Anda di halaman 1dari 9

Bahtera Itu Kini Tlah Pergi Jauh

Menuju Tempat Terakhir Tuk Berlabuh


(Taziyyah atas wafatnya Abu Sholih Muhammad Al Makkiy Al Indonesiy )

Goresan Pena:
Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Qudsi Al Indonesiy

Di Markiz Dakwah Salafiyyah Darul Hadits Dammaj Yaman

: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25
(1) (2)

Malam makin larut, Suasana hening, Di Dammaj masih terusai dikepung RoDatanglah kabar waBagai palu hantam Benarkah itu waIya benar! Itu Muhammad As Sunniy telah wafat menghakarna sakit dada Sendi badan ini kehilangan sodaKita bersahabat Sebentar sekali yang melesat dari atau air gunung Memanglah amat ceTapi jangka waktu insya Alloh jadi Ana jadi tahu dari Indonesia Antum aktif bantu dengan berbagai meserta lewat situs

suara melirih. pendengaran jernih. sisa rasa letih fidhoh dengan gigih. fatnya Abu Sholih(1) tanpa belas kasih. hai Kakak terkasih? (2) bukan kabar salah! yang tinggal di Makkah dap Robbul Bariyyah yang membikin payah(3). terasa melemah ra yang seaqidah. berapa bulankah? bagai anak panah busur dengan gagah menuruni lembah. pat kita terpisah. yang singkat itu, Bah masa penuh berkah. ada sunniy gagah yang di Suudiyyah. penyebaran dakwah tode juga langkah, Ulum Salafiyyah,

Abu Sholih Muhammad Al Makkiy Al Indonesiy . Berita ini datang dari kakak ana di Indonesia di tengah malam. (3) Demikianlah kabar setelah ana menelpon Akh Ali Mutsanna , dan bahkan beliau menambahkan ada satu lagi anggota keluarga Abu Sholih yang meninggal, . semoga Alloh menyatukan semuanya dalam rohmah-Nya dan barokah-Nya di dunia dan akhirat.

26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57

membela dakwah Sabongkar kebatilan Bagian dari jiSekarang tugasmu saat ruh dan badan Ajal tak bisa berTelah datang waktu Para hamba Alloh Kepada PenguaTapi para setan Di lembah terdengar Moga yang menjemput tamu yang cemerlang sambut ruhmu dengan dimasukkan kafan Malaikat terbang Moga Alloh ridho terangi kuburnya hidup tentram tanpa kumpul dengan para dengan hidangan Jantambah air minum Moga ahli waris Yang lebih manfaat Perbanyak mohon amagar ruhnya terus Lalu lanjutkanlah dengan semangat yang hati dihiasi Tetap laju dengan menjaga murninya dari noda syirik,

laf dari hizbiyyah, para mubtadiah. had fi sabilillah. telah usai sudah, sudah harus pisah. kurang atau tambah. untuk sholat Shubuh berangkat tak jenuh sa jagat bersimpuh. enggan dan tak patuh. lolong anjing riuh. Antum, Aba Sholih dengan baju putih hormat penuh kasih, yang harum dan bersih. cepat tanpa letih. amal Abi Sholih, dengan dian putih, rasa takut sedih, arwah suci bersih, nah yang enak gurih, yang lezat dan jernih. tidak terus susah sekarang adalah: punan untuk ayah diliputi rohmah perjuangan dakwah jangan sampai punah, tawakkal dan pasrah. panji Salafiyyah, Millah Islamiyyah masiyat dan bidah:

