Anda di halaman 1dari 14

Allah dan Elohim: Apakah Mereka Tuhan yang Sama?

by MasaIya Tue May 17, 2011 12:59 pm Saya punya buku bagus nih, tapi maaf, sangat OOT ke Kristen. Saya terdorong untuk menerjemahkan sebagian kecil (bagian depannya saja) karena banyaknya tuduhan pihak Muslim bahwa tuhan mereka sama dengan Tuhan umat Kristen. Gak sudi gw dengan persamaan serendah itu. Makanya saya coba menerjemahkan, tapi cuman sedikit saja, berhubung saya tak punya cukup banyak waktu. Bagi teman2 yang ingin membantu, saya persilakan untuk meneruskan terjemahan dari sumber yang ini: http://bibleandquran.com/allahandelohim4.htm http://bibleandquran.com/allahandelohim5.htm dan seterusnya.

Keterangan: Di terjemahan ini, kata Allah dalam Alkitab Indonesia diganti jadi Tuhan, karena dalam bahasa asli Alkitab(Ibrani dan Yunani) sebenarnya tidak terdapat kata Allah sama sekali. Jadi kata Allah yang disebut di buku terjemahan ini hanya berkenaan dengan tuhan dalam Quran atau tuhan agama Islam.

Bab I
Jangan ada padamu tuhan lain di hadapan-Ku.
Tuhan memberikan hukumNya, termasuk Sepuluh Perintah Tuhan pada Musa sebagai pembimbing bagi setiap manusia. Perintah pertama adalah, Jangan ada padamu tuhan lain di hadapan-Ku. (Keluaran 20:3) Jika kau bertanya pada Muslim, mereka akan mengatakan bahwa mereka menyembah Tuhan yang sama yang disembah Abraham, Ishak, dan Yakub. Quran berkata: Q S AlAnkabut (Laba-laba) 29:46 Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang lalim di antara mereka, dan katakanlah: "Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri". Mari kita bandingkan Allah dan Elohim dan kita telaah apakah mereka berdua adalah sama atau tidak.

Siapakah Allah?

Aku telah membaca sebuah artikel, Siapakah Allah, yang ditulis oleh Abu Iman Abd arRahman Robert Squires yang mengatakan: Banyak non-Muslim yang salah mengerti tentang Islam karena nama Allah. Karena berbagai alasan, banyak orang yang percaya bahwa Muslim menyembah Tuhan yang berbeda dengan Tuhan umat Kristen dan Yahudi. Ini adalah salah, karena Allah hanyalah kata Arab yang berarti Tuhan dan hanya ada Satu Tuhan. Tidak disangkal bahwa Muslim menyembah Tuhan dari Nuh, Abraham, Musa, Daud dan Yesus damai beserta mereka semua. Penulis itu mencoba menerangkan bahwa Allah adalah kata Arab untuk tuhan dan hanya ada satu Tuhan. Jika kata Allah berarti Tuhan, dan hanya ada SATU Tuhan, apakah itu berarti Allah adalah Tuhan yang sama seperti yang di Alkitab? Apakah nama yang sama membuat dua orang jadi satu? Mari kutunjukkan sebuah contoh. Seorang bernama Jim mengira dalam benaknya bahwa dia adalah seekor SINGA. Dia pergi ke kebun binatang dan mengenakkan make up muka SINGA. Dia lalu mencoba berlari bagaikan SINGA, maka seperti SINGA, dan masuk kandang seperti SINGA. Dia letakkan papan besar di luar kandangnya yang bertuliskan dengan huruf2 tebal besar SINGA, RAJA RIMBA. Sudahlah jelas bagi para pengunjung kebun binatang, bahwa Jim hanya berpura-pura menjadi SINGA dan dia tetaplah manusia saja. Mengapa? Karena tiada kualitas atau wujud apapun dalam diri Jim yang menunjukkan dirinya sebagai SINGA. Jika Jim ingin jadi SINGA, maka dia pun harus punya kualitas sebagai SINGA. Mengurung diri dalam kandang dan mengenakkan make up SINGA saja tidak akan pernah membuatnya jadi SINGA. Begitu juga dengan kualitas Tuhan yang dinyatakan di Alkitab atau pesan Elohim/Yahweh, Tuhan Alkitab, harus sesuai dengan kualitas Allah dan pesan Allah di Quran untuk menunjukkan bahwa keduanya adalah satu! Akan tetapi para penulis Quran menulis hal yang bertentangan dengan apa yang diakuinya, dengan menunjukkan bahwa kualitas Allah ternyata berbeda dengan kualitas yang dimiliki Tuhan Alkitab. Contohnya, Muslim menolak paham Trinitas dan Tuhan yang menitis jadi manusia. Penulis Quran mengajukan alasan berkilah dari kebenaran bahwa Allah adalah tuhan yang lain, dan lalu membenarkan dirinya dengan berkata, Akan tetapi Islam mengajarkan bahwa agama, baik sedikit atau banya, telah diplintir dan disesatkan dari kepercayaan Tuhan yang benar dan sejati, dengan meninggalkan ajaran2Nya yang sejati dan mencampurkannya dengan ajaran manusia. Tapi di saat yang sama, penulis Quran itu tidak bisa mengajukan bukti apapun bagian ajaran Tuhan yang mana yang dicampurkan dengan ajaran manusia. Anehnya, Quran sendiri menegaskan bahwa Alkitab adalah Firman Tuhan yang tak pernah berubah: Quran, Sura Al-Baqara (Sapi Betina) (2), ayat 101: Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang membenarkan (kitab) apa yang ada pada mereka, sebahagian dari orang-orang yang diberi Kitab melemparkan Kitab Allah ke belakangnya seolah-olah mereka tidak mengetahui. Quran, Sura An-Nisa (Wanita) (4), ayat 47: Hai orang-orang yang telah diberi Al Kitab, berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (Al Qur'an) yang membenarkan Kitab yang ada pada kamu sebelum Kami

