P. 1
Modul 04-05 Risk Return Portofolio

Modul 04-05 Risk Return Portofolio

|Views: 560|Likes:
Dipublikasikan oleh 'Junius Libra Purba

More info:

Published by: 'Junius Libra Purba on Aug 11, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/10/2013

pdf

text

original

Pasar Modal

RETURN DAN RISIKO PORTOFOLIO

Tujuan Pembelajaran 1. Mahasiswa memahami return dan risiko portofolio 2. Mahasiswa mampu mengukur return dan risiko portofolio 3. Mahasiswa mampu membentuk portofolio efisien 4. Mahasiswa mampu membentuk portofolio optimal

Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

45

Pasar Modal

Return dan Risiko Portofolio
Bila kita melihat aset-aset individual sebagai satu kumpulan aset maka kita memiliki sebuah portofolio. Portofolio dalam hal ini berarti sekumpulan aset yang dipilih oleh investor dalam mengalokasikan dana yang dimilikinya. Portofolio adalah gabungan dari dua aset atau lebih. Return portofolio merupakan rata-rata tertimbang dari return investasi individualnya. Sedangkan untuk risiko portofolio hal ini tidak berlaku karena sebuah portofolio adalah sekumpulan dari aset berisiko. Karena reduksi risiko, sifat dari risiko portofolio menjadi berbeda secara fundamental ketika suatu aset dipandang sebagai bagian dari sebuah portofolio.

Pengukuran Return dan Risiko Portofolio Return Portofolio
formula return portofolio bisa dituliskan sebagai berikut. E(RP) = ∑ Wi E(Ri)
dimana E(RP) = return yang diharapkan untuk portofolio Wi = proporsi (bobot) yang dialokasikan untuk aset individual i E(Ri) = return yang diharapkan untuk aset individual i

Ilustrasi untuk dua aset Saham A memberikan return sebesar 12% dan saham B 10%, dana yang dialokasikan diasumsikan masing-masing 50%. Return portofolio = WARA + WBRB = (0,5)(0,12) + (0,5)(0,10) = 0,11 atau 11%

bila alokasi dana ditentukan sebesar 40% untuk saham A dan 60% saham B Return portofolio = WARA + WBRB = (0,4)(0,12) + (0,6)(0,10) = 0,108 atau 10,8%

Ilustrasi untuk tiga aset Saham A memberikan return sebesar 12%, saham B 10% dan saham C 14%, dana yang dialokasikan diasumsikan saham A dan B masing-masing 30% dan silebihnya saham C.

Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

46

Pasar Modal

Return portofolio

= WARA + WBRB + WCRC = (0,3)(0,12) + (0,3)(0,10) + (0,4)(0,14) = 0,122 atau 12,2%

Risiko Portofolio
Investor menyadari investasi yang dilakukan untuk mendapatkan return mengandung konsekuensi adanya risiko. Dalam hal ini, Investor secara pasti sebenarnya tidak tahu seberapa besar hasil yang akan diperoleh dari investasi yang dilakukannya. Namun demikian investor dapat memperkirakan berapa keuntungan yang diharapkan dan seberapa besar kemungkinan hasil yang sebenarnya nanti akan menyimpang dari yang diharapkan. Bila pada pengukuran return portofolio merupakan rata-rata tertimbang dari return investasi individualnya. Sedangkan untuk risiko portofolio hal ini tidak berlaku karena sebuah portofolio adalah sekumpulan dari aset berisiko. Risiko portofolio tidak hanya merupakan rata-rata tertimbang dari risiko individualnya. Dalam hal ini ada unsur koefisien korelasi yang perlu diperhatikan. Karena reduksi risiko, sifat dari risiko portofolio menjadi berbeda secara fundamental ketika suatu aset dipandang sebagai bagian dari sebuah portofolio. Risiko Portofolio Untuk 2 Aset

σP2 = WA2 σA2 + WB2 σB2 + 2 WA WB τ AB σA σB
dimana:
WA dan WB σA2 dan σB2 τAB σA dan σB = Proporsi investasi untuk aset A dan aset B = Varians return aset A dan return aset B = Korelasi antara return aset A dan return aset B = Standar deviasi return aset A dan return aset B

Ilustrasi untuk dua aset Risiko total (standar deviasi) Saham A sebesar 6% dan saham B 5%, dana yang dialokasikan diasumsikan masing-masing 50%. Korelasi return A dan B sebesar 0,8. (σP2 ) = = = = WA2σA2 + WB2σB2 + 2WAWB τAB σA σB (0,5)2(0,06)2 + (0,5)2(0,05)2 + 2(0,5)(0,5)(0,8)(0,06)(0,05) 0,0009 + 0,000625 + 0,0012 0,0027
Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

47

Pasar Modal

Risiko portofolio bila diukur dengan standar deviasi (σ) = 0,0522 Risiko portofolio bila investasi pada indeks sektor pertanian dan keuangan dengan asumsi masing-masing besaran investasi 70% sector pertanian dan 30% keuangan. Sektor Pertanian Keuangan Return 0,0205 0,0467 Risiko (σ) 0,1178 0,0638

Korelasi return sektor pertanian dan keuangan: 0,3831 Return
Pertan ian Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember rata-rata (u)
Sumber: SPM, 2005 data diolah

Keuangan 0.0183 -0.0535 0.0828 0.0904 0.0953 0.0317 0.0671 0.0719 0.0342 0.0385 0.0371 0.0467 0.3831

-0.2064 -0.0285 0.1364 0.1239 -0.1117 -0.0348 0.1006 0.1326 0.1027 0.0054 0.0054 0.0205 Korelasi

(σP2 ) = Wt2σt2 + Wu2σu2 + 2WtWu τtu σA σu = (0,7)2(0,1178)2 + (0,3)2(0,0638)2 + 2(0,7)(0,3)(0,3831)(0,1178)(0,0638) = 0,0068 + 0,000366 + 0,001209 = 0,008376 Risiko portofolio yang dibentuk dari sektor pertanian dan keuangan adalah sebesar: (σ) = 0,0915

Langkah perhitungan dengan menggunakan aplikasi excel:

Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

48

Pasar Modal

Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

49

Pasar Modal

Pembentukan Portofolio Efisien
Menurut konsep mean-variance-criterium (MVC), Secara prinsip return meningkat dengan meningkatnya risiko. Bila dua alternatif investasi memberikan imbalan yang sama, maka kebanyakan individu akan memilih investasi yang risikonya lebih rendah. Begitu juga bila dua alternatif investasi memiliki risiko yang sama, maka kebanyakan individu akan memilih investasi yang returnnya lebih tinggi. Bila semua kesempatan investasi digambarkan dalam suatu kurva dan konsep MVC diterapkan, maka gambarannya dapat dijelaskan sebagai berikut:

Daerah warna hijau menunjuk pada daerah return dan risiko yang dapat dicapai. Setiap titik dalam daerah tersebut, akan terdapat paling tidak satu portofolio. Efficient Frontier adalah kurva yang menghubungkan titiktitik teratas dari daerah yang dapat dicapai (garis melengkung warna emas) yang mewakili konsep mean-variance-criterium (MVC). Investor dapat memilih seberapa besar volatilitas yang ingin dia tanggung dalam portofolionya dengan menilih salah satu titik pada Efficient Frontier. Keputusan ini akan memberi return maksimum untuk besaran risiko yang diinginkan. Ilustrasi: Berikut terdapat enam alternatif investasi dengan besaran return dan risiko masing-masing (dalam %) Aset A B C D E F Return 10 12 14 14 17 12 4 5 7 5 8 7 Risiko (σ) Aset D mendominasi aset B, C dan F, karena return D lebih besar dari return B dan masing-masing memiliki tingkat risiko yang sama besar. Aset D juga mendominasi aset C, karena risiko aset D lebih kecil dari risiko aset C sedangkan returnnya sama besar. Aset D mendominasi aset F baik dari

Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

50

Pasar Modal

sisi return maupun risikonya. Hal ini berarti investor akan cenderung memilih aset D dibanding B, C dan F. Aset B, C dan F tidak termasuk dalam daerah efisien. Aset yang tidak saling mendominasi adalah A, D dan E. Aset A memperoleh return paling rendah, tapi risikonya juga paling kecil. Sebaliknya aset E memperoleh return paling tinggi, tapi risikonya juga paling besar. Sehingga daerah efisien yang terbentuk adalah ketiga aset tersebut.

Pembentukan Portofolio Optimal
Teori portofolio modern mengasumsikan bahwa investor secara fanatik mencoba untuk meminimumkan risiko sementara berupaya untuk memperoleh return tertinggi sebisa mungkin. Teori mengatakan bahwa investor akan bertindak secara rasional, selalu membuat keputusankeputusan yang diarahkan pada upaya memaksimalkan return untuk level risiko yang dapat diterima. Model dalam pembentukan portofolio optimal digunakan oleh Harry Markowitz pada tahun 1952. Markowitz dalam makalah klasiknya menggunakan prinsip dominasi, yakni risk averse investor selalu memilih investasi dengan risiko yang lebih rendah bila dihadapkan dengan dua investasi yang memiliki return sama, ceteris parabus. Begitu juga, investor akan memilih investasi dengan return yang lebih besar bila dihadapkan dengan dua investasi yang memiliki risiko sama, ceteris parabus. Model lain yang dapat digunakan dalam pembentukan portofolio optimal adalah Model Indeks Tunggal (Single Index Model) dan Elton-GruberPadberg (EGP) Model. Model Indeks Tunggal (SIM) merupakan persamaan regresi linier sederhana dengan return saham individu sebagai variabel dependen dan variabel return pasar sebagai variabel independen. Hal ini didasarkan pada kecenderungan harga saham-saham individual yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) mengikuti fluktasi indeks bursa, seperti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Langkah-langkah dalam menentukan portofolio menggunakan SIM adalah sebagai berikut, hitung: optimal dengan

Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

51

Pasar Modal

1. alpha, beta dan varian masing-masing saham individual terhadap pasar

Ri = αi + βi Rm + ei
2. alpha portofolio

dimana

Ri

return individual dan

Rm

return pasar

αp = Σwiαi βp = Σwiβi

dimana

wi

adalah proporsi dana yang dialokasikan

3. beta portofolio

4. return portofolio

E(Rp) = αp + βpE(Rm)
5. varian portofolio

σp = βp σm + Σwi σei

2

2

2

2

2

dalam model indeks tunggal, asumsi yang digunakan adalah alokasi dana didistribusikan secara proporsional pada jumlah saham yang akan diinvestasikan. Ilustrasi: Berikut data perkembangan harga 5 saham, IHSG dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI, digunakan sebagai riskfree asset)
SMGR Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Return St.deviasi Varian AALI HMSP BMRI Return Saham Individual (Ri) 0.1529 0.0313 0.1543 0.3333 -0.0166 0.2121 -0.0347 0.0769 0.1011 -0.0250 -0.0821 0.0000 0.0051 0.1795 0.1397 0.0357 -0.0660 0.0870 -0.0294 -0.1379 -0.1304 -0.1000 0.0303 -0.0600 0.0250 -0.0111 0.0686 0.0638 0.2195 0.1348 -0.0275 0.0000 0.0000 0.0198 0.1509 0.1600 0.1350 0.1359 -0.0164 0.0862 0.1322 0.1282 0.1250 0.1587 0.4397 -0.0606 -0.0148 0.0548 0.0831 0.0610 0.0387 0.0643 0.1508 0.0996 0.0850 0.1193 0.0227 0.0099 0.0072 0.0142 INKP 0.2273 0.1852 -0.0625 0.0333 -0.2581 0.0435 0.1667 0.0000 0.2143 0.0000 0.0588 0.3889 0.0831 0.1665 0.0277 IHSG Rm 0.1084 0.0108 -0.0334 0.0649 -0.0631 -0.0022 0.0336 -0.0135 0.0978 0.0494 0.1365 0.0230 0.0344 0.0599 0.0036 SBI Rf 0.0129 0.0127 0.0126 0.0125 0.0123 0.0122 0.0122 0.0120 0.0119 0.0119 0.0118 0.0117 0.0122 0.0004

Sumber: ICMD, 2005 (data diolah)

Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

52

Pasar Modal

Proporsi dana tiap-tiap saham seimbang (Wi), yakni 20% atau 0,2.

SINGLE INDEX MODEL SMGR 0.0690 0.4105 0.0221 0.2 AALI 0.0520 0.2614 0.0097 0.2 HMSP -0.0025 1.1990 0.0021 0.2 BMRI 0.0064 1.6860 0.0040 0.2 INKP 0.0341 1.4264 0.0204 0.2 IHSG 0.0000 1.0000 0.0000

Alpa Beta Variance ei Proporsi

αp = Σwiαi βp = Σwiβi E(Rp) = αp + βpE(Rm) σ =β σ
2 p 2 p 2 m

Alpha portofolio Beta portofolio Return portofolio Variance portofolio

0.0318 0.9967 0.0440 0.0059

+ Σw σei

2 i

2

Langkah pembentukan portofolio optimal dengan menggunakan aplikasi excel: 1. Return saham individual

2. Risiko saham individual (standar deviasi)

3. Varian saham individual

Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

53

Pasar Modal

4. Alpha, intercept return saham individual dan return pasar (IHSG), variabel dependen return saham individual dan variabel independen return pasar

5. Beta, slope return saham individual dan return pasar (IHSG),

6. Varian ei, σi2 – (σm2 x βi2) varian saham individu dikurang varian pasar dikalikan dengan beta kuadrat

7. Alpha portofolio

8. Beta portofolio

Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

54

Pasar Modal

9. Return portofolio

10.Variance portofolio

EGP Model. Elton-Gruber-Padberg, 1976, menyediakan sebuah model
alternatif untuk memudahkan proses seleksi portofolio optimal. EGP model didasarkan pada kinerja saham melalui pendekatan reward-tovolatity (RVOL) yakni excess return dibagi systematic risk. Dalam hal ini, aset diberi urutan berdasarkan peringkat kinerjanya, mulai dari yang tertinggi hingga terendah. Seluruh aset yang RVOL-nya lebih besar dari cut-off point dimasukkan dalam portofolio optimal, sebaliknya RVOL lebih kecil tidak termasuk dalam portofolio optimal. Langkah-langkah pembentukan portofolio optimal: 1. menghitung kinerja saham individual RVOL = (Ri - Rf) / βi

Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

55

Pasar Modal

2. mengklasifikasikan urutan kinerja saham individual berdasarkan peringkat RVOL 3. menentukan cut-off point

4. memilih cut-off point yang maksimal (C*) 5. menentukan aset yang masuk portofolio, membandingkan besaran RVOL individual dengan cut-off point maksimal. Kriteria saham yang masuk portofolio adalah RVOL saham individual lebih besar dari cut-off point maksimal (RVOLi > C*) 6. menentukan alokasi dana pada masing-masing asset yang terbentuk dalam portofolio optimal. Wi = Zi / SUM(Zi) dimana: Zi = (βi2/Vari) x ([Ri - Rf]/βi- C*) Penentuan portofolio optimal dengan EGP Model: (1) SMGR AALI HMSP BMRI INKP IHSG Riskfree (Rf) Return (2) 0.0831 0.0610 0.0387 0.0643 0.0831 0.0344 0.0122 Varian (3) 0.0227 0.0099 0.0072 0.0142 0.0277 0.0036 Beta (4) 0.4105 0.2614 1.1990 1.6860 1.4264 (Ri - Rf) (5) 0.0709 0.0488 0.0264 0.0521 0.0709 (Ri - Rf)/β (6) 0.1727 0.1865 0.0220 0.0309 0.0497

AALI SMGR INKP BMRI HMSP

(7) (8) 1.2860 6.8941 1.2794 7.4073 3.6472 73.3879 6.1661 199.6511 4.3886 199.0500

(9) (10) 1.2860 6.8941 2.5654 14.3014 6.2126 87.6893 12.3787 287.3404 16.7673 486.3904

(11) 0.0045 0.0045 0.0104 0.0129 0.0092

Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

56

Pasar Modal

dimana:

• •
• •

Kolom (7) : ([Ri - Rf] x βi)/ Vari Kolom (8) : βi2/ Vari Kolom (9) : Jumlah akumulasi Kolom (7) Kolom (10) : Jumlah akumulasi Kolom (8) Kolom (11) : [Varm x Kolom (7)] / (1 + [Varm x Kolom (8)]) C* = 0,0129


ALOKASI DANA PADA MASING-MASING SAHAM MENURUT EGP MODEL
7 8 9 10 1.2860 6.8941 1.2860 6.8941 1.2794 7.4073 2.5654 14.3014 3.6472 73.3879 6.2126 87.6893 6.1661 199.6511 12.3787 287.3404 4.3886 199.0500 16.7673 486.3904 11 0.0045 0.0045 0.0104 0.0129 0.0092 Zi 12 4.5796 2.8842 1.8933 2.1297 1.5186 13.0053 Wi 13 0.3521 0.2218 0.1456 0.1638 0.1168 1.0000

AALI SMGR INKP BMRI HMSP

Bila hasil alokasi dana menurut EGP Model diterapkan pada SIM guna menghitung return dan risiko portofolio maka hasilnya sebagai berikut:

SINGLE INDEX MODEL SMGR AALI HMSP BMRI INKP IHSG Alpha 0.0690 0.0520 -0.0025 0.0064 0.0341 0.0000 Beta 0.4105 0.2614 1.1990 1.6860 1.4264 1.0000 Variance ei 0.0221 0.0097 0.0021 0.0040 0.0204 0.0000 Proporsi 0.3521 0.2218 0.1456 0.1638 0.1168 Alpha portofolio Beta portofolio Return portofolio Variance portofolio 0.0405 0.8198 0.0505 0.0061

Bandingkan dengan menerapkan SIM berdasarkan alokasi dana secara proporsional:

SINGLE INDEX MODEL SMGR AALI HMSP BMRI INKP IHSG 0.0690 0.0520 -0.0025 0.0064 0.0341 0.0000 Alpha portofolio Beta portofolio 0.0318 0.9967

Alpha

Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

57

Pasar Modal

Beta 0.4105 0.2614 1.1990 1.6860 1.4264 1.0000 Variance ei 0.0221 0.0097 0.0021 0.0040 0.0204 0.0000 Proporsi 0.2 0.2 0.2 0.2 0.2

Return portofolio 0.0440 Variance portofolio 0.0059

Pasar Modal dan Manajemen Portofolio @Syarif

58

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->