Anda di halaman 1dari 8

RESUME SISTEM KELISTRIKAN MOTOR BENSIN

Oleh: Kelompok 2 Yanuri Dwi Ridho Riskiyanto Setyorini Isnani Didi P Herwan Safii Lenny Budi P Afif A Abdul Azis Ariska Mia C. S Dimmas Ryan N (081710201043) (091710201052) (101710201002) (101710201003) (101710201006) (101710201017) (101710201018) (101710201019) (101710201033) (101710201034)

JURUSAN TEKNIK PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS JEMBER 2012

SISTEM KELISTRIKAN MOTOR BENSIN

Sistem kelistrikan diperlukan untuk menghasilkan pembakaran mesin di dalam (internal combustion engine) dengan adanya sebuah atau beberapa busi (Daryanto, 1997:1). Mesin dapat berputar hingga menggerakkan roda-roda untuk berjalan dengan aman serta lancar diperlukan listrik(Nugroho,1997:9). 1. Sistem starter Sistem starter berfungsi memberikan energi listrik ke energi mekanik untuk memutar atau mengengkol mesin selama pembakaran bahan bakar belum terjadi. Komponen utama dalam sistem starter adalah motor starter, selain accu dan saklar. Konstruksi motor starter, secara rinci, motor starter dibagi menjadi tiga prinsip yaitu: a. Pembangkit tenaga (power) Yaitu bagian yang menghasilkan tenaga puntir sebagai pemutar motor bensin. b. Pemindah tenaga (power train) Bagian ini berfungsi untuk memindahkan tenaga putar yang terbangkit pada sistem pembangkit tenaga. c. Saklar magnet (Daryanto, 1997: 15). Rangkaian starter 2. Sistem pengisian

Sistem pengisian ialah menyuplai tenaga listrik yang diperlukan sistem lain dengan mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Accu sebagai sumber arus tenaga listrik diperlukan untuk sistem pengapian, sistem pengisian dan sistem penerangan, untuk hal tersebut accu dengan kemampuan terbatas tidak akan mampu mengatasinya. Sebagai penyuplai kebutuhan arus listrik accu untuk keperluannya, maka dibutuhkan sistem pengisian di samping accu itu sendiri sebagai sumber awal aliran listrik sistem pengisian adalah dinamo amper (alternator) adalah pembangkit listrik sebagai penyuplai accu untuk memenuhi segala kebutuhan peralatan motor bensin yang menggunakan listrik (Nugroho,1997: 15). Ada dua metode untuk menghasilkan energi listrik untuk kendaraan bermotor, yaitu: 1. Induksi magnet listrik (menghasilkan arus AC) 2. Reaksi kimia (menghasilkan arus DC) Arus DC hanya merupakan satu cara yang efektif untuk dapat disimpan dalam penggunaanya. Dalam hal ini, sebuah generator digunakan untuk menghasilkan arus DC, tetapi saat ini telah digantikan dengan alternator. Sistem pengisian dengan mengguanakan alternator memerlukan komponen sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Baterai Alternator Regulator/ pengatur voltase Penggerak sabuk V Indikator pengisian Kebel LT

3. Sistem penyalaan Sistem penyalaan adalah menyuplai busi dengan arus listrik bertegangan tinggi pada masing-masing silnder mesin untuk mengadakan pembakaran bahan bakar di dalam ruang silinder mesin. Sistem ini memberikan loncatan bunga api melalui busi untuk proses pembakaran di ruang bakar (combustion chamber). Bagian-bagian utama dari sistem penyalaan: Accu Yaitu sebagai sumber listrik dari semua rangkaian sistem kelistrikan. Sebagai sumber arus listrik proses pembakaran, untuk menghidupkan mesin. Saklar Fungsi saklar yaitu sebagai penghubung dan pemutus arus listrik dari sumber ke sistem penyalaan. Bobin (ignition coil) Yaitu sebagai perangkat yang berfungsi sebagai pembangkit tegangan tinggi untuk dialirkan ke busi menjadi loncatan bunga api sebagai pembakar campuran udara bensin dalam proses pembakaran. Delko (distributor) Busi Adalah alat untuk tempat terjadinya loncatan bunga api untuk pembakaran pada proses pembakaran. Terjadinya loncatan bunga

api di antara elektroda positif dan negatif, karena antara kedua elektroda diberikan kerenggangan.

4. Sistem Penerangan (Lighting) Sistem ini berfungsi sebagai keamanan, kenyamanan, serta keamanan mobil/ kendaraan itu sendiri pada kendaraan saat malam hari. Beberapa sistem penerangan (lighting system diantaranya lampu depan (head light), lampu belakang (tail light), lampu stop (stop light), dan lampu tanda belok (turn signal light).

Skema kerja sistem kelistrikan:

DAFTAR PUSTAKA

Daryanto. 1997. Reparasi Sistem Kelistrikan Mesin Mobil. Jakarta: Bumi Aksara. Daryanto. 1985. Dasar-Dasar Kelistrikan Otomotip. Bandung : Tarsito Nugroho, A. 1997. Pengetahuan dan Perbaikan Kelistrikan Mobil. Semarang: Dahara Prize.

Beri Nilai