Anda di halaman 1dari 26

Perbandingan Efek Samping Obat Kimia dan Obat Bahan Alami

Disusun oleh : Nunung Naruti

Direvisi oleh
NAMA :
DIAN EKA PUTRI MANGEDONG HILDA PUTRI HANDAYANI

KELAS :

XII IPA 2

HALAMAN PENGESAHAN
Karya Tulis Ilmiah Remaja sebagai tugas kelompok pada semester genap tahun 2010/2011 yang dibuat berdasarkan latar belakang dari perbandingan efek amping obat kimia dan obat alami. Disusun oleh : Nama : Nunung Naruti Direvisi oleh : Nama : 1. Dian Eka Putri Mangedong 2. Hilda Putri Handayani Kelompok/ kls : IX / XII IPA 2 Telah disahkan dan disetujui oleh : Mengetahui Kepala Sekolah Guru Pembimbing

Drs.Abbas Pandi Nip. 19541231 198303 1 231

Dra. Herlina Sulaiman Nip. 19621018 198603 2 012

Kata Pengantar
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah mengaruniakan segalanya sehingga semua halangan dan berbagai masalah yang lain selama penyusuna Karya Tulis Ilmiah dapat terselesaikan dengan baik. Dalam karya tulis ini, penulis mencoba mengangkat sebuah pokok bahasan yang berjudul Perbandingan Efek Samping Obat Kimia dn Obat Bahan alami. Makalah ini disusun, berakar dari informasi-informasi yang kami rampung dari berbagai sudut pandang buku ilmu pengetahuan, pengamatan yang telah dilakukan maupun berbagai situs internet. Semoga pembaca dapat dengan mudah memahami isi karya ilmiah ini, karena kami menyusun karya ilmiah ini dengan sederhana. Ucapan terima kasih penulis sampaikan pada Ibu guru yang telah memperhatikan dan membimbing penulis dalam penyusunan Karya Tulis ini. Dan untuk semua pihak yang secara langsung atau tidak langsung memberikan sumbangsi pemikiran. Dan hal-hal yang berguna selama penyelesaian Karya tulis ilmiah ini, diucapakan terima ksih. Seperti pepatah mengatakan, tiada gading yang tak retak, demikian juga karya ilmiah ini tak luput dari kekurangan. Akhirnya, penulis berterimakasih sebelumnya kepada pembaca yang bersedia memberikan sumbang saran dan kritik untuk perbaikan karya tulis ilmiah ini.

Makassar, Januari 2011

Perevisi/Pengedit

Daftar Isi
HALAMAN JUDUL 1 HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................................... 2 KATA PENGANTAR ...................................................................................................... .3 DAFTAR ISI .................................................................................................................... .4 Bab I : Pendahuluan A. Latar belakang ................................................................................................ 6 B. Rumusan Masalah .......................................................................................... 7 C. Tujuan Penelitian............................................................................................ 7 D. Manfaat Penelitian ......................................................................................... 8 Bab II : Kajian Pustaka dan Kerangka Pikir A. Kajian Pustaka .............................................................................................. 9 B. Kerangka Pikir .............................................................................................. 14 Bab III : Metodologi Penelitian A. Materi Penelitian.. ........................................................................................ 15 B. Metode Penelitian ........................................................................................ 15 C. Metode Pengambilan Sampel ...................................................................... 15 D. Tehnik Pengumpulan Data .......................................................................... 15 E. Populasi dan Sampel .................................................................................... 15 F. Tehnik Analisis & Pengolahan Data ............................................................ 16 Bab IV : Hasil dan Pembahasan A. Hasil ............................................................................................................. 18

B. Pembahasan ...................................................................................................24 Bab V : Penutup A. Kesimpulan................................................................................................... 25 B. Saran............................................................................................................. 25

DAFTAR PUSTAKA................................................................................................... 26 LAMPIRAN .................................................................................................................27 BIODATA PENULIS................................................................................................... 28

BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG Obat mempunyai makna, bahan atau zat yang berasal dari tumbuhan, hewan, mineral, maupun zat kimia tertentu yang bertujuan, untuk mengurangi rasa sakit, memperlambat proses penyakit dan atau menyembuhkan penyakit. Namun jika melihat kenyataan yang terjadi sekarang, obat bukan menjadi alternatif utama untuk penyembuhan penyakit tetapi menjadi akar dari pemunculan penyakit. Obat ada yang bersifat tradisional/alami yaitu obat yang berasal dari tumbuhan yang diproses/ diekstrak sedemikian rupa sehingga menjadi serbuk, pil atau cairan yang dalam prosesnya tidak menggunakan zat kimia dan ada yang telah melalui proses kimiawi atau fisika yang dikenal sebagai obat kimia. Obat alami sudah dikenal dan digunakan di seluruh dunia sejak beribu tahun yang lalu. Di Indonesia, penggunaan obat alami yang lebih dikenal sebagai jamu, telah meluas sejak zaman nenek moyang hingga kini dan terus dilestarikan sebagai warisan budaya. Bahan baku obat alami ini, dapat berasal dari sumber daya alam biotik maupun abiotik. Sumber daya biotik meliputi jasad renik, flora dan fauna serta biota laut, sedangkan sumber daya abiotik meliputi sumber daya daratan, perairan dan angkasa dan mencakup potensi yang ada di dalamnya. Indonesia tercatat sebagai negara yang kaya dengan beraneka ragam tumbuh-tumbuhan atau tanaman. Sebagai negara yang beriklim tropis, Indonesia memiliki tanah yang sangat subur, sangat cocok sebagai tempat tumbuh kembangnya berbagai macam tanaman, dari berbagai macam jenis, spesies. Indonesia yang dianugerahi kekayaan keanekaragaman hayati tersebut, memiliki lebih dari 30.000 spesies tanaman dan 940 spesies di antaranya diketahui berkhasiat sebagai obat atau digunakan sebagai bahan obat Oleh karena itu, tidah heran jika bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa, memiliki keanekaragaman obat tradisional yang dibuat dari bahan-bahan alami, termasuk tanaman obat. Namun seiring dengan kemajuan teknologi dan perkembangan zaman, obat alami mulai ditinggalkan oleh sebagian besar masyarakat. Mereka lebih memilih obat-obatan kimiawi

dibandingkan obat alami. Hal ini disebabkan karena obat-obatan yang diolah secara kimiawi lebih awet dan juga reaksi penyembuhannya lebih cepat. Seiring dengan lebih dominannya peminat obat kimia dibanding obat alami, muncul pula banyak pendapat ataupun kehati-hatian konsumen mengenai efek efek samping yang dihasilkan kedua obat tersebut. Berangkat dari masalah tersebut, penulis bermaksud untuk mencari kejelasan akan efek samping dari obat alami dan obat kimia yang kini menjadi problema khusus dikalangan konsumen obat. Oleh karena itu, penulis mengangkat judul Perbandingan Efek Samping Obat Kimia dan Obat Bahan Alami B. RUMUSAN MASALAH 1. Apakah obat kimia dan obat bahan alami berpotensi menimbulkan efek samping ? 2. Bagaimana perbandingan efek samping obat kimia dengan obat bahan alami ? 3. Apa contoh obat kimia dan obat bahan alami yang menimbulkan efek samping ? C. TUJUAN PENELITIAN 1. Untuk mengetahui obat kimia dan obat bahan alami berpotensi menimbulkan efek samping. 2. Untuk mengetahui perbandingan efek samping obat kimia dengan obat bahan alami.

3. Untuk mengetahui contoh obat kimia dan obat bahan alami yang menimbulkan efek samping D. MANFAAT PENELITIAN 1. Bagi Siswa a.Siswa mendapat pengalaman lagi menyusun karya ilmiah. b.Siswa mendapatkan wawasan baru dalam hal kesehatan. 2. Bagi masyarakat a. Masyarakat mendapatkan informasi tentang efek samping obat alami dan obat kimia b. Masyarakat dapat memilah obat untuk meyembuhkan dan obat yang menimbulkan efek

samping. 3 . Bagi bidang kesehatan a. Dalam bidang kesehatan, dapat lebih memperhatikan keselamatan konsumen obat. b. Dalam bidang kesehatan, dapat memperhatikan efek samping yang ditimbulkan obat alami dan obat kimia.

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR


A. KAJIAN PUSTAKA 1. OBAT Menurut pengertian umum. Obat dapat didefenisikan sebagai bahan yang menyebabkan perubahan dalam fungsi biologis melalui proses kimia.sedangkan defenisi yang lengkap, obat adalah bahan atau campuran bahan yang digunakkan pengobatan,peredaan ,pencegaan,atau diagnose suatu penyaki,kelainan fisik atau gejala-gejalanya pada manusia atau hewan, atau dalam pemulihan,perbaikan atau pengubahan fungsi organic pada manusia atau hewan.obat dapat merupakan bahan yang disintesis dalam tubuh (misalnya : Hormon , vitamin D ) atau merupakan bahan-bahan kimia yang tidak tersintesis dalam tubuh.pengawasan obat dan makanan atau department kesehatan, terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan diantaranya : Kondisi obat apakah masih baik atau sudah rusak. Perhatikan tanggal kadaluarsa obat. Membaca dan mengikuti keterangan yang tercantum pada obat atau petunjuk penggunaan obat. Efek samping ( efek yang timbul, efek yang bukan diinginkan ) Dosis obat Cara penyimpanan obat

