Anda di halaman 1dari 64

ISNAD.

Net
Nasihat Yang Disegerakan Bagi Orang Yang Puasa Romadhon tapi Meninggalkan Sholat Yang Diwajibkan
Penulis / Penterjemah: Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Indonesiy

Nashihatun Mustajalah Li Man Shoma Romadhon Wa Tarokash Sholatal Maktubah.Net


Kata Pengantar: Asy Syaikh Al Fadhil Abu Abdirrohman Abdurroqib bin Ali Al Kaukabaniy

DARUL HADITS DAMMAJ


7 Ramadhah 1433H

Pengantar Asy Syaikh Al Fadhil Abu Abdirrohman Abdurroqib bin Ali Al Kaukabaniy semoga Alloh menjaganya ]208/ [
Segala puji bagi Alloh, pemelihara kita yang Mahamulia, Yang berfirman:

Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan. Dan semoga sholawat dan salam tercurah kepada Rosul-Nya sang pemberi petunjuk lagi memberi kabar gembira, dan lentera yang menerangi, yang bersabda:

: .
Islam itu dibangun di atas lima perkara: persaksian tiada sesembahan yang benar selain Alloh dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Alloh, menegakkan sholat, membayar zakat, berhaji, dan puasa Romadhon. Kemudian setelah itu: Saudara yang mulia: Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Aluth Thuri Al Jawiy Al Indonesiy telah menjumpaiku dengan membawa risalah yang ada di hadapan pembaca ini, kemudian aku melihatnya, ini adalah risalah yang bermanfaat di bidangnya. Sang penulis mulai masuk kepada penjelasan tentang keutamaan puasa yang mencakup pengerjaan kewajiban-kewajiban syariyyah yang lain, dan yang terpentingnya adalah sholat. Kemudian sang penulis masuk kepada bagian kedua dengan menyebutkan empat puluh hukuman bagi orang yang meninggalkan sholat dan orang yang meremehkannya. Kemudian masuk pada bagian ketiga dengan menyebutkan kengerian siksaan Alloh, dan kerasnya ketertipuan dan kerugian orang yang lalai dari Alloh dan dari perintah-perintah-Nya. Kemudian sang penulis menutup risalah yang indah ini dengan seruan untuk bertobat yang murni sebelum datangnya waktu (kematian) yang telah ditentukan, dan datangnya kesudahan yang membongkar aib pelakunya. Maka tertatalah simpul-simpul risalah dengan susunan bab ini. Maka semoga Alloh mensyukuri sang penulis atas semangatnya untuk memberikan manfaat bagi umat Islam. Dan segala puji bagi Alloh pada akhirnya, sebagaimana kami memuji-Nya pada awalnya. Ditulis oleh: Abu Abdirrohman Abdurroqib bin Ali Al Kaukabaniy Hari Senin 11 Romadhon 1433 H

Pengantar Penulis :
Salah seorang ikhwah di tanah air telah mengirimkan surat kepada saya, meminta dari saya untuk saling menolong dalam menasihat orang-orang yang bersemangat untuk berpuasa Romadhon dalam keadaan mereka meninggalkan sholat lima waktu. Maka saya senang untuk menyambut permintaan tadi karena pentingnya bab tersebut di tengahtengah kaum Muslimin. Semoga Alloh menjadikan adanya keberkahan-keberkahan di dalam usaha yang sederhana ini. Dan langkah saya dalam nasihat yang disegerakan ini adalah sebagai berikut: Saya dalam risalah ini akan menyebutkan sebagian kecil dari kedudukan puasa Romadhon, Kemudian saya akan menyebutkan sebagian dari kedudukan taqwa kepada Alloh, Kemudian saya akan memaparkan penyebutkan bahaya-bahaya menyepelekan sholat lima waktu, sebatas dari apa yang dimudahkan oleh Alloh untuk saya sebutkan. Kemudian saya akan sebutkan sebagian kecil dari kerasnya siksaan bagi para pelaku dosa, pada hari kiamat, dan selamatnya orang-orang yang takut pada kebesaran Robb mereka dan menahan diri mereka dari mengikuti keinginan hawa nafsu. Kemudian nasihat ini akan saya tutup dengan seruan untuk bertobat. Dan saya bersyukur kepada Asy Syaikh yang mulia dan dermawan Abu Abdirrohman Abdurroqib bin Ali Al Kaukabaniy semoga Alloh menjaga dan memelihara beliau-, sungguh beliau telah mencurahkan waktu beliau yang berharga untuk memeriksa risalah ini. Maka semoga Alloh menjadikan yang demikian itu di dalam timbangan kebaikan beliau. Dan saya bersyukur kepada saudara kita yang mengirimkan surat permintaan tadi atas perhatiannya terhadap masalah ini, dan semoga Alloh menjadikan untuknya bagian dari sabda Nabi :

.))6980( . (
Barangsiapa menyeru kepada petunjuk, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahalapahala orang yang mengikutinya tanpa hal itu mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa menyeru kepada kesesatan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti dosadosa orang yang mengikutinya tanpa hal itu mengurangi dosa mereka sedikitpun. (HR. Muslim (6980) dari Abu Huroiroh .) Kemudian saya bersyukur kepada kedua saudara kita yang mulia Abu Yusuf Ridhwan Al Amboniy dan Abu Zakaria Harits Al Jabaliy Al Indonesiyyain atas bantuan dan pertolongan keduanya. Dan sekarang kita akan masuk dalam pembahasan.

Bab Satu: Terdorongnya Muslimin Untuk Beramal Kebaikan Di Bulan Romadhon


Sesungguhnya Alloh taala telah memberkahi bulan Romadhon ini dengan keberkahan yang banyak, sebagaimana dalam firman-Nya taala:

.]185/ [

Bulan Romadhon yang diturunkan di dalamnya Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan dari petunjuk dan pembeda. Alloh taala juga berfirman:

.]3/ [

Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab ini pada malam yang diberkahi. Sungguh Kami Yang memberi peringatan. Dan di dalam bulan ini kejelekan sedikit, dan kebaikan itu banyak. Dari Abu Huroiroh bahwasanya Rosululloh bersabda:


Jika telah Romadhon datang, dibukalah pintu-pintu Jannah, dan ditutuplah pintu-pintu Neraka, dan dibelenggulah para setan. (HR. Al Bukhoriy (3277) dan Muslim (2547)). Dan dari beliau yang berkata: Rosululloh bersabda:

. . : . .)( (286) (1331)


Jika telah datang malam pertama dari bulan Romadhon, dibelenggulah para setan dan jin-jin pembangkang, ditutuplah pintu-pintu Neraka dan tidak ada dari pintunya yang terbuka, dan dibukalah pintu-pintu Jannah, dan tiada dari pintunya yang tertutup. Dan ada penyeru yang berseru: Wahai para pencari kebaikan, majulah! Wahai para pencari kejelekan, kurangilah! dan Alloh memiliki orang-orang yang dimerdekakan dari Neraka. Dan yang demikian itu terjadi setiap malam. (HR. At Tirmidziy (682), Ibnu Majah (1331) dan yang lainnya dengan sanad yang shohih). Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: karena di bulan Romadhon hati-hati itu terbangkitkan kepada kebaikan dan amal-amal sholih. (Majmuul Fatawa/14/hal. 167). Dan amal sholih itu dilipatkan pahalanya di bulan Romadhon. Alloh taala berfirman: Malam Al Qodr (kemuliaan) itu lebih baik daripada seribu bulan. Dan dari Ibnu Abbas :

.]3/ [

: . : - - . : . .))3098( . (
Bahwasanya Nabi berkata pada seorang wanita Anshor yang dipanggil dengan Ummu Sinan: Apa yang menghalangi engkau untuk berhaji bersama kami? maka dia menjawab: Dua ekor onta milik Abu Sinan suaminya-, dia dan anaknya berhaji dengan menaiki satu ekor, sementara

yang satunya lagi dipakai pembantu kami untuk mengairi kebun. Maka Rosululloh bersabda: Maka umroh di bulan Romadhon itu bisa untuk membayar haji atau: haji bersamaku- (HR. Muslim (3098)). Al Imam Ibnul Arobiy berkata: Hadits umroh ini shohih, dan itu merupakan karunia dan nikmat dari Alloh. Umroh bisa mencapai derajat haji dengan digabungkannya Romadhon kepada umroh itu. (Umdatul Qori/karya Badrud Din Al Ainiy /51/ hal. 399). Ibnul Jauziy berkata: Dalam hadits ini ada faidah bahwasanya pahala amalan itu bertambah dengan kemuliaan waktu, sebagaimana bertambahnya pahala dengan kehadiran hati dan keikhlasan maksud. (1) (sumber yang sama). Maka jika datang bulan Romadhon. Umat Islam menyambutnya dengan gembira, lalu mereka berpuasa di siang harinya, dan sholat tarowih di malam harinya, untuk mencari keberkahan-keberkahan yang ditebarkan, dan keutamaan-keutamaan yang dijanjikan.

Kedudukan Puasa Romadhon


Puasa wajib, yaitu puasa Romadhon, memiliki kedudukan-kedudukan yang banyak dan agung, di antaranya adalah: Pertama: puasa Romadhon adalah termasuk dari rukun Islam Rosululloh bersabda:

: .). ( (8) (61)


Islam itu dibangun di atas lima perkara: persaksian tiada sesembahan yang benar selain Alloh dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Alloh, menegakkan sholat, membayar zakat, berhaji, dan puasa Romadhon. (HR. Al Bukhoriy (8) dan Muslim (16) dari Ibnu Umar .) Kedua: Puasa itu adalah bagian dari iman kepada Alloh Dari Ibnu Abbas tentang kisah delegasi Abdul Qois:

: : . : .
Rosululloh bersabda: Tahukah kalian apa itu keimanan pada Alloh? Mereka menjawab: Alloh dan Rosul-Nya lebih tahu. Beliau bersabda: Persaksian tiada sesembahan yang benar
(1)

Dan tentunya hal itu diketahui dengan dalil syariy, bukan dengan sekedar dugaan dan perasaan. Wallohu alam.

selain Alloh, tiada sekutu bagi-Nya dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Alloh, menegakkan sholat, membayar zakat, puasa Romadhon, dan menyerahkan seperlima dari rampasan perang. (HR. Al Bukhoriy (7266) dan Muslim (125)). Ketiga: Puasa Romadhon itu lebih utama dan lebih dicintai Alloh dari pada seluruh puasa yang lain Dari Abu Huroiroh dari Rosululloh yang bersabda:

. .))2813( (
Sholat yang paling utama setelah sholat wajib adalah sholat ditengah malam. Dan puasa yang paling utama setelah puasa bulan Romadhon adalah puasa di bulan Alloh: Muharrom. (HR. Muslim (2813)). Hadits ini menunjukkan bahwasanya puasa Romadhon itulah yang paling utama, baru kemudian puasa di bulan Muharrom. Puasa Arofah dan Asyuro punya kedudukan yang agung di mana Rosululloh bersabda:

.))2803( . (

Puasa hari Arofah aku berharap dari Alloh untuk menghapus dosa tahun sebelumnya dan tahun yang sesudahnya. Puasa hari Asyuro aku berharap dari Alloh untuk menghapus dosa tahun sebelumnya. (HR. Muslim (2803)). Sekalipun demikian maka puasa Romadhon itu lebih utama daripada puasa sunnah semuanya, karena puasa Romadhon itu wajib, dan kewajiban itu lebih dicintai Alloh daripada mustahab (ibadah yang sekedar dianjurkan). Dari Abu Huroiroh yang berkata: Rosululloh bersabda:

: . . . . .
Alloh taala berfirman: Barangsiapa memusuhi seorang wali-Ku, maka sungguh Aku mengumumkan peperangan dengannya. Dan tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih aku cintai daripada apa yang Aku wajibkan terhadapnya. Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri dengan nafilah-nafilah (mustahabbah) sampai Aku mencintainya. Maka jika Aku mencintainya, Aku akan menjadi pendengarannya yang dengannya dia mendengar, penglihatannya yang dengannya dia melihat, tangannya yang dengannya dia merenggut, dan kakinya yang dengannya dia berjalan. Jika dia meminta padaKu pastilah Aku akan memberinya. Dan jika dia minta perlindungan pada-Ku, pastilah Aku akan melindunginya. Dan tidaklah Aku ragu terhadap sesuatu yang hendak Kukerjakan sebagaimana keraguan-Ku terjadap jiwa mukmin. Dia benci kematian, dan Aku benci menyakitinya. (HR. Al Bukhoriy (6502)). Keempat: Puasa Romadhon menghapus kesalahan-kesalahan Dari Abu Huroiroh yang berkata: Rosululloh bersabda:

.
Sholat yang lima, dari Jumat ke Jumat, dan dari Romadhon ke Romadhon adalah penghapus dosa-dosa di antaranya, jika dosa besar dijauhi. (HR. Muslim (574)). Dari Abu Huroiroh yang berkata: Rosululloh bersabda:

.
Sungguh rugilah orang yang diriku disebutkan di sisinya lalu dia tidak bersholawat untukku. Sungguh rugilah orang yang masuk kepadanya Romadhon lalu Romadhon itu pergi sebelum orang itu diampuni. Dan sungguh rugilah orang yang kedua orang tuanya di sisinya mendapati usia tua lalu keduanya tidak memasukkannya ke dalam Jannah. (HR. Al Imam Ahmad (7451) dan yang lainnya. Al Imam Al Wadiiy dalam Ash Shohihul Musnad (1282) berkata: hadits ini naik ke derajat shohih lighoirih). Dan dari Abu Huroiroh dari Nabi bersabda: Barangsiapa sholat pada malam Al Qodar dengan keimanan dan mencari pahala Alloh, akan diampuni untuknya dosanya yang telah lalu. Dan barangsiapa berpuasa pada bulan Romadhon dengan keimanan dan mencari pahala Alloh, akan diampuni untuknya dosanya yang telah lalu. (HR. Al Bukhoriy (1901) dan Muslim (760)). Kelima: Puasa adalah perisai dari Neraka Dari Abu Huroiroh dari Nabi yang bersabda:

: . ...
Alloh berfirman: Puasa itu adalah untuk-Ku, dan Aku yang akan membalas dengannya. Dia meninggalkan syahwatnya, makannya dan minumnya untuk diri-Ku. Dan puasa itu adalah tameng. Dan orang yang berpuasa itu punya dua kegembiraan. Kegembiraan ketika berbuka puasa, dan kegembiraan ketika berjumpa dengan Robbnya, al hadits. (HR. Al Bukhoriy (7492) dan Muslim (1151)). Dan termasuk dalam bab ini adalah hadits yang telah lewat dari Abu Huroiroh dari Nabi yang bersabda:

.
Dan Alloh memiliki orang-orang yang dimerdekakan dari Neraka. Dan yang demikian itu terjadi setiap malam. (HR. At Tirmidziy (682), Ibnu Majah (1331) dan yang lainnya dengan sanad yang shohih). Keenam: Kegembiraan orang yang berpuasa Dan telah lewat hadits dari Abu Huroiroh dari Nabi yang bersabda:

: . ...
Alloh berfirman: Puasa itu adalah untuk-Ku, dan Aku yang akan membalas dengannya. Dia meninggalkan syahwatnya, makannya dan minumnya untuk diri-Ku. Dan puasa itu adalah

tameng. Dan orang yang berpuasa itu punya dua kegembiraan. Kegembiraan ketika berbuka puasa, dan kegembiraan ketika berjumpa dengan Robbnya, al hadits. (HR. Al Bukhoriy (7492) dan Muslim (1151)). Ketujuh: Aroma mulut orang yang puasa lebih harum di sisi Alloh daripada misik Dari Abu Huroiroh dari Nabi yang bersabda:

. : .
Seluruh amalan anak Adam dilipatkan kebaikannya dengan sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat. Alloh berfirman: Kecuali puasa, karena dia itu adalah untuk-Ku, dan Aku yang akan membalas dengannya. Dia meninggalkan syahwatnya, makannya dan minumnya untuk diri-Ku. Dan puasa itu adalah tameng. Dan orang yang berpuasa itu punya dua kegembiraan. Kegembiraan ketika berbuka puasa, dan kegembiraan ketika berjumpa dengan Robbnya, dan benar-benar bau mulut orang yang puasa itu lebih harum di sisi Alloh daripada misik. (HR. Al Bukhoriy (1954) dan Muslim (1151)). Kedelapan: Puasa Romadhon itu lebih agung pahalanya daripada puasa yang lain (2) Alloh taala berfirman:

.]35/ [

Sesungguhnya pria dan wanita yang muslim, pria dan wanita yang mukmin, pria dan wanita yang taat dalam ketenangan, pria dan wanita yang jujur, pria dan wanita yang sabar, pria dan wanita yang khusyu, pria dan wanita yang bershodaqoh, pria dan wanita yang berpuasa, pria dan wanita yang menjaga kemaluan, pria dan wanita yang banyak mengingat Alloh, Alloh telah menyiapkan untuk mereka ampunan dan pahala yang agung. Dan telah lewat hadits Abu Huroiroh dari Nabi yang bersabda:

(2)

Nomor delapan ini berbicara tentang keagungan pahala, sementara nomor tiga berbicara tentang keutamaan dan kecintaan. Dan keagungan pahala merupakan konsekuensi dari besarnya kecintaan dan keutamaan.

. . : .
Seluruh amalan anak Adam dilipatkan kebaikannya dengan sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat. Alloh berfirman: Kecuali puasa, karena dia itu adalah untuk-Ku, dan Aku yang akan membalas dengannya... (HR. Al Bukhoriy (1954) dan Muslim (1151)). Ini adalah keadaan orang-orang yang berpuasa secara umum. Dan kita telah tahu bahwasanya puasa Romadhon itu lebih dicintai Alloh daripada puasa yang lain, maka pahalanya lebih besar. Kesembilan: Pintu Royyan Dari Sahl dari Nabi yang bersabda:

: .
Sesungguhnya di Jannah ada satu pintu yang dinamakan sebagai Ar Royyan. Masuk darinya orang-orang yang berpuasa di hari Kiamat, tidak masuk dari pintu itu seorangpun selain mereka. Dikatakan: Manakah orang-orang yang berpuasa? lalu mereka berdiri, tidak masuk dari pintu itu seorangpun selain mereka. jika mereka telah masuk, pintu itu ditutup, maka tidak masuk dari pintu itu seorangpun. (HR. Al Bukhoriy (1896) dan Muslim (1152)). Kesepuluh: masuk Jannah Jika mereka telah masuk pintu Royyan, tidak diragukan bahwasanya mereka adalah penduduk Jannah. Dari Abu Huroiroh yang berkata:

- -: . .
Rosululloh bersabda: Barangsiapa beriman pada Alloh dan Rosul-Nya, menegakkan sholat dan berpuasa Romadhon, menjadi kewajiban atas Alloh untuk memasukkannya ke dalam Jannah, baik dia itu berjihad di jalan Alloh ataukah duduk di negrinya yang dia dilahirkan di situ. Al hadits. (HR. Al Bukhoriy (2790)). Kesebelas: Puasa memiliki kekhususan yang tidak ada pada ibadah yang lain Dari Abu Umamah bahwasanya Rosululloh bersabda:

...
Banyaklah berpuasa, karena sesungguhnya tiada yang semisal dengannya, (HR. Ahmad (22141) dan dishohihkan oleh Al Imam Al Wadiiy dalam Ash Shohihul Musnad (488)). Al Munawiy dalam syaroh hadits itu berkata: dikarena di dalam puasa itu ada penahanan diri dari memenuhi seruan syahwat dan hawa nafsu. (Faidhul Qodir/4/hal. 437). Kedua belas: mencapai derajat taqwa Alloh taala berfirman:

]183/ [

Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan kepada kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa. Al Imam Al Baghowiy berkata dalam tafsir ayat ini: Yaitu dengan puasa, karena puasa itu penghubung menuju kepada ketaqwaan, dikarena di dalamnya ada penundukan hawa nafsu dan pemotongan syahwat-syahwat. (Maalimut Tanzil/hal. 89/Dar Ibni Hazm). Apa itu taqwa? Al Imam Ibnul Qoyyim berkata: Karena sesungguhnya hakikat taqwa adalah mengerjakan apa yang diperintahkan, dan meninggalkan apa yang dilarang. (Idatush Shobirin/hal. 31). Abu Bakr Al Qostholaniy berkata tentang hakikat taqwa: Dia itu adalah penjagaan diri dari kesyirikan dan amalan-amalan yang jelek, dan membiasakan diri untuk mengerjakan amalan-amalan sholihah. (Irsyadus Sari/1/hal. 89).

