P. 1
Kpk Dan Pemberantasan Korupsi Di Daerah

Kpk Dan Pemberantasan Korupsi Di Daerah

|Views: 4|Likes:
Dipublikasikan oleh i2b
ibadkadabrak.wordpress.com
ibadkadabrak.wordpress.com

More info:

Published by: i2b on Aug 08, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/08/2013

pdf

text

original

KPK DAN PEMBERANTASAN KORUPSI DI DAERAH

OLEH: ABDULLAH HEHAMAHUA PENASIHAT KPK

RUANG LINGKUP KORUPSI
A. A. BERDASARKAN AL QUR’AN & AL HADITS: SUAP (1) Dan janganlah kamu makan harta (orang-orang yang di antara) kamu dengan (jalan) tidak betul, dan (janganlah) kamu bawa (urusan harta) itu kepada hakim-hakim dengan maksud kamu hendak memakan sebahaigan daripada harta orang (lain) dengan (jalan) dosa, padahal kamu tahu (Q.S. Al Baqarah: 188)

SUAP (2)
• Allah melaknat penyuap dan penerima suap dalam hukuman (HR Tirmizi dan Ibnu Hibban) • Rasulullah SAW melaknat pemberi suap, penerima suap dan mediatornya (HR Ahmad, At-Tirmidzi dan Ibnu Hibban)

HADIAH
• Seorang petugas pemungut zakat melaporkan kepada Rasulullah SAW tentang hasil pungutan zakat yang dilakukannya sambil menambahkan bahwa dia mendapat hadiah dari salah seorang wajib zakat. Berkata Rasulullah: Apakah jika engkau duduk-duduk di rumah orang tuamu, hadiah itu akan datang kepadamu.? • Hadiah-hadiah (yang diterima) para gubernur adalah (sama dengan) hasil curian (HR Al Baihaqi)

3. PENGGELAPAN
• Ibnu Abbas meriwayatkan, katanya: Saya diberitahu Umar ibnul Khattab, katanya: Ketika usai perang Khaibar, ada serombongan sahabat yang menghadap Rasulullah SAW mengatakan: Si Fulan syahid, si Fulan syahid, sehingga mereka tiba di tempat seseorang (dan mengatakan): Si Fulan ini syahid. Rasulullah lalu menjawab: Tidak, sekali-kali tidak, sungguh benar-benar saya melihat dia di neraka karena selembar burdah yang disembunyilannya......(HR Muslim da Abu Daud)

4. MENGHIANATI AMANAH
• Dan tidaklah layak seorang nabi menyembunyikan (barang ghanimah) dan siapa yang menyembunyikannya akan membawa barang yang disembunyikan itu kelak di akhirat lalu setiap orang akan disempurnakan (balasan) apa yang dilakukannya sedangkan mereka tidak dizalimi (Q.S Ali Imran: 161) • Perkataan ”menyembunyikan” dalam ayat di atas adalah terjemahan dari perkataan ”ghalla” karena ayat ini diturunkan berkaitan dengan hilangnya selembar kain merah dari barangbarang ghanimah (pampasan perang). Sedangkan perkataan ”ghalla” sendiri artinya hianat. Oleh karena itu, menghianati amanah yang diberikan oleh negara, rakyat atau atasan adalah sama dengan korupsi. Begitu pula dengan melanggar sumpah jabatan dalam konteks ayat ini, termasuk korupsi

5. KOLUSI & NEPOTISME
• Seorang perempuan di zaman Rasulullah SAW sesudah fathu Makah telah mencuri. Rasulullah lalu memerintahkan agar tangan wanita itu dipotong. Usamah bin Zaid menemui Rasulullah untuk meminta keringanan hukuman bagi perempuan tersebut. Mendengar penuturan Usamah, wajah Rasulullah langsung berubah. Beliau lalu bersabda: “Apakah kamu akan meminta pertolongan (mensyafa’ati) untuk melanggar hukum-hukum Allah Azza Wajalla?.” (HR Imam Buchari)

