Anda di halaman 1dari 22

SANSEVIERA TANAMAN HIAS SEJUTA MANFAAT

Disusun oleh kelompok 8:

Iin Nurjamilah Intan Ayu Octavia Mira Della Rahma Nasution Rahmi Juwita Sukma Septy Kurniawati Silmi Haslinda Sri Rahayu Natasia Yaasinta Ayuhani Carriens

G641040 G641040 G641040 G641040 G641040 G64104053 G641040 G641040

DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2010

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat-Nya, sehingga makalah yang dikerjakan telah terselesaikan dengan baik. Semoga makalah ini dapat membantu dan menambah pengetahuan melalui penjelasannya. Makalah ini dibuat dengan judul Sanseviera Tanaman Hias Sejuta Manfaat. Adapun penyusunan makalah ini berdasarkan sumber mengenai berbagai hal tentang Sanseviera yang kami baca, beserta isi yang terkandung didalamnya, dan manfaatnya yang dapat diambil. Selain itu terdapat pula hasil diskusi pada saat presentasi berlangsung yang dapat dijadikan sebagai masukan dan koreksi pada makalah kami. Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan dapat dijadikan sebagai acuan pembelajaran.

Bogor, Januari 2011

Penyusun

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Sansevieria merupakan salah satu komoditas tanaman hias yang cukup digemari masyarakat. Kegemaran memiliki tanaman Sansevieria disamping karena keindahan, corak dan aneka warna daun yang unik, cantik juga berfungsi sebagai penyerap polutan disekitar tempat tumbuhnya. Tanaman ini menjadi primadona karena keindahan daunnya cukup mempesona. Bermacam variasi daun, mulai dari motif, warna, bentuk, serta ukurannya menyebabkan tanaman ini banyak diburu orang. Terkadang harganya sangat fantastis, sehingga mencapai jutaan rupiah. Keistimewaan Sansevieria, diantaranya sangat resisten terhadap polutan dan bahkan mampu menyerapnya. Penelitian yang dilakukkan oleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menunjukkan, daun Sansevieria mampu menyerap 107 jenis unsur berbahaya. Beberapa jenis polutan yang bisa dihancurkan oleh Sansevieria adalah kloroform, bezena, xylena, formaldehid dan trichloro etilen. Riset lainnya yang dilakukan oleh Wolverton Enviromental Service menyebutkan bahwa sehelai daun Sansevieria mampu menyerap formaldehid sebanyak 0,938 per jam. Jadi, untuk ruangan seluas 100m2, cukup ditempatkan tanaman Sansevieria trifasciata dewasa berdaun 4-5 helai agar ruangan itu bebas polutan. Berbagai hal dan manfaat yang dimiliki oleh sanseviera inilah yang melatar belakangi kami untuk mengambil tema tentang sanseviera pada presentasi dan pembuatan makalah ini.

1.2

Tujuan

Beberapa tujuan yang diharapkan dalam penyusunan makalah ini, diantaranya: Dapat lebih memahami arti pentingnya menjaga kelestarian tanaman hijau secara umum. Dapat lebih memaksimalkan dan membudidayakan tanaman sanseviera sehingga dapat bermanfaat untuk kelestarian lingkungan.

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Sanseviera Salah satu jenis tanaman tropis yang sedang menjadi tren atau buah bibir di kalangan pecinta tanaman hias adalah tanaman Sanseviera. Sansevieria lebih dikenal dengan sebutan lidah mertua (mother-in laws tongue) atau dikenal sebagai tanaman ular (snake plant) karena corak daun dari beberapa jenis tanaman ini mirip dengan ular. Tumbuhan Sanseviera atau lebih dikenal dengan nama Lidah Mertua ini tidak hanya menebar pesona karena keindahannya tapi juga memiliki daya tarik yang luar biasa karena manfaatnya. Penanaman dan perawatan yang mudah menjadikan Sanseviera banyak diburu dan ditanam oleh penggila tanaman. Sanseviera memiliki rentang toleransi yang tinggi terhadap kondisi lingkungan. Daya tahan Sanseviera yang cukup kuat dan rentang toleransinya yang cukup tinggi dengan kondisi sedikit air dan cahaya matahari sehingga memungkinkan untuk ditanam dalam berbagai kondisi lingkungan, mulai di dalam ruangan, lahan terbuka, sampai penanaman dengan hidroponik. Tanaman Sansevieria termasuk famili Agavaceae dengan habitat aslinya adalah daerah tropis yang kering dan mempunyai iklim gurun yang panas. Tanaman ini juga tumbuh di pegunungan yang tandus dan gurun pasir yang gersang.

