Anda di halaman 1dari 11

Cahaya dan Pencahayaan

Oleh Diki Umbara Shooting adalah melukis dengan cahaya. Unsur cahaya berarti sangat penting dalam pembuatan film maupun acara televisi. Cahaya tidak selalu berurusan dengan lampu. Ada sumber cahaya lain selain dari sumber lampu. Secara sederhana ada dua jenis sumber pecahayaan, yakni pencahayaan alami (natural) dan pencahayaan buatan(artificial). Cahaya merupakan gelombang elektromagnestis yang diterima oleh indera penglihat (mata) yang kemudian diteruskan ke otak yang akan merespon, menanggapi rangsangan cahaya terebut. Sederhanya, tanpa cahaya maka benda tidak akan kelihatan. Atas dasar itulah, produksi film dan video memerlukan cahaya agar subyek bisa terlihat. Pencahayaan televisi dan film memiliki fungsi-fungsi berikut: Menyinari obyek/subyek Menciptakan gambar yang artistik, Menghilangkan bayangan yang tidak perlu Membuat efek khusus. Menyinari objek artinya memberikan pencahyaan agar objek atau subjek bisa terlihat jelas sesuai konsep film itu sendiri. Tidak semua bayangan itu diperlukan dan tidak semua bayangan tidak diperlukan. Dengan pencahayaan tetentu bayangan bisa dihilangkan, dikurangi,atau bahkan ditambah. Perlu tidaknya bayangan atau shadow, lagi-lagi sangat tergantung dari konsep film itu sendiri. Three Points Lighting Ini sudah menjadi rumusan atau formula dasar sebuah pencahayaan dalam produksi video, film, dan foto. Tiga poin penting itu terdiri atas : Key Light, Fill Light, Back Light. Key Light adalah pencahayaan utama yang diarahkan pada objek. Keylight merupakan sumber pencahayaan paling dominan. Biasanya keylight lebih terang dibandingkan dengan fill light. Dalam desain 3 poin pencahyaan, keylight ditempatkan pada sudut 45 derajat di atas subjek. Fill Light merupakan pencahyaan pengisi, biasanya digunakan untuk menghilagkan bayangan objek yang disebabkan oleh key light. Fill light ditempatkan berseberangan dengan subyek yang mempunyai jarak yang sama dengan keylight. Intensitas pencahyaan fill light biasanya setengah dari key light. Back Light, pencahayaan dari arah belakang objek, berfungsi untuk meberikan dimensi agar subjek tidak menyatu dengan latar belakang. Pencahyaan ini diletakkan 45 derajat di belakang subyek. Intensitas pencahyaan backlight sangat tergantung dari pencahayaan key light dan fill light, dan tentu saja tergantung pada subyeknya. Misal backlight untuk orang berambut pirang akan sedikit berbeda dengan pencahayaan untuk orang dengan warna rambut hitam.

Selain 3 poin pencahayaan tadi masih ada jenis pencahyaan lainnya, yakni Background Light dimaksudkan agar setting/panggung tetap bisa kelihatan dengan baik. Arah Cahaya Arah cahaya dari pencahayaan akan bergantung pada ketinggian dan sudut dari sumber cahaya tadi. Dari atas, bawah, atau rata dengan obyek? Dengan demikian kita akan tahu bayangan yang dihasilkan cahaya tadi jatuh dimana. Peletakan sumber cahaya di atas subyek akan menghasilkan efek yang berbeda jika dibandingkan dengan peletakkan sumber cahaya dari arah bawah subyek. Arah pencahyaan ini biasanya disebut sebagai down angle dan up angle. Dengan down angle akan menghasilkan bayangan yang jatuh kea rah tubuh (kalau subyeknya orang). Sebagai contoh, konsep down angle bisa dilakukan pada scene interograsi, akan kelihatan dramatis. Sedangkan up angle akan menghasilkan pencahayaan yang kurang lazim, namun dengan penempatan pencahayaan seperti ini subyek akan kelihatan powefull dan gagah.

