Anda di halaman 1dari 8

7.5. MEMILIH UKURAN SAMPEL Ukuran sampel untuk estimasi dengan B batas error estimasi .(7.

12)

Untuk mendapatkan nilai dari ukuran sampel kita bisa menguraikan persamaan 7.12 dengan menggunakan rumus sampel acak sederhana.Rumus tersebut digunakan pada saat: 1. Populasinya acak sehingga dan ekuivalen

2. Sampel yang sangat besar untuk populasi tersusun (ordered population) 3. Sampel yang sangat kecil untuk populasi periodik (periodic population). Ukuran sampel untuk estimasi dengan B batas error estimasi:

Dimana

(halaman 210 persamaan 7.4 buku Elementary Survey Sampling ) Contoh 7.4. Manajemen suatu perusahaan listrik besar tertarik pada jumlah rata-rata tagihan yang telah lewat jatuh tempo.Suatu sampel sistematik akan diambil dari daftar abjad dari N=2500 rekening nasabah yang jatuh tempo.Berdasarkan survey yang sama tahun lalu didapatkan varians sampel hari. Tentukan ukuran sampel untuk estimasi ,

jumlah rata-rata tagihan listrik yang telah lewat jatuh tempo dengan batas error B= 2 hari. Penyelesaian: Dengan asumsi populasi adalah acak,sehingga 0.Kemudian kita gunakan persamaan 7.13 untuk menemukan aproximasi ukuran sampel. Mengganti dan dengan

Kita dapatkan

Dengan demikian manajemen harus memiliki sampel sekitar 97 rekening untuk mengestimasi jumlah rata-rata tagihan yang telah jatuh tempo dalam waktu 2 hari.

Ukuran sampel untuk estimasi dengan B batas error estimasi Untuk mendapatkan rumus ukuran sampel yang diperlukan untuk estimasi dengan batas

error estimasi B kita mengggunakan metode di bagian 4.4. sampel acak sederhana yaitu

dimana

(halaman 70 persamaan 4.14 buku Elementary Survey Sampling ) Ukuran sampel untuk estimasi p dengan B batas error estimasi Ukuran sampel yang dibutuhkan untuk mengestimasi p dalam unit B bisa ditemukan dengan menggunakan rumus unkuran sampel untuk memperkirakan p dengan sampel acak sederhana.

dimana and (halaman 74 persamaan 4.19 buku Elementary Survey Sampling ) Jika p tidak diketahui kita bisa menggunakan nilai estimasi sebagai pengantinya atau p=0.5 untuk mendapatkan ukuran sampel yang konservatif. Contoh 7.5 Untuk menghilangkan beberapa biaya yang terkait dengan wawancara pribadi, para peneliti memutuskan untuk menggunakan sampel sistematik dari N = 5000, nama-nama yang tercantum dalam daftar masyarakat dan mengumpulkan data melalui wawancara telepon. Tentukan ukuran sampel yang diperlukan untuk mengestimasi p, proporsi orangorang yang menganggap produk "diterima", dengan batas B = 0,03 (yaitu 3%) Penyelesaian: Ukuran sampel yang dibutuhkan dapat ditemukan dengan menggunakan persamaan (7.14). Meskipun tidak ada data sebelumnya yang tersedia di produk baru ini, kita masih dapat menemukan ukuran sampel perkiraan. Dengan menetapkan p = 0,5 dalam persamaan (7.14) dan error estimasi besarnya

Maka ukuran sampel yang diperlukan adalah

Oleh karena itu perusahaan harus mewawancarai 910 orang untuk menentukan pelanggan yang menerima produk dengan batas error 3%. 7.6. SAMPEL SISTEMATIK BERULANG Sampel sistematik berulang digunakan pada saat kita tidak bisa mengestimasi