2. OBAT KIMIA Yang dimaksud dengan obat kimia adalah obat yang berasal dari zat kimia, tertentu yang dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit dan memperlambat pertumbuhan penyakit. - Kelemahan Obat - Obatan Kimiawi 1. Efek samping. Terdapat efek samping dari obat kimia yang bisa berupa efek samping langsung maupun tidak langsung atau terakumulasi. Hal ini terjadi karena bahan kimia bersifat anorganik dan murni sementara tubuh bersifat organik dan kompleks. Maka bahan kimia bukan bahan yang benar-benar cocok untuk tubuh. Penggunaan bahan kimia pada tubuh dianggap sebagai sesuatu yang tidak terhindarkan dan digunakan secara terbatas yang dapat diterima dan ditoleransi oleh tubuh.

2. Sering kurang efektif untuk penyekit tertentu. Beberpa penyakit memang belum ada obatnya, obat yang ada hanya bersifat simptomatik dan harus diminum seumur hidup. Beberapa penyakit belum diketahui penyebabnya. Banyak pasien secara rutin pergi ke dokter tanpa perbaikan yang signifikan bahkan semakin buruk keadaannya. 3. Harga yang mahal karena faktor impor. Hampir semua obat kimia yang kita gunakan berasal dari luar. Hal ini terjadi karena untuk menghasilkan obat kita membutuhkan teknologi tinggi, biasa investasi yang tinggi dan waktu penelitian yang lama. Alasan lain dai impor obat adalah perlunya kepercayaan atas produsen obat. Sampai saat ini kepercayaan terutama ada pada beberapa negara yang dikenal produsen obat. Bahan mahal yang diipor terdiri dari obat jadi, bahan baku obat, bahan pengemas obat, teknologi, peralatan dan mesin-mesin, tenaga ahli dan tenaga terampil. Tingginya harga terjadi karena impor menggunakan mata uang asing yang berfluktuasi sesuai kurs dan juga membuat ketersediaan tidak menentu.

3. OBAT ALAMI A. PENGERTIAN OBAT ALAMI Yang dimaksud dengan obat alami adalah sediaan obat, baik berupa obat tradisional, fitofarmaka dan farmasetik, dapat berupa simplisia (bahan segar atau yang dikeringkan), ekstrak, kelompok senyawa atau senyawa murni yang berasal dari alam, dan khusus dalam karya ilmiah ini yang dimaksud dengan obat alami adalah obat asal tanaman. Obat alami dapat pula didefinisikan sebagai obat-obatan yang berasal dari alam, tanpa rekayasa

atau buatan, bisa berupa obat yang biasa digunakan secara tradisional, namun cara pembuatannya dipermodern. Apabila obat tersebut diperuntukkan bagi hewan maka obat alami tersebut diberi keterangan tambahan untuk hewan. Pada tabel di bawah ini dapat dilihat daftar beberapa tanaman obat yang mempunyai prospek pengembangan yang potensial.
No. 1. 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Tanaman Temulawak (Curcuma xantorrhiza oxb) Kunyit (Curcuma domestica Val) Bawang putih (Allium sativum Lynn) Jati Belanda (Guazuma ulmifolia Lamk) Seledri (Apium graveolens Linn) Sirih (Piper betle Linn) Bayam (Amaranthus tricolor L) Jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swiqk) Daun Salam (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp.) Lengkuas (Alpinia galanga, Linn., Willd.) Jahe (Halia) (Zingibers officinale Rosc) . Sambiloto (Adrographis paniculata Nees) Pepaya (Carica papaya Linn) Kegunaan Hepatitis, artritis Hepatitis, artritis, antiseptik hiperlipidemia Daun Anti hiperlipidemia Daun Hipertensi Daun Antiseptik Daun dan akar Anemia, disentri, gagal ginjal Buah Antibatuk Seluruh Tanaman Diare, Maag, Kencing manis, Mabuk akibat alcohol Reumatik, Sakit Limpa,Gairah seks, Nafsu makan, Bronkhitis; Morbili, Panu Umbi Analgesik. Antipiretik, antiinflamasi Seluruh tanaman daun Antiseptik, diabetes melitus Getah Daun Biji Sumber papain Anti malaria