2.2

Klasifikasi Sanseviera Level Hirarki Kingdom Plantea Latin Indonesia Tumbuhan

Level Hirarki Subkingdom Superdivisi Level Hirarki Divisi Kelas Subkelas Ordo Famili Genus

Latin Tracheobionta Sprematophyta Latin Magnoliopyhta Liliopsida Liliidae Liliales Agavaceae Sansevieria Thunb. Misa, Sansevieria trifasciata,

Indonesia Tumbuhan berpembuluh Tumbuhan berbiji Indonesia Tumbuhan berbunga Monokotil (berbiji tunggal) Sansevieria -

Spesies

Sansevieria cylindrica, dan Sansevieria kirkii

2.3 Jenis-Jenis Sanseviera

2.3.1 Berdasarkan Keturunan atau silsilahnya, ada 2 jenis yaitu:


Sanseviera yang berbentuk asli (dikenal dengan sebutan bentuk spesies). Jenis hasil persilangan (hibridasi) yang biasa disebut bentuk hybrid Bentuk Hybrid akan mampu menampilkan ragam corak dan karakter yang berbeda dengan speaies aslinya, sehingga akan menambah keragaman jenis Sanseviera. Namun demikian, peningkatan jumlah hybrid masih sangat terbatas.

2.3.2 Mutasi

Bertambahnya variasi penampilan dan karakter Sanseviera juga banyak dipengaruhi karena adanya mutasi. Akibat adanya mutasi, dari spesies yang sama akan sering menampilkan bentuk, ukuran, dan warna daun yang berbeda. Mutasi dapat terjadi akibat perbanyakan melalui stek daun dank arena adanya pengaruh dari faktor lingkungan seperti: pengaruh tingkat kesuburan tanah, pengaruh suhu dan pengaruh cahaya.

2.3.3

Berdasarkan bentuk fisik/luar:

1. Tumbuh memanjang ke atas, yaitu jenis yang tumbuh memanjang ke atas

dengan ukuran 50-75 cm. Kelompok panjang memiliki daun meruncing seperti mata pedang, dan karena ini ada yang menyebut Sansevieria sebagai tanaman pedang-pedangan.
2. Berdaun pendek melingkar dalam bentuk roset, yaitu jenis yang berdaun

pendek melingkar dalam bentuk roset dengan panjang 8 cm dan lebar 3-6 cm.

2.3.4 Berdasarkan Spesiesnya: Sanseviera memiliki banyak sekali jenis dan spesiesnya. Beberapa spesies yang terkenal antara lain: Sanseviera aethiopica, Sanseviera angustiflora, Sanseviera arborescens, Sanseviera aubrytiana, Sanseviera braunii, Sanseviera canaliculata, Sanseviera concinna, Sanseviera cylindrical, Sanseviera dawei, Sanseviera deserti, Sanseviera dooneri, Sanseviera ehrenbergii, Sanseviera fasciata, Sanseviera gracilis, Sanseviera grandicuspis, Sanseviera grandis, Sanseviera hyacinthoides, Sanseviera intermedia, Sanseviera kirkii, Sanseviera liberica, Sanseviera longiflora, Sanseviera metallica, Sanseviera parva, Sanseviera phillipsiae, Sanseviera raffillii, Sanseviera roxburghiana, Sanseviera senegambica, Sanseviera singularis, Sanseviera stuckyi, Sanseviera subspicata, Sanseviera suffruticosa, Sanseviera trifasciata, Sanseviera zeylanica.