Kedudukan Taqwa
Maka barangsiapa berpuasa Romadhon sebagaimana yang diperintahkan, dia akan mencapai derajat orang-orang yang bertaqwa. Kedudukan taqwa itu banyak, di antaranya adalah: Pertama: Orang yang bertaqwa akan mendapatkan solusi dan jalan keluar dari setiap masalah Alloh taala berfirman:

.]3 2 : * [

Dan barangsiapa bertaqwa pada Alloh, Alloh akan menjadikan untuknya jalan keluar, dan memberinya rizqi dari arah yang tak diduganya. Kedua: rizqi dari arah yang tak mereka duga Sebagaimana dalam ayat terdahulu. Dan Alloh taala berfirman:

.]96/[

Seandainya penduduk kota-kota itu mau beriman dan bertaqwa pastilah Kami akan bukakan kepada mereka keberkahan-keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi mereka mendustakan ayat-ayat Kami, maka Kami siksa mereka disebabkan oleh apa yang mereka perbuat. Ketiga: permudahan urusan bagi orang yang bertaqwa Alloh taala berfirman:

]4 : [

Dan barangsiapa bertaqwa kepada Alloh, Dia akan menjadikan untuknya kemudahan dari urusannya. Keempat: penghapusan dosa orang yang bertaqwa Alloh taala berfirman:

]5 : [

Dan barangsiapa bertaqwa pada Alloh, Dia akan menghapus darinya kesalahan-kesalahannya, dan memperbesar pahala untuknya. Alloh taala berfirman:

]29/[
Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian bertaqwa kepada Alloh, Alloh akan menjadikan untuk kalian pembeda (antara kebenaran dan kebatilan), dan menghapus dari kalian kesalahan kalian. Dan Alloh itu memiliki karunia yang agung. Kelima: besarnya pahala orang yang bertaqwa Sebagaimana dalam ayat terdahulu. Alloh taala juga berfirman:

10

.]57/ [

Dan sungguh pahala Akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan senantiasa bertaqwa. Keenam: cepatnya pulihnya kesadaran ketika dibisiki setan Alloh taala berfirman:

]201 : [

Sesunggunya orang-orang yang bertaqwa jika terkena dorongan untuk berbuat dosa dari setan, mereka tersadar, maka tiba-tiba mereka bisa melihat. Al Imam Ibnu Katsir berkata: Alloh taala mengabarkan tentang orang-orang yang bertaqwa dari para hamba-Nya yang menaati-Nya dalam perkara yang diperintahkan-Nya, dan meninggalkan apa yang dicegah-Nya, bahwasanya mereka itu jika terkena yaitu: tertimpa thoif sampai pada ucapan beliau:- di antara ahli tafsir ada yang menafsirkannya dengan kemarahan, ada yang menafsirkannya dengan kesurupan dari setan dan semisalnya, di antara mereka ada yang menafsirkannya dengan keinginan untuk berbuat dosa, di antara mereka ada yang menafsirkannya dengan berbuat dosa. Firman-Nya: mereka segera sadar yaitu: mereka ingat hukuman Alloh dan banyaknya pahalanya, ingat janji dan ancaman-Nya, maka merekapun bertobat dan kembali, memohon perlindungan pada Alloh, dan kembali pada-Nya dalam waktu dekat. maka tiba-tiba mereka bisa melihat yaitu: mereka telah lurus kembali, dan sehat kembali dari penyakit yang mereka semula ada di situ. (Tafsirul Quranil Azhim/3/hal. 534). Ketujuh: orang yang bertaqwa itu dicintai Alloh Alloh taala berfirman:

.]76/ [

Justru orang yang memenuhi perjanjiannya dan bertaqwa, maka sesungguhnya Alloh itu mencintai orang-orang yang bertaqwa. Kedelapan: sesungguhnya Alloh menyertai orang yang bertaqwa dengan pertolongan-Nya, dukungan-Nya dan penjagaan-Nya Alloh taala berfirman: Sesungguhnya Alloh bersama dengan orang-orang yang bertaqwa dan orang-orang yang mereka itu berbuat kebaikan. Alloh subhanah berfirman:

.]128/ [

]19/ [

11

Dan sesungguhnya orang-orang yang zholim itu sebagiannya adalah wali bagi sebagian yang lain, dan Alloh itu adalah wali bagi orang-orang yang bertaqwa. Kesembilan: orang-orang yang bertaqwa itu adalah orang-orang yang dirohmati Alloh taala berfirman:

.]156/ [

Dan rohmat-Ku itu meliputi segala sesuatu, dan Aku akan menetapkannya untuk orang-orang yang bertaqwa, membayarkan zakat, dan orang-orang yang mereka itu beriman pada ayatayat Kami. Alloh taala berfirman: Dan bertaqwalah kalian kepada Alloh agar kalian dirohmati. Kesepuluh: orang-orang yang bertaqwa mereka itulah orang-orang yang berakal, yang mengambil manfaat dengan ayat-ayat Alloh Alloh taala berfirman:

.]10/ [

.]6/ [

Sesungguhnya di dalam pergantian malam dan siang, dan apa yang Alloh ciptakan di langit dan di bumi benar-benar ada ayat-ayat bagi orang-orang yang bertaqwa. Al Imam Asy Syaukaniy berkata dalam tafsir ayat ini: Yaitu: orang-orang yang bertaqwa pada Alloh subhanah dan menjauhi kedurhakaan kepada-Nya. Alloh mengkhususkan mereka dengan ayat-ayat ini karena mereka itulah yang mencurahkan pandangan dan pikiran terhadap makhluq-makhluq Alloh Yang Mahasuci, karena mereka berusaha menghindar dari terjatuh kepada sedikit saja dari perkara yang menyelisihi keinginan Alloh Yang Mahasuci, dan dalam rangka memperhatikan kesudahan urusan mereka, dan apa yang membikin bagus di akhirat mereka. (Fathul Qodir/Asy Syaukaniy/3/hal. 348). Kesebelas: orang-orang yang bertaqwa dan beriman, mereka itulah para wali Alloh Alloh taala berfirman:

.]63 62/ * [

Ketahuilah: sesungguhnya para wali Alloh itu tidak tertimpa ketakutan dan tidak bersedih hati, yaitu orang-orang yang beriman dan senantiasa bertaqwa. Syaikhul Islam berkata: bahwasanya di kalangan manusia itu ada wali-wali Ar Rohman dan wali-wali setan. Maka wajib untuk membedakan antara mereka dan mereka, sebagaimana Alloh dan Rosul-Nya membedakan antara keduanya. Maka para wali Alloh adalah orang-orang yang beriman dan bertaqwa, sebagaimana dalam firman Alloh taala: Ketahuilah: sesungguhnya para wali Alloh itu tidak tertimpa ketakutan dan tidak bersedih hati, yaitu orangorang yang beriman dan senantiasa bertaqwa. (Majmuul Fatawa/11/hal. 159). Kedua belas: orang-orang yang bertaqwa adalah orang-orang yang akan mendapatkan kabar gembira di dunia dan akhirat Alloh taala berfirman:

.]97/ [

12

Maka Kami hanyalah memudahkan Al Quran itu dengan lisan (bahasa) mu agar engkau memberikan kabar gembira dengannya untuk orang-orang yang bertaqwa, dan engkau memberikan peringatan pada kaum yang sangat zholim dan melenceng dari kebenaran. Alloh taala berfirman:

* * .]64-62/ [

Ketahuilah: sesungguhnya para wali Alloh itu tidak tertimpa ketakutan dan tidak bersedih hati, yaitu orang-orang yang beriman dan senantiasa bertaqwa. Bagi merekalah kabar gembira di kehidupan dunia dan di Akhirat. Tiada perubahan terhadap ketetapan-ketetapan Alloh. Yang demikian itulah keberuntungan yang agung. Al Imam Ibnul Qoyyim berkata: Maka pujian merupakan kabar gembira. Mimpi yang baik merupakan kabar gembira. Berita gembira dari para malaikat untuknya saat kematian merupakan kabar gembira. Jannah merupakan termasuk kabar gembira yang terbesar. Alloh taala berfirman:


Dan berikanlah berita gembira pada orang-orang yang beriman dan beramal sholih bahwasanya mereka itu akan mendapatkan Jannah-jannah yang di bawahnya mengalir sungaisungai. Alloh taala berfirman:

.
Dan bergembiralah dengan Jannah yang kalian dulu dijanjikan dengannya. (Madarijus Salikin/3/hal. 160). Ketiga belas: orang yang bertaqwa akan mendapatkan kehidupan yang bagus di dunia sebelum Akhirat

.]30/[
Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertaqwa: Apakah yang diturunkan oleh Robb kalian? Mereka menjawab: Kebaikan. Orang-orang yang berbuat kebaikan di dunia ini akan mendapatkan kebaikan, dan benar-benar negri Akhirat itu lebih baik, dan itulah sebaik-baik negri orang-orang yang bertaqwa. Al Imam Ibnul Qoyyim berkata: Dan sungguh Al Quran telah menunjukkan di lebih dari satu tempat bahwasanya setiap orang yang beramal sholih itu akan mendapatkan dua pahala: amalannya di dunia, dan akan disempurnakan untuknya pahalanya di Akhirat. Seperti firman Alloh taala:

Alloh taala berfirman:


Orang-orang yang berbuat kebaikan di dunia ini akan mendapatkan kebaikan, dan benarbenar negri Akhirat itu lebih baik, dan itulah sebaik-baik negri orang-orang yang bertaqwa. Dan dalam ayat yang lain:

]14/ [

13

Dan orang-orang yang berhijroh di jalan Alloh setelah mereka dizholimi, pastilah Kami akan menempatkan mereka di dunia dalam kebaikan. Dan benar-benar pahala akhirat itu lebih besar, seandainya mereka mengetahui. Dan Alloh berfirman dalam surat ini:

]79/[

Barangsiapa beramal sholih baik dia itu lelaki ataupun perempuan dalam keadaan dia itu mukmin, pastilah Kami akan memberinya kehidupan yang bagus, dan pastilah Kami akan membalasi mereka pahala mereka dengan yang lebih baik daripada apa yang dulu mereka lakukan. Dan berfirman dalam surat ini tentang kekasih-Nya:

.]122/ [

Dan Kami berikan padanya kebaikan di dunia, dan sesungguhnya dia di Akhirat benar-benar termasuk dari orang-orang yang sholih. Dan telah terulang makna ini dalam surat (Al Nahl) ini, bukan di surat yang lain, di empat tempat karena suatu rahasia yang bagus, karena sesungguhnya surat ini adalah surat kenikmatan yang Alloh merinci di dalamnya pokok-pokok kenikmatan dan cabang-cabangnya. Maka Alloh memperkenalkan pada para hamba-Nya bahwasanya mereka akan mendapatkan di sisi-Nya di Akhirat kenikmatan yang berlipat ganda dari yang ini, dengan kenikmatan yang tak bisa diketahui kadar perbedaannya, dan bahwasanya kenikmatan ini (yang di dunia) adalah bagian dari kenikmatan Alloh yang disegerakan pada mereka, dan bahwasanya mereka jika menaati-Nya, Dia akan menambahkan untuk mereka pada kenikmatan-kenikmatan yang ini kenikmatan-kenikmatan yang lain, kemudian di Akhirat Dia akan mencukupi pahala amalan mereka dengan pencukupan yang sempurna. (Ilamul Muwaqqiin/2/hal. 183). Keempat belas: orang yang bertaqwa adalah orang yang mendapatkan hidayah Alloh taala berfirman:

]2/ [

Yang Kitab ini tiada keraguan padanya, sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa. Al Imam Ibnul Qoyyim berkata: Maka setiap kali sang hamba bertaqwa pada Robbnya, naiklah dirinya kepada hidayah yang lain, maka dia ada pada penambahan hidayah selama dirinya ada pada penambahan taqwa. Dan setiap kali meluputkan satu langkah dari ketaqwaan, luputlah darinya satu langkah dari hidayah sesuai dengan kadarnya. (Al Fawaid/hal. 130). Kelima belas: pakaian taqwa lebih baik daripada pakaian lahiriyyah Alloh taala berfirman:

.]26/ [

Dan pakaian ketaqwaan itu lebih baik Al Imam As Sadiy berkata: karena sesungguhnya pakaian taqwa itu lestari bersama sang hamba, tidak lusuh dan tidak binasa. Dan dia itu adalah kecantikan hati dan ruh. Adapun pakaian lahiriyyah, maka paling puncaknya adalah untuk menutup aurot, di suatu waktu, atau menjadi pakaian keindahan bagi manusia, dan tidak ada di belakang itu manfaat darinya. (Taisirul Karimir Rohman/hal. 285).

14

Keenam belas: barangsiapa meninggalkan sesuatu dalam rangka bertaqwa pada Alloh, maka Alloh akan memberinya sesuatu yang lebih baik dari itu Dari salah seorang penduduk badui yang berkata:

: .
Rosululloh mengambil tanganku, lalu beliau mulai mengajariku dari apa yang Alloh ajarkan pada beliau. Dan beliau bersabda: Sesungguhnya engkau tidaklah dirimu meninggalkan sesuatu dalam rangka bertaqwa pada Alloh kecuali Alloh akan memberimu dengan sesuatu yang lebih baik dari itu. (HR. Al Imam Ahmad (20758) dan dishohihkan oleh Al Imam Al Wadiiy dalam Ash Shohihul Musnad (1489)). Al Imam Ibnul Qoyyim berkata: Karena sesungguhnya barangsiapa meninggalkan sesuatu karena Alloh, maka Alloh akan memberinya ganti dengan sesuatu yang lebih baik dari itu. (Ighotsatul Lahfan/hal. 47). Ketujuh belas: keberuntungan adalah bagi orang-orang yang bertaqwa Alloh taala berfirman:

.]189/ [

Dan bertaqwalah kalian pada Alloh agar kalian beruntung. Al Imam Abu Jafar Ath Thobariy berkata: Alloh Yang Mahatinggi penyebutan-Nya menginginkan dengan itu: Dan bertaqwalah kalian wahai manusia pada Alloh, dan takut dan gentarlah kalian pada-Nya, dengan ketaatan pada-Nya terhadap kewajiban-kewajiban yang Dia perintahkan, dan menjauhi apa yang dilarang-Nya, sehingga Kalian bisa sukses dalam pencarian kalian apa yang ada di sisi Alloh, dan kalian mendapatkan kekekalan di Janah-jannah-Nya, dan lestari di dalam kenikmatan-Nya. (Jamiul Bayan/3/hal. 561). Kedelapan belas: keselamatan dari siksaan di dunia Alloh taala berfirman:

* .]53-51/ * [

Maka perhatikanlah bagaimana akibat tipu daya mereka: Kami menghancurkan mereka dan kaum mereka semuanya. Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan telah kosong disebabkan oleh kezholiman mereka. sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada alamat kekuasaan Alloh bagi orang-orang yang mengetahui. Dan Kami selamatkan orangorang yang beriman dan senantiasa bertaqwa. Al Imam Ath Thobariy berkata: Dan Kami selamatkan orang-orang yang beriman Alloh berfirman: Dan Kami selamatkan Sholih dan orang-orang yang beriman kepadanya dari hukuman dan siksaan Kami yang Kami turunkan kepada Tsamud. dan senantiasa bertaqwa Alloh berfirman: dan mereka dengan keimanan mereka, dan pembenaran mereka kepada Sholih, mereka senantiasa berusaha melindungi diri dari apa yang menimpa kaum mereka yaitu Tsamud, siksaan Alloh yang menimpa mereka. maka demikian Kami akan menyelamatkan dengan dan para pengikutmu wahai Muhammad, ketika Kami menurunkan hukuman Kami kepada orang-orang musyrik dari kaummu di tengah-tengah mereka. (Jamiul Bayan/19/hal. 481). Kesembilan belas: orang-orang yang bertaqwa itu aman dan tidak bersedih hati pada hari kiamat

15

Alloh taala berfirman:

]35/ [

Maka barangsiapa bertaqwa dan perbuat perbaikan, maka mereka tidak tertimpa ketakutan dan tidak bersedih hati Alloh taala berfirman:

.]61/ [

Dan Alloh akan menyelamatkan orang-orang yang bertaqwa dengan ketetapan keberuntungan mereka, mereka tidak tertimpa kejelekan dan mereka tidak bersedih hati. Al Imam Ibnu Katsir berkata: Firman Alloh Dan Alloh akan menyelamatkan orang-orang yang bertaqwa dengan ketetapan keberuntungan mereka yaitu: ketetapan yang telah lalu akan kebahagiaan dan keberuntungan untuk mereka di sisi Alloh, mereka tidak tertimpa kejelekan yaitu: pada hari Kiamat, dan mereka tidak bersedih hati yaitu: mereka tidak dibikin sedih oleh hari Kejutan Yang Terbesar, bahkan mereka itu aman dari segala kejutan, terjauhkan dari segala kejelekan, diharapkan untuk mereka segala kebaikan. (Tafsirul Quranil Azhim/7/hal. 111). Kedua puluh: taqwa adalah bekal terbaik yang menyampaikan kepada Alloh dan kenikmatan abadi Alloh taala berfirman:

]197/ [

Dan berbekallah, karena sesungguhnya bekal terbaik adalah taqwa. Al Imam Ibnul Qoyyim berkata: Alloh memerintahkan para jamaah haji untuk berbekal demi perjalanan mereka, dan jangan bepergian tanpa bekal. Kemudian Dia mengingatkan mereka akan bekal perjalanan ke Akhirat, yaitu taqwa. Maka sebagaimana musafir tak bisa sampai kepada maksudnya kecuali dengan bekal yang menyampaikannya kesitu, maka demikian pula orang yang berjalan ke Alloh dan negri Akhirat tidak akan sampai kecuali dengan bekal taqwa. Maka dia mengumpulkan dua macam perbekalan. (Ighotsatul Lahfan/hal. 58). Kedua puluh satu: keselamatan saat melewati Shiroth Alloh taala berfirman:

]72 71/ * [

Dan tiada seorangpun dari kalian kecuali akan melewati Jahannam itu. Itu merupakan kewajiban atas Robbmu yang pasti akan ditunaikan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertaqwa dan Kami akan biarkan orang-orang zholim di dalamnya dalam keadaan berlutut. Al Imam Ibnu Katsir berkata: Firman Alloh: Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertaqwa yaitu: jika seluruh makhluq telah lewat di atas neraka, dan telah jatuh ke dalamnya orang-orang yang jatuh dari kalangan orang-orang kafir dan pendurhaka, sesuai dengan kadar mereka, Alloh taala akan menyelamatkan orang-orang yang beriman dan bertaqwa dari Neraka sesuai dengan amalan mereka. maka proses lewatnya mereka di atas Shiroth, dan kecepatan mereka itu dengan kadar amalan mereka saat dulu dunia. Kemudian para pelaku dosa dari kalangan mukminin akan diberi syafaat, dst. (Tafsirul Quranil Azhim/5/hal. 256). Kedua puluh dua: orang-orang bertaqwa adalah delegasi yang terhormat yang menghadap Alloh pada Hari Kiamat

16

Alloh taala berfirman:

.]86 85/ * [

Pada hari Kami menggiring orang-orang yang bertaqwa menuju kepada Ar Rohman sebagai delegasi, dan Kami menggiring orang-orang yang jahat menuju ke Jahannam dalam keadaan haus. Al Imam As Sadiy berkata: Alloh taala mengabarkan tentang perbedaan dua kelompok: orang-orang yang bertaqwa dan orang-orang yang jahat, dan bahwasanya orang-orang yang bertaqwa kepada Alloh itu dengan menghindari syirik, bidah dan mashiyyat- Alloh akan mengumpulkan mereka ke tempat perhentian Kiamat dengan dimuliakan, dibanggakan dan dihormati, dan bahwasanya tempat kembali mereka adalah Ar Rohman, tujuan mereka adalah Al Mannan. Mereka sebagai delegasi-delegasi kepada Alloh. Telah diketahui bersama bahwa delegasi itu haruslah di hatinya ada harapan, dan dugaan yang bagus terhadap pihak yang dikunjungi. Maka orang-orang yang bertaqwa itu mengunjungi Ar Rohman dalam keadaan berharap dari-Nya rohmat-Nya dan keluasan kebaikan-Nya, dan keberuntungan dengan pemberian-Nya di negri keridhoan-Nya. Dan yang demikian itu disebabkan oleh amalan taqwa yang mereka kerjakan, dan mereka mengikuti perkara-perkara yang diridhoi-Nya, dan bahwasanya Alloh telah berjanji pada mereka dengan pahala itu melalui lisan para Rosul-Nya. Maka mereka bergerak ke arah Robb mereka dengan ketenangan hati dan kepercayaan akan karunia-Nya. Adapun orang-orang yang jahat, maka sungguh mereka digiring ke Jahannam dalam keadaan haus, yaitu: dahaga. Dan ini adalah keadaan yang paling buruk, mereka digiring dengan kehinaan, kerendahan ke penjara terbesar dan hukuman yang paling mengerikan, yaitu Jahannam, dalam keadaan mereka haus, capek, minta bantu tapi tidak dibantu, mereka berdoa tapi tidak dikabulkan, dan minta syafaat tapi tidak diberi syafaat. (Taisirul karimir Rohman/hal. 500). Keduapuluh tiga: masuk Jannah Alloh taala berfirman:

[ .]198 :

Akan tetapi orang-orang yang bertaqwa kepada Robb mereka, mereka akan mendapatkan Jannah-jannah yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selamalamanya, sebagai hidangan dari sisi Alloh bagi para tamu, dan apa yang di sisi Alloh itu lebih baik bagi orang-orang yang berbakti. Alloh subhanah juga berfirman:

.]31 30/ [

Yaitu Jannah-jannah Aden yang mereka memasukinya, yang di bawahnya mengalir sungaisungai, mereka di dalamnya akan mendapatkan apapun yang mereka inginkan. Demikianlah Alloh membalas orang-orang yang bertaqwa. Keduapuluh empat: mendapatkan ridho Alloh Alloh taala berfirman:

.]15 : [

Katakanlah: maukah kalian untuk kukabari dengan yang lebih baik dari yang demikian itu? Bagi orang-orang yang bertaqwa di sisi Robb mereka Jannah-jannah yang di bawahnya

17

mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan istri-istri yang disucikan, dan keridhoan dari Alloh. Dan Alloh itu Maha Melihat para hamba-Nya. Keduapuluh lima: orang yang paling mulia adalah orang yang paling bertaqwa Alloh taala berfirman:

.]13/ [

Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Alloh adalah orang yang paling bertaqwa di antara kalian. Al Imam Ibnu Katsir berkata: Yaitu: Kalian itu berbeda-beda keutamaannya di sisi Alloh hanyalah dengan taqwa, bukan dengan derajat kebangsawanan. (Tafsirul Quranil Azhim/7/hal. 386). Dari Abu Huroiroh yang berkata:

.: :
Ditanyakan: Wahai Rosululloh, siapakah orang yang paling mulia? Beliau menjawab: Orang yang paling bertaqwa di antara mereka. (HR. Al Bukhoriy (3353) dan Muslim (6311)). Masih tersisa banyak keutamaan taqwa, dan masih tersisa banyak dari keutamaan puasa Romadhon. Dan yang telah saya sebutkan itu cukup sebagai pelajaran dan dorongan dengan seidzin Alloh. Dengan ini kita mengetahui bahwasanya Alloh itu mensyariatkan puasa Romadhon untuk para hamba-Nya adalah demi kemaslahatan mereka sendiri di dunia dan Akhirat mereka. Al Imam Ibnul Qoyyim berkata: Syariah itu dasar dan asasnya ada di atas hikmah dan maslahah para hamba dalam kehidupan dunia dan akhirat. Syariah ini semuanya adil, rohmah, maslahah, dan hikmah. Maka semua masalah yang keluar dari keadilan kepada kezholiman, dari rohmah kepada lawannya, dari maslahah kepada mafsadah, dan dari hikmah kepada kesia-siaan, maka itu bukanlah bagian dari syariah. (Ilamul Muwaqqiin/3/hal. 5).

Bab Dua: Sebagian Orang Awwam Menyia-nyiakan Sholat Lima Waktu


Bersamaan dengan fenomena yang bagus ini yaitu terdorongnya Muslimin untuk berpuasa Romadhon dan beramal kebajikan yang lainnya di bulan ini- kita mendapati sebagian orang meninggalkan sholat lima waktu dalam keadaan mereka berpuasa. Dan ini adalah perkara yang berbahaya karena perbuatan meninggalkan sholat lima waktu tadi merupakan sebab kerugian yang sangat besar.

Di antara bahaya menyia-nyiakan sholat lima waktu


Barangsiapa meninggalkan sholat lima waktu, maka dia terancam kerugian yang sangat besar, di antaranya adalah: Pertama: orang yang meninggalkan sholat itu berada dalam kebodohan yang sangat dalam terhadap agungnya nilai sholat Sesungguhnya sholat itu adalah awal kewajiban dalam peribadatan, sebagaimana dalam hadits Ibnu Abbas :

18

: .
Bahwasanya Rosululloh ketika mengutus Muadz untuk berdakwah di Yaman, beliau bersabda: Sesungguhnya engkau akan mendatangi suatu kaum dari Ahli Kitab, maka hendaknya yang pertama kali engkau seru mereka kepadanya adalah agar mereka mentauhidkan Alloh taala. Maka jika mereka telah mengetahui itu, maka kabari mereka bahwasanya Alloh mewajibkan mereka lima sholat di siang dan malam mereka (HR. Al Bukhoriy (1458) dan Muslim (132)). Dan dari Abu Malik Al Asyjaiy, dari ayahnya yang berkata:

. :

Dulu Rosululloh jika ada orang yang masuk Islam, maka yang pertama kali beliau ajarkan pada kita adalah sholat, atau beliau berkata: Ajarilah dia sholat. (HR. Al Bazzar (2765) dan dishohihkan oleh Al Imam Al Wadiiy dalam Al Jamiush Shohih Mimma Laisa Fish Shohihain no. (893)). Dan Alloh sendirilah yang mengurusi langsung pewajibannya dengan mengangkat Nabi-Nya dan kekasih-Nya ke atas langit yang tujuh, lalu Dia mewajibkan pada beliau dan pada umatnya lima sholat. Dalil-dalil tentang itu telah diketahui. Syaikhul Islam berkata: Sholat itu adalah awal ibadah yang Alloh wajib. Dan sholat lima waktu itu Alloh sendirilah yang mengurusi langsung pewajibannya dengan mengajak bicara Rosul-Nya pada malam Miroj. (Majmuul Fatawa/3/hal. 428). Al Imam Ibnul Qoyyim menyebutkan beberapa kekhususan sholat: dan karena Alloh itu mewajibkan sholat di langit pada malam Miroj. (Ash Sholah Wa Hukmu Tarikiha/hal. 22/Darul Imam Ahmad). Dan ini semua menunjukkan agungnya nilai sholat di sisi Alloh, dalam keadaan Dia Mahakaya dan Maha Terpuji. Sedangkan orang yang meninggalkan sholat itu berada dalam kebutaan. Kedua: orang yang meninggalkan sholat itu telah memutuskan hubungan antara dirinya dengan Robbnya Sesungguhnya sholat itu adalah hubungan antara hamba dengan Robbnya. Dari Abu Huroiroh yang berkata: Rosululloh bersabda:

: : : : : : : - : - : : : : .))395( . (
Alloh taala berfirman: Aku membagi sholat antara diri-Ku dan antara hamba-Ku menjadi dua bagian, dan hamba-Ku akan mendapatkan apa yang dimintanya. Jika hamba itu berkata: Segala pujian adalah milik Alloh Robb semesta alam, Alloh taala berfirman: Hamba-Ku memuji-Ku. Jika dia berkata: Yang Maha Luas Rohmat-Nya dan Maha mengasihi hamba-Nya, Alloh taala berfirman: Hamba-Ku menyanjung-Ku. Jika hamba itu berkata: Yang menguasai Hari Pembalasan, Alloh taala berfirman: Hamba-Ku mengagungkan-Ku. atau berkata:

19

Hamba-Ku menyerahkan diri kepada-Ku, Jika hamba itu berkata: Hanya kepada-Mu sajalah kami beribadah, dan hanya kepada-Mu sajalah kami mohon pertolongan, Alloh taala berfirman: Ini adalah antara diri-Ku dan antara hamba-Ku, dan hamba-Ku akan mendapatkan apa yang dimintanya. Jika hamba itu berkata: Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat pada mereka, bukan jalan orang-orang yang dimurkai, dan bukan pula jalan orang-orang yang tersesat, Alloh taala berfirman: Ini adalah untuk hamba-Ku, dan hamba-Ku akan mendapatkan apa yang dimintanya. (HR. Muslim (395)). Al Imam Ibnu Rojab berkata: Dan sholat adalah hubungan antara hamba dengan Robbnya, karena orang yang sholat itu sedang berbisik-bisik dengan Robbnya. (Fathul Bari/karya Ibnu Rojab/3/hal. 292). Jika demikian, maka wajib bagi hamba untuk menjaga hubungan yang paling agung ini. Alloh taala berfirman: Jagalah sholat-sholat, dan jagalah sholat pertengahan (sholat Ashr), dan berdirilah untuk Alloh dengan taat dan tenang. Al Munawiy berkata: Sholat adalah hubungan antara hamba dengan Robbnya, dan jika demikian, maka wajib bagi hamba untuk khusyu di dalamnya, (Faidhul Qodir/3/hal. 113). Orang yang meninggalkan sholat itu itu telah memutuskan hubungan ini, dalam keadaan dia di puncak kebutuhan kepada Robbnya. Alloh taala berfirman:

.]238/ [

]15/ [

Wahai para manusia, kalian itulah yang sangat butuh kepada Alloh, dan Alloh itu Mahakaya dan Maha Terpuji. Al Imam Ibnu Katsir berkata: Yaitu: mereka butuh kepada-Nya di seluruh gerakan dan sikap diam. Dan Alloh itu secara mutlak tidak butuh pada mereka. (Tafsirul Quranil Azhim/6/hal. 541). Ketiga: Orang yang meninggalkan sholat itu itu tidak mau mendekat pada Robbnya , maka setan itu yang menjadi teman dekatnya Sesungguhnya mukmin itu setiap kali semakin bertambah pengetahuannya tentang Alloh, bertambahlah kecintaannya pada Alloh, dan bertambahlah pendekatan dirinya kepada-Nya dengan beraneka ragam ibadah yang disyariatkan, sebagaimana kata Syaikhul Islam : Sesungguhnya hamba itu setiap kali bertambah penelitiannya, bertambahlah kecintaannya pada Alloh, ibadahnya dan ketaatannya untuk-Nya, dan bertambahlah keberpalingannya dari ibadah pada yang lain, kecintaannya pada yang lain, dan ketaatannya pada yang lain. (Majmuul Fatawa/10/hal. 218). Dan Nabi telah menjadikan sholat sebagai pendekatan diri kepada Alloh, sebagaimana dalam hadits Jabir yang berkata:

. : - :
Rosululloh bersabda (pada Kab): Wahai Kab bin Ujroh, puasa itu perisai, shodaqoh itu memadamkan kesalahan, sholat adalah pendekatan diri atau beliau bersabda: bukti. (HR. Al Imam Ahmad (14481) dan dihasankan oleh Al Imam Al Wadiiy dalam Al Jamiush Shohih Mimma Laisa Fish Shohihain no. (898)). Dan jika hamba mendekatkan diri kepada Alloh, Alloh akan mendekat kepadanya lebih banyak dan lebih bagus dari amalannya tadi. Dari Abu Huroiroh dari Nabi yang bersabda:

20

: - - .
Alloh berfirman: Jika hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku sejengkal, Aku akan mendekatinya sehasta. Jika hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku sehasta, Aku akan mendekatinya sedepa. Jika dia mendatangi-Ku dengan berjalan, Aku akan mendatanginya dengan lari-lari kecil. (HR. Al Bukhoriy (7537) dan Muslim (2675)). Adapun orang yang meninggalkan sholat, dia itu menjauh dari Robbnya , maka jadilah setan sebagai walinya dan teman akrabnya. Maka kembalinya urusan dia adalah kepada siksaan yang menghinakan. Alloh taala berfirman:

* * * .]39-36/[

Dan barangsiapa berpaling dari peringatan Ar Rohman, Kami akan kuasakan untuknya setan, maka setan itu menjadi teman seiring baginya. Dan sesungguhnya mereka benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang lurus, dan mereka mengira bahwasanya mereka itu mendapatkan petunjuk. Sampai jika dia datang pada Kami dia berkata: Aduh, andaikata antara diriku dan dirimu adalah sejauh antara barat dan timur. Maka setan itu adalah teman seiring yang paling jelek. Dan tidak bermanfaat bagi kalian pada hari ini perserikatan kalian, karena kalian telah berbuat zholim. Keempat: orang yang meninggalkan sholat itu tidak bersyukur kepada Alloh Telah lewat penjelasan bahwasanya seluruh syariat Alloh itu faidahnya dan manfaatnya kembali kepada kemaslahatan para hamba sendiri, dan bukan demi kebutuhan Robb . bersamaan dengan itu Alloh telah meringankannya untuk umat Muhammad yang dirohmati ini, sehingga Alloh menjadikan agama ini mudah. Alloh taala berfirman: Alloh menginginkan untuk kalian kemudahan, dan tidak ingin kesulitan untuk kalian. Dari Abu Huroiroh dari Nabi yang bersabda:

]185/ [

. .))39( .(
Sesungguhnya agama ini mudah, dan tidaklah ada orang beradu keras dengan agama ini kecuali agama ini akan mengalahkannya. Maka bersikap luruslah, mendekatlah pada kelurusan, bergembiralah, dan manfaatkanlah waktu pagi, sore, dan sedikit dari awal malam. (HR. Al Bukhoriy (39)). Demikian pula penyariatan sholat lima waktu, telah diringankan dari lima puluh hingga menjadi lima saja. Dari Anas dalam kisah Miroj, dari Nabi yang bersabda:

: : . : . . : . :

21

.. : : .))433( : . ( (2433)
Maka Alloh mewajibkan kepadaku lima puluh sholat. Maka aku kembali dengan membawa itu hingga aku melewati Musa. Maka Musa bertanya: Apa yang diwajibkan kepada umatmu? aku menjawab: Diwajibkan pada mereka lima puluh sholat. Maka beliau berkata: Tawarlah kewajiban dari Robbmu, karena umatmu tak akan sanggup mengerjakannya. Maka aku kembali dan melakukan penawaran pada Robbku, maka Dia mengurangi separuhnya. Lalu aku kembali kepada Musa. Dia berkata: Tawarlah kewajiban dari Robbmu lalu beliau menyebutkan yang seperti itu, maka Alloh mengurangi separuhnya. Lalu aku kembali kepada Musa dan mengabarinya. Dia berkata: Tawarlah kewajiban dari Robbmu, karena umatmu tak akan sanggup mengerjakannya. Maka aku kembali dan melakukan penawaran pada Robbku, maka Dia berfirman: Lima sholat saja. Dan dia itu bernilai lima puluh. Ketetapan di sisi-Ku tak akan dirubah lagi. Lalu aku kembali kepada Musa. Dia berkata: Tawarlah kewajiban dari Robbmu. Maka aku menjawab: Aku telah malu kepada Robbku. (HR. Al Bukhoriy (3342) dan Muslim (433)). Lihatlah: dulu sholat wajib pada umat Musa lima puluh sholat sebagaimana telah dikenal bersama, lalu diperingan untuk umat ini sebagai rohmat untuk mereka, sehingga menjadi lima sholat saja. Dan pahalanya adalah lima puluh sholat di sisi Alloh sebagai karunia dan kedermawanan dari-Nya. Perkara ini mendatangkan syukur bagi orang-orang yang berakal dan pandai bersyukur. Adapun menurut orang yang meninggalkan sholat, maka tidak demikian. Barangkali jika mereka ada di posisi yang agung itu pada malam Miroj, mereka tidak malu untuk berkata: Wahai Robb, kurangilah dari lima sholat menjadi nol sama sekali! Zaid bin Tsabit berkata: Rosululloh bersabda:

.
Sesungguhnya Alloh jika menyiksa penduduk langit dan bumi, Dia akan menyiksa dalam keadaan Dia tidak menzholimi mereka. dan seandainya Dia merohmati mereka, pastilah rohmat-Nya itu lebih baik untuk mereka daripada harta-harta mereka. seandainya ada orang punya emas sebesar gunung Uhud, lalu dia menginfaqkannya di jalan Alloh hingga menghabiskannya, tapi dia tidak beriman pada taqdir baiknya dan buruknya, dia akan masuk Neraka. (HR. Ahmad (5/hal. 185) dan Ath Thobroniy dalam Musnadusy Syamiyyin (1962), dan dihasankan oleh Al Imam Al Wadiiy dalam Al Jamiush Shohih no. (416)). Al Imam Ibnul Qoyyim berkata: Dan penjelasannya sebagai berikut: bahwasanya bersyukur pada Alloh Yang Mahasuci adalah kewajiban mereka, dikarena Dia adalah yang mengatur dan memberi mereka seluruh kebutuhan mereka, dan juga karena mereka adalah hamba-Nya dan budak-Nya. Dan yang demikian itu mengharuskan mereka untuk mengenal-Nya, mengagungkan-Nya, mentauhidkan-Nya, mendekatkan diri kepada-Nya, dengan pendekatan seorang hamba yang mencintai, yang berbolak-balik dalam kenikmatan-Nya, dan dia tidak mungkin untuk tidak butuh pada-Nya sekejap matapun. Hamba ini senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya dengan kerja kerasnya, mencurahkan segenap kemampuannya untuk itu, dan menyekutukan dengan-Nya sesuatu apapun, lebih mengutamakan ridho Tuannya di atas keinginannya dan hawa nafsunya. Bahkan dia tak punya hawa nafsu ataupun keinginan kecuali dalam perkara yang diinginkan dan dicintai oleh Tuannya. Dan ini menuntut adanya ilmu, amal, keinginan, dan kebutuhan yang tidak ditentang oleh yang lain, dan tidak tersisa untuknya bersama dengan itu keberpalingan kepada yang selain-Nya dari satu sisipun.