B. POTENSI OBAT ALAMI Di samping kebutuhan akan sandang, pangan, papan serta pendidikan, kesehatan juga merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, karena dengan kondisi kesehatan yang baik dan kondisi tubuh yang prima, manusia dapat melaksanakan proses kehidupan, tumbuh dan menjalankan aktivitasnya dengan baik. Apabila terjadi suatu keadaan sakit atau gangguan kesehatan, maka obat akan menjadi suatu bagian penting yang berperan aktif dalam upaya pemulihan kondisi sakit tersebut. Selama ini, pembangunan kesehatan meletakkan ilmu pengobatan Barat (modern) sebagai dasar sistem kesehatan nasional, begitu pula berbagai peraturan dan kebijakan lebih banyak menyangkut

obat-obatan modern. Di lain pihak, merujuk pada filosofi pengobatan Timur, eksistensi manusia tidak terpisah dari unsur alam semesta, yang meliputi air, api, tanah dan udara. Keberadaan manusia di tengah kehidupan harus dipandang secara holistik. Ketika manusia terganggu kesehatannya, harmoni kehidupannyapun terganggu. Pada saat inilah manusia membutuhkan obat untuk memulihkan kesehatannya. Berbicara mengenai obat alami, sumber penggunaannya dapat ditelusuri dari budaya dan konsep kesehatan dari beberapa prinsip pandang di antaranya Ayurveda, Cina dan Unani-Tibb (Wijesekera, 1991) Sistem Ayurveda yang berkembang di India dan kawasan Asia Tenggara menganut konsep pemulihan kesehatan berdasarkan pengembalian (restorasi) dan menjaga keseimbangan tubuh pada keadaan normal. Sistem Cina, yang berkembang di Cina, Jepang, Korea dan Taiwan, pada intinya menekankan pada pengembalian hubungan fungsional yang dinamis antar organ tubuh. Sedangkan sistem Unani-Tibb yang berkembang di Timur Tengah terutama Mesir dan Turki, berdasarkan konsep terapi yang sistematis. Di Indonesia sendiri, landasan ilmiah konsep pengobatan tradisional belum didokumentasikan secara sistematis, namun manfaatnya telah dirasakan terutama oleh masyarakat yang hidupnya jauh dari fasilitas pengobatan modern. Penggunaan tanaman obat di kalangan masyarakat sangat luas, mulai untuk bahan penyedap hingga bahan baku industri obat-obatan dan kosmetika. Namun, di dalam sistim pelayanan kesehatan masyarakat, kenyataannya peran obat-obat alami belum sepenuhnya diakui, walaupun secara empiris manfaat obat-obat alami tersebut telah terbukti. Sebagai salah satu contoh adalah penggunaan jamu sebagai obat kuat, obat pegal linu, mempertahankan keayuan, pereda sakit saat datang bulan dan lain-lain, menyiratkan penggunaan jamu yang sangat luas di masyarakat. Memang disadari, bahwa produksi jamu belum banyak tersentuh oleh hasil-hasil penelitian karena antara lain disebabkan para produsen jamu pada umumnya masih berpegang teguh pada ramuan yang diturunkan turun-temurun. Akibatnya, hingga saat ini obat tradisional masih merupakan bahan pengobatan alternatif di samping obat modern. Dengan adanya krisis moneter yang melanda Indonesia dan berlanjut menjadi krisis ekonomi yang berkepanjangan, berdampak pada melonjaknya harga obat-obatan modern secara drastis oleh karena lebih dari 90% bahan bakunya tergantung impor. Obat tradisional, yang merupakan potensi bangsa Indonesia, oleh karena itu dapat ikut andil dalam memecahkan permasalahan ini dan sekaligus memperoleh serta mendayagunakan kesempatan untuk berperan sebagai unsur dalam

sistem pelayanan kesehatan masyarakat, terlebih-lebih dengan adanya kebijakan Menteri Kesehatan RI tahun 1999 untuk mengembangkan dan memanfaatkan tanaman obat asli Indonesia untuk kebutuhan farmasi di Indonesia. Kecenderungan kuat untuk menggunakan pengobatan dengan bahan alam, tidak hanya berlaku di Indonesia, tetapi juga berlaku di banyak negara karena cara-cara pengobatan ini menerapkan konsep back to nature atau kembali ke alam yang diyakini mempunyai efek samping yang lebih kecil dibandingkan obat-obat modern . Mengingat peluang obat-obat alami dalam mengambil bagian di dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat cukup besar dan supaya dapat menjadi unsur dalam sistem ini, obat alami perlu dikembangkan lebih lanjut agar dapat memenuhi persyaratan keamanan, khasiat dan mutu.

