KETENTUAN PERPAJAKAN BAGI BENDAHARA PEMERINTAH

KEMENTERIAN KEUANGAN DIREKTORAT JENDERAL PAJAK

DIREKTORAT PENYULUHAN PELAYANAN & HUMAS DIREKTORAT JENDERAL PAJAK KEMENTERIAN KEUANGAN

Bendahara Pemerintah ?

Bendahara Pemerintah = Wajib Pajak
Pasal 1 butir 2 UU KUP Wajib Pajak adalah orang pribadi atau badan, meliputi pembayar pajak, pemotong pajak, dan pemungut pajak, yg mempunyai hak & kewajiban perpajakan sesuai dgn ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

ATASAN BENDAHARA PEMERINTAH
SK PENGANGKATAN

Siapa yg Berhak Menunjuk Bendahara Pemerintah sebagai Pemotong Pajak & Pemungut Pajak ?

MELAKSANAKAN KEWAJIBAN PERPAJAKAN :
1. MENDAFTAR UNTUK MEMILIKI NPWP A.N BENDAHARA; 2. MELAKSANAKAN PEMOTONGAN/PEMUNGUTAN ; 3. MELAKSANAKAN PENYETORAN DAN PELAPORAN PAJAK.

sewa tanah/bangunan. sewa.pengalihan hak atas tanah/bangunan. kontrak) PPh Pasal15 PPh Pasal 21 PPh Pasal 22 PPh Pasal 23 PPh Pasal 26 PPN dan PPnBM Bea Materai* *Pelunasan . royalty dan jasa-jasa lainnya selain Objek PPh Psl 21 Pembayaran atas penghasilan kepada Wajib Pajak Luar Negeri. bunga.Apa Saja Yg Harus Dipotongan & Dipungut Bendahara? OBJEK PEMOTONGAN DAN PEMUNGUTAN Objek PPh Pasal 4 ayat (2) Penjelasan Pemotongan atas penghasilan yg dibayarkan sehubungan jasa tertentu & sumber tertentu (jasa konstruksi. deviden. jasa & kegiatan Pemungutan atas penghasilan yg dibayarkan sehubungan dengan pembelian barang Pemotongan atas penghasilan yg dibayarkan berupa hadiah. hadiah undian dan lainnya) Pemotongan atas Penghasilan yg dibayarkan kepada perusahaan penerbangan/pelayaran dalam dan luar negeri (carter/sewa) Pemotongan atas penghasilan yg dibayarkan kepada orang pribadi sehubungan dengan pekerjaan jabatan. Pemungutan atas pajak konsumsi yg dibayar sendiri sehubungan penyerahan Barang Kena Pajak & Jasa Kena Pajak Pembayaran atas pemanfaatan dokumen2 tertentu (kuitansi.

PPh Pasal 23/26. . Mengindentifikasi pembayaran yg dilakukan bendahara. PPh Pasal 15 & PPN Objek PPh Pasal 22 & PPN/PPnBM Misalnya : Pembelian barang Dgn harga di bawah Rp 1 jt Tdk dipungut PPh Psl 22 & PPN Ingat !!! Ada Ketentuan Tentang Pengecualian Atas Objek tsb Misalnya : Beasiswa tdk Dipotong PPh Psl 21 2. PPh Pasal 4 ayat (2). 3. Setor ke Bank atau kantor Pos serta laporkan hasil Penyetoran. apakah karena pembelian barang atau pemakaian jasa? Jika pembelian barang Jika Pemakaian jasa Objek PPh Pasal 21/26. Pemotongan atau pemungutan ke KPP sesuai batas waktu yg ditentukan.Bagaimana cara untuk memahami dengan mudah Pelaksanan kewajiban perpajakan Bendahara Pemerintah? 1. Lakukan Pemotongan atau pemungutan dgn menggunakan Tarif & cara penghitungan yg benar.

dan c) Wajib Pajak badan tertentu untuk memungut pajak dari pembeli atas penjualan barang yang tergolong sangat mewah.PASAL 22 UU PPh Menteri Keuangan dapat menetapkan: a) Bendahara pemerintah untuk memungut pajak sehubungan dengan pembayaran atas penyerahan barang. . b) Badan-badan tertentu untuk memungut pajak dari Wajib Pajak yang melakukan kegiatan di bidang impor atau kegiatan usaha di bidang lain.

154/PMK.BENDAHARA SEBAGAI PEMUNGUT PPh PASAL 22 Keputusan Menkeu No.03/2010 BENDAHARA PEMERINTAH PUSAT/DAERAH BENDAHARA PENGELUARAN KUASA PENGGUNA ANGGARAN ATAU PEJABAT PENERBIT SPM YG MELAKUKAN PEMBAYARAN ATAS PEMBELIAN BARANG MEMUNGUT PPh PASAL 22 7 .

APAKAH ADA PEMUNGUT PPh PASAL 22 ATAS PEMBELIAN BARANG SELAIN BENDAHARA ? TIDAK ADA BADAN (ANTARA LAIN PT. PERKUMPULAN. CV. LEMBAGA DAN BENTUK BADAN LAINNYA) TIDAK DIWAJIBKAN MEMUNGUT PPh PASAL 22 ATAS PEMBELIAN BARANG . ATAU ORGANISASI LAINNYA. ORGANISASI SOSIAL POLITIK. PERSEKUTUAN. ORGANISASI MASSA. YAYASAN. BUMN/BUMD.

GAS.000.000.00 (BUKAN JUMLAH YANG DIPECAH-PECAH) PEMBAYARAN UNTUK PEMBELIAN BAHAN BAKAR MINYAK. LISTRIK. PEMBAYARAN UTK PEMBELIAN BARANG SEHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) EMAS BATANGAN YG AKAN DIPROSES UTK MENGHASILKAN BRG HIASAN DARI EMAS UNTUK TUJUAN EKSPOR PEMBAYARAN UNTUK PEMBELIAN GABAH DAN/ATAU BERAS OLEH PERUSAHAAN UMUM BADAN URUSAN LOGISTIK (BULOG) .PEMBAYARAN ATAS PENYERAHAN/PEMBELIAN BARANG YANG DIKECUALIKAN DARI PEMUNGUTAN PPh PSL 22 PEMBAYARAN UNTUK PEMBELIAN BARANG YANG JUMLAHNYA PALING BANYAK Rp 2. AIR MINUM/PDAM DAN BENDA POS.

5% DARI HARGA/NILAI PEMBELIAN BARANG JIKA REKANAN TDK MEMILIKI NPWP MAKA TARIFNYA 100% LEBIH TINGGI .SAAT PEMUNGUTAN PADA SETIAP PELAKSANAAN PEMBAYARAN ATAS PENYERAHAN BARANG OLEH REKANAN TARIF 1.

maka Harga Barang : Rp 111.500.x 100/110 = Rp 100.000. Penghitungan PPh Pasal 22 Rumus : 1.- *Utk mencari harga barang tanpa PPN maka nilai tertera dikuitansi tsb dikalikan 100/110 .CONTOH PENGHITUNGAN PPh PASAL 22 Drs..5% x Harga/Nilai Barang Harga yg tertulis di kuitansi adalah nilai barang termasuk PPN.PPh Pasal 22 : 1.000. Sebagai Pejabat Penandatangan SPM menandatangani SPM untuk pengadaan komputer Rp 110.000.000.000.= Rp 1.000. Slamet.5% x Rp100.000.000..000. (harga sdh termasuk PPN).

2.01 LEMBAR KE-1 LEMBAR KE-2 WAJIB PAJAK REKANAN KPP MELALUI KPPN KPP SBG LAMPIRAN SPT MASA BENDAHARA KANTOR PENERIMA PEMBAYARAN (BANK PERSEPSI/KANTOR POS) PEMUNGUT PPh PSL 22 LEMBAR KE-3 LEMBAR KE-4 LEMBAR KE-5 *Yang sdh disetorkan ke Bank/Kantor Pos .BUKTI PEMUNGUTAN Surat Setoran Pajak (SSP)* F.0.32.

maka dapat dilakukan pada hari kerja berikutnya .TATA CARA PEMUNGUTAN DAN PENYETORAN PPh PASAL 22 DIPUNGUT PADA SETIAP PELAKSANAAN PEMBAYARAN DISETOR PADA HARI YANG SAMA KE BANK PERSEPSI/KANTOR POS SSP DIISI OLEH DAN ATAS NAMA REKANAN & DITANDATANGANI OLEH BENDAHARAWAN LAPOR KE KPP/KP2KP MENGGUNAKAN LAPORAN BULANAN (SPT MASA PPh Psl 22) Dilampiri SSP Lihat contoh Fomulir SELAMBAT-LAMBATNYA TGL 14* HARI SETELAH BULAN BERIKUTNYA *apabila jatuh pada hari libur.

CONTOH SPT MASA PPH PASAL 22 02 2 0 1 2 B E N D A H A R A D I J L S U D I R M A N 3 0 1 2 3 7 6 5 N A S P U B A N D U N G B A N D U N G 4 5 3 3 0 0 0 3.000 45.000 x 1 x B E N D A H A R A D I N A S P U 3 0 1 2 3 7 6 5 4 5 3 3 1 0 0 3 0 0 0 1 2 14 .000 Empat puluh lima ribu rupiah 45.000.

CONTOH DAFTAR BUKTI POTONG PPH PASAL 22 02 2 0 1 2 1 0 B E ND A H A R A D I N A S P U 0 2 1 2 3 0 1 2 3 7 6 5 4 5 3 3 0 0 0 15 .

..…………….………….…………….……………………………………….... Pemungutan PPh Pasal 22 atas Pembelian Komputer 10 unit ……………………………………………..…………………………………………………………………………………………….I.………………………………………..000.0.…………………….2.. Tanggal ……………. SKPKBT Jumlah Pembayaran : Rp5.……………………………….000.…………………. Cap dan tanda tangan Nama Jelas : …………………………………….... Kode Akun Pajak 4 Kode Jenis Setoran Uraian Pembayaran : …………………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………….…………………….01 . Rp 45.. …………………………………………………. JL.………………………………………………………………………………………………………………………………...……...... DIREKTORAT JENDERAL PAJAK (SSP) 4 5 LEMBAR 1 0 Untuk Arsip Wajib Pajak 1 NPWP NAMA WP ALAMAT WP : : : 0 1 2 3 6 7 8 2 3 0 0 Diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki PT Garuda Nusantara…. Gatot Subroto Kv.40-42 Jakarta Selatan ………….…………………………………………………… Ags Sep Okt Nov Des Tahun Pajak 1 1 1 2 2 9 0 0 Jan Feb Mar Apr Mei Masa Pajak Jun Jul x Beri tanda silang (x) pada kolom bulan.Diisi dengan rupiah penuh Terbilang : Lima juta rupiah …………………………………………………..32. ..………………………………………. SKPKB. sesuai dengan pembayaran untuk masa yang berkenaan 2 / / / 0 1 21 Diisi Tahun terutangnya Pajak Nomor Ketetapan : / Diisi sesuai Nomor Ketetapan : STP.SURAT SETORAN PAJAK DEPARTEMEN KEUANGAN R.……………………………………………………………………………………………..……………………. …………. Nama Jelas : Marihot Sialagan " Terima kasih Telah Membayar Pajak .……..………………….000 Empat puluh lima ribu rupiah Cap dan tanda tangan Diterima oleh Kantor Penerima Pembayaran Tanggal …………………………………………… Wajib Pajak/Penyetor ………………………………. NOP ALAMAT OP : : Diisi sesuai dengan Nomor Objek Pajak ………….Pajak Untuk Pembangunan Bangsa " Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran F.…………………………………………………… …………………………………………….…………………………………………………………………………………………….

000.222.444. Apa yang harus dilakukan Bendahara ? 2 berapa besar PPh (buat cara penghitungannya). 3 Disetorkan ke mana dan tanggal berapa ? 4 Dilaporkan dengan menggunakan apa (formulir diisi) dan kapan? .5-533.200. Telah ditunjuk pemenangnya PT Testtest (NPWP 01.000 (dua miliar dua ratus juta rupiah). Pencairan dilakukan tanggal 22 Feb 2012 oleh KPPN.000) dengan nilai kontrak sama dengan nilai DIPA. Pertanyaannya : 1.000.333.Kasus I Bendahara Pengeluaran Ditjen BIM (00.000) mempunyai anggaran pada DIPA (belanja modal) untuk pembelian komputer dengan nilai Rp 2.5-523.

n PT Testtest & ditandatangani oleh Bendahara tsb.5% x Rp 2.  Laporan ke KPP menggunakan SPT masa 22 dengan melampirkan SSP PPh Pasal 22 paling lama 14 Maret 2012 .Jawaban  Yg dilakukan Bendahara adalah mengindentifikasi kegiatan tsb apakah pembelian barang atau jasa dan memastikan NPWP rekanan serta menyiapkan formulir perpajakan terkait pencairannya tsb. bendahara memastikan SSP dibuat a.  Terutang PPh Pasal 22 : 1.2 M x 100/110 = Rp 30 juta (rekanan punya NPWP)  Karena LS maka PPh Pasal 22 langsung dipungut KPPN pada tgl 22-2-2012.

& pembayaran lain sebagai imbalan sehubungan dgn pekerjaan yang dilakukan oleh pegawai atau bukan pegawai. 3. jasa. atau kegiatan dengan nama dan dalam bentuk apa pun yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri wajib dilakukan oleh: 1. Bendahara pemerintah yang membayar gaji. Dana pensiun atau badan lain yang membayarkan uang pensiun & pembayaran lain dgn nama apa pun dalam rangka pensiun.PASAL 21 UU PPh Pemotongan pajak atas penghasilan sehubungan dengan pekerjaan. 4. jasa. & pembayaran lain sehubungan dgn pekerjaan. honorarium. Penyelenggara kegiatan yang melakukan pembayaran sehubungan dengan pelaksanaan suatu kegiatan. atau kegiatan. tunjangan. Badan yang membayar honorarium atau pembayaran lain sebagai imbalan sehubungan dengan jasa termasuk jasa tenaga ahli yang melakukan pekerjaan bebas. tunjangan. dan 5. honorarium. 2. Pemberi kerja yang membayar gaji. upah. . upah.

BAGAIMANA KETENTUAN PEMOTONGAN PPh PASAL 21 BAGI BENDAHARA PEMERINTAH ? Penghasilan Yang Dibayarkan oleh Bendahara YANG DIBEBANKAN KEPADA KEUANGAN NEGARA/DAERAH PEJABAT NEGARA/PNS/ ANGGOTA TNI DAN POLRI/ PENSIUNAN SELAIN PEJABAT NEGARA/PNS/ ANGGOTA TNI DAN POLRI/ PENSIUNAN Jenis Penghasilan PENGHASILAN TERATUR PENGHASILAN TIDAK TERATUR .

GAJI KEHORMATAN. UANG LEMBUR. IMBALAN PRESTASI KERJA.PENGHASILAN YANG DITERIMA PEJABAT NEGARA/PNS/ANGGOTA TNI & POLRI/PENSIUNAN Penghasilan Yang Diterima PEJABAT NEGARA ANGGOTA TNI & POLRI PNS PENSIUNAN*) YANG DIBEBANKAN KEPADA KEUANGAN NEGARA/DAERAH PENGHASILAN TERATUR PENGHASILAN TIDAK TERATUR GAJI. UANG PENSIUN. SEJUMLAH PPh YG DIKENAKAN TARIF UMUM *) TERMASUK JANDA/DUDA.21 . DAN TUNJANGAN LAINNYA HONORARIUM. UANG SIDANG. DAN IMBALAN LAIN DENGAN NAMA APAPUN PPh Ps. DAN / ATAU ANAKANAKNYA DIPOTONG PPh Ps. 21 DITANGGUNG PEMERINTAH. UANG HADIR.

BRUTO MAKS Rp 6.GAJI . TETAP (TASPEN = 8%) HONORARIUM. BRUTO PTKP DIKURANGI PENGHASILAN NETO TARIF PS.000.III.-/ THN ATAU Rp 500. BRUTO UTK GOL.BIAYA JABATAN. SERTA PEJABAT NEGARA Berlaku 1-1-2011 JIKA WP TDK MEMILIKI NPWP MAKA TARIFNYA 20% LEBIH TINGGI & TAMBAHAN 20% TSB DITANGGUNG SENDIRI PPh-NYA OLEH WP BERSIFAT FINAL & BERLAKU JUGA UTK PENSIUNAN . 21 : • 0% DARI PENGH.-/BLN . PERWIRA TINGGI. PANGKAT PERWIRA PERTAMA. IMBALAN PRESTASI KERJA.IV & PANGKAT PERWIRA MENENGAH.000. DAN IMBALAN LAIN DENGAN NAMA APAPUN YG DITERIMA PEJABAT NEGARA/PNS/TNI-POLRI DIBEBANKAN KPD KEUANGAN NEGARA/DAERAH DIPOTONG PPh Ps.IURAN YG TERIKAT DGN PENGH.I & II. • 15% DARI PENGH.GAJI KEHORMATAN .17 UU PPh PENGHASILAN KENA PAJAK PAJAK TERUTANG DITANGGUNG OLEH PEMERINTAH UTK GOL. 5% DARI PENGH. UANG HADIR.TUNJANGAN YG TERKAIT DIKURANGI: . BRUTO UTK GOL. UANG SIDANG. • 5% DARI PENGH. PANGKAT TAMTAMA & BINTARA.PENGHITUNGAN PPH PASAL 21 UNTUK PEJABAT NEGARA/PNS/TNI-POLRI PENGHASILAN TERATUR PENGHASILAN BRUTO PENGHASILAN TIDAK TERATUR PENGHASILAN BRUTO . UANG LEMBUR.000.

Contoh 2 Rumus : 5% x jumlah bruto penghasilan Parlaungan (PNS Gol.000. .000.000.000.000.Penghitungan PPh Pasal 21bulan : 5% x Rp 2.000.000) = Rp 0..CONTOH PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 Contoh 1 Benny (PNS Gol...000.000. Contoh 3 Rumus : 15% x jumlah bruto penghasilan Sialagan (PNS Gol.Penghitungan PPh Pasal 21 Rumus : 0% x jumlah bruto penghasilan 0% x Rp 1.III C) menerima honorarium sebagai narasumber di Kementerian pendidikan besar Rp 2.IV a) menerima honorarium sebagai anggota Tim di Kementerian Sosial besar Rp 4.II).Penghitungan PPh Pasal 21 : 15% x Rp 4..(final) Bendahara memberikan bukti potong PPh Pasal 21yang final kepada Parlaungan..000.000.000. menerima honorarium sebagai anggota panitia lelang di Kementerian Pendidikan sebesar Rp 1.(final) Walaupun PPh Pasal 21 terutang Rp 0.= Rp 600.000.Bendahara memberikan bukti potong PPh Pasal 21 yang final kepada Sialagan.= Rp 100.. Bendahara tetap memberikan bukti potong PPh Pasal 21 kepada Benny.000.

