Anda di halaman 1dari 2

_BibTeXrecord_:

SARI Siti Romlah. 2005. Studi Komparasi Kualitas Pewarnaan Jumputan Kain Shantung dengan Zat Warna Procion M Red 5B pada Berbagai Konsentrasi NaCl dan Na2CO3. Skripsi Jurusan Teknologi Jasa dan Produksi Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Pembimbing :I. Dra. Uchiyah A, MP.d. II. Ir.Sulistiyowati. Kata kunci: Kualitas warna, shantung, konsentrasi NaCl dan Na2CO3, procion M ? Procion M ialah zat warna sintetis dari jenis zat warna reaktif yang banyak dipakai dalam pencelupan kain khususnya jumputan pada kain shantung. Procion digunakan dengan zat pembantu yaitu NaCl sebagai zat pembantu yang berfungsi menghambat masuknya zat warna agar hasil pencelupan rata. Na2CO3 merupakan zat pembantu yang berfungsi sebagai pereaksi atau pemberi suasana netral agar terjadi reaksi antara zat warna dengan air. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui apakah ada perbedaan kualitas warna jumputan kain shantung pada penambahan NaCl yang bervariasai (2) apakah ada perbedaan kualitas warna jumputan kain shantung pada penambahan Na2CO3 yang bervariasai. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dimana kain shantung dibuat jumputan dan dicelup dengan zat warna procion dengan zat pembantu NaCl dan Na2CO3. Variabel penelitian berupa variabel bebas(X) adalah konsentrasi NaCl dengan variasi: 10 g/l, 20g/l, 30g/l dan konsentrarsi Na2CO3 dengan variasi: 1,5g/l, 3,5g/l, 5,5g/l. Variabel terikat (Y) ialah kualitas warna jumputan ditinjau dari ketuaan warna dan ketahan luntur terhadap pencucian. Variabel kontrol meliputi: jumlah zat warna procion yaitu 5g/l dan vlot 1 : 40, Procion M red 5B, kain shantung, tali perintang jenis rafia. Data dikumpulkan melalui uji laboratorium untuk ketuaan warna menggunakan alat spektrofotometer dan tahan ketahanan luntur terhadap pencucian menggunakan alat gray scale dan staining scale. Teknik analaisis data digunakan analisis deskriptif dan analisis varians. Hasil analisis menunjukkan bahwa perbedaan kualitas warna jumputan yang menggunakan zat pembantu NaCl dan Na2CO3 bervariasi yaitu hasil terbaik diperoleh pada penggunaan NaCl pada variasi konsentrasi 30 g/l dan Na2CO3 pada konsentrasi 5,5 g/l. Hasil uji Kruskal Wal is pada pengaruh NaCl terhadap ketuaan warna diperoleh Chi Square sebesar 7.143 dengan P (0.029= 0.05). Hasil uji Kruskal Wal is pada pengaruh Na2CO3 terhadap ketuaan warna diperoleh Chi Square sebesar 17.439 dengan P (0.000= 0.05 ). Hasil uji Kruskal Wal is pada ketahanan luntur warna terhadap pencucian melalui perubahan

warna dan penodaan warna pengaruh NaCl diperoleh Chi Square 6.2834 dengan P (0.043= 0.05), pengaruh Na2CO3 diperoleh Chi Square 8.762 (0.013= 0.05). Hasil uji Mann Whitney menunjukan ada perbedaan kualitas warna ditinjau dari ketuaan warna dan ketahanan luntur terhadap pencucian pada penggunaan NaCl dan Na2CO3 berbagai variasi konsentrasi. Simpulan dari penelitian ini adalah (1) Kualitas warna jumputan kain shantung yang dicelup dengan zat warna procion M red 5B berbeda pada variasi konsentrasi NaCl ditinjau dari ketuaan warna dan tahan luntur terhadap pencucian hasil terbaik diperoleh dari dari penggunaan NaCl 5 g/l (2) Kualitas warna jumputan kain shantung yang dicelup dengan zat warna procion M red 5B berbeda pada variasi konsentrasi Na2CO ditinjau dari ketuaan warna dan tahan luntur terhadap pencucian hasil terbaik diperoleh pada konsentrasi Na2CO 5,5 g/l. Saran dalam penelitian ini adalah : (1) Penelitian dapat ditindaklanjuti dengan meneliti kualitas ketahanan luntur terhadap sinar matahari, keringat dan penyetrikaan (2) Pengusaha jumputan kain shantung pada saat pencelupan kain shantung dengan zat warna procion diusahakan lebih memperbesar konsentrasi Na2CO3 dan meminimalkan pengunaaan NaCl karena shantung tidak tahan terhadap NaCl pekat (3) Peneliti lain dapat melakukan penelitian serupa dengan menambah variasi konsentrasi NaCl dan Na2CO