C. Kelebihan yang Dimiliki Obat Alami : 1. Tidak ada efek samping jika digunakan pada dosis normal. Hal ini terjadi karena obat herbal tersusun oleh bahan-bahan organik yang kompleks. Dengan kata lain obat herbal dapat dianggap sebagai makanan yang berarti bahan yang dikonsumsi guna memperbaiki organ atau sistem yang rusak. Kelebihan obat herbal yang digunakan tentu menyebabkan efek samping seperti halnya kelebihan makanan. Sebagai hasilnya, sebagai kuncinya, dosis yang dianjurkan untuk penggunaan herbal adalah dosis tradisional dan sedikit dikurangkan. 2. Efektif, bahkan untuk penyakit yang sulit diobati secara medis. Berdasarkan pengalaman turun-temurun yang tertulis maupun lisan, dan kemudian dipelajari dari berbagai aspek seperti botani, kimia dan farmakologi. Pendekatan dalam penggunaan herbal ditekankan pad aspek farmakologi yang merupakan fungsi herbal tersebut dalam proses pengobatan. 3. Harga murah dan dapat ditanam sendiri. Terutama jika kita dapat menanam sendiri dengan membuat tanaman obat keluarga (TOGA) yang meliputi tanaman untuk pengobatan dan pemeliharaan kesehatan. Harga Akan meningkat jika obat herbal itu diperoleh dalam bentuk simplisia yang dikeringkan. Akan meningkat lagi jika dikonsumsi dalam bentuk the atau kapsul. Bahkan akan menjadi cukup tinggi jika dalam bentuk ekstrak.

4. Aplikasinya lebih sederhana. Jika diagnosa sudah jelas maka pengobatan dapat dilakukan di rumah dengan bantuan anggota keluarga yang lain. Bantuan dokter dibutuhkan untuk diagnosis yang benar berdasarkan data laboratorium. Rekomendasi terapi dapat diberikan oleh dokter yang juga herbalis, tetapi perawatannya bisa di rumah oleh anggota keluarga.

BAB III METODE PENELITIAN


A. MATERI PENELITIAN Materi Penelitian adalah efek samping daei obat bahan kimia dan obat bahan alami. B. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan adalah book reference (referensi buku). Dengan metode ini, data yang data yang diperoleh berasal dari sejumlah buku maupun informasi dari internet. C. METODE PENGAMBILAN SAMPEL Sampel yang digunakan adalah obat. Dimana obat dibagi menjadi dua bagian yaitu obat kimia dan obat bahan alami. D. TEKNIK PENGUMPULAN DATA Teknik pengumpulan data adalah dengan mendasar atas referensi buku serta informasi dari internet. E. POPULASI DAN SAMPEL Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. Disamping itu dapat juga diartikan populasi adalah jumlah keseluruhan dari unit analisa . Populasi dalam penelitian ini adalah obat bahan alami dan obat kimia. Sampel adlah sebagian wakil dari populasi yang diteliti. Teknik pengambilan nya dengan random purposive (sengaja). Sampel dalam penelitian adalah macam obat kimia dan obat bahan alami.

F. TEKNIK ANALISIS DAN PENGOLAHAN DATA

Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Tehnik pengolahan data, adalah sebagai berikut : Tentukan tempat pengambilan bahan Kumpulkan semua materi penelitian (sampel) yang ditemukan Simpan sampel untuk analisis data

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A. HASIL Obat yang sebenarnya dapat menjadi alternatif utama bagi konsumen dalam usaha penyembuhan, kini ternodai dengan adanya penemuan akan efek samping dari obat. Obat ada yang bersifat tradisional/alami yaitu obat yang berasal dari tumbuhan yang diproses/ diekstrak sedemikian rupa sehingga menjadi serbuk, pil atau cairan yang dalam prosesnya tidak menggunakan zat kimia dan ada yang telah melalui proses kimiawi atau fisika yang dikenal sebagai obat kimia. Seiring dengan kemajuan teknologi dan perkembangan zaman, obat alami mulai ditinggalkan oleh sebagian besar masyarakat. Mereka lebih memilih obat-obatan kimiawi dibandingkan obat alami. Hal ini disebabkan karena obat-obatan yang diolah secara kimiawi lebih awet dan juga reaksi penyembuhannya lebih cepat. Seiring dengan lebih dominannya peminat obat kimia dibanding obat alami, muncul pula banyak pendapat ataupun kehati-hatian konsumen mengenai efek efek samping yang dihasilkan kedua obat tersebut. Berangkat dari ketidakjelasan akan efek dari obat, maka muncul suatu ide bagi penulis untuk membuat suatu karya ilmiah dengan tujuan untuk mengetahui kejelasan efek samping dari masingmasing obat. Berakar dari ide tersebut, kami bermaksud mempergunakan sampel obat kimia dan obat bahan alami untuk lebih mudah membandingkan efek samping dari kedua macam obat tersebut. Berawal dari ide pembuatan karya tulis akan perbandingan efek samping dariobat bahan alami dan obat bahan kimia, maka munculah rumusan masalah yang menjadi tolak ukur kami dalam pencarian informasi akan karya ilmiah ini. Apakah obat kimia dan obat bahan alami berpotensi menimbulkan efek samping ? Bagaimana perbandingan efek samping obat kimia dengan obat bahan alami ? Apa contoh obat kimia dan obat bahan alami yang menimbulkan efek samping Dari rumusan masalah tersebut, kami memulai mencari setiap informasi yang berhubungan

