Anda di halaman 1dari 25

Deskripsi Data Penelitian Karekteristik Responden berdasarkan jenis kelamin Karekteristik responden Kantor Koperasi Sejahtera Bersama di Kota

Cirebon dalam penelitian ini menurut jenis

kelamin ditunjukan dalam di bawah ini: Tabel Keadaan Responden berdasarkan Jenis Kelamin No Jenis Kelamin Jumlah Responden Presentase (%) 1 Laki-laki 45 2 Perempuan 35 Jumlah 80 100% Sumber: hasil kuesioner th 2012 (data primer diolah)

Dari

tabel

diatas

menunjukan ini

bahwa

responden dari jumlah

yang

menjadi sebanyak

objek ..

penelitian orang atau

terdiri dari

laki-laki seluruh

responden, sedangkan perempuan sebanyak . Orang atau .% dari jumlah seluruh responden.

Karekteristik Responden berdasarkan Usia Karekteristik Kantor Koperasi Sejahtera Bersama di Kota Cirebon dalam penelitian ini menurut usia ditunjukan

dalam di bawah ini:

No

Tabel Keadaan Responden berdasarkan Usia Jenis Kelamin Jumlah Responden Presentase (%)

< 25 tahun 25 35 tahun 36 45 tahun > 46 tahun Jumlah Sumber: hasil kuesioner th

1 2 3 4

14 29 26 11 80 100% 2012(data primer diolah)

Dari

tabel

diatas

menunukan

bahwa

responden

yang

menjadi objek penelitian ini terdiri dari responden yang berusia < 25 tahun sebanyak .. orang atau % dari jumlah seluruh responden, responden yang berusia 25 -35 tahun sebanyak .. orang atau % dari jumlah seluruh

responden, responden yang berusia 36 45 tahun sebanyak .. orang atau % dari jumlah seluruh responden

sedangkan responden yang berusia > 46 tahun sebanyak . Orang atau .% dari jumlah seluruh responden.

Karekteristik Responden berdasarkan Pendidikan Karekteristik responden Kantor Koperasi Sejahtera Bersama di Kota Cirebon dalam penelitian ini menurut pendidikan ditunjukan dalam di bawah ini:

No 1 2 3 4

Tabel Keadaan Responden berdasarkan Pendidikan Jenis Kelamin Jumlah Responden Presentase (%) SD _ SLTP 1 SMU 38 Diploma 12

Sarjana (S1) 27 Magister (S2) 2 Jumlah 80 100% Sumber: hasil kuesioner th 2012 (data primer diolah)

5 6

Dari

tabel

diatas

menunukan

bahwa

responden

yang

menjadi objek penelitian ini terdiri dari responden yang berpendidikan SD sebanyak .. orang atau % dari jumlah seluruh sebanyak responden, .. responden atau yang % berpendidikan jumlah SLTP

orang

dari

seluruh

responden, responden yang berpendidikan SMU sebanyak .. orang atau % dari jumlah seluruh responden, responden yang berpendidikan Diploma sebanyak .. orang atau % dari jumlah seluruh responden, responden yang

berpendidikan Sarjana (S1) sebanyak .. orang atau % dari jumlah seluruh responden sedangkan responden yang berpendidikan Magister (S2) sebanyak . Orang atau .% dari jumlah seluruh responden.

Uji Ketepatan Data Analisis Instrumen Uji Validitas Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan

dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Dimana kriteria pengujian jika rhitung > r
tabel

maka
tabel

pernyataan tersebut valid sedangkan jika rhitung

< r

maka pernyataan tersebut tidak valid. Untuk penelitian dimana n = 80 - 2 = 78 dan = 5% diperoleh r 0,2199. Validitas Motivasi (X1) Hasil perhitungan validitas instrumen menggunakan program SPSS 17.00 for Windows diperoleh: Tabel Item-Total Statistics Motivasi (X1)
Item-Total Statistics Scale Mean if Item Scale Variance if Deleted Item Deleted X1.1 X1.2 X1.3 X1.4 X1.5 X1.6 X1.7 X1.8 32.19 32.29 32.48 32.16 32.29 32.34 32.34 32.28 9.284 8.645 8.048 9.344 8.337 8.484 8.484 9.101 Corrected ItemTotal Correlation .582 .681 .683 .626 .686 .761 .723 .640 Squared Multiple Cronbach's Alpha if Correlation Item Deleted .401 .584 .613 .452 .526 .615 .621 .610 .885 .876 .878 .882 .876 .869 .872 .880
tabel

