Anda di halaman 1dari 38

UTS Desain dan Pemilihan Material

Seleksi Polimer untuk Food Packaging material


MIA DINIATI 1106154324 TEKNIK METALURGI DAN MATERIAL UNIVERSITAS INDONESIA

OUTLINE
Definisi Polimer Klasifikasi Polimer Sifat umum Polimer Limitasi Polimer Proses Desain dan Kriteria Pemilihan Polimer Aplikasi Polimer Tahapan Pemilihan Material Material Polimer untuk Food Packaging Kasus Penggunaan Polimer untuk Food Packaging Kasus Pemilihan Material

DEFINISI POLIMER
Polimer merupakan senyawa yang terdiri dari molekul dengan rantai yang panjang, dimana setiap molekul terbuat dari suatu unit pengulangan yang terhubung bersama. Hampir semua polimer terbuat dari karbon dan disebut sebagai kimia organik

KLASIFIKASI POLIMER

Originalitas

Alami (ex:Starch) Sintetis(ex:PE)


Organik polimer (ex:protein, selulosa) Anorganik polimer (ex:asbes) Homopolimer (ex: PE) Kopolimer(ex:ABS, SBS)
Termoplastik: dapat di daur ulang (ex:PE, PVC, PP, PS) Termoset:tidak dapat didaur ulang(ex:epoxy) Elastomer (ex:natural dan sintesis rubber)

Unsur / komponen
Jenis monomer Respon terhadap panas

SIFAT UMUM POLIMER


Densitas relatif rendah dibanding logam dan keramik Good strength to weight ratio (untuk beberapa polimer) Ketahanan korosi baik Konduktifitas listrik dan panas rendah Net shape processing baik Cost competitive dengan logam dimana membutuhkan energi lebih rendah untuk memproduksi Beberapa plastik translusen dan transparan kompetitif dibanding glass

LIMITASI POLIMER

Kekuatan relatif rendah dibandingkan logam dan keramik

Modulus elastisitas rendah Viscoelastic properties(limitasi di aplikasi load bearing

Temperatur service terbatas

Beberapa polimer rentan terhadap sinar UV

PROSES DESAIN DAN KRITERIA PEMILIHAN POLIMER


Kunci kesuksesan memilih polimer untuk aplikasi tertentu adalah dengan memilih material yang tepat, proses yang digunakan, desain yang sesuai . Proses engineering desain meliputi: memenuhi syarat yang dibutuhkan dengan harga termurah, desain, material dan kombinasi proses seperti pada gambar di bawah ini. Dan juga mengetahui data sifat dari material yang ingin dipilih.

APLIKASI POLIMER
Daily needs biomedical Food packaging Adhesive
Polimer apa yang sesuai??? & apa kriteria yang dibutuhkan?

Sport

Industry part Advanced material

komposit

Aplikasi
Coating

Optical device

Foams Electronic device Rubber

TAHAPAN PEMILIHAN MATERIAL


Kriteria dari material yang dibutuhkan Sifat material yang dibutuhkan

Fungsi dari material

Evaluasi kandidat material

Membandingk an semua sifat

Lingkup manufaktur

Bentuk material

Proses yang digunakan

Produk

TAHAPAN PEMILIHAN MATERIAL


Fungsi dari food packaging:
Food packaging merupakan material yang digunakan untuk mengemas makan yang bertujuan untuk: Proteksi dari efek fisika, biokimia, mikrobiologi, temperatur, kelembaban, cahaya, gas, tekanan. Sebagai barrier dari lingkungan Transmisi informasi Marketing Kontrol porsi memberikan info mengenai komposisi dan nutrisi dari makanan

Material untuk food packaging dapat berupa: Papers Clothes Glass Metals Namun Polymers menjadi pilihan utama karena keunggulannya transparansi, softness, heat seal ability, good strength to weight ratio, murah, sifat mekanis baik, barrier terhadap oksigen dan panas

Convenience
Keamanan

TAHAPAN PEMILIHAN MATERIAL


Kriteria yang dibutuhkan untuk pemilihan food packaging Berdasar FAO
Tidak boleh beracun Dapat memproteksi dari cahaya Pouring features Kompatibel dengan jenis makanan tertentu Ketahanan baik terhadap impak Reseal features Proteksi dari sanitary Dapat memproteksi dari kelembaban Dapat memproteksi dari gas dan bau

