Anda di halaman 1dari 2

#1 Tag Line kesehatan merupakan hak asasi manusia, namun apa yang terjadi saat ini sungguh ironi,

untuk mendapatkan kesehatan serasa begitu mahal karena harga obat yang kian meroket. ghguna mengatasi permsalahan harga obat tersebut, pemerintah sejak tahun 1991 meluncurkan Obat generik belogo (OGB) serta di permenkes tentang fasilitas RI No. HK.02.02/MENKES/068/!/2010 Menggunqkan Obat generik kewajibqn pelayanan

HK.02.02/MENKES/068/I/2010. Obat generik biasanya tidak mencantumkan merek, tapi hanya mencantumkan nama zat aktifnya misalnya dalam hal ini parasetamol dan asam mefenamat. #3 arti Logo Obat generik Pada logo obat generik, warna hijau dan tulisan generik menunjukkan persyaratan bahwa obat generik telah memenuhi mutu yang ditetapkan oleh Menteri

Kesehatan Pemerintah untuk menjamin ketersediaannya bagi seluruh lapisan masyarakat #2 obat generik Obat di Indonesia itu ada 3 jenis, Obat paten dan Obat generik. Obat paten adalah obat yang masa patennya masih berlaku, dan harganya sangat mahal, hanya sedikit contoh obat paten yang beredar di Indonesia. Obat generik ada 2, obat generik bermerek atau sering dikenal dengan obat nama dagang seperti panadol, paramex, ponstan. Satu lagi, obat generik berlogo atau lebih umum dikenal dengan obat generik. Obat generik adalah obat dengan nama resmi yang ditetapkan dalam farmakope Indonesia atau buku standar lainnya untuk zat berkhasiat yang nomro dikandungnya (Permenkes

Kesehatan (MenKes) RI dan garis-garis putih itu artinya dapat digunakan oleh berbagai kalangan masyarakat #4 Tag Line "kesadaran masyarakat Indonesia mengonsumsi obat generik masih kurang. Hal ini disebabkan masih ada anggapan bahwa obat generik yang harganya lebih murah, tidak berkualitas jika dibandingkan dengan obat nama dagang" Fakta Penggunaan obat generik di Indonesia hanya sekitar 11 persen dari konsumsi obat nasional. Kondisi ini jauh berbeda dengan negara-negara lain yang sudah bisa mencapai lebih dari 50 persen. Penggunaan obat generik untuk penyakit kronis seperti diabetes dan

hipertensi

meningkat

sekitar

60-70%,

karena

apotek, hal ini dapat dibenarkan. Intinya, Obat Generik adalah hak pasien dan tanggung jawab semua tenaga medis untuk memberikannya

penggunaan obat ini seumur hidup. #5 Apakah Kualitasnya sama dengan Obat Nama Dagang "walaupun harganya lebih murah, namun sesungguhnya kualitas OBAT GENERIK tidak kalah dengan obat nama dagang, karena: 1. kandungan bahan aktifnya sama dengan obat nama dagang 2. proses produksinya sesuai dengan persyaratan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) yang dikeluarkan oleh pemerintah (BPOM RI) 3. telah dilakukan uji BA/BE untuk menjamin kualitasnya

#7 Mengapa Harga OBAT GENERIK lebih murah? 1. Harga dikendalikan pemerintah sesuai Kepmenkes RI no. 632/MENKES/SK/III/2011 tentang harga obat generik 2. dijual dalam kemasan dengan jumlah besar 3. Tidak perlu biaya kemasan yang tinggi 4. tidak perlu biaya promosi. umumnya, 70 % biaya obat nama dagang adalah berasal dari beban biaya promosi, sedangkan 30 %nya adalah biaya sebenarnya bahan baku obat. JADI JANGAN PERNAH RAGU MENGGUNAKAN OBAT

#6 pasien minta obat generik, bolehkah??


Salah satu hak pasien adalah boleh meminta obat generik saat dokter menulis resep. Petugas apotek/farmasis yang mengganti Obat Generik dengan obat paten tanpa seizin pasien, dapat dilaporkan ke komisi etik karena melanggar hak pasien. Begitu pula sebaliknya, jika dokter menuliskan resep berupa obat paten, sementara pasien memiliki daya beli yang rendah dan meminta Obat Generik sebagai gantinya di

GENERIK YA...