LOCATION

CILILITAN
LEGEND : : Tapak Studi

: Tapak Proyek

KONDISI EKSISTING : TAPAK STUDI Lokasi : Kelurahan Cililitan

TAPAK PROYEK Batasan : - Utara : Direktorat Kesehatan TNI AD

- Barat
- Selatan - Timur Luas : 1,27 Ha

: Sungai
: PGC : Jalan Lingkungan

PENDAHULUAN
KARAKTERISTIK AREA Jalan Lingkungan Jalan Lingkungan Terminal, UKI Badan Kepegawaian Negara Pusat

Karakter Pombensin

aera

terbentuk

akibat

cara

pembentukannya yang tidak dikelola atau dirancang dengan baik sehingga tidak

Sungai
Jalan Lingkungan Site Area Halte Busway PLN Pusat PGC

terbentuk zoning, grid dan peruntukan yang baik. Pola jalan tidak terbentuk dengan jelas masih merupakan pola jalan yang terbentuk karena alam ataupun pembangunan secara liar. Dalam area studi, sektor permukiman, komersil, dan pemerintahan menjadi fungsi dominan. penentuan kedepan. Pasar Keramat Jati Ini dapat menjadi referensi

Halte Busway

fungsi

dalam

perencanaan

PENDAHULUAN
UKURAN DAN PERUNTUKAN TAPAK

Ssi

T

2

Spd

T

3
Phu

40 0,8 Phr T 2 Wkt Wdg
Luas 1467,75 m² 3192,75 m² 1957,5 m² 4818 m² 1260 m² Total

40 1,2 T 16

5 0,1
No 1 2 3 4 5 Ukuran 51,5 m x 28,5 m 64,5 m x 49,5 m 43,5 m x 45 m 61,5 m x 78 m 23,5 m x 54m

40 3
KDB 587,1 m² 159,64 m² 783 m² 1927,2 m² 0 KLB 1174,2 m² 319,28 m² 2349 m² 14454 m² 0 18296,48 m²

kawasan permukiman serta dan fasilitasnya.PENDAHULUAN PERATURAN DKI JAKARTA • Pada RTRW DKI Jakarta Cilitan termasuk dalam zona Pengendalian pengembangan • Pada RTRW DKI Jakarta Cilitan termasuk dalam kawasan perkantoran. . perdagangan dan jasa. perdagangan dan jasa serta kawasan permukiman • Pada peta rencana pola ruang jakarta timur kawasan cililitan merupakan pusat kegiatan tersier • Pada peta rencana pola ruang jakarta timur kawasan cililitan merupakan kawasan perkantoran. kawasan pemerintahan daerah.

1.PENDAHULUAN STANDAR BANGUNAN HIJAU • • Lokasi bangunan yang terbaik adalah lokasi yang dekat dengan pelayanan publik dan transportasi.500 m Fasilitas Umum dalam Radius 1.500 M . Minimalisasi dampak terhadap lingkungan dengan menghindari pembukaan lahan baru dan area hijau.

Puing dari konstruksi sering didaur ulang untuk pembangun lain untuk digunakan dalam proyek-proyek masa depan. skylight atau pencahayaan alam lainnya. Beberapa bangunan yang mematuhi standar green building menggunakan pemanasan panas bumi dan sistem pendingin. Mereka telah berkomitmen untuk mematuhi 5 prinsip dasar di bawah ini: Kebersinambungan: Sebuah gedung harus dibuat menggunakan teknologi dan material yang berkesinambungan.PENDAHULUAN PERATURAN DKI JAKARTA GREEN ARCHITECTURE US Green Building Council (USGBC) adalah otoritas terdepan dalam pelaksanaan standar bangunan hijau di Amerika Serikat. Dan segala bentuk perencanaan harus mempertimbangkan segala aspek sosial ekonomi. tenaga surya atau angin. . Kesetaraan: Segala desain yang dibuat harus menunjukkan rasa hormat kepada komunitas di sekitar area konstruksi dan menghargai segala budaya yang dipercaya masyarakat sekitar. Keterikatan: Desain bangunan hijau harus menghargai hubungan antara manusia dengan alam dan mengenali kewajiban manusia terhadap alam. produk kayu yang berkelanjutan dan udara dua kali disaring. lingkungan dan ekonomi daerah. Keterbukaan: USGBC mengajak masyarakat sekitar untuk ikut terlibat dalam hal desain dan pembangunan. daur ulang air abu-abu atau air hitam. ventilasi meningkat. Progress: Desain harus memiliki hasil terukur dari dampak bangunan terhadap masyarakat.