Uji Validitas Motivasi (X1) No. Butir rhitung rtabel Keterangan X1.1 0.582 0,2199 Valid X1.2 0.681 0,2199 Valid X1.3 0.683 0,2199 Valid X1.4 0.626 0,2199 Valid X1.5 0.686 0,2199 Valid X1.6 0.761 0,2199 Valid X1.7 0.723 0,2199 Valid X1.8 0.640 0,2199 Valid Sumber : Data primer diolah

Berdasrkan pada table . hitung > r table

diatas tampak bahwa nilai r semua pernyataan untuk

artinya

variabel Motivasi (X1) adalah valid.

Validitas Kepuasan Kerja (X2)

Hasil perhitungan validitas instrumen menggunakan program SPSS 17.00 for Windows diperoleh:

Tabel Item-Total Statistics Kepuasan Kerja (X2)


Item-Total Statistics Scale Mean if Item Scale Variance if Deleted Item Deleted X2.1 X2.2 X2.3 X2.4 X2.5 X2.6 X2.7 X2.8 29.16 29.28 30.27 30.41 29.51 29.35 29.39 29.57 17.062 16.460 12.326 12.424 16.253 16.591 15.652 15.197 Corrected ItemTotal Correlation .571 .615 .658 .697 .573 .549 .591 .751 Squared Multiple Cronbach's Alpha if Correlation Item Deleted .449 .495 .606 .634 .399 .454 .533 .680 .838 .832 .833 .822 .833 .836 .830 .814

Uji Validitas Kepuasan Kerja (X2) No. Butir rhitung rtabel X2.1 0.571 0,2199 X2.2 0.615 0,2199 X2.3 0.658 0,2199 X2.4 0.697 0,2199 X2.5 0.573 0,2199 X2.6 0.549 0,2199 X2.7 0.591 0,2199 X2.8 0.751 0,2199 Sumber : Data primer diolah Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

Berdasrkan pada table . hitung > r table

diatas tampak bahwa nilai r semua pernyataan untuk

artinya

variabel Kepuasan Kerja (X2) adalah valid.

Validitas Kinerja Karyawan (Y) Hasil perhitungan validitas instrumen menggunakan program SPSS 17.00 for Windows diperoleh: Tabel

Item-Total Statistics Kinerja Karyawan (Y)


Item-Total Statistics Scale Mean if Item Scale Variance if Deleted Item Deleted Y1 Y2 Y3 Y4 Y5 Y6 Y7 Y8 Y9 Y10 38.24 38.43 38.65 38.56 38.38 38.30 38.35 38.39 38.75 38.56 25.493 24.428 24.463 24.763 24.085 24.317 24.052 23.652 21.884 22.378 Corrected ItemTotal Correlation .657 .668 .486 .604 .708 .678 .758 .784 .739 .758 Squared Multiple Cronbach's Alpha if Correlation Item Deleted .608 .640 .396 .452 .657 .650 .684 .719 .663 .715 .903 .901 .914 .904 .898 .900 .896 .894 .897 .895

Uji Validitas Kinerja Karyawan (Y) No. Butir rhitung rtabel Keterangan Y1 0.657 0,2199 Valid Y2 0.668 0,2199 Valid Y3 0.486 0,2199 Valid Y4 0.604 0,2199 Valid Y5 0.708 0,2199 Valid Y6 0.678 0,2199 Valid Y7 0.758 0,2199 Valid Y8 0.784 0,2199 Valid Y9 0.739 0,2199 Valid Y10 0.758 0,2199 Valid Sumber : Data primer diolah

Berdasrkan pada table . hitung > r table

diatas tampak bahwa nilai r semua pernyataan untuk

artinya

variabel Kinerja Karyawan (Y) adalah valid.