gambar dari http://www.dvxuser.com/ Kualitas Cahaya Kualitas pencahayaan berkaitan dengan keras atau lembutnya pencahyaan itu sendiri. Secara garis besar ada dua kualitas pencahayaan, yaitu hard light dan soft light. Hard light mempunyai karakteristik pencahyaan yang kuat dimana shadow atau bayangan lebih

terlihat jelas. Softlight memiliki karakter sebaliknya, antara pencahyaan dengan bayangan hanya memiliki perbedaan yang tipis. Rasio Pencahayaan Lighting Ratio merupakan perbandingan antara brightness dan lightnest. Misalnya perbandingan 2:1, dimana pencahayaan area terang dua kali lipat dibanding area gelap. Teknologi video memungkinkan sampai pada rasio 4:1, area terang memiliki intensitas 4 kali lebih terang dibandingkan area gelap. Jika lebih dari itu, maka unsur detail bayangan atau shadow akan hilang. Kontrol Cahaya Ini merupakan metode untuk menambah atau mengurangi pencahayaan dari sumber cahaya. Penambahan atau pengurangan ini untuk menghasilkan efek tertentu. Misalnya efek cahaya matahari yang memancar masuk pada jendela kamar tidur, digunakan translucent yang ditempelkan dekat sumber cahaya. Mengukur Intensitas Intensitas cahaya yang yang dihasilkan dari key light, fill light,serta backlight bisa diukur oleh sebuah alat yakni Lightmeter. Ada dua jenis alat ini yaitu Incident and Reflectant. Incident diperuntukkan untuk mengukur intensitas cahaya yang jatuh pada subjek. Sedangkan Reflectant dipergunakan untuk mengukur intensitas cahaya yang dipantulkan oleh subyek. Jenis-Jenis Lighting Banyak sekali jenis lampu yang digunakan dalam proses pengambilan gamar atau shooting. Jenis lampu itu terdiri atas :

Blonde :1000-2000 watt, biasanya digunakan sebagai pencahayaan flood untuk area yang luas Readhead : 650 1000 watt, digunakan sebagai key flood untuk area yang luas Pepper Light : 100 1000 watt, lampu dengan intensitas rendah digunakan khusus untuk key atau fill light HMI : ini merupakan jenis lampu kualitas tinggi Hallogen : 100 500 watt, digunakan sebahgai key flood untuk area luas, jenis lampu ini biasanya digunakan untuk produksi dengan budgeting rendah. Fresnell : jenis lampu yang memiliki lensa khusus yang memancarkan cahaya

Temperatur Warna

Temperatur Warna merupakan kesan yang ditimbulkan oleh cahaya terhadap sebuah obyek ketika cahaya itu mengenai obyek. Ukuran temperatur warna dinyatakan dalam satuan derajat Kelvin (K). Semakin besar ukuran derajat Kelvin, maka warna obyek semakin putih, kebalikkanya maka obyek akan terlihat semakin menguning. Aplikasi Teori memang rada njelimet, bikin kepala nyut-nyutan. Tapi kawan, dengan dasar teori yang kuat, akan membantu kita di lapangan untuk mempercepat implementasi ide ke dalam tataran aplikatif. Demikian juga dengan tema cahaya dan pencahayaan kali ini. Bersambung.