58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93

Wahai umat Islam, Jaga kemurnian hanya Alloh saja Cuma milik Alloh: Jika dikerjakan Jangan tertipu dekarena yang sering makar setan untuk Jika Anda ingin cukuplah dalil dadengan bimbingan daDemikian pula Ikutilah sunnah, Islam jangan dikukar'na Islam ini penuh ilmu, keseYang ketiga wahai Segala maksiat jangan sampai Alloh datang bencana dan atau tanpa berkah Atau mati tanpa Kematian yang jeAtau masuk Jahim, Geraman Jahannam Orang bersimpuh deSifat Jahannam memBunga apinya membagai onta kuning, Fasilitas di neMinumannya air Tidak enak bahkan Makanannya buruk Bajunya panas daSelimutnya dari

wahai para Ikhwah! kalimah syahadah, yang berhak disembah. qurban, haji, sholah. di kuburan, tak sah. ngan benda bertuah, terjadi adalah merusak aqidah. mencari barokah ri Quran dan Sunnah, ri Salaful Ummah. di dalam ibadah jangan bikin bidah. rang atau ditambah, sempurnalah sudah, lamatan dan hikmah. Ummah Islamiyyah: juga hindarilah, timpakan amarah, berbagai musibah di sakit yang parah. bisa bersyahadah. lek, naudzubillah! hidup amat susah. bikin lutut goyah, ngan hati yang resah. bikin hati pecah buat terperangah, dan istana megah. raka bikin gundah panas juga nanah, bikin hangus wajah. bikin perut pecah. ri cairan timah. api bikin gerah.

Bukan cuma gerah, dagingnya meleleh!

94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126

Bukan sekedar sun- dutan rokok cengkeh! Sadarlah, ini bu- kan perkara remeh! Banyaklah menangis, bukannya terkekeh! Matahari telah lewat garis tengah disambut panggilan yang lantang menggugah Menyusuri datar- an tinggi dan rendah. Adapun orang yang Tempat tinggal dia Perkebunan asri, Juga warna warni Dengan cita rasa Di atas sungai aDari emas perak Penuh permata yang Kemilau hijau, kuDalam istana kadisambut si cantik bidadari yang aPelayan datang dejuga daging lezat, ada juga beraTanpa ada cekcok, Inilah kehidupdalam Jannah yang senTapi jangan ketingnikmah yang tertinggi melihat keindahJuga dapat ridho, Demikian sekimoga bikin hati Sekarang kembali sabar dalam thoah adalah di Jannah. tanamannya indah. bunga yang merekah. beraneka buah. da istana megah yang tak pernah musnah bikin terperangah ning, ungu dan merah. marnya amat mewah, yang penuh gairah, yunya terus nambah. ngan aneka buah, dan kacang yang renyah, gam minuman mewah. semuanya ramah. an yang penuh berkah, tosa dan sakinah. galan satu nimah, bagi Ahlul Jannah: an wajah Al Ilah. tidak kena marah. las gambaran Jannah, kita tambah cerah. ke pokok masalah.

O sebentar dulu, mana para ikhwah? Adam Ambon dan A- min Abu Dujanah,

127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162

yang membela Islam Abu Haidar dan Shoyang gugur membentengJuga Abdul Ghofur, menjemput ajal hingMoga semuanya Hidup tenang, tentram, Robbi, sampaikan saWafatnya mereka hati terguncang dan Tapi kami ridho dan berharap mereWahai sodaraku, teruslah berjalan, membantu Thoifah nama jadi harum sekaligus jadi ganjarannya sampai Maka jangan sampai ujian jangan memPerdalamlah ilmu Roda perjuangan masuk medan dengan menggoncang benteng mumenyibakkan kabut dengan semangat yang hati dihiasi La haula wala quwTapi hati-hati, Gemerlapnya dunia Banyak tokoh runtuh terkena jebakan yang ditawarkan ademi gaet mangsa Terkadang dilengkapbikin hati goncang,

hingga simbah darah. lih si ahli sholah, i Islam dan Sunnah. pemberani gagah, ga berkalang tanah. telah dapat Jannah penuh dengan nimah. lamku pada ikhwah. bikin kami susah, air mata tumpah. dengan taqdir Ilah, ka dapat syahadah. Sholih putra Abah, lanjutkanlah langkah, Manshuroh Najiyyah, di sisi Al Ilah, pahala jariyah, kepada sang ayah. roda itu patah, bikinmu menyerah. dan kokohkan langkah. gagah menjelajah, jiwa istiqomah, suh bagai air bah, talbis dengan hujjah, jangan sampai punah, tawakkal dan pasrah, wata illa billah. jangan sampai lengah! penuh dengan fitnah. amalannya bubrah kehidupan mewah gen hizbiy yang ramah, obral senyum murah. i si bibir merah tidur juga susah.