Transparansi baik
Mudah didaur ulang

Tamperproofi ness
Limitasi bentuk, ukuran dan berat

Mudah dibuka
Penampilan baik

Murah

Spesial fitur

TAHAPAN PEMILIHAN MATERIAL


SIfat yang dibutuhkan untuk pemilihan food packaging
Gas barrier properties
Ketahanan harus semakin tinggi, agar makanan tidak terkontaminasi. Permeabilitas akan dipengaruhi oleh T, kristalinitas, relative humidity

Water vapour transmittance


Ketahanan terhadap kondisi lingkungan yang lembab juga harus tinggi

Thermal properties
Dibutuhkan pada saat food packaging langsung terkena makanan yang panas. Semakin tinggi nilai maka semakin bagus karena meminimalkan degradasi polimer

Mechanical properties
Dibutuhkan food packaging dengan kekuatan mekanis yang baik.

Compostability
Kemampuan untuk terkompos secara alami. Semakin cepat waktu composting akan semakin baik karena tidak mencemarkan lingkungan

Ketahanan terhadap senyawa kimia


Harus baik terutama apabila langsung berinteraksi dengan produk yang bersifat asam maupun basa

TAHAPAN PEMILIHAN MATERIAL


Umur pakai food packaging dikontrol oleh
Karakteristik produk: produk akan digunakan untuk apa sehingga sifat sifat apa saja yang dibutuhkan seperti ketahanan terdapat perubahan fisik, kimia, mikorbiologi aktivitas air, senyawa antimikrobial, relative humidity, konsentrasi gas Properties: untuk spesifk aplikasi tertentu Kondisi penyimpanan dan distribusi produk: pengaruh lingkungan, T, intesitas cahaya, relative humidity

Kriteria pemilihan polimer dan sifat sifat untuk food packaging yang paling harus diperhatikan adalah
Harus disesuaikan dengan aplikasi yang ingin digunakan

TAHAPAN PEMILIHAN MATERIAL


Pada tahapan desain dan pemilihan material juga harus diperhatikan standard dan regulasi yang ada

Food packaging regulations


Keamanan dari material untuk food packaging dikontrol oleh divisi 23 Food and Drugs Act and Regulations, Section B.23.001 yang melarang penjualan makan di dalam kemasan yang dapat berbahaya
CEC (Comission of the Europeran Communities): batasan dari keseluruhan proses migrasi dari plastik ke makanan

USA regulations: polimer resin yang digunakan, spesifikasi resin, batasan proses migrasi, waktu/suhu resin akan terlarut
FDA (food and drugs adminstration): kapan migrasi terjadi , safety dari food Codez Alimentarius Comission (FAO&WHO): mentransmisikan apapun ke dalam produk makanan. packaging tidak boleh

TAHAPAN PEMILIHAN MATERIAL


Pada tahapan desain dan pemilihan material juga harus diperhatikan standard dan regulasi yang ada

Di indonesia sistem standarisasi produk pangan dikembangkan oleh Direktorat Standarisasi Produk pangan. Beberapa dasar hukum yang bisa dijadikan acuan dalam kemasan pangan di Indonesia: UU No.7/1996 tentang pangan Peraturan Menteri Kesehatan RI NO.329/Menkes/XII/76 tentang produksi dan peredaran pangan, Peraturan Pemerintah Nomor 28 tahun 2004 tentang keamanan mutu dan gizi pangan. Biasanya pengemasan produk mengacu pada peraturan internasional, Indonesia belum memiliki standarisasi sendiri.

