Anda di halaman 1dari 20

Spesifikasi Teknis Pembangunan Rumah DinasType 50 Kasi dan Kasubbag Kejaksaan Pada Kejaksaan Negeri Kota Bontang

SPESIFIKASI TEKNIS
PASAL 1 LINGKUP PEKERJAAN
1.1. Nama Kegiatan. Pembangunan Rumah Dinas Type 50 Kasi dan Kasubbag Kejaksaan Pada Kejaksaan Negeri Kota Bontang. Nama Paket . Pembangunan Rumah Dinas Type 50 Kasi dan Kasubbag Kejaksaan Pada Kejaksaan Negeri Kota Bontang Lokasi Pekerjaan. Kota Bontang. Untuk pelaksanaan pekerjaan tersebut pemborong hendaknya menyediakan : a. Tenaga kerja dan tenaga ahli yang memadai sepadan dengan jenis dan lingkup pekerjaan. b. Bahan, peralatan kerja dan segala keperluan yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan bangunan. Kontruksi bangunan bersifat permanen, struktur bangunan terdiri dari : a. Pekerjaan Pesiapan b. Pekerjaan Tanah dan Pondasi c. Pekerjaan Beton Bertulang d. Pekerjaan Dinding dan Plesteran e. Pekerjaan Rangka Atap dan Atap f. Pekerjaan Plafond g. Pekerjaan Kosen Pintu dan Jendela h. Pekerjaan Kunci Dan Penggantung i. Pekerjaan Lantai j. Pekerjaan Sanitasi k. Pekerjaan Pengecatan / Finishing l. Pekerjaan Intalasi Listrik Gambar-Gambar Yang Terinci. Gambar kerja yang terinci termasuk rencana kerja, rencana penyediaan material, peralatan, papan nama proyek dan rambu-rambu batas kerja di lokasi kegiatan harus disediakan oleh Pemborong demi untuk kelancaran pekerjaan dan untuk memenuhi pelaksanaan program tepat pada waktunya sesuai dengan persyaratan kontrak. Pemborong harus mempelajari dan mengecek semua gambar dari Direksi dengan cermat dan memberi tahu Direksi tentang suatu kesalahan atau kekurangan yang ditemui. Pemborong tidak berhak untuk menuntut suatu pembayaran tambahan

1.2.

1.3.

1.4.

1.5.

1.6.

Page 1 of 20

Spesifikasi Teknis Pembangunan Rumah DinasType 50 Kasi dan Kasubbag Kejaksaan Pada Kejaksaan Negeri Kota Bontang

berkenaan dengan kekurangan-kekurangan yang ada pada gambar terinci tersebut, kecuali jika Direksi telah memberikan perintah perubahan.

1.7.

Gambar-Gambar Yang Harus Diperhatikan oleh Kontraktor Pemborong harus menyerahkan gambar-gambar pekerjaan sementara atau penunjang kepada Direksi untuk disetujui termasuk pekerjaan untuk perlindungan, tatakala waktu kerja, gambar rincian dan gambar-gambar pekerjaan yang diberikan oleh Direksi. Direksi berhak merubah gambar-gambar tersebut dan Pemborong harus melaksanakan pekerjaan-pekerjaan tersebut begitu pula dengan semua perubahan-perubahan tersebut tanpa tambahan pembayaran. Jika pemborong memperkirakan bahwa perubahan tersebut akan berpengaruh terhadap keselamatan dari pekerjaan atau menambah tanggung jawab Pemborong maka Pemborong harus segera menyampaikan pernyataan tertulis kepada Direksi dalam waktu 7 hari setelah menerima perubahanperubahan tersebut dan harus merincikan hal-hal khusus yang dirasa keberatan, maka Direksi akan mempertimbangkan hal tersebut. Persetujuan Atas Gambar. Pemeriksaan atau pertimbangan oleh Direksi tentang usulan-usulan, gambar-gambar atau dokumen yang diserahkan oleh Pemborong untuk memperoleh persetujuan Direksi, baik dengan atau tanpa perubahan-perubahan, tidak boleh membebaskan Pembororng dari suatau tanggung jawab atau kerugian yang dibebankan kepadanya oleh suatu ketentuan kontrak. Sekiranya terdapat gambar-gambar yang tidak sesuai dengan pesyaratan-persyaratan kontrak setelah persetujuan diberikan oleh Direksi terhadap gambar-gambar tersebut yang telah diserahkan oleh pemborong atau rincian gambar-gambar tidak sesuai dengan gambar-gambar yang diserahkan terdahulu, maka berbagai perubahan dan tambahan yamg dianggap perlu oleh Direksi harus dilakukan oleh Pemborong dan pekerjaan tersebut harus dilaksanakan oleh Pemborong tanpa memerlukan tambahan pembayaran.

1.8.

PASAL 2 S I T U A S I
2.1. Pembangunan Rumah Dinas Type 50 Kasi dan Kasubbag Kejaksaan Pada Kejaksaan Negeri Kota Bontang berlokasi di Jalan Mulawarman Kelurahan Bontang Baru Kecamatan Bontang Utara Kota Bontang Kalimantan Timur.

PASAL 3 KETENTUAN UMUM


3.1. Air yang digunakan untuk adukan dan pekerjaan beton haruslah air yang bersih, bebas dari bahan yang merusak material atau campuran yang mempengaruhi daya lekat

Page 2 of 20

Spesifikasi Teknis Pembangunan Rumah DinasType 50 Kasi dan Kasubbag Kejaksaan Pada Kejaksaan Negeri Kota Bontang