4. Kebun Binatang 13. Cagar Alam 11. Median Jalan.PENDAHULUAN PERATURAN DKI JAKARTA RUANG TERBUKA HIJAU Prinsip Ruang Terbuka Hijau Secara Fungsional: • • • • • • Pelestarian ruang terbuka kawasan Aksesibilitas publik /umum Keragaman fungsi dan aktivitas Skala dan proporsi ruang yang manusiawi dan berorientasi bagi pejalan kaki (dan penyepeda) Sebagai pengikat lingkungan/bangunan Sebagai pelindung. Rel Kereta Api. karakter dan citra kawasan Kualitas fisik Kelengkapan fasilitas penunjang lingkungan 14. Permakaman Umum lingkungan/bangunan bagi pejalan kaki (dan penyepeda) Secara Fisik dan Nonfisik: • • • Peningkatan estetika. Daerah Penyangga (buffer zone) Lapangan Udara 23. Taman Kota Taman Wisata Alam Taman Rekreasi Taman Lingkungan Perumahan dan Permukiman Taman Lingkungan Perkantoran dan Gedung Komersial Taman Hutan Raya Hutan Kota Hutan Lindung Bentang Alam. Lapangan Olah Raga 15. 3. Kawasan dan Jalur Hijau 22. lereng dan lembah 10. Taman Atap (roof garden • • • • Keseimbangan kawasan perencanaan dengan sekitar Keseimbangan dengan daya dukung lingkungan Kelestarian ekologis kawasan Pemberdayaan kawasan . 9. 6. 5. Pipa Gas dan Pedestrian 21. 2. Lahan Pertanian Perkotaan 18. Pantai. seperti gunung. Sempadan Sungai. Jalur Pengaman Jalan. Parkir Terbuka 17. Bangunan. Jalur di bawah Tegangan Tinggi (SUTT dan SUTET) 19. bukit. Lapangan Upacara 16. pengaman dan pembatas Jenis-jenis RTH : 1. 8. Kebun Raya 12. 7. Situ dan Rawa Dari Sisi Lingkungan: 20.

PENDAHULUAN PERATURAN DKI JAKARTA RUANG TERBUKA HIJAU Pada peta infrastruktur hijau kawasan cililitan tidak banyak mendapatkan perencanaan ruang terbuka hijau .

EKSISTING Land Use Keterangan Komersial Permukiman Aliran Sungai Jalan Perkantoran Pemerintahan Pada keadaan eksisiting are tapak terletak Site Area diantara kantor pemerintahan di bagian utara dan komersil di bagian selatan dan dikelilingi dengan perumahan padat. Karater peruntukan lahan pada area : Area permukiman 70 % Area pemerintahan 25 % Area komersil 5 % .

EKSISTING Building Form and Massing Site Area Secara visual siluet kota tapak proyek terapit bangunan tinggi sehingga membentuk gunung dan lembah perkotaan. Tidak terdapat bentuk bangunan yang tidak teratur. Bentuk bangunan yang terletak disekeliling tapak proyek hampir semua berbentuk geometri dan simetris. .

Bangunan permanen 80 % . sudah dipenuhi dengan bangunan permanen Karater peruntukan lahan pada area : .EKSISTING Building Form and Massing Kondisi Bangunan Keterangan Permanen Semi-Permanen Temporar Site Area Pada keadaan eksisiting area tapak.Bangunan temporar 5 % .Bangunan semi-permanen 15 % .