MATERIAL POLIMER UNTUK FOOD PACKAGING

Material
Polyehtylene (PE)

Keterangan
Fleksibel, transparan, ketahanan terhadap temperatur rendah yang baik, impermeability terhadap uap air digunakan saat transparansi tidak terlalu diperhatikan Sangat murah dan stretch capacity tinggi dan barrier properties baik Kekuatan sangat tinggi namun lebih mahal dibanding plastik Kaku dan ketahanan terhadap panas baik

Aplikasi

HDPE LDPE Polypropylenes (PP) Polystyrenes (PS)

Botol susu food storage bags rigid containers misalnya botol bayi, magkok. strofoam, cups, egg tray

MATERIAL POLIMER UNTUK FOOD PACKAGING


Material
Polyamides (PA)

Keterangan
Ketahanan mekanis dan temperatur sama dengan PET, ketahanan korosi baik, ketangguhanan baik, permeabilitas terhadap gas rendah. Barrier terhadap uap air, gas, produk minyak yang baik, tahan panas, lebih mahal dibanding plastik lainnya Murah dan mudah stretching, ketahanan terhadap senyawa kimia baik, Tensile&yield strength baik, transparan, barrier baik untuk lingkungan, ringan, tahan akan sinar UV

Aplikasi
Boil in bag packaging

Polyvinyldene chlorides (PVDc) Polyvinyl chlorides (PVC) Polyethylene terphtalates (PET)

Coating, flexible packaging plastic wrapping minuman dingin, botol, toples

MATERIAL POLIMER UNTUK FOOD PACKAGING

Sifat mekanis dari beberapa food plastics

properties dari beberapa food plastics

MATERIAL POLIMER UNTUK FOOD PACKAGING


Harga poiimer yang sering digunakan untuk food packaging materials

permeabilitas polimer pada suhu 25oC

KASUS PENGUNAAN POLIMER UNTUK FOOD PACKAGING


Permasalahan penggunaan konvensional polimer
Tidak biodegradable membuat permasalahan besar untuk lingkungan biaya daur ulang sangat tinggi $624 miliar setahun Konvensional polimer resiko terhadap lingkungan, kesehatan manusia dan eksosistem Selain itu hampir 99% plastik terbuat dari fossil fuel origin terbatas karena tidak terbarukan Environmental pollution Dibutuhkan energi yang tinggi pada proses manufaktur Difusi polimer dan aditif ke dalam makanan Contoh kasus kegagalan: Terdapat beberapa kasus ketika terjadi interaksi antar material dan makanan dimana aditif tercampur ke makan makanan terkontaminiasi Sifat mekanis dari food packaging buruk food packaging rusak saat ada beban berlebih makanan akan terkontaminasi Ketika terdapat panas/terpapar sinar uV polimer dapat terdegradasi food packaging rusak biasanya sering terjadi pada aplikasi penggunaan PVC, PP, PS

Ketika tidak tahan terdapat makanan yang asam/basa food packaging terdegradasi makanan terkontaminasi

Solusi dengan biodegradable polymer

KASUS PENGUNAAN POLIMER UNTUK FOOD PACKAGING


Biodegradable polymer terbuat dari material natural seprti starch-based polymers. Polylactic acid (PLA), dll. Biobased polymer juga telah sesuai dengan peraturan dari food and packaging legislation. Contoh dari biodegradable polymer: Celulosa, Chitosan, Protein, Keratin, dll. Biodegradable polymer dipilih menjadi material food packaging karena: 1. terbuat dari bahan alami 2. mudah didaur ulang 3. mudah dikompos 4. memiliki sifat yang sama dengan konvensional polimer untuk material food packaging dengan komposisi yang sesuai untuk setiap aplikasi tertentu (kompetitif) 5. dapat digunakan untuk primary packaging 6. sesuai dengan kriteria pada material food packaging dimana dibutuhkan material yang mudah didaur ulang

KASUS PENGUNAAN POLIMER UNTUK FOOD PACKAGING

Material biodegradable polymer


Starch based poylmers

Keterangan

Aplikasi

Murah, renewable materials (termoplastis). Ketika dikombinasi dengan PE/PS kekuatan meningkat Renewable, biocompatibility, process ability, tahan terhadap sinar UV dibanding PE,kekuatan mekanik baik, ketahanan terhadap air baik

Packaging of french fries

PLA (aliphatic polyester yang diperoleh dari produksi asam laktat dari sumber terbarukan ex.corn starch, sugarcane) Poly beta hydroxyalkanoates (PHB)

Films, thermoformed containers, botol

Tahan terhadap air, 100% biodegradable, thermoplastic proscess ability

Cups

KASUS PENGUNAAN POLIMER UNTUK FOOD PACKAGING

Siklus material polimer biodegradable

KASUS PENGUNAAN POLIMER UNTUK FOOD PACKAGING


Perbandingan permeabilitas biodegradable polymer dan polymer konvensional
Biodegradable polimer memiliki pemeabilitas yang baik bila dikomparasi dengan polimer pada umumnya Dimana sifat tersebut sangat penting untuk material food packaging.