000.000.480.18.430.760.650.840.000.000.120.PTKP=PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK PTKP BARU Mulai 1-1-2009 SETAHUN (Rp) UNTUK DIRI PEGAWAI (TK/-) UNTUK DIRI PEGAWAI YG KAWIN/NIKAH (K/-) UNTUK PEGAWAI YG KAWIN & MEMILIKI 1 TANGGUNGAN (K/1) UNTUK PEGAWAI YG KAWIN & MEMILIKI 2 TANGGUNGAN (K/2) SEBULAN (Rp) 1.- PTKP MAKSIMAL 3 TANGGUNGAN •PTKP DITENTUKAN BERDASARKAN KEADAAN PADA AWAL TAHUN KALENDER.1.800.000.1.- UNTUK PEGAWAI YG KAWIN & MEMILIKI 3 TANGGUNGAN (K/3) 21.- 15.000.320.000.19. •PTKP BAGI PEGAWAI YG BARU DATANG DAN MENETAP DI INDONESIA DLM BAGIAN TAHUN KALENDER YG NYA DITENTUKAN BERDASARKAN KEADAAN PADA AWAL BULAN DARI BAGIAN TAHUN KALENDER YBS .- 1.540.000.17.000.000.1.160.

TERTULIS DARI PEMERINTAH DAERAH SETEMPAT SERENDAH-RENDAHNYA KECAMATAN BAHWA SUAMI TIDAK MENERIMA/ MEMPEROLEH PENGHASILAN .TANGGUNGAN MAKS 3 ORANG SYARAT: MENUNJUKKAN KET.PTKP UTK KARYAWATI STATUS KAWIN SUAMI TDK MENERIMA/ MEMPEROLEH PENGHASILAN STATUS KAWIN STATUS TDK KAWIN HANYA UTK DIRI SENDIRI .STATUS KAWIN .UTK DIRI SENDIRI SEBAGAI WP .UTK DIRI SENDIRI SEBAGAI WP .TANGGUNGAN MAKS 3 ORANG .

36/2008 ( UU PPh) NO Lapisan Penghasilan S. TARIF UNTUK WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI Pasal 17 ayat (1) a UU No.000. Rp 50.d.Rp500. 2.000.000.s. Rp 250.000. .s.000.Di atas Rp50.d. 3.000.000...000.- Tarif 5% 15% 25% 30% 1.Di atas Rp500.000.000 Di atas Rp250. 4.9.000.d.000.

PNS. ANGGOTA TNI DAN PARA PENSIUNAN YG DIBEBANKAN KEPADA APBN/APBD Penghasilan teratur dan tidak teratur UPAH HARIAN UPAH MINGGUAN UPAH SATUAN UANG SAKU HARIAN UPAH BORONGAN HONORARIUM. PENGHARGAAN. UANG SAKU. HADIAH. FEE. DAN PEMBAYARAN LAIN SBG IMBALAN SEHUBUNGAN DGN PEKERJAAN. DAN KEGIATAN DIPOTONG PPh Psl 21/26 DARI PENGHASILAN BRUTO .PENGHASILAN YANG DITERIMA OLEH PENERIMA PENGHASILAN SELAIN PEJABAT NEGARA. KOMISI. JASA.

) PTKP DIKURANGI PENGHASILAN NETO TARIF PS. TETAP (MIS.17 UU PPh PENGHASILAN KENA PAJAK JIKA WP TDK MEMILIKI NPWP MAKA TARIFNYA 20% LEBIH TINGGI & TAMBAHAN 20% TSB DITANGGUNG SENDIRI PPh-NYA OLEH WP .GAJI/HONOR .PENGHITUNGAN PPH PASAL 21 UNTUK HONORER 1 PENGHASILAN TERATUR PENGHASILAN BRUTO .TUNJANGAN DIKURANGI: IURAN YG TERIKAT DGN PENGH.IURAN PENSIUN.

CONTOH PENGHITUNGAN PPH PASAL 21 UNTUK HONORER
Contoh 1 Enny Malinda D (bukan PNS & status belum menikah serta tanpa NPWP), menerima gaji sebagai pegawai hononer di Dinas Pendidikan Kota medan sebesar Rp 1.500.000,- tiap bulan tanpa ada iuran ke Jamsostek Penghitungan PPh Pasal 21 Rumus : Jumlah Penghasilan ruto setahun – (iuran pensiun + PTKP) x Tarif Pasal 17 ayat (1) a Penghasilan bruto setahun 1.500.000,- x 12 Rp 18.000.000,Pengurang : -Iuran Pensiun Rp 0 -PTKP Statusnya Tidak Kawin tanpa tanggungan (TK/0) Rp 15.840.000,- _ Penghasilan Kena Pajak Rp 2.160.000,PPh Pasal 21 terutang : 5% x 120% x Rp 2.160.000,- = Rp 129.600 PPh pasal 21 tiap bulannya : Rp 129.600 : 12 = Rp 10.800,Contoh 2 Benny Ariel (status TK/0) menerima gaji tiap bulan sebagai honorer sebesar Rp 1.000.000,- / tiap bulan Di SLB Banda Aceh. Penghitungan PPh Pasal 21 Penghasilan bruto setahun 1.000.000,- x 12 Rp 12.000.000,Pengurang : PTKP Tidak Kawin tanpa tanggungan (tk/0) Rp 15.840.000,- _ Dit.P2Humas 29 Penghasilan Kena Pajak Rp 0,PPh Pasal 21 tidak terutang Rp 0

2

Penghitungan PPh Pasal 21
ATAS PENGHASILAN BERUPA UPAH HARIAN, MINGGUAN, SATUAN, BORONGAN, DAN UANG SAKU HARIAN

Tdk termasuk Honorarium atau Komisi yg diterima Penjaja barang & Petugas dinas luar

DIBAYAR HARIAN
TIDAK LEBIH DARI Rp 150.000,LEBIH DARI Rp 150.000,DIKURANGI Rp 150.000,TIDAK DIPOTONG PPh Ps.21 DIPOTONG PPh TARIF 5%

PADA SAAT TELAH MELEBIHI Rp 1.320.000 DALAM SATU BULAN KALENDER

DIKURANGI PTKP HARIAN SEBENARNYA +
Iuran Jaminan Hari Tua/ Iuran Tunjangan Hari Tua yg dibayarkan ke Jamsostek, bila diwajibkan

TARIF 5%

JIKA PENGHASILAN KUMULATIF DLM 1 BLN < Rp 6.000.000 JIKA PENGHASILAN KUMULATIF DLM 1 BLN > Rp 6.000.000

PKP
TARIF Psl 17 AYAT (1) huruf a

JIKA WP TDK MEMILIKI NPWP MAKA TARIFNYA 20% LEBIH TINGGI

DIPERHITUNGKAN PPh Ps.21 YANG TELAH DIPOTONG

CONTOH PENGHITUNGAN PEGAWAI HARIAN, TENAGA HARIAN LEPAS PENERIMA UPAH SATUAN/BORONGAN
Polan (belum menikah) pada bulan Juli 2009 bekerja selama 11 hari kerja pada sebagai upah harian pada penambahan ruang SD Negeri 007 Jakarta Utara dengan menerima upah sebesar Rp140.000,00 per hari.  PPh Pasal 21 terutang: Penghasilan per hari Batas penghasilan bruto yang tidak dikenakan PPh atas upah Sehingga tidak terutang PPh Pasal 21 Rp140.000,00 Rp150.000,00

Pada hari ke-10 dalam bulan Juli (bulan yg sama), Polan telah menerima penghasilan melebihi Rp1.320.000,00, yaitu Rp140.000,00 x 10 = Rp1.400.000,00. Maka PPh Pasal 21 atas penghasilan Polan dihitung sebagai berikut:  PPh Pasal 21 terutang: Penghasilan 10 hari PTKP 10 hari 10 x (Rp15.840.000,00/360) Penghasilan harian terutang PPh Pasal 21 PPh Pasal 21 yg harus dipotong pada hari-10 ( 5% x Rp960.000,00) Rp1.400.000,00 Rp 440.000,00 Rp 960.000,00 Rp 48.000,00

 Apabila Polan juga mendapat upah yg jumlahnya sama pada hari ke-11 maka Pasal 21 yang terutang : 11 x Rp140.000,00 Rp1.540.000,00 PTKP 11 hari {11 x (Rp15.840.000,00/360)} Rp 484.000,00 Penghasilan harian terutang PPh Pasal 21 Rp1.056.000,00 PPh Pasal 21 (5% x Rp1.056.000,00) Rp52.800,00 PPh Pasal 21 yg sudah dipotong s.d hari ke-10 Rp48.000,00 PPh Pasal 21 harus dipotong pada hari ke-11 Rp4.800,00 Apabila Polan tidak memiliki NPWP, maka akan dipotong Bendahara Dit.P2Humas 31 20% lebih tinggi dari tarif 5% atau menjadi dikenakan tarif 6%

DAN UANG SAKU HARIAN DIBAYAR BULANAN DIKURANGI PTKP SEBULAN PKP SEBULAN PKP DISETAHUNKAN X TARIF PPh Ps.17 AYAT (1) huruf a PPh SETAHUN JIKA WP TDK MEMILIKI NPWP MAKA TARIFNYA 20% LEBIH TINGGI PPh SEBULAN . BORONGAN. SATUAN.Penghitungan PPh Pasal 21 ATAS PENGHASILAN BERUPA UPAH HARIAN. MINGGUAN.

PENYANYI. PEMBAWA ACARA. KOMISI. NOTARIS. PENELITI. PERAGAWAN/TI. KONSULTAN. DAN PENERJEMAH. PELUKIS & SENIMAN LAINNYA  OLAHRAGAWAN. PENARI. PENYULUH & MODERATOR  PENGARANG. EKONOMI DAN SOSIAL SERTA PEMBERIAN JASA KPD SUATU PANITIA  PENGAWAS. PELAWAK. KOMISI. PEMAHAT. SUTRADARA.  AGEN IKLAN. BINTANG SINETRON. KOMPUTER DAN SISTEM APLIKASINYA TELEKOMUNIKASI. PENGELOLA PROYEK. BINTANG FILM. DAN IMBALAN SEJENISNYA DGN NAMA & DALAM BENTUK APAPUN YG DIBAYARKAN BERKESINAMBUNGAN DAN MEMENUHI SYARAT* DASAR PENGENAAN & PEMOTONGAN PPh PASAL 21 ADALAH 50% DARI JUMLAH PENGHASILAN BRUTO DASAR PENGENAAN &PEMOTONGAN PPh PASAL 21 ADALAH 50% DARI JUMLAH PENGHASILAN BRUTO DIKURANGI JIKA WP TDK MEMILIKI NPWP MAKA TARIFNYA 20% LEBIH TINGGI DIPOTONG PPH PS. FOTO MODEL. FOTOGRAPHI. PENCERAMAH. DAN IMBALAN SEJENISNYA DGN NAMA & DALAM BENTUK APAPUN YG DIBAYARKAN SECARA TDK BERKESINAMBUNGAN MAUPUN BERKESINAMBUNGAN MENERIMA IMBALAN BERUPA HONORARIUM.  PEMBAWA PESANAN/PENEMU LANGGANAN ATAU YG MENJADI PERANTARA  PENJAJA BARANG DAGANGAN  PETUGAS DINAS LUAR ASURANSI. AKUNTAN. PELATIH. KRU FILM. PENILAI DAN AKTUARIS  PEMAIN MUSIK.3 BUKAN PEGAWAI  TENAGA AHLI (PENGACARA.  PEMBERI JASA DLM SEGALA BDG TERMASUK TEKNIK.  PENASEHAT. FEE. FEE. DOKTER. ELEKTRONIKA.21 DGN TARIF PASAL 17 AYAT (1) HURUF a DARI DASAR PENGENAAN & PEMOTONGAN PPh PASAL 21 PTKP* * SYARATNYA BUKAN PEGAWAI HARUS MEMILIKI NPWP & TDK MENERIMA SUMBER PENGHASILAN LAINNYA . ARSITEK.  DISTRIBUTOR PERUSAHAAN MULTILEVEL MARKETING ATAU DIRECT SELLING & KEGIATAN SEJENIS LAINNYA MENERIMA IMBALAN BERUPA HONORARIUM. PEMAIN DRAMA. PENGAJAR. BINTANG IKLAN.

000.000 x 5% = Rp184.Jika Dr.000 Penghitungan PPh Pasal 21 bulan ke-2 : Rumus : Akumulasi Penghasil Kena Pajak x tarif Pasal 17 ayat (1) huruf a = (Rp 10.000.000.680.000) x 5% = Rp250.000) = Rp300.680..Yg sudah dipotong bulan sebelumnya Rp 184.000 .000 x 5% =Rp 368.000.000 PPh Pasal 21 terutang : Penghasilan Kena Pajak x Tarif Pasal 17 ayat (1) huruf a Rp 3. Rumus : [(50% x jumlah bruto) – PTKP] x Tarif Pasal 17 ayat (1) a Penghitungan PPh Pasal 21 bulan ke-1 : Penghasilan Kena Pajak = (Rp 10. menerima honorarium sebesar Rp 10.000 – Rp 184.000 = Rp 184..000. Slamet tidak punya NPWP 5% x 120% x (50% x Rp 10.000) x 5% =Rp 7.Penghitungan PPh Pasal 21 Rumus : (50% x jumlah bruto) x Tarif Pasal 17 ayat (1) a (50% x Rp 10.000. Slamet Taramandi (bukan PNS).680.000.000.000.sehingga terutang bulan ke-2 adalah : Rp 368. menerima honorarium pembicara di Kemdiknas sebesar Rp 10.Contoh 2 Benny Ganteng (status TK/0) mempunyai NPWP.680.000./ tiap bulan selama 6 bulan sebagai Konsultan di Kemdiknas Benny Ganteng menyatakan dirinya hanya menerima penghasilan dari Kemdiknas saja.000.000 x 50%) – PTKP Penghasilan Kena Pajak = Rp 3.000 x 50%) – PTKP) x tarif Pasal 17 ayat (1) huruf a = (Rp 3.360.CONTOH PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 Contoh 1 Dr.000.000.000 x 50%) – PTKP) + (Rp 10.000 + Rp 3.

4.4 PESERTA KEGIATAN 1.21 DGN TARIF PASAL 17 AYAT (1) HURUF a DARI JUMLAH PENGHASILAN BRUTO UTK SETIAP KALI PEMBAYARAN YG BERSIFAT UTUH & TDK DIPECAH .PELATIHAN & MAGANG. PESERTA/ANGGOTA DALAM SUATU KEPANITIAAN. UANG RAPAT. PESERTA KEGIATAN LAINNYA MENERIMA IMBALAN : UANG SAKU. HONORARIUM. KONFERENSI.SIDANG. PESERTA PENDIDIKAN. 5. PESERTA PERLOMBAAN DALAM SEGALA BIDANG. UANG REPRESENTASI. 3. 2. PESERTA RAPAT.PERTEMUAN DAN KUNJUNGAN KERJA. HADIAH DAN PENGHARGAAN DIPOTONG PPH PS.

+ Total PPh terutang Rp4. LLM (memiliki NPWP-bukan PNS) menerima uang rapat sebagai peserta rapat di Kemdiknas sebesar Rp1.500.000. maka atas uang rapat yang diterima dipotong PPh Pasal 21 sebesar : Rumus : Jumlah Bruto x Tarif pasal 17 ayat (1) huruf a x 120% Rp1.000.000.000..Jika Benny Ganteng tidak memiliki NPWP.000.000 x 15% = Rp1.000.000.Penghitungan PPh Pasal 21 : Rumus : Jumlah bruto x Tarif Pasal 17 ayat (1) a Rp1.500.000.000 x (5% x 120%) =Rp60.000.000.Penghitungan PPh Pasal 21 : Rp50.Rp10.000.- .000.000 Contoh 2 Jumna (punya NPWP) adalah peserta perlombaan karya tulis menerima hadian sebesar Rp 60.000.000 x5% = Rp2.CONTOH PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 Contoh 1 Benny Ganteng SH.000 x 5% = Rp50.

YG MENJADI DASAR PELAPORAN PPh PSL 21 DAN/ATAU PPh PSL 26 YG TERUTANG UTK SETIAPMASA PAJAK DAN WAJIB MENYIMPAN CATATAN ATAU KERTAS KERJA PERHITUNGAN TSB DALAM HAL TERJADI KELEBIHAN PENYETORAN PPh PSL 21 DAN/PPh PAL 26 YG TERUTANG PADA SUATU BULAN. MENYETOR (PALING LAMA TGL 10 BULAN BERIKUTNYA) & MELAPOR PPh YG TERUTANG SETIAP BULAN KALENDER TERMASUK LAPORAN PENGHITUNGAN PPh YG NIHIL KE KPP/KP2KP (PALING LAMA TGL 20 BLN BERIKUTNYA) MEMBUAT CATATAN ATAU KERTAS KERJA PERHITUNGAN PPh PSL 21 UTK MASING2 PENERIMA PENGHASILAN.KEWAJIBAN BENDAHARA PEMOTONG PPh PASAL 21 MENDAFTARKAN DIRI UNTUK MENDAPATKAN NPWP MENGHITUNG.KELEBIHAN TSB DAPAT DIPERHITUNGKAN DGN PPh PSL 21 DAN/ATAU PPh PASAL 26 YG TERUTANG PADA BLN BERIKUTNYA MELALUI SPT MASA PPh PSL 21 DAN/ATAU PPh PSL 26 MEMBUAT & MEMBERIKAN BUKTI PEMOTONGAN PADA SAAT DILAKUKAN PEMOTONGAN PAJAK MENGAMBIL SENDIRI FORMULIR YG SUDAH DITETAPKAN DALAM PERDIRJEN PAJAK . MEMOTONG.

PENERIMA PENGHASILAN MEMBUAT SURAT PERNYATAAN YG BERISI JUMLAH TANGGUNGAN KELUARGA YG BARU DAN MENYERAHKANNYA KE PEMOTONG PPh PSL 21 DAN/PPh PSL 26 PALING LAMA SEBELU MULAI TAHUN KALENDER BERIKUTNYA .KEWAJIBAN PENERIMA PENGHASILAN YANG DIPOTONG PPh PASAL 21 MEMBUAT SURAT PERNYATAAN YG BERISI JUMLAH TANGGUNGAN KELUARGA PADA AWAL TAHUN KALENDER ATAU PADA SAAT MULAI MENJADI SUBJEK PAJAK DLM NEGERI SBG DASAR PENENTU PTKP PADA SAAT MULAI BEKERJA ATAU MULAI PENSIUN APABILA TERJADI PERUBAHAN TANGGUNGAN KELUARGA.

TATA CARA PEMOTONGAN & PENYETORAN SERTA PELAPORAN PPh PASAL 21 DIPOTONG PADA SETIAP PELAKSANAAN PEMBAYARAN JUMLAH PPh YG TELAH DIPOTONG SELAMA SEBULAN DISETOR PALING LAMA TGL 10* BULAN BERIKUTNYA SETELAH PEMBAYARAN KE BANK PERSEPSI/KANTOR POS DAN GIRO SSP DIISI OLEH & ATAS NAMA BENDAHARA DITANDATANGANI OLEH BENDAHARA LAPOR KE KPP/KP2KP MENGGUNAKAN LAPORAN BULANAN (SPT MASA PPh Psl 21) Dilampiri Daftar Bukti Potong. Bukti Potong &SSP Lihat contoh Fomulir SELAMBAT-LAMBATNYA TGL 20* BULAN BERIKUTNYA SETELAH PEMBAYARAN *apabila jatuh pada hari libur. maka dapat dilakukan pada hari kerja berikutnya .