Setengah spesies merupakan tumbuhan rumah yang terkenal di beberapa Negara, dengan Sanseviera trifasciata yang paling banyak dijual.

1. Sanseviera Cylindrical Bojer

Memiliki daun berbentuk silinder, tegak panjang dan tajam ujung puncak daun dalam ukuran dua hingga tiga sentimeter lebar. Daunnya berwarna hijau tua berbelang-belang kelabu. Spesies ini seakan-akan pokok sekulen karena daunnya turut menyimpan sedikit air walaupun keras. Bunganya tidak indah dipandang, tersebar dalam kuntuman kecil dan berjambak. Tangkai bunganya keluar secara memanjang dari celahan daun tengahnya.

Gambar 1 sanseviera cylindrical bojer

2. Sanseviera Hahnii Merupakan spesies yang paling diminati karena bentuknya yang padat dan rendah dengan ukuran panjang daunnya sehingga enam sentimeter. Sesuai ditanam dalam pasu kecil dan kebanyakannya digunakan untuk menyerikan dekorasi tanaman batu.

Gambar 2 Sansevieria hahnii

3. Sanseviera Trifasciata

Jenis ini yang sering disebut sebagai tanaman ular. Ujung daunnya meruncing, tapi tidak berduri. Pada malam hari biasanya mengeluarkan aroma harum. Daunnya yang masih muda tumbuh tepat di tengah-tengah roset yang berdiri lempang ke atas. Awalnya, pertumbuhan tampak seperti lidi. Jenis trifasciata yang telah disilang menghasilkan varietas baru, antara lain: Sanseviera trifasciata golden hahnii Penampilan fisiknya hampir sama dengan hahnii. Perbedaannya ada pada warna daun yang hijau muda dengan kombinasi warna kuning emas, dan berbentuk pita pada bagian tepi daun.

Gambar 3 Sanseviera trifasciata golden hahnii

Sanseviera trifasciata lorentii Daunnya rata dan tumbuh tegak dengan tinggi 40 cm 100 cm.

pinggir daun berwarna kuning dan tampak tegas, sedang di bagian tengahnya ada warna kuning yang menyebar tidak beraturan. Jumlah daunnya bisa mencapai lebih dari 10 helai dan pertumbuhannya paling cepat dibandingkan jenis lainnya.

Gambar 4 Sanseviera trifasciata lorentii

Sanseviera trifasciata bantels atau white Sanseviera Daunnya tumbuh merapat dan tegak lurus. Antarhelai daun saling

bertumpuk simetris dengan warna dasar putih, bercorak hijau, dan tepi daun warna hijaunya lebih tegas. Pertumbuhannya paling lambat dibandingkan dengan jenis lain.

Gambar 5 Sanseviera trifasciata bantels atau white Sanseviera

Sanseviera trifasciata future Ciri - cirinya mirip dengan lorentii, tapi daunnya lebih lebar dan

lebih pendek. Corak dan warna daunnya juga lebih jelas. Selain itu, bentuknya menyerupai kelopak bunga mawar.

Gambar 6 Sanseviera trifasciata future

4. Sanseviera trifasciata Prain Adalah spesies yang mempunyai daun panjang yang tajam, tebal dan keras. Warnanya kelabu berbelang-belang hijau tua. Pertumbuhan yang subur akan menyebabkan bentuk daunnya yang berpintal-pintal.

Gambar 7 Sanseviera trifasciata Prain

5. Sanseviera Trifasciata Dibandingkan dengan laurentii, Trifasciata memiliki daun lebih tebal dank eras. Terlihat lebih tegap dengan keindahan warna daunnya kelabu berbelang-belang hijau tua yang diserikan dengan jalur kuning muda pada keseluruhan tepi daun.