semen. Apabila mutu air yang digunakan diragukan, maka direksi dapat meminta pemeriksaan laboratorium atas beban biaya pemborong. 3.2. Pasir yang dipakai harus bersih dan bebas dari segala macam kotoran baik organis maupun lumpur, tanah, karang, garam dan lain-lainnya sesuai dengan ketentuan Peraturan Beton Bertulang Indonesia Tahun 1971. Pasir laut sama sekali tidak boleh dipergunakan, kecuali bila dicuci dengan air tawar sampai bersih dari garam. Bahan pengisi harus disimpan ditempat yang bersih, yang permukaannya keras agar tidak terjadi percampuran satu sama lain. Untuk pekerjaan beton, hanya pasir beton yang dapat digunakan yaitu pasir sungai yang bersih dari Lumpur ( max. 6 % ) dan kotoran lainnya, ukuran pasir 0,35-1,50 mm Semen yang digunakan harus disetujui dan disyahkan oleh yang berwenang dan memenuhi ketentuan Peraturan Beton Bertulang Indonesia Tahun 1971. Pengangkutan harus terhindar dari air/hujan bebas dari kelembaban. Semen harus diletakan pada ketinggian 30 cm dari permukaan tanah/lantai, penumpukan tidak boleh lebih dari 2 meter. Dalam pengirimannya yang baru harus dipisahkan dengan yang lama, sehingga pemakaian semen sesuai dengan urutan pengiriman. Baja tulangan harus memenuhi tegangan tarik 2400 Kg/cm dan maksimal 3600Kg/cm toleransi diameter 0,2 mm - 0,4 mm. Baja tulangan dalam segala hal harus memenuhi ketentuan Peraturan Beton Bertulang Indonesia Tahun 1971. Baja tulangan harus bebas karat, minyak kotoran, cat serta bahan-bahan lain yang mengurangi daya lekat. Dalam pekerjaan kontruksi harus dipasang sedemikian rupa dan sebelum/sesudah pengecoran tidak berubah tempat dari yang direncanakan semula. Baja tulangan tidak boleh ditempatkan di tanah/udara terbuka dalam jangka waktu lama. Batu belah, batu gunung atau batu kali yang dibelah mempunyai permukaan tajam kasar dan keras. Permukaan kasar dengan ukuran 5 - 7 cm, 15 - 20 cm. Semua tanah urugan/timbunan yang digunakan harus disetujui oleh direksi/pemberi tugas dengan perhitungan bahwa dengan tanah urugan diperoleh suatu kepadatan timbunan optimal atau sesuai yang direncanakan. Semua kayu yang digunakan harus dari kualitas yang baik atau tidak bergetah, kering udara, tidak cacat/celah, mata kayu besar yang lepas sudut pinggirnya bebas dimakan bubuk, dan cacat lain yang parah. Kayu dikeringkan minimal tiga bulan. Andaikata dalam ketentuan yang dicantumkan masih ada kekurangan, maka syarat dalam Peraturan Kontruksi Kayu Indonesia (PKKI.NI-5/1971) yang dipakai/berlaku.

3.3.

3.4.

3.5.

3.6.

3.7.

Page 3 of 20

Spesifikasi Teknis Pembangunan Rumah DinasType 50 Kasi dan Kasubbag Kejaksaan Pada Kejaksaan Negeri Kota Bontang

PASAL 4 SEROBONG KERJA, KANTOR PEMBORONG DAN PERSIAPAN LAIN

4.1.

Pemborong diwajibkan menyediakan ruang/tempat kerja untuk para staf Direksi dan Konsultan yang bertugas sehubungan dengan pekerjaan di lapangan dan biaya pembangunan menjadi tanggungan pemborong. Pemborong diwajibkan menyediakan gedung/kantor pemborong untuk menyimpan bahan/barang, dan kantor sebagai ruang kerja untuk para petugas yang ditunjuk oleh pemborong. Ukuran ditentukan sendiri sesuai kebutuhan, tetapi letaknya harus mendapat persetujuan Direksi/Pemberi Tugas. Bangunan yang dimaksud dalam Pasal 4.1 dan 4.2 bila selesai bangunannya, penggunaan selanjutnya akan dibicarakan bersama Direksi. Pemborong diwajibkan menyiapkan peralatan kerja yang diperlukan untuk melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan dengan sempurna dan efisien. Demikian pula pembangkit tenaga listrik sementara, sumber air, perlindungan tertentu terhadap fasilitas umum, dan jalan sementara bila diperlukan. Pemborong berkewajiban menyiapkan segala sesuatu apabila terjadi kecelakaan, kebakaran, menjaga kesehatan karyawan dan menjaga kebersihan lingkungan. Pengamanan Kegiatan dengan cara penjagaan, penerangan malam, pemagaran sementara dan lain-lain.

4.2.

4.3.

4.4.

4.5.

PASAL 5 PEKERJAAN PEMBERSIHAN LAPANGAN

5.1.

Sebelum pekerjaan kontruksi dilaksanakan, terlebih dahulu Pemborong membersihkan segala macam benda, tumbuhan, sisa-sisa akar lain pada tempat yang sesuai rencana akan dibangun jalan, saluran, bangunan/fasilitas dan lainnya yang bebas dari pengaruh kerusakan terhadap kontruksi, termasuk dalam pekerjaan sesuai petunjuk Direksi. Jalan logistik tersebut harus disiapkan sebagai jalan penghubung, sebagaimana rencana. Pemborong tidak diperkenankan menebang pohon atau pagar hidup di lokasi pekerjaan, kecuali dalam batas-batas sesuai rencana dalam gambar, yang diberi tanda jelas harus ditebang. Bila ada sesuatu hal yang mengharuskan pemborong menebang pohon, harus secara tertulis disetujui oleh Direksi/Pemberi Tugas. Bila dalam pelaksanaan pekerjaan dalam batas rencana, rencana kontruksi jalan atau lainnya terdapat bangunan instalasi lainnya, pemborong tidak diperkenankan membongkar/memindahkan tanpa persetujuan tertulis dari Direksi.
Page 4 of 20

5.2.

5.3.

Spesifikasi Teknis Pembangunan Rumah DinasType 50 Kasi dan Kasubbag Kejaksaan Pada Kejaksaan Negeri Kota Bontang

PASAL 6 UKURAN/PEIL

6.1.

Pemborong diwajibkan mempelajari seluruh gambar dan uraian syarat teknis. Bila dalam rencana tersebut ada sesuatu perbedaan ukuran diantara gambar, maka pemborong wajib melaporkan kepada Direksi untuk mendapat keputusan. Pemborong tidak dibenarkan memperbaiki sendiri perbedaan ukuran yang terdapat dalam perencanaan tersebut. Akibat kelalaian pemborong, seluruhnya akan menjadi tanggung jawab pemborong. Pemborong bertanggung jawab atas tepatnya pelaksanaan pekerjaaan menurut ketentuan peil-peil dan ukuran yang ditetapkan dalam gambar kerja, rencana kerja dan syarat-syarat teknis. Sebelum melaksanakan pekerjaan, pemborong terlebih dahulu mengukur kembali ketepatan peil-peil yang tercantum dalam gambar dan syarat-syarat teknis. Ketepatan dalam ukuran peil mutlak diperhatikan dan jika terjadi kesalahan yang dilakukan oleh pemborong dan tidak dapat ditolelir maka Direksi berhak memerintahkan untuk membongkar dan akibat tersebut menjadi tanggungan pemborong.

6.2.

6.3.

PASAL 7 PAPAN NAMA

7.1.

Pemborong diwajibkan membuat Papan Nama Kegiatan di lokasi Kegiatan, dan dipasang di tempat yang mudah dilihat umum. Bentuk, isi dan ukuran papan nama ditentukan Direksi dan disetujui Pemberi Tugas. Pemasangan dimulai sejak Kegiatan akan dilaksanakan dan dilepas kembali setelah disetujui Pemberi Tugas.

