Anda di halaman 1dari 34

LAPORAN MAGANG JURNALISTIK PROSES PENYUNTINGAN BERITA LKBN ANTARA MELALUI PENILAIAN REDAKTUR

Disusun Oleh: DEWI CHRISTINA PAULINA NIM: 0871650010

Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Kristen Indonesia Jakarta 2012

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK PROGRAM STUDI KOMUNIKASI UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA

Nama NIM JUDUL

:Dewi Christina Paulina :0871650010 :FUNGSI REDAKTUR LKBN ANTARA DALAM MELOLOSKAN BERITA DI MEDIA ONLINE

Laporan magang ini telah diperiksa dan disetujui

Jakarta, 9 Februari 2012 Dosen Pembimbing, Kaprodi Komunikasi

Chontina Siahaan, M.Si

Ir. Melati Tobing, M.Si

KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yesus atas selesainya pelaksanaan magang juga laporan magang ini. Pengalaman magang yang saya terima semakin membuka mata saya tentang dunia jurnalistik beserta dilema dan tantangan tantangan didalamnya. Semua itu tidak akan saya dapatkan jika saya tidak diberikan kesempatan dan kepercayaan oleh Sekertaris Redaksi LKBN ANTARA yaitu Bapak Benny Siga Butarbutar untuk menjalani magang di LKBN ANTARA. Setiap hari selama magang, saya jalani dengan sukacita sebab setiap harinya selalu ada pengalaman baru yang siap saya terima. Selain kepada Sekertaris Redaksi, saya juga ingin berterimakasih kepada semua personil redaksi berita LKBN ANTARA yang selalu sabar membimbing saya selama magang, yaitu: Pemimpin redaksi LKBN ANTARA Pak Arnas selaku editor berita ANTARA Pak Arifin selaku editor berita kategori Hukum LKBN ANTARA Ibu Riris, wanita pertama yang saya kenal di ANTARA sekaligus editor bidang ekonomi yang memeriksa berita pertama saya. Bu Sita selaku editor bidang pendidikan LKBN ANTARA yang selalu bertutur kata lembut kepada saya Mas Bayu yang bersedia mengajarkan saya cara mengirim berita ditengah kesibukannya.

Pak Bachtiar yang selalu mau kami repotkan untuk mencari dokumendokumen resmi dan hal-hal lainnya.

Semua wartawan dan editor LKBN ANTARA yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.

Selain dari nama-nama diatas, saja juga mengucapkan terimakasih kepada: Ibu Chontina Siahaan, M.Si selaku dosen jurnalistik dan dosen pembimbing magang yang sudah mau melayani setiap konsultasi kami selama magang. Ibu Melati Tobing selaku Kaprodi Komunikasi Formas Juitan Lase dan Sufianto selaku kawan-kawan seperjuangan selama magang yang senantiasa setia menemani baik dalam keadaan buruk dan baik Semua mahasiswa jurnalistik angkatan 2008 Keluarga yang senantiasa memberi pengertian atas kesibukan saya selama magang dan selama menyusun laporan magang Akhir kata, laporan ini saya persembahkan kepada semua mahasiswa jurnalistik, semua orang yang mendukung saya dalam keadaan buruk maupun baik dan kepada semua pihak yang meragukan kemampuan saya. Semoga bermanfaat!

Jakarta, 31 Januari 2012 DEWI CHRISTINA PAULINA

DAFTAR ISI LEMBAR PERSETUJUAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG B. MAKSUD DAN TUJUAN C. LOKASI DAN WAKTU MAGANG BAB II GAMBARAN INSTANSI/PERUSAHAAN A. GAMBARAN UMUM B. GAMBARAN KHUSUS BAB III PEMBAHASAN BAB IV PENUTUP A. KESIMPULAN B. SARAN DAFTAR PUSTAKA 31 32 34 10 17 19 6 8 9 1 2 4 5

DAFTAR LAMPIRAN

1. SURAT KETERANGAN MAGANG 2. MATERI PENILAIAN DARI LKBN ANTARA 3. FORMULIR PENILAIAN PEMIMPIN PERUSAHAAN 4. STRUKTUR ORGANISASI INDUK PERUM LKBN ANTARA 5. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PEMBERITAAN 6. STRUKTUR ORGANISASI PEMBERITAAN NASIONAL 7. STRUKTUR ORGANISASI DIVISI PEMBERITAAAN DAN

KERJASAMA INTERNASIONAL 8. STRUKTUR ORGANISASI DIVISI MANDIRI FOTO 9. ALIRAN KERJA 10. URAIAN JABATAN REDAKTUR LKBN ANTARA 11. DAFTAR ABSEN MAGANG 12. BERITA LAYAK SIAR

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Penggunaan kata-kata yang sensasional, tidak berimbang, berlebihan dalam penulisan berita dapat menimbulkan kesan hiperbola, dramatis, sensasional dan bombastis. Penggunaan kata yang tidak tepat justru dapat menjatuhkan kredibilitas baik media, berita dan wartawan. Kehadiran redaktur dalam sebuah badan usaha pers ikut memiliki andil atas hal ini.