Gambar 8 Sanseviera Trifasciata

6. Sanseviera Liberica Dapat dikatakan, jenis ini memiliki daun yang paling besar dan panjang. Tumbuh kokoh ke atas dan agak tebal. Jika diperhatikan warna daunnya, tampak kombinasi hijau-putih, namun warna putih lebih menonjol.

Gambar 9 Sanseviera Liberica

7. Sanseviera Cylindrica

Sesuai dengan namanya, ia memiliki daun yang tumbuh memanjang ke atas dan berbentuk silinder. Daunnya kaku dan sangat tebal dengan warna hijau tua dengan alur-alur hitam keabu-abuan berwarna hijau muda.

Gambar 10 Sanseviera Cylindrica

2.4

Lingkungan Tumbuh Suhu Lingkungan : 24-29 C Curah Hujan & Kelembaban Udara : curah hujan rendah penguapan lebih tinggi daripada curah hujan Cahaya : 1.000-10.000 fc (footcandle) Kondisi Tanah : tidak terlalu lembab pH 5,5 7,5 Pada dasarnya Sanseviera membutuhkan media tanam yang porous, bertekstur kasar, dan mengandung sedikit bahan organic. Hal ini sangat penting mengingat tanaman sanseviera tidak menghendaki kondisi media yang terlalu lembab. Media tanam yang porous menjamin tersedianya oksigen bagi akar tanaman. Porositas yang tinggi juga menunjukan drainase yang baik. Dengan demikian, media tidak akan menyimpan air terlalu

banyak. Kandungan air yang tinggi pada media tanam bisa menyebabkan akar membusuk. Keasaman (pH) media tanam yang ideal untuk Sanseviera adalah 5,5 7,5. Media tanam yang terlalu asam merupakan tempat yang ideal bagi pertumbuhan pathogen. Akibatnya, tanaman menjadi sangat rentan terhadap serangan penyakit yang disebabkan oleh jamur seperti busuk rimpang dan busuk daun. Namun jika pH terlalu rendah, media memerlukan penambahan kalsium karbonat (CaCO3) atau kapur. Dalam hal ini, unsur yang berperan dalam menaikkan pH adalah kalsium. Sebaliknya, jika media terlalu basa bisa ditambahkan sulfur untuk menurunkan nilai pH. Selain itu, sulfir juga termasuk salah satu yang dibutuhkan tanaman meskipun dalam jumlah sedikit.

2.5 Kandungan Sanseviera

Daun dan rimpang sanseviera mengandung: Saponin Saponin adalah jenis glikosida yang banyak ditemukan dalam tumbuhan. Saponin memiliki karakteristik berupa buih. Sehingga ketika direaksikan dengan air dan dikocok maka akan terbentuk buih yang dapat bertahan lama.Saponin mudah larut dalam air dan tidak larut dalam eter. Saponin memiliki rasa pahit menusuk dan menyebabkan bersin serta iritasi pada selaput lendir. Saponin merupakan racun yang dapat menghancurkan butir darah atau hemolisis pada darah. Saponin bersifat racun bagi hewan berdarah dingin dan banyak diantaranya digunakan sebagai racun ikan. Saponin yang bersifat keras atau racun biasa disebut sebagai Sapotoksin. Saponin diklasifikasikan menjadi 2 yaitu : saponin steroid dan saponin triterpenoid. Saponin steroid tersusun atas inti steroid (C 27) dengan molekul karbohidrat. Steroid saponin dihidrolisis menghasilkan suatu aglikon yang dikenal sebagai saraponin. Tipe saponin ini memiliki