EKSISTING Signage Pada jalan cililitan besar sekitar tapak banyak terdapat signage sebagai penanda arah jalan. tanda peringatan. dan tanda nama bangunan. .

2 2 3 .EKSISTING Activity Support 1 Pada perumahan TNI terdapat pendukung aktivitas yang cukup 2 1 3 memadai setempat untuk juga penduduk oleh didukung 1 fasilitas pendukung transportasi di sekeliling perumahan TNI.

EKSISTING Activity Support 2 3 2 1 Perkantoran pemerintahan 3 Penjual makanan kaki lima 1 Terminal transportasi .

. sehingga perencanaan di tapak proyek tidak harus mengikti atau melindungi bangunan preservasi. Pada sekitar area tapak tidak terdapat open space untuk umum.EKSISTING Open Space Preservation Tidak terdapat bangunan preservasi di sekitar tapak Site Area area. Hal ini dapat menjadi landasan referensi kebutuhan publik dalam perencaan area tapak. Semua ruang terbuka hijau di sekitar tapak merupakan ruang terbuka privat.

hal ini dapat menjadi landasan bukaan tapak untuk menjadi main entrance.EKSISTING Circulation and Parking Jalan Kendaraan Jalan Sekunder Jambul Larna Pedestrian Ways Jalan Sekunder Site Area Site Area Jalan Sekunder Jalan Sekunder Jalan Utama Jalan Sekunder Sungai Pada area tapak terdapat jalan untuk pedestrian. .

pedestrian yang tidak memenuhi standar. permukiman Polusi air permasalahan lingkungan dan polusi air Pedestrian tidak nyaman Permaslaahan lingkungan - Permasalahan antar moda transisi mass Perpindahan dari busway ke transportasi umum lainnya transportation Adanya titik titik pada Masalah lingkungan hidup kemacetan persimpangan jalan. permukiman yang padat. Permasalahan umum pada tapak studi : Masalah Lingkungan hidup misalnya tidak adanya fasum.IDENTIFIKASI MASALAH Pada bagian ini merupakan bagian dari permasalahan umum yang terdapat di apak studi berdasarkan survey lapangan. Pusat kemacetan Masalah lingkungan hidup . dan tidak tersedianya parkir dll - Terjadinya pencemaran air disepanjang sungai oleh sekitar.

permanen Permukiman.KARAKTER AREA DAN PERMASALAHAN Permukiman temporer dengan fasilitas jalan utama Permukiman permanen dengan fasilitas jalan setapak. jalan setapak Permukiman permanen dengan fasilitas jalan setapak Permukiman permanen dengan fasilitas jalan setapak Permukiman temporer dengan fasilitas jalan utama Sungai Fasilitas pemerintahan. polusi air Halte busway Permukiman permanen dengan fasilitas jalan lingkungan Pusat Kemacetan Permukiman temporer dengan fasilitas jalan sekunder Permukiman temporer dengan fasilitas jalan utama . permanen. permanen Terminal Komersial. semi permanen. polusi air Permukiman permanen dengan fasilitas jalan sekunder Fasilitas pemerintahan.

• Membuat lahan parkir di dalam tapak (atau dalam bangunan) • Pelanggaran parkir di sepanjang jalan utama menjadi penyebab keramaian baru di sekitar tapak. fasilitas .MATRIK POTENSI DAN PERMASALAHAN Objek Elemen perkotaan Land Use • • • • Potensi Peruntukan menjadi wisma dagang Maksimal 16 lantai Tapak yang luas Pusat pengembangan tersier jakarta timur Kawasan perdagangan. perkantoran dan jasa Skyline tapak diantara bangunan tinggi • Bentuk bangunan sekeliling geometris • • • • Permasalahan Peruntukan menjadi taman umum KDB yang diperbolehkan hanya sekitar ± 30 % Kawasan permukiman dalam RTRW jakarta Walkable Neighborhood Tema Aksesibilitas Biolclimatic • Building Form and Massing • • Bangunan sekeliling merupakan bangunan rendah Bentuk ruang kota yang tidak jelas Sirculation and Parking • Intensitas kendaraan diperkirakan akan meningkat. Signage • Tidak adanya peraturan yang mengatur peletakan penanda • Kurangnya penanda kawasan. • Kemacetan diakibatkan pengeteman angkot disepanjang jalan utama.