22

Dan telah diketahui bahwasanya tabiat manusia itu tidak mencukupi untuk itu (untuk memurnikan pengabdian pada Alloh) dan hak-hak Robb taala secara mutlak, dan bahwasanya Alloh itu berhak untuk disembah lebih besar daripada hak-Nya, karena kebaikan-Nya. Dialah Alloh yang berhak mendapatkan puncak ibadah, ketundukan, dan kehinaan karena Dzat-Nya, karena kebaikan-Nya dan karena kenikmatan-Nya. sampai pada ucapan beliau:- dan termasuk dari kedermawanan-Nya dan rohmat-Nya adalah: Dia rela mendapatkan dari para hamba-Nya ibadah yang lebih ringan daripada yang seharusnya untuk Dia diibadahi, dan hak-Nya secara dzat-Nya dan kebaikan-Nya. Maka kenyataan ibadah mereka tak bisa dibandingkan kepada apa yang menjadi hak Alloh dari satu sisipun. Maka tidak mencukupi mereka selain maaf Alloh untuk mereka. Dan Dia Yang Mahasuci lebih tahu tentang diri mereka daripada mereka sendiri. Maka seandainya Alloh menyiksa mereka, dia pasti menyiksa mereka dengan apa yang diketahui-Nya dari mereka, sekalipun mereka tidak mengetahuinya. Seandainya Alloh menyiksa mereka sebelum Dia mengutus para Rosul-Nya kepada mereka berdasarkan amalan mereka, tidaklah Dia itu menzholimi mereka, sebagaimana Dia tidak menzholimi mereka dengan kemurkaannya kepada mereka sebelum Dia mengutus Rosul-Nya kepada mereka, disebabkan oleh kekufuran, kesyirikan dan keburukan mereka, karena Dia Yang Mahasuci melihat kepada penduduk bumi, maka dia memurkai mereka, yang arobnya ataupun yang ajamnya, kecuali sisa-sisa Ahli Kitab(3). Akan tetapi Alloh mewajibkan terhadap dirinya sendiri karena telah menetapkan terhadap dirinya untuk memberikan rohmah, bahwasanya diri-Nya tidak menyiksa seorangpun kecuali setelah tegaknya hujjah terhadapnya dengan risalah-Nya. Rahasia masalah ini adalah: manakala kewajiban mensyukuri Dzat yang memberi nikmat itu adalah sesuai dengan kadar Sang Pemberi dan kadar kenikmatan-Nya, dan tiada seorangpun yang sanggup melakukan itu, maka Alloh punya hak terhadap setiap orang, dan Dia berhak untuk menuntutnya. Jika Dia tidak mengampuni dan merohmatinya, Dia berhak menyiksanya. Maka kebutuhan mereka kepada ampunan, rohmat dan maaf-Nya itu seperti kebutuhan mereka kepada penjagaan-Nya, pemeliharaan-Nya dan rizqi-Nya. Seandainya Dia tidak menjaga mereka pastilah mereka binasa. Jika Dia tidak memberi mereka rizqi pastilah mereka binasa. Jika Dia tidak mengampuni dan merohmati mereka pastilah mereka binasa dan rugi. Oleh karena itu ayah mereka Adam dan ibu mereka Hawwa berkata: Wahai Robb kami, kami telah menzholimi diri kami. Jika engkau tidak mengampuni dan merohmati kami, pastilah kami menjadi termasuk orang-orang yang merugi. (Syifaul Alil/bab enam belas/hal. 18). Penjelasan ini cukup untuk menggerakkan manusia untuk bersyukur kepada Alloh. Akan tetapi orang-orang yang meninggalkan sholat, hawa nafsu mereka telah menyesatkan mereka
(3)

HR. Muslim (7386) dari Iyadh bin Himar Al Mujasyiiy .

23

sehingga mereka mengkufuri nikmat Alloh, sehingga mereka berhak untuk disiksa. Alloh taala berfirman:

.]7/ [

Dan ingatlah ketika Robb kalian mengumumkan: jika kalian bersyukur pastilah Aku akan menambahi untuk kalian. Tapi jika kalian kufur, maka sungguh siksaan-Ku itu benar-benar keras. Dan Alloh taala berfirman:

.]112/ [

Dan Alloh membuat permisalan suatu kota yang dulunya aman tentram, rizqinya mendatanginya dengan banyak dari segenap tempat, lalu kota itu mengkufuri kenikmatankenikmatan Alloh, maka Alloh menjadikannya merasakan pakaian kelaparan dan ketakutan disebabkan oleh apa yang mereka perbuat. Kelima: luput dari orang yang meninggalkan sholat persaksian para malaikat pada waktu sholat Sesungguhnya para malaikat itu menyaksikan sholat-sholat Muslimin, dan di dalam yang demikian itu ada keberkahan-keberkahan bagi orang-orang yang sholat. Maka barangsiapa meninggalkan sholat, luputlah darinya kebaikan yang banyak. Dari Abu Huroiroh yang berkata: Nabi bersabda:

. . : :
Para malaikat di waktu malam dan malaikat di waktu siang mendatangi kalian silih berganti, dan mereka berkumpul di sholat shubuh dan ashr. Kemudian naiklah malaikat yang bermalam di antara kalian, lalu Robb mereka menanyai mereka padahal Dia lebih tahu tentang mereka: Bagaimana kalian tinggalkan para hamba-Ku? mereka menjawab: Kami meninggalkan mereka dalam keadaan mereka sholat, dan Kami mendatangi mereka dalam keadaan mereka sholat. (HR. Al Bukhoriy (3228) dan Muslim (1464)). Dari Amr bin Abasah As Sulamiy bahwasanya dia berkata pada Rosululloh : Kabarilah saya tentang sholat. Maka beliau bersabda:

. .))1967( . .... (
Kerjakanlah sholat shubuh, kemudian berhentilah sholat hingga matahari terbit hingga meninggi, karena sesungguhnya dia itu terbit di antara dua tanduk setan, dan ketika itu orangorang kafir sujud untuk matahari. Kemudian sholatlah karena sesungguhnya sholat tersebut disaksikan dan dihadiri, hingga bayangan menyendiri sepanjang satu tombak. Kemudian hentikan sholat, karena saat itu Jahannam dinyalakan. Jika kecondongan bayangan telah datang lagi (ke arah timur) maka sholatlah karena sesungguhnya sholat tersebut disaksikan dan dihadiri, hingga engkau sholat Ashr (HR. Muslim (1967)). Keenam: orang yang meninggalkan sholat tidak mendapatkan besarnya kegembiraan Alloh terhadap orang yang datang ke masjid untuk sholat

24

Sesungguhnya Alloh itu sangat bergembira dengan kedatangan hamba-Nya ke masjid untuk sholat. Dari Abu Huroiroh yang berkata: Rosululloh bersabda:

.
Tidaklah ada satu orang yang berwudhu dan memperbagus wudhunya dan menyempurnakannya, lalu dia mendatangi masjid, tidak menginginkan kecuali sholat di situ, kecuali Alloh menyambutnya dengan gembira sebagaimana orang yang ditinggal pergi menyambut gembira kedatangan orang itu. (HR. Al Imam Ahmad (8051) dan dishohihkan oleh Al Imam Al Wadiiy dalam Al Jamiush Shohih Mimma Laisa Fish Shohihain no. (838)). Ibnul Atsir berkata: Basysy adalah kegembiraan sahabat dengan sahabatnya, kelembutan dalam meminta, menghadapkan diri kepadanya. Ungkapan: ( .) Ini adalah permisalan untuk penerimaan orang itu dengan kebaikannya, mendekatkannya pada dirinya, dan memuliakannya. (An Nihayah Fi Ghoribil Atsar/hal. 334). Sifat tabasybusy ( )itu tetap untuk Alloh, sesuai dengan keagungan dan kemuliaanNya. Dan keutamaan itu tadi tidak dicapai oleh orang yang meninggalkan sholat. Ketujuh: Alloh membanggakan di hadapan malaikat dengan orang yang menanti sholat seusai sholat. Dan ini tidak didapatkan oleh orang yang meninggalkan sholat Sesungguhnya orang itu sangat gembira jika para pembesar membanggakan dirinya di hadapan para sahabatnya. Maka bagaimana jika dia dibanggakan oleh Robb alam semesta di hadapan para malaikat? Dari Abdulloh bin Amr yang berkata:

: : .

Kami sholat bersama Rosululloh mahgrib, lalu duduklah orang yang duduk, dan pulanglah orang yang pulang. Lalu datanglah Rosululloh dan hampir-hampir bajunya tersingkap dari kedua lutut beliau. Lalu beliau bersabda: Bergembiralah wahai Muslimun, ini Robb kalian telah membuka salah satu pintu langit membanggakan kalian di hadapan para malaikat. Alloh berfirman: Mereka adalah para hamba-Ku, mereka telah menunaikan satu kewajiban dan sedang menunggu kewajiban yang lain. (HR. Al Imam Ahmad (6750) dan dishohihkan oleh Al Imam Al Wadiiy dalam Al Jamiush Shohih no. (868)). Orang yang meninggalkan sholat tidak mendapatkan keutamaan ini. Kedelapan: luput dari orang yang meninggalkan sholat pahala-pahala yang agung Alloh taala berfirman:

.]162/ [

Dan orang-orang yang menegakkan sholat, orang-orang yang membayar zakar, dan orangorang yang beriman pada Alloh dan Hari Akhir, mereka itu akan Kami beri pahala yang agung. Jika pahala dua rekaat fajar saja lebih baik daripada dunia seisinya, sebagaimana hadits Aisyah bahwasanya Nabi bersabda:

.
Dua rekaat fajar itu lebih baik daripada dunia seisinya. (HR. Muslim (1721)),

25

Maka bagaimana dengan sholat malam yang dia itu lebih utama daripada dua rekaat fajar? Dari Abu Huroiroh :

: .))2813( . (
bahwasanya Rosululloh ditanya: sholat manakah yang lebih utama setelah sholat wajib? Dan puasa manakah yang lebih utama setelah puasa bulan Romadhon? Beliau bersabda: Sholat yang paling utama setelah sholat wajib adalah sholat ditengah malam. Dan puasa yang paling utama setelah puasa bulan Romadhon adalah puasa di bulan Alloh: Muharrom. (HR. Muslim (2813)), Maka bagaimana dengan pahala sholat lima waktu? Maka barangsiapa meninggalkan sholat lima waktu, luputlah darinya pahala yang agung sekali. Dari Abu Umamah Al Bahiliy dari Rosululloh yang bersabda:

: .
Ada tiga orang yang dijamin oleh Alloh : Orang yang keluar berperang di jalan Alloh, maka dia dijamin oleh Alloh hingga dimatikan untuk kemudian dimasukkan ke dalam Jannah atau dikembalikan dengan meraih pahala dan rampasan perang. Dan orang yang berangkat ke masjid, maka dia dijamin oleh Alloh hingga dimatikan lalu dimasukkan ke dalam Jannah, atau dikembalikan dengan meraih pahala dan rampasan perang. Dan orang yang masuk ke rumahnya dengan mengucapkan salam, maka dia dijamin oleh Alloh ( . HR. Al Imam Ahmad (2496) dan dishohihkan oleh Al Imam Al Wadiiy dalam Al Jamiush Shohih Mimma Laisa Fish Shohihain no. (804)). Orang yang berangkat ke masjid untuk menegakkan sholat dijamin dengan pahala dan harta rampasan perang. Sementara orang yang meninggalkan sholat tidak mendapatkan dari itu sedikitpun. Kedelapan: orang yang meninggalkan sholat tidak mendapatkan pahala menunggu sholat Telah kami sebutkan pahala sholat, maka kami katakan sekarang: sampai bahkan menunggu sholatpun punya pahala sholat. Dari Sahl bin Sad As Saidiy yang berkata: aku mendengar Rosululloh bersabda:

26

Barangsiapa di masjid menunggu sholat, maka dia itu ada di dalam sholat. (HR. An Nasaiy (734) dan Ath Thobroniy dalam Al Kabir (5880) dan dihasankan oleh Al Imam Al Wadiiy dalam Al Jamiush Shohih Mimma Laisa Fish Shohihain no. (869)). Orang yang tidak sholat tidak mendapatkan keutamaan ini. Kesembilan: Orang yang tidak sholat akan luput darinya doa yang dikabulkan dalam bab ini Sesungguhnya di dalam sholat ada keadaan-keadaan yang mana doa di situ akan dikabulkan. Di antaranya adalah: saat membaca Al Fatihah ( 4 ), sebagaimana telah lewat penyebutannya. Dan di antaranya juga: saat sujud. Dari Ibnu Abbas yang berkata: Rosululloh bersabda:

.
Adapun ruku maka agungkanlah di dalamnya Robb , adapun sujud, maka bersungguhsungguhlah kalian berdoa, karena hampir-hampir akan dikabulkan untuk kalian. (HR. Muslim (1102)). Dan termasuk dari itu adalah: sebelum salam. Dari Ibnu Mas'ud yang berkata:

.. :
Aku pernah sholat, dan Nabi dan Abu Bakr dan Umar bersama beliau. Ketika aku duduk, aku mulai dengan sanjungan pada Alloh, kemudian sholawat pada Nabi ,kemudian aku berdoa untuk diriku sendiri. Maka Nabi bersabda: Mintalah, engkau akan diberi. Mintalah, engkau akan diberi. (HR. At Tirmidziy (595) dan dihasankan oleh Al Imam Al Wadiiy dalam Al Jamiush Shohih Mimma Laisa Fish Shohihain no. (988)). Maka orang yang meninggalkan sholat itu telah menyia-nyiakan kesempatan dalam keadaan dia sangat butuh sekali pada Robbnya . Kesepuluh: orang yang meninggalkan sholat itu luput darinya ketinggian derajat dari sisi sholat Dari Abu Umamah yang berkata: Rosululloh bersabda:

.
Ketahuilah, sesungguhnya engkau tidaklah dirimu bersujud untuk Alloh satu kali, kecuali Alloh akan mengangkat untukmu dengannya satu derajat, dan menghapuskan darimu dengannya
(4)

Bukan berarti disyariatkan untuk menambah doa-doa dalam Al Fatihah atau sebelum Amin. Akan tetapi Al Fatihah itu sendiri mengandung doa yang paling menyeluruh dan paling penting, dan dikabulkan oleh Alloh.

27

satu kesalahan. (HR. Ahmad (22141) dan dishohihkan oleh Al Imam Al Wadiiy dalam Ash Shohihul Musnad (488)). Dari Midan bin Abi Tholhah Al Yamuriy yang berkata: Aku berjumpa dengan Tsauban pembantu Rosululloh , maka kukatakan padanya: kabarilah saya dengan suatu amalan yang jika saya mengamalkannya, Alloh akan memasukkan saya dengannya Jannah. Atau berkata: dengan amalan yang paling disukai oleh Alloh. Maka beliau diam. Lalu saya tanya lagi, ternyata beliau diam. Lalu saya bertanya pada kali yang ketiga, maka beliau berkata: Aku bertanya tentang itu pada Rosululloh maka beliau menjawab:


Engkau harus memperbanyak sujud untuk Alloh, karena sungguh tidaklah engkau bersujud satu kali untuk Alloh, kecuali Alloh akan mengangkat untukmu dengannya satu derajat, dan menghapuskan darimu dengannya satu kesalahan. Midan berkata: kemudian aku berjumpa dengan Abud Darda lalu kutanya beliau, maka beliau menjawabku seperti apa yang diucapkan Tsauban padaku. (HR. Muslim (488)). Ini adalah keutamaan yang dijanjikan untuk ahli sholat dan sujud yang disyariatkan. Adapun orang yang meninggalkan sholat, maka dia tak akan mendapatkannya. Kesebelas: orang yang meninggalkan sholat itu tidak beruntung Alloh taala telah menjanjikan keberuntungan bagi orang-orang yang sholat. Dia taala berfirman:

-1/ * :- [ .]9

Sungguh telah beruntung orang-orang mukmin yang orang-orang yang khusyu di dalam sholat mereka sampai pada firman:- dan orang-orang yang menjaga sholat mereka. Alloh subhanah berfirman: Sungguh beruntung orang yang mensucikan diri, dan mengingat nama Robbnya lalu melaksanakan sholat. Ibnul Atsir berkata: Falah adalah: keberuntungan, keselamatan, dan kekekalan dalam kenikmatan dan kebaikan. (Lisanul Arob/hal. 547). Maka orang yang meninggalkan sholat itu tidak mendapatkan keberuntungan ataupun keselamatan di dua negri, Karena dirinya telah menyia-nyiakan hak-hak Robbnya . Kedua belas: orang yang meninggalkan sholat itu tersesat Sesungguhnya Alloh taala telah menjadikan penegakan sholat itu sebagai salah satu sebab datangnya hidayah, sebagaimana dalam firman-Nya:

.]15 14/ * [

]18/ [

Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Alloh itu orang-orang yang beriman pada Alloh dan Hari Akhir, menegakkan sholat, membayar zakat, dan tidak takut kecuali kepada Alloh. Maka semoga mereka itulah yang akan menjadi orang-orang yang mendapatkan petunjuk. Firman-Nya:

2/ * [ .]3
Yang Kitab ini tiada keraguan padanya, sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa. Yaitu orang-orang beriman pada yang ghoib (tersembunyi), menegakkan sholat, dan mereka menginfaqkan sebagian dari apa yang Kami rizqikan pada mereka. Dan dari Ibnu Masud yang berkata: Barangsiapa senang untuk besok berjumpa Alloh sebagai seorang muslim, maka hendaknya dia menjaga sholat-sholat tersebut kapan saja dia diseru untuk menunaikannya, karena sesungguhnya Alloh telah mensyariatkan untuk Nabi kalian sunnah-sunnah petunjuk, dan sesungguhnya sholat-sholat tadi termasuk dari sunnah-sunnah petunjuk. Seandainya kalian sholat di rumah-rumah kalian sebagaimana sholatnya orang yang tertinggal ini di rumahnya, sungguh kalian telah meninggalkan sunnah Nabi kalian. Dan jika kalian telah meninggalkan sunnah Nabi kalian, pastilah kalian itu tersesat. Dan tiada seorangpun yang bersuci, lalu memperbagus pensuciannya, kemudian sengaja berangkat ke masjid dari masjid-masjid ini, kecuali Alloh akan mencatat untuknya dengan setiap langkahnya satu kebaikan, dan mengangkat dengannya satu derajat, dan menghapuskan dengannya darinya satu kejelekan. Dan sungguh kami telah melihat tidak ada yang tertinggal dari sholat-sholat tadi kecuali munafiq yang telah diketahui kemunafiqannya. Dan sungguh dulu ada orang yang didatangkan dipapah di antara dua orang hingga diberdirikan dalam shoff (barisan). (HR. Muslim (654)). Maka orang yang meninggalkan sholat jamaah, sungguh dia telah meninggalkan jalan Rosululloh . Dan barangsiapa meninggalkannya, maka sungguh dia telah tersesat. Maka bagaimana dengan orang yang meninggalkan sholat sama sekali? Tidak diragukan lagi bahwasanya dirinya berada dalam kesesatan yang nyata. Sementara itu, sang hamba itu sangat butuh pada hidayah (petunjuk) Alloh di setiap waktu. Al Imam Ibnul Qoyyim berkata: Dan telah diketahui bahwasanya perkara yang tidak diketahui oleh hamba itu berlipat-lipat daripada apa yang telah diketahuinya, dan bahwasanya setiap perkara yang telah diketahuinya bahwasanya itu adalah benar, maka jiwanya tidak maau menaati dirinya untuk menginginkan perkara tadi. Seandainya dia menginginkan perkara yang benar tadi, pastilah dia tidak sanggup untuk melakukan kebanyakannya. Maka sang hamba amat butuh di setiap waktu kepada hidayah yang terkait dengan masa lalu, sekarang dan yang akan datang. Adapun untuk yang telah lalu: maka dia itu butuh untuk mengoreksi dirinya sendiri: apakah dia telah berjalan dengan lurus sehingga dia bersyukur pada Alloh atas taufiq untuk lurus tadi, dan memohon agar kelurusan tadi dilestarikan? Ataukah dia dalam perbuatan yang telah lalu justru keluar dari kebenaran, sehingga harus bertobat pada Alloh taala dari itu, mohon ampunan padaNya dan bertekad untuk tidak kembali kepada kesalahan tadi? Adapun hidayah yang terkait dengan yang terjadi sekarang: maka memang hidayah inilah yang sedang dicari, karena sang hamba adalah pelaku amalan pada masa sekarang, maka dia butuh untuk mengetahui hukum perbuatan-perbuatan yang sedang dilakukannya: benar ataukah keliru? Adapun hidayah yang terkait dengan masa depan: maka kebutuhan sang hamba padanya lebih jelas lagi agar alur perjalanannya itu tepat di jalan yang benar. Jika demikian inilah nilai hidayah, diketahuilah bahwasanya sang hamba itu memang paling amat butuh padanya, dan bahwasanya pertanyaan rusak yang didatangkan oleh sebagian orang yaitu: Jika kita memang telah di atas petunjuk, maka apa butuhnya kita untuk minta agar Alloh menunjuki kita lagi? Bukankah ini namanya menghasilkan perkara yang telah ada? merupakan pertanyaan yang paling rusak dan paling jauh dari kebenaran. Dan ini menunjukkan bahwasanya

28

29

yang bertanya itu tidak tahu makna hidayah, dan tidak mengerti hakikatnya dan kandungan dari istilah itu. (Miftah Daris Saadah/1/hal. 87). Tiga belas: orang yang meninggalkan sholat itu berada dalam kegelapan Sesungguhnya sholat adalah cahaya. Dari Abu Malik Al Asyariy yang berkata: Rosululloh bersabda:

- - . .))556( . (
Bersuci adalah separuh keimanan, Alhamdulillah itu memenuhi timbangan, subhanalloh walhamdulillah itu memenuhi antara langit dan bumi. Sholat itu adalah cahaya, shodaqoh itu adalah bukti, kesabaran adalah cahaya panas, dan Al Quran adalah argumenntasi untuk mendukungmu atau membantahmu. Setiap orang berangkat lalu menjual dirinya sendiri, membebaskannya dari Neraka atau membinasakan dirinya sendiri. (HR. Muslim (556)). Al Imam Ibnu Rojab berkata: Sholat itu adalah cahaya yang mutlak sampai pada ucapan beliau:- dia itu untuk mukminin di dunia adalah cahaya di dalam hati dan mata hati mereka, yang dengannya hati mereka menjadi bersinar, mata hati mereka bercahaya. Oleh karena itulah sholat merupakan penyejuk jiwa orang-orang yang bertaqwa. sampai pada ucapan beliau:- sholat juga cahaya bagi mukminin di kuburan mereka, terutama sholat malam. sampai pada ucapan beliau:- sholat itu di akhirat juga cahaya bagi mukminin di kegelapan Kiamat, di atas Shiroth, karena cahaya-cahaya akan dibagikan untuk mereka sesuai dengan kadar amalan mereka. (Jamiul Ulum Wal Hikam/hadits keduapuluh tiga). Keempat belas: tidak suka sholat merupakan sifat orang munafiq Alloh taala berfirman:

.]54/ [

Dan tidaklah menghalangi mereka untuk infaq-infaq mereka diterima kecuali karena kekufuran mereka pada Alloh dan pada Rosul-Nya, dan mereka tidak mendatangi sholat kecuali dalam keadaan mereka malas, dan tidaklah mereka berinfaq kecuali dalam keadaan mereka benci. Syaikhul Islam berkata: Maka ini adalah keadaan orang yang berinfaq dalam keadaan benci. Maka bagaimana dengan orang yang meninggalkan infaq sama sekali? (Majmuul Fatawa/28/hal. 439). Dan berdasarkan ini kita bilang: ini adalah keadaan orang yang bersholat dalam keadaan malas, maka bagaimana dengan orang yang meninggalkan sholat sama sekali? Al Imam Al Qurthubiy berkata: Maka kemunafiqan itu benar-benar mewariskan kemalasan di dalam ibadah. (Al Jami Li Ahkamil Quran/8/hal. 163). Alloh taala berfirman:

]142/[

30

Sesungguhnya orang-orang munafiq itu ingin menipu Alloh, dan Alloh yang membalas tipu daya mereka. Jika mereka bangkit untuk sholat, mereka bangkit dengan malas, mereka mencari pandangan dan pujian manusia dan tidak mengingat Alloh kecuali sedikit. Al Imam Ibnu Katsir berkata: Ini adalah sifat orang munafiq terhadap amalan yang paling mulia, paling utama dan paling bagusnya yaitu: sholat. Jika mereka bangkit untuk sholat mereka bangkit dalam keadaan malas mengerjakannya, karena mereka tak punya niat di situ, tak punya iman dengan sholat dan tak punya rasa takut, serta tak memahami maknanya. (Tafsirul Quranil Azhim/2/hal. 438). Dan telah tetap bahwasanya Rosululloh bersabda: Itu adalah sholat munafiq, duduk mengintai matahari, sampai jika matahari telah ada di antara dua tanduk setan, bangkitlah orang ini lalu mematuk empat kali, tidak mengingat Alloh kecuali sedikit. (HR. Muslim (1443) dan Anas .) Ini adalah sikap munafiq terhadap sholat Ashr, maka bagaimana dengan orang yang tidak sholat Ashr sama sekali? Kelima belas: orang yang meninggalkan sholat itu menjauh dari rohmat Alloh Alloh taala berfirman:

.]56/ [

Dan tegakkanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan taatilah Rosul agar kalian dirohmati. Alloh taala berfirman:

]71/ [

Dan orang-orang mukmin lelaki dan perempuan, sebagian dari mereka adalah wali bagi sebagian yang lain. Mereka memerintahkan yang maruf dan melarang dari yang munkar, menegakkan sholat, menunaikan zakat, dan taat pada Alloh dan Rosul-Nya. Mereka itu akan dirohmati oleh Alloh, sesungguhnya Alloh Mahaperkasa lagi Maha Penuh Hikmah. Alloh taala menyebutkan bahwasanya orang-orang yang akan dirohmati oleh Alloh mereka itulah memiliki sifat-sifat yang indah tadi. Al Imam Ibnu Katsir berkata: Yaitu: Alloh akan merohmati orang-orang yang memiliki sifat-sifat ini. (Tafsirul Quranil Azhim/4/hal. 175). Maka orang yang meninggalkan sholat itu keluar dari kandungan dua ayat ini. Dan ini bahaya karena orang yang terbiasa menjauh dari sebab-sebab rohmat takut turun kepada laknat. Keenam belas: orang yang meninggalkan sholat itu tidak mendapatkan ketentraman hati Sesungguhnya Alloh telah menjanjikan kehidupan yang baik untuk orang yang beriman dan bertaqwa, sebagaimana Firman-Nya subhanah:

]97/[

Barangsiapa beramal sholih baik dia itu lelaki ataupun perempuan dalam keadaan dia itu mukmin, pastilah Kami akan memberinya kehidupan yang bagus, dan pastilah Kami akan membalasi mereka pahala mereka dengan yang lebih baik daripada apa yang dulu mereka lakukan.

31

Al Imam Ibnul Qoyyim berkata: Maka mukmin yang ikhlas karena Alloh adalah termasuk orang yang paling bagus hidupnya, dan paling nikmat pikirannya, paling lapang dadanya dan paling gembira hatinya. Dan ini adalah Jannah yang disegerakan sebelum Jannah yang di Akhirat. sampai pada ucapan beliau:- dan tiada sesuatupun secara mutlak yang lebih bermanfaat bagi hamba daripada konsentrasinya kepada Alloh, sibuknya dia dengan mengingat-Nya, bersenang-senang dengan mencintai-Nya, lebih mendahulukan keridhoan-Nya. Bahkan tiada kehidupan, kenikmatan, kesenangan, dan kegembiraan kecuali dengan itu. Maka ketiadaannya itu adalah sesuatu yang paling menyakitkan untuknya, dan siksaan yang paling keras terhadapnya. (Al Jawabul Kafi/hal. 223). Dan termasuk sebab terbesar ketentraman hati adalah: penegakan sholat. Dari seorang Anshor yang berkata: aku mendengar Rosululloh bersabda:

.
Bangkitlah wahai Bilal, kumandangkan iqomat, maka tentramkanlah kami dengan sholat. (HR. Abu Dawud (4988) dishohihkan oleh Al Imam Al Wadiiy dalam Al Jamiush Shohih Mimma Laisa Fish Shohihain no. (907)). Syaikhul Islam berkata: Tiada seorang mukminpun kecuali dia mendapatkan di dalam hatinya rasa cinta pada Alloh, ketenangan dengan mengingat-Nya, bersenang-senang dengan mengenal-Nya, keledzatan, kesenangan dengan mengingat-Nya dan berbisik-bisik denganNya. Dan yang demikian itu bisa menguat dan melemah, bertambah dan berkurang sesuai dengan iman sang makhluq. Maka setiap orang yang imannya sempurna, bersenang-senangnya dengan perkara ini adalah lebih sempurna. Oleh karena itulah Nabi bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan yang lainnya:

. - -
Dijadikan pada diriku dari dunia kalian rasa cinta pada perempuan dan minyak wangi. Lalu beliau bersabda: Dan dijadikan kesejukan hatiku di dalam sholat. (5) Dulu beliau berkata:


Wahai Bilal, tentramkanlah kami dengan sholat. (6) (Majmuul Fatawa/8/hal. 143). Adapun orang yang meninggalkan sholat maka sungguh dia itu dihalangi dari ketentraman syariyyah yang sejati, bahkan dia akan tertimpa kebalikan dari itu karena jauhnya dia dari Tuannya yang sebenarnya.
(5)

HR. Ahmad (12315) dan An Nasaiy (3939) dan yang lainnya, dari Anas . dan dihasankan oleh Al Imam Al Wadiiy dalam Ash Shohihul Musnad no. (100)). (6) Telah lewat belum lama.

32

Ketujuh belas: orang yang meninggalkan sholat itu lupa pada Alloh taala, sehingga akan kembali padanya buruknya akibat Alloh taala telah menjadikan sholat untuk mengingat-Nya, sebagaimana firman-Nya:

]14/ [

Sesungguhnya Aku adalah Alloh, tiada sesembahan yang benar selain Aku, maka sembahlah Aku, dan tegakkanlah sholat untuk mengingatku. Syaikhul Islam berkata: Dan penegakan sholat untuk mengingat-Nya adalah termasuk ibadah pada-Nya yang paling agung. (Majmuul Fatawa/10/hal. 176). Al Imam Ibnul Qoyyim berkata: Sesungguhnya seluruh amalan itu hanyalah disyariatkan ditegakkan untuk mengingat Alloh taala. Dan yang dimaksudkan dengannya adalah untuk menghasilkan dzikrulloh taala. Alloh berfirman: Dan tegakkanlah sholat untuk mengingatku. (Al Wabilush Shoyyib/hal. 102). Adapun orang yang meninggalkan sholat maka sungguh dia telah lupa pada Alloh taala, maka hukumannya sesuai dengan jenis amalannya. Alloh taala berfirman tentang orang yang melupakannya:

]14/ [

]67/ [

Mereka melupakan Alloh, maka Alloh melupakan mereka. sesungguhnya orang-orang munafiqin mereka itulah orang-orang yang fasiq. Dan Alloh subhanah berfirman:

.]19/ [

Dan janganlah kalian seperti orang-orang yang melupakan Alloh sehingga Alloh menjadikan mereka lupa pada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasiq. Al Imam Ibnul Qoyyim berkata: Maka Alloh Yang Mahasuci menghukum orang yang melupakannya dengan dua hukuman: Yang pertama: Dia Yang Mahasuci melupakan orang itu. Yang kedua: Alloh menjadikan orang itu lupa pada dirinya. Lupanya Alloh Yang Mahasuci pada hamba-Nya adalah: Alloh menelantarkannya, meninggalkannya, menyendiri darinya, menyianyiakannya, sehingga kebinasaan itu lebih dekat kepadanya daripada jarak tangan ke mulut. Adapun dijadikannya dia lupa pada diri sendiri yaitu: Alloh menjadikannya lupa pada bagian dirinya yang tinggi, dan sebab-sebab kebahagiaan dan keberuntungannya, perbaikannya, dan perkara yang dengannya dia jadi sempurna. Dijadikan dirinya melupakan itu semua, sehingga tidak terbetik di benaknya, tidak menjadikannya ingat, tidak mengarahkan keinginannya ke situ sehingga berminat padanya, karena perkara tadi tidak lewat di benaknya hingga meniatkan untuk meraihnya dan mengutamakannya. Dan juga dijadikannya dia lupa pada cacat, kekurangan dan penyakit diri, sehingga tidak terbetik di benaknya untuk menghilangkannya. Dan juga menjadikannya lupa pada penyakitpenyakit jiwa dan hatinya serta sakitnya penyakit tadi, sehingga tidak terbetik di benaknya untuk mengobatinya, dan tidak berupaya untuk menghilangkan penyakitnya yang bisa berakibat kerusakan dan kebinasaan. Maka orang ini sakit, penuh dengan penyakit. Dan penyakitnya melemparkan dirinya pada kehancuran, tapi dia tidak merasakan penyakitnya tadi, dan tidak terbetik di benaknya untuk mengobatinya. Dan ini termasuk hukuman yang paling besar secara umum dan khusus. Maka hukuman apa yang lebih besar daripada hukuman orang yang menelantarkan dan menyia-nyiakan dirinya, lupa kemaslahatan dirinya, penyakitnya dan obatnya, sebab-sebab kebahagiaan dan keberuntungan, kebaikannya dan kehidupannya yang abadi di kenikmatan yang kekal? (Al Jawabul Kafi/hal. 144/Maktabah Ibadirrohman).

33

Kedelapan belas: orang yang meninggalkan sholat itu agamanya bengkok Alloh taala berfirman:

]5/ [

"Dan tidaklah mereka diperintahkan kecuali agar mereka beribadah kepada Alloh dalam keadaan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam keadaan condong dari kesyirikan kepada tauhid, dan menegakkan sholat serta menunaikan zakat, dan itulah agama yang lurus." (QS Al Bayyinah: 5) Al Imam As Sadiy berkata: Maka tidaklah mereka diperintahkan dalam seluruh syariat kecuali agar mereka beribadah kepada Alloh dalam keadaan memurnikan ketaatan kepada-Nya yaitu: mereka memaksudkan dengan seluruh ibadah mereka yang lahiriyyah dan batiniyyah itu wajah Alloh, mencari kedekatan di sisi-Nya, dalam keadaan condong dari kesyirikan kepada tauhid yaitu berpaling dari seluruh agama yang menyelisihi agama tauhid. Alloh mengkhususkan penyebutan sholat dan zakat padahal keduanya itu telah masuk dalam firman-Nya agar mereka beribadah kepada Alloh dalam keadaan memurnikan karena keutamaan dan kemuliaannya, dan karena keduanya adalah dua ibadah yang barangsiapa menegakkannya, dia akan menegakkan seluruh syariat agama. Dan itu yaitu: tauhid dan ikhlas dalam agama ini, itulah agama yang lurus agama yang lurus yang menyampaikan kepada Jannah-jannah yan penuh kenikmatan. Adapun yang selainnya adalah jalan-jalan yang menyampaikan pada neraka Jahim. (Taisirul karimir Rohman/hal. 931). Kesembilan belas: orang yang meninggalkan sholat itu tidak bisa lepas dari akhlaq yang rendah Alloh taala berfirman:

* * * * .]23-19/ [

Sesungguhnya manusia itu diciptakan suka berkeluh kesah. Jika dia terkena kejelekan resah dan takut, dan jika dia terkena kebaikan dia sangat pelit. Kecuali orang-orang yang sholat, yang terus-menerus mengerjakan sholat. Al Imam Ibnu Katsir berkata: Alloh taala berfirman mengabarkan tentang manusia dan akhlaq rendah yang dirinya tercipta demikian: Sesungguhnya manusia itu diciptakan suka berkeluh kesah kemudiaan menafsirkan dengan firman-Nya: Jika dia terkena kejelekan resah dan takut yaitu: jika tertimpa bahaya dia takut dan gelisah, hatinya lepas karena amat ketakutan, dan putus asa akan adanya kebaikan setelah itu. dan jika dia terkena kebaikan dia sangat pelit yaitu: jika dia mendapatkan kenikmatan dari Alloh dia pelit terhadap yang lain, dan menghalangi hak Alloh di dalam kenikmatan tadi. -sampai pada ucapan beliau:- kemudian Dia berfirman: Kecuali orang-orang yang sholat yaitu: manusia secara aslinya memiliki sifat tercena kecuali orang yang dilindungi Alloh dan diberiNya taufiq, dan dibimbing-Nya kepada kebaikan, dan dimudahkan untuknya sebab-sebabnya, dan mereka adalah orang-orang yang sholat. orang-orang yang terus-menerus mengerjakan sholat dikatakan maknanya: mereka menjaga waktu-waktu mereka dan kewajiban-kewajiban mereka. ini perkataan Ibnu Masud, Masruq, Ibrohim An Nakhoiy. (Tafsirul Quranil Azhim/8/hal. 226). Keduapuluh: orang yang meninggalkan sholat adalah objek dugaan terjadinya amalan kekejian dan kemungkaran Sesungguhnya penegakan sholat itu melindungi pelakunya dari kemungkaran-kemungkaran sesuai dengan kadar bagusnya sholat-sholat dia. Alloh taala berfirman:

.]45/ [
Bacalah Kitab yang diwahyukan kepadamu, dan tegakkanlah sholat, sesungguhnya sholat itu mencegah dari kekejian dan kemunkaran. Dari Abu Huroiroh yang berkata:

34

. : . :
Bahwasanya ada orang yang datang kepada Nabi seraya berkata: Sesungguhnya si Fulan itu sholat di waktu malam, tapi jika masuk waktu pagi dia mencuri. Maka beliau bersabda: Sholat yang dikerjakannya itu akan mencegahnya (dari mencuri). (HR. Al Imam Ahmad (9777) dan dihasankan oleh Al Imam Al Wadiiy dalam Al Jamiush Shohih no. (901)). Yaitu: sholatnya akan menjaganya dari kedurhakaannya. Al Imam Ibnu Taimiyyah berkata: Firman-Nya: sesungguhnya sholat itu mencegah dari kekejian dan kemunkaran penjelasan terhadap apa yang dikandungnya yaitu menolak kerusakan dan bahaya, karena sesungguhnya jiwa itu jika dzikrulloh dan doa kepada-Nya itu berdiri dengan jiwa itu terutama dengan sisi kekhususan- yang demikian itu akan memberi jiwa tadi celupan yang bagus, yang mencegahnya dari kekejian dan kemunkaran, sebagaimana dirasakan oleh manusia dari dalam dirinya. (Majmuul Fatawa/20/hal. 192). Adapun orang yang meninggalkan sholat, maka kemungkinannya berbuat batil itu sangat besar. Kedua puluh satu: orang yang meninggalkan sholat persaksiannya tidak diterima orang yang meninggalkan sholat itu fasiq. Dan definisi kefasiqan adalah sebagaimana ucapan Al Imam Al Qurthubiy : Dan kefasiqan secara kebiasaan penggunaan dalam syariat adalah: keluar dari ketaan pada Alloh . Terkadang istilah ini ditimpakan pada orang keluar dengan kekafiran, dan kepada orang yang keluar dengan kedurhakaan. (Al Jami Li Ahkamil Quran/1/hal. 246). Orang fasiq itu persaksiannya tidak diterima. Alloh taala berfirman:

.]4/ [

Dan janganlah kalian menerima persaksian buat mereka selamanya, dan mereka itulah orangorang yang fasiq. (QS An Nur 4) Syaikhul Islam berkata: Dan orang yang terus-terusan meninggalkan sholat jamaah dia adalah orang yang jelek, harus diingkari, dan dicegah dari perbuatannya tadi. bahkan dia harus dihukum atas perbuatannya tadi, dan persaksiannya ditolak sekalipun dikatakan: Bahwasanya itu adalah sunnah yang ditekankan. Adapun orang terkenal dengan kefasiqan, menyia-nyiakan sholat, maka masuk pada firman Alloh: Maka datanglah sepeninggal mereka para pengganti yang menyia-nyiakan sholat dan mengikuti syahwat-syahwat, maka mereka akan berjumpa dengan siksaan keras yang berlipat Dan wajib menghukumnya atas perbuatannya itu dengan hukuman yang bisa mengajaknya kepada meninggalkan keharoman dan mengerjakan kewajiban-kewajiban. (Majmuul Fatawa/23/hal. 252). Kedua puluh dua: orang yang meninggalkan sholat akan gugurlah amalannya. Dari Buroidah yang berkata: Nabi bersabda:

]59/ [

.))553( . (

35

Barangsiapa meninggalkan sholat Ashr maka sungguh amalannya gugur. (HR. Al Bukhoriy (553)). Jika dia meninggalkan ashr saja, amalannya di hari itu akan gugur. tapi jika dia meninggalkan seluruh sholat lima waktu semuanya, gugurlah seluruh amalannya. Dia telah mencapekkan dirinya sendiri dengan puasa Romadhon, lalu dia kembali dengan kerugian yang jelas dengan gugurnya amalan dengan ditinggalkannya sholat-sholat. Al Imam Ibnul Qoyyim berkata: Alloh lebih tahu akan maksud Rosul-Nya, bahwasanya meninggalkan sholat itu ada dua macam: meninggalkan secara keseluruhan, tidak sholat sama sekali, maka ini menghapus seluruh amalan. Dan meninggalkan sholat tertentu di hari tertentu, maka ini menghapus amalan pada hari itu. Maka penghapusan amalan secara umum sebagai balasan terhadap peninggalan sholat secara umum, sementara penghapusan amalan tertentu sebagai balasan terhadap peninggalan sholat tertentu. (Ash Sholah Wa Hukmu Tarikiha/hal. 85). Kedua puluh tiga: hilangnya harta dan keluarga Dari Ibnu Umar bahwasanya Rosululloh bersabda:

.
Orang yang luput darinya sholat Ashr, seakan-akan dia kehilangan hartanya dan keluarganya. (HR. Al Bukhoriy (552) dan Muslim (1448)). Al Imam Ibnu Rojab berkata: Maka maknanya adalah: hilangnya seluruh harta dan keluarganya. (Fathul bari/Ibnu Rojab/3/hal. 118). Beliau juga berkata: Dan di dalam hadits ini ada dalil tentang pengagungan nilai sholat Ashr di sisi Alloh dan kedudukannya dalam agama ini, dan bahwasanya orang yang luput darinya sholat ini sungguh dirinya terkena musibah dalam agamanya dan dengan apa yang hilang darinya, sebagaimana orang yang tertimpa bencana dari hilangnya keluarga dan hartanya. (sumber yang sama). Syaikhul Islam berkata: Maka jika ancaman ini adalah bagi orang yang luput darinya satu sholat, maka bagaimana dengan orang yang luput darinya lebih dari satu sholat? Maka bagaimana dengan orang yang meninggalkan sholat? (Jamiul Masail Li Ibni Taimiyyah/4/hal. 140). Maka bagaimana dengan orang yang meninggalkan sholat lima waktu seluruhnya? Kedua puluh empat: tiada persaudaraan dengan orang yang meninggalkan sholat Alloh taala berfirman:

.]11/ [

Maka jika mereka bertobat, menegakkan sholat dan membayar zakat, maka mereka adalah saudara kalian dalam agama ini. Dan Kami merinci ayat-ayat bagi orang-orang yang mengetahui. Maka syarat persaudaraan dalam Islam di sisi Alloh adalah: bertobat dari kesyirikan dan kekufuran, menegakkan sholat dan menunaikan zakat. Maka orang yang meninggalkan sholat bukanlah saudara kita di jalan Alloh. Syaikhul Islam dalam tafsir ayat ini berkata: Maka Alloh menggantungkan persaudaraan dalam agama kepada tobat dari kesyirikan, menegakkan sholat dan menunaikan zakat, sebagaimana Dia menggantungkan tidak diperanginya mereka kepada yang demikian itu dengan firman-Nya:

36

Maka jika mereka bertobat, menegakkan sholat dan membayar zakat, maka bebaskanlah jalan mereka. (Jamiul Masail Li Ibni Taimiyyah/4/hal. 105). Al Imam Ibnul Qoyyim berkata: Maka Alloh menggantungkan persaudaraan mereka dengan mukminin dengan pengerjaan sholat. Maka jika mereka tidak mengerjakan itu, maka mereka bukanlah saudara bagi mukminin, maka mereka bukanlah mukminin, berdasarkan firman Alloh taala: Hanyalah mukminin itu saudara. (Ash Sholah Wa Hukmu Tarikiha/hal. 22).