Imbalan Distributor MLM Imbalan Petugas Dinas Luar Asuransi Imbalan kepada Penjaja Barang Dagangan Imbalan Kepada Tenaga Ahli Honorarium atau Imbalan kepada Anggota Dewan Komisaris atau Dewan Pengawas yang tidak merangkap sebagai Pegawai Tetap 7.000 5 X 50% 250.. 4.000 *) Lihat petunjuk pengisian Perhatian : 1.000. Jumlah Pajak Penghasilan Pasal 21 yang dipotong di atas merupakan Angsuran atas Pajak Penghasilan yang terutang untuk tahun pajak yang bersangkutan.………….Lembar ke-1 untuk : Wajib Pajak Lembar ke-2 untuk : Pemotong Pajak DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK KANTOR PELAYANAN PAJAK ……………………………………. 10. Penarikan Dana Pensiun oleh Pegawai Imbalan kepada Peserta Kegiatan Imbalan kepada Bukan Pegawai yang bersifat berkesinambungan 11. Pemotong Pajak NPWP : Nama : 0 P 1 T 9 8 7 T A 6 I 5 4 N D (5) 3 O N 2 E 1 S I 0 A 0 0 0 M A 2. Jenis Penghasilan Jumlah Penghasilan Bruto (Rp) (3) Tarif lebih tinggi 20% (Tidak BerNPWP) Tarif PPh yang Terutang (Rp) (6) (1) (2) (4) (5) 1.1.. Bonus atau Imbalan Lain kepada Mantan Pegawai 8. Upah Pegawai Tidak Tetap atau Tenaga Kerja Lepas 2. No. Simpanlah bukti pemotongan ini baik-baik untuk diperhitungkan sebagai kredit pajak dalam Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan PPh Orang Pribadi.01 BENTO. 23 APRIL 2009 (4) 250. (1) BUKTI PEMOTONGAN PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 NOMOR : ……………………………………… (2) NPWP Nama Wajib Pajak Alamat : : : d J 0 r L 4 - 5 6 7 - 8 9 0 - 1 2 3 4 - 0 0 0 (3) B A E R N J N U Y N A S I N A L A 2 G 4 A N J A K B A R 0 . 9. 6. Bukti Pemotongan ini dianggap sah apabila diisi dengan lengkap dan benar. Penghasilan kepada Pegawai atau Pemberi Jasa sebagai Wajib Pajak Luar Negeri Jumlah Terbilang : DUA RATUS LIMA PULUH RIBU RUPIAH JAKARTA. Jasa Produksi. Tanda tangan. 5. Tantiem. 3.33.1..000 12. Imbalan kepada Bukan Pegawai yang tidak bersifat berkesinambungan 10. nama dan cap F. (6) .

....... : : : Jenis Penghasilan (2) 07 J L - 823 76 5 - 4 - 5 3 3 - 000 (3) BENNY P (3) S IA LAGAN WO N O S O B O Tarif (4) MERU Y A Jumlah Penghasilan Bruto PPh yang dipotong (5) 2. Pemotong Pajak NPWP Nama : : (5) Wonosobo 17 Februari 12 (4) 30 .. Anggota TNI/ POLRI dan Pensiunan....000...Lembar ke-1 untuk : Wajib Pajak Lembar ke-2 untuk : Pemotong Pajak DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK KANTOR PELAYANAN PAJAK ……………………………………....... Jumlah Pajak Penghasilan Pasal 21 yang dipotong di atas bukan merupakan kredit pajak dalam Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan PPh Orang Pribadi. 20 ……... (6) F.. JUMLAH 1. Uang Pesangon. ....... (1) BUKTI PEMOTONGAN PPh PASAL 21 (FINAL) NOMOR : ……………………………………… 01/BP.1 2 3 7 6 54 5 3 -3 0 0 0 B E N D A HA R A P OK J A P U G P R O P I NS I J A M BI Tanda tangan.1........21/2012 - (2) NPWP Nama Wajib Pajak Alamat No..1.. Tunjangan Hari Tua/Jaminan Hari Tua yang dibayarkan sekaligus.02 ..... Uang Tebusan Pensiun. Honor & Imbalan lain yang dibebankan kepada APBN atau APBD yang diterima oleh PNS...000 15% 150..…………..33. Bukti Pemotongan ini dianggap sah apabila diisi dengan lengkap dan benar... (1) 1..000 ………………………………………………………………………………………………………………… Terbilang : Seratus lima puluh ribu rupiah *) Lihat petunjuk pengisian ………………….. …………………….. 2.. nama dan cap Perhatian : 1.........

30. 29. 20. 27. 23. 25. 2. 10.Departemen Keuangan RI Direktorat Jenderal Pajak DAFTAR BUKTI PEMOTONGAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 (TIDAK FINAL) Bukti Pemotongan Masa Pajak (Bulan/Tahun) 02 / 2 0 12 No (1) NPWP (2) Nama Wajib Pajak (3) Nomor (4) Tanggal (5) Jumlah Objek PPh Pasal 21 dan/atau Pasal 26 (6) PPh Pasal 21 dan/atau Pasal 26 yang Dipotong (7) 1. DAPAT DIBUAT SENDIRI SESUAI DENGAN BENTUK INI . 28. 21. 24. 7. 5. 4. 8. 14. 11. 12. 19. 26. 9. 13. 6. 17. 18. 16. 3. 22. 15. Jumlah Halaman ke dari halaman JIKA FORMULIR INI TIDAK MENCUKUPI.

10. 20. Jumlah Halaman ke dari halaman 07. 3.000 JIKA FORMULIR INI TIDAK MENCUKUPI. 16. 21. 6. 27. 8. 24. 7. 22. 26. 28.000. 4.000 150. 5. 29. 13.823. 12. DAPAT DIBUAT SENDIRI SESUAI DENGAN BENTUK INI . 19.4-533000 BENNY P SIALAGAN 01/BP. 15. 9.21/2012 7-2-2012 1.Departemen Keuangan RI Direktorat Jenderal Pajak DAFTAR BUKTI PEMOTONGAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 (FINAL) Bukti Pemotongan Masa Pajak (Bulan/Tahun) 02 / 2 0 12 PPh Pasal 21dan/atau Pasal 26 yang Dipotong (7) No (1) NPWP (2) Nama Wajib Pajak (3) Nomor (4) Tanggal (5) Jumlah Objek PPh Pasal 21 dan/atau Pasal 26 (6) 1. 30. 23. 17. 18. 2.765. 14. 25.000 150. 11.

P enyetoran dengan SSP P h P P asal 21 Ditanggung P emerintah 25b. Bonus atau Imbalan Lain P egaw ai yang Melakukan P enarikan Dana P ensiun P eserta Kegiatan Bukan P egaw ai yang Menerima P enghasilan yang Bersif at Berkesinambungan Bukan P egaw ai yang Menerima P enghasilan yang Tidak Bersif at Berkesinambungan P egaw ai atau P emberi Jasa sebagai Wajib P ajak Luar Negeri Jumlah Bagian B (Penjumlahan Angka 6 s.d. maka dilanjutkan ke angka 26 dan 27 26 27 28 P h P P asal 21 dan/atau P asal 26 yang Kurang (Lebih) Disetor pada SP yang Dibetulkan T (merupakan pindahan dari Bagian B Angka 25 dari SP yang Dibetulkan) T P h P P asal 21 dan/atau P asal 26 yang Kurang (Lebih) Disetor karena pembetulan (angka 25 – angka 26) Kelebihan setor pada angka 25 atau angka 27 akan dikompensasikan ke Masa P ajak Tahun . November (Diisi hanya pada Masa Pajak Desemb er) STP P h P P asal 21 dan/atau P asal 26 (hanya P okok P ajak) Kelebihan setor P h P P asal 21 dan/atau P asal 26 dari: Masa P ajak Tahun Kalender ------ 23 1 24 25 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Jumlah (angka 21 + angka 22 + angka 23) P h P P asal 21 dan/atau P asal 26 yang Kurang (Lebih) Disetor (angka 20 – angka 24) 25a.Departemen Keuangan RI Direktorat Jenderal Pajak SPT Masa Pajak Penghasilan Pasal 21 dan/atau Pasal 26 For m ulir ini digunak an untuk m e lapor k an k e w ajiban Pe m otongan Pajak Pe nghas ilan Pas al 21 dan/atau Pas al 26 SPT Normal SPT Pembetulan Ke-____ Tahun Kalender Formulir 20 (Bulan/Tahun) 1721 2 0 1 Masa Pajak 02 / 2 Bagian A – Informasi Identitas Wajib Pajak 1 2 3 4 NPWP Nama WP 3 0 1 2 3 7 6 5 - 4 5 3 3 0 0 0 Alamat No mo r Telepo n BENDAHARA POKJA PUG PROPINSI JAMBI JL SUDIRMAN JAMBI 5435543555 G o l o ng a n P e ne r i ma P e ng ha s i l a n (2 ) 5 A lamat Email Bendaharapokjajambi@yahoo. P enyetoran dengan SSP Jika SP T P embetulan.d.co. Tantiem. 19) P h P P asal 21 dan/atau P asal 26 yang telah Disetor pada Masa P ajak Januari s.id J uml a h P e ng ha s i l a n B r ut o (Rp) (4 ) J uml a h P a j a k T e r ut a ng (Rp) (5) Bagian B – Objek Pajak No (1 ) J uml a h P e ne r i ma P e ng ha s i l a n (3 ) 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 P egaw ai Tetap P enerima P ensiun Berkala P egaw ai Tidak Tetap atau Tenaga Kerja Lepas Distributor MLM P etugas Dinas Luar Asuransi P enjaja Barang Dagangan Tenaga Ahli Anggota Dew an Komisaris atau Dew an P engaw as yang tidak Merangkap sebagai P egaw ai Tetap Mantan P egaw ai yang Menerima Jasa P roduksi.

15 da n 16 PMK 252/PMK. penja ja ba ra ng da ga nga n ya ng tida k bers ta tus pega wa i a ta u penerima pengha s ila n la innya ya ng menerima pengh Sya ra t ba gi penerima pengha s ila n buka n pega wa i untuk menda pa tka n pengura nga n PTKP ya itu ora ng priba di buka n pega wa i penerima pengha s ila n ters ebut ha rus memiliki NPWP (untuk wa nita ka win. 10.d 30) 30 31 1 1. Pega wa i tida k teta p a ta u tena ga kerja lepa s ya ng diba ya rka n s eca ra bula na n. Pes erta kegia ta n s etia p ka li menerima pemba ya ra n ya ng bers ifa t utuh da n tida k dipeca h. 3. Na mun ketentua n ini tida k berla ku jika pengha s ila n bruto ini tela h melebih PEMOTONGAN PPh PASAL 21 YANG TIDAK MEMILIKI NPWP Ata s pengha s ila n ya ng diba ya rka n kepa da pega wa i da n buka n pega wa i ya ng tida k memiliki NPWP. ta ntiem. saya menyatakan bahw a apa yang telah saya beritahukan di atas beserta lampiran-lampirannya adalah benar. (Pa s a l 13.00 s eta hun a ta u Rp 200. Anggota dewa n komis a ris a ta u dewa n penga wa s ya ng tida k mera ngka p s eba ga i pega wa i teta p ya ng menerima a ta u memperoleh honora rium a ta u imba la n ya ng bers ifa t tida k tera tur.000. 2. upa h s a tua n.03/2008) BATAS UPAH HARIAN YANG TIDAK DIPOTONG PPh PASAL 21 Ba ta s pengha s ila n bruto ya ng diterima a ta u diperoleh pega wa i ha ria n. P egawai Negeri Sipil. Diisi ole h Pe tuga s x Nama NP WP P MOTONG P JA K (P E A IMP INA N) Kuasa Wajib P ajak SPT Masa Diterima: B E N D A H A R A P O K - J A P U G J A M B I Langsung dari WP Melalui Pos Tang g al (d d / mm/ yyyy) Tand a Tang an 3 0 1 2 3 7 6 5 4 5 3 3 0 0 0 Tanda Tangan Tanggal (dd/mm/yyyy) 15 03 12 ____/_____/____ TARIF PPh PASAL 21 MENGGUNAKAN TARIF PASAL 17 UU PPh ___/___/_____ Da la m ketentua n ba ru ini.000. upa h minggua n.000. Tunjangan Hari Tua atau Jaminan Hari Tua. bonus a ta u imba la n la in ya ng bers ifa t tida k tera tur. 7.150.000.- 150. 4. 8. minggua n da n pega wa i tida k teta p la innya s a mpa i denga n jumla h Rp 150.000.00 s eta hun a ta u Rp 500.sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.Bagian C – Objek Pajak – Final No G o l o ng a n P e ne r i ma P e ng ha s i l a n J uml a h P e ne r i ma P e ng ha s i l a n (3 ) J uml a h P e ng ha s i l a n B r ut o (Rp) (4 ) J uml a h P a j a k T e r ut a ng (Rp) (5) (1 ) (2 ) 29 P enerima Uang P esango n. dikena ka n Pemotonga n PPh Pa s a l 21 denga n ta rif ya ng lebih tinggi 20% da ripa da ta rif ya ng ditera pka n da la m PPh Pa s a l 21.000. s ehingga jumla h PPh ya ng dipotong ta rifnya .00 s ebula n. Ma nta n pega wa i ya ng menerima a ta u memperoleh ja s a produks i.000. gra tifika s i. (Pa s a l 1 PMK 250/PMK. Pes erta progra m pens iun ya ng bers ta tus s eba ga i pega wa i ya ng mela kuka n pena rika n Da na Pens iun.c) Surat Kuasa Khusus/Surat Keterangan Kematian f ) Formulir 1721 – I (Di sa mpa i k a n ha nya pa da M a sa P a j a k Desember ) i) Bagian D – Lampiran x a) Surat Setoran P ajak ____ lembar 1 b) Surat Setoran P ajak P h P P asal 21 DTP d) Daf tar Bukti P emotongan P ajak P enghasilan Tidak Final g) Formulir 1721 – II (D isampaikan hanya pada M asa P ajak t erjadi perubahan P egawai T et ap) x e) Daf tar Bukti P emotongan P ajak P enghasilan Final h) Daf tar Biaya untuk Wajib P ajak yang Tidak Wajib Menyampaikan SP T Tahunan P h Badan (Di sa mpa i k a n P ha nya pa da M a sa P a j a k Bagian E – Pernyataan dan Tanda Tangan Dengan menyadari sepenuhnya akan segala akibatnya termasuk sanksi . Buka n pega wa i ya ng menerima imba la n ya ng berkes ina mbunga n. Buka n pega wa i ya ng menerima pemba ya ra n ya ng bers ifa t tida k berkes ina mbunga n.400.00 s ebula n.00 s eha ri tida k dipotong PPh Pa s a l 21. 6.000. Penerima pens iun ya ng diba ya rka n s eca ra bula na n.000. A nggo ta TNI/P OLRI dan P ensiunan yang M enerima Ho no rarium dan Imbalan Lain yang Dibebankan Kepada Keuangan Negara/Daerah Jumlah B agian C (P enjumlahan A ngka 29 s. 14. Pega wa i tida k teta p a ta u tena ga kerja lepa s berupa upa h ha ria n. dis tributor MLM a ta u direct s elling. lengkap dan jelas. Uang M anfaat P ensiun. upa h boronga n da n ua ng s a ku ha ria n ya ng tida k diba ya rka n s eca ra bula na n. Pega wa i teta p. Bia ya Pens iun diteta pka n s ebes a r 5% da ri pengha s ila n bruto denga n jumla h s etinggi-tingginya Rp 2. ma ka s ua minya ha rus memiliki NPWP) da n memberika n fotokopi ka rtu NPW BIAYA JABATAN Bia ya Ja ba ta n diteta pka n s ebes a r 5% da ri pengha s ila n bruto denga n jumla h s etinggi-tingginya Rp 6.000. dan P embayaran Lain Sejenis yang Dibayarkan Sekaligus P ejabat Negara.03/2008) PTKP BAGI PENERIMA PENGHASILAN BUKAN PEGAWAI PTKP Ba gi ora ng priba di buka n Pega wa i s eperti petuga s dina s lua r a s ura ns i ya ng tida k bers ta tus s eba ga i pega wa i. ta rif pemotonga n PPh Pa s a l 21 a da la h denga n mengguna ka n ta rif Pa s a l 17 a ya t (1) huruf a UU PPh a ta s pengha s ila n ya ng diterima oleh: 1. 5. 9.

10. 17. 3. 7. 11. 20) Pegawai Tetap dan Penerima Pensiun atau THT/JHT yang Penghasilan Netonya tidak Melebihi PTKP ……. 8. 13.Contoh Formulir yg dilampirkan hanya pada masa Desember Departemen Keuangan RI Direktorat Jenderal Pajak DAFTAR BUKTI PEMOTONGAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 UNTUK PEGAW AI TETAP DAN PENERIMA PENSIUN BERKALA 1721 . DAFTAR PEGAW AI TETAP DAN PENERIMA PENSIUN ATAU THT/JHT YANG PENGHASILAN NETONYA MELEBIHI PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK (PTKP) Pe ngha sila n Bruto (Rupia h) (4) No (1) NPW P Na ma W a jib Pa ja k PPh Pa sa l 21 da n/a ta u Pa sa l 26 Te ruta ng (Rupia h) (5) (2) (3) 1. C.I Tahun Kalender 2 0 A. A1. 4. 20. Jumlah (A1 + B) Dit. Pegawai Tetap dan Penerima Pensiun atau THT/JHT yang Penghasilan Netonya Melebihi PTKP (jumlah nomor 1 s. 6. 19.d. 5. 16. 18. 2. 15. 12. B. 14. 9.P2Humas Orang 46 .