karena sampel sistematik memberikan sedikit informasi untuk biaya per unit daripada sampel acak sederhana. Sampel sistematis berulang membutuhkan pemilihan lebih dari satu sampel sistematik.Perhitungan sampel sistematik berulang didasarkan pada sampel sistematik. Misalkan ada suatu populasi N, dengan ukuran sampel n dan kita dapatkan k= N/n. Dari k yang didapatkan dari sampel sistematik kita akan mendapatkan k sampel sistematik berulang,dengan cara mengalikan ns sampel sistematik berulang dengan k. Jadi k= k .ns. Kita akan menghitung sampel sampai ukuran sampel sistematik berulang yang diinginkan tercapai ,dapat diperoleh dengan menambahkan titik awal (starting point) dengan k yang hasilnya akan menjadi titik berikutnya(titik kedua).Selanjutnya kita menambahkan titik kedua dengan k yang kemudian menjadi titik ketiga.Penambahan titik selanjutnya dengan k dilakukan sampai ukuran sampel yang diminta terpenuhi. Ada juga cara lain yaitu dengan menambahkan titik awal(starting point) dengan k untuk mendapatkan titik kedua , 2k untuk mendapatkan titik ketiga. Penambahan titik awal(starting point) dilakukan dengan urutan k,2k,3k sampai nk dengan n adalah ukuran sampel yang diinginkan. Contoh: Suatu populasi terdiri dari N=960 unsur dengan nomor urut, dengan ukuran sampel sistematik n=60,berapa nilai sampel sistematis berulang Penyelesaian: = 10 dari ukuran 6?

Ambil 10 sampel sistematik secara acak antara 1 dan 160 dari populasi sebanyak N=960, Didapatkan angka: 73,42,81,145,6,21,86,17,112,102

Angka tersebut diurutkan dan dijadikan titik awal(starting point) , kemudian setiap titik awal ditambahkan dengan 160 yang kemudian akan menjadi sampel unsur kedua dan selanjutnya sampai 6 kali. Cara pertama: Pengambilan ke 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Random Start point+k starting point 6 6+160 = 17 17+160 = 21 21+160 = 42 42+160 = 73 73+160 = 81 81+160 = 86 86+160 = 102 102+160= 112 112+160= 145 145+160= Hasil 73 42 81 145 6 21 86 17 112 102 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Random starting point 6 17 21 42 73 81 86 102 112 145

diurutkan

Unsur kedua dalam sampel 166 177 181 202 233 241 246 262 272 305

Unsure kedua Unsur ketiga Unsur +k dalam ketiga+k sampel 166+160= 326 326+160= 177+160= 337 337+160= 181+160= 341 341+160= 202+160= 362 362+160= 233+160= 393 393+160= 241+160= 401 401+160= 246+160= 406 406+160= 262+160= 422 422+160= 272+160= 432 432+160= 305+160= 465 465+160= Unsur kelima +k 646+160= 657+160= 661+160= 682+160= 713+160= 721+160= 726+160= 742+160= 752+160= 785+160= Unsur keenam 806 817 821 842 873 881 886 902 912 945

Unsur keempat Unsur keempat +k dalam sampel 486 486+160= 497 497+160= 501 501+160= 522 522+160= 553 553+160= 561 561+160= 566 566+160= 582 582+160= 592 592+160= 625 625+160=

Unsur kelima dalam sampel 646 657 661 682 713 721 726 742 752 785

Cara pertama: Random Starting Point


6 17 21 42 73 81 86 102 112 145

RSP+k Unsur kedua dalam sampel


6+160= 166 17+160= 177 21+160= 181 42+160= 202 73+160= 233 81+160= 241 86+160= 246 102+160=262 112+160=272 145+160=305

RSP+2k Unsur ketiga dalam sampel


6+2(160)=326 17+2(160)=337 21+2(160)=341 42+2(160)=362 73+2(160)=393 81+2(160)=401 86+2(160)=406 102+2(160)=422 112+2(160)=432 145+2(160)=465

RSP+3k Unsur keempat dalam sampel


6+3(160)=486 17+3(160)=497 21+3(160)=501 42+3(160)=522 73+3(160)=553 81+3(160)=561 86+3(160)=566 102+3(160)=582 112+3(160)=592 145+3(160)=625

RSP+4k Unsur kelima dalam sampel


6+4(160)=646 17+4(160)=657 21+4(160)=661 42+4(160)=682 73+4(160)=713 81+4(160)=721 86+4(160)=726 102+4(160)=742 112+4(160)=752 145+4(160)=785

RSP+5k Unsur keenam dalam sampel


6+5(160)=806 17+5(160)=817 21+5(160)=821 42+5(160)=842 73+5(160)=873 81+5(160)=881 86+5(160)=886 102+5(160)=902 112+5(160)=912 145+5(160)=945