efek anti jamur. Pada binatang menunjukkan penghambatan aktifitas otot polos. Saponin steroid diekskresikan setelah konjugasi dengan asam glukoronida dan digunakan sebagai bahan baku pada proses biosintesis dari obat kortikosteroid. Contoh senyawa saponin steroid diantaranya adalah : Asparagosides (Asparagus officinalis), Avenocosides (Avena sativa), Disogenin (Dioscorea floribunda dan Trigonella foenum graceum). Saponin triterpenoid tersusun atas inti triterpenoid dengan molekul karbohidrat. Dihidrolisis menghasilkan suatu aglikon yang disebut sapogenin. Ini merupakan suatu senyawa yang mudah dikristalkan lewat asetilasi sehingga dapat dimurnikan. Tipesaponin ini adalah turunan amyirine. Contoh senyawa triterpen steroid adalah : Asiaticoside (Centella asiatica), Bacoside (Bacopa monneira), Cyclamin (Cyclamen persicum).

Polifenol Polifenol (polyphenol) merupakan senyawa kimia yang terkandung di dalam tumbuhan dan bersifat antioksidan kuat. Polifenol adalah kelompok antioksidan yang secara alami ada di dalam sayuran, buahbuahan, kacang-kacangan, minyak zaitun, dan minuman (seperti teh, kopi, cokelat dan anggur merah/red wine). Polifenol umumnya banyak terkandung dalam kulit buah, sehingga ada benarnya kalau kita dihimbau untuk mengkonsumsi apel dan bit beserta kulitnya. Polifenol ini berperan melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas dengan cara mengikat radikal bebas sehingga mencegah proses inflamasi dan peradangan pada sel tubuh. Polifenol juga bermanfaat menurunkan risiko penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, alzheimer, dan kanker. Senyawa polifenol terdiri dari beberapa subkelas yakni, flavonol, isoflavon (dalam kedelai), flavanon, antosianidin, katekin, dan biflavan.

Turunan dari katekin seperti epikatekin, epigalo-katekin, apigalo-katekin galat, dan quercetin umumnya ditemukan dalam teh dan apel. Dua unsur terakhir merupakan antioksidan kuat, dengan kekuatan 4-5 kali lebih tinggi dibandingkan vitamin C dan vitamin E yang dikenal sebagai antioksidan potensial. Jenis polifenol lain adalah tanin (terkandung dalam teh dan cokelat), yang sedang hangat diperbincangkan di dunia kesehatan. Semua epigallocatechin serangan jantung. jenis teh mengandung (EGCG). polifenol dalam ini bentuk yang

gallate

Kandungan

EGCG

melambungkan nama teh sebagai minuman anti kanker dan pencegah

Pregnane glikosid Tanaman ini mengandung bahan aktif pregnane glikosid yang mampu mereduksi polutan menjadi asam organik, gula, dan beberapa senyawa asam amino. Oleh karena itu, Sansevieria sangat bagus diletakkan didalam ruangan, baik dirumah maupun dikantor-kantor, maupun dijadikan penghias taman dijalan-jalan yang lalu lintasnya padat sebagai antipolutan (airfreshener).

2.6

Perbanyakan Beberapa cara untuk perbanyakan sanseviera, diantaranya adalah: 1. Cara Generatif Perbanyakan secara generatif dilakukan dengan perkawinan bunga untuk mendapatkan hybrid baru tetapi memerlukan waktu yang lama dalam pembungaan dan pemasakan biji.

2. Cara Vegetatif

Perbanyakan secara vegetatif adalah cara perkembangbiakan tanaman dengan menggunakan bagian-bagian tanaman seperti batang, cabang, ranting, pucuk, daun, umbi dan akar, untuk menghasilkan tanaman yang baru, yang sama dengan induknya. Prinsipnya adalah merangsang tunas adventif yang ada dibagian-bagian tersebut agar berkembang menjadi tanaman sempurna yang memiliki akar, batang, dan daun sekaligus. Keunggulan perbanyakan ini adalah menghasilkan tanaman yang memiliki sifat yang sama dengan induknya. Selain itu, tanaman yang berasal dari perbanyakan secara vegetatif lebih cepat berbunga dan berbuah. Kelemahan dari perbanyakan dengan cara ini membutuhkan pohon induk yang lebih besar dan lebih banyak, sehingga membutuhkan biaya yang banyak. Beberapa teknik perbanyakan secara vegetative yang digunakan untuk perbanyakan sanseviera, diantaranya: Pisah anakan Merupakan cara konvensional. Anakan dipisah setelah 2-4 bulan. Pada bagian yang terpotong diolesi fungisida dan zat perangsang akar, setelah ditanam disimpan di tempat teduh.