merubah muka (mu), lalu Kami putarkan ke belakang atau Kami kutuk mereka sebagaimana Kami telah mengutuk orang-orang (yang berbuat maksiat) pada hari Sabtu. Dan ketetapan Allah pasti berlaku. Quran, Sura Al-Imran (Keluarga Imran) (3), ayat 84: Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri." Jika tidak ada perbedaan dan pertentangan akan firman yang diterima para nabi Alkitab, maka mengapa umat Muslim mengatakan Alkitab telah dirubah? Alkitab tidak berubah dari jaman Muhammad sampai detik ini. Terlebih lagi, dikatakan: Quran, Sura Al-Baqara (Sapi Betina) (2), ayat 97: Katakanlah: Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Qur'an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman. Quran, Sura Al-Maidah (Meja Terhampar) (5), ayat 48: Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu, Quran sendiri menegaskan kebenaran Taurat (lima buku pertama Alkitab Perjanjian Lama), Injil, dan Zabur (Mazmur) dengan mengatakan, Bagi kalian Kami kirim kitab kebenaran, membenarkan kitab yang datang sebelumnya, menjaganya dengan keamanan. Dengan begitu, Quran mengumumkan bahwa Taurat, Zabur, dan Injil difirmankan oleh Tuhan, dan kitab ini tidak berubah karena dijaga keutuhannya oleh Tuhan. Tidak hanya itu saja, sampai sekarang kita pun masih memiliki banyak peninggalan arkeologi, sejarah, dan bukti lainnya bahwa Alkitab yang kita baca sekarang adalah sama seperti yang dibaca di masa lalu.

Siapakah Elohim?
Di sepanjang Perjanjian Lama, kita temukan nama Tuhan, yakni Elohim atau Yahweh. Nama tersebut adalah nama pribadi Tuhan. Kita baca di kitab Kejadian tentang keperkasaan Tuhan yang menciptakan apapun hanya dengan cara berujar saja. Dia berkata, Terjadilah dan hal itu lalu terjadi. Dia bicara dan bumi lalu tercipta. Dari situlah kita mengetahui bahwa Dia adalah pencipta segalanya. Kejadian 1:1 Pada mulanya Tuhan menciptakan langit dan bumi.