7.2.

PASAL 8 PEKERJAAN TANAH

8.1.

Galian Tanah untuk Pondasi. a. Galian tanah untuk Pondasi dikerjakan berdasarkan ukuran, kedudukan, elevasi dan bentuknya disesuaikan gambar situasi serta petunjuk Direksi. b. Dalam bentuk serta ukuran galian pondasi ditentukan dalam gambar dan tanah galian harus dibuang ke luar sehingga tidak mengganggu kedudukan bouwplank.

Page 5 of 20

Spesifikasi Teknis Pembangunan Rumah DinasType 50 Kasi dan Kasubbag Kejaksaan Pada Kejaksaan Negeri Kota Bontang

c.

Bila dalam galian pondasi terdapat lumpur akibat hujan atau terdapat akar kayu, maka harus dibersihkan dahulu sebelum pondasi di laksanakan.

8.2.

Urugan Tanah Kembali dan Peninggian Lantai a. Pekerjaan urugan tanah kembali dapat dilakukan setelah pekerjaan pondasi pasangan batu diterima Direksi dan Konsultan Pengawas. b. Pekerjaan pengurugan tanah terdiri dari urugan tanah kembali dan urugan tanah lokasi serta peninggian lantai sesuai dengan gambar rencana dan pentunjuk Konsultan Pengawas. Apabila penimbunan lokasi tinggi maka penimbunan dilakukan lapis demi lapis dan dipadatkan dengan alat pemadat yang disetujui oleh Konsultan Pengawas hingga mencapai elevasi dan kedudukan seperti pada gambar rencana. Tebal lapisan maksimum 20 cm dan dipadatkan hingga 95 % kepadatan maksimum pada kadar air optimum.

c.

PASAL 9 PASANGAN PONDASI

9.1

Pasangan pondasi menggunakan batu gunung dan pasir pasang ( pasir lokal ) dengan campuran 1 pc : 4 psr. Pada dasar pondasi dipasang pasir pasang sesuai gambar rencana. Untuk menjaga kestabilan tanah dan pondasi maka pada dasar pondasi dipasang Pondasi Batu Kosong ( Aanstamping Batu Gunung ). Pemasangan cerucuk kayu ulin ukuran 10x10x200 cm dipancang pada setiap titik kolom sehingga dapat menahan beban pada setiap titik kolom diatasnya, jumlah dan letak disesuaikan dengan gambar rencana.

9.2.

9.3.

PASAL 10 PEKERJAAN LANTAI


10.1. Semua lantai digunakan keramik Ikad polos 30x30 cm. 10.2. Plin keramik digunakan keramik Ikad polos 10 x 30 cm. 10.3. Dibawah pasangan keramik dibuat beton B-0 ( 1 : 3 : 5 ) yang sebelumnya dihampar pasir urug setebal 5 cm dan disiram air secara merata dan dipadatkan 10.4. Beton rabat keliling campuran ( 1 : 3 : 5 ) tebal 8 cm, di bawah beton rabat dihampar pasir pasang tebal 5 cm disiram dan dipadatkan.

Page 6 of 20

Spesifikasi Teknis Pembangunan Rumah DinasType 50 Kasi dan Kasubbag Kejaksaan Pada Kejaksaan Negeri Kota Bontang

10.5. Bahan lantai keramik harus mendapat persetujuan dari Pemimpin Kegiatan dan atau Konsultan Pengawas ( harus mengajukan contoh bahan ).

PASAL 11 PEKERJAAN BETON


11.1 Ketentuan / Persyaratan Semua pekerjaan beton harus mengikuti persyaratan-persyaratan yang tertuang dalam PBI 1971 NI-2 / SKSNI T-15-1991-03 sebaga persyaratan minimum yang harus ditaatioleh kontraktor, sejauh tidak ditentukan lain dalam pasal ini. Batasan dan Ruang Lingkup Pekerjaan. a. Kontraktor harus menyediakan tenaga kerja yang terampil, material dan segala macam peralatan yang diperlukan untuk proses pelaksanaan pekerjaan beton bertulang. Mutu beton yang disyaratkan adalah K-225 dan mutu baja untuk diameter 13 mm digunakan U-32 ( ulir ), sedang untuk diameter 13 mm digunakan U-24 ( polos standard ). Lingkup Pekerjaan Beton : o Sloof o Kolom o Kolom Praktis o Ring Balk o Beton Rabat. b. Pekerjaan beton harus dilaksanakan sesuai persyaratan-persyaratan yang tercantum dalam Peraturan Beton Bertulang Indonesia ( PBI-1971). Pemborong harus melaksanakan pekerjaan dengan ketentuan dan ketelitian yang tinggi menurut Spesifikasi, Gambar Kerja dan intruksi Direksi. c. Direksi berhak untuk memberikan / mengawasi setiap pekerjaan yang dilakukan oleh pemborong. Konsultan Pengawas / Direksi tidak membebaskan pemborong dari tanggu jawab atas kemungkinan terjadinya kesalahan / penyimpangan dalam pelaksanaan. d. Semua pekerjaan yang tidak baik atau tidak sesuai spesifikasi harus dibongkor dan diganti / diperbaiki atas biaya kontraktor. e. Semua material harus mempunyai kualitas yang baik dan memenuhi syarat-syarat PBI 1971. 11.3. Material. a. Semen : o Semen yang digunakan adalah jenis portland yang harus memenuhi syarat-syarat dalam PBI 1971. Semen harus diperoleh dari satu pabrik yang telah disetujui oleh
Page 7 of 20

11.2

Spesifikasi Teknis Pembangunan Rumah DinasType 50 Kasi dan Kasubbag Kejaksaan Pada Kejaksaan Negeri Kota Bontang