Stek Daun Stek daun dapat dilakukan pada daun yang tua. Stek daun mampu menghasilkan anakan yang berbeda dengan induknya. Pada jenis sanseviera yang memiliki kombinasi warna kuning dan hijau, perbanyakan stek daun umumnya menghasilkan anakan berdaun hijau. Daun dipotong 5-10 cm yang dicelupkan kedalam zat perangsang akar, ditanam 1-1,5 cm, disiram dan ditempatkan di tempat teduh. Tunas anakan muncul setelah berumur 3-4 bulan.

Potong Pucuk, untuk memunculkan tunas baru

Untuk Sanseviera berdaun pendek dengan daun minimal 12 daun, dengan memotong pucuk minimal 3-4 daun dan dijaga agar daun satu dengan yang lainnya tetap melekat, dioles fungisida dan zat perangsang akar kemudian ditanam, disimpan di tempat yang teduh. Selang 1 bulan akan keluar 2-3 anakan.

Cacah daun Cacah daun dilakukan dengan cara memotong-motong daun sanseviera dalam ukuran kecil yaitu 5 cm dan jumlah yang banyak. Bagian daun mulai dari ujung sampai ke pangkal digunakan untuk perbanyakan. Setelah 4-5 bulan atau memiliki 3 daun maka anakan siap dipisah.

Teknik Cabut Pucuk Teknik cabut pucuk cocok untuk sanseviera berdaun renggang. Caranya dengan mencabut daun termuda dengan menggunakan tangan, 1 bulan akan keluar 1-3 anakan.

Stek Rimpang, untuk mengatur pertumbuhan. Dilakukan dengan memotong-motong rimpang yang tua, setiap potongan harus memiliki satu mata tunas, diolesi fungisida dan zat perangsang akar kemudian ditanam.

Metode Kultur Jaringan Metode ini digunakan untuk melestarikan jenis sanseviera yang sudah langka dan memiliki tingkat pertumbuhan yang lambat.

Eksplan yang biasa digunakan adalah tunas pucuk, tunas lateral pada bonggol atau pucuk rimpang.

2.7 Manfaat Sanseviera

Sansevieria, daun serat sejuta manfaat. Dahulu serat tanaman yang popular dengan nama lidah mertua itu ditenun menjadi pakaian, alat musik, atau bahan baku kertas. Kini kondang sebagai tanaman hias, antiseptik, antikanker, dan yang terbaru antipolutan.

Sanseviera sebagai bahan baku industri tekstil Bahan Serat Sanseviera Salah satu nama yang diberikan kepada sanseviera adalah bowst hemp yang berarti serat yang digunakan untuk mengikat. Hal ini beralasan, karena daun tumbuhan ini dahulunya sering dijadikan sebagai pengikat. Serat daunnya panjang, mengkilap, kuat, elastic, dan tidak merapuh meskipun terkena air. Karena keunggulan sifat-sifat inilah serat daun sanseviera digunakan sebagai bahan baku pakaian. Beberapa Negara seperti Cina dan Selandia Baru membudidayakan sanseviera sebagai bahan baku pada industri tekstil. Jenis yang biasa ditanam untuk keperluan ini diantaranya S. cylindrical aethiopica, S. kirkii perinii, Sanseviera trifasciata lorentii mein liebling, dan S. zaeylanica.