Dalam pelaksanaan magang di LKBN ANTARA, penulis sangat merasakan besarnya pengaruh penilaian redaktur dalam proses penyuntingan berita yang masuk ke meja sunting, selain dari penyuntingan berdasarkan gaya penulisan berita milik LKBN ANTARA. Penilaian redaktur dipengaruhi beberapa faktor penentu, hal inilah yang merupakan fokus laporan kali ini.

Latar belakang pemilihan media tempat magang yaitu keberadaan LKBN ANTARA sebagai kantor berita multimedia milik pemerintah yang menggunakan media online/website dalam menyiarkan berita-beritanya. Tuntutan jaman atas kebutuhan arus informasi dan persaingan media yang semakin ketat menuntut pekerja media jurnalistik online untuk bekerja serba cepat mulai dari pencarian berita hingga penyiaran berita. Keberimbangan, kecepatan dan ketepatan LKBN ANTARA dalam membuat berita menjadi hal menarik bagi penulis.

Selain itu, sebagai pers yang mengakui ideologi pers bebas dan bertanggung jawab, LKBN ANTARA memiliki dilema tersendiri pada pelaksanaan kegiatan jurnalistiknya yaitu keberadaan media sebagai pers milik pemerintah dan pelaksanaan jati diri sebagai pers yang berpihak pada kebenaran murni serta kepentingan khalayak. Konflik batin umum terjadi apabila pelaksanaan kegiatan jurnalistik tidak sesuai dengan hati nurani wartawan. Demi mempertahankan keberpihakan media pada kepentingan khalayak terkadang berita yang bersifat sensitif perlu diolah sedemikian rupa sehingga dapat lolos penyeleksian berita.

Dalam LKBN ANTARA terdapat berbagai redaksi yaitu redaksi berita (ANTARA news), redaksi foto (ANTARA foto) dan redaksi televisi (ANTARA TV), ANTARA PR wire, ANTARA LPJA ANTARA dan ANTARA PUBLISHING yang masing-masing keredaksian berdiri sendiri sebagai sebuah divisi.

Penulis ditempatkan dalam redaksi berita nasional (ANTARA news). Di redaksi tersebut, kemampuan dan pengetahuan penulis dalam meliput dan membuat berita semakin tergali. Melalui berbagai proses pengoreksian berita oleh redaktur, pengetahuan pun bertambah mengenai batas-batas penulisan dan penyuntingan berita. Kepekaan penulis pun semakin terasah, peka membaca situasi saat liputan, peka akan kejadian yang berpotensi menjadi berita, peka akan penulisan berita mulai dari penyebutan nama narasumber,

tokoh, penentuan judul berita hingga penulisan penutup, agar tetap sejalan dengan aturan kaidah yang berlaku dalam jurnalistik. B. MAKSUD DAN TUJUAN MAKSUD: Pelaksanaan magang dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan akademis dalam mata kuliah magang jurnalistik. Selain itu, pelaksanaan magang ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu prasyarat mengajukan penyusunan skripsi. TUJUAN: Menambah pengalaman tentang kerja di dunia jurnalistik Mengolah dan menggali lebih dalam potensi diri sebagai seorang mahasiswi yang bertujuan menjadi jurnalis profesional Memperkaya pengetahuan tentang kaidah-kaidah bahasa jurnalistik dalam penulisan berita Mempraktikkan segala materi jurnalistik bersifat teoritis yang selama ini telah dipelajari di semester-semester sebelumnya. Mengetahui proses peliputan dan pembuatan berita di media online serta segala hal yang berkaitan dengan proses tersebut.

C. LOKASI DAN WAKTU PELAKSANAAN MAGANG 1.3.1 LOKASI PELAKSANAAN MAGANG: Pelaksanaan magang dilakukan di Lembaga Kantor Berita Nasional ANTARA (LKBN ANTARA). Alamat: WISMA ANTARA, Lantai 19-20, Jl. Medan Merdeka Selatan 17, Jakarta Pusat. Semua kegiatan peliputan berita saat magang selalu dilakukan di Jakarta. Penulisan dan pengiriman berita selalu dilakukan penulis di kantor LKBN ANTARA. 1.3.2 WAKTU MAGANG Pelaksanaan dilakukan selama satu bulan mulai dari 10 Oktober hingga 10 November 2011. Dimulai dari pukul 08.30 WIB - 18.00 WIB.

BAB II GAMBARAN INSTANSI/PERUSAHAAN A. GAMBARAN UMUM 2.1.1 SEJARAH PERUSAHAAN

Kantor Berita ANTARA didirikan pada tanggal 13 Desember 1937 oleh Adam Malik, Soemanang, A.M. Sipahoetar dan Pandoe Kartawagoena, ketika semangat kemerdekaan nasional digerakkan oleh para pemuda pejuang.

Keberhasilan ANTARA menyiarkan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 ke seluruh dunia adalah wujud kecintaan dan baktinya yang besar bagi perjuangan bangsa Indonesia. Tahun 1962, ANTARA resmi menjadi Lembaga Kantor Berita Nasional yang berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia.

Selama lebih dari setengah abad, ANTARA sebagai salah satu kantor berita terbesar di dunia bertekad untuk selalu menghadirkan berita dan foto mengenai peristiwa-peristiwa penting dan mutakhir secara cepat dan lengkap ke seluruh dunia.