menambah presentase lahan hijau di kawasan tersebut. serta lahan parkir. maka tema yang dapat mengakat potensi dan menyelesaikan masalah di tapak studi adalah walkable neigborhood. berupa tempat rekreasi (taman). pedegang kaki lima - Berdasarkan tabel matrik diatas dari tiga tema yang ada. • Open space berupa taman tidak ada pada kawasan tersebut. . Pedestrian ways • Sudah tersedianya jalur pedestrian di pinggir jalanjalan besar • Jalur pedestrian dipakai untuk parkir.MATRIK POTENSI DAN PERMASALAHAN Objek Elemen perkotaan Activity Support • • Potensi Pendukung aktifitas hanya tinggal pengembangan Banyak kegiatan yang belum • Permasalahan Pendukung aktifitas yang hanya berlaku untuk penghuni perumahan TNI Walkable Neighborhood Tema Aksesibilitas Biolclimatic terwadahi • Kegiatan memakan lahan publik Open Space • Sebagai penunjang kegiatan.

rowhouses . Saling terhubung antar fasilitas bangunan . terdapat toko-toko dan kantor Parkiran terletak dibelakang bangunan Jalan-jalan dalam lingkungan itu membentuk jaringan yang terhubung. dan apartemen Di pinggir lingkungan itu.biasanya rumah. yang menyebarkan lalu lintas dengan menyediakan berbagai pejalan kaki dan rute kendaraan untuk tujuan apapun.PENDEKATAN TEMA ECO CITY City of accessibility for everyone Minimalisir waste outputs MIXED USE Integrasi fisik dan kegiatan Saling terhubung WALKABLE NEIGHBORHOOD WALKABLE Memusat pada pusat kawasan Ada berbagai jenis hunian .

lebih condong kepada pejalan kaki dan pengguna sepeda untuk perjalanan jarak dekat dengan menyediakan area khusus bagi pejalan kaki dan pengendara sepeda. • Sebagian besar tempat tinggal berada dalam berjalan kaki lima menit dari pusat. 0. • Parkir diturunkan ke bagian belakang bangunan.biasanya rumah. dan apartemen • Di pinggir lingkungan itu. terdapat toko-toko dan kantor • Jalan-jalan dalam lingkungan itu membentuk jaringan yang terhubung. rata-rata sekitar 0. yang menyebarkan lalu lintas dengan menyediakan berbagai pejalan kaki dan rute kendaraan untuk tujuan apapun.40 km).25 kilometer (1.300 ft.TEMA ECO CITY City of accessibility for everyone Minimalisir waste outputs TUJUAN PENGEMBANGAN MIXED USE Integrasi fisik dan kegiatan Saling terhubung Penyeimbang kawasan WALKABLE NEIGHBORHOOD Sebuah desain komunitas yang kompak. . • Lingkungan memiliki pusat jelas. • Ada berbagai jenis hunian . rowhouses .

serta kawasan pemerintahan daerah. kawasan permukiman dan fasilitasnya. Retail Sarana Pendukung : Terminal. Ssi. Phu. Park and Ride. Phr Peta Rencana Pola Ruang Jakarta Timur Walkable Neigborhood Fungsi : Permukiman. perdagangan dan jasa.ANALISIS TAPAK Land Use Land Use Eksiting Land Use LRK Peta Rencana Pola Ruang Jakarta Timur Site Area kawasan cililitan merupakan pusat kegiatan tersier Peruntukan pada eksisiting sebagai permukiman Peruntukan pada LRK sebagai wisma dagang. Taman Publik kawasan cililitan merupakan kawasan perkantoran. Perkantoran. .

