P. 1
BukuBse.belajarOnlineGratis.com-Smp Kelas 9 Ips Lilis Yuliati-1

BukuBse.belajarOnlineGratis.com-Smp Kelas 9 Ips Lilis Yuliati-1

5.0

|Views: 49,488|Likes:
Dipublikasikan oleh BelajarOnlineGratis
membaca online buku sekolah elektronik kemdiknas untuk siswa-siswi kelas 3 SMP/MTS atau download gratis juga bisa
membaca online buku sekolah elektronik kemdiknas untuk siswa-siswi kelas 3 SMP/MTS atau download gratis juga bisa

More info:

Published by: BelajarOnlineGratis on Aug 08, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/28/2015

pdf

text

original

A.

Bab 3 Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan (1945 – 1949)

55

Upaya Inggris untuk mendamaikan
Indonesia dan Belanda diawali dengan
mempertemukan pihak Indonesia dengan
Belanda. Pada tanggal 17 November 1945
dan bertempat di Markas Besar Tentara
Inggris di Jakarta, untuk kali pertama
diadakan pertemuan antara pemerintah
Republik Indonesia, Belanda, dan Sekutu.
Pihak Sekutu diwakili oleh Letnan Jenderal
Christison, pihak Belanda oleh Dr. H.J. van
Mook selaku Wakil Gubernur Jenderal
Hindia Belanda, sedangkan delegasi Republik

Indonesia dipimpin oleh Perdana Menteri Sutan Syahrir.
Tujuan Inggris mengadakan pertemuan tersebut adalah untuk mempertemukan
pihak Indonesia dan Belanda dan menjelaskan maksud kedatangan tentara Sekutu
ke Indonesia. Akan tetapi, pertemuan ini berakhir tanpa hasil apa pun.
Setelah perundingan di Jakarta gagal, Inggris kemudian mengadakan
perundingan di Hooge Veluwe (Belanda). Seperti pada pertemuan sebelumnya,
perundingan di Hooge Veluwe pun mengalami jalan buntu.
Pihak Inggris kemudian menawarkan jasa baiknya dengan mengutus Lord
Killearn untuk menjadi penengah. Ia berhasil mempertemukan Indonesia dan
Belanda dalam perundingan di Linggarjati. Meskipun Persetujuan Linggarjati telah
ditandatangani, hubungan Indonesia - Belanda tetap tidak bertambah baik. Bahkan
Belanda melakukan aksi militer yang disebut Agresi Militer Belanda I.
Aksi militer yang dilakukan Belanda merupakan suatu ancaman bagi
perdamaian dunia. Oleh karena itu PBB mengeluarkan resolusi yang kemudian
ditindaklanjuti dengan dibentuknya badan arbitrase yang bernama Komisi Tiga
Negara (KTN). Berkat usaha KTN, pemerintah RI dan Belanda mengadakan
perundingan di atas Kapal Renville milik Amerika Serikat. Akhir dari Perundingan
Renville sama dengan Perundingan Linggarjati, yaitu Belanda melaksanakan
aksi militer keduanya yang disebut Agresi Militer Belanda II. Menanggapi aksi
Belanda tersebut, PBB mengeluarkan resolusi dan membentuk UNCI.
Sebagai tindak lanjut dari resolusi PBB ini, maka Belanda mulai mengadakan
pendekatan-pendekatan politis. Perdana Menteri Belanda Dr. Dress mengundang
Prof. Dr. Soepomo untuk berunding. Pertemuan serupa juga dilakukan oleh
BFO (Bijeenkomst voor Federaal Overleg) yang terdiri atas Mr. Djumhana,
dr. Ateng, Presiden Soekarno, dan Wakil Presiden Drs. Moh. Hatta. BFO dan
Indonesia sering mengadakan perundingan bersama untuk menghadapi
perundingan-perundingan dengan Belanda.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->