Anda di halaman 1dari 9

PENDAHULUAN

Latar belakang : 1. Sejak 1970-an hingga kini prasarana bangunan air untuk irigasi sudah ribuan yg dibangun,contohnya bendung tetap dari pasangan batu. 2. Sebagian bendung mengalami kerusakan akibat berbagai masalah, misal penggerusan setempat dihilir bendung, gangguan angkutan sedimen dan sampah,serta sampai hancurnya bangunan tsb. 3. Sehingga perlu penanganan terhadap bendung yang bermasalah dalam hal merancang, mendesain bendung sebagai kontribusi sebagai seorang teknik sipil.

Maksud pembangunan Bangunan Bendung :


Memenuhi kebutuhan air bagi pertanian dengan prasarana penyedia dan pengambil airnya Bendung adalah suatu bangunan yang dibangun melintang sungai untuk meninggikan muka air sungai dan atau membendung aliran sungai sehingga aliran sungai bisa disadap dan dialirkan secara gravitasi ketempat yang memerlukannya Type bendung dapat dibedakan dengan bendung tetap dari pasangan batu, beton, bendung gerak dengan pintu sorong atau pintu radial, bendung kembang kempis dan sebagainya

TINJAUAN SISTEM IRIGASI


1. 2. 3. 4. Sejarah Irigasi dan Bendung Pengertian dan Maksud Irigasi Sistem Irigasi di Indonesia Tinjauan Sistem Irigasi di Jepang

1. SEJARAH IRIGASI DAN BENDUNG

Indonesia sejak jaman Hindu sudah ada pembangunan prasarana irigasi walaupun sederhana, misalnya irigasi Subak di Bali, irigasi2 kecil di Jawa,dan adanya sistem pendistribusian air di Minangkabau. Dan selanjutnya irigasi mengalami perkembangan terus sampai kini Bendung Glapan di Jawa Tengah(1852), Bendung Sedadi, Bendung Nambo(1910), Bendung Kaliwadas, Sungapan, Cisadap dan lain2 Bendung di Jawa timur antara lain : bendung Pekalen(1856), bendung Umbul(1909), bendung Sampean(1883), bendung Jati dan masih banyak lagi Nah bendung dan bendungan yang ada di Kal-Sel apa saja? Coba Kalian Inventarisir!

2. Pengertian dan Maksud Irigasi

Irigasi berasal dari istilah irrigatie (bahasa Belanda),atau irrigation (b.Inggris).Irigasi dapat diartikan sebagai suatu usaha yang dilakukan untuk mendatangkan air dari sumbernya guna keperluan pertanian, mengalirkan dan membagikan air secara teratur dan setelah digunakan dapat dibuang kembali Maksud Irigasi adalah untuk mencukupi kebutuhan air bagi keperluan pertanian seperti membasahi tanah, merabuk, mengatur suhu tanah dan sebagainya

3. Sistem Irigasi di Indonesia


Sistem irigasi dibedakan dalam 3 kategori, yaitu irigasi teknis, semi teknis dan sederhana : Irigasi teknis yaitu jaringan air yang mendapatkan pasokan air terpisah dengan saluran pembuang, dan pemberian airnya dapat diukur diatur dan terkontrol pada titik tertentu. Irigasi semi teknis yaitu pengaliran air ke sawah dapat diatur, tetapi banyaknya aliran tidak dapat diukur. Irigasi sederhana yaitu irigasi yang menerima bantuan pemerintah untuk pembangunan atau penyempurnaannya, tetapi dikelola dan dioperasikan oleh aparat desa.

3.1 PETA JARINGAN IRIGASI


3.1.1 PETA PETAK
a. Petak tersier adalah suatu unit atau petak tanah/sawah terkecil berukuran antara 50 100 ha dan mempunyai batas yang jelas. Petak sekunder adalah gabungan dari petak tersier dengan luas bergantung kepada keadaan lahan. Petak primer adalah gabungan dari beberapa petak sekunder. Dilayani oleh saluran primer di salah satu sisi atau kedua sisi sumber sungai

b.

c.

3.1.2 SALURAN IRIGASI


A. Saluran irigasi pembawa Ditinjau dari letaknya dapat dibedakan menjadi saluran garis tinggi dan saluran garis punggung. Saluran garis tinggi yaitu saluran yang ditempatkan sejurusan dengan garis tinggi/kontur. Saluran garis punggung yaitu saluran yang ditempatkan di punggung medan. Ditinjau dari jenis dan fungsi yaitu saluran primer, saluran sekunder, saluran tersier, dan saluran kuarter.
Dalam mendesain saluran irigasi dapat dilakukan dengan tata cara:
1. 2. 3. 4. Tentukan lebar dasar saluran (b) > kedalaman air (h). Bila diambil h > b maka akan terjadi proses pendangkalan saluran yang lebih cepat. Tentukan besarnya kecepatan aliran (v) yang seimbang yaitu antara V pengendapan dan v penggerusan. Tetapkan kemiringan talud Hitung kemiringan air saluran (i) dengan cara Strickler; ambil nilai kekasaran (k) yang bergantung kepada besarnay debit saluran dan jenis tanah saluran.

B. Saluran pembuang yaitu saluran yang digunakan sebagai pembuang kelebihan air yang sudah tidak digunakan dari petak sawah