Memanfaatkan Available Light


Oleh Diki Umbara

Ini merupakan tulisan serial dari Lighting yang sempat tertunda karena penulis keasyikan menulis artikel membuat film dokumenter. Tulisan ini disarikan dari berbagai sumber serta pengalaman penulis sendiri ketika shooting di lapangan. Yuk kita diskusikan, yukssssssss Ada dua jenis pencahayaan yang bisa digunakan dalam pembuatan film, baik fiksi maupun non fiksi (seperti dokumenter). Jenis pencahayaan tersebut yakni artificial light (jelasnya ada di tulisan saya sebelumnya) serta available light. Available light adalah pencahayaan dengan memanfaatkan sumber cahaya yang ada. Available light di antaranya cahaya matahari, cahaya lampu yang ada di rumah, cahaya bulan, dan cahaya lampu di jalan. Jadi, available light berkaitan sumber cahaya yang sudah tersedia dan bagaimana agar sumber cahaya tersebut bisa digunakan untuk menyinari obyek. Jika hanya ada satu sumber pencahayaan, maka dipastikan itu sebagai pencahayaan utama atau keylight. Ada tiga point penting pencahayaan yang disebut three points lighting, tentang sudah saya jelaskan di lighting part 1. Dalam pemanfaatan available light bisa dimanfaatkan sebagai key light dan fill light. Dalam Ruangan Pencahayaan di dalam ruangan/indoor misalnya pencahayaan yang sudah ada (lampu neon atau lampu pijar). Pencahayaan ini bisa dimanfaatkan untuk keperluan shooting, walaupun bisa jadi banyak kelemahan, diantaranya intensitas cahaya yang dihasilkan terlalu rendah untuk kepentingan shooting. Dengan teknologi video digital hal ini masih bisa diakali dengan menaikan iris, walau demikian pasti ada batas toleransinya. Ketika kita menaikan f-stop di kamera, mungkin gambar yang dihasilkan akan tampak grainy/bintik-bintik. Usahakan, obyek mendapat pencahayaan yang cukup, walaupun tidak selalu solusi yang baik, coba memindahkan obyek/subyek yang akan anda shoot pada area cukup cahaya dimana cahaya lampu itu jatuh. Jika anda akan shooting di dalam ruang kamar, anda bisa memanfaatkan cahaya matahari dari luar ruangan. Namun sekali lagi, anda harus mengatur posisi subyek agar mendapatkan intensitas pencahayaan yang diinginkan. Luar Ruangan Ketika kita akan shooting di luar ruangan/exterior pada siang hari yang harus diperhatikan adalah arah matahari. Tidak terlalu disarankan untuk shooting dari jam 11 hingga jam 1 siang, karena cahaya matahari sedang terik-teriknya dan mungkin berada persis di atas obyek, yang artinya akan menimbulkan bayangan. Untuk menurunkan intensitas cahaya yang terlalu kuat, anda bisa memanfaatkan filter Neutral Density/ND yang ada pada kamera. Dengan menggunakan filter ini, cahaya yang berlebihan akan direduce/dikurangi sehingga menjadi normal. Saran saya, ketika harus shooting di siang hari dan hanya menggunakan available light, antara jam 2 hingga jam 4 sore. Untuk mengatur arah pencahayaan gunakanlah reflektor.

Menggunakan Reflektor Reflektor merupakan sebuah alat untuk merefleksikan atau memantulkan cahaya pada subyek. Reflektor untuk keperluan shooting (juga pemotretan) sudah banyak didesain oleh pabrik, tapi beberapa kawan dengan kreatif membuat reflektor sendiri. Oya video di bawah saya nemu di youtube bagaimana si bule membuat reflektor, dari mini dish/parabola kecil dilapisi oleh plastik khusus : Obyek Bergerak Jika menggunakan pencahayaan dengan lighting yang normal/artificial light dimana sumber cahaya bisa digeser untuk menyesuaikan cahaya yang harus didapatkan oleh obyek/subyek/area shooting kita. Beda halnya jika kita memanfaatkan available light. Saran saya, gunakanlah iris secara manual karena dengan demikian kita bisa menyesuaikan sumber cahaya yang masuk dengan mengontrol irisnya.

Lighting atau disebut juga Tata Cahaya atau Pencahayaan yang dilakukan dalam proses produksi Film dan atau acara Televisi,penataan cahaya dilakukan untuk menambah nilai Artistic pada gambaragar gambar tersebut lebih berdimensi dan mempunyai kedalaman ruang.