Kata Tuhan dalam bahasa Ibrani adalah elohim yang berarti tuhan dalam jumlah jamak, tapi tergabung dalam satu kesatuan. Nama Elohim ini digunakan di kitab suci untuk menekankan keperkasaan Tuhan, kemampuan kreatifnya dalam mencipta, dan sifatnya yang adil dan membimbing. Seluruh Alkitab mengandung prinsip SATU Tuhan dan itulah sebabnya banyak terdapat pasal seperti berikut: Ulangan 6:4 Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! Zakharia 14:9 Maka TUHAN akan menjadi Raja atas seluruh bumi; pada waktu itu TUHAN adalah satusatunya dan nama-Nya satu-satunya. Umat Muslim seringkali salah mengerti tentang keberadaan tiga Sosok dalam satu Tuhan sebagai tiga Tuhan yang berbeda satu sama lain. Tapi Alkitab tidak pernah menyatakan adalah berbagai tuhan yang atau lebih dari satu Tuhan. Alkitab menjelaskan satu Tuhan yang terdiri dari tiga sosok: Tuhan Bapak, Tuhan Anak, dan Roh Kudus. Ketiga sosok Tuhan ini memiliki fungsi yang berbeda walaupun ketiganya merupakan kesatuan dan Tuhan yang sama sederajat, sama abadi, berdikari, dan ada: satu Tuhan yang sejati dan hidup, yang sama di masa lampau, sekarang dan masa datang.

Nama Allah
Aku mengambil kutipan dari III&E Brohcure Series, no. 2 (diterbitkan oleh The Institute of Islamic Information and Education (III&E): Allah adalah nama pribadi dari Satu Tuhan yang Sejati. Tiada makhluk lain yang bisa disebut sebagai Allah. Kata ini tak memiliki bentuk plural atau jenis kelamin. Hal ini menunjukkan keunikannya jika dibandingkan dengan kata tuhan yang bisa berubah jadi bentuk plural, seperti tuhan, atau bentuk feminin seperti dewi (goddess). Jika Allah adalah nama pribadi Satu Tuhan yang Sejati, maka pertanyaan yang timbul adalah: Mengapa di Alkitab Perjanjian Lama atau Baru nama pribadi Tuhan itu tak disebut sebagai Allah? Mengapa yang disebut berulang kali kok justru Elohim/Yahweh? Setiap nabi Alkitab tahu dan menyebut Tuhan dengan nama pribadinya yakni Elohim atau Yahweh. Aku akan bahas tentang Elohim di bab lain, tapi sekarang mari telaah tentang Allah. Penulis Who is Allah (Siapakah Allah) yakni Abu Iman Abd ar-Rahman Robert Squires berkata: Sungguh menarik untuk diperhatikan bahwa kata Aramaik Alaha yang berarti Tuhan dalam bahasa yang dipakai Yesus, terdengar lebih mirip dengan kata Allah daripada kata Inggris God. Hal ini juga berlaku bahwa variasi kata Ibrani bagi Tuhan, seperti El dan Elah dan bentuk pluralnya yakni Elohim Dalam alfabat Arab, karena tak mengenal adanya huruf besar, maka kata Tuhan (yakni Allah) dibentuk dengan menambahkan kata yang serupa dengan kata Inggris the (Al-) pada kata Arab bagi god/God (ilah). Jadi kata Arab Allah artinya sama persis seperti kata Inggris

The God atau kata Indonesia Sang Tuhan. Kata Al dalam bahasa Arab berfungsi sama seperti huruf besar G untuk God dalam bahasa Inggris. Berdasarkan penjelasan ini, maka terjemahan yang paling akurat dari kata Allah ke bahasa Inggris adalah Tuhan yang Satu dan Satunya Tuhan atau Satu Tuhan yang Sejati.

Tapi tunggu dulu nih dan mari kita lihat kata apa sih yang digunakan Yesus untuk menyebut Tuhan Matius 27:46 Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Tuhan-Ku, Tuhan-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? Dari ayat di atas kita lihat bahwa Yesus menggunakan kata Eli, Eli dan tidak menggunakan kata Alaha atau Al-ilah. Kamus Bahasa Yunani Strong Nomer 2241 tentang kata Eli {ay-lee'} sebagai berikut: 1) Eli, Eli, lama sabachthani. Bentuk Ibrani, sama seperti Elio, Elio, dll., adalah bahasa SyroKaldea (bahasa umum yang digunakan bangsa Yahudi di jaman Yesus) yang merupakan kata pertama dari mazmur duapuluh dua (Mazmur 22:1); yang berarti Tuhanku, Tuhanku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Jika Allah adalah Tuhan yang Satu dan Satunya Tuhan atau Satu Tuhan yang Sejati dalam Alkitab, maka dia seharusnya mengatakan pada kita nama pribadinya adalah Elohim atau Yahweh dan bukannya memunculkan nama baru Al-ilah atau Allah. Ini semua merupakan usaha putus-asa untuk membuat Allah Islam tampak seperti Elohim atau Yahweh.