Direksi dan dikirim ketempat pekerjaan dengan kantong tersegel dan utuh, bila karena sesuatu dan lain hal terpaksa harus menggunakan semen dari pabrik lain harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Direksi . o Bila Direksi menganggap perlu pemborong harus mengirimkan surat pernyataan dari pabrik yang menyatakan type dan kualitas dari semen beseta Manufactures Test Certificate yang menyatakan memenuhi semua syarat yang ditentukan. Semen yang menggumpal,sweeping atau kantong robek / rusak ditolak untuk tidak digunakan. o Gudang tempat penyimpanan semen harus cukup baik, tidak bocor dan bersih sehigga penimbunan semen dapat diatur dengan baik, semen didalam kantong tidak boleh disusun lebih dari 2 meter tingginya dan bagian bawah berada 30 cm diatas lantai. Penempatan harus sedemikian rupa sehingga semen lama dapat dipergunakan terlebih dahulu. b. Agregat. o Agregat yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat percobaan yang tercamtun dalam PBI-1971 Bab 3 Ayat 3,3.3.4,dan 3.5. ( Koral eks Palu ) o Agregat halus harus pasir alam yang bersih ( Pasir eks Palu ), bebas dari lumpur, zat organik, garam alkali dan butir-butir yang lunak. Disamping itu pasir harus tajam / kasar, keras dan tidak mengandung bahan-bahan yang merugikan beton sampai batas maksimal 5%, berat kadar lumpur dari pasir tidak boleh melebihi 6% ( terhadap berat kering ) dan jika melebihi agregat harus dicuci terlebi dahulu sebelum digunakan. o Agregat kasar dapat berupa kerikil alam yang bersih atau stones cruisher yang mempuyai gradasi yang terbaik, keras, padat dan tidak berpori dan bersifat kekal, tidak pecah / hancur karena pengaruh cuaca, kadar lumpur harus dicuci terlebih dahulu sebelum digunakan, dimensi maxsimum dari agregat kasar tidak lebih dari 2.5 cm dan tidak lebih dari bagian kontruksi yang bersangkutan. o 5 ( lima) minggu sebelum pengecoran dimulai sample yang telah diambil dengan ukuran tertentu, type tertentu ditest sesuai dengan pengecoran yang tercantum dalam PBI 1971. Dari hasil-hasil ini pemborong mengambil contoh yang representatif untuk diambil gradasi analisanya. Bila agregat yang disetujui oleh Direksi telah dipilih pemborong harus menjaga agar semua pengiriman material selanjutnya mempunyai kualitas dan gradasi yang sama selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung. o Percobaan-percoban selanjutnya untuk menentukan kebersihan dan gradasi dari material-material harus dibuat paling sedikit satu percoban untuk setiap pengiriman 25 ton. o Agregat halus dan kasar diangkut dan simpan terpisah dan harus dicegah terjadinya degradasi dari bebagai ukuran partikel. Stock place harus dibentuk

Page 8 of 20

Spesifikasi Teknis Pembangunan Rumah DinasType 50 Kasi dan Kasubbag Kejaksaan Pada Kejaksaan Negeri Kota Bontang

diatas platform dari beton kurus atau kayu, bebas dari material-material lain. Tempat yang cukup harus disediakan untuk menjamin tersedianya kedua macam agregat tersebut selama pekerjaan berlansung. c. Air Air untuk pengadukan dan perawatan beton tidak boleh mengandung minyak, asam, alkali, garam, bahan-bahan organik dan bahan-bahan lain yang dapat merusak beton atau baja tulangan. Dalam hal ini sebaiknya air bersih yang dapat dikonsumsi. Bahan pencampur / Admixture. o Penggunaan admixture pada campuran beton tidak dizinkan kecuali persetujuan Direksi o Untuk itu pemborong harus membuat pencobaan-pencobaan perbandingan berat dan WC ratio dengan penambahan admixture tersebut. Hasil dari reusing test kubus-kubus beton beumur 14 dan 28 hari ( dari laboratorim yang bewenang ) harus dilaporkan kepada Direksi untuk dapat disetujui. 11.4. Mutu Beton. Mutu beton yang disyaratkan adalah K-225 Mutu baja tulangan yang digunakan adalah U-32 ( ulir ) dan U-24 ( polos standard ). 11.5. Rencana Campuran Beton ( Concrete Mix Design ) Lima minggu sebelum pekerjaan pengecoran beton dimulai, pemborong harus membuat design procedure dan preliminary test atas biaya sendiri untuk mendapatkan mutu seperti yang syaratkan. Campuran harus mengunakan perbandingan berat antara semen, pasir, kerikil dan air. Perencanaan campuran hendaknya mengekuti persyaratan PBI 1971 ayat 4.6 dan efaluasi kekuatan karakteristiknya menurut ayat 4.5. Bila mana karena suatu hal sumber atau kualitas dari semen atau agregat diganti, maka harus dicari lagi campuran yang baru, hingga harus memenuhi syarat sekurangnya 340 kg, dan untuk pondasi, reservoier dak luifel atap jumlah maksimal semen tersebut adalah 375 kg / m3 beton. 11.6. Pengujian Beton dan Peralatan. a. Pemborong harus menyediakan tenaga dan alat-alat untuk melakukan semua test dilapangan pada beton dan material untuk beton yang tercantum dalam PBI 1971 atau sesuai dengan yang telah diperintakan oleh Direksi. Pemborong harus menyediakan alat dan tempat untuk melakukan pecobaan berikut. b. c. d. Slump test. ( maksimum 10 cm ). Cetakan-cetakan baja untuk membuat kubus-kubus beton. Test kadar lumpur, pemborong juga menyediakan peralatan untuk menentukan moisture 5 cm dan maksimal 10 cm untuk campuran dengan koral beton maksimal 12 cm untuk campuran batu pecah ( Stone Cruisher ).

Page 9 of 20

Spesifikasi Teknis Pembangunan Rumah DinasType 50 Kasi dan Kasubbag Kejaksaan Pada Kejaksaan Negeri Kota Bontang

e.

Pemborong harus membuat dan mengangkat semua test speciesmens kelaboratorium yang ditentukan / setujui oleh Direksi untuk dilakukan compression test pada 14 hari dan 28 hari. Setiap kubus harus bersih dan ditandai secara tetap dan diberi kode dan hari pembuatannya, bersama-sama dengan satu tanda hari bagian pekerjaan nama sampelnya diambil, system dari pengukuran dan pemetaan dari kubus akan ditentukan oleh Direksi.