Didukung teknologi informasi terkini, ANTARA memiliki jaringan komunikasi yang menjangkau berbagai pelosok tanah air dan dunia. ANTARA memiliki biro di setiap propinsi serta perwakilan di beberapa

10

kotamadya/kabupaten. Supaya dapat menyajikan berita luar negeri dengan persepsi nasional, ANTARA mengendalikan biro/perwakilan di New York, Canberra, Kuala Lumpur, Kairo dan Sanaa.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap informasi global, ANTARA juga menjalin kerjasama, baik secara komersial maupun nonkomersial, dengan kantor-kantor berita di seluruh dunia, seperti AAP (Australia), Reuters (Inggris), AFP (Perancis), DPA (Jerman), Kyodo (Jepang), Bernama (Malaysia), Xinhua (PR China), CIC (Columbia), NAMPA (Namibia) dan lain-lainnya.

ANTARA aktif dalam berbagai organisasi regional dan international, seperti ANEX (ASEAN News Exchange), OANA (Organization of Asia Pacific News Agencies) dan NANAP (Non-Aligned News Agencies Pool).

Tak kurang dari 3000 berita luar negeri yang berasal dari para mitra kerjanya dan 250 berita hasil liputan wartawannya sendiri disebarluaskan setiap hari melalui teknologi komunikasi terkini, seperti VSAT dan DVB, serta berbagai teknologi berbasis Internet, seperti situs web, email dan ftp ( file transfer protocol ).

Selain melayani berita dan foto, ANTARA juga menawarkan produk dan jasa lainnya seperti layanan data dan informasi pasar uang dan saham (Indonesia Market Quote/IMQ), penyebarluasan rilis pers (PRWire) dan pendidikan jurnalistik (Lembaga Pendidikan Jurnalistik ANTARA).

11

ANTARA juga bekerjasama dengan mitra-mitra asing seperti Reuters, Bloomberg dan Bridge-Telerate dalam menjual layanan data dan informasi pasar global. Dengan kantor-kantor berita asing di Asia Pasifik, ANTARA membentuk konsorsium Asia Pulse dalam memberikan layanan informasi bisnis Asia, dan membentuk konsorsium Asia Net dalam menyebarluaskan rilis pers secara global.

Sebagai bagian dari misi sosial budayanya, ANTARA mengelola sebuah Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA). Galeri ini telah banyak dikunjungi dan telah dikenal di mancanegara. Belanda dan Australia pernah memberi sumbangan foto-foto berharga untuk dipamerkan di GFJA. Jepang dan Ford Foundation pernah membantu restorasi foto-foto bersejarah yang dimiliki galeri tersebut. Dengan berbagai pihak, GFJA juga pernah bekerjasama dalam menyelenggarakan kursus foto jurnalistik.

Gedung ANTARA di Pasar Baru merupakan bangunan bersejarah karena pernah menyebarluaskan Proklamasi Kemerdekaan RI pada tahun 1945. Layaknya museum, gedung ini menyimpan dan memamerkan berbagai benda peninggalan wartawan sejak tahun 1945-1950 yang dapat dikunjungi oleh siapa pun yang berminat.

Pada bulan Desember 2008, Direktorat Pemberitaan ANTARA meraih sertifikasi ISO 9001-2000. ISO 9001-2000 sebuah penjelasan atas persyaratan yang harus dipenuhi untuk sebuah sistem manajemen mutu yang baik. Ini merupakan bukti nyata bahwa semua individu di dalam

12

ANTARA berkomitmen untuk memperluas tranformasi manajemen agar sistem manajemen mutu dapat lebih kuat dari sebelumnya.

2.1.2 -

VISI DAN MISI Visi: Menjadi kantor berita berkelas dunia melalui penyediaan jasa berbagai produk berbasis informasi untuk mewujudkan masyarakat berbasis pengetahuan, yang didukung oleh tata kelola perusahaan yang baik dan berstandar internasional

Misi: 1. Menghasilkan berita dan berbagai produk berbasis informasi lainnya secara cepat, akurat dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan serta pemangku kepentingan (stakeholders) lainnya; 2. Menjalankan peran media sebagai jembatan antara negara dan masyarakatnya, dan berperan sebagai duta informasi bangsa; 3. Memberikan Stakeholders; 4. Memberikan layanan pendidikan jurnalistik multimedia; 5. Berperan aktif dalam membangun masyarakakat baru yang berbasis pengetahuan. layanan terintegrasi komunikasi pemasaran bagi

Untuk meraih visi dan misi tersebut, diperlukan Budaya Perusahaan yang dapat mendukung, yaitu Integrity (Integritas), Committed (Penuh Komitmen), Innovate (Ber-inovasi), dan Customer Focus (Fokus pada Pelanggan).