Dipotong dan dilunasi dengan SSP 23. PPh PASAL 21 TERUTANG 22. Dipotong dan dilunasi dengan SSP PPh Pasal 21 Ditanggung Pemerintah 22b. JENIS KELAMIN DAN KARYAWAN ASING JUMLAH TANGGUNGAN KELUARGA UNTUK PTKP JABATAN : : : K / KAWIN TK/ TIDAK KAWIN HB/ LAKI-LAKI PEREMPUAN KARYAWAN ASING MASA PEROLEHAN PENGHASILAN: S. 9. DIPOTONG DARI PEMBAYARAN GAJI DIPERHITUNGKAN DENGAN PPh PASAL 21 BULAN BULAN TAHUN 24 TAHUN B. DAN THR JUMLAH PENGHASILAN BRUTO (7 + 8) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 • PENGURANGAN : 10. 5. YANG LEBIH DIPOTONG (22 .13) 15. PPh PASAL 21 ATAS PENGHASILAN KENA PAJAK SETAHUN/DISETAHUNKAN 20. RINCIAN PENGHASILAN DAN PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 SEBAGAI BERIKUT : • RUPIAH PENGHASILAN BRUTO : 1. JUMLAH PENGHASILAN NETO (9 .d. 11. 7. GRATIFIKASI.17) 19. BIAYA JABATAN / BIAYA PENSIUN ATAS PENGHASILAN PADA ANGKA 7 BIAYA JABATAN / BIAYA PENSIUN ATAS PENGHASILAN PADA ANGKA 8 IURAN PENSIUN ATAU IURAN THT/ JHT JUMLAH PENGURANGAN (10 + 11 + 12) 10 11 12 13 • PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 : 14. 3.22) 23 14 15 16 17 18 19 20 21 22 22a 22b b. JUMLAH PENGHASILAN NETO UNTUK PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 (SETAHUN/DISETAHUNKAN) 17. TANDA TANGAN DAN CAP PERUSAHAAN PEMOTONG PAJAK KUASA (tempat) TGL BLN THN TANDA TANGAN DAN CAP PERUSAHAAN NAMA LENGKAP NPWP 47 JIKA FORMULIR INI TIDAK MENCUKUPI. 8. 12. YANG KURANG DIPOTONG (21 .Contoh Formulir yg wajib dibuat Pemotong tetapi tidak perlu disampaikan dalam SPT Masa FORMULIR 1721 . DAPAT DIBUAT SENDIRI SESUAI DENGAN BENTUK INI . BONUS. JUMLAH PPh PASAL 21 : a. UANG LEMBUR. PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK (PTKP) 18. PENGHASILAN KENA PAJAK SETAHUN / DISETAHUNKAN (16 . DAN SEBAGAINYA HONORARIUM DAN IMBALAN LAIN SEJENISNYA PREMI ASURANSI YANG DIBAYAR PEMBERI KERJA PENERIMAAN DALAM BENTUK NATURA DAN KENIKMATAN LAINNYA YANG DIKENAKAN PEMOTONGAN PPh PASAL 21 JUMLAH (1 s. PPh PASAL 21 DAN PPh PASAL 26 YANG TELAH DIPOTONG DAN DILUNASI 22a.A1 DEPARTEMEN KEUANGAN RI DIREKTORAT JENDERAL PAJAK TAHUN KALENDER BUKTI PEMOTONGAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 BAGI PEGAWAI TETAP ATAU PENERIMA PENSIUN ATAU TUNJANGAN HARI TUA/TABUNGAN HARI TUA/JAMINAN HARI TUA 1. 2. PENGHASILAN NETO MASA SEBELUMNYA 16. 13. b. GAJI / PENSIUN ATAU THT / JHT TUNJANGAN PPh TUNJANGAN LAINNYA. JUMLAH TERSEBUT PADA ANGKA 23 TELAH a. 6) TANTIEM. 6.D A. 2. JASA PRODUKSI. 4.21) 24. Lembar 1 untuk Pegawai Lembar 2 untuk Pemotong Pajak 2 0 NOMOR URUT NPWP PEMOTONG PAJAK NAMA PEMOTONG PAJAK NAMA PEGAWAI ATAU PENERIMA PENSIUN/THT/JHT NPWP PEGAWAI ATAU PENERIMA PENSIUN/THT/JHT ALAMAT PEGAWAI ATAU PENERIMA PENSIUN/THT/JHT : : : : : : : STATUS. PPh PASAL 21 YANG TELAH DIPOTONG MASA SEBELUMNYA 21.

PEJABAT NEGARA DAN PENSIUNANNYA 2 0 NOMOR URUT NAMA INSTANSI / BADAN LAIN NPWP BENDAHARA NAMA BENDAHARA NAMA PEGAWAI / PENSIUNAN NIP / NRP NPWP PEGAWAI / PENSIUNAN ALAMAT PEGAWAI / PENSIUNAN : : : : : : : : : PANGKAT / GOLONGAN JABATAN STATUS DAN JENIS KELAMIN JUMLAH TANGGUNGAN KELUARGA UNTUK PTKP MASA PEROLEHAN PENGHASILAN : : : : : K / S. b.16) PPh PASAL 21 TERUTANG PPh PASAL 21 YANG TELAH DIPOTONG DAN DILUNASI JUMLAH PPh PASAL 21 : a.A2 DEPARTEMEN KEUANGAN RI DIREKTORAT JENDERAL PAJAK 1. JUMLAH PENGHASILAN NETO (10 .19) 20 14 15 16 17 18 19 YANG LEBIH DIPOTONG (19 . DAPAT DIBUAT SENDIRI SESUAI DENGAN BENTUK INI 48 .13) JUMLAH PENGHASILAN NETO UNTUK PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 (SETAHUN/DISETAHUNKAN) PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK (PTKP) PENGHASILAN KENA PAJAK SETAHUN / DISETAHUNKAN (15 .D KAWIN TK/ TIDAK KAWIN HB/ LAKI-LAKI PEREMPUAN RIN A. 20. 5. 9) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 • PENGURANGAN 11. YANG KURANG DIPOTONG (18 . 10. 18. 2. 16. • PEGAWAI TERSEBUT : DIPINDAHKAN PINDAHAN BARU PENSIUN TANDA TANGAN BENDAHARA (Tempat) TGL BLN THN Tanda Tangan dan Cap BENDAHARA NAMA NIP/NRP : : JIKA FORMULIR INI TIDAK MENCUKUPI. 4.D. 7. 12. BIAYA JABATAN / BIAYA PENSIUN IURAN PENSIUN ATAU IURAN THT JUMLAH PENGURANGAN (11 + 12) 11 12 13 • PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 : 14. RINCIAN PENGHASILAN DAN PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 SEBAGAI BERIKUT : • RUPIAH PENGHASILAN BRUTO : 1. 19. 17. GAJI POKOK / PENSIUN TUNJANGAN ISTERI TUNJANGAN ANAK JUMLAH GAJI DAN TUNJANGAN KELUARGA ( 1+2+3 ) TUNJANGAN PERBAIKAN PENGHASILAN TUNJANGAN STRUKTURAL / FUNGSIONAL TUNJANGAN BERAS TUNJANGAN KHUSUS TUNJANGAN LAIN-LAIN JUMLAH PENGHASILAN BRUTO ( 4 S. C.Contoh Formulir yg wajib dibuat Pemotong tetapi tidak perlu disampaikan dalam SPT Masa TAHUN KALENDER FORMULIR 1721 . 6. 9. 3.18) B. 2. ANGGOTA TENTARA NASIONAL INDONESIA/POLISI REPUBLIK INDONESIA. 13. 15. 8. Lembar 1 untuk Pegawai Lembar 2 untuk Pemotong Pajak BUKTI PEMOTONGAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 BAGI PEGAWAI NEGERI SIPIL.

Pegawai yang Baru Memiliki NPWP Tanggal Terdaftar (3) No (1) NPWP (2) Nama Wajib Pajak (4) 1. 3. K/I. 4. 3. 2. 2.II DAFT AR PERUBAHAN PEGAWAI T ET AP M ASA PAJAK (Bulan/Tahun ) Direktorat Jenderal Pajak / 2 0 A. K. 4.Contoh Formulir yg hanya dilaporkan pada saat Pegawai Tetap yg keluar atau masuk dan/atau ada Pegawai yg baru memiliki NPWP Departemen Keuangan RI 1721 . HB) (4) Jum lah Tanggungan (5) (1) (2) (3) 1. 5. 2. 5. Pegawai Tetap yang Keluar Penghasilan Bruto (Rupiah) (4) No (1) NPWP Nama Wajib Pajak PPh Pasal 21 Dan/Atau Pasal 26 Terutang (Rupiah) (5) (2) (3) 1. B. DAPAT DIBUAT SENDIRI SESUAI DENGAN BENTUK INI . C. 5.P2Humas 49 JIKA FORMULIR INI TIDAK MENCUKUPI. PH. 4. Pegawai Tetap yang Masuk Status Karyaw an No NPWP Nama Wajib Pajak (TK. Halaman ke dari halaman Dit. 3.

Tanggal ……………. …………………………………………………. DIREKTORAT JENDERAL PAJAK (SSP) 7 56 6 LEMBAR 1 0 Untuk Arsip Wajib Pajak NPWP NAMA WP ALAMAT WP : : : 3 3 00 1 2 23 3 4 57 4 8 5 J A 1 32 33 P U G 0 00 J 00 Diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki Bendahara Sekda H B E N D A DKI Jakarta A A R P O K JL.0.……………………………………………………………………………………………... Rp 150.01 .. Cap dan tanda tangan Nama Jelas : …………………………………….……. ..…………...……………………………………………………………………………………………………………………………….32.……………………………………….2.. Kode Akun Pajak 4 Kode Jenis Setoran Uraian Pembayaran : …………………………………………….…………………..…………………….……………………………………….000.…………….……………………………….……………………………………….....……………………………………………………………………………………………………………………………….40-42 Jakarta Selatan JL SUDIRMAN JAMBI A M B I ………….………………….... NOP ALAMAT OP : : Diisi sesuai dengan Nomor Objek Pajak ………….Pajak Untuk Pembangunan Bangsa " Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran F.……………...000 Diterima oleh Kantor Penerima Pembayaran Tanggal …………………………………………… Cap dan tanda tangan Wajib Pajak/Penyetor ……………………………….. sesuai dengan pembayaran untuk masa yang berkenaan 2 / / 0 1 Diisi Tahun terutangnya Pajak 1 2 Nomor Ketetapan : / / Diisi sesuai Nomor Ketetapan : STP.…………………………………………………………………………………………….SURAT SETORAN PAJAK DEPARTEMEN KEUANGAN R. Pemotongan PPh Pasal 21 atas honor panitia lelang komputer …………………………………………….…………………………………………………… 1 1 1 2 1 1 0 0 Masa Pajak Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Tahun Pajak x Beri tanda silang (x) pada kolom bulan.I..…………………………………………………………………………………………….…………………….000.…………………………………………………… ……………………………………………. Nama Jelas : Marihot Sialagan " Terima kasih Telah Membayar Pajak ..……...Diisi dengan rupiah penuh Terbilang : Lima juta rupiah …………………………………………………. ………….……………………. SKPKBT Jumlah Pembayaran : Rp5. Gatot Subroto Kv. SKPKB..

Pada tanggal 22 Februari 2012 juga membayar honor narasumber tentang informasi kepabeanan dari Ditjen Bea Cukai (Pak Adi Golongan III d dan tidak memiliki NPWP) dengan jumlah honor Rp 1.500.000 (sepuluh juta rupiah) pada tgl 2 Februari 2012.444.Pertanyaannya : 1.555.Kasus II Bendahara Pengeluaran Kemperin (NPWP 20. Dilaporkan dengan menggunakan apa dan dimana dilaporkan (buat laporannya)? . tidak memiliki NPWP dan mempunyai 2 orang anak) dengan nilai Rp10.000. Apa yang harus dilakukan Bendahara Pengeluaran tersebut? 2 berapa besar PPh yang terutang ? (buat cara penghitungannya).000. 3 Formulir apa yang digunakan terkait pembayaran ke narasumber (isi formulir dengan lengkap)? 4 Disetorkan ke mana dan tanggal berapa ? 5.6-524.000) membayar honor narasumber ahli IT dari Universitas Binus (Melinda.

5 juta = Rp 75. Terutang PPh Pasal 21 Utk Narasumber dari Gunadarma : (50% x Rp 10 juta) x 5% x 120% = Rp 250 ribu (penerima tdk punya NPWP) Utk narasumber dari Bea Cukai : 5% x Rp 1. Dilaporkan paling lama tgl 20 maret 2012 dgn menggunakan spt masa pasal 21 .Jawaban  Yg dilakukan Bendahara adalah mengindentifikasi     kegiatan tsb apakah pembelian barang atau jasa dan memastikan NPWP rekanan serta menyiapkan formulir perpajakan terkait pencairannya tsb. Disetor paling lama tgl 10 Maret 2012 dengan 1 SSP (digabung pajak dari 2 narasumber tsb) ke bank/kantor pos.000 Bendahara membuat bukti potong PPh Pasal 21 final dan non final dan memberikan bukti potong tsb ke masing2 narasumber.

PASAL 23 UU PPh
Atas penghasilan tersebut di bawah ini dengan nama dan dalam bentuk apa pun yang dibayarkan, disediakan untuk dibayarkan, atau telah jatuh tempo pembayarannya oleh badan pemerintah, subjek pajak badan dalam negeri, penyelenggara kegiatan, bentuk usaha tetap, atau perwakilan perusahaan luar negeri lainnya kepada Wajib Pajak dalam negeri atau bentuk usaha tetap, dipotong pajak oleh pihak yang wajib membayarkan: a. sebesar 15% (lima belas persen) dari jumlah bruto atas: 1.dividen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf g; 2.bunga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf f; 3.royalti; dan 4.hadiah, penghargaan, bonus, dan sejenisnya selain yang telah dipotong 5.Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) huruf e; b. dihapus; c. sebesar 2% (dua persen) dari jumlah bruto atas: 1. sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta, kecuali sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta yang telah dikenai Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2); dan 2. imbalan sehubungan dengan jasa teknik, jasa manajemen, jasa konstruksi, jasa konsultan, dan jasa lain selain jasa yang telah dipotong Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21.

PEMOTONG PPh PASAL 23/26
Peraturan Menkeu No.244/PMK.03/2008

BENDAHARA PEMERINTAH PUSAT BENDAHARA PEMERINTAH DAERAH

YANG MELAKUKAN PEMBAYARAN ATAS OBJEK PPh Pasal 23

PENGHASILAN YANG DIKENAKAN PEMOTONGAN
PPh PASAL 23
HADIAH DAN PENGHARGAAN SEHUBUNGAN DENGAN KEGIATAN SELAIN YANG TELAH DIPOTONG PPh. 21 SEWA DAN PENGHASILAN LAIN SEHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN HARTA IMBALAN SEHUBUNGAN DENGAN: • JASA TEKNIK; • JASA MANAJEMEN; • JASA KONSULTAN HUKUM, • JASA KONSULTAN PAJAK, • JASA LAIN SELAIN JASA YG TELAH DIPOTONG PPh PSL 21 YANG BERASAL DARI MODAL : • DEVIDEN • BUNGA • ROYALTI

BUNGA DAN ROYALTI SEWA DAN JASA LAINNYA TARIF 15 % TARIF 2% JUMLAH BRUTO DASAR PEMOTONGAN JIKA REKANAN TDK MEMILIKI NPWP MAKA TARIFNYA 100% LEBIH TINGGI . DEVIDEN.TARIF DAN DASAR PEMOTONGAN PPh PASAL 23 HADIAH DAN PENGHARGAAN.

PENYELENGGARA KEGIATAN. dikenakan 2. SUBJEK PAJAK BADAN DALAM NEGERI. DISEDIAKAN UNTUK DIBAYARKAN ATAU TELAH JATUH TEMPO PEMBAYARANNYA OLEH BADAN PEMERINTAH. BENTUK USAHA TETAP. final 4. TIDAK TERMASUK 1. PEMBAYARAN KEPADA PIHAK KEDUA (SBG PERANTARA) UTK SELANJUTNYA kecuali PPh DIBAYARKAN KEPADA PIHAK KETIGA (HARUS DIBUKTIKAN DGN FAKTUR TAGIHAN bersifat DARI PIHAK KETIGA DISERTAI PERJANJIAN TERTULIS ). TUNJANGAN & PEMBAYARAN LAIN SBG IMBALAN SEHUBUNGAN DENGAN PEKERJAAN YG DIBAYARKAN OLEH WP PENYEDIA TENAGA KERJA KEPADA TENAGA KERJA YG MELAKUKAN PEKERJAAN.JUMLAH BRUTO OBJEK PPh PASAL 23 JUMLAH BRUTO ADALAH SELURUH JUMLAH PENGHASILAN DENGAN NAMA DAN DALAM BENTUK APAPUN YANG DIBAYARKAN. PEMBAYARAN ATAS PENGADAAN/PEMBELIAN BARANG ATAU MATERIAL (HARUS Yg telah DIBUKTIKAN DGN FAKTUR PEMBELIAN). PEMBAYARAN GAJI. PEMBAYARAN PENGGANTIAN BIAYA (REIMBURSEMENT) YAITU PENGGANTIAN (konstruksi) PEMBAYARAN SEBESAR JUMLAH YG NYATA-NYATA TELAH DIBAYARKAN OLEH PIHAK KEDUA KEPADA PIHAK KETIGA (HARUS DIBUKTIKAN FAKTUR DGN TAGIHAN ATAU BUKTI PEMBAYARAN DARI PIHAK KEDUA KE PIHAK KETIGA . BERDASARKAN Jasa KONTRAK DGN PENGGUNA JASA (HARUS DIBUKTIKAN DGN KONTRAK DAN DAFTAR Catering PEMBAYARAN GAJI DSB). HONORARIUM. UPAH. & Jasa 2. ATAU PERWAKILAN PERUSAHAAN LUAR NEGERI LAINNYA KEPADA WAJIB PAJAK DALAM NEGERI ATAU BENTUK USAHA TETAP.

Jasa Aktuaris 3. jasa konsultan Dividen. Royalti. Jasa Penilai (appraisal) 2% Jumlah Bruto* 10 bln berikutnya 10 bln berikutnya 10 bln berikutnya 10 bln berikutnya 10 bln berikutnya 10 bln berikutnya 20 bln berikutnya 2. Hadiah Tarif 2% Dasar Penghitungan Jumlah Bruto* Sifat Batas waktu penyetoran 10 bln berikutnya 10 bln berikutnya 10 bln berikutnya Batas waktu pelaporan 20 bln berikutnya 1. Bunga. jasa manajemen. Imbalan Jasa Lain 1.pembukuan dan atestasi laporan keuangan 4. jasa Konstruksi. Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta kecuali Sewa Tanah dan/atau Bangunan 2% Jumlah Bruto* 20 bln berikutnya 3. Jasa Akuntansi. Jasa Perancanag (design) 5. Jasa pengeboran (drilling) di bidang penambangan migas.kecuali yg dilakukan BUT 6.Objek Pemotongan PPh Pasal 23 No 1 Objek jasa teknik. Jasa penunjang di bidang penambangan Migas 2% 2% Jumlah Bruto* Jumlah Bruto* 20 bln berikutnya 20 bln berikutnya 2% 2% Jumlah Bruto* Jumlah Bruto* 20 bln berikutnya 20 bln berikutnya 2% Jumlah Bruto* 20 bln berikutnya *tidak termasuk PPN  . 15% Jumlah Bruto* 20 bln berikutnya 2.

Jasa penebangan hutan 2% Jumlah Bruto* 10 bln berikutnya 10 bln berikutnya 10 bln berikutnya 10 bln berikutnya 10 bln berikutnya 10 bln berikutnya 10 bln berikutnya 10 bln berikutnya 10 bln berikutnya 20 bln berikutnya 20 bln berikutnya 20 bln berikutnya 20 bln berikutnya 20 bln berikutnya 20 bln berikutnya 20 bln berikutnya 20 bln berikutnya 20 bln berikutnya 2% Jumlah Bruto* 2% Jumlah Bruto* 10. Jasa pengelolaan limbah 2% Jumlah Bruto* 11. Jasa perantara atau keagenan 2% Jumlah Bruto* 2% Jumlah Bruto* 13. Jasa kostodian/penyimpanan/penitipan. Jasa pengisian suara (dubbing dan/atau sulih suara 2% Jumlah Bruto* 2% Jumlah Bruto* 2% Jumlah Bruto* *tidak termasuk PPN  . kecuali yg dilakukan KSEI 15. kecuali yg di lakukan Bursa Efek. KSEI dan KPEI 14. Jasa penambangan dan jasa penunjang di bidang penambangan selain migas 8. Jasa di bidang perdagangan suratsurat berharga. Jasa penunjang di bidang penerbangan dan bandar udara 9. Jasa penyediaan tenaga kerja (outsourcing service) 12.Objek Pemotongan PPh Pasal 23 No Objek Tarif Dasar Penghitungan Sifat Batas waktu penyetoran …lanjutan Batas waktu pelaporan 7.