11.7. Baja Tulangan. a. Baja tulangan harus bebas dari debu, minyak, gemuk, serpihan-serpihan kayu dan kotoran lain yang dapat mengurangi perekatan dengan beton, bila dianggap perlu oleh Direksi, tulangan harus disikat atau dibersikan dengan cara lain sebelum dilaksanakan, pengecoran tidak boleh dilaksanakan sebelum penulangan diperiksa dan disetujui oleh Direksi, bila mana terjadi kelambatan / penundaan dalam pengecoran, maka pembesian dibersikan / diperbaiki lagi oleh pelaksana lapangan. b. Baja tulangan harus dipasang sedemikian rupa sehingga selama berlangsung pengecoran tidak akan berubah tempat. Semua persyaratan seperti yang tercantunm dalam PBI 1971 bab 5 harus dipenuhi, pengikatan penulangan dilaksanakan dengan kawat ikat / kawat beton yang berkualitas, besi lunak dengan ukuran diameter lebih kurang 1mm, tulangan harus betul-betul bebas dari acuan atau lantai kerja dengan cara menempatkan pengikatan pada tulangan baja. Sambungan batang tulangan dengan pengelasan tidak di izinkan. Sambungansambungan tulangan harus mengikat syarat-syarat yang terdapat dalam PBI 1971 Bab 8 dan ketentuan-ketentuan dalam bestek (gambar). Mutu dari baja tulangan harus mengikuti syarat-syarat dalam PBI 1971 bab 3.7. Jenis besi U.24 ini mempuyai tengangan leleh karakteristik 2.400 kg/cm2 dan pada percobaan lengkung 180 derajat tidak memperlihatkan tanda-tanda getas atau kelemahan lainnya. Untuk mendapatkan jaminan akan kualitas besi yang dipergunakan, maka disamping adanya sertifikat dari supliyer juga harus dimintakan sertifikat dari laboratorium baik pada saat pemesanan maupun secara periodic minimum dua sampel. Pemborong harus mengusahakan agar ukuran besi yang dipasang adalah sesuai dengan bestek ( toleransi 0,2 mm 0,4 mm ), dalam hal tersebut kesulitan untuk mendapatkan besi dengan ukuran tertentu dalam bestek, maka akan dilakukan penukaran ukuran diameter besi yang terdekat atau dengan kombinasi dengan catatan tersebut : o Besi pengganti bermutu sama o Jumlah besi persatuan panjang atau jumlah ditempatkan tersebut tidak boleh kurang dari yang tertera dalam bestek, dalam hal ini yang dimaksudkan adalah jumlah luas penampang. o Panjang overlapping sambungan harus disesuaikan kembali berdasarkan diameter besi yang dipilih sesuai dengan bestek atau arahan olek pihak Direksi.

c.

d.

e.

Page 10 of 20

Spesifikasi Teknis Pembangunan Rumah DinasType 50 Kasi dan Kasubbag Kejaksaan Pada Kejaksaan Negeri Kota Bontang

11.8

Acuan ( Bekisting dan Perancah ). a. Bekisting tidak boleh bocor dan cukup kaku untuk mencengah pergeseran. Permukaan bekisting harus halus dan rata, tidak boleh melendut, sambungan pada bekisting harus diusahakan agar lurus dan rata dalam arah horizontal dan vertical. b. Sebelum dipergunakan kembali semua bekisting harus dibersihkan dahulu untuk menghindari kemungkinan terjadi keropos atau cacat pada beton. Sebelum pengecoran bagian dalam bekisting dibersikan dari semua material lain termasuk air. Setiap bagian dari bekisting harus diperiksa terlebih dahulu oleh Direksi sebelum dilaksanakan pengecoran. Pembongkaran bekisting atau acuan bisa dilaksanakan setelah beton mencapai umur yang cukup ( minimum 14 hari ) atau mendapat persetujuan dari Direksi pekerjaan.

c.

d.

11.9

Pembuatan Beton dan Peralatannya. a. Pemborong bertanggung jawab sepenuhnya atas pembuatan campuran beton yang baik, uniform dan memenuhi syarat-syarat yang ditentukan. Untuk memenuhi syarat-syarat ini, pemborong harus menyediakan dan menggunakan mesin pencampur beton ( Concrete Mixer ) yang baik dan volumetric sistem. b. Pengaturan untuk pengangkutan, penimbunan dan pencampuran material harus dengan persetujuan Direksi. Pencampuran material harus dengan perbandingan volume berat. Sebelum mengaduk beton, bagian dalam gentong pengaduk harus bersih dari sisa beton dan kotoran-kotoran lainnya. Pengadukan dilakukan terus-menerus selama minimum 5 menit setelah semua material termasuk air dimasukkan ke dalam gentong pengaduk. Mesin pengaduk harus berputar pada kecepatan tetap yaitu 70 putaran per menit, mesin pengaduk tidak boleh melebihi kemampuannya, seluruh adukan harus dikeluarkan sebelum material untuk adukan berikutnya dimasukkan. Pencampuran kembali beton yang sebagian sudah terjatuh / mengeras tidak diijinkan, demikian juga penambahan air pada adukan beton yang sudah jadi dengan tujuan untuk memudahkan pekerjaan tidak diperkenankan sama sekali. Pengadukan dengan tangan atau manual hanya diperkenankan pada keadaan darurat dan segera harus dilaporkan kepada Direksi atau Konsultan Pengawas untuk diketahui dan mendapat persetujuan. Pengadukan dengan tangan terbatas sampai 0,20 m3 dan diperkenankan pada tempat pengadukan yang betul-betul rapat air.

c.

d.

e.

f.

Page 11 of 20

Spesifikasi Teknis Pembangunan Rumah DinasType 50 Kasi dan Kasubbag Kejaksaan Pada Kejaksaan Negeri Kota Bontang

11.10. Pengangkutan dan Pengecoran Beton. a. Pengecoran beton tidak boleh dimulai sebelum Direksi Teknis dan Konsultan Pengawas memeriksa dan menyetujui bekisting ( Form Work ), tulangan dowel dan wire mesh dimana beton akan dicor. Tempat dimana beton akan dituang harus bebas dari segala macam kotoran, serpihan kayu dan genangan air. b. Isi dari mixer dikeluarkan pada satu operasi yang continuos harus diangkut tanpa menimbulkan degrasi, beton harus diangkut dengan alat pengangkut yang bersih dan kedap air dan cara pengangkutannya tersebut telah mendapat persetujuan Direksi dan Konsultan Pengawas. Alat-alat dan tempat yang digunakan untuk pengangkutan beton harus dibersihkan dan dicuci bila pekerjaan terhenti lebih lama dari 30 menit dari akhir pekerjaan. Semua campuran beton di tempat pekerjaan harus sudah dicor dan dipadatkan pada tempatnya dalam waktu 40 menit setelah penuangan air ke dalam mixer. Pengecoran dari satu/bagian dari pekerjaan harus dilaksanakan dengan satu operasi yang continous atau sampai Construction Joint ter capai. Beton, bekisting dan penulangan tidak boleh diganggu selama lebih kurang 24 jam setelah pengecoran, semua pengecoran harus dilaksanakan siang hari kecuali dengan ijin Direksi, ijin ini tidak diberikan bila sistem lampu kerja yang digunakan pemborong belum disetujui oleh Direksi.

c.

d.

e.

f.

11.11. Pemadatan Beton. a. Beton harus dipadatkan secara manual atau secara mekanic/vibrator. Apabila pemadatan beton dilakukan secara manual maka yang harus diperhatikan adalah beton harus padat secara merata yaitu tidak lagi terlihat lubang-lubang atau gelembung udara serta tidak terjadi keropos ( honey comping ). b. Apabila pemadatan dilaksanakan secara mekanic maka vibrator yang digunakan harus dari type rotari out of balance dengan frekuensi tidak kurang dari 6000 cycels/menit. Hindarkan penggeteran yang berlebihan ( over vibrating ). Penggetaran tidak boleh dikenakan pada tulangan/wire mesh terutama tulangan/wire mesh yang telah masuk dalam beton yang sudah mengeras. Pemborong harus menyediakan paling sedikit satu vibrator cadangan untuk mengganti yang rusak pada waktu sedang dipakai.

c.