13

2.1.3 PENJABARAN MOTO (CEPAT, AKURAT, PENTING) CEPAT Definisinya adalah proses pembuatan,pengiriman hingga penyiaran berita dalam waktu singkat. Ukuran standarnya yaitu: a. Untuk peristiwa tidak terjadwal (breaking news, pesawat jatuh, bom meledak, gempa): ANTARA pertama menyiarkan ANTARA 10-20 menit setelah berita pertama tersiar oleh pihak lain ANTARA mengalahkan pesaing (media massa lain)

b. Untuk peristiwa terjadwal: Ada berita pendahuluan sebelum peristiwa dimulai (preview) Ada berita saat peristiwa berlangsung (news as it happens, live report) 30 menit setelah peristiwa usai (follow up story)

Keterangan: Untuk peristiwa tidak terjadwal, keterlambatan masih ditoleransi bila ANTARA menyiarkan kurang dari satu jam setelah berita pertama tersiar oleh pihak lain, dengan catatan lebih lengkap, mendalam dan berwarna. Lengkap yaitu sumbernya lebih banyak, mendalam, melaporkan dari berbagai sisi pandang, berwarna, mengungkap berbagai situasi dan kondisi

14

Untuk berita terjadwal, keterlambatan kena sanksi setelah dilakukan pengecekan dan klarifikasi

AKURAT Definisinya adalah cara kerja penulisan dan penyiaran berita yang tepat, benar, teliti dan seksama atas isi dan fakta berita. Ukuran standarnya yaitu: Tidak ada kesalahan ejaan, nama, jabatan, tempat, waktu, gelar atau angka. Peristiwa atau kejadian yang dilaporkan benar adanya (tidak fiktif) Sumber harus jelas dan benar (cek dan ricek) Tidak ada salah tafsir Tidak melakukan pelintiran, tidak ada kesalahan substansi berita Mendapatkanketerangan dari sumber pertama atau langsung di tempat kejadian, bukan cloning atau tidak berada di lokasi kejadian Dilarang melakukan plagiat

Keterangan: Pewarta dan redaktur yang tidak akurat dapat terkena sanksi Berita menurut sumber ANTARA bisa disiarkan bila identitas sumber jelas, ada rekaman pembicaraan, ada dokumen tertulis, sumber terancam bila ditulis namanya dan sudah dikonsultasikan kepada atasan dan pimpinan menyatakan setuju disiarkan

15

PENTING Definisinya yaitu mengutamakan penyiaran produk jurnalistik yang penting, menarik dan bermanfaat bagi rakyat dengna memperhatikan nilai berita, NKRI, kedaulatan negara, menjunjung tinggi HAM dan demokrasi serta kesejahteraan dan kemakmuran bersama dengan berorientasi kepada fungsi pers, kualitas produk dan tujuan perusahaan. Ukuran standarnya: Dikutip pelanggan Menjadi trensetter pemberitaan Mengutamakan peliputan berdasarkan isu, bukan acara Memperhatikan skala prioritas Menarik, mengandung human interest, keunikan atau bernilai berita lainnya. Tidak menyinggung SARA dan privasi narasumber Berita berimbang atau cover both sides Seusai perencanaan dan pengembangan Ada kerjasama dengan pihak kedua (Depag, PERTAMINA, dll) Memperhatikan kepentingan bisnis perusahaan

Keterangan: Peliputan selektif berdasarkan penugasan dan prioritas Kualitas produk dapat terjaga

16

B GAMBARAN KHUSUS 2.2.1 ANTARA NEWS:

Layanan distribusi berita ANTARA berbasis web, memberi kemudahan dan kenyamanan dalam mengakses seluruh berita terkini dalam berbagai kategori selama 24 jam setiap hari.

Portal berita ANTARA (http://www.antaranews.com) diluncurkan pada bulan Januari 1996 dengan tujuan memenuhi hak publik untuk mendapatkan informasi yang akurat, lengkap dan bermanfaat secara seketika. Portal ini disajikan dalam dua bahasa agar masyarakat dunia juga dapat mengetahui informasi yang utuh dan kredibel tentang Indonesia saat ini.

2.2.2 PROSEDUR TETAP REDAKSI ANTARA Yaitu standar proses kerja sistematis seluruh personel redaksi pusat, daerah dan luar negeri untuk menghasilkan produk jurnalistik yang berkualitas sesuai moto cepat, akurat, penting. Prosedur tetap redaksi mencakup: a. Uraian kerja personel redaksi b. Kegiatan redaksi c. Evaluasi d. Jenjang karir dan alih tugas

17

2.2.3 KEGIATAN REDAKSI 1. Rapat- rapat (berdasarkan waktu): a. Rapat harian (di kantor pusat dan biro daerah) b. Rapat mingguan (di kantor pusat dan biro daerah) c. Rapat bulanan di kantor pusat 2. Peliputan: peliputan secara umum dilakukan oleh pewarta (jurnalis), tetapi pada waktu-waktu tertentu dapat dilakukan oleh redaktur, kepala redaksi atau pejabat yang setingkat, wakil Direktur bahkan Direktur Pemberitaan 3. Penyuntingan berita 4. Koordinasi: merupakan pengaturan kegiatan jurnalistik mulai dari perencanaan peliputan, hingga pemberitaan agar tidak tumpang tindih atau bertentangan. Fungsi koordinasi untuk menghindari penumpukan personel redaksi pada satu kegiatan peliputan. Koordinasi dilakukan oleh sesama personel dalam satu redaksi, antar redaksi, antar redaksi pusat dengan biro daerah, atau antardirektorat 5. Evaluasi: penilaian atas kualitas produk pemberitaan hasil liputan dan kinerja personel redaksi. 6. Jenjang karir dan alih tugas