Reliabilitas Instrumen yang relibel adalah instrumen yang bila

digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama akan menghasilkan reliabel data yang sama. Suatu nilai instrumen Cronbachs

dikatakan

apabila

memiliki

Alpha > 0,60.

Reliabilitas Hasil

Motivasi (X1) reliabilitas instrumen menggunakan

perhitungan

program SPSS 17.00 for Windows diperoleh: Tabel Uji Reliabilitas Motivasi (X1) Cronbachs Alpha N of Item 0.891 8 Berdasrkan pada table . alpha sebesar diatas tampak bahwa nilai r variabel

0.891 atau > 0,60 artinya

Motivasi (X1) adalah reliabel.

Reliabilitas Kepuasan Kerja (X2) Hasil perhitungan reliabilitas instrumen menggunakan

program SPSS 17.00 for Windows diperoleh:

Tabel Uji Reliabilitas Kepuasan Kerja (X2) Cronbachs Alpha N of Item 0.848 8 Berdasarkan pada table . alpha sebesar diatas tampak bahwa nilai r variabel

0.848 atau > 0,60 artinya

Kepuasan Kerja (X2) adalah reliabel.

Reliabilitas Kinerja Karyawan (Y) Hasil perhitungan reliabilitas instrumen menggunakan

program SPSS 17.00 for Windows diperoleh:

Tabel Uji Reliabilitas Kinerja Karyawan (Y) Cronbachs Alpha N of Item 0.909 10 Berdasarkan pada table . alpha sebesar 0.909 atau diatas tampak bahwa nilai r > 0,60 artinya variabel

Kinerja Karyawan (Y) adalah reliabel.

Deskripsi Hasil Penelitian Setelah data terkumpul semua, langkah selanjutnya adalah melakukan tabulasi data. Untuk membuat tingkatan

Motivasi, Kepuasan Kerja, dan Kinerja Karyawan. Dimana setiap jumlah butir pertanyaan 80 berentang akan 1 sampai 5 dengan

responden

orang,

dihitung

menggunakan

interval. Rata-rata tertinggi 5 dan rata-rata terendah 1. Oleh karena itu variabel Motivasi, Kepuasan Kerja, dan Kinerja Karyawan dikategorikan sebagai berikut: Sangat tidak setuju (STS) Tidak setuju (TS) Ragu Setuju (S) Sangat Setuju (SS) Adapun rata-rata tertimbang : 0,01 1,00 : 1,01 2,00 : 2,01 3,00 : 3,01 4,00 : 4,01 5,00 dari variabel Motivasi,

Kepuasan Kerja, dan Kinerja Karyawan dari 80 responden dapat dilihat sebagai berikut:

Distribusi Frekuensi Variabel Motivasi (X1)

Descriptive Statistics N X1.1 X1.2 X1.3 X1.4 X1.5 X1.6 X1.7 X1.8 80 80 80 80 80 79 80 80 Minimum 3 3 2 4 2 3 3 4 Maximum 5 5 5 5 5 5 5 5 Mean 4.71 4.63 4.44 4.75 4.63 4.57 4.58 4.64

Rata-rata Dari Tabel diatas dapat dilihat

4.62 variabel Motivasi 4.62 jadi

mempunyai rata-rata skor tertimbang sebesar

dapat disimpulkan masuk dalam kategori Sangat Setuju

Distribusi Frekuensi variabel Kepuasan Kerja (X2)


Descriptive Statistics N X2.1 X2.2 X2.3 X2.4 X2.5 X2.6 X2.7 X2.8 80 79 80 80 80 80 80 80 Minimum 4 3 1 1 2 3 2 2 Maximum 5 5 5 5 5 5 5 5 Mean 4.67 4.57 3.59 3.45 4.34 4.50 4.46 4.29

Rata-rata Dari Tabel diatas dapat dilihat

4.23 variabel Kepuasan

Kerja mempunyai rata-rata skor tertimbang sebesar 4.23 jadi dapat disimpulkan masuk dalam kategori sangat

setuju.