Nama Elohim
Mari kita bahas nama Tuhan Elohim/Yahweh, yang merupakan nama pribadi Tuhan dalam Alkitab. Kamus Evangelis Theologia Alkitab dari Baker menjelaskan: Tuhan (Elohim [yihl\a], Eloah [H/l\a], El [lea]). Subyek dari kalimat pertama Alkitab adalah Tuhan (Kejadian 1:1), Elohim [yihl\a], El [lea], dan Eloah [H/l\a], berasal dari akar yang serupa. El [lea] (Tuhan) adalah sebutan umum Semit bagi ilahi. Dilihat dari penggunaan Kanaanit di Ras Shamr/Ugarit, kata ini menunjukkan tuhan yang tertinggi yang berperan sebagai figur ayah ilahi. Kata ini berarti tuhan pada pengertian yang paling luas. Etimologi kata el berarti berkuasa sama seperti Aku ini berkuasa untuk berbuat jahat kepadamu (Kejadian 31:29, Nehemia 5:5). Di dalam kitab Ayub dan Mazmur terdapat kata El [lea] sebanyak 238 kali. El [lea] berhubungan dengan kualitas kejujuran (tidak berdusta) (Bilangan 23:19; Ulangan 32:4), cemburu (Ulangan 5:9), dan belas kasihan (Nehemia 9:31; Mazmur 86:15), tapi pengertian akar kata perkasa tetap ada. Kata Eloah [H/l\a] muncul 60 kali, dan terbanyak di kitab Ayub, etimologi kata ini berarti kekuasaan. Istilah ini merupakan istilah umum akan tuhan, dan meskipun pada umumnya berhubungan dengan Tuhan yang sejati, kata ini juga bisa dipakai untuk tuhan apa saja.

Elohim [yihl\a] (God = Tuhan), adalah bentuk majemuk dari Eloah [H/l\a], muncul lebih dari 2.250 kali, kadang dengan tambahan keterangan seperti Tuhannya Abraham/Israel, tapi seringkali berdiri sendiri. Selain kata Lord (Yahweh), Elohim [yihl\a] adalah julukan paling utama untuk Tuhan. Elohim [yihl\a] bersifat umum, (sama seperti El [lea] dan Eloah [H/l\a] dan berhubungan dengan ilah tapi dimengerti sebagai nama asli dari Tuhan yang sejati. Ketiga nama ini dikenal dalam Septuaginta sebagai theos (God = Tuhan), yang merupakan istilah yang sama yang digunakan Perjanjian Baru bagi Tuhan. Elohim [yihl\a] menyarikan apa yang dimaksud sebagai tuhan atau ilahi. Bentuk majemuk (meskipun dipakai bersama kata kerja dalam bentuk tunggal) biasanya adalah pengertian majemuk dalam makna keagungan atau kekuatan, dalam keilahian atau kekuatan yang maha dahsyat. Bentuk majemuk inilah yang dipakai dalam doktrin Trinitas. Dari kalimat pertama Alkitab tampak sifat kekuatan Tuhan ketika Tuhan (Elohim [yihl\a]) berfirman untuk menciptakan bumi (Kejadian 1:3,6,9). Perbuatannya menunjukkan kekuasaannya, memampukan wanita mandul seperti Sarah dan Rebeka untuk mengandung (Kejadian 18:10,14; 25:1), membawa keluar umat Israel yang tertindas dari Mesir (Keluaran 20:2), dan dengan kekuatannya, membangkitkan Yesus dari kematian (Roma 1:1-4). Umat yang percaya, tulis Petrus, yang dipelihara dalam kekuatan Tuhan (1 Petrus 1:5). Dalam nama Elohim [yihl\a] terdapat kepenuhan kekuasaan ilahi. Yahweh adalah nama pribadi Tuhan, yang berarti Dialah yang menyebabkan, Dialah yang membuat sesuatu ada. Pengucapan Yahweh tidak sering dilakukan sebab Tuhan berkata pada bani Israel bahwa mereka dilarang menyebut nama Tuhan dengan sia, karena Tuhan akan menuntut pertanggungan jawab bagi yang melakukannya. Ketika Musa bertanya apakah nama Tuhan, Dia menjawab di Keluaran 3:14 sebagai berikut: "AKU ADALAH AKU." Dan Dia berkata, Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu." Yesus menyebut dirinya sebegai AKU (ego eimi) di Perjanjian Baru secara berulang kali. Terdapat dua puluh empat kali Dia menyebut diriNya sebagai AKU di kitab Yohanes. Pernyataan AKU di sini menunjukkan kualitas yang sama seperti Tuhannya Abraham yang dijabarkan di Keluaran 3:14, dimana Yahweh Tuhan menyatakan namaNya sebagai "AKU ADALAH AKU." Yesus bahkan mengatakan bahwa Dia sudah ada sebelum Abraham ada, seperti yang tertera di Yohanes 8:58 sebagai berikut: Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada." Dengan begitu, Yesus adalah Tuhan, sang Yahweh di Perjanjian Lama. Kita lihat bahwa Allah tidak punya kualitas yang sama seperti Tuhan dalam Alkitab. Jika Allah adalah Tuhan yang sama seperti yang di Alkitab, maka dia seharusnya punya kualitas yang sama pula dengan Tuhan Alkitab dan juga menyampaikan pesan yang sama seperti yang dikatakan berbagai nabi Alkitab. Tapi baik pesan maupun kualitas Allah tidak cocok dengan Elohim dan Yahweh. Malahan nama pribadi Tuhan yakni Elohim dan Yahweh tidak disebut sama sekali dalam Quran. Bagaimana bisa Tuhan lupa pada nama pribadiNya sendiri?

Sifat Allah dan Elohim


Setiap orang atau benda dikenal dengan sifatnya yang unik, yang hanya dimiliki dirinya atau benda itu. Mari kita lihat sifat Allah dan Elohim dan membandingkan keduanya untuk melihat apakah mereka berdua sama atau tidak. Aku akan bahas Quran terlebih dahulu dan

membandingkannya dengan Alkitab sehingga kita bisa mengerti kedua kitab ini dengan baik.

Tauhid Ketunggalan Allah


Quran, Sura Al-Baqarah (Sapi Betina) (2), ayat 133: Adakah kamu hadir ketika Yakub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab: "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishak, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya." Muslim ahli Islam yakni Abu Ameenah Bilal Philips dalam bukunya yang berjudul The Fundamentals of Tawheed (Islamic Monotheism) menyatakan:

Secara harafiah Tauhid itu berarti penggabungan (membuat jadi satu) atau menyatakan ketunggalan dan kata ini berasal dari kata kerja Arab wahhada yang berarti untuk menyatukan, menggabungkan atau mengukuhkan. Akan
tetapi, jika istilah Tauhid ini diterapkan pada Allah (yakni Tauhidullah2), maka ini berarti mengakui dan mempertahankan persatuan Allah dalam seluruh perbuatan manusia, yang secara langsung atau tak langsung berhubungan denganNya. Ini adalah keyakinan bahwa Allah adalah Satu, tanpa sekutu dalam kekuasaanNya dan perbuatanNya (Rububiyah), Satu tanpa perbandingan dalam keberadaan dan sifatNya (Asmaa wa Sifat), dan Satu tanpa saingan dalam keilahian dan ibadah (uluhiyah/ibadah). Ketiga aspek ini membentuk dasar kategori di mana pengetahuan Tauhid secara tradisional terbagi. Ketiganya tumpang tindih dan tak terpisahkan sehingga orang yang mengabaikan satu aspek saja berarti gagal memenuhi persyaratan Tauhid. Penghilangan salah satu aspek Tauhid di atas disebut sebagai syirik (harafiah: membagi); yang berarti menyekutukan Allah, dan dalam Islam ini berarti penyembahan berhala. Tiga kategori Tauhid secara umum dihubungkan dengan gelar berikut: 1. Tauhid ar-Rububiyah (artinya: Mempertahankan Persatuan Ketuhanan) 2. Tauhid al-Asma was Sifat (artinya: Mempertahankan Persatuan Nama dan Sifat Allah) 3. Tauhid al-Ibadah (artinya: Mempertahankan Persatuan dalam Ibadah Allah) Jadi makna Tauhid sendiri malah menyangkal Ketunggalan Allah. Allah ternyata bukan Tunggal atau Satu seperti yang diklaim Muslim, tapi dia adalah Digabungkan (dijadikan satu). Alkitab memberitahu kita dari kitab Kejadian sampai Wahyu bahwa Tuhan itu SATU bukan berbagai tuhan yang dijadikan SATU. Tuhan adalah Tuhan dan Dia adalah Satu Echad. Ahli Islam itu mengatakan pada kita bahwa, Tauhid berarti mempertahankan persatuan Allah dalam seluruh perbuatan manusia, yang secara langsung atau tak langsung berhubungan denganNya. Jika Allah itu SATU atau TUNGGAL, maka mengapa orang harus mempertahankan persatuan Allah? Mengapa orangharus mempertahankan persatuan keilahian Allah jika dia dari dulunya memang sudah SATU? Mengapa orang harus mempertahankan persatuan ibadah Allah? Bukankah itu malah jadi Syirik (mempersekutukan atau menghubungkah hal lain dengan Allah) menurut Quran? Mari baca:

Quran, Sura An Nisa (4), ayat 48: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. Definisi Tauhid ternyata menimbulkan berbagai pertanyaan. Di satu pihak, Quran mengatakan bahwa Allah itu SATU, tapi di lain pihak, definisi Tauhid maah menyangkal Ketunggalan Allah.

Echad Satu Tuhan yang Bersifat Tritunggal


Sekitar satu setengah tahun yang lalu, aku menemukan beberapa forum Islam di Internet. Sungguh tak kuduga bahwa Quran/Allah menunjuk kami umat Kristen sebagai kaum pagan dan mengartikan pengertian Trinitas kami sebagai mempersekutukan berbagai tuhan dengan Tuhan. Muslim menuduh umat Kristen menyembah tiga tuhan. Sebagian berkata, Memangnya Tuhan punya tiga bagian, ya? Sungguh menjengkelkan menghadapi tuduhan bahwa umat Kristen menyembah tiga tuhan. Tak lama setelah itu, aku menemukan dalam Quran bahwa Allah berulang kali berkata bahwa mempersekutukan diriNya merupakan dosa terbesar. Hal ini tertera di Quran, Sura An-Nisaa (4), ayat 48: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.

.... udah ah, cape deee... Salut sama para penerjemah di sini yang sanggup marathon menerjemahkan berbulan-bulan. Ane gak kuwat nih... MasaIya Mulai Suka

Posts: 249 Joined: Mon Oct 24, 2005 10:06 am Top

Re: Allah dan Elohim: Apakah Mereka Tuhan yang Sama?


by MasaIya Tue May 17, 2011 1:10 pm Ini komentar dari saya, dan bukan terjemahan. Ternyata saya selama ini dibohongin Muslim, yang mengatakan bahwa Tauhid adalah SATU/TUNGGAL. Gak tahunya, arti Tauhid sendiri adalah Unification (Persatuan), Asserting Oneness (Mengukuhkan Persatuan). Kata Tauhid berasal dari kata Arab wahhada yang berarti "to unite" = untuk mempersatukan, "to unify" = untuk menggabungkan, "to consolidate" = untuk mengukuhkan. Lah, ini apa yang dipersatukan sih? Muhammad, Allah, dan Qur'an? Muhammad, Allah dan Jibril? Binun gw. Pasti banyak Muslim yang kaget dengan keterangan ini. Gw juga.

Ini website Islam juga ternyata menulis penjelasan yang sama tentang Tauhid: http://www.bakkah.net/articles/duroos%20_02.htm Liguistically, the word tawheed comes from the word wah-hada, which means to make something waahid (singular). artinya: Dilihat dari ilmu bahasa, kata tauhid berasal dari kata wahhada, yang berarti untuk membuat sesuatu jadi satu (tunggal). Ternyata ada usaha "MEMBUAT" Allah jadi satu nih. Memangnya tadinya berapa ya? Wkwkwkwk... MasaIya Mulai Suka

Posts: 249 Joined: Mon Oct 24, 2005 10:06 am Top

Re: Allah dan Elohim: Apakah Mereka Tuhan yang Sama?


by I Want You Tue May 17, 2011 1:54 pm

wow bagus banget nih ! terjemahin dong , sampe abisss ! gini2 kan ada hubungannya dengan klaim islam yang bilang kalau Tuhannya sama. Padahal kenyataannya ?