Jasa perawatan/perbaikan /pemeliharaan mesin. pemeliharaan dan perbaikan 18. listrik. peralatan. Jasa maklon 2% Jumlah Bruto* 20 bln berikutnya 2% Jumlah Bruto* 20 bln berikutnya 2% Jumlah Bruto* 10 bln berikutnya 20 bln berikutnya 2% Jumlah Bruto* 10 bln berikutnya 10 bln berikutnya 20 bln berikutnya 21. peralatan. selain yg dilakukan oleh Wajib Pajak yg ruang lingkupnya di bidang konstruksi dan mempunyai izin dan/atau sertifikat sbg pengusaha konstruksi 19. termasuk perawatan. air. air. telepon. AC. AC. gas. gas. Jasa mixing film Objek Tarif 2% Dasar Penghitungan Jumlah Bruto* Sifat Batas waktu penyetoran 10 bln berikutnya 10 bln berikutnya 10 bln berikutnya …lanjutan Batas waktu pelaporan 20 bln berikutnya 17. alat transportasi/kendaraan dan/atau bangunan. Jasa sehubungan dengan software komputer. dan/atau TV Kabel. Jasa penyelidikan dan keamanan 2% Jumlah Bruto* 20 bln berikutnya *tidak termasuk PPN  .Objek Pemotongan PPh PPh Pasal 23 Pasal 23 No 16. selain yg dilakukan Wajib Pajak yg ruang lingkupnya di bidang konstruksi dan mempunyai sertifikat sbg pengusaha konstruksi 20. Jasa instalasi/pemasangan mesin. dan/atau TV Kabel. listrik telepon.

Jasa katering atau tata boga 2% Jumlah Bruto* 10 bln berikutnya 20 bln berikutnya *tidak termasuk PPN . Jasa pembasmi hama 2% Jumlah Bruto* 10 bln berikutnya 20 bln berikutnya 2% Jumlah Bruto* 10 bln berikutnya 20 bln berikutnya 26. Jasa kebersihan atau cleaning service 2% Jumlah Bruto* 10 bln berikutnya 20 bln berikutnya 27.Objek Pemotongan PPh Pasal 23 No Objek Tarif Dasar Penghitungan Sifat Batas waktu penyetoran Batas waktu pelaporan 22. Jasa penyediaan tempat dan/atau waktu dalam media masa. Jasa pengepakan 2% Jumlah Bruto* 20 bln berikutnya 24. media luar ruang atau media lain untuk penyampaian informasi 25. Jasa penyelenggara kegiatan 2% Jumlah Bruto* 10 bln berikutnya 10 bln berikutnya 20 bln berikutnya 23.

TIDAK TERMASUK JASA PERHOTELAN SEHINGGA JASA PERHOTELAN BUKAN OBJEK PEMOTONGAN PPh PASAL 23 .PENGHASILAN DARI SEWA PENGHASILAN YG DIPEROLEH SEHUBUNGAN DGN PENGGUNAAN HARTA GERAK DAN/ATAU TAK GERAK ADANYA KESEPAKATAN UNTUK MEMBERIKAN HAK MENGGUNAKAN HARTA SELAMA JANGKA WAKTU TERTENTU DENGAN PERJANJIAN BAIK TERTULIS MAUPUN TIDAK TERTULIS SEHINGGA HARTA TERSEBUT HANYA DAPAT DIGUNAKAN OLEH PENERIMA HAK SELAMA JANGKA WAKTU YG TELAH DISEPAKATI NB : KRITERIA SEWA & PENGHASILAN LAIN SEHUBUNGAN DGN PENGGUNAAN HARTA SEBAGAIMAN DIATUR DLM SE-35/PJ/2010.

000. maka PPh Pasal 23 terutang : Rp100. Sukses.000.000. (harga yg tertulis di kuitansi) -.000.CONTOH PENGHITUNGAN PPh PASAL 23 Contoh 1 Drs.000. Bendahara Madrasah Negeri Depok menggunakan jasa pemeliharaan komputer Rp 11. maka PPh Pasal 23 terutang : Rp11. Penghitungan PPh Pasal 23 Rumus : Jumlah bruto x 2% Karena harga yg tertulis di kuitansi adalah nilai barang termasuk PPN.000 x 100/110 x 2% x200%= Rp400.000. Penghitungan PPh Pasal 23 Rumus : Jumlah bruto x 2% Karena Catering tidak terutang PPN. maka Rp 100.*Utk mencari harga barang tanpa PPN maka nilai tertera dikuitansi tsb dikalikan 100/110 Apabila rekanan tidak memiliki NPWP. (harga yg tertulis di kuitansi) -.000.000.000.x 100/110 x 2% = Rp 200.000.000.000. Slamet. Bendahara Sekda DKI Jakarta menggunakan jasa catering untuk acara Pilkada dengan total pembayaran Rp 100..x 2% = Rp 2.Contoh 2 Drs.000.000 x 2% x200%= Rp4.000.- .Apabila rekanan tidak memiliki NPWP. maka Rp 11.000.000..

TATA CARA PEMOTONGAN PPh PASAL 23 DILAKUKAN PADA SAAT MEMBAYARKAN PENGHASILAN OLEH BENDAHARA BUKTI PEMOTONGAN 1 2 3 UNTUK REKANAN LAMPIRAN SPT MASA PPh PASAL 23/26 ARSIP BENDAHARA .

TATA CARA PEMOTONGAN PENYETORAN & PELAPORAN PPh PASAL 23 BUKTI PEMOTONGAN DIBUAT SETIAP PEMBAYARAN PEMOTONGAN PPh SELAMA SEBULAN DISETOR KE BANK PERSEPSI ATAU KANTOR POS DGN MENGGUNAKAN SSP YG DIISI & DITANDATANGANI BENDAHARA DISETOR PALING LAMA TGL 10* BULAN BERIKUTNYA SETELAH PEMBAYARAN LAPOR KE KPP/KP2KP MENGGUNAKAN LAPORAN BULANAN (SPT MASA PPh Psl 23) Dilampiri Daftar Bukti Potong. Bukti Potong &SSP Lihat contoh Fomulir SELAMBAT-LAMBATNYA TGL 20 HARI SETELAH BULAN BERIKUTNYA *apabila jatuh pada hari libur. maka dapat dilakukan pada hari kerja berikutnya .

000 Enam puluh ribu rupiah 60.000 x x x B E 3 0 N D A H A 1 2 3 R 7 A 6 5 P O K 4 J A 5 3 P 3 U 0 G 0 J A M B I 0 66 .CONTOH SPT MASA PPH PASAL 23 3 0 1 2 3 7 6 5 4 5 3 3 0 0 0 B E N D A H A R A J L S U D I R M A P O K J A J A M B I N J A M B I JASA CATERING 3.000 60.000.

8-415-000 cv permata catering 01/bp/2012 15/02/2012 3.567.000 60.000.000 60.234.000 B E 3 0 N D A H 1 2 3 A R 7 A 6 P 5 O K 4 J A 5 3 P 3 U G 0 0 J A M B I 0 67 .CONTOH DAFTAR BUKTI POTONG PPH PASAL 23 01.

CONTOH BUKTI POTONG PPH PASAL 23 01/bp/2012 0 J n C v 1 s u d i p e r ma t r 2 3 4.000 Enam puluh ribu rupiah Jambi 3 0 B E N 1 2 D A 3 H A 7 6 R A 15 februari 5 P O 4 K J 5 A 3 12 3 P 0 0 U G 0 MARIHOT SIALLAGAN 68 .000 60.000 60. m a n a c a t e 8 4 1 5 r I n 0 0 g 0 catering 3.000. 5 6 7.

Tanggal …………….…………………….……………………………………………………………………………………………………………………………….. NOP ALAMAT OP : : Diisi sesuai dengan Nomor Objek Pajak …………. Rp 150.……………………………………………………………………………………………... Cap dan tanda tangan Nama Jelas : ……………………………………..…….40-42 Jakarta Selatan JL SUDIRMAN JAMBI A M B I …………...01 .. sesuai dengan pembayaran untuk masa yang berkenaan 2 / / 0 1 Diisi Tahun terutangnya Pajak 1 2 Nomor Ketetapan : / / Diisi sesuai Nomor Ketetapan : STP. SKPKB..…………….……………………………………………………………………………………………………………………………….………….. Kode Akun Pajak 4 Kode Jenis Setoran Uraian Pembayaran : ……………………………………………..……………………………….. Gatot Subroto Kv..…………………………………………………………………………………………….………………….……………………. DIREKTORAT JENDERAL PAJAK (SSP) 7 56 6 LEMBAR 1 0 Untuk Arsip Wajib Pajak NPWP NAMA WP ALAMAT WP : : : 3 3 00 1 2 23 3 4 57 4 8 5 J A 1 32 33 P U G 0 00 J 00 Diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki Bendahara Sekda H B E N D A DKI Jakarta A A R P O K JL.I.. Nama Jelas : Marihot Sialagan " Terima kasih Telah Membayar Pajak . ………………………………………………….000 Diterima oleh Kantor Penerima Pembayaran Tanggal …………………………………………… Cap dan tanda tangan Wajib Pajak/Penyetor ……………………………….…………………………………………………… …………………………………………….2.…………………………………………………… 1 1 1 2 1 4 1 0 0 Masa Pajak Pemotongan PPh pasal 23 atas jasa catering Sep Okt Nov Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Tahun Pajak x Beri tanda silang (x) pada kolom bulan.Pajak Untuk Pembangunan Bangsa " Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran F..Diisi dengan rupiah penuh Terbilang : Lima juta rupiah ………………………………………………….32..…………………….…………….SURAT SETORAN PAJAK DEPARTEMEN KEUANGAN R... …………. SKPKBT Jumlah Pembayaran : Rp5.………………………………………..000..……………………………………….000. Pemotongan PPh Pasal 21 atas honor panitia lelang komputer …………………………………………….………………………………………. ..…………………………………………………………………………………………….0.………………….……....

Pertanyaannya : 1.6-511.000 (empat puluh empat juta rupiah). Dilaporkan dengan menggunakan apa? dimana dilaporkan (buat laporannya? .Kasus III Bendahara mempunyai anggaran pada DIPA (pemeliharaan kendaraan) untuk service 10 kendaraan dinas dengan nilai Rp 44. 3 Apa yg harus dilakukan bendahara setelah mengetahui besar PPh nya? 4. Apa yang harus dilakukan Bendahara ? 2 berapa besar PPh (buat cara penghitungannya).000) dengan nilai kontrak sama dengan nilai DIPA.555. PPh nya disetorkan oleh siapa dan atas nama siapa (isi formulirnya)? 5. Telah ditunjuk pemenangnya PT Asemka (NPWP 01.234.000.

Terutang PPh Pasal 23 2% x Rp 44 juta x 100/110 = Rp800.Jawaban  Yg dilakukan Bendahara adalah     mengindentifikasi kegiatan tsb apakah pembelian barang atau jasa dan memastikan NPWP rekanan serta menyiapkan formulir perpajakan terkait pencairannya tsb.n Bendahara dan disetor sendiri oleh Bendahara ke Bank/kantor pos. Dilaporkan menggunakan spt masa pasal 21 .000 (memiliki NPWP) Bendahara membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23 utk diberikan ke rekanan. Disetor a.

475/KMK.PEMOTONG PPh PASAL 15 Keputusan Menkeu No.416/KMK.64 % FINAL) PEREDARAN BRUTO .2 % (FINAL) TARIF 2.04/1996 Keputusan Menkeu No.04/1996 Keputusan Menkeu No.8 % TARIF 1.04/1996 OLEH BENDAHARA ATAS PENGHASILAN BERUPA SEWA ATAU CARTER TERMASUK SEWA RUANGAN PESAWAT UDARA BAIK UTK ORANG DAN/ATAU BARANG (“SPACE CHARTER”) MILIK PERUSAHAAN PENERBANGAN DALAM NEGERI SEWA ATAU CHARTER UNTUK PENGANGKUTAN ORANG DAN/ATAU BARANG MELALUI KAPAL MILIK PERUSAHAAN PELAYARAN DALAM NEGERI SEWA ATAU CHERTER UNTUK PENGANGKUTAN ORANG DAN/ATAU BARANG MELALUI PESAWAT UDARA DAN KAPAL MILIK PERUSAHAAN PENERBANGAN/ PELAYARAN LUAR NEGERI TARIF 1.417/KMK.

000.000.*Utk mencari harga barang tanpa PPN maka nilai tertera dikuitansi tsb dikalikan 100/110 . Benny . maka Rp 11.000.000.000. (harga yg tertulis di kuitansi) –dari perusahaan penerbangan PT Skype Indonesia.000..000.8% = Rp 180.CONTOH PENGHITUNGAN PPh PASAL 15 Contoh 1 Drs.x 100/110 x 1. Penghitungan PPh Pasal 15 Rumus : Peredaran Bruto x 1.000.8% Karena harga yg tertulis di kuitansi adalah nilai barang termasuk PPN. Bendahara Kementerian Kehutanan mengadakan jasa persewaan helikopter dengan nilai kontrak Rp 11.

Bukti Potong &SSP Lihat contoh Fomulir SELAMBAT-LAMBATNYA TGL 20 HARI SETELAH BULAN BERIKUTNYA *apabila jatuh pada hari libur. maka dapat dilakukan pada hari kerja berikutnya .TATA CARA PEMOTONGAN & PENYETORAN SERTA PELAPORAN PPh PASAL 15 BUKTI PEMOTONGAN DIBUAT SETIAP PEMBAYARAN PEMOTONGAN PPh SELAMA SEBULAN DISETOR KE BANK PERSEPSI ATAU KANTOR POS DGN MENGGUNAKAN SSP YG DIISI & DITANDATANGANI BENDAHARA DISETOR PALING LAMA TGL 10* BULAN BERIKUTNYA SETELAH PEMBAYARAN LAPOR KE KPP/KP2KP MENGGUNAKAN LAPORAN BULANAN (SPT MASA PPh Psl 15) Dilampiri Daftar Bukti Potong.

CONTOH SPT MASA PPH PASAL 15 75 .

CONTOH BUKTI POTONG PPH PASAL 15 PELAYARAN DN 76 .

CONTOH DAFTAR BUKTI POTONG PPH PASAL 15 77 .

CONTOH BUKTI POTONG PPH PASAL 15 PENERBANGAN DN 78 .

000.000..……………...SURAT SETORAN PAJAK DEPARTEMEN KEUANGAN R....………………………………………………………………………………………………………………………………. DIREKTORAT JENDERAL PAJAK (SSP) 4 5 LEMBAR 1 0 Untuk Arsip Wajib Pajak 1 NPWP NAMA WP ALAMAT WP : : : 3 0 2 3 6 7 8 2 3 0 0 Diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki Bendahara Kementerian Kehutanan JL. Gatot Subroto Kv.I. Kode Akun Pajak 4 Kode Jenis Setoran Uraian Pembayaran : …………………………………………….……………. Nama Jelas : Marihot Sialagan " Terima kasih Telah Membayar Pajak .32. SKPKBT Jumlah Pembayaran : Rp5. Diterima oleh Kantor Penerima Pembayaran Tanggal …………………………………………… Cap dan tanda tangan Wajib Pajak/Penyetor ……………………………….…………………………………………………………………………………………….... .40-42 Jakarta Selatan ………….……………………..0.. ………….……………………………………….Diisi dengan rupiah penuh Terbilang : Lima juta rupiah ………………………………………………….. SKPKB... NOP ALAMAT OP : : Diisi sesuai dengan Nomor Objek Pajak …………. …………………………………………………. Tanggal …………….…….2.……………………………………………………………………………………………..Pajak Untuk Pembangunan Bangsa " Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran F....…………………….………………….……………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………….…………………..…………………………………………………… ……………………………………………..……………………………….……………………..01 ..…………………………………………………… Ags Sep Okt Nov Des Tahun Pajak 1 1 1 2 8 4 1 2 Jan Feb Mar Apr Mei Masa Pajak Jun Jul x Beri tanda silang (x) pada kolom bulan.……. Pemotongan PPh Pasal 15 atas jasa persewaan helikopter ……………………………………………. Cap dan tanda tangan Nama Jelas : …………………………………….………….………………………………………..……………………………………………………………………………………………. sesuai dengan pembayaran untuk masa yang berkenaan 2 / / 0 1 1 Diisi Tahun terutangnya Pajak Nomor Ketetapan : / / Diisi sesuai Nomor Ketetapan : STP.

4% DARI JUMLAH BRUTO* UTK YG MEMILIKI KLASIFIKASI USAHA .OBJEK PEMOTONGAN PPh PASAL 4 AYAT (2) YANG BERHUBUNGAN DGN BENDAHARA (BERSIFAT FINAL) Penghasilan dari Persewaan Tanah & atau Bangunan (PP No.3% DARI JUMLAH BRUTO YG MEMILIKI KUALIFIKASI MENENGAH DAN BESAR PERENCANAAN & PENGAWASAN : . 48 Thn 1994 jo. 51 Thn 2008 jo PP No. 29 Thn 1996 Jo.4% DARI JUMLAH BRUTO* UTK TIDAK MEMILIKI KUALIFIKASI USAHA . 132 Thn 2000) Penghasilan dari Jasa Konstruksi (PP No. PP No. PP No. DIPOTONG DGN TARIF 1% JUMLAH BRUTO* KHUSUS UNTUK RUMAH SEDERHANA & RUMAH SUSUN SEDERHANA DIPOTONG DGN TARIF 25% DARI JUMLAH BRUTO* DIPOTONG DGN TARIF PELAKSANAAN : .6% DARI JUMLAH BRUTO* UTK YG TDK MEMILIKI KUALIFIKASI USAHA *jumlah bruto tidak termasuk PPN . DIPOTONG DGN TARIF 5% DARI JUMLAH BRUTO* KECUALI < Rp 60 jt 2.40 Thn 2009) Penghasilan dari Pengalihan Hak atas Tanah &/ Bangunan (PP No.5 Tahun 2002) Penghasilan dari Hadiah Undian (PP No. 71 Thn 2008 ) YANG DIBAYARKAN OLEH BENDAHARA DIPOTONG DGN TARIF 10% DARI JUMLAH BRUTO* 1.2% DARI JUMLAH BRUTO* UTK YG MEMILIKI KUALIFIKASI USAHA KECIL .

OBJEK PPh ATAS PERSEWAAN TANAH DAN ATAU BANGUNAN (PP No. PP No.5 Tahun 2002) PENGHASILAN YG DITERIMA/DIPEROLEH ORANG PRIBADI DARI PERSEWAAN TANAH DAN/ATAU BANGUNAN BERUPA BADAN * TANAH * RUMAH * RUMAH SUSUN * RUMAH TOKO * APARTEMEN * TOKO * KONDOMINIUM * GEDUNG PERKANTORAN/ PERTEMUAN/PERTOKOAN TERMASUK BAGIANNYA * RUMAH KANTOR * GUDANG DAN BANGUNAN INDUSTRI . 29 Thn 1996 Jo.