Perbandingan permeabilitas oksigen biobased material dengan polimer pada umumnya

KASUS PENGUNAAN POLIMER UNTUK FOOD PACKAGING


Perbandingan water vapor transmittance biodegradable polymer dan polymer konvensional

Biodegradable polymer material dapat digunakan apabila terdapat kondisi lingkungan yang lembab walaupun pada keadaan yang sangat lembab, sangat sedikit yang dapat digunakan

Perbandingan water vapor transmittance oksigen biobased material dengan polimer pada umumnya

KASUS PENGUNAAN POLIMER UNTUK FOOD PACKAGING


Perbandingan tG & TM biodegradable polymer dan polymer konvensional

Tg & Tm Indikasi waktu yang dibutuhkan untuk composting biobased material dan synthetic polymer materials

Semakin tinggi Tg & Tm maka ketahanan degradasi material terhadap panas juga akan semakin baik Biodegradable polymer juga memiliki Tg & Tm yang baik dibandingkan dengan konvensional polimer

KASUS PENGUNAAN POLIMER UNTUK FOOD PACKAGING


Perbandingan composting times biodegradable polymer dan polymer konvensional
Biodegrade polymer dapat terkompos di dalam tanah dimana dapat bertindak sebagai fertilizer + soil conditioners dimana konvesional polimer sangat susah bahkan tidak bisa terkompos di dalam tanah

Indikasi waktu yang dibutuhkan untuk composting biobased material dan synthetic polymer materials

KASUS PENGUNAAN POLIMER UNTUK FOOD PACKAGING


Perbandingan sifat dan harga biodegradable polymer dan polymer konvensional lainnya

KASUS PEMILIHAN MATERIAL


Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa untuk material food packaging pemilihan material akan tergantung dari aplikasinya. Pada kali ini akan dibahas lebih lanjut mengenai material food packaging untuk beverages. Berikut ini merupakan hal hal yang harus diperhatikan untuk beverages food packaging.:

KASUS PEMILIHAN MATERIAL

Syarat untuk food packaging beverages:


Faktor yang menentukan umur pakai: pertumbuhan mikroba, migrasi/scalping, oksidasi dari komponen berbau, nutrien dan pigmen, non-enyzmatic browning dan beberapa kasus seperti: untuk produk carbonated kehilangan CO2 yang harus diperhatikan Untuk mineral water pencegahan dari penyerapan air Untuk Juices: heat treatment setelah packaging dapat menyebabkan kontaminasi akibat mikroba harus diperhatikan Produk dengan pH rendah harus tahan terhadap asam Transmisi cahaya harus rendah agar dapat menghindari oksidasi colourants Yang paling penting karena produk beverage membutuhkan waktu simpan yang lama maka dibutuhkan ketahanan terhadap kelembaban Dapat dicompose dengan mudah

Konvensional Polimer (ex: PET, PE)

Material polimer apa yang dapat digunakan?? ???

Biodegrable Polimer (ex: PLA)

KASUS PEMILIHAN MATERIAL


Penentuan material untuk beverages food packaging
Material Permeabilitas Water vapor resistance Sifat mekanik Ketahanan kimia Tg& Tm Kemampuan untuk terkompos Harga

Konvensional polimer
PET Medium High Medium High High Low 2,1 3,4 $US/kg 2,00 3,7 $US/kg

PE

High

low

Medium

Medium

Low

Low

Biodegradable polimer
PLA Medium Medium Medium Medium Medium High 1,8 2 $US/kg

Kesimpulan:
Dari tabel diatas dapat terlihat bahwa biodegradable polimer PLA memiliki sifat dan harga yang kompetitif dan diperlukan untuk menjadi beverage food packaging dibandingkan PET dan PE