Jenis jenis Directing of Light :

- Above or below light yaitu :Cahaya yang datang dari atas atau bawah objek. - Overhead light yaitu :Cahaya yang datang tepat dari atas kepala. - In front of or behind adalah:arah Cahaya yang datang dari depan atau belakang. Keduanya mempunyai nilai artistik yang berbeda ,misalnya arah cahaya back light yang sangat kuat dapat menghasilkan gambar siluet. - Left or right adalah :arah Cahaya yang datang dari samping kiri atau kanan. Tehnik tata cahaya ini sering dipakai pada saat syuting outdoor pada siang hari.karena berubahnya arah cahaya atau pergeseran letak matahari menyebabkan pengaruh pada continuity shot. - Even lighting :Arah cahaya yang sejajar menerangi objek tanpa sumber cahaya yang pasti. Misalnya, pada saat syuting outdoor yang mendung, matahari tertutup awan, atau syuting indoor yang sudah sangat terang karena adanya bouncing cahaya dengan intensitas tinggi. - Sidelight :Arah cahaya yang dibuat untuk meningkatkan estetisme gambar. Misalnya, syuting untuk objek tertentu yang sudah diterangi oleh key, fill dan back lights, namun kurang indah, bisa ditambahkan sidelight dengan menggunakan floodlight. Departmen Lighting. Adalah Bagian dari tim produksi yang bertanggung jawab pada pencahayaan dan kelistrikan selama proses pengambilan gambar,mengontrol intensitas pencahayaan juga termasuk menjamin keselarasan untuk shot continuity,on-screen effects,moving light control, dan mengatur kerja sama dengan departemen lain yang berhubungan Special effects dan Visual effects. Orang-orang yang berada di bawah departemen ini meliputi: Gaffer, lighting board operator, Lamp operator, Rigging gaffer, Riggers ,Genny operator,Lighting Tecnician dan Crew lighting. Lighting Director. Orang yang bertanggung terhadap pelaksanaan pencahayaan dan merancang seluruh pencahayaan terhadap set dan pemain untuk menciptakan suasana dan Estetika dan Artistic sesuai dengan Script / Sutradara. Lighting Direction. Peletakan lampu dan pengaturan arah pencahayaan terhadap objek yang akan disyuting oleh camera. Metode pencahayaan yang biasa digunakan adalah three-point lighting. Lighting Techniques. Adalah Tehnik penataan cahaya ,tehnik ini memiliki dua tujuan Pertama :mencapai pencahayaan yang cukup dan menonjolkan subjek utama di dalam suatu scene. Pencahayaan sering disimulasikan dalam bentuk diagram pencahayaan di atas kertas sebelum benarbenar dipasang Kedua untuk mengantisipasi munculnya bayangan yang tidak dikehendaki. Tipe pencahayaan yang paling sederhana adalah ketika satu kamera mengambil gambar satu subjek. Subjek diletakkan pada setting yang agak jauh dari dinding atau backdrop untuk menghindari terbentuknya bayangan subjek pada dinding. Lightung Color. Adalah Warna sumber cahaya, yang bisa saja dimanipulasi dengan filter atau gels. Lighting Instrument. Adalah Jenis jenis lampu yang biasa digunakan pada saat syuting, setidaknya ada empat jenis lampu yang biasa digunakan pada saat produksi Film / Televisi yaitu :

Spot Light : jenis lampu spot memiliki jangkauan penyebaran cahaya yang sempit,sehingga menimbulkan bayangan kuat. Broad : Lampu broad berbentuk persegi dengan jangkauan luas dan bayangan lembut. Flood : Lampu flood juga menjangkau area yang luas, namun melingkar dengan bayangan yang kabur n Soft Light : Lampu soft (juga disebut bathtub) merupakan sekumpulan lampu yang dipantulkan di dalam sebuah kotak, digunakan untuk pencahayaan pada background. Accent Light Adalah Unit lampu yang difungsikan untuk mempertegas subjek. Bisa berupa key light, kicker, atau backlight. Ambient Light. Cahaya alami atau lampu yang berada di sekitar lokasi pengambilan gambar. Intensitas Cahaya Adalah Kekuatan sumber cahaya (lampu) diukur dengan alat Light meter dengan satuan Kelvin (k).