18

BAB III PEMBAHASAN 3.1.1 KARAKTERISTIK MEDIA INTERNET

Karakteristik dan keunggulan media online dibandingkan media konvensional (cetak/elektronik) antara lain (diambil dari www.romeltea.com): 1. Kapasitas luas halaman web bisa menampung naskah sangat panjang 2. Pemuatan dan editing naskah bisa kapan saja dan di mana saja. 3. Jadwal terbit bisa kapan saja bisa, setiap saat. 4. Cepat, begitu di-upload langsung bisa diakses semua orang. 5. Menjangkau seluruh dunia yang memiliki akses internet. 6. Aktual, berisi info aktual karena kemudahan dan kecepatan penyajian. 7. Update, pembaruan informasi terus dan dapat dilakukan kapan saja. 8. Interaktif, dua arah, dan egaliter dengan adanya fasilitas kolom komentar, chat room, polling, dsb. 9. Terdokumentasi, informasi tersimpan di bank data (arsip) dan dapat ditemukan melalui link, artikel terkait, dan fasilitas cari (search). 10. Terhubung dengan sumber lain (hyperlink) yang berkaitan dengan informasi tersaji.

19

Media online (online media) adalah media massa yang tersaji secara online di situs web (website) internet. Media online merupakan media massa generasi ketiga setelah media cetak (printed media) koran, tabloid, majalah, buku dan media elektronik (electronic media) radio, televisi, dan film/video.

Media online merupakan produk jurnalistik online. Jurnalistik online (cyber journalisme) didefinisikan sebagai pelaporan fakta atau peristiwa yang diproduksi dan didistribusikan melalui internet (wikipedia). Secara teknis atau fisik, media online adalah media berbasis telekomunikasi dan multimedia (komputer dan internet). Termasuk kategori media online adalah portal, website (situs web, termasuk blog), radio online, TV online, dan email

3.1.2

NILAI BERITA (Hikmat Kusumaningrat, 2005:60) :

1. Aktualitas (timeliness): berita yang disiarkan berisi peristiwa-peristiwa atau informasi baru/segar sehingga masih bernilai tinggi 2. Kedekatan (Proximity): peristiwa yang mengandung kedekatan dengan pembaca akan menarik perhatian. 3. Dampak (consequence): berita yang disiarkan berdampak luas ke masyarakat 4. Human Interest (menarik minat orang): berita yang menarik empati,

simpati atau menggugah perasaan khalayak yang membaca. Unsur-unsur human interest: Ketegangan (suspense)

20

3.1.3 -

Minat pribadi (personal interest) Konflik (conflict) Simpati (Sympathy) Kemajuan (progress): berhubungan dengan tren baru dan teknologi Seks (sex): berita tentang skandal hubungan intim Usia (age) Binatang: berita tentang kelakuan unik hewan atau kondisi fisik nya. Humor

SYARAT BERITA Fakta (sesuai dengan kejadian yang sebenarnya) Objektif: tidak mencampuradukan opini dan fakta Berimbang: tidak memihak dan mencakup semua pihak yang terlibat Lengkap: memuat kelengkapan utama berita, yaitu: memenuhi 5w+1H, narasumber yang terpercaya, terdiri atas judul, lead (teras berita), body (tubuh berita), ending (penutup berita/informasi tambahan)

Akurat (teliti) Jelas Singkat dan padat Bervariasi Komunikatif

21

3.1.4. BAHASA JURNALISTIK Sederhana, singkat, padat, lugas, jelas, jernih, menarik, demokratis,

mengutamakan kalimat aktif, menghindari kata atau istilah teknis, tunduk kepada kaidah dan etika bahasa baku 3.1.4. PENYUNTINGAN KHAS LKBN ANTARA: Penyuntingan merupakan pemeriksaan secara seksama oleh redaktur atas seluruh bahan berita sebelum diputuskan untuk disiarkan atau dihapus dengan berpedoman pada moto cepat, akurat, penting Setiap berita dan atau terjemahan disunting oleh orang yang berbeda Hasil penyuntingan harus bebas dari kesalahan substansi dan kesalahan ejaan, nama, jabatan, tempat, waktu, gelar atau angka Kesalahan penyuntingan menjadi tanggung jawab redaktur. Redaktur yang melakukan kesalahan penyuntingan terkena sanksi. (Sumber: LKBN ANTARA, 2007:59)

22

3.2 MEKANISME PROSES PENYUNTINGAN

Hasil penyuntingan

Konfirmasi ulang akurasi berita

Jika redaktur menilai berita telah layak siar maka langsung disiarkan

Berita dianggap tidak layak siar/gagal (dihapus)

Jika berita bermasalah /sensitif dikembalikan kepada pewarta untuk diperbaiki

Jika masih bermasalah, redaktur membahas kemungkinan perubahan bersama kared dan wapempelred agar berita bisa disiarkan