6. LAMBAT MELAPORKAN ASET NEGARA
• Abdullah bin Umar r.a meriwayatkan, katanya: Adalah Rasulullah SAW apabila mendapatkan ghanimah, beliau menyuruh Bilal mengumumkan kepada khalayak. Mereka lalu datang dengan membawa pelbagai ghanimahnya, kemudian diambilnya seperlima terlebih dahulu (untuk fakir miskin dan anak yatim piatu), lalu beliau membaginya (kepada para peserta perang yang berhak). Ternyata ada seseorang yang datang terlambat dengan membawa seutas tali/kendali terbuat dari bulu, seraya berkata: Ya Rasulullah, inilah yang kami peroleh dari ghanimah. Rasulullah SAW kemudian bertanya,”Apakah anda belum mendengar pengumuman Bilal.?” Diulang sampai tiga kali. Dia pun menjawab: ”Ya, sudah.” Selanjutnya beliau bertanya lagi, ”Apa yang menyebabkan kamu terlambat.?” Orang tersebut beralasan. Maka Rasulullah SAW bersabda,”Bawalah sendiri barang itu nanti di hari kiamat, saya tidak mau menerima barang tersebut darimu.”

RUANG LINGKUP KORUPSI
B. BERDASARKAN HUKUM POSITIF (UU No. 31/99 jo UU No. 20/21)

MOTIF KORUPSI

• CORRUPTION BY NEED • CORRUPTION BY GREED • CORRUPTION BY OPPORTUNITIES • CORRUPTION BY EXPOSURES

TUJUAN KORUPSI

• MATERIAL CORRUPTION • POLITICAL CORRUPTION • INTELLECTUAL CORRUPTION

BENTUK PERBUATAN KORUPSI (1)
• Tindakan melawan hukum • Menyalahgunakan jabatan/wewenang • Mendatangkan keuntungan diri sendiri/orang lain/korporasi

MERUGIKAN KEUANGAN/ PEREKONOMIAN NEGARA

BENTUK PERBUATAN KORUPSI (2)
• Memberi/menjanjikan sesuatu kepada PNS/Hakim/PN • Memberi hadiah/janji kepada PNS/Hakim/PN • PNS/Hakim/PN yang menerima pemberian/janji yang berkaitan dgn tugas • PNS/Hakim/PN yang menerima hadiah/janji yg berkaitan dgn tugas

SUAP MENYUAP

BENTUK PERBUATAN KORUPSI (3)
• Menggelapkan uang/surat berharga • Memalsu buku2/daftar khusus utk pemeriksaan administrasi • Merusak/menghancurkan dokumen negara/alat bukti • Membiarkan/membantu org lain merusak/menghancurkan dokumen negara/alat bukti

PENGGELAPAN DALAM JABATAN

BENTUK PERBUATAN KORUPSI (4)
• PNS/PN YANG MEMERAS ATAU MEMINTA BAYARAN KPD PELANGGAN DI LUAR YANG DITETAPKAN • PNS/PN YG MEMINTA PEKERJAAN ATAU BARANG TERTENTU DALAM MENJALANKAN TUGAS • PNS/PN YANG MEMOTONG SUATU PEMBAYARAN DARI PELANGGANNYA

PEMERASAN

BENTUK PERBUATAN KORUPSI (5)
• Pemborong, ahli bangunan atau penjual bahan bangunan yang berbuat curang • Pengawasan proyek yang membiarkan terjadinya kecurangan • Setiap orang yang curang dalam penyerahan barang milik TNI/POLRI • Pengawas/penerima penyerahan barang milik TNI/POLRI yang membiarkan terjadinya kecurangan • PNS/PN yang menggunakan tanah negara untuk kepentingan pribadi

PERBUATAN CURANG

BENTUK PERBUATAN KORUPSI (6)
PNS/PN YANG TURUT SERTA DALAM PEMBORONGAN ATAU PEKERJAAN YANG ADA DALAM TANGGUNG JAWABNYA

BENTURAN KEPENTINGAN DALAM PENGADAAN

BENTUK PERBUATAN KORUPSI (7)
• SETIAP PEMBERIAN ATAU HADIAH YANG DITERIMA OLEH PNS/PN DI LUAR GAJI YG ADA HUBUNGAN DENGAN TUGAS ADALAH SUAP • RP. 10 JUTA KE ATAS, PENERIMA YANG MEMBUKTIKAN BAHWA ITU BUKAN SUAP • DI BAWAH RP. 10 JUTA, PENUNTUT UMUM YANG MEMBUKTIKAN BAHWA PEMBERIAN ITU ADALAH SUAP