Kedua puluh lima: rusaknya iman orang yang meninggalkan sholat Dalil-dalil di atas cukup untuk menjelaskan rusaknya iman orang yang meninggalkan sholat. Dan sholat adalah bagian dari iman, sebagaimana firman Alloh taala: Dan Alloh itu tidak akan menyia-nyiakan keimanan kalian, sesungguhnya Alloh itu Rouf (Yang memiliki puncak sifat rohmat) dan Rohim (sangat penyayang) kepada manusia. Al Imam Ibnu Katsir berkata: Firman Alloh Dan Alloh itu tidak akan menyianyiakan keimanan kalian yaitu: sholat kalian ke Baitul Maqdis sebelum itu (sebelum pemindahan kiblat), pahalanya tidak hilang di sisi Alloh. (Tafsirul Quranil Azhim/1/hal. 458). Dan sholat adalah termasuk perkara keimanan yang paling besar, sebagaimana diambil dari hadits Ibnu Abbas tentang kisah delegasi Abdul Qois:

]143/ [

: : . : .
Rosululloh bersabda: Tahukah kalian apa itu keimanan pada Alloh? Mereka menjawab: Alloh dan Rosul-Nya lebih tahu. Beliau bersabda: Persaksian tiada sesembahan yang benar selain Alloh, tiada sekutu bagi-Nya dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Alloh, menegakkan sholat, membayar zakat, puasa Romadhon, dan menyerahkan seperlima dari rampasan perang. (HR. Al Bukhoriy (7266) dan Muslim (125)). Maka jika telah tetap bahwasanya sholat adalah termasuk perkara keimanan yang paling besar, maka barangsiapa meninggalkan sholat berarti rusaklah keimanannya. Kedua puluh enam: orang yang meninggalkan sholat itu telah meninggalkan simpul/gantungan Islam yang terakhir Sesungguhnya orang yang meninggalkan sholat itu telah menghilangkan agamanya karena dirinya telah meninggalkan perkara yang dengannya agamanya itu tergenggam, sehingga dia membatalkan agamanya. Dari Abu Umamah bahwasanya Rosululloh bersabda:

.
Pastilah simpul-simpul atau gantungan- Islam itu akan terurai (terbatalkan) satu persatu. Setiap kali ada satu simpul teruraikan, manusia berpegang dengan yang berikutnya. Yang pertama kali terurai adalah hukum Islam, dan yang terakhirnya adalah sholat. (HR. Al Imam Ahmad (22214) dan dihasankan oleh Al Imam Al Wadiiy dalam Al Jamiush Shohih no. (892)). Al Munawiy berkata: simpul-simpul Islam makna simpul pada asalnya adalah sesuatu yang timba, bejana dan semisalnya itu digantungkan dengannya. Kemudian lafazh ini

37

dipinjam untuk mengungkapkan sesuatu yang perkara agama itu dipegang dengannya, dan cabang-cabang Islam bergantung dengannya. (Faidhul Qodir/no. (7232)). Kedua puluh tujuh: orang yang meninggalkan sholat itu telah kehilangan agamanya Jika gantungan Islam terakhir telah hilang, maka orang yang meninggalkan sholat itu telah kehilangan Islamnya. Dari Ibnu Mas'ud yang berkata: Rosululloh bersabda:

.
Yang pertama kali kalian akan kehilangan dengannya dari agama kalian adalah amanah, dan yang terakhir kali kalian akan kehilangan dengannya adalah sholat. (HR. Ath Thobroniy dalam Al Mujamul Kabir (9638)) (7). Al Imam Ibnul Qoyyim menyebutkan beberapa kekhususan sholat: dan karena sholat itu adalah perkara agama yang terakhir kali orang akan kehilangan dengannya. (Ash Sholah Wa Hukmu Tarikiha/hal. 23/Darul Imam Ahmad). Kedua puluh delapan: orang yang meninggalkan sholat itu telah meruntuhkan agamanya, sehingga di akhirat dia tak punya bagian apa-apa Sholat adalah rukun Islam yang terbesar setelah dua kalimat syahadat. Rosululloh bersabda:

: .). ( (8) (61)


Islam itu dibangun di atas lima perkara: persaksian tiada sesembahan yang benar selain Alloh dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Alloh, menegakkan sholat, membayar zakat, berhaji, dan puasa Romadhon. (HR. Al Bukhoriy (8) dan Muslim (16) dari Ibnu Umar .) Maka runtuhnya sholat merupakan keruntuhan agama. Syaikhul Islam berkata: Islam itu adalah tiang agama, maka kapan saja dia itu hilang, jatuhlah agama. Nabi bersabda:

.
Kepala urusan ini adalah Islam, tiangnya adalah sholat, dan puncak tertingginya adalah jihad di jalan Alloh. (8)
(7)

Hadits ini shohih. Para perowinya tsiqoh. Yusuf Al Qodhi, dia adalah Abu Muhammad Yusuf bin Yaqub Al Azdiy, tsiqoh juga. Yusuf ini juga didukung oleh Muhammad bin Gholib sebagaimana dalam Al Kubro karya Al Baihaqiy (13071). Dan Muhammad bin Gholib ini adalah Abu Jafar Ad Daqqod, imam, hafizh, tsiqoh.

38

(Majmuul Fatawa/3/hal. 428). Al Imam Ibnul Qoyyim berkata: Adapun meninggalkan sholat secara total, maka sungguh tiada amalan apapun yang akan diterima bersamaan dengan itu, sebagaimana tiada amalan apapun yang akan diterima bersamaan dengan syirik, karena sholat adalah tiang Islam, sebagaimana telah shohih dari Nabi .Dan seluruh syariat itu bagaikan tali-tali kemahnya dan sebagainya. Jika kemah itu tak punya tiang, dia tak bisa mengambil manfaat dari bagian-bagiannya yang lain sedikitpun. Maka diterimanya seluruh amalan itu tergantung pada diterimanya sholat. Jika sholatnya tertolak, maka tertolak pulalah seluruh amalan. (Ash Sholah Wa Hukmu Tarikiha/hal. 84). Jika tiang ini runtuh, maka yang selainnya lebih pantas untuk runtuh di sisi pemiliknya. Al Imam Ibnu Katsir berkata: Dan jika mereka menyia-nyiakan sholat, mereka itu lebih akan menyia-nyiakan kewajiban yang lain, karena sholat itu adalah tiang agama, penopangnya, dan amalan hamba yang terbaik. (Tafsirul Quranil Azhim/5/hal. 243). Kedua puluh Sembilan: orang yang meninggalkan sholat itu kafir Dari Jabir yang berkata: Aku mendengar Nabi bersabda:

.))256( . (
Antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah sholat. (HR. Muslim (256)). Dan dari Buroidah yang berkata: Aku mendengar Rosululloh bersabda:

.
_______________________
(8)

Hadits shohih lighoirih dari Muadz bin Jabal . Diriwayatkan oleh Al Hakim (2408), Ath Thobroniy dalam Al Kabir (16710), dan Al Marwaziy dalam Tazhim Qodrish Sholah (197). Sanad mereka hasan karena Maimun bin Abi Syayyib, shoduq. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Al Imam Ahmad (22121) dan Abu Dawud Ath Thoyalisiy (561) dari hadits Muadz in Jabal . Di dalam sanadnya ada Urwah ibnun Nizal, majhul hal, dan tidak mendengar dari Muadz. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ath Thobroniy dalam Al Kabir (16626), di dalam sanadnya ada Muhammad bin Muhammad Al Jadzuiy Al Qodhi, majhul hal. Juga di dalam sanadnya ada Syahr bin Hausyab, dalam dirinya ada kelemahan. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Abdurrozzaq (20303) dari Mamar, dari Ashim bin Abin Nujud, dari Abu Wail dari Muadz bin Jabal. Dan hadits ini juga diriwayatkan oleh Al Imam Ahmad (22069) dari jalur Abdurrozzaq. Hadits ini juga diriwayatkan oleh An Nasaiy dalam Al Kubro (11330) dari jalur Mamar. Dan riwayat Mamar dari Ashim bin Abin Nujud itu sering goncang, sebagaimana dikatakan oleh Yahya bin Main. Secara total, hadits ini shohih lighoirih.

39

Perjanjian yang ada antara kita dan mereka adalah sholat. Maka barangsiapa meninggalkan sholat, maka sungguh dia telah kafir. (HR. Al Imam Ahmad (22987)). Hadits ini dishohihkan oleh Al Imam Al Wadiiy dalam Al Jamiush Shohih Mimma Laisa Fish Shohihain no. (908)) dengan memberikan judul: Kufurnya orang yang meninggalkan sholat. Dan dari Ummu Salamah istri Nabi :

: . . : :
Dari Nabi bahwasanya beliau bersabda: Sesungguhnya akan dipekerjakan terhadap kalian para penguasa, kalian mengenalinya dan mengingkarinya. Maka barangsiapa membenci, berarti dia telah berlepas diri. Dan barangsiapa mengingkari, sungguh dia telah selamat. Akan tetapi orang yang ridho dan mengikuti mereka (itulah yang celaka). Mereka bertanya: Wahai Rosululloh, apakah tidak sebaiknya kami memerangi mereka? beliau menjawab: Jangan, selama mereka masih sholat. (HR. Muslim (1854)). Dalil-dalil ini menunjukkan Kufurnya orang yang meninggalkan sholat. Dan selama seorang muslim itu sholat, darah dan hartanya itu harom kecuali jika dia melakukan perkara yang menyebabkan bolehnya darahnya ditumpahkan atau hartanya diambil secara syariy. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ditanya tentang orang yang umroh selama tujuh puluh tahun, dan dia tinggal di negrinya selama tiga tahun, tapi tiada seorangpun yang melihatnya sholat dan zakat. Maka beliau menjawab: Orang ini wajib untuk diminta tobat, untuk menegakkan sholat dan membayar zakat. Jika dia tak mau sholat dia harus dibunuh menurut pendapat kebanyakan ulama. Dan apakah dia dibunuh karena berbuat kufur ataukah kefasiqan? Ada dua pendapat. Jika dia tak mau membayar zakat, maka zakat itu diambil darinya secara paksa. Jika dia menyembunyikan hartanya dan menolak membayarnya, dia dibunuh juga menurut salah satu pendapat ulama. Menurut pendapat yang lain: dia harus dipukuli terus sampai hartanya itu nampak lalu diambil darinya zakat. Dan barangsiapa mengetahui kedaan orang ini, dia harus menjauhi orang ini, tidak menyalaminya, tidak bergaul dengannya, tapi mencercanya dan berkata kasar dengannya sampai dia menegakkan sholat dan membayar zakat. Umar ibnul Khoththob - berkata: Tidak ada bagian dalam Islam bagi orang yang meninggalkan sholat. (9)
(9)

Diriwayatkan oleh Al Marwaziy dalam Tazhim Qodrish Sholah (923) dan Ibnu Arobiy dalam Al Mujam (1893) dengan sanad yang shohih.

40

Ibnu Masud - berkata:

.
Bukanlah orang yan meninggalkan zakat itu muslim. (10) Dan Alloh taala telah berfirman:

Maka jika mereka bertobat, menegakkan sholat dan membayar zakat, maka bebaskanlah jalan mereka. Dan dalam ayat lain: Maka jika mereka bertobat, menegakkan sholat dan membayar zakat, maka mereka adalah saudara kalian dalam agama ini. Dan dalam Shohihain dari Nabi bahwasanya beliau bersabda:

.]11/ [

.
Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwasanya tiada sesembahan yang benar Alloh dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Alloh, dan menegakkan sholat serta menunaikan zakat. Maka apabila mereka mengerjakan itu mereka melindungi dariku darah dan harta mereka, kecuali dengan haknya. Dan perhitungan mereka adalah jadi tanggungan Alloh. (11) Dan Alloh telah menjelaskan dalam kitab-Nya dan sunnah Rosul-Nya bahwasanya hanyalah mereka itu tidak diperangi, dan hanyalah mereka itu menjadi saudara seagama jika mereka itu bersamaan dengan tobat mereka dari kekufuran, mereka itu menegakkan sholat dan membayar zakat. Maka barangsiapa tidak menegakkan sholat dan tidak membayar zakat, maka dia itu bukanlah dari mereka (orang yang menjadi saudara kita seagama dan tak boleh diperangi). Maka dia harus dihukum atas perbuatannya dari berdasarkan kesepakatan Muslimin, sekalipun terjadi perbedaan pendapat tentang sifat hukumannya. (Jamiul Masail Li Ibni Taimiyyah/4/hal. 114). Dan barangsiapa mati kafir, maka amalannya gugur, dan jadilah dia termasuk orang-orang yang merugi. Alloh taala berfirman:

(10)

Saya tidak mendapatkan riwayat ini kecuali apa yang disebutkan oleh Al Imam Ibnu Qudamah dalam Al Mughni (5/hal. 88). (11) HR. Al Bukhoriy (25) dan Muslim (138).

]18/ [
Permisalan orang-orang yang kufur kepada Robb mereka, amalan mereka itu seperti abu yang dihantam angin dengan keras di hari angin kencang, mereka tak berkuasa sedikitpun dari apa yang mereka kerjakan. Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh. Dan Alloh taala berfirman:

41

.]39/ [

Dan orang-orang yang kafir, amalan mereka itu seperti fatamorgana di suatu tanah lapang yang tandus. Orang yang kehausan mengiranya air, sampai jika dia mendatanginya, dia tidak mendapatkan air sedikitpun, dan dia mendapati Alloh ada di sisinya dan memenuhi perhitungan amalnya. Dan Alloh itu Mahacepat perhitungannya. Alloh taala berfirman: Dan Kami hadapi amalan yang mereka kerjakan, maka Kami menjadikannya bagaikan debu halus yang bertebaran.

.]23/ [

Ketiga puluh: orang yang meninggalkan sholat itu, pemerintah berhak untuk membunuhnya Ini berdasarkan dalil-dalil yang telah lewat dan yang lainnya. Syaikhul Islam berkata: Adapun orang yang meninggalkan sholat, maka sungguh dia itu berhak untuk dihukum berdasarkan kesepakatan para imam. Dan kebanyakan mereka seperti Malik, Asy Syafiiy dan Ahmad- berkata: Dia itu dimintai tobat. Jika tobat maka dilepaskan. Jika tidak bertobat harus dibunuh. Apakah dia dibunuh sebagai orang kafir murtad ataukah sebagai orang fasiq seperti pelaku dosa besar yang lainnya? Ada dua pendapat. Jika tidak bisa ditegakkan hukum terhadap semisal orang ini, maka dikerjakanlah yang masih mungkin seperti: dia dijauhi, dicerca sampai mengerjakan perkara yang diwajibkan dan meninggalkan perkara yang dilarang. (majmuul Fatawa/34/hal. 217). Ketiga puluh satu: orang yang meninggalkan sholat itu keluar dari jaminan Alloh Sesungguhnya shoat merupakan jaminan keamanan Alloh untuk pelakunya. Dari Jundub bin Abdillah yang berkata: Rosululloh bersabda:

.))1525( . (
"Barangsiapa sholat Shubh maka dia itu ada dalam jaminan Alloh. Maka perhatikanlah jangan sampai Alloh menuntut kalian sedikitpun dari jaminan-Nya, sehingga Dia akan mendapatkannya lalu menelungkupkannya ke dalam Jahannam." (HR. Muslim (1525)). Al Qurthubiy berkata: Yaitu: tuntutan tentang keamanan dari Alloh, tentang perlindungan-Nya untuk orang yang sholat tadi, yaitu: orang yang sholat ini telah berlindung pada Alloh taala, dan Alloh taala telah menjamin perlindungannya, maka tidak boleh bagi siapapun untuk coba-coba menimpakan bahaya atau gangguan padanya. Barangsiapa berbuat itu maka Alloh taala akan menuntut hak-Nya. Dan barangsiapa dituntut oleh Alloh, dia tak akan mendapatkan tempat lari atau tempat berlindung. Dan ini adalah ancaman yang keras terhadap orang yang coba-coba mengganggu orang-orang yang sholat. Dan di sini juga ada anjuran untuk menghadiri sholat Shubuh. Sabda beliau: lalu menelungkupkannya ke dalam Jahannam yaitu: membalikkannya ke Jahannam di atas wajahnya. (Al Mufhim/6/hal. 68).