Jika dianggap masih bermasalah, tidak disiarkan

3.3 PENYUNTINGAN BERITA SELAMA MAGANG OLEH REDAKTUR a. Judul: Uji Kompetensi sebagai upaya peningkatan kredibilitas wartawan. Berita ini adalah berita pertama penulis di LKBN ANTARA yang bersumber dari liputan acara. Sebetulnya berita ini tidak memiliki masalah besar secara teknik penulisan. Kesalahan hanya pada penulisan judul yang tidak menggunakan huruf besar/cetak. Berita ini ditolak atau tidak disiarkan karena dalam tubuh berita, penulis mencantumkan pernyataan narasumber bernama Wina, berbunyi: Wina mengakui,saat ini kemerdekaan pers sudah bablas. Kemerdekaan dirusak oleh pihak yang mengatasnamakan profesi wartawan demi mencapai kepentingan mereka. Menurut seorang editor ANTARA yang pada saat itu memeriksa berita tersebut, pernyataan ini sebenarnya sangat menarik karena memiliki soundbite yang

23

mampu menjadi nilai jual berita. Sayangnya, penulis tidak memiliki alat bukti seperti rekaman percakapan pada saat peliputan berita. Saat itu, penulis hanya menggunakan alat sederhana yaitu sebuah catatan kecil yang berguna menulis liputan tersebut. Akibat dari bukti liputan yang tidak cukup kuat maka berita ini tidak lolos redaksi. Alasannya, (1) kurangnya bukti percakapan (audio) membuka potensi tuntutan oleh narasumber yang tidak merasa mengatakan kalimat demikian. Pada saat itu, bahkan pimipinan redaksi ikut turun tangan dalam mencari jalan keluar yang terbaik. Namun pada akhirnya, berita tetap saja tidak lolos.

b. Judul berita

:SARDONO

KUSOMO

GELAR

OPERA

DIPONEGORO Berita ini mengalami proses pengoreksian oleh redaksi. Kesalahan penulis pada berita di atas yaitu penulisan nama tokoh. Sebelum terjadi pengeditan, penulis menulis nama yang salah yaitu Pangeran Dipenogoro (seharusnya Pangeran Diponegoro). Kesalahan penulisan penyebutan nama tokoh tersebut berada di seluruh berita baik di judul, lead dan tubuh berita. Alhasil, berita hampir saja tidak lolos karena penulis di anggap melakukan kesalahan fatal dalam penulisan berita. Namun karena penulis mengakui kekurangan diri tentang penguasaan nama-nama dalam sejarah, maka editor akhirnya memaklumi dan mengedit tulisan tersebut. Pengeditan lainnya dilakukan pada judul berita. Judul berita di atas terombak total oleh redaktur. Alasan redaktur yaitu judul kurang menarik. Pada awalnya judul

24

berita adalah: Opera Diponegoro akan diselenggarakan 13-14 November 2011. Unsur soundbite dan penggunaan kata pasif diselenggarakan tidak sesuai dengan style penulisan ANTARA mengenai judul yaitu judul harus;mengiklankan berita, di tulis dengan kalimat singkat, jelas dan mencerminkan isi pokok berita yang terangkum dalam teras berita, judul diusahakan dalam bentuk kalimat aktif dengan kata kerja tanpa awalan. Pada berita, kutipan berupa penyataan langsung digunakan sebagai bukti valid atas kebenaran berita, menyatakan penegasan dan bagian dari variasi berita agar lebih hidup. Pada praktek, penulis diajarkan untuk memakai kalimat aktif (kutipan) hanya pada awal alinea dan disarankan untuk tidak ditempatkan di teras berita.

c. Judul berita

:TAITRA: HTC SALAH SATU PRODUSEN

SMATPHONE TERBAIK. di bawah ini adalah berita awal (belum mengalami pengeditan oleh redaktur): Judul :TAITRA: HTC produsen smartphone terbaik di dunia Sumber berita ini adalah siaran pers dari perusahaan telepon genggam. Sebetulnya inti dari press realease tersebut adalah berita promosi dan bertujuan untuk membentuk opini positif (pencitraan) kepada pembacanya. Pada saat penulis menerima siaran pers tersebut, penulis mengalami kesulitan mengenai cara men-siasati siaran tersebut agar dapat menjadi berita yang tetap objektif dan tidak memihak apalagi promosi. Namun menurut redaktur, berita awal yang sudah penulis buat masih terkesan promosi. Oleh sebab itu, mulai dari judul hingga

25

tubuh berita, penulis harus memperbaikinya lagi (perbaikan dilakukan di meja redaktur, disaksikan langsung oleh redaktur). Kesalahan judul adalah tidak di tulis dengan huruf cetak/besar. Kesalahan pada lead adalah teras berita terkesan bertele-tele dan tidak memenuhi syarat SPOK (subjek, predikat, objek, keterangan). Belum lagi kesalahan-kesalahan teknis lainnya. Berita ini juga mengalami perombakan total oleh penulis atas anjuran redaktur d. Judul: BII-BPR KERJA SAMA LAYANI WESTERN UNION Saat menerima siaran pers yang merupakan sumber berita ini, awalnya penulis menolak untuk membuat berita ini. Alasannya, karena menurut penulis berita ini sama sekali tidak ada memiliki dampak bagi masyarakat luas. Belum lagi siaran pers benar-benar bernada promosi. Tanggal pengiriman siaran pers ini sudah cukup lama sehingga bertentangan dengna unsur aktualitas yang merupakan salah satu dari unsur nilai berita. Semangat penulis untuk menulis berita promosi sama sekali tidak ada saat itu. Pada saat itu, penulis pun menyatakan penolakan itu langsung kepada pihak yang memberikan tugas ini. Namun penulis justru ditegur oleh orang itu dan mengatakan penulis salah besar jika mengatakan berita ini tidak penting. Tapi anehnya, saat itu ada seorang editor yang juga mendukung keinginan penulis karena ia juga menganggap berita ini tidak penting dan memang promosi. Editor itu juga mengatakan siaran pers itu tidak perlu di buat berita nya. Namun, karena penulis tidak mau membuat kesan buruk pada saat magang dan tidak mau bermasalah dengan pihak yang memberi saya tugas, maka pada sore hari, diselang waktu penulis menulis berita ini. Berita ini hanya berisi tujuh alinea