dengan judul karya ilmiah ini, tidak terlepas dari variabel yang telah ada pada kerangka pikir, yang dapat menunjang untuk mengisi hasil dan pembahasan. Dan akhirnya setelah , semua data telah dianggap cukup , kami memulai usaha untuk emnjawab rumusan masalah, yang telah menjadi tolak ukur dalam mencari informasi karya tulis ilmiah ini. A. Obat kimia dan obat bahan alami berpotensi menimbulkan efek samping. Efek samping dari obat kimia dan oba bahan alami akan dibahas lebih lanjut pada penyelesaian rumusan masalah bagian dua. B. Efek samping dari obat bahan kimia dan obat bahan alami. Efek samping obat kimia Efek samping obat yang diketahui masyarakat adalah mual, muntah, pusing atau jantung berdebar-debar. Tapi ada beberapa efek samping dari obat yang terbilang cukup aneh. Sebagian besar masyarakat akan mengonsumsi obat yang memang sudah diresepkan oleh dokter. Jika semuanya berjalan lancar, maka obat akan bekerja sebagaimana yang seharusnya. Tapi pada beberapa orang tertentu terkadang obat yang diminum menimbulkan efek samping, baik atau buruknya efek samping yang timbul tergantung pada bagaimana obat tersebut digunakan. Ada beberapa efek samping dari obat yang terbilang aneh atau berbeda dari efek samping yang biasa terjadi, yaitu: 1. Amnesia. Kondisi ini terjadi jika seseorang secara tiba-tiba tidak ingat siapa dirnya atau darimana ia berasal. Biasanya amnesia yang terjadi akibat efek samping obat bukanlah amnesia total tapi kehilangan memori jangka pendeknya. Obat lai adalah statin yang digunakan untuk menurunkan kolesterol. Beberapa peneliti berteori bahwa statin dapat menghalangi pembentukan kolesterol yang diperlukan untuk saraf. 2. .Gangguan penglihatan dan indera lainnya. Beberapa obat yang diminum terkadang menimbulkan rasa pahit di mulut, tapi jika obat tersebut meninggalkan rasa yang buruk atau bisa mendistorsi indera perasa maka ada kemungkinan hal tersebut akibat efek samping dari obat yang diminum. Salah satu obat yang bisa mempengaruhi fungsi indera seseorang adalah vasotec (dengan nama generik enalapril) yang digunakan untuk mengobati darah tinggi dan gagal jantung kongestif. Obat ini bisa mempengaruhi kelima indera seperti mengurangi rasa penciuman (anosmia), mengganggu pendengaran (tinnitus) dan masalah mata seperti gangguan penglihatan dan mata kering. 3.Rasa nyeri dan sakit. Beberapa obat memang ada yang berfungsi untuk menghilangkan rasa sakit atau nyeri di tubuh, tapi ada obat yang tidak berhubungan dengan nyeri justru menimbulkan rasa sakit. Orang-orang yang mengonsumsi antihistamin Allegra (dengan nama generik fexofenadine) untuk menghilangkan demam dan gejala alergi lain, ada kemungkinan mengalami rasa sakit otot dan sakit punggung.

4.Perubahan warna urine. Warna urine memang bisa menunjukkan adanya hal yang tidak beres dengan tubuh, misalnya ada infeksi atau keracunan zat besi. Jika urine berwarna hitam ada kemungkinan efek samping akibat mengonsumsi obat flagyl, furazolidone atau antibiotik lainnya. 5.Halusinasi Kondisi ini terjadi jika seseorang melihat atau mendengar sesuatu yang tidak benar-benar ada, halusinasi yang terjadi bisa berupa visual atau auditori. Beberapa obat yang bisa menyebabkan halusinasi adalah mirapex dan lariam (dengan nama generik mefloquine) yang diciptakan untuk mencegah atau mengobati malaria di Angkatan Darat AS. Cara menghilangkan halusinasi, askep amnesia, penyebab-efek-samping-pada-obat, penyebab efek samping obat, pencegahan-efek-samping-obat, obat yang bisa menghilangkan indra perasa, laporan pendahuluan pada pasien orchitis, efek samping terapi urine, efek samping jantung berdebar, efek samping fexofenadine