BIAYA FASILITAS LAINNYA DAN SERVICE CHARGE BAIK YG PERJANJIANNYA DIBUAT SECARA TERPISAH/DISATUKAN 82 . BIAYA KEAMANAN. BIAYA PEMELIHARAAN.BESARNYA TARIF PERSEWAAN TANAH DAN/ATAU BANGUNAN YANG MENYEWAKAN ORANG PRIBADI ATAU BADAN TARIF 10% DARI JUMLAH BRUTO NILAI PERSEWAAN SEMUA JUMLAH YG DIBAYARKAN/TERUTANG OLEH PENYEWA DGN NAMA DAN DALAM BENTUK APAPUN YG BERKAITAN DGN TANAH DAN/ATAU BANGUNAN YG DISEWA TERMASUK : BIAYA PERAWATAN.

000.Sudirman Jakarta dengan nilai kontrak Rp 1.000.x 10% = Rp 10..000..x 100/110 x 10% = Rp 100. maka Rp 1. dari pemilik orang pribadi Penghitungan PPh Pasal 4 ayat (2) Rumus : Jumlah bruto sewa x 10% Rp 100.000.000.100. Nilai kontrak tersebut sudah termasuk biaya perawatannya serta keamanan.Contoh 2 Bendahara Kementerian Keuangan menyewa ruangan untuk kantor di gedung perkantoran di Jl. Penghitungan PPh Pasal 4 ayat (2) Rumus : Jumlah bruto sewa x 10% Karena nilai kontrak termasuk PPN .000.000.- .000.100.000.000.000.CONTOH PENGHITUNGAN PPh PASAL 4 AYAT (2) ATAS PERSEWAAN TANAH DAN/ATAU BANGUNAN Contoh 1 Bendahara Kementerian Kesehetan menyewa bangunan (rumah) untuk mendirikan pos kesehatan dengan nilai kontrak Rp 100. dari pengelolan gedung (berbentuk perusahaan).000.

TATA CARA PEMOTONGAN & PENYETORAN SERTA PELAPORAN PPh PASAL 4 AYAT (2) ATAS PERSEWAAN TANAH DAN/ATAU BANGUNAN BUKTI PEMOTONGAN DIBUAT SETIAP PEMBAYARAN PEMOTONGAN PPh SELAMA SEBULAN DISETOR KE BANK PERSEPSI ATAU KANTOR POS DGN MENGGUNAKAN SSP YG DIISI & DITANDATANGANI BENDAHARA DISETOR PALING LAMA TGL 10* BULAN BERIKUTNYA SETELAH PEMBAYARAN LAPOR KE KPP/KP2KP MENGGUNAKAN LAPORAN BULANAN (SPT MASA PPh Psl 4 AYAT (2) Dilampiri Daftar Bukti Potong. Bukti Potong &SSP Lihat contoh Fomulir SELAMBAT-LAMBATNYA TGL 20 HARI SETELAH BULAN BERIKUTNYA *apabila jatuh pada hari libur. maka dapat dilakukan pada hari kerja berikutnya .

CONTOH SPT MASA PPH PASAL 4 AYAT (2) 85 .

CONTOH DAFTAR BUKTI POTONG PPH PASAL 4 AYAT (2) 86 .

87 .

Diterima oleh Kantor Penerima Pembayaran Tanggal …………………………………………… Cap dan tanda tangan Wajib Pajak/Penyetor ………………………………... Nama Jelas : Marihot Sialagan " Terima kasih Telah Membayar Pajak .…….……………………………………….…………………………………………………… ……………………………………………. sesuai dengan pembayaran untuk masa yang berkenaan 2 / 0 1 1 Diisi Tahun terutangnya Pajak Nomor Ketetapan : / / / Diisi sesuai Nomor Ketetapan : STP.……………... Cap dan tanda tangan Nama Jelas : ……………………………………. …………..Pajak Untuk Pembangunan Bangsa " Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran F.....…………………………………………………… Ags Sep Okt Nov Des Tahun Pajak 1 1 1 2 8 4 0 3 Masa Pajak Jul Jan Feb Mar Apr Mei Jun X Beri tanda silang (x) pada kolom bulan.………………………………………..32..000. .………………….I..……………………………….……………………. DIREKTORAT JENDERAL PAJAK (SSP) 4 5 LEMBAR 1 0 Untuk Arsip Wajib Pajak 1 NPWP NAMA WP ALAMAT WP : : : 3 0 2 3 6 7 8 2 3 0 0 Diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki Bendahara Kementerian Kesehatan JL.…………………….000.………….…………………………………………………………………………………………….01 ..………………………………………..2.40-42 Jakarta Selatan ………….…………….……………………………………………………………………………………………. …………………………………………………..SURAT SETORAN PAJAK DEPARTEMEN KEUANGAN R.0. SKPKB.Diisi dengan rupiah penuh Terbilang : Lima juta rupiah ………………………………………………….…….……………………………………………………………………………………………..……………………………………………………………………………………………………………………………….……………………... Pemotongan PPh Pasal 4 ayata (2) atas persewaan kantor ……………………………………………. Kode Akun Pajak 4 Kode Jenis Setoran Uraian Pembayaran : ……………………………………………. SKPKBT Jumlah Pembayaran : Rp5.. Tanggal …………….………………………………………………………………………………………………………………………………. NOP ALAMAT OP : : Diisi sesuai dengan Nomor Objek Pajak …………...…………………... Gatot Subroto Kv.

WADUK. ATAU . SALURAN IRIGASI.TANGGUL PENANGGULANGAN BANJIR. BANDARA UDARA. 48 THN 1994 JO.PEJABAT YG BERWENANG SEBELUM DILAKUKANNYA PEMBAYARAN/TUKAR MENUKAR TARIF PPh 5%DARI JUMLAH BRUTO NILAI PENGALIHAN BERDASARKAN KEPUTUSAN PEJABAT YBS (BERSIFAT FINAL) *BANGUNAN UTK KEPENTINGAN UMUM YG MEMERLUKAN PERSYARATAN KHUSUS : JALAN UMUM.OBJEK PPh ATAS PENGHASILAN DARI PENGALIHAN HAK ATAS TANAH DAN/ATAU BANGUNAN ( PP No. PP No. 71 THN 2008 ) PENGALIHAN KEPADA PIHAK PEMERINTAH YANG TDK MEMERLUKAN PERSYARATAN KHUSUS* JUMLAH BRUTO NILAI PENGALIHAN Rp 60 jt KEATAS DIPUNGUTOLEH : . BENDUNGAN & BANGUNAN PENGAIRAN LAINNYA. PELABUHAN LAUT/SUNGAI. SALURAN PEMBUANGAN AIR. FASILITAS KESELAMATAN UMUM MIS. SERTA TEMPAT PEMBUANGAN SAMPAH SERTA FASILITAS ABRI (TNI & POLRI) 89 . LAHAR & BENCANA LAINNYA.BENDAHARAWAN.

PEMILIK TANAH DAN/BANGUNAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI PENGALIHAN KEPADA PIHAK PEMERINTAH YANG TDK MEMERLUKAN PERSYARATAN KHUSUS JUMLAH BRUTO NILAI PENGALIHAN KURANG DARI Rp 60 jt PENGHASILAN LAINNYA MELEBIHI PTKP PENGHASILAN LAINNYA TIDAK MELEBIHI PTKP DISETOR SENDIRI DENGAN SSP FINAL KE BANK PERSEPSI ATAU KANTOR POS SELAMBAT-LAMBATNYA AKHIR TAHUN TAKWIM YANG BERSANGKUTAN TIDAK TERUTANG PPh TARIF PPh 5% DARI JUMLAH BRUTO NILAI PENGALIHAN BERDASARKAN KEPUTUSAN PEJABAT YBS (BERSIFAT FINAL) 90 .

PENGALIHAN HAK ATAS TANAH DAN/ATAU BANGUNAN MELALUI LELANG MILIK ORANG PRIBADI ATAS BEBERAPA BIDANG TANAH YG JUMLAH KESELURUHANNYA MENCAPAI Rp 60 jt ATAU LEBIH WALAUPUN TERDAPAT BIDANG TANAH DAN/ATAU BANGUNAN YANG NILAINYA < Rp 60 jt WAJIB MELUNASI PPh 5% DARI NILAI MENURUT RISALAH LELANG DIPOTONG DAN DISETOR OLEH KEPALA KANTOR LELANG NEGARA SEBELUM RISALAH LELANG DITANDA TANGANI 91 .

TATA CARA PENGISIAN SSP SEHUBUNGAN DENGAN PENGALIHAN HAK ATAS TANAH DAN/ATAU BANGUNAN MILIK ORANG PRIBADI DALAM SSP HARUS DICANTUMKAN : .XXX (XXX ADALAH KODE KPP TEMPAT WP YG MENGALIHKAN BERTEMPAT TINGGAL 92 .LOKASI TANAH DAN/ATAU BANGUNAN YANG DIALIHKAN .000. DAN NPWP PIHAK YANG MENGALIHKAN.NAMA PEMBELI BILA PIHAK YANG MENGALIHKAN TIDAK MEMILIKI NPWP. . ALAMAT.000.0.NAMA. MAKA NPWP DIISI DENGAN 04.

TATA CARA PEMUNGUTAN & PENYETORAN SERTA PELAPORAN PPh PASAL 4 AYAT (2) ATAS PENGALIHAN HAK ATAS TANAH DAN/ATAU BANGUNAN MELAKUKAN PEMUNGUTAN SEBELUM PEMBAYARAN ATAS PENGALIHAN TANAH DAN/ATAU BANGUNAN KEPADA WAJIB PAJAK PEMUNGUTAN TERSEBUT DISETOR KE BANK PERSEPSI ATAU KANTOR POS DGN MENGGUNAKAN SSP YG DIISI ATAS NAMA PEMILIK TANAH & DITANDATANGANI BENDAHARA DISETOR PALING LAMA TGL 10* BULAN BERIKUTNYA SETELAH PEMUNGUTAN LAPOR KE KPP/KP2KP MENGGUNAKAN LAPORAN BULANAN (SPT MASA PPh Psl 4 AYAT (2) Dilampiri Daftar Bukti Potong. Bukti Potong &SSP Lihat contoh Fomulir SELAMBAT-LAMBATNYA TGL 20 HARI SETELAH BULAN TERJADINYA PEMUNGUTAN *apabila jatuh pada hari libur. maka dapat dilakukan pada hari kerja berikutnya .

000.000.x 10% = Rp 10.000. dari pemiliknya Penghitungan PPh Pasal 4 ayat (2) Rumus : Jumlah bruto sewa x 10% Rp 100.- .000.100.Contoh 2 Bendahara Kementerian Keuangan menyewa ruangan untuk kantor di gedung perkantoran di Jl.000.x 100/110 x 10% = Rp 100. maka Rp 1..000.000.000. dari pengelolan gedung (berbentuk perusahaan) Penghitungan PPh Pasal 4 ayat (2) Jumlah bruto sewa x 10% Karena nilai kontrak termasuk PPN .100.Sudirman Jakarta dengan nilai kontrak Rp 1..000.000.000.000.CONTOH PENGHITUNGAN PPh PASAL 4 AYAT (2) ATAS PENGALIHAN HAK ATAS TANAH DAN/ATAU BANGUNAN Contoh 1 Bendahara Kementerian Sosial membeli tanah untuk mendirikan gudang dengan nilai pembelian Rp 500.

CONTOH SPT MASA PPH PASAL 4 AYAT (2) 95 .

2.……………………………………………………………………………………………..I. Kecamatan Glora.…………. Cap dan tanda tangan Nama Jelas : ……………………………………... kelurahan Bola.000....0. …………………………………………………. Pembayaran PPh Pasal 4 ayata (2) atas pembelian tanah oleh Kementerian Sosial …………………………………………….Pajak Untuk Pembangunan Bangsa " Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran F. DIREKTORAT JENDERAL PAJAK (SSP) 4 5 LEMBAR 1 0 Untuk Arsip Wajib Pajak 1 NPWP NAMA WP ALAMAT WP : : : 0 7 2 3 6 7 8 2 3 0 0 Diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki Benny Okebanget JL.. .. SKPKB.………………………………………………………………………………………………………………………………..……..Diisi dengan rupiah penuh Terbilang : Lima juta rupiah ………………………………………………….. Kode Akun Pajak 4 Kode Jenis Setoran Uraian Pembayaran : …………………………………………….SURAT SETORAN PAJAK DEPARTEMEN KEUANGAN R. SKPKBT Jumlah Pembayaran : Rp5.…………….. Diterima oleh Kantor Penerima Pembayaran Tanggal …………………………………………… Cap dan tanda tangan Wajib Pajak/Penyetor ……………………………….……………………………………….………………………………..000.. sesuai dengan pembayaran untuk masa yang berkenaan 2 / 0 1 1 Diisi Tahun terutangnya Pajak Nomor Ketetapan : / / / Diisi sesuai Nomor Ketetapan : STP. RT/RW 01/007.………………………………………. Tanggal ……………. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 0 0 9 0 2 4 6 0 NOP ALAMAT OP : : Diisi sesuai dengan Nomor Objek Pajak Jalan Garuda XI No.…………………….…………………………………………………… 1 1 1 2 8 4 0 3 Masa Pajak Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Tahun Pajak X Beri tanda silang (x) pada kolom bulan.32. Kalpataru Bogor ………….………………….13.………………………………………………………………………………………………………………………………..01 .…………………….. Nama Jelas : Benny Okebanget " Terima kasih Telah Membayar Pajak .……………………………………………………………………………………………...…….……………. Bogor ………….

51 THN 2008 JO.JASA PERENCANAAN KONSTRUKSI . PP No.JASA PENGAWASAN KONSTRUKSI 97 .JASA PELAKSANAAN KONSTRUKSI .OBJEK PPh ATAS PENGHASILAN DARI USAHA JASA KONSTRUKSI ( PP No. 40 THN 2009 ) BENDAHARA YG MENGGUNAKAN JASA KONSTRUKSI WP Orang Pribadi WP Badan YANG BERGERAK DI BIDANG BUT .

mekanikal. dan tata lingkungan masingmasing beserta kelengkapannya. dan layanan jasa konsultansi pengawasan konstruksi. 98 . procurement and construction) serta model penggabungan perencanaan dan pembangunan (design and build). Pelaksanaan Konstruksi adalah pemberian jasa oleh orang pribadi atau badan yang dinyatakan ahli yg profesional di bidang pelaksanaan jasa konstruksi yg mampu menyelenggarakan kegiatannya utk mewujudkan suatu hasil perencanaan menjadi bentuk bangunan atau bentuk fisik lain. Pekerjaan Konstruksi adalah keseluruhan atau sebagian rangkaian kegiatan perencanaan dan/atau pelaksanaan beserta pengawasan yang mencakup pekerjaan arsitektural. layanan jasa pelaksanaan pekerjaan konstruksi. sipil.PENGERTIAN-PENGERTIAN Jasa Konstruksi adalah layanan jasa konsultansi perencanaan pekerjaan konstruksi. dan pembangunan (engineering. untuk mewujudkan suatu bangunan atau bentuk fisik lain. termasuk di dalamnya pekerjaan konstruksi terintegrasi yaitu penggabungan fungsi layanan dlm model penggabungan perencanaan. Perencanaan Konstruksi adalah pemberian jasa oleh orang pribadi atau badan yang dinyatakan ahli yg profesional di bidang perencanaan jasa konstruksi yg mampu mewujudkan pekerjaan dalam bentuk dokumen perencanaan bangunan fisik lain. pengadaan. elektrikal.

yg mampu melaksanakan pekerjaan pengawasan sejak awal pelaksanaan pekerjaan konstruksi sampai selesai dan diserahterimakan. yang kegiatan usahanya menyediakan layanan jasa kontruksi baik sebagai perencana konstruksi. Pengguna Jasa adalah orang pribadi atau badan termasuk bentuk usaha tetap yang memerlukan layanan jasa konstruksi. pelaksana konstruksi. Penyedia jasa adalah orang perseorangan atau badan termasuk bentuk usaha tetap. dan pengawas konstruksi maupun sub-subnya Nilai Kontrak Jasa Konstruksi adalah nilai yang tercantum dalam suatu kontrak jasa konstruksi secara keseluruhan 99 .PENGERTIAN-PENGERTIAN Pengawasan Konstruksi adalah pemberian jasa oleh orang pribadi atau badan yang dinyatakan ahli yg profesional di bidang pengawasan jasa konstruksi.

TARIF DAN DASAR PENGENAAN PPh USAHA JASA KONSTRUKSI IMBALAN JASA KONSTRUKSI FINAL JASA PELAKSANAAN YG MEMILIKI KUALIFIKASI USAHA KECIL YG TIDAK MEMILIKI KUALIFIKASI USAHA YG MEMILIKI KUALIFIKASI USAHA MENENGAH ATAU KUALIFIKASI BESAR JASA PERENCANAAN & PENGAWASAN YG MEMILIKI KUALIFIKASI USAHA YG TIDAK MEMILIKI KUALIFIKASI USAHA 2% 4% 3% 4% 6% DARI JUMLAH PEMBAYARAN ATAU JUMLAH PENERIMAAN YG MERUPAKAN BAGIAN NILAI KONTRAK TIDAK TERMASUK PPN 100 .

x 100/110 x 3% = Rp 30. Penghitungan PPh Pasal 4 ayat (2) Rumus : Jumlah bruto jasa konsultan pengawas x 4% Karena nilai kontrak termasuk PPN .100.000.000.650. Penghitungan PPh Pasal 4 ayat (2) Rumus : Jumlah bruto jasa konstruksi x 3% Rp 55.x 3% = Rp 1.000.000..000..000.000.CONTOH PENGHITUNGAN PPh PASAL 4 AYAT (2) ATAS USAHA JASA KONSTRUKSI Contoh 1 Bendahara Kementerian Pekerjaan Umum menggunakan jasa PT Karya (memiliki kualifikasi usaha besar) untuk membangun jembatan nilai fisik Rp 55.000. maka Rp 1.000.000.000.000.000.Nilai fisik = nilai transaksi tanpa PPN Nilai Kontrak = nilai transaksi ditambah PPN Contoh 2 Bendahara Kementerian Keuangan menggunakan jasa konsultan pengawas PT Oke (memiliki kualifikasi usaha) untuk proyek pembangunan Gedung Baru dengan nilai kontrak Rp 1.- .100.000.

CONTOH SPT MASA PPH PASAL 4 AYAT (2) 102 .

CONTOH BUKTI POTONG PPH PASAL 4 AYAT (2) USAHA JASA KONSTRUKSI 103 .