Distribusi Frekuensi variabel Kinerja Karyawan (Y)

Descriptive Statistics N Y1 Y2 Y3 Y4 Y5 Y6 Y7 Y8 Y9 Y10 79 80 80 80 80 80 80 80 80 80 Minimum 3 2 2 2 2 2 2 2 1 1 Maximum 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 Mean 4.49 4.31 4.10 4.19 4.36 4.44 4.39 4.35 4.00 4.19

Rata-rata Dari Tabel diatas dapat dilihat skor

4.28 variabel Kinerja sebesar

Karyawan

mempunyai

rata-rata

tertimbang

4.28 jadi dapat disimpulkan masuk dalam kategori sangat setuju

Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Untuk mengetahui distribusi data dalam variable yang digunakan dalam penelitian dilakukan uji normalitas data. Data yang baik dan layak digunakan distribusi data dalam penelitian normal. uji

adalah Adapun

data hasil

yang

memiliki

secara

analisis

normalitas

berdasarkan

statistic Skewness

sebagai berikut: Tabel Hasil uji Normalitas


Descriptive Statistics N Statistic Skewness Statistic 80 80 .399 Std. Error .269

Unstandardized Residual Valid N (listwise)

Dilihat

dari

output

SPSS

terlihat

bahwa

nilai

skewness sebesar 0,376. Kemudian nilai skewness tersebut dimasukan ke dalam rumus z skewness sebagai berikut: Z Skew = S-0 6 /N Atau

Z Skew =

0.399 0,274

= 1.46

Dengan

memasukan

nilai skewness ke dalam rumus Z Berarti bahwa sehingga dapat

skewness diperoleh Z hitung sebesar 1,46. Z hitung < Z table atau 1,46 < 1,96

disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi normal.

Multikolinearitas Untuk mempermidah dalam menguji multikolinearitas, maka peneliti sajikan data-data tersebut dalam bentuk table dibawah ini: Tabel

Hasil Uji Multikolinearitas


Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) MOTIVASI.KERJA KEPUASAN.KERJA B 2.946 .408 .733 Std. Error 4.173 .150 .114 .253 .599 Standardized Coefficients Beta t .706 2.715 6.417 Sig. .482 .008 .000 .561 .561 1.781 1.781 Collinearity Statistics Tolerance VIF

a. Dependent Variable: KINERJA.KARYAWAN

Ketentuan yang berlaku dalam pengujian ini adalah, jika nilai Variance Inflation Factor VIF > 10 dan nilai tolerance < 0,1 maka terdapat Multikolinearitas,

sedangkan juka nilai VIF < 10 dan nilai tolerance > 0,1 maka tidak terdapat Multikolinearitas. Hasil perhitungan melalui VIF pada hasil output SPSS table Coefficient, masing-masing variable independent

memiliki nilai VIF

< 10 atau (1.781 < 10) dan hasil > 0,1 atau (0.561 > 0,1), bahwa tidak terdapat

perhitungan nilai tolerance maka dapat disimpulkan

Multikolinearitas antar variable independent dalam model regresi.

Autokorelasi Untuk mempermidah dalam menguji autokorelasi, maka

peneliti sajikan data-data tersebut dalam bentuk table dibawah ini: Tabel Hasil Uji Autokorelasi

Model Summaryb Model 1 R .790


a

R Square .624

Adjusted R Square .614

Std. Error of the Estimate 3.345

Durbin-Watson 1.912

a. Predictors: (Constant), KEPUASAN.KERJA, MOTIVASI.KERJA b. Dependent Variable: KINERJA.KARYAWAN

Hasil uji Autokorelasi dengan Durbin Watson menunjukan angka 1.912 dengan jumlah variable bebas (k) = 2, jumlah sample (n) = 80 dengan batas bawah (dl) = 1,580 dan batas atas (du) = 1,683. Artinya du < 1.912 < 4 du, tidak ada autokorelasi. Berikut disajikan posisi nilai DW pada

gambar dibawah ini:

Negative Autocorelation

No Autocorelation

Positif Autokorelation No

dl 1,580

du 1,683

1.912

4-du 2.317

4-dl 2.420

Berdasarkan sebesar

hasil

diatas tampak bahwa nilai DW hitung didaerah No Autocorelation,

1.912

terletak

sehingga dapat disimpulkan bahwa regresi linear berganda terbebas dari asumsi klasik statistic autokerelasi.