Tata lampu untuk video merupakan pengembangan dari tata lampu panggung dan film. Sebab, tata lampu untuk video mempunyai karakter tersendiri, baik dari segi peralatan yang elektronis maupun sifat-sifat acaranya. Produksi acara video dapat disiarkan secara langsung atau direkam lebih dahulu. Penyiaran secara langsung atau perekaman gambar lebih dahulu, dibutuhkan penataan cahaya yang sebaik mungkin dan hal ini sering menimbulkan persoalan fersendiri. Misalnya, adanya ba yangan yang tidak dikehendaki dari boom mike. Di samping itu, penataan cahaya ditinjau dari segi artistik gambar, gambar yang dihasilkan dari berbagai sudut pengambilan harus tetap dalam kondisi yang sama. Karena kepekaan kamera elektronik, maka intensitas cahaya, besarnya iris, dan depth of field akan saling berhubungan. Karena itu sering menimbulkan perrnasalahan tersendiri. Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan utama penataan cahaya yang baik untuk video, adalah agar dapat menghasilkan gambar yang menarik sesuai dengan tuntutan naskah serta rencana produksinya. Hal tersebut menyebabkan penata cahaya (lighting operatorj dituntut untuk terus mengembangkan daya reka dan daya ciptanya. Pengalaman- pengalaman masa lalu sangat menunjangnya. Dalam kaitannya dengan masalah penataan cahaya, satu hal yang tidak boleh dilupakan oleh seorang kamerawan adalah penempatan kamera harus sedemikian rupa sehingga kamera membela kangi pintu atau jendela, karena melalui pintu atau jendela tersebut, cahaya masuk ke dalam ruangan. Melalui penataan cahaya, dapat diciptakan suasana yang dapat menyentuh emosi pemirsa, misalnya, suasana malam, sedih, gemh:ra, sakral, dan bahkan suasana mesum sekalipun.

Demikian pula melalui penataan cahaya dapat memberikan kesan orang itu lagi marah, sedih, dan wibawanya. Jadi, meskipun kini telah

diketemukan kamera video dengan sensitivitas yang sangat tinggi, yang di dalam suatu iuangan yang cukup luas, gambarnya dapat diambil dengan sangat jelas. Ini tidak berarti mampu menggeser peranan tata cahaya, sebab dengan pencahayaan terh adap suatu objek, akan menciptakan gambar atau menjelaskan bentuk objek tersebut dengan terang dan indah. Penataan cahaya dapat menghasilkan berbagai sinar. Sinar putih atau sinar matahari (day light) dari sinar berwarna. Sinar putih mengandung banyak warna biru, di samping tentu saja mengandung warna lainnya, misalnya, merah dan hijau. Untuk video hitam putih digunakan sinar putih ini, sedangkan untuk video berwarna dibutuhkan sinar yang berwarna pula. Penilaian gambar yang baik, apabila warna gambar itu mendekati warna aslinya. Niaka, dalam penataan cahaya selalu diupayakan agar gambar yang sesuai dengan warna aslinya. Untuk ini diperlukan pemasangan filter di depan atau pada lampu yang dipergunakan. Filter ini berfungsi sebagai penyaring cahaya dan hanya cahaya atau sinar yang diperlukan saja yang mampu menembusnya. Ikut menentukan warna dalam penataan cahaya adalah temperatur sinar itu sendiri. Temperatur yang diperlukan untuk video warna berkisar antara 3.000 sampai 3.400 derajat Kelvin. Dalam penataan cahaya, lampu biasanya diletakkan di atas bang penyangga atau digantung di tempat yang telah disediakan khusus untuk itu. Maka pada saat meletakkan atau menggantungkan lampu di tempatnya, harus diteliti kembali kunci pengaman yang telah ada pada setiap penggantungan lampu. Hal demikian perlu dilakukan sebab untuk menghindari hal- hal yang tidak diinginkan. Dalam penataan cahaya pada produksi acara video terdapat berbagai istilah sebagai berikut. 1. High key lighting. Ini sejenis penyinaran untuk suatu scene yang menghasilkan gambar dengan gradasi, terutama abu=abu hingga putih. Daerah abu-abu gelap hingga warna hitam hanya kelihatan p ada daerah yang terbatas; 2. Low key lighting. Cara penyinaran untuk suatu scene yang menghasilkan gambar dengan gradasi, terutama antara abu-abuhingga hitam. Daerah abu-abu terang hingga warna putih hanya kelihatan p ada daerah terbatas; 3. Key light. Suatu sumber penyinaran terarah dan merupakan sumber penyinaran utama terhdap suatu subjek atau area tertentu; 4. Base light. Penyinaran yang menyebar; rata, dan hampir tidak menghasilkan bayangan. Cukup untuk dapat menghasilkan gambar video, kalau ditinjau dari segi teknis, tetapi masih harus ditambah dengan beberapa jenis lampu lainnya agar didapatkan gambar yang lebih artistik; 5. Fill light. Merupakan penyinaran tambahan dengan maksud tertentu, yaitu untuk mengurangi bayangan dari samping yang mungkin ditimbulkan oleh lampu jenis lainnya; 6. Cross light Penyinaran yang sama kuat ke depan subjek dari dua arah dengan sudut sama besar terhadap sumbu optis kamera pada bidang horizontal; 7. Back light. Penyinaran dari belakang subjek dengan kedudukan sejajar dengan bidang vertikal yang melalui sumbu p ada optis kamera; 8. Side back ,light. Penyinaran dari arah belakang subjek dengan kedudukan tidak sejajar dengan bidang vertikal yang melalui garis sumbu optis kamera; 9. Eye light. Penyinaran terhadap seseorang untuk menghasilkan pantulan oleh mata (atau gigi) tanpa menambah jumlah cahaya yang berarti terhadap subjek itu sendiri. Biasanya berasal dari lampu berdaya kecil yang terpasang pada kamera dan khusus dirancang untuk maksud tersebut; dan