.………………….. Cap dan tanda tangan Nama Jelas : …………………………………….……………………………………………………………………………………………. Kode Akun Pajak 4 Kode Jenis Setoran Uraian Pembayaran : …………………………………………….…….……………………………………….………………………………………………………………………………………………………………………………. NOP ALAMAT OP : : Diisi sesuai dengan Nomor Objek Pajak ………….……………………………………….……………………………………………………………………………………………………………………………….…………………….. SKPKBT Jumlah Pembayaran : Rp30.……………………………….32. Tanggal ……………. SKPKB.……………………………………….2.………….……………..…………………………………………………… 1 1 2 1 1 4 0 9 Masa Pajak Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Tahun Pajak x Beri tanda silang (x) pada kolom bulan. sesuai dengan pembayaran untuk masa yang berkenaan 2 / 0 1 1 Diisi Tahun terutangnya Pajak Nomor Ketetapan : / / / Diisi sesuai Nomor Ketetapan : STP.SURAT SETORAN PAJAK DEPARTEMEN KEUANGAN R.. …………...…………………………………………………………………………………………….000.…………………………………………………… ……………………………………………....0..……………………. . DIREKTORAT JENDERAL PAJAK (SSP) 4 5 LEMBAR 1 0 Untuk Arsip Wajib Pajak 1 NPWP NAMA WP ALAMAT WP : : : 3 0 2 3 6 7 8 2 3 0 0 Diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki Bendahara Kementerian Pekerjaan Umum JL..…………………..000..40-42 Jakarta Selatan ………….I.01 .……………………………………………………………………………………………...…………………….Diisi dengan rupiah penuh Terbilang : Tiga puluh juta rupiah ………………………………………………….. PPh Pasal 4 ayat (2) atas Jasa Konsultan Pengawas Konstruksi ……………………………………………. …………………………………………………. Diterima oleh Kantor Penerima Pembayaran Tanggal …………………………………………… Cap dan tanda tangan Wajib Pajak/Penyetor ………………………………. Nama Jelas : Benny Sialagan " Terima kasih Telah Membayar Pajak .……...Pajak Untuk Pembangunan Bangsa " Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran F..……………... Gatot Subroto Kv..

200. 3.000) melalui LS di KPPN Jakarta II dan dicairkan tgl 26 Februari 2012. Formulir apa yang harus dibuat bendahara (PPh)? (jelaskan cara pengisian formulir tsb) 4. Paling lama dilaporkan tanggal berapa dan kemana dilaporkan (buat laporannya)? . berapa besar PPh ? (buat cara penghitungannya).777.000 (dua miliar dua ratus juta rupiah) kepada PT Adi Karya (NPWP 01.666. Apa yang harus dilakukan Bendahara ? 2. Pertanyaannya : 1.Kasus IV Bendahara Pengeluaran Ditjen KIM mencairkan kegiatan pembangunan gedung baru nilai kontrak Rp 2.000.6-505.

Jawaban  Yg dilakukan Bendahara adalah mengindentifikasi kegiatan tsb apakah pembelian barang atau jasa dan memastikan NPWP rekanan serta menyiapkan formulir perpajakan terkait pencairannya tsb.  Terutang PPh Pasal 4 ayat (2) atas jasa konstruksi khususnya utk pemberi jasa dengan kualifikasi menengah besar (tarif 3%) 3% x Rp 2 miliar = Rp60.000  Bendahara harus membuat bukti pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) utk diberikan ke rekanan.  Dilaporkan menggunakan spt masa PPh pasal 4 ayat (2) ke KPP paling lama 20 Maret) .

PENGERTIAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN) PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH (PPn BM) PAJAK YG DIKENAKAN ATAS KONSUMSI BARANG YG BERDSRKAN KMK TERGOLONG BRG MEWAH DI DALAM PAJAK YG DIKENAKAN ATAS KONSUMSI BARANG DAN JASA DAERAH PABEAN WILAYAH RI YG DI DALAMNYA BERLAKU PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN PABEAN .

 YANG MENYERAHKAN ADALAH PENGUSAHA KENA PAJAK. .SYARAT PEMUNGUTAN PPN :  ADANYA PENYERAHAN DI DALAM DAERAH PABEAN.  YANG DISERAHKAN BARANG KENA PAJAK / JASA KENA PAJAK.

BARANG KENA PAJAK (BKP) BARANG BERWUJUD BARANG TIDAK BERWUJUD SIFAT/HUKUMNYA BARANG BERGERAK BARANG TIDAK BERGERAK YANG DIKENAKAN PPN .

JASA KENA PAJAK (JKP) SETIAP KEGIATAN PELAYANAN BERDASARKAN SUATU PERIKATAN/PERBUATAN HUKUM YANG MENYEBABKAN BARANG/FASILITAS/KEMUDAHAN/HAK. TERSEDIA UTK DIPAKAI TERMASUK JASA YANG DILAKUKAN UNTUK MENGHASILKAN BARANG KARENA PESANAN/PERMINTAAN DGN BAHAN DAN ATAS PETUNJUK DARI PEMESAN DIKENAKAN PPN .

.MENGEKSPOR BARANG KENA PAJAK TIDAK BERWUJUD ATAU JASA KENA PAJAK TIDAK TERMASUK PENGUSAHA KECIL KECUALI PENGUSAHA KECIL YG MEMILIH UTK DIKUKUHKAN MENJADI PKP.MENGEKSPOR BARANG. . .MENGIMPOR BARANG. ATAU .MEMANFAATKAN JASA DARI LUAR DAERAH PABEAN YG MELAKUKAN PENYERAHAN BKP DAN/ATAU JKP YG DIKENAKAN PPN.MELAKUKAN USAHA JASA. . .SIAPA PENGUSAHA KENA PAJAK (PKP) ? ADALAH ORANG PRIBADI/ BADAN DALAM BENTUK APAPUN DALAM LINGKUNGAN PERUSAHAAN ATAU PEKERJAANNYA .MENGHASILKAN BARANG.MEMANFAATKAN BRG TDK BERWUJUD DARI LUAR DAERAH PABEAN. .MELAKUKAN USAHA PERDAGANGAN. .

000.03/2010 PENGUSAHA YG DLM LINGKUNGAN PERUSAHAAN/PEKERJAANNYA MELAKUKAN PENYERAHAN BKP DAN ATAU JKP PEREDARAN BRUTO TDK LEBIH DARI Rp 600 JUTA SETAHUN Catatan : Apabila sampai dengan suatu Masa Pajak dalam satu tahun buku peredaran bruto lebih dari Rp 600..68/PMK.maka pengusaha ini memenuhi syarat sebagai PKP sehingga wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP selambat-lambatnya pada akhir bulan berikutnya.000.PENGUSAHA KECIL PMK No. .

INSTANSI PEMERINTAH.APAKAH ADA PEMUNGUT LAIN SELAIN PKP? PEMUNGUT PPN Ps. INGAT LHO YG DITUNJUK HANYA INI YANG DITUNJUK OLEH MENTERI KEUANGAN UNTUK MEMUNGUT MENYETOR MELAPORKAN PAJAK YG TERUTANG OLEH PKP ATAS PENYERAHAN BKP/ JKP KEPADA PEMUNGUT PPN . . 1 angka 27 UU PPN .BENDAHARA PEMERINTAH.BADAN (KKS MIGAS & SUMBER DAYA PANAS BUMI) .

DASAR PENGENAAN PAJAK HARGA JUAL HARGA PENGGANTI NILAI IMPOR SEBAGAI DASAR PENGHITUNGAN PPN YANG TERUTANG NILAI EKSPOR NILAI LAIN YG DITETAPKAN MENKEU .

OBJEK PEMUNGUTAN PPn BM PENYERAHAN BKP YANG BERDASARKAN KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN TERGOLONG SEBAGAI BARANG MEWAH OLEH PABRIKAN .

SUSU (SUSU YG TDK MENGANDUNG TAMBAHAN GULA/BAHAN LAINNYA). SAGU. JAGUNG. PASIR KUARSA. GAS BUMI (TDK TERMASUK ELPIJI). DIGARAMI.MAGNESIT.GRAFIT. RUMAH MAKAN.KERIKIL. RESTORAN. EMAS BATANGAN.PANAS BUMI. BUAH-BUAHAN. ASBES. GARAM BAIK YG BERYODIUM MAUPUN YG TIDAK BERYODIUM.TANAH LIAT.BATU TULIS. PASIR. SAYUR-SAYURAN MAKANAN DAN MINUMAN YG DISAJIKAN DI HOTEL. BENTONIT. KEDELAI. TERMASUK MAKANAN DAN MINUMAN YG DISERAHKAN OLEH USAHA JASA BOGA ATAU KATERING UANG. TELUR (YG TDK DIOLAH). WARUNG DAN SEJENISNYA MELIPUTI MAKANAN DAN MINUMAN BAIK YG DIKONSUMSI DI TEMPAT MAUPUN TIDAK. & SEJENISNYA.BATU PERMATA. BATUBARA(SEBELUM DIPROSES MENJADI BRIKET) BIJI BESI/TIMAH/TEMBAGA/EMAS/NIKEL/BAUKSIT/PERAK BARANG-BARANG KEBUTUHAN POKOK YANG SANGAT DIBUTUHKAN OLEH RAKYAT BANYAK SEPERTI BERAS & GABAH. DAN SURAT BERHARGA . BATU APUNG GARAM BATU. DIKAPUR. GRANIT.DOLOMIT.KELOMPOK BARANG YANG TIDAK DIKENAKAN PPN BARANG HASIL PERTAMBANGAN ATAU HASIL PENGEBORAN YANG DIAMBIL LANGSUNG DARI SUMBERNYA SEPERTI MINYAK MENTAH . DAGING SEGAR YG TANPA DIOLAH (TDK DIKEMAS. DIASAMKAN ATAU DIAWETKAN). TAWAS.BATU KAPUR.

MOTEL. YG TDK TERPISAHKAN DARI JASA ANGKT UDARA LUAR NEGERI JASA TENAGA KERJA. PENGIRIMAN UANG DGN WESEL POS & JASA BOGA /KATERING . 4 A ayat (3) JASA PELAYANAN KESEHATAN MEDIK.REHABILITASI JASA DI BID. JASA PENYALURAN PINJAMAN ATAS DASAR GADAI. AHLI KESEHATAN JASA RUMAH SAKIT. DOKTER SPESIALIS. SEPERTI JASA PENYEDIA TENAGA KERJA DAN PENYELENGGARAAN LATIHAN BAGI TENAGA KERJA JASA PERHOTELAN. ASURANSI DAN REASURANSI (TDK TERMASUK AGEN/KONSULTANNYA). TELEPON UMUM DGNMENGGUNAKAN LOGAM. PENGOBT.JASA PEMAKAMAN. SEPERTI DOKTER UMUM . LEMB. JASA PEMBIAYAANTERMASUK BERDSRKAN PRINSIP SYARIAH. LOSMEN DAN HOSTEL JASA YANG DISEDIAKAN OLEH PEMERINTAH DALAM RANGKAMENJALANKAN PEMERINTAHAN SECARA UMUM JASA PENYEDIAAN TEMPAT PARKIR. PEKERJA SENI & HIBURAN JASA PENYIARAN YG BUKAN BERSIFAT IKLAN BAIK YG DILAKUKAN PEMERINTAH MAUPUN SWASTA JASA ANGKUTAN UMUM DI DARAT DAN DI AIR SERTA ANGKUTAN UDARA DLM NEGERI YG MENJADI BAG.RUMAH BERSALIN.ALTERNATIF JASA PELAYANAN SOSIAL SPERTI PANTI ASUHAN. JASA KEAGAMAAN.KLINIK.JENIS JASA YANG TIDAK DIKENAKAN PPN Ps. SEPERTI PEMBERIAN KHOTBAH/DAKWAH JASA PENDIDIKAN (FORMAL MAUPUN NON FORMAL) JASA KESENIAN & HIBURAN YG DILAK. SEPERTI PERSEWAAN KAMAR DI HOTEL.OLARAGA YGTDK KOMERSIAL JASA PENGIRIMAN SURAT DENGAN PERANGKO& YG MENGGUNAKAN CARA LAIN PENGGANTI PRANGKO JASA KEUANGAN SEPERTI PERBANKAN.

KAPAL ANGKUTAN DANAU DAN KAPAL ANGKUTAN PENYEBERANGAN.I YANG DILAKUKAN OLEH TENTARA NASIONAL INDONESIA . ALAT ANGKUTAN DI UDARA. DAN BUKU-BUKU PELAJARAN AGAMA KAPAL LAUT. ALAT ANGKUTAN DI AIR. KENDARAAN ANGKUTAN KHUSUS LAINNYA. DAN KOMPONEN ATAU BAHAN YANG DIPERLUKAN DALAM PEMBUATAN SENJATA DAN AMUNISI OLEH PT. KAPAL ANGKUTAN SUNGAI. KAPAL TUNDA. KAPAL TONGKANG DAN SUKU CADANG SERTA ALAT KESELAMATAN PELAYARAN ATAU ALAT KESELAMATAN MANUSIA YANG DIIMPOR DAN DIGUNAKAN OLEH PERUSAHAAN PELAYARAN NIAGA NASIONAL ATAU PERUSAHAAN PENANGKAPAN IKAN NASIONAL PESAWAT UDARA DAN SUKU CADANG SERTA ALAT KESELAMATAN PENERBANGAN ATAU ALAT KESELAMATAN MANUSIA. KAPAL PENANGKAP IKAN. PINDAD UNTUK KEPERLUAN TNI DAN POLRI YANG BELUM DIBUAT DI DALAM NEGERI VAKSIN POLIO DALAM RANGKA PELAKSANAAN PROGRAM PEKAN IMUNISASI NASIONAL (PIN) BUKU-BUKU PELAJARAN UMUM. AMUNISI. KITAB SUCI. ALAT ANGKUTAN DI BAWAH AIR.KELOMPOK BKP TERTENTU YANG ATAS IMPORNYA DIBEBASKAN DARI PENGENAAN PPN SENJATA. KENDARAAN LAPIS BAJA. PERALATAN UNTUK PERBAIKAN ATAU PEMELIHARAAN YANG DIIMPOR DAN DIGUNAKAN OLEH PERUSAHAAN ANGKUTAN UDARA NIAGA NASIONAL KERETA API DAN SUKU CADANG SERTA PERALATAN UNTUK PERBAIKAN ATAU PEMELIHARAAN SERTA PRASARANA YANG DIIMPOR DAN DIGUNAKAN OLEH PT. KERETA API INDONESIA (KAI) PERALATAN YANG DIGUNAKAN UNTUK PENYEDIAAN DATA BATAS DAN PHOTO UDARA WILAYAH NEGAARA R. KAPAL PANDU.

AMUNISI. RUMAH SUSUN SEDERHANA. KERETA API INDONESIA (KAI) PERALATAN YANG DIGUNAKAN UNTUK PENYEDIAAN DATA BATAS DAN PHOTO UDARA WILAYAH NEGARA R. DAN KOMPONEN ATAU BAHAN YANG DIPERLUKAN DALAM PEMBUATAN SENJATA DAN AMUNISI OLEH PT. KAPAL PENANGKAP IKAN. KITAB SUCI. PINDAD UNTUK KEPERLUAN TNI DAN POLRI VAKSIN POLIO DALAM RANGKA PELAKSANAAN PROGRAM PEKAN IMUNISASI NASIONAL (PIN) BUKU-BUKU PELAJARAN UMUM. KAPAL ANGKUTAN SUNGAI. ALAT ANGKUTAN DI AIR. KAPAL TUNDA. KAPAL PANDU. RUMAH SANGAT SEDERHANA. ALAT ANGKUTAN DI BAWAH AIR. YANG BATASANNYA DITETAPKAN OLEH MENKEU SETELAH MENDENGAR PERTIMBANGAN MENTERI PEMUKIMAN DAN PRASARANA WILAYAH SENJATA. ALAT ANGKUTAN DI UDARA. KENDARAAN LAPIS BAJA. ASRAMA MAHASISWA DAN PELAJAR SERTA PERUMAHAN LAINNYA. KAPAL ANGKUTAN DANAU DAN KAPAL ANGKUTAN PENYEBERANGAN.I YANG DILAKUKAN OLEH TENTARA NASIONAL INDONESIA . KAPAL TONGKANG DAN SUKU CADANG SERTA ALAT KESELAMATAN PELAYARAN ATAU ALAT KESELAMATAN MANUSIA YANG DIIMPOR DAN DIGUNAKAN OLEH PERUSAHAAN PELAYARAN NIAGA NASIONAL ATAU PERUSAHAAN PENANGKAPAN IKAN NASIONAL PESAWAT UDARA DAN SUKU CADANG SERTA ALAT KESELAMATAN PENERBANGAN ATAU ALAT KESELAMATAN MANUSIA. DAN BUKU-BUKU PELAJARAN AGAMA KAPAL LAUT. PERALATAN UNTUK PERBAIKAN ATAU PEMELIHARAAN YANG DIIMPOR DAN DIGUNAKAN OLEH PERUSAHAAN ANGKUTAN UDARA NIAGA NASIONAL KERETA API DAN SUKU CADANG SERTA PERALATAN UNTUK PERBAIKAN ATAU PEMELIHARAAN SERTA PRASARANA YANG DIIMPOR DAN DIGUNAKAN OLEH PT. KENDARAAN ANGKUTAN KHUSUS LAINNYA.KELOMPOK BKP/JKP TERTENTU YANG ATAS PENYERAHANNYA DIBEBASKAN DARI PENGENAAN PPN RUMAH SEDERHANA. PONDOK BORO.

TARIF PPN DAN PPn BM TARIF PPN 10 % EKSPOR PPN 0 % PPn BM 10. 40 50. 75 DENGAN PERATURAN PEMERINTAH DAPAT DIUBAH 5% SERENDAHRENDAHNYA SETINGGITINGINYA 10% 15% 200% . 20 30.

SAAT DAN DASAR PEMUNGUTAN PPN DAN PPn BM PEMUNGUTAN PPN DAN PPn BM SAAT PEMBAYARAN OLEH BENDAHARA KEPADA PKP REKANAN DASAR PEMUNGUTAN PEMBAYARAN OLEH BENDAHARA TERMASUK PPN DAN/ATAU PPn BM CONTOH TIDAK TERUTANG PPn BM PPN YG DIPUNGUT 10/110 TERUTANG PPn BM 20% YG DIPUNGUT • PPN 10/130 • PPn BM 20/130 DASAR PEMUNGUTAN .