Bentuk bangunan – bangunan penting berbentuk geometris sehingga menjadi pengaruh besar terhadap bentukan denah bangunan nantinya. .ANALISIS TAPAK Building Form and Massing Kemungkinan Skyline Tapak Area Walkable Neigborhood • Memiliki pusat yang jelas • Toko dan kantor terletak di pinggir lingkungan • Garasi terletak di belakang hunian • Bangunan menciptakan ruang luar yang jelas Berdasarkan Tujuan : • Sebagai penyeimbang maka skyline pada Site Area Berdasarkan skyline kota bangunan pada tapak menjadi lembah kota sedangkan di apit gunung kota di bagian utara dan selatan. tapak dibentuk tinggi agar menjadi seimbang • Mengikuti bentuk bangunan sekitar agar membentuk ruang kota yang jelas.

ANALISIS TAPAK Open Space Objek Potensi Sebagai penunjang kegiatan. Masalah Open space berupa taman tidak ada pada kawasan tersebut. . serta lahan parkir. berupa tempat rekreasi (taman). Open Space Pada kawasan tapak hanya terdapat open space yang bersifat privat yang diperuntukkan bagi instasi pemerintah Untuk kawasan di Kota Jakarta harus disediakan ruang terbuka hijau 30% terhadap luas kawasan secara keseluruhan. menambah presentase lahan hijau di kawasan tersebut.

Ini dapat menjadi sebuah ancaman yang akan menimbulkan kemacetan menuju tapak di jam-jam sibuk. yang menyebabkan keramaian. .ANALISIS TAPAK Circulation and Parking Jalan utama Jalan penghubung Jalan kecil (Pedestrian) keramaian Trotoar yang berada di sepanjang jendral jalan sutoyo. saat bangunan sudah dibangun sehingga akan berpeluang menambah kemacetan. •Trotoar sepanjang jalan mayor jendral sutoyo dapat dijadikan sebagai akses pejalan kaki (yang bersifat rekreatif atau pertokoan) menuju tapak Kendala Kemungkinan kemacetan yang diakibatkan pengeteman angkot disepanjang jalan mayor jendral sutoyo. mayor disertai dengan toko-toko kecil. Potensi •Intensitas kendaraan diperkirakan meningkat pada Di dekat tapak terdapat halte bus transjakarta dan terminal angkot.

ANALISIS TAPAK Circulation and Parking Jalan utama Jalan penghubung Jalan kecil (Pedestrian) keramaian Di dekat tapak tidak terdapat lahan parkir. . menjadi penyebab keramaian baru di sekitar tapak. di samping itu sepanjang jalan ini merupakan area dilarang parkir Kendala Potensi Membuat lahan parkir di dalam tapak (atau dalam bangunan) Adanya pelanggaran parkir di sepanjang jalan mayor jendral sutoyo. karena tapak tepat berada dekat dengan jalan utama.

aman dan nyaman .ANALISIS TAPAK Pedestrian Ways Object Potensi Permasalahan Pedestrian ways • Terdapat jembatan penyeberangan yang juga terhubung ke halte busway • Banyak pedagang kaki lima yang mengambil alih trotoar • Tidak ada penanda jalur penyeberang disimpangan lampu merah Walkable Neigborhood Berdasarkan Tujuan : •Menyediakan jalur pedestrian dari dan yang melewati tapak untuk mencapai kawasan lain •Menjadikan pedestrian yang layak.

ANALISIS TAPAK SIGNAGE Object Signage Potensi • Tidak adanya peraturan yang mengatur peletakan penanda • Tidak ada papan iklan seperti reklame. fasilitas • Visualisasi terhadap penanda terbatas karena terhalang pohon Walkable Neigborhood Berdasarkan Tujuan : •Menyediakan prasarana yang layak bagi pejalan kaki •Memberikan informasi yang mudah dilihat dan dimengeri oleh pejalan kaki . baliho Permasalahan • Kurangnya penanda kawasan.