10. Set light . Penyinaran untuk latar belakang atau set yang terpisah dari penyinaran untuk subjek utamanya. Gambar yang dipancarkan melalui layar video tidak ada bedanya dengan gambar yang dihasilkan oleh seni fotografi, yang prinsip dasar penataan lampunya pun tidak berbeda pula. Ada tiga jenis cahaya yang dihasilkan oleh ketiga jenis pemasangan lampu, masing-masing sebagai key light; back lighk dan fill light. Key light merupakan cahaya utama yang menyinari subjek, fill light di,pergunakan untuk menghilangkan cahayayang ditimbulkan oleh key light tersebut, sedangkan back light dipergunakan bagi seluruh dimensi gambar. Apabila tidak mempergunakan back light ini, gambat yang dihasilkanakan datar, tidak tajam, atau tidak berbentuk. Dalam menentukan posisi ketiga jenis lampu ini, harus mempertimbangkan hubungan antara posisi kamera dengan subjeknya. Key light rroerupakan sinar utama yang dipergunakan sebagai cahaya yang ditWukan kepada subjek dan sebagai akibat penyinaran ini timbul bayangan. Penempatan key light pada sudut 20 40 ke samping kin atau: kanan nose line, dan 30 40 di atas subjek: Biasanya, sinar yang digunakan p ada key light ini, merupakan seberkas sinar dari hard light dan terfokus pada subjek, bila yang dikehendaki timbulnya efek dramatik. Banyaknya sumber cahaya untuk key light, tergantung dari banyaknya sudut pengambilan kamera. Karena itu, dalam pengaturan sumber cahaya diatur dari beberapa arah dengan berbagai intensitas. Telah disinggung di depan bahwa penyinaran dengan key light ini akan menimbulkan bayangan, tetapi dapat pula memberikan tekanan pada segi yang menarik dari wajah subjek dan membantu membentuk dimensi pada kepala dan wajah subjek. Di samping itu, penyinaran ini juga mendukung desain dengan membawakan arah penyinaran yang ingin ditunjukkan. Misalnya, cahaya dari jendela, lewat pintu atau dari langit-langit suatu ruangan. Fill light digunakan untuk mengurangi atau kalau mungkin menghilangkan sama sekali bayangan yang ditimbulkan oleh key light Fill light dapat menghilangkan kesan wajah keras, dengan cara mengurangi kontras yang disebabkan oleh key light Pemasangan fill light harus 30 di sebelah view line dan berlawanan dengan posisi key light, dan dari posisi ini fill light akan menipiskan bayangan tadi. Back light yang dipasang p ada sisi lain dari key light atau dipasang di belakang, tepat di tengah-tengah dan membentuk garis pada hidung, yang disebut nose line, karena back light dipasang di belakang subjek, kamerawan dalam menempatkan kameranya jangan sampai merigarahkan lensa tersebut ke cahaya yang datang dari back light ini. Penyinaran melalui back light ini akan membentuk garis tepi dari bentuk subjek, sehingga memisahkannya dari latar belakang. Untuk menghasilkan pemisahan brightness ini, back light merupakan hard light dan terarah,serta intensitasnya relatif tinggi. Latar belakang subjek yang gelap cukup terpisah apabila kita gunakan intensitas back light vang lebih rendah. Hal ini nyata sekali bila dibandingkan dengan back light yang latar belakangnya terang. Seperti telah diuraikan di depan, bahwa fungsi fill light id adalah untuk mengurangi bayangan akibat dari key light Ini jelas terlihat kalau kita menyinaii sebuah kubus seperti gambar berikut. Sekarang bagaimana kalau subjek tidak hanya seorang? Apakah back light, key lighit dan fill lightmasing- masing cukup sebuah? Demikian pula, apakah salah satu lampu yang telah dipasang dapat berfungsi ganda bagi subjek lainnya? Hal tersebut dapat saja terjadi sepanjang intensitasnya masih memenuhi kebutuhan. Penataan lampu dapat juga memberikan kesan tertentu. Penataan lampu dapat juga diatur untuk mendapatkan berbagai efek, baik efek yang

bersifat artistik, yang umumnya digunakan untuk acara musik dan hiburan lainnya, maupun efek dramatis. Untuk acara siaran kata jarang digunakan efek ini. Pada siaran pendidikan, yang mengetengahkan tentang bahasa asing dengan selingan lagu-lagu asing, kadang-kadang digunakan pula efek lampu ini. Ini dimaksudkan agar penonton njadi lebih santai dalam mengikuti acara selanjutnya. Untuk mendapatkan penyinaran yang seimbang antara ketiga unsur penyinaran, key light, fill ligh4 dan back lighi; harus artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada perbandingan tertentu, yaitu sebesar 3 untuk backlighi; 2 untuk keylight, dan 1 untuk fill light Backlight-lah yang tertinggi, karena agar dapat memisahkan subjek dengan dekorasi, sehingga gambar tidak terlihat menempel. Akibat perkembangan teknologi elektronika, penggunaan kamera video tidak hanya terbatas untuk di studio saja. Sekarang, telah berkembang penggunaan kamera video jinjing ENG (electronic news gettering), yang tidak hanya digunakan untuk peliputan berita, melainkar_ digunakan juga untuk memproduksi acara nonberita di luar studio. Dengan penggunaan kamera jinjing untuk memproduksi acara nonberita, menjadikan gerakan kamera lebih bebas dan lincah. Hal ini juga sering menimbulkan masalah bagi tata pencahayaan, karena untuk pengambilan gambar di luar studio pencahayaan lebih mengandalkan pada sinar matahari, sehingga akhirnya cahaya yang dibutuhkan bagi subjek sering tidak merata terkena bayangan pohon atau bayanganbayangan lain. Kondisi seperti tersebut di atas menyebabkan bagian wajah subjek menjadi gelap. Untuk mengatasinya digunakan refleksi cahaya yang dihasilkan oleh reflektor. Refleksi cahaya ini diarahkan ke bagian wajah yang gelap, sehingga berfungsi sebagai fill light Reflektor tersebut dapat dibuat secara sederhana dengan bahanbahan yang ada di pasaran. Cara membuatnya sebagai berikut. Buat bingkai dengar, ukuran tertentu; Bingkai ditutup dengan tripleks atau playwood dengan ukuran yang sama dengan bingkai dilekatkan pada bingkai. Bingkai dilapisi kertas timah atau alminium foil. Teknis penggunaannya dapat dilihat pada gambar di bawah ini.