P. 1
Hasil Analisa Cerpen 'Kejujuran'

Hasil Analisa Cerpen 'Kejujuran'

|Views: 183|Likes:
Dipublikasikan oleh bruh
Non - copyable and non - printable.

Third version, which means it's the second revision of the file. The first and second version of the file are drafts.
Non - copyable and non - printable.

Third version, which means it's the second revision of the file. The first and second version of the file are drafts.

More info:

Published by: bruh on Aug 08, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

11/28/2015

Tugas Bahasa Indonesia

Cornelia Dyana Rastiti 9A / 8

Daftar Isi
      Daftar isi Identitas cerpen Unsur intrisik cerpen Ringkasan / kesimpulan cerpen Amanat cerpen Cerpen →halaman 1 ← →halaman 2 ← →halaman 2 – 4 ← →halaman 5 ← →halaman 5 ← →halaman 6 ←

Identitas Cerpen
     Judul : Kejujuran Pengarang : Nanda Tahun terbit : 2012 Edisi : Kompas, Minggu, 5 Agustus 2012 Tema : Kejujuran

Unsur Intrisik Cerpen
 Latar : o Tempat :  Sekolah Lia  Ruang Guru Bukti pendukung : Alinea ketiga, kalimat pertama → Dengan langkah gemetar dan jantung berdegup kencang, aku dan Mia memasuki ruang guru.  Kelas Lia Bukti pendukung : Alinea ke – enambelas, kalimat pertama → Di dalam kelas aku memilih untuk diam dan tidak ceria seperti biasanya.  Di rumah Lia Bukti pendukung : Alinea ke – duapuluh empat, kalimat pertama → Pulang sekolah aku langsung ke rumah meski dengan hati deg – degan takut dimarahi mama. o Waktu :  Semalam Bukti pendukung : Alinea pertama, kalimat kedua → Untung saja semalam aku belajar, jadi tidak banyak kesulitan untuk menyelesaikan soal – soal itu.  Pada jam istirahat Bukti pendukung : Alinea kedua, kalimat kedua → Kami berdua diminta ke ruang guru pada jam istirahat nanti.  Hari ini Bukti pendukung : Alinea kedelapan, kalimat pertama → tidak Mia belajar dan lupa kalau hari ini ada ulangan.  Sepulang sekolah

Bukti pendukung :

o Suasana :  Deg – degan / gugup Bukti pendukung : Alinea kedua, kalimat ketiga → Duh ada apa ya, aku jadi deg – degan.(Lia gugup karena ia dan Mia dipanggil ke ruang guru oleh Bu Umi pada jam istirahat)  Malu Bukti pendukung : Alinea ketujuh, kalimat pertama → Aku dan Mia menunduk malu.  Menyesal Bukti pendukung : Alinea ketujuh, kalimat kedua →Yah, aku menyesal karena telah berbuat hal sebodoh ini.  Takut Bukti pendukung : Alinea kedelapan, kalimat keempat → Aku takut ketahuan Bu Umi dan ternyata benar ketakutanku terbukti.  Diam Bukti pendukung : Alinea ke – enambelas, kalimat pertama → Di dalam kelas aku memilih untuk diam dan tidak cerita seperti biasanya.  Sedih Bukti pendukung : Alinea ke – delapanbelas, kalimat kedua → Aku sangat menyesal, Lia, “ kata Mia sedih.  Kasihan Bukti pendukung : Alinea ke – sembilanbelas, kalimat pertama → Melihat Mia sedih, aku jadi kasihan.  Senang Bukti pendukung : Alinea ke – duapuluh enam, kalimat pertama → Melihat Mama senang, aku semakin menyesal.  Lega Bukti pendukung : Alinea ke – duapuluh delapan, kalimat pertama → Duh, rasanya hatiku lega banget setelah menceritakan semuanya ke pada Mama. Penokohan o Tokoh : Lia, Mia, Bu Umi, dan Mama Lia o Sifat – sifatnya :  Lia :  Setia kawan

Bukti pendukung : Alinea ke – delapan, kalimat kedua → Sebagai sahabat, akupun menolong Mia. Jujur Bukti pendukung : Alinea ke – duapuluh sembilan, kalimat pertama → Duh, rasanya hatiku lega banget setelah menceritakan semuanya ke pada Mama. (Lia mengaku / menceritakan bahwa ia memberikan contekan jawaban kepada Mia tadi pagi)

Mia :  Jujur Bukti pendukung : Alinea ke – sembilan, kalimat kedua → Saya yang meminta jawaban ulangan kepada Lia. (Mia mengaku kepada Bu Umi bahwa ialah yang meminta jawaban ulangan tadi pagi kepada Mia)  Bertanggung jawab Bukti pendukung : Alinea ke – tigapuluh satu, kalimat kedua → ingin meminta maaf dan menjelaskan kejadian tadi Mia siang di sekolah. (Mia mau bertanggung jawab atas perbuatannya tadi siang [mencontek ulangan Lia], dengan menceritakan kejadiannya dan meminta maaf kepada Mama Lia) Bu Umi :  Tegas Bukti pendukung : Alinea ke – sebelas, kalimat kedua dan ketiga → Jadi, ibu tetap akan menghukum kalian berdua. Ini sebagai pelajaran kalian untuk tidak mengulangi kejadian ini lagi, “ kata Bu Umi tegas. Mama Lia :  Pemaaf Bukti pendukung : Alinea ke – tigapuluh dua, kalimat pertama dan kedua → Mama Marah? “ tanyaku. Mama “ menggeleng. (Mama Lia memaafkan Lia meski Lia melakukan kesalahan yang besar)

Ringkasan / kesimpulan cerpen :
Lia telah selesai mengerjakan soal ulangan matematika yang diberikan oleh Bu Umi, tetapi setelah itu ia dipanggil ke Ruang Guru oleh Bu Umi, bersama dengan temannya Mia. Di Ruang Guru, Bu Umi meminta pengakuan dari Mia dan Lia, tentang siapa yang mencontek saat ulangan matematika tadi. Lia ingin mengaku, tetapi ia merasa takut dan malu. Mia pun mengaku, bahwa ia yang mencontek Lia. Meski begitu, Bu Umi tetap memberikan mereka berdua (Lia dan Mia) nilai nol, dan mengirim mereka kembali ke kelasnya. Di kelas, Mia meminta maaf kepada Lia dan mengatakan bahwa ia akan menjelaskan dan meminta maaf kepada Mama Lia. Sepulang sekolah, Lia langsung menuju rumah. Dan ketika sampai di rumahnya, Mama Lia langsung mengganti baju Lia dan memberi Lia makan. Setelah itu, Lia menceritakan kejadian tadi pagi kepada mamanya. Tiba – tiba, telepon berbunyi. Ternyata, Mia menelpon Mama Lia untuk meminta maaf dan menjelaskan semuanya. Setelah telepon ditutup, Mama Lia mengatakan bahwa ia tidak marah kepada Lia. Lia pun meminta maaf dan berjanji untuk tidak mengulangi tindakannya lagi.

Amanat cerpen :
Lebih baik mengaku dan bersikap jujur sebelum semuanya terlambat, dan terdapat penyesalan atas konsekuensi dari ketidakjujuran tersebut. Selain itu, dampak dari perilaku ketidakjujuran sangat merugikan (sebagaimana yang dikatakan oleh Lia pada kalimat terakhir dari cerpen tersebut).

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->