TATA CARA PEMUNGUTAN
REKANAN MENYAMPAIKAN TAGIHAN KEPADA BENDAHARA

SSP

FAKTUR PAJAK

1

DIISI OLEH DAN ATAS NAMA REKANAN

2 3

DITANDATANGI OLEH BENDAHARA

KPP ARSIP PKP REKANAN BENDAHARA
DICAP OLEH BENDAHARA DISETOR TGL ..... DAN DITANDATANGANI BENDAHARA

TATA CARA PENYETORAN
PPN/PPn BM YANG DIPUNGUT BENDAHARA/PEJABAT PENANDATANGAN SPM
DISETOR
1 2 3 4

SSP

PKP REKANAN KPP MELALUI BANK/POS LAMPIRAN SPT MASA PPN BANK PERSEPSI/POS & GIRO
5

ARSIP BENDAHARA HARI YG SAMA PADA SAAT PEMBAYARAN KE REKANAN

MELALUI KE

KANTOR PELAYANAN DAN PERBENDAHARAN NEGARA
BANK PERSEPSI/ KANTOR POS DAN GIRO

DLM HAL TGL 7 BERTEPATAN DGN HARI LIBUR, MAKA PENYETORAN DILAKUKAN PD HARI KERJA BERIKUTNYA

SELAMBAT-LAMBATNYA TGL 7 BULAN TAKWIM BERIKUTNYA SETELAH MASA PAJAK BERAKHIR

TATA CARA PELAPORAN
PPN DAN PPn BM YANG DIPUNGUT OLEH BENDAHARA
LAPORAN PEMUNGUTAN PPN/ PPn BM
1 2 3

KPP DGN DILAMPIRI FP LEMBAR KE-3 ATASAN BENDAHARA)*
ARSIP BENDAHARA*)
*) DLM HAL PEMUNGUT PPN/PPn BM ADALAH BENDAHARA PEMERINTAH PUSAT, LEMBAR KE-2 ADALAH ARSIP BENDAHARA

SELAMBAT-LAMBATNYA AKHIR BULAN BERIKUTNYA SETELAH MASA PAJAK BERAKHIR DLM HAL BANK PEMERINTAH ATAU BANK PEMBANGUNAN DAERAH BERTINDAK SBG “KASIR” DARI BENDAHARA PEMERINTAH (MIS: PROYEK INPRES), MAKA FAKTUR PAJAK DAN SSP DITERUSKAN KE BANK YBS MELALUI BENDAHARA. YG DIWAJIBKAN UTK MEMUNGUT DAN MELAPOR ADALAH BANK YBS

PEMBAYARAN YANG TIDAK DIPUNGUT PPN OLEH BENDAHARA Kepmenkeu No.00 TERMASUK PPN DAN/ATAU PPn BM DAN MERUPAKAN PEMBAYARAN YG TDK DIPECAH-PECAH BBM DAN NON-BBM YG PENYERAHANNYA DILAKUKAN OLEH PERTAMINA ATAS JASA ANGKUTAN UDARA YG DISERAHKAN OLEH PERUSAHAAN PENERBANGAN ATAS PENYERAHAN BKP/JKP YG MENURUT PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERLAKU.000.03/2003 DALAM HAL PEMBAYARAN TDK MELEBIHI DARI JML Rp 1.000. KECUALI PEMBAYARAN ATAS PENYERAHAN TANAH OLEH REAL ESTATE ATAU INDUSTRIAL ESTATE UNTUK PENYERAHAN BKP/JKP YG MEMPEROLEH FASILITAS PPN TDK DIPUNGUT . MENDAPAT FASILITAS PPN TIDAK DIPUNGUT DAN ATAU DIBEBASKAN DARI PENGENAAN PPN UNTUK PEMBEBASAN TANAH.563/KMK.

PPn BM yang harus dipungut dan disetor 2.1 . 3.01 .2) Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPn BM) 2. PPN yang dipungut dan disetor melalui Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara atau Kas Daerah/Bank Pembangunan Daerah selaku Kas Daerah 1.32.P Nama Pemungut Alamat : : : Kode Pos : Perubahan Identitas Nama Baru Alamat Baru Nomor Telepon Baru 4.P. 5.2.2.2 B.3 B.1 .. 6. DIREKTORAT JENDERAL PAJAK F O R M U L I R 1101 PUT Pembetulan Masa Pajak ………………20 …… Ke-…… (………………) BACALAH TERLEBIH DAHULU BUKU PETUNJUK PENGISIAN SPT MASA BAGI PEMUNGUT PPN BERI TANDA X DALAM DIISI DENGAN HURUF CETAK / DIKETIK YANG SESUAI DIBUAT UNTUK SATU MASA PAJAK ANGKA DALAM RUPIAH PENUH PERHATIAN : - A.2 DAN C.1.2 C. Nomor Telepon Kegiatan Usaha : : Nomor Faksimile : PEMBAYARAN ATAS PEROLEHAN BARANG KENA PAJAK DAN ATAU JASA KENA PAJAK YANG DIPUNGUT PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN) DAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH (PPn BM) KODE KOLOM PEMBE TULAN ( P ) DASAR PENGENAAN PAJAK ( DPP ) Bulan ini s.2.2.1.1. 2.1. 1.1.I. Pembayaran yang PPn BM-nya dipungut melalui Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara atau Kas Daerah/Bank Pembangunan Daerah selaku Kas Daerah 2. 2.1.2. Bulan ini 1.kode C. FOTOKOPI SSP LEMBAR KE-5 TERSEBUT PADA C.1. F.1 C.2) PAJAK YANG HARUS DIPUNGUT DAN DISETOR Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 1.2 B.1 B.1 C.1 .1.3. B. LEMBAR = Rp FAKTUR PAJAK LEMBAR KE-3 TERSEBUT PADA C.3 SEBANYAK ……………………….1.3.3 D.3 2. PPn BM yang dipungut dan disetor melalui Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara atau Kas Daerah/Bank Pembangunan Daerah selaku Kas Daerah 2. IDENTITAS PEMUNGUT PAJAK PERTAMBAHAN NILAI N. Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 1.1.3. Pembayaran yang PPN-nya dipungut melalui Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara atau Kas Daerah/Bank Pembangunan Daerah selaku Kas Daerah 1. 1. Pembayaran yang dipungut PPN 1.2.3.1 . C.1.3 C. Pembayaran yang dipungut PPn BM 2.kode B.kode B. 1. PPN yang harus dipungut dan disetor 1.3 DAN C.2. 2.1.CONTOH SPT MASA PPN PEMUNGUT (BENDAHARA) SURAT PEMBERITAHUAN MASA BAGI PEMUNGUT PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (SPT MASA PPN) Masa Pajak ….3 DAN C.2) Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPn BM) 2.1.d.1.2.1.2.2.W.2.3 SEBANYAK …………………….2 C. Pembayaran yang PPN-nya harus dipungut sendiri (kode B. PPN yang dipungut dan disetor sendiri (kode C.2 B.2.2.2.1. PPn BM yang dipungut dan disetor sendiri (kode C.kode C.…… LEMBAR FOTOKOPI FAKTUR PAJAK TERSEBUT PADA C.2 SEBANYAK ……………………………… LEMBAR 5. 4.2) LAMPIRAN FORMULIR 1101 PUT 1 FORMULIR 1101 PUT 2 SURAT KUASA KHUSUS TERSEBUT PADA E.2.1. C.2.1 B. 3.…………………………20 …… DEPARTEMEN KEUANGAN R.2. Pembayaran yang PPn BM-nya harus dipungut sendiri (kode B.2.1.

dipindahkan ke Formulir 1107 PUT C. - FORMULIR Pembetulan Ke. JUMLAH (A+B) 2 .: …… (………….d.dipindahkan ke Formulir 1107 PUT B. PPN dan PPn BM YANG DIPUNGUT OLEH BENDAHARA PENGELUARAN 1 2 3 4 5 dst 1 JUMLAH .) 1107 PUT 1 Tanggal Setor PPN PPn BM NAMA PEMUNGUT NPWP : : FAKTUR PAJAK No.LAMPIRAN 1 DAFTAR PPN DAN PPn BM YANG DIPUNGUT OLEH BENDAHARAWAN PEMERINTAH Masa Pajak : DEPARTEMEN KEUANGAN RI DIREKTORAT JENDERAL PAJAK s. Nama Rekanan NPWP Rekanan Kode dan Nomor Seri Kode dan Nomor DPP (Rupiah) Seri FP Yang Tanggal Diganti PPN (Rupiah) PPn BM (Rupiah) Tanggal Bayar Tagihan A. PPN dan PPn BM YANG DIPUNGUT OLEH PENERBIT SPM MELALUI KPPN 1 2 3 4 5 dst JUMLAH .

1.……….04 3 .) 1107 PUT 2 Tanggal Setor NAMA PEMUNGUT NPWP : : FAKTUR PAJAK No. - FORMULIR Pembetulan Ke.32.d. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 dst Nama Rekanan NPWP Rekanan Kode dan Nomor Seri Kode dan Nomor Seri FP Yang Tanggal Diganti DPP (Rupiah) PPN (Rupiah) PPn BM (Rupiah) PPN PPn BM JUMLAH .LAMPIRAN 2 DAFTAR PPN DAN PPn BM YANG DIPUNGUT OLEH SELAIN BENDAHARAWAN PEMERINTAH Masa Pajak : DEPARTEMEN KEUANGAN RI DIREKTORAT JENDERAL PAJAK s.dipindahkan ke Formulir 1107 PUT D.: …… (……….2.

pembayaran ke rekanan tanggal 14 februari 2012.000) dan sudah PKP untuk jasa percetakan buku Laporan senilai Rp33.765.432.Kasus V Bendahara Pengeluaran Kemperin membayar tagihan kepada PT Putra Abadi (perusahaan percetakan. NPWP 01. Apa yang harus dilakukan Bendahara tersebut? 2 Terkait PPN. 3 Formulir apa yang digunakan (jelaskan cara pengisian formulir dan peruntukannya terkait pembayaran tersebut)? 4 kapan disetor dan dilaporkan pajaknya? .8555. apa yang harus dilakukan bendahara tsb (buat penghitungannya dan dokumen apa yg harus dipersiapkan yg terkait pajaknya).000 (sesuai kuitansi). Pertanyaannya : 1.000.

n Bendahara ke Bank/kantor pos paling lama tanggal 7 Maret 2012 dan dilaporkan menggunakan spt masa pasal PPN (formulir 1101 PUT paling lama 20 Maret 2012. Memungut PPN yang dibayar sendiri oleh Bendahara (pajak konsumsi) dengan syarat rekanan PKP dan menerbitkan faktur pajak. Dipungut PPN oleh bendahara sesuai PPN yang terutang (tercantum di faktur pajak) Jumlah PPN yg dipungut : 10% x (Rp 33 juta x 100/110) = Rp 3 juta.Jawaban  Yg dilakukan Bendahara adalah mengindentifikasi kegiatan tsb     apakah pembelian barang atau jasa yang terutang PPN atau tidak. . memastikan rekanan PKP rekanan serta menyiapkan formulir perpajakan terkait pencairannya tsb. Disetor a. Dalam kontrak juga harus dijelaskan bahwa harga sudah termasuk PPN. Faktur pajak harus dicap oleh bendahara dengan cap : “disetor tanggal……” dan ditandatangani oleh Bendahara Bendahara membuat SSP untuk penyetoran PPN dengan nama dan NPWP rekanan sedangkan tandatangan Bendahara.

3 Formulir apa yang digunakan (jelaskan cara pengisian formulir dan peruntukannya terkait pembayaran tersebut)? 4 kapan disetor dan dilaporkan pajaknya? .000.Kasus VI Bendahara Pengeluaran Ditjen KIM membayar tagihan kepada CV Enak (perusahaan catering tidak mempunyai NPWP dan belum PKP) untuk jasa catering yang telah diberikan dengan nilai Rp4. Pertanyaannya : 1.pembayaran ke rekanan tanggal 20 februari 2012.000 (empat juta rupiah). Apa yang harus dilakukan Bendahara tersebut? 2 berapa besar PPh dan PPNnya (buat cara penghitungannya).

Terutang PPh Pasal 23 atas jasa catering 2% x 200% x Rp 4 juta = Rp80.n Bendahara dan disetor sendiri oleh Bendahara ke Bank/kantor pos. Dilaporkan menggunakan spt masa pasal 23 paling lama 20 Maret 2012 .000 (memiliki NPWP) Tidak dipungut PPN karena bukan Jasa Kena Pajak Bendahara membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23 utk diberikan ke rekanan.Jawaban  Yg dilakukan Bendahara adalah mengindentifikasi      kegiatan tsb apakah pembelian barang atau jasa dan memastikan NPWP rekanan serta menyiapkan formulir perpajakan terkait pencairannya tsb. Disetor a.

00 & Rp 6.000.000 & Rp6. promes.l. jika digunakan untuk tujuan lain atau digunakan oleh orang lain. MASYARAKAT WAJIB MENGGUNAKAN METERAI TEMPEL Rp3. Surat berharga seperti wesel. aksep 6. Dokumen yang akan digunakan sebagai alat pembuktian di muka pengadilan 1) surat-surat biasa dan surat kerumah tanggaan 2) surat-surat yang semula tidak dikenakan Bea Meterai berdasarkan tujuannya.OBJEK PELUNASAN BEA METERAI PEMANFAATAN DOKUMEN-DOKUMEN TERTENTU : 1. Surat Kuasa. lain dari maksud semula TERUTANG DENGAN TARIF BEA METERAI DITETAPKAN Rp 3. Akta-akta yang dibuat oleh PPAT termasuk rangkap-rangkapnya 4. Surat Hibah.000 DESAIN YANG BARU . Akta-akta Notaris termasuk salinannya 3. Surat yang memuat jumlah uang : 1) yg menyebutkan penerimaan uang 2) yg menyatakan pembukuan uang atau penyimpanan uang dlm rekening di Bank 3) yg berisi pemberitahuan saldo rekening di Bank 4) yg berisi pengakuan bahwa utang uang seluruhnya atau sebagian telah dilunasi atau diperhitungkan 5.00 MULAI 1 APRIL 2010. Surat Pernyataan) 2. Surat perjanjian dan surat-surat lainnya yang dibuat dengan tujuan untuk digunakan sebagai alat pembuktian mengenai perbuatan. Sekumpulan Efek dengan nama dan dalam bentuk apapun yang tercantum dalam surat kolektif 8. Efek dengan nama dan dalam bentuk apapun 7.000. kenyataan/ keadaan yang bersifat perdata (a.

Meterai Tempel Desain Tahun 2009 (BARU) Meterai Tempel Desain Tahun 2005 .

19/2006 (KEPABEANAN) • PP No.254/KMK.PERLAKUAN PERPAJAKAN ATAS PELAKSANAAN PROYEK PEMERINTAH YANG DIBIAYAI DENGAN HIBAH ATAU DANA PINJAMAN LUAR NEGERI DASAR HUKUM • UU No.UU No.03/2001 STTD PMK No.239/KMK. 36/2008 (PPh) • UU No. 7/1983 jis.04/2000 (PERLAK PROYEK HIBAH) .10/1995 jo. UU No. 8/1983 jo.486/KMK.210/PMK. 15/1994 (PEMERIKSAAN KEPABEANAN) • KMK No. 6/1983 jo. KMK No. PP 25/2001 (PAJAK ATAS PROYEK HIBAH/PINJAMAN) LN • KEPPRES No.01/1996 jo. 16/2009 (KUP) • UU No.42/2009 (PPN dan PPnBM) • UU No. UU No.03/2008 (PEMUNGUT PPh 22) • KMK No. UU No. 42/1995 Jo.

KONSULTAN. PEMASOK (SUPPLIER UTAMA) BEA MASUK DAN BEA MASUK TAMBAHAN PAJAK PENGHASILAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI DAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH DIBEBASKAN DITANGGUNG OLEH PEMERINTAH TIDAK DIPUNGUT SEJAK MEI 2001 HANYA ATAS BAGIAN DARI PROYEK PEMERINTAH YANG DANANYA DIBIAYAI DENGAN HIBAH ATAU DANA PINJAMAN LUAR NEGERI .FASILITAS PERPAJAKAN KONTRAKTOR.

BEA MASUK TAMBAHAN. PPN/PPn BM. PPh WAJIB DISETOR OLEH KONTRAKTOR UTAMA . FAKTUR PAJAK DIBUBUHI CAP “PPN/PPn BM TIDAK DIPUNGUT” BEA MASUK.PROYEK PEMERINTAH DIBIAYAI DARI HIBAH ATAU DANA PINJAMAN LUAR NEGERI DIBIAYAI SELAIN DARI HIBAH ATAU DANA PINJAMAN LUAR NEGERI TIDAK PERLU DIBUAT SSBC DAN SSP PIUD DIBUBUHI CAP “BEBAS BEA MASUK DAN BEA MASUK TAMBAHAN. TIDAK DIPUNGUT PPN/PPn BM.

SANKSI PERPAJAKAN SANKSI ADMINISTRASI SANKSI PIDANA D E N D A B U N G A K E N A I K A N ALPA KURUNGAN DAN DENDA SENGAJA PENJARA DAN DENDA .

000 • SPT MASA PPh Ps.000 • SPT TAHUNAN PPh OP DARI PAJAK YANG TIDAK/ KURANG DIBAYAR .21/22/23/26 TERLAMBAT/ TIDAK DISAMPAIKAN 2%/BULAN maks 24 BULAN • PEMBETULAN SENDIRI SPT • HASIL PENELITIAN SPT AKIBAT SALAH TULIS DAN/ATAU SALAH HITUNG • HASIL PEMERIKSAAN (SKPKB) • DITERBITKAN NPWP DAN PKP SECARA JABATAN • IZIN PENUNDAAN PENYAMPAIAN SPT • IZIN MENGANGSUR ATAU MENUNDA PEMBAYARAN 50% SPT TERLAMBAT/ TIDAK DISAMPAIKAN SETELAH DITEGUR TERTULIS 100% PPh TIDAK / KURANG DIPUNGUT/ DIPOTONG/ DISETOR Rp500. 7 UU KUP BUNGA Ps. 15(2) UU KUP Rp 100. 14(3).SANKSI ADMINISTRASI DENDA Ps. 19(2)&(3) UU KUP KENAIKAN Ps.8(2). 13(2).000 • SPT MASA PPN DAN PPnBM TERLAMBAT/ TIDAK DISAMPAIKAN 100% KARENA DITERBITKAN SKPKBT 200% DITERBITKAN SKPKB KARNA ALPA PERTAMA KALI Rp 100. 13(3).

• MENYAMPAIKAN SPT: ISINYA TIDAK BENAR TIDAK LENGKAP MELAMPIRKAN KETERANGAN YANG ISINYA TIDAK BENAR MENIMBULKAN KERUGIAN PADA PENDAPATAN NEGARA KURUNGAN PALING SINGKAT 3 BLN ATAU PALING LAMA 1 TAHUN DAN DENDA PALING SEDIKIT 1 KALI DARI PAJAK YG TERHUTANG ATAU 2 KALI DARI PAJAK TERHUTANG PENJARA PALING SINGKAT 6 BULAN DAN PALING LAMA 6 TAHUN DAN DENDA PALING SEDIKIT 2 X DARI JML PAJAK TERUTANG DAN PALING BANYAK 4 KALI DARI JML PJK TERHUTANG . MENYALAHGUNAKAN NPWP/NPPKP • TIDAK MENYAMPAIKAN SPT • MENYAMPAIKAN SPT : ISINYA TIDAK BENAR TIDAK LENGKAP • MEMPERLIHATKAN PEMBUKUAN/ PENCATATAN PALSU • TIDAK MENYELENGG. 39 UU KUP • TIDAK MENYAMPAIKAN SPT • TIDAK MENDAFTARKAN DIRI. 38 UU KUP SENGAJA Ps. PEMBUKUAN/PENCATATAN • TIDAK MENYETORKAN PAJAK YANGDIPUNGUT /DIPOTONG • MENYALAHGUNAKAN ATAU MENGGUNAKAN TANPA HAK NOMOR POKOK WAJIB PAJAK ATAU PENGUKUHAN PENGUSAHA KENA PAJAK.SANKSI PIDANA ALPA Ps.

id .go.id Website : www.go. Hubungi kami di: Kring Pajak 500-200 Email Pengaduan : pengaduan@pajak.Terima kasih ya….pajak.