26

dengan jumlah karakter yang sangat minim. Penulis pun tidak menyangka kalau berita ini lolos penyuntingan. Penyuntingan dilakukan oleh editor yang bekerja malam hari sehingga penulis tidak pernah tahu siapa yang menyunting berita ini.

e. Judul berita: LSM: AUSTRALIA ABAIKAN KONVENSI PBB MENGENAI HAK ANAK Dalam berita tersebut, tidak ada yang salah dalam hal teknis penulisan berita. Kesalahan penulis adalah penulis lupa mencantumkan sumber berita. Sumber berita ini berasal dari siaran pers berbahasa inggris yang dikirimkan melalui faksimile oleh KIARA (penjelasan singkatan ada di lampiran). Akibat dari kecerobohan penulis, berita tertahan hampir dua hari di meja sunting sampai akhirnya seorang editor khusus bahasa asing memanggil saya untuk menjelaskan dari mana berita berasal. Hal ini sebagai bukti kebenaran berita yaitu berasal dari sumber yang jelas. Mulai dari kejadian tersebut, penulis semakin berhati-hati menulis berita.

f. PBHI: PEMUDA SEKARANG BERSIKAP SEMAKIN APATIS Seorang redaktur memberikan saya tugas mencari berita. Inti penugasan ini, saya di suruh mencari tahu pelaksanaan sumpah pemuda di kalangan generasi muda dan pergeserannya dan saya juga harus memperoleh pendapat pakar mengenai pergeseran pelaksanaan sumpah pemuda (jika ada). Kebetulan saat itu, FH UKI sedang mengadakan diskusi publik mengenai sumpah pemuda. Maka penulis

27

segera berangkat menuju lokasi dan meliput acara tersebut dengan sudut pandang isi dan bukan acara sehingga tidak terkesan promosi. Tiap kata per kata yang diucapkan para pengisi acara, penulis catat secara seksama sehingga penulis tidak kekurangan bahan berita dan penulis mendapatkan informasi lebih banyak. Pada proses penyuntingan, editor tidak hanya mengedit kata per kata tapi mereka juga mengatur letak alinea supaya berita tidak terkesan berat dan melelahkan untuk pembaca media online. Karena dalam berita ini, karakter penulisan memang cukup banyak karena banyak topik yang diangkat dalam berita ini.

3.4 ANALISIS TEMUAN SAAT PROSES PENYUNTINGAN BERITA MELALUI PENILAIAN REDAKTUR: 1. Berita yang bersifat menyudutkan pemerintah baik pemerintah Indonesia di daerah atau pusat maupun pemerintah negara asing, baru dapat

dimuat/disiarkan apabila dalam judul dicantumkan nara sumber nya. Sebagai bukti, contoh judul lainnya yang bersifat menyudutkan pemerintah: TAIWAN: PENANDATANGANAN PERDAMAIAN DENGAN CHINA BELUM TERJADWAL KIARA: PEMERINTAH HARUS MENGHENTIKAN

PROPOSAL HUTANG AGRARIA KOALISI PEREMPUAN: PROGRAM PEDESAAN ABAIKAN KEADILAN GENDER Pencantuman TAIWAN, KIARA, KOALISI PEREMPUAN sebagai nara sumber dalam judul berita menjadi bukti analisis ini. Pencantuman nama
28

tersebut, penulis anggap sebagai bagian dari strategi redaksi dalam memuat fakta yang menyangkut pemerintah sehingga berita dapat lolos seleksi dan tidak membahayakan keberadaan media sebagai media milik pemerintah. 2. Pemilihan nara sumber (unsur kedekatan/proxemic dalam nilai berita). Pencantuman narasumber asing yang tidak dikenal khalayak dalam penulisan berita tidak disarankan oleh redaktur karena dianggap tidak memiliki dampak. Berbeda dengan nara sumber yang terkenal, redaktur justru

menyarankan mencantumkan nama tersebut sebagai unsur promosi berita sehingga menarik minat baca. Hal ini dirasakan langsung saat penulisan berita berjudul: SARDONO W KUSOMO GELAR OPERA DIPONEGORO 3. Penulisan tanggal, nominal dan angka: dalam penulisan nominal antara penulisan mata uang dan nominal tidak boleh ada jarak, alasan redaktur agar tidak ada penyalahgunaan dalam pengutipan berita yang berasal dari LKBN ANTARA oleh media lain. Contohnya: INDONESIA MENERIMA HIBAH RP10 MILIAR DARI JEPANG 4. Dalam peliputan berita, penulis diharapkan menulis berita berdasarkan unsur penting dari sebuah acara bukan menjelaskan acara ataupun narasumber yang membuat acara hal ini sebagai pencegahan berita yang akan berkesan promosi bahkan berpihak. 5. Dalam proses penyuntingan, redaktur tidak hanya mengedit kata per kata tapi mereka juga mengatur letak alinea supaya berita tidak terkesan berat dan melelahkan untuk pembaca media online.