11.12. Perlindungan Terhadap Cuaca. a. Pada waktu panas bagian yang telah dicor harus dilindungai dari penutup-penutup yang basah dan berwarna mudah atau dengan penyiraman air secukupnya. b. Tidak diperkenankan melakukan pengecoran selama turun hujan dan beton yang baru dicor harus dilindungi dari curahan hujan.

Page 12 of 20

Spesifikasi Teknis Pembangunan Rumah DinasType 50 Kasi dan Kasubbag Kejaksaan Pada Kejaksaan Negeri Kota Bontang

c.

Sebelum pengecoran berikutnya dikerjakan, seluruh beton yang terkena hujan harus diperiksa,diperbaiki dan dibersihkan terlebih dahulu dari beton yang tercampur / terkikis air hujan. Pengecoran selanjutnya harus mendapat ijin dari Direksi dan Konsultan Pengawas.

11.13. Perawatan. a. Perawatan pendahuluan dari bidang permukaan beton yang kelihatan segera dilakukan setelah bidang permukaan beton tersebut cukup keras menghindari dari kerusakan-kerusakan dan dilanjutkan terus-menerus kurang dari 12 jam. Bidang permukaan beton harus terus-menerus dibuat dengan cara menggenangi atau menutup dengan karung yang dibasahi. b.

harus untuk tidak basah

Perawatan harus terus-menerus dilakukan sampai sekurang-kurangnya 14 hari atau sesuai petunjuk Direksi atau Konsultan Pengawas. Bidang-bidang cetakan harus dibasahi selama perawatan. Bila cetakan dibuka dalam masa perawatan, maka bidang permukaan beton yang kelihatan harus dirawat seperti di atas.

c.

11.14. Penyelesaian Bidang-bidang Beton. a. Bagian-bagian yang kurang sempurna keropos atau berlubang harus ditambal dengan campuran spesi yang sama segera setelah bekisting dilepas/dibongkar. Bagian yang akan dirapikan harus dibersihkan dan disiram dengan air semen kental baru penambalan dimulai. b. Semua bidang permukaan beton yang kelihatan harus diplester dengan campuran spesi yang sama. Bidang-bidang yang akan diplester harus dibuat kasar telebih dahulu dan dibersihkan dari sisa kayu bekisting dan bagian-bagian yang lepas harus dibuang sebelum diplester. Meskipun dalam spesifikasi tidak dicantumkan bahwa suatu bidang beton harus diplester, tetapi bila ternyata hasil pekerjaan kurang memuaskan Direksi, maka bidang tersebut harus diplester sesuai dengan ketentuan di atas dan semua biaya tambahan yang diakibatkannya menjadi tanggungan kontraktor.

c.

11.15. Penolakan Pekerjaan Beton. a. Direksi berhak menolak pekerjaan beton yang tidak memenuhi syarat, maka pemborong harus membongkar atau mengganti atau memperbaiki pekerjaan beton yang tidak memenuhi syarat atas biaya sendiri sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh Direksi. b. Pengujian Compression Strenght dari pengujian kubus harus memenuhi syaratsyarat yangtelah ditetapkan dalam PBI 1971. Bila Compresive Test dari kelompok kubus gagal memenuhi syarat di atas, maka Direksi akan menolak semua pekerjaan-pekerjaan beton dari mana kubus-kubus beton diambil.

c.

Page 13 of 20

Spesifikasi Teknis Pembangunan Rumah DinasType 50 Kasi dan Kasubbag Kejaksaan Pada Kejaksaan Negeri Kota Bontang

PASAL 12 PEKERJAAN PLESTERAN

12.1. Plesteran adukan 1 pc : 4 psr dilaksanakan dengan tebal minimum 1,5 cm, kecuali pada bagian yang perlu kedap air dipakai campuran 1 pc : 2 psr. 12.2. Sebelum pekerjaan plesteran dimulai, pasangan harus dibasahi dahulu. 12.3. Bidang-bidang plesteran yang retak atau berombak harus diulangi/diperbaiki. Pasir untuk bahan plesteran harus diayak hingga halus. 12.4. Plesteran diratakan dengan acian dan diamplas hingga halus untuk diberi laburan dasar sebelum dilakukan pengapuran.

PASAL 13 PEKERJAAN DINDING BATU BATA.

13.1. Semua pasangan dinding batu bata dibuat dengan campuran 1 pc : 4 psr. 13.2. Pasangan batu bata dengan perekat campuran 1 pc : 2 psr ( transram ) harus dibuat pada di atas pondasi dan diteruskan setinggi 60 cm di atas lantai dandi tempat-tempat lain bila dianggap perlu oleh Direksi. 13.3. Dinding harus tegak lurus, rata dan tidak boleh ada retak-retak dengan maksimum pecah dari batu bata 20 %. Batu bata harus berukuran sama menurut ukuran normal dan sebelum dipasang direndam air dahulu. 13.4. Batu bata yang digunakan harus berkualitas baik dan dari hasil pembakaran yang matang, ukuran sama, tidak pecah-pecah dan lain-lain menurut pemeriksaan Direksi. Batu bata bekas/pernah digunakan tidak diperkenankan untuk pelaksanaan pekerjaan ini. 13.5. Semua siar antara pasangan batu bata harus dikeruk sedalam 1 cm pada bagian luar dan dalam. Pemasangan dinding batu bata hanya diperbolehkan maksimum tinggi 1 m untuk tiap-tiap hari kerja. Pasangan dinding dipasang dengan luas maksimal 12 M2. Bila lebih, harus dipasang kolom praktis. Perancak/andang tidak boleh dipasang menembus dinding. 13.6. Untuk pekerjaan pagar digunakan batu bataco yang berkualitas baik ukuran sama, tidak pecah-pecah dan disetuju oleh pihak Direksi.

Page 14 of 20

Spesifikasi Teknis Pembangunan Rumah DinasType 50 Kasi dan Kasubbag Kejaksaan Pada Kejaksaan Negeri Kota Bontang

PASAL 14 PEKERJAAN PLAFOND.

14.1. Langit-langit / plafond bangunan menggunakan bahan Plywood 4 mm yang berkualitas baik. 14.2. Semua pekerjaan langit-langit dibuat dengan permukaan rata, tidak bergelombang dan pecah, harus lurus dan rata. 14.3. Bahan langit-langit yang cacat dan tidak memenuhi syarat tidak boleh dipakai, pinggiran yang tidak rata harus diketam dan diamplas. 14.4. Setiap tepi ruangan plafond dipasang list plafond profil 4x4 cm. 14.5. Rangka plafond memakai menggunakan balok kayu kapur atau meranti merah ukuran 5x7 atau 4x6.