I Want You Kecanduan

Posts: 2212 Joined: Thu May 07, 2009 2:20 pm Location: Serambi Yerusalem

Website ICQ YIM

Top

Re: Allah dan Elohim: Apakah Mereka Tuhan yang Sama?


by duren Tue May 17, 2011 2:11 pm MasaIya wrote:Ini website Islam juga ternyata menulis penjelasan yang sama tentang Tauhid: http://www.bakkah.net/articles/duroos%20_02.htm Liguistically, the word tawheed comes from the word wah-hada, which means to make something waahid (singular). artinya: Dilihat dari ilmu bahasa, kata tauhid berasal dari kata wahhada, yang berarti untuk membuat sesuatu jadi satu (tunggal). Cresentttttttttttt urus dulu iniiiii ... janganlah dikau pura pura pangling duren Kecanduan

Posts: 5779 Joined: Mon Aug 17, 2009 9:35 pm

Website

Top

Re: Allah dan Elohim: Apakah Mereka Tuhan yang Sama?


by I Want You Tue May 17, 2011 3:22 pm duren wrote: artinya: Dilihat dari ilmu bahasa, kata tauhid berasal dari kata wahhada, yang berarti untuk membuat sesuatu jadi satu (tunggal). Cresentttttttttttt urus dulu iniiiii ... janganlah dikau pura pura pangling

muslim pura2 ngk liat , sekarang sibuk kebakaran jenggot , pusing 7 keliling , gimana nerangin tauhid ??

I Want You Kecanduan

Posts: 2212 Joined: Thu May 07, 2009 2:20 pm Location: Serambi Yerusalem

Website ICQ YIM

Top

Re: Allah dan Elohim: Apakah Mereka Tuhan yang Sama?


by oces Tue May 17, 2011 5:14 pm Masaiya, saya mau tanya apakah Allah dalam Alkitab pernah berfirman dengan menyebut langsung nama kitab suci seperti "Injil", "Taurat", "Mazmur" atau "Zabur" dalam Alkitab sebagaimana Allah SWT menyebut nama-nama kitab suci tsb dalam Al-Quran?? Kalau nama-nama tsb. tidak pernah diucapkan Allah (hanya judul yang diberikan oleh editor kitab suci tsb. saja) berarti Allah dalam Alkitab bukanlah Allah SWT yang ada dalam AlQuran oces Pandangan Pertama

Posts: 33 Joined: Sat Mar 14, 2009 2:42 pm Top

Re: Allah dan Elohim: Apakah Mereka Tuhan yang Sama?


by truthneverchange Tue May 17, 2011 7:29 pm

oces wrote:Masaiya, saya mau tanya apakah Allah dalam Alkitab pernah berfirman dengan menyebut langsung nama kitab suci seperti "Injil", "Taurat", "Mazmur" atau "Zabur" dalam Alkitab sebagaimana Allah SWT menyebut nama-nama kitab suci tsb dalam Al-Quran?? Kalau nama-nama tsb. tidak pernah diucapkan Allah (hanya judul yang diberikan oleh editor kitab suci tsb. saja) berarti Allah dalam Alkitab bukanlah Allah SWT yang ada dalam AlQuran

buat apa allah swt cuma bisa berfirman klo GA BISA menampakkan diri kepada banyak orang.? bisa saja firman allah swt adalah firman nabi palsu (muhammad). BUKTI-nya adalah KEBENCIAN allah swt kepada orang2 Yahudi dan Nasrani (Krsiten). masa Tuhan MENGAJARKAN MEMBENCI manusia lainnya? yang MENGAJARKAN KEBENCIAN itu Tuhan atau iblis? silahkan bandingkan dengan Tuhan Isa (Yesus) yang bisa menampakkan diri kepada banyak orang spt contoh disini : More than dreams. sisanya cari aja sendiri pake google, masukkan kata2 : kesaksian bertemu (berjumpa) Tuhan Yesus.

truthneverchange Lupa Diri

Posts: 1158 Joined: Fri Aug 10, 2007 1:37 pm Location: lautan api [neraka] => http://www.youtube.com/watch?v=n-8MJ3Bivw8 Top

Re: Allah dan Elohim: Apakah Mereka Tuhan yang Sama?


by mikimos Tue May 17, 2011 10:04 pm http://bibleandquran.com/allahandelohim5.htm Allah dan Elohim - Apakah Mereka adalah Tuhan yang Sama?