29

BAB IV PENUTUP A. KESIMPULAN Proses penyuntingan berita pada media online bukan hanya mengenai kegiatan mengurangi, menambahan, menyederhanakan, menginterpretasi, menganalisis berita Kebijakan redaksi, ketepatan dan kecepatan penulisan berita, gaya penulisan, status dan kepemilikan media juga sangat mempengaruhi penilaian seorang redaktur dalam menyunting berita. Berita yang terkesan menyudutkan pemerintah baik pemerintah, baru dapat dimuat/disiarkan apabila pada judul dicantumkan nara sumber nya sehingga bukan media tersebut yang secara sengaja menyudutkan kebijakan dan citra pemerintah. Hal ini adalah salah satu bagian dari strategi redaksi untuk tetap bersikap objektif pada berita manapun. Pencantuman nama nara sumber seolah menjadi penegasan bahwa media hanya memberitakan apa yang dikatakan nara sumber. Penulisan tanggal, nominal dan angka: dalam penulisan nominal antara penulisan mata uang dan nominal tidak boleh ada jarak, alasan redaktur agar tidak ada penyalahgunaan dalam pengutipan berita yang berasal dari LKBN ANTARA oleh media lain

30

B. SARAN 1. PRAKTIS Sebaiknya pewarta diberi kebebasan dalam memilih siaran pers yang masuk ke redaksi ANTARA. Agar kepekaan pewarta tidak tumpul dalam memilih sumber berita yang layak. Para mahasiswa yang sedang magang di LKBN ANTARA seharusnya lebih dilibatkan dalam rapat redaksi baik rapat harian maupun rapat mingguan. Partisipasi mahasiswa dalam rapat dapat semakin menambah pengetahuan mereka mengenai mekanisme rapat dan mahasiswa magang dapat semakin terdorong untuk menghasilkan ide/gagasan saat rapat. Hal ini dapat meningkatkan sensitifitas dan keberanian para mahasiswa sebagai seorang wartawan. Sebaiknya ANTARA lebih melibatkan para mahasiswa yang magang disana dalam tugas peliputan kelompok bersama dengan para wartawan ANTARA supaya saat di lapangan, pengetahuan para mahasiswa bisa bertambah dari teladan yang di berikan para wartawan ANTARA baik saat wawancara maupun saat meliput berita Sekalipun tiap media memiliki kepentingan, karakter dan gaya bahasa yang berbeda sebaiknya LKBN ANTARA tetap selektif dalam memilih penugasan liputan dan siaran pers saat membuat berita sehingga beritaberita LKBN ANTARA tidak ada lagi yang bersifat promosi, berpihak, terlebih tidak menimbul opini dari khalayak bahwa ANTARA hanyalah sebagai media corong pemerintah.

31

2. AKADEMIS Kepada biro kemahasiswaan disarankan untuk tidak mempersulit proses administrasi saat mahasiswa mengajukan surat magang. Surat magang tergolong sangat lama dikeluarkan oleh birokrasi dari hari pengajuan. Kepada Kaprodi Komunikasi sebaiknya menjalin kerjasama dan komunikasi yang baik dengan berbagai media massa sehingga mahasiswa tidak mengalami kesulitan besar saat melamar magang disebuah media. Penentuan jumlah bab dan materi penulisan laporan seharusnya disamakan sejak awal ke semua bidang fokus studi/peminatan, sehingga tidak menimbulkan kerancuan penulisan laporan magang Disarankan kepada Kaprodi untuk membuat perpustakaan komunikasi yang terseleksi dengan baik dari segi kualitas sehingga mahasiswa yang ingin mencari contoh/acuan penulisan laporan ataupun contoh skripsi bisa mendapatkan contoh laporan yang kredibel dari sisi kualitas isi laporan Kaprodi seharusnya membuat list/daftar judul-judul laporan magang dan judul-judul skripsi dari tahun-tahun sebelumnya dan dipajang di papan pengumuman untuk diketahui mahasiswa sehingga tidak ada kemungkinan mahasiswa mengajukan judul yang sama atau sejenis dengan judul skripsi atau judul laporan yang telah dibuat para mahasiswa ter-dahulu.

32

DAFTAR PUSTAKA Panduan Penulisan Berita Lempang dan Karangan Khas, LKBN ANTARA, Jakarta, 2007 Sedia Willing Barus, Petunjuk Teknis Menulis Berita, Penerbit ERLANGGA, Jakarta, 2010 Ina Ratna Mariani dan June Kuncoro, Teknik Mencari dan Menulis Berita, Universitas Terbuka, Jakarta, 1994 Hikmat Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, Jurnalistik: Teori dan Praktik, PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 2005 Alo Liliweri, Memahami Peran Komunikasi Massa dalam masyarakat, Citra Aditya Bakti, Bandung, 1991 Haris Sumadiria, Jurnalistik Indonesia: menulis berita dan feature, Simbiosa Rekatama Media, Bandung, 2005

33