42

Maka barangsiapa meninggalkan sholat, dia keluar dari jaminan Alloh sehingga tertimpa kerugian yang besar sekali. Dari Abud Darda yang berkata:

: . ...
Rosululloh berwasiat padaku dengan sembilan perkara: Janganlah engkau menyekutukan dengan Alloh sesuatu apapun sekalipun engkau dipotong-potong atau dibakar, dan janganlah engkau sekali-kali meninggalkan sholat wajib dengan sengaja. Dan barangsiapa meninggalkannya dengan sengaja, lepaslah darinya jaminan, (HR. Al Bukhoriy dalam Al Adabul Mufrod (18), Al Baihaqiy dalam Syuabul Iman (5200) dan Al Marwaziy dalam Tazhim Qodrish Sholah (911)) (12). Ketiga puluh dua: meninggalkan sholat adalah termasuk penghalang datangnya pertolongan Alloh Banyak muslimin yang mengeluhkan tiadanya pertolongan dari Alloh ketika memerangi orang-orang kafir, padahal Alloh taala telah menjanjikan pertolongan pada mereka dalam ayat yang banyak. Dan Alloh itu tidak akan menyelisihi janji. Hanya saja yang menjadi sebab terhalangnya pertolongan adalah tersebarnya kebodohan, jauhnya mereka dari ilmu tentang kebenaran dan pengamalannya, dan mereka meninggalkan perkara yang Alloh wajibkan kepada mereka yang berupa pengerjaan perintah dan penjauhan larangan. Dan di antaranya adalah sholat. Berapa banyak orang yang meremehkan sholat dan menyia-nyiakannya, dan mereka menampakkan penyelisihan terhadap Alloh dan Rosul-Nya , sehingga Alloh membalas mereka sesuai dengan jenis amalan mereka, maka musuh-musuh mereka menyerang mereka dan menghinakan mereka sebagaimana mereka menghinakan perintah-perintah Alloh. Dari Jubair bin Nufair yang berkata:
(12)

Hadits ini hasan lighoirih. Hadits Abud Darda di dalam sanadnya ada Syahr bin Hausyab, dia itu dhoif. Dia punya pendukung dari hadits Muadz bin Jabal bahwasanya Rosululloh berkata padanya:

.
Wahai Muadz bin Jabal, barangsiapa meninggalkan sholat, maka sungguh jaminan itu telah lepas darinya. (HR. Ath Thobroniy dalam Al Mujamul Kabir (16658)). Dalam sanadnya ada Abu Bakr bin Abi Maryam, dia itu adalah Amir Al Ghossaniy, di dalamnya ada kelemahan. Dan dalam sanad ini juga ada Huroits bin Amr Al Hadhromiy, majhulul hal.

43

. : : . .
Ketika Siprus ditaklukkan (oleh Muslimin), penduduknya dipisah-pisah, satu sama lain saling menangis, aku melihat Abud Darda duduk sendirian sambil menangis. Maka aku berkata: Wahai Abud Darda, apa yang membikin Anda menangis pada hari Alloh memuliakan Islam dan Muslimin? beliau menjawab: Semoga Alloh mengasihanimu, wahai Jubair. Alangkah hinanya makhluq di pandangan Alloh jika mereka meninggalkan perintah-Nya. Ketika penduduk Siprus ini adalah suatu umat yang kuat dan unggul, mereka memiliki kekuasaan, mereka meninggalkan perintah Alloh , maka jadilah mereka seperti apa yang engkau lihat. (Az Zuhd karya Al Imam Ahmad/hal. 142/ sanadnya shohih). Al Imam Al Qurthubiy berkata dalam tafsir surat Al Baqoroh (249): Maka ini adalah sebab-sebab dan syarat-syarat pertolongan, dan dia itu hilang di sisi kita, tidak ada di antara kita. Maka Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun atas musibah yang menimpa kita! Bahkan tidak tersisa dari Islam kecuali penyebutannya, dan tidak tersisa dari agama ini kecuali istilahnya(13), karena tersebarnya kerusakan, dan karena banyaknya sikap melampaui batas, sedikitnya kelurusan, hingga musuh menguasai wilayah barat dan timur, daratan dan lautan, fitnah meluas, ujian membesar, dan tiada perlindungan kecuali bagi orang yang dirohmati Alloh! (Al Jami Li Ahkamil Quran/3/hal. 255). Iya, di antara sebab-sebab datangnya pertolongan Alloh adalah: penegakan sholat dan kewajiban-kewajiban yang lain dari agama Alloh. Alloh taala berfirman:

* .]41 40/ [

Dan pastilah Alloh akan menolong orang yang menolong-Nya, sesungguhnya Alloh itu benarbenar Mahakuat lagi Maha Perkasa. Yaitu orang-orang yang jika Kami kuasakan mereka itu di bumi mereka menegakkan sholat, membayar zakat, memerintahkan yang maruf dan melarang dari yang munkar. Dan hanya milik Alloh saja kesudahan seluruh perkara. Al Imam As Sadiy berkata: Alloh taala berfirman tentang janji-Nya yang jujur dan sesuai dengan kenyataan: Dan pastilah Alloh akan menolong orang yang menolong-Nya yaitu: orang itu menolong agama-Nya, ikhlas untuk-Nya dalam amalan tadi, berperang di jalan-Nya, agar kalimat Alloh itulah yang tertinggi. sesungguhnya Alloh itu benar-benar Mahakuat lagi Maha
(13)

Beliau menceritakan keadaan di negri beliau Kordoba (Spanyol) dan kebanyakan negri muslimin di wilayah barat dan timur.

44

Perkasa yaitu: sempurna kekuatannya, perkasa tak bisa dikejar, Dia telah mengalahkan seluruh makhluq, dan memegang ubun-ubun mereka. Maka bergembiralah wahai Muslimin, karena sungguh kalian sekalipun jumlah dan persenjataan kalian itu lemah, sementara jumlah dan persenjataan musuh kalian itu kuat, sesungguhnya pendukung kalian adalah Yang Mahakuat lagi Maha Perkasa, dan bertopangnya kalian adalah kepada Yang menciptakan kalian dan menciptakan apa yang kalian amalkan. Maka kerjakanlah sebab-sebab yang diperintahkan, lalu mohonlah dariNya pertolongan untuk kalian, maka pastilah Dia akan menolong kalian. -sampai pada ucapan beliau:- kemudian Alloh menyebutkan ciri-ciri orang yang akan ditolong-Nya, dan dengan ciri-ciri tadi orang itu akan dikenal, dan bahwasanya barangsiapa mengaku-aku bahwasanya dia itu menolong Alloh dan menolong agama-Nya tapi dirinya tidak memiliki sifat ini, maka dia itu pembohong. Alloh berfirman: Yaitu orang-orang yang jika Kami kuasakan mereka itu di bumi yaitu: Kami menguasakan mereka terhadap bumi, dan Kami jadikan mereka menguasainya, tanpa ada orang yang menentang mereka ataupun membantah mereka, mereka menegakkan sholat pada waktu-waktunya, batasan-batasannya, rukun-rukunnya dan syarat-syaratnya, di hari Jumat dan jamaah-jamaah. membayar zakat yang diwajibkan terhadap mereka pada khususnya, dan terhadap rakyat mereka pada umumnya, menyampaikannya pada orang-orang yang memang berhak menerima. memerintahkan yang maruf dan ini mencakup seluruh perkara yang telah dikenal kebaikannya secara syariat dan akal dari hak-hak Alloh dan hak-hak manusia. dan melarang dari yang munkar seluruh perkara yang diingkari secara syariat dan akal, tapi dikenal keburukannya. Dan perintah terhadap suatu perkara dan larangan terhadapnya itu masuk ke dalamnya perkara-perkara yang tidak sempurna urusan tadi kecuali dengannya. Maka jika perkara yang maruf dan mungkar itu tergantung pada belajar dan mengajar, hendaknya pemerintah memaksa manusia untuk belajar dan mengajar. Dan jika hal tadi tergantung juga pada pemberian hukuman yang telah ditentukan secara syariat, atau yang belum ditentukan, seperti jenis-jenis pukulan, hendaknya pemerintah menegakkannya. Dan jika hal itu tergantung juga pada adanya pegawai yang mengurusi itu, maka itu harus dilakukan. Dan seperti itulah perkara-perkara yang amar maruf dan nahi munkar itu tidak sempurna kecuali dengannya. (Taisirul Karimir Rohman/hal. 539). Ketiga puluh tiga: siksaan kubur terhadap orang yang meninggalkan sholat Dari Samuroh bin Jundab yang bercerita tentang mimpi Rosululloh bahwasanya beliau pada suatu pagi berkata:

: : : : : : :- : .))7047( . ( .))1386( : . (
Sungguh datang padaku tadi malam dua orang, keduanya membangunkan aku dan berkata padaku: Berangkatlah, dan akupun berangkat bersama keduanya. Dan kami mendatangi seseorang yang berbaring. Tiba-tiba ada orang lain yang berdiri di sampingnya dengan membawa batu karang. Tiba-tiba saja dia melemparkan batu karang tadi ke kepala orang itu hingga pecahlah kepalanya. Lalu batu itu menggelinding ke sana, seraya dikejar oleh orang tadi

45

dan diambilnya. Dan tidaklah dia kembali kepada orang yang berbaring tadi hingga kepalanya sehat kembali seperti semula. Kemudian orang itu kembali kepadanya, dan melakukan seperti apa yang dikerjakannya kali pertama. Maka kutanyakan pada kedua orang yang membawaku: subhanalloh, siapa kedua orang itu? keduanya menjawab: Ayo berangkat. Maka kamipun berangkat. sampai pada sabda beliau:- kedua berkata padaku: Kami akan menceritakan padamu. Adapun orang pertama yang engkau datangi, yang kepalanya dipecahkan oleh batu, sesungguhnya dia itu adalah orang yang mengambil Al Quran lalu menolaknya, dan tidur tidak sholat wajib. Al hadits. (HR. Al Bukhoriy (7047)). Dalam riwayat yang lain dari Al Bukhoriy (1386): Dia diperlakukan demikian sampai hari Kiamat. Al Hafizh Ibnu Hajar berkata: Di dalam hadits ini ada penjelasan bahwasanya sebagian pendurhaka itu disiksa di alam kubur, sampai pada ucapan beliau:- dan peringatan dari tidur dari sholat wajib, dan peringatan dari menolak Al Quran bagi orang yang menghapalnya. (Fathul Bari/12/hal. 445). Wahai manusia, janganlah kalian meremehkan siksaan kubur, karena sungguh dia itu berat sekali. Dari Hani pembantu Utsman bin Affan yang berkata:

: - : . : . --:

Dulu Utsman jika berdiri di kuburan, beliau menangis hingga membasahi jenggot beliau. Maka dikatakan pada beliau: Anda jika disebutkan Jannah dan neraka tidak menangis, tapi kenapa Anda menangis karena kuburan? maka beliau menjawab: Sesungguhnya Rosululloh bersabda: Sesungguhnya kuburan adalah persinggahan pertama di akhirat. Jika dia selamat darinya, maka apa yang setelahnya lebih mudah darinya. Tapi jika tidak selamat darinya, maka apa yang setelahnya lebih keras daripadanya. Rosululloh juga bersabda: Tidaklah aku melihat suatu pemandangan satupun kecuali dalam keadaan kuburan itu lebih mengerikan daripadanya. (HR. At Tirmidziy (2478/Ahwadzi), dan dihasankan oleh Al Imam Al Albaniy dalam Misykatul Mashobih no. (132), dan Al Imam Al Wadiiy dalam Ash Shohihul Musnad no. (909)). Ketiga puluh empat: orang yang meninggalkan sholat itu terancam ketakutan dan kesedihan pada hari Kiamat Alloh taala berfirman:

]277/[

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal sholih, menegakkan sholat dan membayar zakat, mereka itu akan mendapatkan pahala mereka di sisi Robb mereka. Mereka tidak tertimpa ketakutan dan tidak bersedih hati. Al Imam Ibnu Katsir berkata: Kemudian Alloh taala berfirman memuji orang-orang yang beriman pada Robb mereka, taat pada perintah-perintah-Nya, menunaikan syukur pada-Nya, berbuat baik pada makhluq-Nya dalam menegakkan sholat dan membayar zakat, Alloh mengabarkan tentang apa yang disediakan-Nya untuk mereka, yang berupa kemuliaan, dan bahwasanya mereka itu pada hari Kiamat aman dari tuntutan-tuntutan. (Tafsirul Quranil Azhim/1/hal. 716).

46

Orang-orang yang punya sifat yang indah tersebut, mereka itu aman dari kerasnya hari kiamat. Adapun orang-orang yang meninggalkan sholat, maka yang terjadi adalah sebaliknya. Ketiga puluh lima: Orang yang meninggalkan sholat berarti telah menyombongkan diri dan meninggikan diri di dunia, maka dirinya dihukum dengan kehinaan dan kerendahan di padang Mahsyar Sesungguhnya orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja itu telah menyombongkan diri terhadap Alloh dan meninggikan dirinya di muka bumi, sebagaimana sifat orang-orang kafir. Alloh taala berfirman: Dan jika dikatakan kepada mereka Rukulah mereka tidak mau ruku. Celakalah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. Alloh subhanah berfirman:

.]49 48/ * [

.]60/ [

Dan jika dikatakan pada mereka: Sujudlah pada Ar Rohman mereka berkata: Siapa itu Ar Rohman? Apakah kami akan sujud pada sesuatu yang engkau perintahkan kami untuk sujud padanya? dan hal itu membikin mereka tambah lari. Maka barangsiapa keadaannya seperti ini, dia akan dihukum pada hari Kiamat dengan kerendahan dan kehinaan, kebalikan dari keinginannya untuk meninggi dan menyombongkan diri. Alloh taala berfirman:

* .]43-42 : [

Pada hari betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk sujud, maka mereka tidak sanggup mengerjakannya. Pandangan mata mereka tertunduk dan mereka diliputi oleh kehinaan. Dulu mereka telah diseru untuk bersujud dalam keadaan mereka sehat. Al Imam Ibnu Katsir berkata: Firman Alloh Pandangan mata mereka tertunduk dan mereka diliputi oleh kehinaan yaitu: di negri Akhirat disebabkan oleh kejahatan dan kesombongan mereka di dunia, maka mereka dihukum dengan kebalikan dari apa dulu menjadi kebiasaan mereka. ketika di dunia mereka diseru untuk sujud mereka tidak mau padahal mereka itu sehat dan selamat, seperti itulah mereka dihukum dengan ketidakmampuan untuk bersujud di Akhirat, bahkan punggung salah seorang dari mereka kembali seperti satu cetakan, setiap kali salah seorang dari mereka ingin bersujud, tersungkurlah di tengkuknya sendiri(14), kebalikan dari

(14)

Dari Abu Said Al Khudriy yang berkata: Aku mendengar Nabi bersabda:

47

sujud saat masih di dunia, dan berbeda dengan kebiasaan kaum mukminin dulunya. (Tafsirul Quranil Azhim/8/hal. 200). Ketiga puluh enam: orang yang meninggalkan sholat tidak akan melihat Robb mereka pada hari Kiamat Dari Jarir yang berkata:

-: : . : .))1466( . ( (455)
Kami pernah ada di sisi Nabi , lalu beliau melihat ke bulan pada suatu malam yaitu: bulan purnama-, lalu beliau bersabda: Sesungguhnya kalian akan melihat Robb kalian sebagaimana kalian melihat bulan ini, kalian tidak saling berdesakan dalam melihatnya. Maka jika kalian sanggup untuk tidak dikalahkan dari sholat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya, maka kerjakanlah. Lalu beliau membaca: Dan sucikanlah dengan pujian Robbmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya. (HR. Al Bukhoriy (554) dan Muslim (1466)). Al Hafizh Ibnu Hajar berkata: Al Khoththobiy berkata: Ini menunjukkan bahwasanya melihat Alloh itu bisa diharapkan untuk didapatkan dengan cara menjaga kedua sholat ini. sampai pada ucapan Al Hafizh:- Para ulama berkata: Dan sisi kesesuaian penyebutan kedua sholat ini ketika menyebutkan melihat wajah Alloh itu adalah: bahwasanya sholat itu adalah ketaatan yang paling utama. Dan telah tetap bahwasanya kedua sholat ini punya keutamaan di atas sholat-sholat yang lain yang berupa berkumpulnya para malaikat pada kedua sholat ini, amalan diangkat, dan yang lainnya. Kedua sholat ini adalah sholat yang paling utama, maka cocoklah untuk orang yang menjaga kedua sholat ini akan dibalas dengan pemberian yang paling utama, yaitu: melihat wajah Alloh taala. (Fathul Bari/ 2/hal. 34). Maka orang yang meninggalkan sholat itu diharomkan untuk mendapatkan keutamaan yang tertinggi ini. _______________________ .
Robb kita menyingkapkan betisnya, lalu bersujudlah untuknya setiap mukmin dan mukminah, dan tinggallah orang yang dulunya bersujud di dunia dengan riya (ingin dilihat orang) dan sumah (ingin didengar orang), lalu dia mencoba untuk bersujud, tapi punggungnya kembali menjadi satu cetakan. (HR. Al Bukhoriy (4919) dan Muslimm (472) dan menambahkan disitu: Setiap kali dia ingin bersujud, tersungkurlah dia di atas tengkuknya.). Ini adalah keadaan orang yang bersujud di dunia dengan riya dan sumah, maka bagaimana dengan orang yang tidak mau bersujud sama sekali?

48

Ketiga puluh tujuh: luput dari orang yang meninggalkan sholat kebersamaan dengan orangorang sholih, maka bagiannya adalah kebersamaan dengan orang-orang jahat Sesungguhnya orang-orang yang taat itu akan dikumpulkan ke Jannah bersama dengan rombongan orang sholih. Alloh taala berfirman:

]97/ [

Dan barangsiapa taat pada Alloh dan Rosul, maka mereka bersama dengan orang-orang yang Alloh beri nikmat pada mereka dari kalangan para Nabi, Shiddiqin, syuhada dan Sholihin. Dan mereka itulah teman seiring yang baik. Dari Amr bin Murroh Al Juhaniy yang berkata:

: : .
Ada orang dari Qudhoah yang mendatangi Rosululloh seraya berkata: Wahai Rosulloh, sesungguhnya saya bersaksi bahwasanya tiada sesembahan yang benar selain Alloh dan bahwasanya Anda adalah utusan Alloh, saya mengerjakan sholat-sholat, berpuasa Romadhon, dan sholat malam pada bulan itu, dan saya membayar zakat. Maka Rosululloh berkata: Barangsiapa mengerjakan yang demikian itu, maka dia akan bersama para syuhada dan shiddiqin. (HR. Ibnu Abi Ashim dalam Al Ahad Wal Matsani (2558) dan dishohihkan oleh Al Imam Al Wadiiy dalam Al Jamiush Shohih Mimma Laisa Fish Shohihain no. (904)). Al Imam Ibnu Katsir berkata dalam tafsir ayat di atas: Yaitu: Barangsiapa mengerjakan apa yang diperintahkan Alloh dan Rosul-Nya, dan meninggalkan apa yang dilarang oleh Alloh dan Rosul-Nya, maka Alloh akan menempatkannya di negri kemuliaan-Nya, dan menjadikannya sebagai teman pengiring bagi para Nabi, kemudian yang setelah mereka dalam derajat, yaitu Shiddiqin, kemudian syuhada, kemudian keumuman mukminin, dan mereka adalah Sholihin, yang lahir dan batin mereka itu baik. Kemudian Alloh taala memuji mereka seraya berfirman: Dan mereka itulah teman seiring yang baik. (Tafsirul Quranil Azhim/2/hal. 353). Adapun orang-orang yang meninggalkan sholat, mereka itu akan digiring ke Jahannam bersama dengan orang-orang yang sekarakter dengan mereka dari kalangan orang-orang jahat. Alloh taala berfirman:

22/ * [ .]23

Giringlah orang-orang yang zholim dan orang-orang yang seperti mereka, dan juga apa yang dulu mereka sembah selain Alloh, lalu bimbinglah mereka ke jalan menuju Jahim. Dari Umar ibnul khoththob yang berkata: Giringlah orang-orang yang zholim dan orang-orang yang seperti mereka yaitu: bersama dengan orang-orang yang semisal dengan mereka. (diriwayatkan oleh Ath Thobariy dalam Jamiul Bayan (19/hal. 519) dengan sanad yang shohih). Ketiga puluh delapan: masuk ke dalam neraka Saqor Orang-orang yang meninggalkan sholat itu terancam dengan neraka pada hari Kiamat. Alloh taala berfirman:

.]43 42/ * [

49

Apa yang menyebabkan kalian masuk ke dalam neraka Saqor? Mereka menjawab: dulu kami bukan termasuk dari orang-orang yang sholat. Al Imam Asy Syaukaniy berkata dalam tafsir Mereka menjawab: dulu kami bukan termasuk dari orang-orang yang sholat yaitu: bukan termasuk mukminin yang sholat untuk Alloh di dunia. (Fathul Qodir/7/hal. 358). Jamaluddin Al Qosimiy berkata: Yaitu: dulu kami disifati dengan kehinaankehinnan ini karena lebih memilih santai-santai badan, cinta harta, meninggalkan ibadah-ibadah badan, berbincang-bincang di dalam kebatilan, olok-olokan, igauan, pendustaan terhadap balasan, dan mengingkari hari kembalinya para hamba. (Mahasinut Tawil/9/hal. 360). Maka sholat adalah termasuk sebab keselamatan dari Neraka. Umaroh bin Ruaibah berkata: aku mendengar Rosululloh bersabda:

.))1498( . . (
Tidak akan masuk ke dalam Neraka orang yang sholat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya. Yaitu sholat fajar dan ashr. (HR. Muslim (1498)). Ketiga puluh sembilan: orang yang meninggalkan sholat dalam keadaan mabuk pada kali yang keempat, dia akan mendapatkan perasan penduduk Neraka Ini adalah hukuman khusus bagi orang yang meninggalkan sholat dalam keadaan mabuk, orang yang mengumpulkan dua dosa besar ini: Dari Abdulloh bin Amr :

: . . : : .
Dari Rosululloh bahwasanya beliau bersabda: Barangsiapa meninggalkan sholat dalam keadaan mabuk satu kali, maka seakan-akan dia punya dunia seisinya lalu dirampas darinya. Dan barangsiapa meninggalkan sholat dalam keadaan mabuk empat kali, wajiblah bagi Alloh untuk memberinya minum dari Thinatul Khobal. Ditanyakan pada beliau: Apa itu Thinatul Khobal wahai Rosululloh? Beliau menjawab: Perasan penduduk Jahannam. (HR. Al Imam Ahmad (6659) dengan sanad yang hasan). Selezat apapun makanan penduduk dunia, tetap saja keringat mereka itu tidak enak. Maka bagaimana dengan cairan penduduk Neraka yang makan dari pohon Zaqqum dan selainnya? Alloh taala berfirman:

* * * .]66-62/ * [

Apakah yang demikian itu sajian yang lebih baik untuk tamu, ataukah pohon Zaqqum? Sungguh Kami menjadikan pohon itu sebagai fitnah bagi orang-orang yang zholim. Sesungguhnya dia adalah pohon yang keluar dari dasar Jahim, mayangnya bagaikan kepalakepala setan. Sesungguhnya mereka itu benar-benar akan memakan darinya, hingga memenuhi perut-perut mereka. Alloh Yang Mahasuci berfirman tentang penduduk neraka: Mereka tak punya makanan kecuali dari Dhori (pohon yang berduri).