KASUS PEMILIHAN MATERIAL


Beberapa standard pengujian untuk pengujian material polimer food packaging
EN 1186 Migration Testing for Food Contact Materials (simulasi menggunakan air, 3% asam asetat, etanol, minyak sayur, MPPO, Iso Octane pengujian dilakukan dengan berbagai larutan di kondisi test yang bervariasi tergantung aplikasi. ) EN 13130 Specific migration testing for plastics and other food contact materiasl such as packaging, kitchen utensils, and food processing system ( batasan dari migrasi aditif dan monomer, menganilasa spesifik komponen dengan analisa terephtalic acid, maleic acid, 1,3-Butadiene, Bispehonel A, Isocyanatesm dll) ASTM D882 02 Standard test Method for Tensile Properties of Thin plastic sheet ASTM D1709-03 Standar test methods for impact resitance of plastic film by the free falling dart method

ASTM D642 Standard Test Method for Detemining compressive Resistance of Shipping Containers, Components, and Unit load
ASTM D4754 11 - Standard Test Method for two-sided liquid extraction of plastic materials using FDA migration cell

KASUS PEMILIHAN MATERIAL

KASUS PEMILIHAN MATERIAL


produksi Setelah material selesai dipilih proses selanjutnya adalah desain produk dan proses pembuatan. Untuk proses produksi yang lebih murah dapat didapatkan dengan pembuatan secara massal. Dengan rute proses pembuatan sebagai berikut tergantung bentuk yang ingin didapatkan:

Rute proses pembuatan material food packaging Co extrude film Cast film Thermoformed sheets Blown films Injection (blow-) moulding Extrusion casting

Bentuk Packaging film Packaging film Trays, cups Packaging film Salad pots, cutlery, drinking beakers, cups, plates, drinks bottles, tray Laminated paper or films

KASUS PEMILIHAN MATERIAL

Blow molding:
hot plastic dari extruder dimasukkan ke dalam cetakan yang dingin mold tertutup udara di dinjeksi mengembang dikeluarkan dari mesin.
Blow molding process

REFERENSI
Yuwono, Akhmad Herman. Bahan ajar Material Teknik. Depok: Departemen Metalurgi dan Material Universitas Indonesia. 2011

ASM Handbook volume 20 Materials Selection. ASM International.1997


Packaging Material. FAO Corporate Document Repository. (http://www.fao.org/docrep/V5030E/V5030E0h.htm) Diakses pada tanggal 2 April 2012 pukul 13.00 WIB Packaging Materials. Health Canada. (www.hc-sc.gc.ca) diakses pada tanggal 2 April 2012 pukul 13.50 WIB Chin, Alexander. Polymers for Innovative Food Packaging. Faculty of Worcester Polytechnic Institute. 2010 Permeability and Plastic Packaging. (www.personal.psu.edu) diakses pada tanggal 2 April 2012 pukul 14.30 WIB Weber, Claus J. Biobased Packaging Materials for the food Industry. Denmark: The Royal Veterinary and Agricultural University. 2000 Marsh, Kenneth, Betty Bugusu. Food Packaging Roles, Materials and Environmental Issues. Journal of food science vol.72 no.3 (2007): R39 R55 Cooksey, Kay. Important Factors for Selecting Food Packaging Materials Based on Permeablity. Flexible Pakaging Conference (2004)

REFERENSI
Guzman, Agnieszka, Natalia Gnutek, Helenan Janik. Biodegradable Polymers for Food Packaging Factors Influencing Their Degradation and Certification Types A Comprehensive Review. Chemistry and Chemical Technology vol.5 no.1 (2011): 115 122 Petersen, Karina, et.al. Potential of biobased materials for food packaging. Trends in Food Science & Technology 10 (1999): 52 68 Mahalik, Nitaigour P., Arun N. Nambiar. Trends in food packaging and manufacturing systems and technology. Trends in Food Science & Technology 21 (2010): 117 128 Siracusa, Valentina, et.al. Biodegradable polymers for food pakaging: a review. Trends in Food Science & Technology 19 (2008): 634 643 Roy , Nilandri.et.al. Biodegradation of PVP-CMC Hydrogel Film: A Useful Food Packaging Material. Czech Republic: Centre of Polymer Systems, Tomas Bata University in Zlin.2010 Lau, Oi-Wah, Siu-Kay Wong. Contamination in food from packaging materials. Journal of Chromatography A, 882 (2000): 255 270 Peraturan peraturan dalam kemasan pangan. (ocw.usu.ac.id) Diakses pada tanggal 19 April 2012 pukul 20.00WIB