Sanseviera sebagai tanaman obat Di daerah asalnya di Afrika, sanseviera telah lama digunakan oleh

penduduk local sebagai penghalau racun akibat gigitan ular dan serangga. Dibeberapa daerah di Asia, getah tumbuhan ini digunakan sebagai cairan

antiseptic dan daunnya digunakan untuk membalut luka pada tindakan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Bagi penderita diabetes, daun tanaman ini bias menjadi obat alternatif. Jenis yang digunakan adalah Sanseviera trifasciata lorentii. Cara penggunaannya, beberapa lembar daun dipotong-potong dan direbus dengan tiga gelas air hingga mendidih dan tersisa satu gelas. Sisa air ini kemudian diminumkan kepada penderita. Dengan cara yang sama, ramuan ini juga sering digunakan oleh penderita ambeien. Sanseivera juga dapat digunakan sebagai obat sakit telinga, obat gatal, meransang pertumbuhan rambut, sakit gigi dan obat kutu. Daunnya dipanaskan dan jusnya diteteskan ke dalam telinga untuk merawat sakit telinga. Ramuan Sanseivera dijadikan ramuan panas untuk mengobati gatal. Jusnya juga dipakai di kepala untuk merangsang pertumbuhan rambut. Jusnya yang suam juga digunakan bagi mengobati sakit gigi. Dari penelitian sebelumnya, terungkap kandungan asam metal glukoronat, saponin, dan abamagenin dalam tanaman Sansevieria. Itu menjadi bukti sahih yang membenarkan pemanfaatan daun Sansevieria sebagai penutup luka, antiseptik, serta sebagai obat wasir, cacar, cacing, sampai penyakit mata atau telinga, dan juga sebagai bahan minuman penyegar tubuh. Cara menyembuhkan wasir dengan sansevieria, lengkap dengan komposisi dan metodenya, dipatenkan warga India bernama Rajeev Agnihotri. Rajeev juga merekomendasikan penderita wasir mengkonsumsi kue panggang yang diberi sansevieria sebagai bagian pengobatan. Penemuan lain dari berbagai negara seperti Jepang, Amerika Serikat, Jerman, Belgia, sampai Tanzania dan Yaman mengungkap khasiat beberapa spesies Sansevieria sebagai anti malaria, anticendawan, antikolesterol, sampai antikanker. Sementara di Afrika, Sansevieria dimanfaatkan getahnya sebagai anti racun ular dan serangga.

Sanseviera sebagai antipolutan Didalam tiap helai daun sanseviera terdapat senyawa aktif pregnane glycoside, yaitu zat yang mampu menguraikan zat beracun menjadi senyawa asam organic, gula, dan beberapa senyawa asam amino. Beberapa senyawa beracun yang bias diuraikan oleh tanaman ini diantaranya kloroform, benzene, xilen, formaldehid, dan trikloroetilen. Kloroform adalah senyawa beracun yang menyerang system saraf manuasia, jantung, hati, paru-paru, dan ginjal, melalui system pernapasan dan sirkulasi darah. Kemampuan sanseviera untuk menyerap racun membuatnya akrab dalam penghijauan lingkungan. Di jalur hijau, tanaman ini dimanfaatkan untuk menyerap racun asap buangan kendaraan dari knalpot. Sementara itu, sebagai tanaman hias indoor, sanseviera bias menangani sick building syndrome, yaitu keadaan ruangan yang tidak sehat akibat tingginya onsentrasi gas karbondioksida, zat nikotin dari asap rokok, dan penggunaan AC dalam ruangan. Satu tanaman S. trifasciata lorentii dewasa berdaun 4-5 helai dapat menyegarkan kembali udara dalam ruaangan seluas 20 m2. Dengan kemampuan ini pula, ibu rumah tangga yang sering beraktivitas di dapur bias memetik manfaat dari tanaman sanseviera. Peletakan sanseviera di dapur dapat menyegarkan udara dengan menyerap gas karbondioksida dan monoksida sisa pembakaran dari kompor. Hasil penelitian Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) selama 25 tahun membuktikan sansevieria mampu menyerap 107 unsur yang terkandung dalam polusi udara, termasuk di antaranya nikotin dari tembakau, karbonmonoksida, sampai dioksin (zat maha beracun hasil pembakaran plastik atau naftalena).