PASAL 15 PEKERJAAN RANGKA ATAP

15.1. Rangka atap atau kuda-kuda menggunakan kayu kapur ukuran 5x10 menggunakan alat penyambung baut, besi strip dan paku. 15.2. Pemasangan dikerjakan oleh tenaga ahli yang berpengalaman sesuai dengan petunjuk pabrik dan mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas. 15.3. Pemasangan harus mengikuti petunjuk direksi dalam hal bentuk rangka kuda-kuda dan dudukannya, jarak kuda-kuda, jarak reng disesuaikan dengan atap yang digunakan, ikatan angin diagonal dari pelat strip dilengkapi dengan pengencang tensioner dan alat sambung yang disyaratkan.

PASAL 16 PEKERJAAN ATAP


16.1. Digunakan atap Seng Gelombang BJLS 27 KI, pemasangannya harus rapat dan tidak boleh bocor. 16.2. Bubungan dipakai bubungan nok Seng Pelat BJLS 27 KI. Pemasangan harus menjamin tidak terjadinya kebocoran. 16.3. Papan listplank menggunakan kayu kapur ukuran 22x0 dan pemasangan sesuai gambar.

Page 15 of 20

Spesifikasi Teknis Pembangunan Rumah DinasType 50 Kasi dan Kasubbag Kejaksaan Pada Kejaksaan Negeri Kota Bontang

16.4. Pemakuan atap harus benar dan tidak boleh ada pengulangan pemakuan yang akan mengakibatkan lobang, bila terjadi / ada lobang harus ditutup dengan mengguakan bahan yang kuat sesuai dengan bahan atap tersebut.

PASAL 17 PEKERJAAN KUNCI DAN PENGGANTUNG

17.1. Lingkup Pekerjaan. a. Meliputi semua pekerjaan, peralatan dan bahan yang diperlukan untuk pekerjaan kunci dan alat penggantung seperti tercantum dalam gambar, Kuantitas Pekerjaan dan Spesifikasi Teknis. b. Seluruh pintu harus dilengkapi dengan kunci pintu dan grendel pintu.

17.2. Bahan-bahan : a. Kunci 2 (dua) slaag ( kunci SES ) harus berkotak baja, sekrup dan ungkitnya harus dari kuningan. Tiap kunci harus mempunyai dua anak kunci yang berselaput nikel dijadikan satu dengan ring dari kabel baja. b. c. Type-type kunci harus sesuai dengan fungsi ruangannya. Pegangan dan engsel-engsel harus dari baja yang digalvanisir dengan memakai ring nilon setarap ARCH SILVER ukuran 3 x 4 inch, dipasang sekurang-kurangnya tiga buah untuk setiap daun pintu dengan menggunakan sekrup kembang dengan warna yang sama dengan engsel, jumlah engsel yang dipasang harus diperhitungkan menurut berat beban daun pintu, tiap engsel memikul beban maksimal 20 kg.

17.3. Pelaksanaan Pekerjaan. a. Semua kunci dan engsel harus dilindungi dan dibungkus plastik atau tempat aslinya setelah dicoba. Pemasangan dilakukan setelah bangunan dicat. b. Sekrup-sekrup harus cocok dengan barang yang dipasang, jangan memukul sekrup, cara mengkokohkannya hanya diputar sampai ujung. Sekrup yang rusak waktu dipasang harus dicabut kembali dan diganti. c. Engsel untuk pintu kayu dipasang 20 cm dari tepi atas dan di bawah sedangkan engsel ketiga dipasang sepertiga jarak antara engsel atas dengan engsel bawah diukur dari engsel atas. Semua kunci tanam harus terpasang dengan kuat pada rangka daun pintu, dipasang setinggi 100 cm dari lantai atau sesuai gambar.

d.

Page 16 of 20

Spesifikasi Teknis Pembangunan Rumah DinasType 50 Kasi dan Kasubbag Kejaksaan Pada Kejaksaan Negeri Kota Bontang

PASAL 18 PEKERJAAN KACA


18.1 Semua kaca yang digunakan untuk bangunan ini menggunakan jenis kaca bening tebal 5 mm buatan dalam negeri yang berkualitas baik. Kondisi kaca dalam keadaan baik dan mulus, tidak ada goresan atau retak.

18.2

PASAL 19 PEKERJAAN CAT/LABURAN

19.1. Pekerjaan meni dan pengecatan dilakukan pada semua kozen, daun jendela, list plank, dan jalusi. 19.2. Semua pintu panel dicat dengan cat minyak kilat yang sebelumnya diplamir dan dimeni dengan meni kayu lalu diamplas sampai kalus dan rata. 19.3 Warna cat akan ditentukan kemudian oleh Direksi atau Konsultan Pengawas.

19.4. Jenis cat yang digunakan berkualitas baik. 19.5. Pekerjaan dempul, pengecatan dengan meni, plamur dan penghapusan harus dilaksanakan dengan rata, sehingga selesai dengan baik. 19.6. Pekerjaan cat yang ternyata kemudian retak-retak/tidak rata harus diperbaiki. 19.7 Semua dinding yang tampak harus dicat dengan cat danabrite atau akan ditentukan kemudian oleh Direksi.

19.8. Semua bidang yang akan dilakukan pengecatan harus dipastikan permukaanya sudah rata dan mulus, jika bidang belum halus harus diamplas kembali sampai halus.

PASAL 20 PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK

20.1. Untuk keperluan ini pemborong harus menugaskan pihak ketiga (instalator) yang mempunyai sertifikat dari PLN atau mempunyai sertifikat DRM setempat dengan mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Direksi secara tertulis. Pemborong tetap harus bertanggung jawab atas pekerjaan instalasi yang dimaksud. 20.2. Sebelum melaksanakan pekerjaan instalasi tersebut pemborong harus membuat gambar/diagram instalasi dengan skala 1 : 100 dan mendapat persetujuan dari Direksi.
Page 17 of 20

Spesifikasi Teknis Pembangunan Rumah DinasType 50 Kasi dan Kasubbag Kejaksaan Pada Kejaksaan Negeri Kota Bontang

20.3. Standar referensi yang digunakan untuk pekerjaan ini : a. Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 1978. b. Nasional Fire Protektion Association (NFPA). b. Nasional Elektrical Code. c. AVE Standard (Belanda). d. DIN Standard (Jerman). e. British Standard (Inggris). 20.4. Gambar Ass Build Drawing dari instalasi yang menggambarkan sebenarnya harus dibuat pemborong. Gambar ini dibuat dalam rangkap 4 (empat) bersama Surat Jaminan Keinstalasian harus diserahkan kepada pemberi tugas.