Seluruh isi Alkitab memberi tahu kita bahwa Tuhan dalam Alkitab adalah Tuhan yang maha tahu dan Dia mengetahui segala sesuatu. Dia tahu hal2 yang akan datang, hal2 yang ada di masa lalu, dan tiada yang tersembunyi dariNya. Tuhan dalam Alkitab menubuatkan hal2 di masa depan dan mengingat yang telah lalu. Namun bertentangan dengan Tuhan dalam Alkitab, Allah tidak maha tahu. Mari kita melihat pada Quran mengenai perkataan Allah: 3:3-4 Dia menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepadamu (tahap demi tahap) dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan

Taurat (Musa) dan Injil (Yesus) sebelum (Al Quran), menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al Furqaan. Pada ayat Quran ini dikatakan bahwa Quran adalah konfirmasi atas Hukum Musa dan Injil Yesus Kristus. Mari kita kembali ke 5 kitab Musa yang berisi hukum2 yang diberikan kepada Musa, dan marilah kita telaah apakah cocok dengan Quran atau tidak. Dalam 5 kitab pertama di Alkitab kita membaca mengenai kejatuhan dosa manusia dan terpisahnya mereka dari Tuhan, dan juga hukuman Tuhan atas mereka. Selain itu kita juga membaca mengenai pengorbanan dan darah penebusan yang mana melaluinya manusia dapat menerima pengampunan atas dosa2 mereka. Tuhan memberikan hukum2 pada Musa dan menunjukkan bagaimana seseorang dapat memperoleh pengampunan dosa. Lev 5:5-6 Jadi apabila ia bersalah dalam salah satu perkara itu, haruslah ia mengakui dosa yang telah diperbuatnya itu, dan haruslah ia mempersembahkan kepada TUHAN sebagai tebusan salah karena dosa itu seekor betina dari domba atau kambing, menjadi korban penghapus dosa. Dengan demikian imam mengadakan pendamaian bagi orang itu karena dosanya. Masih dari kitab Imamat: Lev 17:11 Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa. Jadi dapat kita lihat bahwa Elohim memberikan hukum kepada Musa yang mengajarkan bagaimana mengkuduskan seseorang atau bagaimana manusia dapat memperoleh pengampunan dosa. Sekarang, bersama saya mari lihat pada perkataan Yesus dalam kitab Matius. Mat 26:28 Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. Mat 5:17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Kitab2 Injil juga menyatakan bahwa Yesus adalah Anak Domba Tuhan yang menebus dosa dunia sebagaimana yang kita baca dalam: Joh 1:29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Ya, dari Kejadian hingga Wahyu, Alkitab berkata mengenai karya keselamatan Tuhan melalui penebusan darah. Tapi ketika kita melihat Quran, kita dapat menemukan bahwa Quran tidak mendukung penebusan darah, melainkan Quran berkata mengenai perbuatan baik serta amal seperti:

2:277 Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Jadi dapat kita baca dalam Quran bahwa seseorang akan mendapat keselamatannya melalui perbuatan2 baik atau melalui amal atau melalui ritual2 ibadahnya. Jika Quran merupakan konfirmasi dari kitab2 sebelumnya maka seharusnya Quran menunjukkan kesamaan dengan Taurat dan Injil; dan jika Allah adalah Tuhan yang sama dengan yang ada pada Alkitab maka seharusnya dia memberikan pesan yang sama seperti dalam Alkitab seperti yang dikatakan dalam Yesaya: Isa 64:6 Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin. Dari ayat ini kita dapat mengerti dengan jelas bahwa segala kebaikan kita bukanlah apa2 melainkan serupa kain kotor di hadapan Tuhan sehingga tak mungkin kita mendapatkan keselamatan kita melalui perbuatan2 baik kita, namun jika kita ingin diselamatkan kita membutuhkan Juru Selamat yang tak lain adalah Tuhan sendiri, Yesus sendiri. Yesus menyerahkan diriNya sendiri untuk keselamatan manusia di atas kayu salib, dan menumpahkan darahNya yang mahal untuk menyelamatkan manusia. Dia membayar sepenuhnya harga keselamatan manusia.