Heteroskedastisitas Asumsi klasik heteroskedastisitas dapat diditeksi dari

output pada gambar Scatterplot berikut:

Dari

grafik

Scatterplots

terlihat

bahwa

titik-titik

menyebar secara acak serta tersebar baik diatas maupun dibawah angka 0 dan tidak berpola ataupun bergelombang. Sehingga dapat disimpulkan pada model untuk bahwa tidak Maka terjadi model kinerja

heteroskedastisitas regresi karyawan ini layak

regresi.

dipakai

mempredeksi variable

berdasarkan

masukan

independent

motivasi dan kepuasan kerja.

Analisis Regresi Sederhana Regresi linear sederhana di dasarkan pada hubungan

funsional ataupun kausal satu variable independent dengan satu variable dependen. Uji regresi sederhana yang

dilakukan dalam penelitian ini dimaksudkan untuk menguji pengaruh antara satu variable Adapun independent hasil dengan satu

variable dependent.

dari

analisis

regresi linear sederhana sebagai berikut:

Pengaruh Motivasi terhadap Kinerja Karyawan Untuk mempermudah dalam pengujiannya, maka peneliti

menyajikan data sebagai berikut: Tabel


Model Summaryb Model 1 R .650a R Square .422 Adjusted R Square .415 Std. Error of the Estimate 4.117

a. Predictors: (Constant), MOTIVASI.KERJA b. Dependent Variable: KINERJA.KARYAWAN

Berdasarkan

table

diatas dapat dilihat nilai R Square variable motivasi 42,2% terhadap

menunjukan angka 0,422 Artinya bahwa kerja mempunyai kinerja pengaruh karyawan yang dan

sebesar pengaruh

variable

sebesar 57,8%

diperoleh dari variable lain yang tidak diteliti. Tabel


Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) MOTIVASI.KERJA B 4.180 1.046 Std. Error 5.130 .139 .650 Standardized Coefficients Beta t .815 7.551 Sig. .418 .000

a. Dependent Variable: KINERJA.KARYAWAN

Berdasarkan table diatas maka diperoleh persamaan regresi sederhana sebagai berikut: Kinerja Karyawan = 4.180 + 1.046 motivasi kerja Artinya: 1. Berdasarkan konstanta motivasi karyawan. 2. Dari persamaan diatas terdapat nilai koefisien persamaan yang kerja, positif maka diatas artinya masih terdapat jika tidak nilai ada

terdapat

kinerja

positif dari motivasi kerja. Artinya bila terdapat motivasi kerja yang baik maka kinerja karyawan juga akan meningkat.

Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan Untuk mempermudah dalam pnegujiannya, maka peneliti

menyjikan data sebagai berikut:

Tabel
Model Summaryb Model 1 R .767a R Square .588 Adjusted R Square .582 Std. Error of the Estimate 3.479

a. Predictors: (Constant), KEPUASAN.KERJA b. Dependent Variable: KINERJA.KARYAWAN

Berdasarkan

table

diatas dapat dilihat nilai R Square variable kepuasan 58,8% terhadap

menunjukan angka 0,588 Artinya bahwa kerja mempunyai pengaruh yang

sebesar

variable

kinerja

karyawan

dan

pengaruh

sebesar 41,2%

diperoleh dari variable lain yang tidak diteliti. Tabel


Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) KEPUASAN.KERJA B 11.046 .938 Std. Error 3.034 .089 .767 Standardized Coefficients Beta t 3.641 10.541 Sig. .000 .000

a. Dependent Variable: KINERJA.KARYAWAN

Berdasarkan table diatas maka diperoleh persamaan regresi sederhana sebagai berikut: Kinerja Karyawan = 11.046 + Artinya: 1. Berdasarkan konstanta terdapat kinerja. 2. Dari persamaan diatas terdapat nilai koefisien persamaan yang kepuasan positif kerja, diatas artinya karyawan terdapat walaupun masih nilai tidak 0.938 kepuasan kerja

memiliki

positif dari kepuasan kerja, artinya bila terdapat kepuasan kerja maka kinerja karyawan akan meningkat.

