Anda di halaman 1dari 12

Apa itu Teori Pembelajaran Scaffolding..?

Menurut Vygotsky (dalam Trianto, 2010: 76) pembelajaran tjadi apabila anak bekerja atau belajar menangani tugas yg belum dipelajari namun tugas itu masih berada dalam jangkauan kemampuannya atau tugas tersebut berada dlm Zone of Proximal Development (ZPD) iaitu perkembangan sedikit di atas perkembangan seseorang saat ini.

Zone of Proximal Development (ZPD) merupakan jarak antara tingkat perkembangan yang didefinisikan sbg kemampuan pemecahan masalah secara mandiri dan tingkat perkembangan potensial di bawah bimbingan orang dewasa atau melalui kerjasama dengan teman sejawat yang lebih mampu. Scaffolding merupakan pemberian sejumlah bantuan kepada siswa selama tahap awal pembelajaran, kemudian mengurangkan bantuan dan memberikan kesempatan untuk mengambil alih tanggung jawab yang semakin besar setelah ia dapat melakukannya (Slavin, 1997).

Menurut Brunner (dalam Isabella, 2007) scaffolding sebagai suatu proses dimana seorang anak dibantu menuntaskan masalah tertentu melampaui tahap perkembangany melalui bantuan dari seorang guru atau orang lain yang memiliki kemampuan lebih. Menurut Kozulin dan Presseisen (1995) pula (dalam Drajati, 2007) scaffolding ialah apabila seorang murid diberi tugas kompleks tetapi sistematik dan seterusnya murid tersebut diberi bantuan untuk menyelesaikannya. Bukan sebaliknya, iaitu sistem belajar sebagiansebagian, sedikit demi sedikit atau komponen demi komponen dari suatu tugas yang kompleks.

Mengikut Haliza Hamzah dan Joy N.Samuel (2010), konsep ini merujuk kpd bimbingan yg diberi oleh seorang dewasa dalam proses pengajaran dan pembelajaran melalui soalansoalan dan interaksi yang bersifat positif. Bimbingan diberikan kepada pelajar dalam mempelajari kemahiran baru, namun bimbingan yang diberi dikurangkan sehingga pelajar boleh menguasai sesuatu kemahiran. Perbualan dan interaksi adalah alat yang penting semasa proses scaffolding. Perbualan akan membantu pelajar menyusun konsep-konsep baharu secara lebih sistematik.

Scaffolding merupakan bantuan yang diberikan kepada kanak untuk belajar dan memecahkan masalah. Bantuan tersebut dapat berupa petunjuk, dorongan, peringatan, menguraikan masalah ke dalam langkah-langkah pemecahan, memberikan contoh, dan tindakan-tindakan lain yang memungkinkan siswa itu belajar mandiri. Scaffolding ialah suatu keupayaan membimbing seseorang dalam tahap kemampuannya mencapai keberhasilan.

Dari definisi yang telah dijelaskan di atas dapat disimpulkan bahwa scaffolding merupakan bantuan, dukungan (support) kepada kanak dari orang yang lebih dewasa atau lebih kompeten khususnya guru yang memungkinkan penggunaan fungsi kognitif yang lebih tinggi dan memungkinkan berkembangnya kemampuan belajar sehingga terdapat tingkat penguasaan bahan pembelajaran yang lebih tinggi yang ditunjukkan dengan adanya penyelesaian masalah yang lebih rumit.

Kelebihan Pembelajaran Scaffolding


1. 2. 3.

4.

5. 6.

Memotivasi dan mengaitkan minat murid dengan tugasan pembelajaran. Memudahkan tugasan yg diberi dan mampu mencapai tahap perkembangan kanak. Memberi petunjuk untuk membantu kanak lebih fokus pada pencapaian sesuatu tujuan. Jelas menunjukkan perbezaan di antara kerja kanak-kanak dan penyelesaian piawai atau dijangka. Mengurangkan tahap kekecewaan atau risiko. Memberi model dan mendefenisikan dengan jelas harapan mengenai aktiviti yang akan dilakukan.

Langkah Pembelajaran Scaffolding


1. 2. 3. 4. 5. 6.

7. 8.

Menjelaskan bahan pembelajaran. Menentukan Zone Of Proximal Development (ZPD) atau level perkembangan kanak berdasarkan tingkat kognitifnya dengan melihat nilai hasil belajar sebelumnya. Mengelompokkan murid mengikut ZPD-nya. Memberikan tugasan mengikut aras pembelajaran yang berkaitan dengan bahan pembelajaran. Mendorong murid untuk bekerja dan belajar menyelesaikan masalah secara mandiri dengan berkelompok. Memberikan bantuan berupa bimbingan, motivasi, pemberian contoh, kata kunci atau hal lain yang dapat memancing murid ke arah kemandirian belajar. Mengarahkan murid yang memiliki ZPD yang tinggi untuk membantu rakan yang memiliki ZPD yang rendah. Menyimpulkan pelajaran dan memberikan tugas-tugas mengikut aras.

Kesimpulan

Vygotsky mengemukakan bahawa disamping guru, rakan sebaya juga mampu memberi pengaruh penting pada perkembangan kognitif anak berlawanan dengan pembelajaran lewat penemuan individu (individual discovery learning), kerja kelompok secara kooperatif ( cooperative groupwork) yg mempercepatkan perkembangan kanakkanak.

SEKIAN. TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai