Anda di halaman 1dari 41

Yanuar surya SP 0710151

Pembimimbing : dr.Savitri, Sp.KK

Bagian Dermatovenereologi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha Bandung 2012

Human Immunodeficiency
Virus

HIV AIDS
Pengertian HIV Pengertian AIDS Asal HIV / AIDS HIV/AIDS di Indonesia

Virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia

AIDS

HIV AIDS
Pengertian HIV Pengertian AIDS Asal HIV / AIDS HIV/AIDS di Indonesia

Singkatan: Acquired Immuno Deficiency Syndrome

Kumpulan berbagai penyakit akibat turunnya kekebalan tubuh

HIV AIDS
Pengertian HIV Pengertian AIDS Asal HIV / AIDS HIV/AIDS di Indonesia

1. Asal HIV/AIDS
-

belum diketahui dari mana dan kapan HIV/AIDS muncul

2. Penemu HIV/AIDS
-

Dr. Luc Montaigner, dkk Dr. Robert Gallo J. Levy Komisi Taksonomi International

HIV AIDS
Pengertian HIV Pengertian AIDS Asal HIV / AIDS HIV/AIDS di Indonesia

3300 3000 2700 2400 21 00 1 800 1 500 1 200 900 600 300 0
465 382 96 105 83 126 71 69 277 18 4 5 4 4 6 137 208 41 13 17 23 4 9 769 403 591 178 1172 732 648 1904 2864 2720 2552

- Kapan kasus pertama kali ditemukan - Perkembangan hingga saat ini (lihat grafik di bawah) - Fenomena gunung es
3000 2700 2400 21 00 1 800 1 500
1371 1525

HIV

Cumulative

AIDS

Cumulative

168

1 200
144

900 600 300 0


2 2 2 4 3 7 5 178 74 227 274 47 32 34 12 10 17 16 20 119 153 87 67 51 34 12 24 452 219 671 345

1016

1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004

355 154

1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004

Sistim kekebalan tubuh


Di dalam tubuh kita terdapat sistem kekebalan tubuh yang ber fungsi untuk melindungi tubuh ter hadap serangan benda asing seper ti bakter i, virus, parasit, dan jamur

Tertular

PERKEMBANGAN DARI HIV MENJADI AIDS


Periode Jendela

HIV +

AIDS

3 - 6 BULAN

3 - 10 TAHUN

1 - 2 TAHUN

HIV/AIDS Tahap perubahan HIV AIDS


Fase Fase Fase Fase

1 2 3 4
Umur infeksi: 1 6 bulan Belum terdeteksi tes darah Belum terlihat gejala fisik

HIV/AIDS Tahap perubahan HIV AIDS


Fase Fase Fase Fase

1 2 3 4
Umur infeksi: 2 10 tahun Sudah terdeteksi tes darah Belum terlihat gejala fisik Sudah dapat menularkan

HIV/AIDS Tahap perubahan HIV AIDS


Fase Fase Fase Fase

1 2 3 4
Umur infeksi: variatif Sudah terlihat gejala (sakit) Belum disebut AIDS

Tahap perubahan HIV AIDS


Fase Fase Fase Fase

HIV/AIDS

1 2 3 4
Umur infeksi variatif Muncul infeksi oportunistik Sudah disebut AIDS

Stadium klinis HIV


Stadium 1 Asimptomatik
- Tidak ada penurunan berat badan -Tidak ada gejala atau hanya -Limfadenopati Generalisata Persisten

Stadium 2 Sakit ringan


-Penurunan BB 5-10% -ISPA berulang, misalnya sinusitis atau otitis -Herpes zoster dalam 5 tahun terakhir -Luka di sekitar bibir (keilitis angularis) -Ulkus mulut berulang -Ruam kulit yang gatal (seboroik atau prurigo -PPE) -Dermatitis seboroik -Infeksi jamur kuku

Sumber : Depkes RI, 2007

Cont . .
Stadium 3 Sakit sedang
-Penurunan berat badan > 10% -Diare, Demam yang tidak diketahui penyebabnya, lebih dari 1 bulan -Kandidosis oral atau vaginal -Oral hairy leukoplakia -TB Paru dalam 1 tahun terakhir -Infeksi bakterial yang berat (pneumoni, piomiositis, dll) -TB limfadenopati -Gingivitis/Periodontitis ulseratif nekrotikan akut -Anemia (Hb <8 g%), netropenia (<5000/ml), trombositopeni kronis (<50.000/ml)

Stadium 4 Sakit berat (AIDS)


-Sindroma wasting HIV -Pneumonia pnemosistis*, Pnemoni bakterial yang berat berulang -Herpes Simpleks ulseratif lebih dari satu bulan. -Kandidosis esophageal -TB Extraparu* -Sarkoma kaposi -Retinitis CMV* -Abses otak Toksoplasmosis* -Encefalopati HIV -Meningitis Kriptokokus* -Infeksi mikobakteria non-TB meluas

Patogenesis

Dimana Virus HIV hidup?

cairan sperma
cairan vagina darah air susu ibu

Bagaimana penularan HIV?

HIV dapat ditularkan dari seseorang yang terinfeksi HIV (pengidap HIV) bila seseorang yang masih sehat terpapar atau berhubungan dengan cairan tubuh pengidap HIV, seperti darah, air mani, dan cairan vagina Petugas kesehatan/petugas jenasah yang merawat penderita/jenasah dan terpapar cairan tubuh penderita/ jenasah tanpa menggunakan tata cara kewaspadaan universal

Berhubungan Seks

20

Tranfusi Darah

PENULARAN DARI IBU KE JANIN ATAU BAYI MELALUI ASI

Istri Tertular HIV !

Berciuman???
Bila keduanya ada luka terbuka di bagian mulut maka ada kemungkinan terjadi penularan HIV

Pernyataan yang salah seputar penularan hiv / aids


Makanan-minuman Udara,

air Serangga (nyamuk, dll) Batuk, bersin, ludah Bersentuhan Bertukar Pakaian

HIV Tidak Menular Melalui :

napza-hiv/aids-seksualitas
NAPZA

HIV/AIDS

SEKS

napza-hiv/aids-seksualitas
NAPZA
Penggunaan Jarum Suntik tdk steril

HIV/AIDS

ODHA yang menggunakan Napza mengalami percepatan memasuki fase AIDS

SEKS

napza-hiv/aids-seksualitas
NAPZA
Kesadaran atau Gairah seks

HIV/AIDS
HUS bebas + tidak aman

SEKS

Bagaimana mengetahui

Tes darah Syarat tes Prosedur tes

Bagaimana mengetahui

Tes darah Syarat tes Prosedur tes

Ada dua tes (bisa pilih) : Tes Elisa Tes Western Blot

Bagaimana mengetahui

Tes darah Syarat tes Prosedur tes

Syarat: Rahasia Disertai konseling Sukarela

Bagaimana mengetahui

Tes darah Syarat tes Prosedur tes

PENCEGAHAN PRIMER (PRIMARY PREVENTION)


(ABSTINENSI), artinya absen seks atau tidak melakukan hubungan seks bagi orang yang belum menikah (Condom), artinya mencegah penularan HIV dengan memakai kondom. bila salah satu pasangan telah terinfeksi HIV (Be Faithfull), artinya bersikap saling setia kepada satu pasangan seks (tidak bergantiganti) (Drug No), artinya dilarang menggunakan Narkoba suntik

A Konsep

ABCD
C D

Pencegahan Khusus
Konseling dan Tes HIV sukarela bagi yang beresiko Hindari pemakaian peralatan tajam secara bergantian (jarum suntik, jarum tato, jarum tindik, pisau cukur) Kewaspadaan universal bagi petugas * APD (sarung tangan, jubah, masker) * Cuci tangan sebelum dan sesudah tindakan * Disfeksi dengan larutan klorin * Penanganan limbah

Pengobatan
Belum ada obat Jenis obat yg ada

Pengobatan
Belum ada obat Jenis obat yg ada

Belum ada obat yang menyembuhkan. Baru ada obat yang menghambat virus

Pengobatan
Belum ada obat Jenis obat yg ada

1. Antiretroviral menghambat virus berkembang biak


2. Infeksi oportunistik mengobati penyakit lain (yg muncul sbg efek samping kekebalan tubuh rusak)

Terapi pada ODHA dewasa


Stadium Klinis 1 Terapi antiretroviral dimulai bila CD4 <200
2 Bila tersedia pemeriksaan CD4

(Depkes RI, 2007)

Jika tidak tersedia pemeriksaan CD4


Terapi ARV tidak diberikan Bila jumlah total limfosit <1200

Jumlah CD4 200 350/mm3, pertimbangkan terapi sebelum CD4 <200/mm3. Pada kehamilan atau TB: Terapi ARV dimulai tanpa Mulai terapi ARV pada semua ibu hamil memandang jumlah dengan CD4 350 limfosit total Mulai terapi ARV pada semua ODHA dengan CD4 <350 dengan TB paru atau infeksi bakterial berat Terapi ARV dimulai tanpa memandang jumlah CD4

Terapi ARV

(Depkes RI, 2007)

Prognosis
Quo ad vitam Quo ad functionam Quo ad sanationam

: ad malam : ad malam : ad malam