163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192

Apalagi jika tidak pernah puas, maka fitnah itu Setan siap pesta atas runtuhnya si Di akhir Zhuhur amenerpa pepohonGerimis kecil muDi puncak gunung suOrang sudah usai Waktu Asar yang siHentikan ambisi, Hati yang terlena Palingkan jiwamu Arahkan kepada Perbanyaklah sholat, teruslah berkumpul yang sibuk belajar yang tak banyak ngobrol Dengan cara ini bahwa bunga iman

hati memang srakah slalu minta tambah, jadi lengkap sudah. membikin walimah dai Salafiyyah. ngin terus mendesah an dan atap rumah lai sapa tanah dah mulai basah. sholat berjamaah nar surya melemah. ini lampu merah! segera digugah! dari tempat sampah! Sang Pemilik Jannah. dzikir dan sedekah, dengan Ahlissunnah Al Quran dan Hikmah, tentang rumah megah. harapan membuncah segar dan merekah.

Cahaya mentari semakin melemah, diiringi jubah malam yang merambah. Waktu Maghrib tiba tuk sholat jamaah. Wahai sodaraku, Teruskan langkah jaakan onak duri Aral dan rintangan Di langit yang tinggi harapan umurmu putra Abi Sholih, ngan banyak merintih yang menusuk perih. tebas dengan gigih. mentarimu putih masih akan lebih.

193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225

Tapi kan datang maTamu terakhir yang untuk membikin ruh Jangan benci dia, Tapi cintailah Maka bekal akhiMasa muda jangan Jangan diisi deseperti akhlaq olalai hingga masuk Beda sekali dedemi bela Islam Dengan wajah gembiTipe macam tadi yang celaka di aHendaknya kita maYang selalu awas Maka agamamu Teruslah perkuat Telah lama kapal Bahtera tua yang Makin tanpa kecil Makin panjang jarak Kadang dengan angin, untuk sampai tempat Seiring sinar surTanda kerajaan Moga tiba di JanMaafkan diriku, Ana amat lambat Ana sedang sakit Harus mengurung diIni cuma udzur,

laikat yang gagah tak mungkin dicegah, dan badan terpisah. itu cuma printah. jumpa dengan Ilah. rat harus ditambah. membikin terkecoh ngan yang tak senonoh rang yang sangat bodoh, ke dalam maqbaroh. ngan Sunniy yang roboh di puncak Barroqoh. ra menghadap Alloh. sudah banyak contoh khir hayat. Iya toh? lu kepada Alloh dan tidak terkecoh jangan sampai roboh hingga makin kokoh. itu angkat sauh semakin menjauh di laut yang keruh. pemisah ditempuh kadang dengan gayuh terakhir berlabuh. ya yang makin luluh siang telah rapuh. nah yang sangat teduh. wahai putra Abah mengirim kalimah. dan merasa payah. ri di dalam rumah. bukan keluh kesah.

226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237

Adzan Isya telah memenuhi lembah Diiringi lolong anjing riuh rendah. Di puncak gunung a- ngin terus mendesah. Wahai sodaraku Itu tadi hanya yang tak seberapa Tapi meskipun ungmoga masih bisa berupa nasihat Semoga sholawat Untuk Muhammad sang Ana tutup dengan yang pantang menyerah sekedar hadiah dan harganya murah. kapanku tak indah menghasilkan buah yang membawa berkah dan salam tercurah pembawa risalah. bacaan hamdalah.

. Dammaj, 17 Robiuts Tsani 1433 H Ditulis oleh Abu Fairuz Abdurrohman Al Indonesiy