PASAL 21 PELAKSANAAN PEKERJAAN INSTALASI

21.1. Menurut penjelasan-penjelasan atau peraturan-peraturan uraian ini dengan menggunakan tegangan/voltage 220 VA atau menurut petunjuk Direksi dan Konsultan Pengawas. 21.2. Penjelasan dari bahan-bahan : a. Pemakaian bahan harus memenuhi spesifikasi teknik yang disyaratkan dan dalam keadaan tidak cacat. Berkualitas baik dan memenuhi persyaratan keamanan kerja. c. Sebelum bahan-bahan tersebut dipasang, supaya diperlihatkan dulu kepada Direksi untuk diperiksa kualitasnya dan mendapat persetujuan pemasangan. Barang-barang yang sudah diapkir, dalam waktu 2 x 24 jam harus sudah dikeluarkan dari tempat pekerjaan jika pemborong tidak mengindahkan, Direksi berhak menyelenggarakan atas biaya pemborong.

c.

PASAL 22 PERATURAN PEKERJAAN INSTALASI

22.1. Pekerjaan pemasangan pipa : a. Pemasangan pipa seluruhnya ditanam di dalam tembok sedemikian rupa, sehingga bila ditutup (plester) tidak menonjol keluar. b. Pipa-pipa yang ditanam di dalam tembok harus diikat kuat dengan klem dan pipa yang digunakan adalah pipa natloos ex union paralon. Pemasangan pipa yang diletakan di atas kayu harus dibelapak (klos) yang jarak pemasangan satu sama lain minimal 1 (satu) meter.

c.

Page 18 of 20

Spesifikasi Teknis Pembangunan Rumah DinasType 50 Kasi dan Kasubbag Kejaksaan Pada Kejaksaan Negeri Kota Bontang

d. e. f.

Pada tiap-tiap pemasangan pipa ada kemungkinan air dapat berkumpul supaya dipasang inspektube. Pada tiap-tiap pemasangan pipa jarak 8 meter harus diberi trekdoos. Jumlah penarikan kabel dalam pipa harus sesuai dengan tebel (daftar) sebagai pedoman yang masih berlaku di Indonesia.

22.2. Pemasangan kabel : a. Kabel yang digunakan untuk pemasangan tersebut ialah kabel type NYA, NYY, NYM ex kabelindo, supreme atau yang sejenis. Ukuran kabel harus memenuhi standard dan tidak boleh lebih kecil dari 2,5 mm. b. Penarikan kabel di atas isolator dikerjakan di atas plafond yang tidak terlihat dari bawah. Isolator yang digunakan adalah R 25 berukuran 25 x 25 mm dengan jarak kurang lebih 0,80 meter. Sebagai pengikat digunakan kawat baja. Pada tiap-tiap penyambungan kabel dipergunakan lasdop. Pada tempat-tempat persilangan dan penyeberangan di atas tembok, maka kabel itu dimasukan ke dalam pipa sebagai pengaman. Semua kabel yang dimasukan ke dalam pipa tidak boleh ada sambungan. Tarikan kabel di atas harus cukup tegang dan kencang tetapi isolasi tidak boleh rusak karenanya.

c.

d. e. f.

g. h.

22.3. Ukuran Isolasi : Untuk ukuran isolasi ditentukan antara 1/2 ohm sampai 0,3 ohm. 22.4. Papan-papan sekring (panel) a. Papan sekring tersebut dari metal clad palat baja ukuran sesuai dengan perencanaan serta dilengkapi dengan frame yang kuat. b. Pemasangan papan-papan sekring/panel secara woll mounted terpasang kuat dan rapi serta mudah untuk operasi dan maintenace/pemeliharaan. Panel-panel tersebut setelah dipasang dengan baik dilengkapi dengan kotak dari papan yang diplitur serta dilengkapi pintu dan kunci.

b.

22.5. Sambungan pengaman ke tanah (arde) harus dilaksanakan dengan peraturan-peraturan yang berlaku, batang-batang yang ditanam harus dari jenis kuningan minimum 21/2 mm2, dan panjang tidak kurang dari 3 meter ditanam lurus ke bawah. Electrode yang ditanam harus disambung dengan kabel kuningan garis tengahnya 5 mm2 pada bagian

Page 19 of 20

Spesifikasi Teknis Pembangunan Rumah DinasType 50 Kasi dan Kasubbag Kejaksaan Pada Kejaksaan Negeri Kota Bontang

ke batang panel distribusi yang ditanam, semua sambungan harus memakai alat penghubung. 22.6. Pengujian seluruh instalasi setelah selesai harus diuji untuk menentukan apakah bekerja sempurna dalam segala hal harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam peraturan PLN setempat. 22.7. Pekerjaan / pemasangan penangkal petir disesuaikan dengan Pedoman Perencanaan Penangkal Petir. ( S.K.K.B.I. 1.3.53 ) 22.8. Pemasangan Arde Penangkal Petir harus rapi dan ditanam ke dalam tanah disambung dengan batang tembaga yang panjang batangnya 2 meter.

PASAL 23 PEKERJAAN KOSEN

23.1. Pekerjaan kayu kuzen harus disesuaikan gambar kerja dengan dilengkapi pen-pen sambungan, angker, baut, sesuai dengan petunjuk. Kuzen dari kayu bengkirai atau kayu ulin dengan ukuran sesuai dengan gambar rencana. 23.2. Pintu/rangka daun dikerjakan sesuai dengan gambar. Bahan dari kayu bengkirai atau kayu ulin berkualitas baik dan disetujui oleh Pihak Direksi dan Konsultan Pengawas.

PASAL 24 PENUTUP
24.1. Apabila dalam Spesifikasi Teknis untuk uraian bahan-bahan pekerjaan tidak disebutkan dalam perkataan atau kalimat dilaksanakan oleh pemborong maka hal ini dianggap seperti disebutkan. 24.2. Guna mendapatkan hasil yang baik, maka bagian-bagian yang nyata termasuk dalam pekerjaan ini tetapi tidak dimasukkan atau disebutkan kata demi kata dalam Spesifikasi Teknis ini harus diselenggarakan oleh pemborong dan diterima sebahai Hal yang disebut. 24.3 Hal-hal yang tidak tercantum dalam peraturan ini akan ditentukan lebih lanjut oleh Direksi atau Pimpinan Kegiatan bilamana perlu diadakan perbaikan dalam peraturan ini. Kontraktor diwajibkan membuat As Built Drawing sebagai Laporan Akhir dari pelaksanaan kegiatan yang merupakan bagian dari Laporan Pekerjaan

24.4

Page 20 of 20