Jadi untuk mendapatkan unsur ke n yaitu ukuran sampel kita bosa langsung mencarinya dengan cara , starting point+(ukuran sampel systematik berulang -1)k Random Starting point+(ukuran sampels -1)k

starting point Starting point+(6-1)k=starting point+5k 6 17 21 42 73 81 86 102 112 145 6+5(160)=806 17+5(160)=817 21+5(160)=821 42+5(160)=842 73+5(160)=873 81+5(160)=881 86+5(160)=886 102+5(160)=902 112+5(160)=912 145+5(160)=945

Rumus untuk memperkirakan dari sampel sistematis ns ditunjukkan pada persamaan (7.15), (7.16), (7.17). Estimator dari mean populasi menggunakan ns 1-di-k sampel sistematik :

Dimana merupakan rata-rata sampel sistematik.

Estimasi varians dari : ( )

batas error dari estimasi: ( )

Kita juga bisa menggunakan sampling sistematik berulang untuk memperkirakan total populasi , jika N diketahui. Rumus yang diperlukan diberikan dalam persamaan (7.18), (7.19), dan (7.20). Estimasi dari total populasi menggunakan ns 1-di-k sampel sistematik ':

Estimasi varians dari : ( )

Batas error dari estimasi:

Contoh 7.6. Sebuah Taman kota,biaya masuk dengan mobil yang penuh berisi orang, dan seorang petugas taman ingin memperkirakan rata-rata jumlah orang per mobil untuk liburan musim panas tertentu. Dia mengetahui dari pengalaman sebelumnya bahwa seharusnya ada sekitar 400 mobil yang memasuki taman,dan ia ingin mengambil sampel 80 mobil. Untuk memperoleh estimasi varians,ia menggunakan sample sistematik berulang dengan 10 sampel dari 8 mobil masing-masing. Dengan menggunakan data yang diberikan pada Tabel7.2.Estimate rata-rata jumlah orang per mobil, dan tentukan batas error estimasi.

Tabel 7.2

Data jumlah orang per mobil (the responses Unsur ketiga 102(5) 105(4) 107(6) 113(6) 126(7) 131(4) 135(2) 140(2) 145(3) 146(4) Unsure Unsur keempat kelima 152(3) 155(2) 157(2) 163(7) 176(4) 181(4) 185(3) 190(5) 195(6) 193(6) 202(6) 205(4) 207(3) 213(2) 226(2) 231(3) 235(6) 240(5) 245(4) 246(3) Unsur keenam 252(1) 255(2) 257(2) 263(3) 276(6) 281(6) 285(5) 290(4) 295(4) 296(3)

are in parenthese) Unsur ketujuh 302(4) 305(3) 307(1) 313(2) 326(2) 331(7) 335(6) 340(4) 345(5) 346(5) Unsur kedelapan 352(4) 355(4) 357(3) 363(7) 376(6) 381(5) 385(8) 390(5) 395(4) 396(3)

Random Unsur starting kedua point 2(3) 52(4) 5(5) 7(2) 13(6) 26(4) 31(7) 35(3) 40(2) 45(2) 46(6) 55(3) 57(4) 63(4) 76(5) 81(6) 85(3) 90(6) 95(6) 96(5)

3.75 3.38 2.88 4.62 4.50 5.25 4.50 4.12 4.25 4.38

Penyelesaian: Untuk satu sampel sistematik

Oleh karena itu untuk ns = 10 sampel,

Kesepuluh angka berikut ini adalah angka acak antara 1 dan 50 yang diambil: 13, 35, 2, 40, 26, 7, 31, 45,, 5, 46 Mobil dengan angka-angka ini membentuk titik awal untuk sampel acak sistematis. Untuk Tabel 7.2 kuantitas adalah rata-rata untuk barispertama adalah ratarata untuk baris kedua, dan selanjutnya .Estimasi dari adalah

Identitas berikut dapat ditetapkan: Subtitusikan, memperoleh ( )

Dengan demikian varians estimasi adalah ( ) ( )[ ]

Estimasi dengan batas error estimasi adalah

Oleh karena itu perkiraan terbaik dari rata-rata orang per mobil adalah 4,16. Kesalahan estimasi harus kurang dari 0,38 dengan peluang sekitar 0,95.