Sanseviera sebagai tanaman hias Sansevieria dapat berfungsi sebagai penghias taman, baik tanaman outdoor dilahan terbuka ataupun tanaman indoor yang berupa rangkaian.

Sebagai tanaman hias, pesona sanseviera terletak pada corak dan warna daun yang khas. Sanseviera telah lama digunakan sebagai tanaman hias dalam ruangan (indoor plants) dan di luar ruangan (outdoor plants). Tanaman Sansevieria mempunyai nilai ekonomis cukup tinggi yang digemari oleh masyarakat Indonesia maupun mancanegara, seperti Belanda, Singapura, Korea, Jepang dll.

2.8

Hasil Diskusi 1. Pertanyaan : Cara perbanyakan sanseviera dapat dilakukan dengan generative dan vegetatif, apakah setiap yang dihasilkan akan sama persis dengan induknya atau tidak? Mengapa demikian? Jawab : Cara perbanyakan generatif akan menghasikan anakan yang tidak sama persis dengan induknya. Sedangkan cara perbanyakan vegetatif akan menghasilkan anakan yang sama dengan induknya. Salah satu contohnya adalah menggunakan Stek. Namun, tidak selalu hasilnya sama persis dengan induknya karena lingkungan juga dapat mempengaruhi hasil perbanyakan dari sanseviera tersebut.

2. Pertanyaan : apakah yang dimaksud dengan fc (footcandle) ?

Jawab : fc (footcandle) adalah satuan untuk cahaya.

3. Pertanyaan: Sansieviera adalah jenis tanaman yang dapat menyerap

polutan. Apakah semua jenis sanseviera dapat menyerap polutan?

Jawab: Semua jenis sanseviera dapat menyerap polutan, namun kemampuannya akan berbeda satu sama lain tergantung jenis dan kemampuannya.

4. Pertanyaan: Berapakah suhu ideal untuk penyerapan polutan pada

sanseviera? Jawab: Sanseviera akan tumbuh secara ideal pada suhu 24C 29C pada siang hari, dan 18C - 21C pada malam hari, sehingga kemampuannya dalam menyerap polutan juga akan lebih efektif pada kisaran suhu tersebut.

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN


3.1. Kesimpulan Sansievera merupakan salah satu jenis tanaman hias yang mempunyai banyak manfaat. Baik dalam bidang kesehatan, lingkungan/anti polutan, dan niali ekonomi yang tinggi. Kegemaran memiliki tanaman Sansevieria disamping karena keindahan, corak dan aneka warna daun yang unik, cantik juga berfungsi sebagai penyerap polutan disekitar tempat tumbuhnya. Tanaman ini menjadi primadona karena keindahan daunnya cukup mempesona. Tumbuhan Sansivera atau lebih dikenal dengan nama Lidah Mertua ini tidak hanya menebar pesona karena keindahanya tapi juga memiliki daya tarik yang luar biasa karena manfaatnya. Penanaman dan perawatan yang mudah menjadikan sansivera banyak diburuh dan ditanam oleh penggila tanaman. Terkadang harganya sangat fantastis, sehingga mencapai jutaan rupiah.

3.2. Saran Diharapkan munculnya kesadaran dari manusia itu sendiri agar lebih menjaga dan mencintai kelestarian lingkungan hidup disekitarnya. Menjaga kelestarian tumbuh-tumbuhan hiaju yang mengandng banyak manfaat, salah satunya sanseviera, sehingga manfaat yang terkandung di dalam sanseviera diharapkan dapat diguanakan mengurangi adanya global warming dan membersihkan udara yang tidak sehat.