GRATIFIKASI

DAMPAK KORUPSI (1)
a. Terhadap Perekonomian Nasional • Laju pertumbuhan ekonomi yang lamban (4.8%) • Penganguran terus bertambah (9,7 %) • Jumlah orang miskin terus bertambah (16.6%) • Negara tetap bergantung atas hutang luar negeri • Kebocoran dana pembangunan (45%) dan pungutan tidak resmi 30% dari biaya produksi • Laporan BPK (1999-2004), penyelewengan uang negara sebesar Rp. 166,5 triliun (Rp. 144 T dari kasus BLBI)

Jumlah Penduduk Miskin Indonesia (Sumber: BPS)
40,00

Jumlah Penduduk (dalam juta)

39,00

39,00 38,70 38,40

39,05

38,00
37,30

37,00
36,10

36,00
35,10

35,00

34,00 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006

Tahun

DAMPAK KORUPSI (2)
b. Terhadap Sumber Daya Alam • Minyak akan habis sebelum tahun 2030 • Hutan sudah dalam keadaan stadium 4 • Pencemaran laut dan hilangnya potensi kelautan sebagai primadona perekonomian nasional • Bencana alam marak secara nasional

DAMPAK KORUPSI (3)
c. Terhadap Keamanan & Keutuhan Negara

• Terjadi konflik vertikal & horisontal di mana-mana • Tuntutan daerah tertentu untuk merdeka, merubah bentuk negara, atau bergabung dengan negara lain (kabupaten Bengkalis sebagai contoh kasus yang mutakhir)

DAMPAK KORUPSI (4)
d. Keretakan kehidupan rumah tangga • Lahir budaya hedonisme • Lahir generasi yang split personality • Lahir budaya keganasan

Ternyata peran parpol sangat penting…

Indikator Kemudahan Melakukan Bisnis di Beberapa negara

Subjek Pemberantasan Korupsi
Aparat Pemerintah
Good Governance

Good Corporate Governance

Good Civil Society Governance Sektor Swasta

Masyarakat

Komitmen Semua Fihak

Koordinasi (Pasal 7)

Supervisi (Pasal 8)

Monitoring (Pasal 14)

TUGAS KPK
(Pasal 6)

Penyelidikan, Penyidikan & Penuntutan (Pasal 11)

Pencegahan (Pasal 13)

PEMBERANTASAN KORUPSI DI DAERAH (1)
• Penyelenggara Pemerintahan daerah adalah Eksekutif dan Legislatif Daerah • Pendulum korupsi beralih dari eksekutif ke legislatif • Pilkada sebagai mesin korupsi di daerah

UU NO. 32/2004

PEMBERANTASAN KORUPSI DI DAERAH (2)
• Mengtriger Penegak Hukum di Daerah untuk lebih berani menangani kasus korupsi • Membantu meningkatkan kualitas SDM dan tata laksana penanganan kasus korupsi

KEGIATAN SUPERVISI

PEMBERANTASAN KORUPSI DI DAERAH (3)
• Membantu meningkatkan kualitas SDM dan tata laksana pejabat daerah • Koordinasi laporan harta kekayaan pejabat daerah • Mendorong lahirnya Island of Integrity

KEGIATAN KOORDINASI

KPK & IAIN WALISONGO (1)
Fungsi Koordinasi KPK: Fungsi Monitoring KPK:

Jateng sebagai anggota Island of Integrity

• • • •

Birokrasi yg pendek Manajemen otomasi SDM yang unggul Kompensasi yang proporsional

• Aparat Penegak Hukum • Lembaga Pelayanan Publik

KPK & IAIN WALISONGO (2)
Fungsi Pencegahan KPK:

MEMBANGUN BUDAYA ANTI KORUPSI
PENDIDIKAN RUMAH

PENDIDIKAN SEKOLAH

 Perilaku Umar Ibnu Khattab  Perilaku Umar Ibnu Aziz  Perilaku Abu Dzar al Ghifari

Pendidikan Anti Korupsi

PENDIDIKAN MASYARAKAT

KPK DAN IAIN WALISONGO (3)
Fungsi Pencegahan KPK:

MELAHIRKAN INSAN ULIL ALBAB

 SARJANA YANG BERWAWASAN DALAM BERILMU PENGETAHUAN  SARJANA YANG TERAMPIL DLM BERKETERAMPILAN  SARJANA YANG BERPRIBADI DLM KEPRIBADIAN

Pendidikan yg sinerjik dgn industri dasar

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->