Efek samping obat bahan alami Bahaya Obat alami Mengandung Bahan Kimia Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan 46 obat tradisiional atau jamu baik dalam bentuk serbuk atau kapsul yang ternyata dicampur dengan bahan kimia obat (BKO) seperti parasetamol, sibutramin, sidenafil dan tadalafil dengan dosis yang tinggi. Bahan kimia obat yang dicampurkan ke dalam obat tradisional ini kebanyakan masuk ke dalam kategori obat keras dengan dosis yang jauh daripada dosis yang dianjurkan. Sehingga jika masyarakat mengonsumsi obat ini secara terus menerus, maka nantinya bisa merusak ginjal dan hati. Pengawasan obat tradisional yang beredar pada semester pertama (Januari-Juni) 2010 masih ditemukan obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat yang dilarang untuk dicampurkan, ujar Kepala BPOM Dra Kustantinah, Apt, M.App.Sc. Hasil pengawasan obat tradisional yang dicampur dengan bahan kimia obat dalam kurun waktu 10 tahun menunjukkan kecenderungan yang berbeda, yaitu: 1. Pada tahun 2001-2007 temuan obat tardisional yang dicampurkan dengan BKO menunjukkan ke arah obat rematik dan penghilang rasa sakit (misalnya sakit kepala), seperti mengandung fenilbutason dan metampiron. 2. Sejak tahun 2007 temuan obat tradisional yang dicampurkan dengan BKO menujukkan adanya perubahan, karena cenderung ditemukan pada obat penambah stamina untuk laki-laki dan juga obat pelangsing untuk perempuan. Biasanya mengandung sibutramin, sidenafil dan tadalafil. 3. Sebagian besar hasil temuan ini merupakan produk ilegal atau tidak terdaftar di Badan POM, tapi mencantumkan nomor pendaftara fiktif pada labelnya. A. Contoh obat kimia dan obat bahan alami yang menimbulkan efek samping. Contoh obat kimia yang menimbulkan efek samping

1.Parasetamol Dapat Meningkatkan Risiko Asma dan Alergi

Penelitian terbaru membuktikan obat ini dapat meningkatkan risiko asma dan alergi. Tidak diketahui pasti apa penyebabnya, para peneliti masih harus melakukan uji klinis untuk memastikannya. Namun adanya keterkaitan antara parasetamol dengan risiko asma telah dibuktikan oleh para ahli dari University of Otago di Wellington. Untuk mengungkapnya, para ahli mengamati 505 bayi dan 914 anak usia 5-6 tahun. Penggunaan parasetamol pada bayi berusia kurang dari 15 bulan dapat meningkatkan risiko asma hingga 2 kali lipat. Sementara pada usia 6 tahun, parasetamol meningkatkan risiko alergi hingga 3 kali lipat. Kami pikir efek ini lebih terkait dengan jangka waktu pemakaian, bukan dosisnya. Semakin sering digunakan, parasetamol efek sampingnya makin besar. Oleh karena itu orangtua tidak perlu khawatir selama penggunaan parasetamol tidak berlebihan. Meski ada keterkaitan antara parasetamol dengan risiko asma, tidak tertutup kemungkinan adanya faktor lain yang mempengaruhi. 2. Obat penurun berat badan Meridia (sibutramine)

Meridia yang pernah menyandang obat anti obesitas terlaris di AS tersebut mengandung sibutramine. Sibutramine bekerja pada susunan saraf pusat dan merupakan Serotoninnorepinephrine reuptake inhibitors. Obat ini memang berjasa menciptakan rasa jenuh terhadap makanan, sehingga nafsu makan pengguna berkurang - namun bahayanya ternyata lumayan gawat. Bukan berat badan berkurang, pengguna sibutramine bisa-bisa masuk kelompok 'in memoriam' alias wafat setelah terkena serangan jantung dan stroke. Di Indonesia sibutramin beredar tidak dengan nama Meridia, tapi dengan nama Reductil. 3. Suplemen Vitamin E Bisa Meningkatkan Risiko Stroke

Sudah lama vitamin E dikenal banyak orang sebagai antioksidan yang bisa melawan penyakit. Radikal bebas yang membantu repoduksi membantu orang. Tapi sebaiknya jangan sembarangan minum suplemen vitamin E karena bisa meningkatkan risiko stroke. Peneliti di Harvard Medical School, Boston, dan INSERM di Paris menemukan bahwa suplemen vitamin E dapat meningkatkan risiko beberapa jenis stroke. Haemorrhagic stroke (stroke pendarahan) adalah tipe stroke paling jarang dan terjadi bila pembuluh yang memasok darah ke otak pecah sehingga

menyebabkan kerusakan otak. Peneliti menemukan bahwa vitamin E meningkatkan risiko stroke ini sebesar 22 persen. Vitamin E ternyata bisa mengurangi risiko stroke iskemik, yaitu tipe paling umum dari stroke, sebesar 10 persen. Namun, suplemen vitamin E hanya sedikit mengurangi risiko stroke iskemik dan hasil umumnya justru lebih besar meningkatkan risiko haemorrhagic stroke. Contoh obat bahan alami yang menimbulkan efek samping 1. Jamu Ada bahaya tersembunyi bila jamu atau obat tradisional dicampur dengan obat kimia. Obat tradisional memang dicitrakan sebagai "obat " yang aman dan bebas dari efek samping, sehingga penggunaannya biasanya tidak begitu menekankan ketepatan dosis. Karena menganggap sangat aman, banyak kejadian efek samping dan keracunan apabila obat tradisional tersebut diminum, sebab didalamnya mengandung obat kimia yang sangat perlu ketepatan dosis. Penggunaan obat tradisional tercampur obat kimia selanjutnya dapat merusak citra obat tradisional karena dapat menyebabkan pelbagai efek samping, dari yang ringan hingga kematian.