Analisis Regresi Berganda Uji Regresi linear berganda besarnya digunakan Y untuk membuat dependen)

prediksi

tentang

(variable

berdasarkan nilai-nilai X (variable independent). Untuk mempermudah dalam pengujiannya, maka peneliti sajikan

data-data tersebut dalam bentuk table sbb:

Tabel
Model Summaryb Model 1 R .790a R Square .624 Adjusted R Square .614 Std. Error of the Estimate 3.345 Durbin-Watson 1.912

a. Predictors: (Constant), KEPUASAN.KERJA, MOTIVASI.KERJA b. Dependent Variable: KINERJA.KARYAWAN

Berdasarkan table diatas dapat dilihat nilai Adjusted R square menunjukan angka 0,614 artinya bahwa variable

motivasi kerja dan kepuasan kerja mempunyai pengaruh yang sebesar pengaruh 61,4% terhadap 38,6% variable kinerja dari karyawan variable dan lain

sebesar

dipengaruhi

diluar penelitian. Tabel


Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) MOTIVASI.KERJA KEPUASAN.KERJA B 2.946 .408 .733 Std. Error 4.173 .150 .114 .253 .599 Standardized Coefficients Beta t .706 2.715 6.417 Sig. .482 .008 .000 .561 .561 1.781 1.781

Collinearity Statistics Tolerance VIF

a. Dependent Variable: KINERJA.KARYAWAN

Berdasarkan table diatas maka diperoleh persamaan regresi sederhana sebagai berikut: Kinerja Karyawan = 2.946 + 0.408 motivasi kerja + 0.733 kepuasan kerja Artinya: 1. Berdasarkan konstanta terdapat persamaan yang positif diatas artinya dan terdapat walaupun kepuasan nilai tidak kerja,

motivasi

kerja

karyawan masih memiliki kinerja. 2. Dari persamaan diatas terdapat nilai koefisien

positif dari motivasi kerja. Artinya bila terdapat motivasi karyawan 3. Dari kerja (+). diatas terdapat nilai koefisien akan meningkatkan terhadap kinerja

persamaan

positif dari kepuasan kerja. Artinya bila terdapat kepuasan kerja maka akan meningkatkan kinerja

karyawan (+).

Uji Hipotetis Penelitian Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan Untuk mempermudah dalam pengujiannya, maka peneliti

menyjikan data sebagi berikut:

Tabel
Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) MOTIVASI.KERJA B 4.180 1.046 Std. Error 5.130 .139 .650 Standardized Coefficients Beta t .815 7.551 Sig. .418 .000

a. Dependent Variable: KINERJA.KARYAWAN

Dari table diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja memiliki nilai p-value (sig.t) 0,000 < 0,05 artinya

signifikan

dan

nilai

t-hitung

sebesar

7.551

sedangkan

dari table distribusi t untuk derajat kebebasaan n 2 dengan tingkat signifikasi 0,05 diperoleh nilai t table 1,991 dengan demikian nilai t-hitung 7.551 > dari t-tabel 1.991 artinya dan signifikan. H1 Signifikan artinya disini berarti H0

ditolak

diterima,

motivasi

kerja

berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan.

Daerah penolakan H0 Daerah penerimaan H0

Daerah penolakan H0

- 1.991

1.991

7.551

Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan Untuk mempermudah dalam pengujiannya, maka peneliti

menyajikan data sebagi berikut: Tabel

Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) KEPUASAN.KERJA B 11.046 .938 Std. Error 3.034 .089 .767 Standardized Coefficients Beta t 3.641 10.541 Sig. .000 .000

a. Dependent Variable: KINERJA.KARYAWAN

Dari table diatas dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja memiliki nilai p-value (sig.t) 0,000 < 0,05 artinya

signifikan dan nilai t-hitung 10.541 > dari t-tabel 1,991 artinya signifikan. Signifikan disini berarti H0 ditolak dan H2 diterima, artinya kepuasan kerja berpengaruh

terhadap kinerja karyawan.