ANALISIS TAPAK ACTIVITY SUPPORT 1 Object Activity Potensi • Pendukung aktifitas hanya tinggal pengembangan • Banyak kegiatan yang belum terwadahi Permasalahan • Pendukung aktifitas yang hanya berlaku untuk penghuni perumahan TNI • Kegiatan memakan lahan publik 21 3 1 Support 2 3 2 Walkable Neigborhood Berdasarkan Tujuan : • Membuat ruang hijau publik • Membuat bangunan yang berfungsi untuk publik .

KONSEP Kawasan Permukiman Perkantoran Kawasan Permukiman Dengan bentuk sirkulasi ini. . bisa memfasilitasi orang yang ingin ke halte. Kawasan Permukiman Kawasan Permukiman Kawasan Permukiman Perkantoran HALTE HALTE Komersial Dibuat jalur sirkulasi pada bangunan yang dapat dilalui secara publik orang.

KONSEP Pusat Lingkungan Kawasan Permukiman Perkantoran Kawasan Permukiman Jalan publik diturunkan agar lebih mengedepankan workable Kawasan Permukiman Jalur Pedestrian Memanfaatkan jalur pedestrian untuk meramaikan bangunan publik HALTE Komersial Akses ke halte .

REKOMEN MASTERPLAN ALOKASI LAHAN 25 % Hunian Fungsi : Sesuai dengan tujuan dan Retail membentuk kawasan yang kompak dan sesuai dengan karakter desain dari walkable 50 % Ruang neighborhood. sehingga fungsi utama yaitu : Hunian Kantor Retail Terbuka Hijau Publik 25 % Pendukung : Kantor dan Retail Ruang Terbuka Hijau Taman Rekreasi .

REKOMEN MASTERPLAN ALOKASI LANTAI DAN LUAS 8 lantai kantor : 5760 m² 10 lantai hunian : 7200 m² 2 lantai retail : 5040 m² 3 lantai retail : ± 9000 m² .

diletakan dibelakang dan langsung mengkases ke basmen untuk bangunan dan kawasan dibelakang Kantor dan Retail.KONSEP MASTERPLAN ZONING FUNGSI Hunian dan Retail. diletakan dibagian depan dekat dengan main entrance agar lebih terlihat dari jalan tapak . sebagai buffer kebisingan Zona Service. hunian diletakan dibagian pojok belakang agar lebih privasi Ruang Terbuka Hijau Publik.

. Ini juga dimanfaatkan untuk kawasan retail sehingga lebih ramai.KONSEP MASTERPLAN STRUKTUR RUANG KAWASAN Sturktur ruang kawasan dibagi 4 ruang yang terpusat plasa di tengah sebagai pusat interasi antara blok yang terpisah oleh jalan raya publik. Pembagian struktur ruang juga dibagi oleh jalur pedestrian dari satu kawasan ke kawasan lain.

KONSEP MASTERPLAN POLA PERGERAKAN Tower dapat diputar sesuai dengan orientasi desain namun lebih condong orientasi Retail integrasi dapat dimaju mundurkan sesuai dengan desain. Retail integrasi dapat dipindahkan ke bawah dan keatas sesuai dengan desain masing-masing ke timur .

KONSEP MASTERPLAN SARANA DAN PRASARANA Sirkulasi publik utama terletak ditengah namun Side Entrance Sirkulasi service terletak dibelakang bangunan namun ditembus ke lapisan bawah yang langsung terhubung ke basemen untuk parkir berada di lapisan bawah yang langsung terhubung ke basemen Main Entrance Sirkulasi pedestrian Service Entrance menghubungkan kawasan ke kawasan lain dan menghubungkan sekeliling tapak .

KONSEP MASTERPLAN REKOMEN MASTERPLAN .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful