Anda di halaman 1dari 9

PROSES PERKECAMBAHAN BENIH

Awal perkecambahan (sebelum gejala nampak)


-

Imbibisi

Pengaktifan respirasi

Pengaktifan enzim, organel, sintesa RNA dan protein

Proses lanjut dari perkecambahan (sesudah gejala nampak)


-

perombakan dan mobilisasi cadangan makanan utama (karbohidrat, lemak,


protein, phospat)

respirasi dan biosintesa

pertumbuhan kecambah

Imbibisi
-

permeabilitas kulit benih (lipid, tanin, pectic)

komposisi kimia benih (karbohidrat, protein)

tersedianya air disekitarnya (potensial air dalam sel)

Pengaktifan enzim dan hormon


Sesaat setelah benih imbibe terjadi perubahan-perubahan metabolisme.
Selama perkecambahan terjadi tiga fase penyerapan air yang mempengaruhi
aktifitas metabolisme.
Fase I dan II : Awal pengaktifan enzim
Fase III
-

: Berlangsung berbagai proses penting seperti :

Peningkatan respirasi melalui :


- Siklus glikolisis
- Siklus krebs
- Siklus pentosa fosfat

Stimulasi kerja hormon --- Sintesa enzim

Perombakan dan mobilisasi cadangan makanan


1. Karbohidrat
-

Karbohidrat didalam benih disimpan dalam bentuk pati maupun


hemiselulosa yaitu senyawa dengan berat molekul yang tinggi. Senyawa
tersebut baru dapat dimobilisasi bila dikonfersi dahulu menjadi senyawa
yang lebih sederhan.

Ada dua lintasan proses perombakan pati yaitu melalui proses :


a. hidrolitik atau amilolisis glukosa bebas atau enzim amilase
(alfa-amialase, beta-amilase, maltase, limit dekstrinase)
b. fosforilitik glukosa-1P (starch fosforilase)

hasil perombakan pati melalui lintasan tersebut menghasilkan glukosa


yang kemudian ditranslokasikan kedaerah pertumbuhan (poros embrio)
dalam bentuk sukrosa.

Jadi untuk dapat ditranslokasi, maka glukosa harus dirombak menjadi


sukrosa melalui beberapa tahap reaksi enzimatis

Sukrosa yang telah ditranslokasi ketitik tumbuh, sebelum digunakan


sebagai substrat respirasi dihidrolisa kembali menjadi glukosa dengan
enzim sukrase dan imvertase.
Sukrosa glukosa
(enzim sukrase, imvertase)

2. Lemak
-

tahap pertama katabolisme cadangan makanan berupa lemak adalah


hidrolisis. Dengan bantuan enzim lipase menghasikan asam lemak bebas
dan gliserol.

Gliserol selanjutnya melalui proses fosforilasi dan oksidasi masuk lintasan


glikolisis dan menghasilkan sukrosa yang ditranslokasi ke embrio.

Asam lemak dirombak melalui beta-oksidasi menghasilkan asetil koenzim


A yang kemudian masuk siklus krebs

Perombakan cadangan lemak melibatkan berbagai proses pada empat


organel sel yang berbeda, yaitu :

a. oil body
b. glioksisom
c. mitokondria
d. sitoplasma
-

keempat organel sel tersebut menjalankan proses yang berbeda yaitu :


- glikolisis untuk menghasilkan asam lemak dan gliserol
- oksidasi asam lemak melalui siklus beta-oksidasi menghasilkan asetil
koenzim A
- asetil koenzim A masuk kesiklus glioksilat dan menghasilkan asam
suksinat
- asam suksinat masuk ke mitokondria dan melalui proses oksidasi
menghasilkan oksalo asetat untuk selanjutnya oksalo asetat dikonversi
melalui beberapa tahap pada sitoplasma mensintesa sukrosa yang
ditranslokasikan keembrio.

3. Protein
-

perombakan protein pada benih melalui proses hidrolisis melibatkan enzim


protease atau proteinase.

Proses hidrolisa protein menghasilkan polypeptida yang selanjutnya akan


dirombak menjadi asam amino.

Asam amino akan digunakan untuk sintesa protein baru atau melalui
proses deaminasi membentuk kerangka karbon untuk proses okasidasi
dalam respirasi yang membentuk energi.

Amoniak yang dihasilkan dalam proses deamiansi difiksasi oleh asam


amino baru menjadi amida glutamin dan asparagin.

Amida-amida tersebut ditranslokasikan ketempat-tempat sintesa protein


dan dipakai untuk membentuk asam amino baru dengan cara melepaskan
amoniaknya keasam alpa-keton

4. fosfat
-

asam fitat (mio-inositol heksa phosfat) merupakan cadangan fosfat utama


dalam benih selain fosfolpid, fosfo protein maupun asam fosfonukleat

dalam benih asam fitat ada dalam bentuk terikat dengan ion-ion K, Mg,
dan Ca yang disebut fitin atau fitat.

Fitin sebagai fosfat dalam benih disimpan dalam jaringan aleuron

Hidrolisis fitin dengan bantuan enzim fitase berlangsung cepat dan


lengkap menghasilkan fosfat, ion-ion K, Mg, Ca serta mio-inositol

Fosfat dalam bentuk fisfolipid dan fosfo protein melalui proses


defosforilasi akan membebaskan fosfat dan ditranslokasi kedaerah
pertumbuhan, sedangkan mio inositol digunakan untuk sintesa dinding sel

Peranan fitohormon dalam metabolisme perkecambahan


-

mekanisme metabolisme perkecambahan dalam benih diatur oleh kerja


hormon tumbuhan yang disebut fitohormon

fito hormon yang dijumpai dalam benih yaitu :

1. gibrellin
2. sitokinin
3. auksin
4. ABA

1. Gibbrellin
-

pada benih kering, gibbrelin berkonyugasi dengan gula dan dalam keadaan
tidak aktif, kemudian akan menjadi aktif setelah benih mengimbibisi air.

Karena fitokrom terdapat dalam membran sel yang dapat mengatur


permeabilitas membran maka kemungkinan sitokinin berperan dalam :

mengatur permiabilitas membran sehingga memungkinkan keluarnya


hormon gibbrelin dari skutelum

lapisan aleuron selama proses

perkecambahan.
-

setelah imbibisi, gibrellin disintesa dalam embrio

(A) gibrelin berdifusi melalui endosperm menuju lapisan aleuron (B)

pada lapisan aleuron, gibberelin merangsang sintesa enzim-enzim


hidrolisa, terutama enzim alfa-amilase yang kemudian dilepaskan ke
endosperm kembali (C)

enzim alfa-amilase melalui proses hidrolisis merombak cadangan pati (D)

maltosa dan glukosa yang terbentuk melalui proses amilolisis dirombak


menjadi sukrosa dan ditranslokasi keporos embrio (F)

bila produksi gula berlebihan dan tidak seimbang dengan penggunaan pada
poros embrio akan terjadi akumulasi pada endosperm, gula berdifusi
kembali kealeuron dan berperanan menghentikan produksi enzim alfaamilase lebih lanjut.

2. Sitokinin
-

mekanisme kerja sitokinin (sehubungna dengan kehadiranya didaerah


ribosom) :
- transkripsi Na
- translasi dalam sintesa protein
- berpengaruh terhadap proses kerja fitokrom

hormon sitokinin dan gibberin berperan merangsang aktifitas enzim


hidrolase (endo-B-mannase dan A-galaktosidase). Ada dua daerah
penyimpanan, yaitu endosperm dan kotiledon

endosperm pada benih lettuce secara kuantitatif mempunyai kontribusi


yang kecil dalam suplai nutrisi akan tetapi digunakan dalam proses
perkecambahan sebelum cadangan makanan pada kotiledon terpakai

senyawa penyusun endosperm yaitu mannan dihidrolisa oleh enzim endoB-mannase yang terdapat pada endosperm membentuk galktose dan
manose, yang selanjutnya digunakan sebagai respirasi

enzim endo-B-mannase dan enzim

A-galaktosidase terbentuk di

endosperm bila poros embrio (radikel) telah aktif berkecambah dengan


adanya cahaya. Enzim-B-mannosidase tidak dipengaruhi oleh aktifitas
poros embrio karena telah tersedia dalam benih kering
-

enzim gibberin dan sitokinin berperan setelah terjadi aktifitas pada poros
embrio karena pengaruh cahaya, yaitu dalam mencegah aktifitas ABA
yang menghambat kerja enzim endo-B-mannase sehingga terbentuk
senyawa oligomanan dan merangsang pembentukan enzim galaktosidase
untuk menghidrolisis oligomanan menjadi galaktosa

3. Auksin
-

auksin disintesis diujung koleoptil sesaat setelah imbibisi dan berdifusi


kedaerah buku skutelum

peranan auksin yaitu memungkinkan terjadinya proses lignifikasi pada


dinding sel pembuluh sehingga siap memindahkan hasil metabolit pada
skutelum ke embrio dan juga memindahkan gibberin dari buku skutelum
ke skutelum pada perkecambahan.

Respirasi dan Biosintesa


-

dalam suatu sistam biologi organisma, diperlukan energi untuk sintesis


struktur sel dan pemeliharaan struktur tersebut yaitu energi kimaia yang
diperoleh dari pemutusan ikatan-ikatan kimia suatu molekul terkontrol.

Ikatan-ikatan karbon adalah sumber energi

Proses respirasi merupakan suatu proses pelepasan energi dari pemutusan


dan pelemahan ikatan-ikatan antara karbon dengan karbon, dan karbon
dengan hydrogen didalam suatu molekul

Pada benih yang telah berimbibisi terjadi respirasi aktif melalui tiga
lintasan yang berjalan simultan yaitu :

1. glikolissis
2. pentosa phosfat
3. krebs

1. Glikolisis
-

glikolisis atau lintasan embeden meyerhoff parnass (EMP) merupakan


perombakan gula dengan atom C6 menjadi asam firufat dengan atom C3

katalisator dengan siklus lintasan ini adalah enzim sitoplasma karena


siklus ini terjadi di dalam sitosol yang merupakan bagian dari sitoplasma

dalam keadaan tanpa oksigen (anaerob) akan terjadi proses permentasi


yang akan menghasilkan alkohol maupun asam laktat.

Respirasi anaerob akan menghasilkan dua molekul ATP dari setiap


molekul glukosa yang direspirasikan

Pada kondisi aerob akan dihasilkan 6 atau 8 molekul ATP yang dihasilkan
selama pembaentukan asam pirufat

Lintasan glikolisis-permentasi dapat dilihat pada gambar

Karena asetil KOA sangat reaktif karena setelah terbentuk segera bereaksi
dengan asam oksalo asetat membentuk asam sitrat demikian seterusnya
terjadi dehidrasi, dekarboksilasi, dehidrogenasi dan fosforilasi sehingga
dari asam sitrat akan terbentuk asam oksalo asetat yang dengan asetil KOA
akan membentuk asam sitrat kembali

Dengan siklus ini akan terbentuk sebanyak 30 molekul ATP yang berasal
dari fosforilasi substarat serta fosforilasi oksidatif (gambar)

Tahap terakhir dari proses respirasi adalah pemindahan energi. Energi


yang terdapat dalam ikatan bahan bakar berangsur-angsur dilepaskan dan
dikumpulkan dalam suatu ikatan kimia dengan energi tinggi yaitu ATP.

Pembentukan ATP dari NH2 maupun FADH2 yang dihasilakn oleh glikoli
sis maupun siklus krebs tidak dapat bereaksi langsung dengan
oksigen membentuk air sehingga perlu ditransfer secara bertahap melalui
transfer elektron dalam proses fosforilasi oksidatif. Transfer elektron dari
senyawa yang rendah potensi reduksinya kesenyawa yang tinggi potensi
reduksinya

Oksigen merupakan aseptor hydrogen yang terakhir karena memiliki


potensi reduksi yang tertinggi

Diduga proses transfer hydrogen dan elektron terjadi dalam oksisom yang
terletak pada membran bagian dalam mitokondria yang disebut cristae

2. pentosa phosfat
-

disamping lintasan glikolisis sebagai lintasan utama dalam pembentukan


asam firupat, terdapat lintasan pentosaphosfat atau heksosa monofosfat
(HMP)

melalui siklus ini dihasilkan NADPH yang berfungsi donor hydrogen dan
elektron pada proses reduksi terutama asam lemak melalui proses atau
siklus glioksilat yang terjadi didalam glioksisom

selain itu melalui siklus pentosaposfhat dihasilkan intermediate yang


berfungsi sebagai seyawa awal bagi biosintesis berbagai senyawa

pembentuk sel yang lebih kompleks misalnya ribosom yaitu gula


berkarbon 5 yang digunakan dalam bio sintesis asam nukleat serta eritrosa
digunakan untuk biosintesis senyawa fenol
3. Siklus Krebs
-

siklus ini disebut juga siklus asam sitrat atau asam trikarboksilat

sebelum masuk kedalam siklus asam sitrat, asam piruvat yang terbentuk
dari hasil glikolisis mengalami dekarboksilasi, reduksi dan oksidasi
sehingga terbentuk asetil KOA yang merupakan kunci perombakan bahan
baku (seperti karbohidrat, lemak dan protein) sebelum proses aerob
melalui siklus krebs.

Hasil akhir siklus ini adalah CO2. konversi dari asam piruvat menjadi
asetil KoA.

Proses-proses Awal Pertumbuhan Kecambah


Pada proses awal pertumbuhan kecambah, terjadi pertumbuhan sel-sel
baru. Mekanisme pertumbuhan sel pada dasarnya dibagi menjadi tiga tahap yang
berlangsung secara simultan, yaitu :
1. pembelahan sel
2. pembesaran sel
3. diferensiasi sel

1. Pembelahan Sel
-

dalam pembelahan sel, menyangkut proses duplikasi inti DNA, pasangan


dan duplikasi kromosom serta pemisahan dua anak inti sel membentuk dua
sel baru

sel-sel baru membesar samapi mencapai ukuran sel asalnya melalui


perenggangan dinding sel yang ada dan mengedepankan bahan-bahan
baru.

2. Pembesaran Sel
-

pada umumnya sel membesar tanpa perubahan pada bentuk serta sifat
kekhususanya, kecuali bila sel tersebut telah masak

biasanya membentuk vakuola yang besar sehingga proporsi dari


sitoplasma berkurang. Tipe sel ini disebut sel parenkima yang tidak
mengalami diferensiasi

pada tahap pembesaran, sel menjadi khusus, misalnya sebagai sel


fotosintesis pada bagian palisade daun terdapat sejumlah besar kloroplas.

3. Diferensiasi Sel
-

semua sel pada awal pertumbuhannya mampu tumbuh melalui semua cara
dan selanjutnya berdiferansisi bergabung dari posisinya pada tanaman
sehingga dapat dibedakan fungsinya.

Pertumbuhan kecambah selanjutnya pada daerah akar, apakah akar primer,


skunder atau akar adventif, secara kasar dibedakan ke dalam tiga daerah
perkembangan, yaitu : daerah meristem, daerah pemanjangan dan
diferensiasi, serta daerah pemasakan.