Daerah penolakan H0 Daerah penerimaan H0

Daerah penolakan H0

- 1,991

1,991

10.541

Uji Simultan (Uji F) Uji simultan dengan F-test ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bersama-sama variable independent terhadap

variable dependent, hasil F-test pada dapat dilihat pada table ANOVA sbb:

ANOVAb Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares 1427.038 861.450 2288.488 df 2 77 79 Mean Square 713.519 11.188 F 63.777 Sig. .000a

a. Predictors: (Constant), KEPUASAN.KERJA, MOTIVASI.KERJA b. Dependent Variable: KINERJA.KARYAWAN

Dari Tabel diatas menunjukan p-value 0,000 < 0,05 artinya signifikan sedangkan F hitung 63.777 > 3.15 artinya

signifikan (df3 = 3-1 =2 dan df2 = 80-3=77). Signifikasi disini berarti H3 diterima artinya motivasi kerja dan

kepuasan kerja secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

Daerah penerimaan H

Daerah penolakan H 0

3.15

63.777

Intepretasi Penelitian

1. Dari uji

hasil

pengujian dan

instrumen

dengan secara instrumen

menggunakan keseluruhan sehingga

validitas

reliabilitas pengujian

memenuhi

syarat

instrumen penelitian ini layak untuk digunakan dalam kegiatan penelitian ini. 2. Dari hasil uji asumsi klasik yaitu uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas pengujian untuk asumsi autokorelasi semua variabel sehingga kegiatan dan

memenuhi syarat dapat digunakan ini

klasik, dalam

memprediksi

penelitian

dengan menggunakan model regresi. 3. Dari pengujian kerja secara dan parsial kerja untuk baik variabel dilakukan

motivasi

kepuasan

secara uji t maupun uji signifikasi, diperoleh thitung > t-tabel dan nilai signifikasinya < 0.05. Hal berarti variabel motivasi kerja dan kepuasan

kerja mempunyai pengaruh terhadap variabel kinerja karyawan. 4. Dari pengujian kerja secara dan simultan kerja bahwa yang variabel dilakukan

motivasi

kepuasan

secara uji F maupun uji signifikasi diperoleh nilai F-hitung > F-tabel dan nilai signifikasi < 0.05

atau. Ini berarti bahwa kepuasan kerja secara

variabel motivasi kerja dan bersama-sama mempunyai

pengaruh terhadap variabel kinerja karyawan.

BAB 5 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisa pengolahan data statistik untuk variabel motivasi kerja, kepuasan kerja dan kinerja

karyawan diperoleh sbb: 1. Dari hasil pengujian variabel motivasi kerja secara parsial terhadap kinerja karyawan dengan menggunakan uji t mengatakan bahwa variabel motivasi kerja

memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan. signifikasi Hal ini ditunjukan 0,000 < 0,05. dengan Keadaan nilai ini

sebesar

menunjukan bahwa variabel motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada Kantor Koperasi

Sejahtera Bersama di Kota Cirebon. 2. Dari hasil pengujian variabel kepuasan kerja secara parsial terhadap kinerja pegawai dengan menggunakan uji t mengatakan bahwa variabel kepuasan kerja

memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai. Hal itu ditunjukan dengan nilai signifikasi sebesar 0,000 < 0,05. Keadaan ini menunjukan bahwa variabel kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada Kantor Koperasi Sejahtera Bersama di Kota Cirebon. 3. Dari hasi analisis regresi berganda menggunakan uji ANOVA atau dilihat dari persamaan regresi menunjukan bahwa kedua variabel independen mempunyai tanda yang

positif yang berarti bahwa kedua variabel independen mempunyai pengaruh yang positif terhadap variabel

dependen. Pengaruh positif ini memberikan hasil yang baik terhadap kinerja karyawan pada Kantor Koperasi Sejahtera Bersama di Kota Cirebon.