dan kerusakan system saraf jadi alangkah baiknya mulai sejak dini melakukan pola hidup yang sehat dan menghindari pencetus terjadinya hipertensi