B.PEMBAHASAN

Obat modern, seperti telah diketahui, secara medis ilmiah dapat dipertanggungjawabkan secara kaidah internasional, dan selama puluhan tahun teruji ketat untuk kesehatan sebagai target akhir penggunaan. Demikian pula kandungan zat aktif obat-obat modern telah dapat diketahui secara pasti. Dari segi efek samping, walaupun efek samping obat alami terbukti lebih kecil dibandingkan obat modern, akan tetapi kalau kembali kita tengok bahan aktif yang terkandung di dalam obat alami, kepastian dan konsistensinya belum dapat dijamin, terutama untuk penggunaan secara rutin. Oleh karena itu jelas di sini bahwa masih tetap diperlukan penggalian lebih lanjut mengenai zat aktif yang berkhasiat di dalam tanaman obat. Informasi ini tentu saja sangat diperlukan untuk menghindari adanya bahaya dari suatu zat toksik yang mungkin saja terkandung di dalam tanaman obat tersebut, serta untuk pengamanan terhadap residu. Obat alami sebenarnya bisa pula dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Pengembangan obat alami merupakan kegiatan yang memerlukan tekad yang kuat sebab permasalahan yang akan dihadapi merupakan permasalahan yang kompleks. Selain itu diperlukan suatu jaringan kerjasama antara pihak-pihak yang terkait. Akhir-akhir ini memang perhatian terhadap obat alami meningkat dengan tajam. Penelitian mengenai potensi dan khasiat obat alamipun mengalami peningkatan. Hal ini merupakan sesuatu yang menggembirakan, mengingat potensi kekayaan alam Indonesia sangat berlimpah

BAB V PENUTUP
A. KESIMPULAN 1. Obat kimia berpotensi lebih besar menghasilkan efek samping. 2. Obat Kimia dan obat bahan alami memiliki efek samping. 3. Obat alami memilki lebih sedikit efek samping dan lebih banyak kelebihan dibanding obat kimia. B. SARAN Penulis menyarankan kpada masyarakat untuk mencoba obat alami jika mengalami gangguan kesehatan. Apabila setelah mengkonsumsi obat alami tersebut belum kunjung menunjukkan perkembangan, barulah menggunakan obat-obatan kimiawi sebagai alternatif terakhir

Daftar Pustaka
Http://mitrainsanmadani.web.id/archives/32 Http://jahemerah.blogspot.com/2007/ www.google.com Padmawinata, K (1995). Potensi, Peluang dan Kendala Pengembangan Agroindustri Tanaman Obat. BALITRO. Sidik (1998). Perkembangan Pemanfaatan Tumbuhan Obat di Indonesia. Makalah seminar pengobatan tradisional, FK Unpad. Dra. Herlina Sulaiman, Guru Sma Negeri 12 Makassar.

Lampiran
Sanggahan yang memberi masukan pada karya tulis ilmiah ini : 1. Widya Saya hanya ingin melihat biodata penulis, untuk memastikan apakah perevisi menampilkan biodata dari penulis juga. 2. Roni Berdasarkan kerangka pikir dari karya ilmiah yang anda revisi, ada baiknya antara hasil dan judul diberikan tanda panah untuk menunjukkan hubungan antara kedua bagian tersebut !

Biodata Penulis 1. Penyusun


: Nunung Naruti : Yogyakarta, 25 Juni 1985 : blogging -Nama -TTL -hobby

2.
-

Perevisi

ANama : Dian Eka Putri Mangedong Kelas : XII IPA II Nis : 096526 TTL : Makassar, 30 Juli 1993 Hobby : Tidur, menyanyi, baca info tentang penyakit, main bulutangkis. Cita-cita : Dokter penyakit dalam B Nama Kelas Nis TTL Hobby Cita-cita : Hilda Putri Handayani : XII IPA II : :Makassar, o3 Juni 1993 : Menyanyi, onlend : bidan ,,,

Nb : Terima kasih, kami ucapkan pada Ibu Herlina yang mau mengajarkan dan memberi kami banyak pengalaman untuk bisa menulis karya ilmiah yang dapat menjadi bekal kami melangkah ke perguruan tinggi.