.]6/ [

50

Keempat puluh: orang yang meninggalkan sholat akan menjumpai Ghoyy (siksaan keras yang berlipat) Alloh taala berfirman:

]59/ [

Maka datanglah sepeninggal mereka para pengganti yang menyia-nyiakan sholat dan mengikuti syahwat-syahwat, maka mereka akan berjumpa dengan siksaan keras yang berlipat Syaikhul Islam berkata setelah menyebutkan ayat ini: Bersamaan dengan bahwasanya menyia-nyiakan sholat adalah mengakhirkannya dari waktunya. Maka bagaimana dengan orang yang meninggalkannya? (Majmuul Fatawa/34/hal. 217). Al Imam Ibnul Qoyyim berkata: Yang benar adalah: bahwasanya menyia-nyiakan sholat itu mencakup: meninggalkan sholat, meninggalkan waktunya, meninggalkan kewajibankewajiban dan rukun-rukun yang terkait dengan sholat. Dan juga, sesungguhnya orang yang mengakhirkannya dari waktunya dengan sengaja itu telah melampaui batasan-batasan Alloh, seperti orang yang memajukannya sebelum waktunya. (Ash Sholah Wa Hukmu Tarikiha/hal. 98). Al Imam As Sadiy berkata: Maka mereka menyia-nyiakan sholat yang mereka diperintahkan untuk menjaga dan menegakkannya, mereka meremehkannya dan menyianyiakannya. Dan jika mereka telah menyia-nyiakan sholat yang mana sholat itu adalah tiang agama, timbangan iman dan ikhlas untuk Robb alam semesta, yang sholat itu adalah amalan yang paling ditekankan, karakter yang paling utama, maka mereka akan lebih menyia-nyiakan urusan agama mereka yang lain, dan lebih menolaknya. Dan sebab yang menyeru mereka untuk itu adalah karena mereka mengikuti syahwat-syahwat dan keinginan diri mereka, sehingga jadilah tekad kuat mereka itu terpalingkan ke situ, lebih mengutamakannya daripada hak-hak Alloh, sehingga tumbuhlah dari yang demikian itu penyia-nyiaan hak-hak-Nya, dan berkonsentrasi kepada syahwat-syahwat diri mereka, setiap kali ada yang membikin mereka tertarik, mereka berusaha mendapatkannya, dan dari sisi manapun sesuainya, mereka mengambilnya. maka mereka akan berjumpa dengan Ghoiy (siksaan keras yang berlipat). (Taisirul karimir Rohman/hal. 496). Keempat pulu satu: orang yang meninggalkan sholat bukanlah termasuk orang-orang yang dijanjikan masuk Jannah Alloh taala berfirman :

* .]72-71/ [

Dan orang-orang mukmin lelaki dan perempuan, sebagian dari mereka adalah wali bagi sebagian yang lain. Mereka memerintahkan yang maruf dan melarang dari yang munkar, menegakkan sholat, menunaikan zakat, dan taat pada Alloh dan Rosul-Nya. Mereka itu akan dirohmati oleh Alloh, sesungguhnya Alloh Mahaperkasa lagi Maha Penuh Hikmah. Alloh menjanjikan pada orang-orang mukmin lelaki dan perempuan Jannah-jannah yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan tempat tinggal-tempat tinggal yang bagus di Jannah Aden, dan keridhoan dari Alloh itu lebih besar. Yang demikian itu adalah keberuntungan yang agung. Al Imam Ibnu Katsir berkata: Alloh taala mengabarkan tentang apa yang disediakan-Nya untuk orang-orang mukmin lelaki dan perempuan yang berupa banyak kebaikan dan kenikmatan yang lestari di Jannah-jannah yang di bawahnya mengalir sungai-sungai,

51

mereka kekal di dalamnya yaitu: mereka menetap di dalamnya selamanya, dan tempat tinggaltempat tinggal yang bagus yaitu: bangunannya bagus, tempat menetap yang indah, sebagaimana datang berita di dalam Shohihain dari hadits Abu Imron Al Jauniy dari Abu Bakr bin Abi Musa Abdillah bin Qois Al Asyariy, dari ayahnya yang berkata:

: .
Rosululloh bersabda: Ada dua Jannah dari emas, bejana-bejananya dan apa yang ada di dalamnya. Dan dua Jannah dari perak, bejana-bejananya dan apa yang ada di dalamnya. Dan tidak ada yang menghalangi antara penduduk Jannah itu dengan melihat Robb mereka kecuali selendang kebesaran yang ada di wajah-Nya di Jannah Aden. (15) Dan dengan sumber yang sama (Abu Musa Al Asyariy) yang berkata:

Rosululloh bersabda: Sesungguhnya seorang mukmin di Jannah benar-benar punya kemah dari satu mutiara yang berongga, yang panjangnya enam puluh mil ke atas. Orang mukmin itu di dalamnya punya istri-istri yang dia mengelilingi mereka. satu sama lain dari istri-istri itu tidak saling melihat. Diriwayatkan Al Bukhoriy dan Muslim(16). (Tafsirul Quranil Azhim/4/hal. 175). Alloh taala berfirman:

.]35 34/ * [

Dan mereka itu menjaga sholat-sholat mereka. Mereka itu nanti akan masuk ke dalam Jannahjannah dengan dimuliakan. Sesungguhnya mukminin yang punya sifat-sifat tersebut di antaranya adalah menegakkan sholat- Alloh telah menjanjikan untuk mereka dengan Jannah, dan berfirman bahwasanya itu adalah keberuntungan yang besar. Dan sholat yang paling agung adalah sholat Shubuh dan Ashr. Dari Abu Musa Al Asyariy yang berkata: Rosululloh bersabda:

.))1470( . ( (475)
Barangsiapa mengerjakan sholat di dua waktu yang dingin, dia akan masuk Jannah. (HR. Al Bukhoriy (574) dan Muslim (1470)). Yaitu: sholat Shubuh dan Ashr.
(15) (16)

HR. Al Bukhoriy (4878) dan Muslim (466). HR. Al Bukhoriy (4879) dan Muslim (7337).

52

Maka orang yang meninggalkan sholat, dia itu keluar dari janji ini, dan yang demikian itu adalah kerugian yang nyata. Lihatlah kenikmatan yang luput darinya: Dari Al Mustaurid yang berkata: Rosululloh bersabda:

.))3736( . (
Tidaklah dunia dibandingkan dengan akhirat itu kecuali seperti salah seorang dari kalian memasukkan jarinya ini ke dalam lautan, maka hendaknya dia perhatikan dengan apa jarinya itu kembali. (HR. Muslim (3736)). Setan menangis disebabkan oleh luputnya Jannah dari dirinya. Dari Abu Huroiroh bahwasanya Rosululloh bersabda:

: - : - .))256( . (
Jika anak Adam membaca ayat sajadah lalu dirinya bersujud, menyendirilah setan dan berkata: Aduh celaka dalam satu riwayat: aduh celaka aku-, Anak Adam diperintahkan untuk sujud, maka dia bersujud, maka dia mendapatkan Jannah. Dan aku diperintahkan untuk sujud tapi aku tidak mau, maka aku mendapatkan Neraka. (HR. Muslim (256)). Ini adalah sujud tilawah. Maka bagaimana dengan orang yang luput darinya sholat wajib? Keempat puluh dua: orang yang meninggalkan sholat itu luput darinya keridhoan Alloh Dalilnya adalah sebagaimana telah lewat penyebutannya. Alloh taala berfirman :

.]72-71/ [

Alloh menjanjikan pada orang-orang mukmin lelaki dan perempuan Jannah-jannah yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan tempat tinggal-tempat tinggal yang bagus di Jannah Aden, dan keridhoan dari Alloh itu lebih besar. Yang demikian itu adalah keberuntungan yang agung. Dari Abu Said Al khudriy yang berkata: Rosululloh bersabda tentang kisah masuk ke dalam Jannah:

... : . : . : . . : :
kemudian Alloh berfirman: Masuklah kalian ke dalam Jannah. Maka apa saja yang kalian lihat, maka itu menjadi milik kalian. Maka mereka berkata: Wahai Robb kami, Engkau telah memberi kami apa-apa yang tidak Engkau berikan pada seorangpun dari alam semesta ini. Maka Alloh menjawab: Kalian di sisi-Ku akan mendapatkan yang lebih utama dari ini. Maka mereka bertanya: Wahai Robb kami, apa itu sesuatu yang lebih utama dari ini? Alloh menjawab: Keridhoan-Ku, maka Aku tak akan marah kepada kalian setelah ini selamanya. (HR. Muslim (472)). Al Imam Ibnul Qoyyim berkata: Jannah itu bukanlah nama untuk sekedar pepohonan, buah-buahan, makanan, minumam, bidadari, sungai-sungai dan istana-istana semata. Kebanyakan orang keliru tentang apa yang dinamakan dengan Jannah itu, karena sesungguhnya Jannah itu adalah istilah untuk negri kenikmatan yang mutlak dan sempurna. Dan termasuk kenikmatan Jannah yang paling agung adalah: bersenang-senang dengan melihat wajah Alloh yang Mulia, mendengarkan ucapan-Nya, kesejukan hati dengan berdekatan dengan-Nya, dan dengan keridhoan-Nya. Maka keledzatan yang ada di dalamnya yang berupa makanan, minuman, pakaian,

53

wajah-wajah cantik, tidak bisa dibandingkan dengan keledzatan yang tadi sama sekali. Keridhoan Alloh yang paling kecil itu lebih besar daripada Jannah-jannah dan apapun yang ada di dalamnya, sebagaimana firman Alloh taala: dan keridhoan dari Alloh itu lebih besar ucapan ini datang dalam bentuk nakiroh pada pola penetapan. Yaitu: sesuatu apapun yang menjadi keridhoan Alloh pada hamba-Nya, maka itu lebih besar daripada Jannah. (Madarijus Salikin/2/hal. 80). Lihatlah apa yang luput dari orang yang meninggalkan sholat. Sesungguhnya di dalam yang demikian itu benar-benar ada peringatan bagi orang yang punya hati atau mencurahkan pendengaran dan dia menyaksikan. Keempat puluh tiga: orang yang meninggalkan sholat itu luput darinya salah satu penyebab ampunan Dari Abu Huroiroh :

: : . :

Bahwasanya dia mendengar Rosululloh bersabda: Bagaimana pendapat kalian jika ada sungai di pintu salah seorang dari kalian, lalu dia mandi di situ setiap hari lima kali. Apa ucapan kalian? Apakah tersisa darinya kotoran? mereka menjawab: Tidak tersisa darinya kotoran sedikitpun. Beliau bersabda: Maka yang demikian itu permisalan sholat lima waktu, dengannya Alloh menghapus kesalahan-kesalahan. (HR. Al Bukhoriy (529) dan Muslim (1554)). Dari Abu Huroiroh yang berkata: Rosululloh bersabda:

.
Sholat yang lima, dari Jumat ke Jumat, dan dari Romadhon ke Romadhon adalah penghapus dosa-dosa di antaranya, jika dosa besar dijauhi. (HR. Muslim (574)). Maka sholat-sholat ini merupakan kesempatan yang agung untuk menghapus kesalahankesalahan. Maka barangsiapa luput darinya sholat ini sungguh dia akan rugi dengan kerugian yang besar sekali. Dan masih tersisa untuknya dua jalan penghapusan dosa di dunia, dan itu lebih ringan baginya daripada jalan keempat di hari Kiamat. Al Imam Ibnul Qoyyim berkata: Para pelaku dosa itu punya tiga sungai besar yang dengannya mereka bisa bersuci di dunia. Jika sungai-sungai tadi tidak cukup untuk mensucikan mereka, mereka akan disucikan dengan sungai Jahim di hari Kiamat: sungai taubat yang murni, sungai kebaikan yang bisa menenggelamkan dosa-dosa yang meliputi dirinya, dan sungai musibahmusibah yang besar yang bisa menghapus dosa. Jika Alloh ingin kebaikan untuk hamba-Nya, Alloh akan memasukkannya ke salah satu dari tiga sungai ini, lalu dia datang pada hari Kiamat dalam keadaan bagus dan suci, sehingga dia tidak butuh pada pensucian yang keempat. (Madarijus Salikin/1/hal. 255-256/cet. Darul hadits). Keempat puluh tiga:

Kesimpulan: bahwasanya orang yang meninggalkan sholat itu rugi di dunia dan akhirat, yang demikian itu adalah kerugian yang nyata. Maka nasihatku untuk orang yang berpuasa Romadhon tapi meninggalkan sholat wajib agar bertobat kepada Alloh taala, dan agar menjaga hak-hak Alloh subhanah, dan agar tidak menyia-nyiakan amalan mereka dengan suatu pembatal. Dari Abu Huroiroh berkata: Rosululloh bersabda:

54

.
Terkadang ada orang yang berpuasa, bagian yang didapatkannya dari puasanya adalah lapar dan haus semata. Dan terkadang ada orang yang bersholat, bagian yang didapatkannya dari sholatnya adalah begadang saja. (HR. Al Imam Ahmad (8843) dan dihasankan oleh Al Imam Al Wadiiy dalam Al Jamiush Shohih Mimma Laisa Fish Shohihain no. (1479)).

55

Bab Tiga: Siapakah Yang Sanggup Memikul Siksaan Alloh


Sengaja saya tidak menyebutkan dalam nasihat yang disegerakan ini perselisihan ulama tentang kufurnya orang yang meninggalkan sholat, karena sempitnya waktu. Akan tetapi saya katakan: seandainya memang bahwasanya orang yang meninggalkan sholat itu tidak kafir, dalil-dalil telah menunjukkan besarnya dosa dia. Maka tidak boleh menyepelekannya. Dan bagaimana dia bisa menyepelekan dosa besar sementara Alloh telah mengancamnya dengan kerasnya siksaan pada hari kiamat: Pada hari ditiupnya sangkakala dan Kami menggiring orang-orang jahat pada hari itu wajah mereka biru menghitam. Alloh Yang Agung penyebutan-Nya berfirman:

]102/ [

* * . ]19-14/ * * * [

Jangan demikian. Jika bumi digoncang dengan sekeras-kerasnya, dan Robbmu datang dalam keadaan para malaikat berbaris-baris dengan rapi, dan didatangkanlah Jahannam. Pada hari itu manusia tersadar, tapi apa faidah kesadaran untuknya saat itu? Dia berkata: Aduh andaikata diriku telah beramal sholih untuk kehidupanku yang sekarang. Maka pada hari itu tiada seorangpun yang menyiksa seperti siksaan-Nya, dan tiada orang yang mengikat seperti ikatan-Nya. Alloh berfirman:

* * .]48-46/ [

Bahkan hari Kiamat itu adalah hari yang dijanjikan pada mereka, dan hari Kiamat itu lebih berat dan lebih pahit. Sesungguhnya orang-orang yang jahat itu di dalam kesesatan dan gejolak api. Pada hari mereka diseret di dalam neraka di atas wajah-wajah mereka, (dikatakan pada mereka:) Rasakanlah sentuhan neraka Saqor. Alloh taala berfirman tentang Neraka:

* * * * .]34-30/ [

"Pergilah kalian kepada naungan yang punya tiga cabang, yang tidak menaungi dan tidak pula bisa melindungi dari gejolak api. sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api bagaikan istana. Seakan-akan dia itu iringan onta-onta kuning. Maka celakalah pada hari itu orang yang mendustakan." (QS Al Mursalat 30-34) Alloh taala berfirman:

.]50 49/ * [

Dan engkau akan melihat orang-orang yang jahat pada hari itu terikat dalam belenggubelenggu. Baju-baju mereka dari tembaga cair, dan wajah-wajah mereka diliputi oleh api. Ini adalah hukum bagi orang yang lebih mengutamakan kehidupan dunia dan tidak menghormati Alloh dengan penghormatan yang benar. Alloh taala berfirman:

* * * * .]39-34/* [
Maka jika telah datang malapetaka besar (Kiamat), pada hari manusia mengingat apa yang telah dia usahakan. Dan Jahim ditampilkan bagi orang yang melihat. Maka adapun orang yang melampaui batas dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya Jahim itulah tempat tinggalnya. Dari Abu Huroiroh :

56

: . : . . :
Bahwasanya Rosululloh bersabda: Api kalian ini yang anak Adam menyalakannya adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian dari api Jahannam. Mereka berkata: Demi Alloh, api yang ini saja sudah cukup wahai Rosululloh. Beliau menjawab: Api Jahannam dilebihkan daripada api dunia dngan enam puluh sembilan bagian, semuanya panasnya seperti itu. (HR. Al Bukhoriy (3265) dan Muslim (7344)). Kemudian siapakah yang sanggup memikul siksaan yang panjang, sementara satu hari di Kiamat itu seperti seribu tahun dari hari-hari dunia? Dari Abu Huroiroh bahwasanya Rosululloh bersabda:

.
Orang-orang miskin akan masuk Jannah sebelum orang-orang kaya dengan jarak setengah hari, yaitu limaratus tahun. (HR. Al Imam Ahmad (10663), At Tirmidziy (2353) dan dishohihkan oleh Al Imam Al Wadiiy dalam Al Jamiush Shohih no. (1417)). Ada juga orang-orang yang disiksa dengan siksaan yang keras, dan hari-hari dipanjangkan terhadap mereka sehingga satu hari untuk mereka itu seperti limapuluh ribu tahun dari hari-hari dunia. Dari Abu Huroiroh yang berkata:

: . : . : . : . : .))2337( . (
Rosululloh bersabda: Tidak ada pemilik emas ataupun perak yang tidak menunaikan hak harta tadi (zakat) kecuali jika telah tegak hari Kiamat akan dilebarkan untuknya lempenganlempengan dari api, lalu harta tadi dipanaskan di atasnya di neraka Jahannam, lalu harta tadi disetrikakan ke sisi samping badannya, dahinya, dan punggungnya. Setiapkan dia mendingin,

57

diulang lagi proses siksaan tadi untuknya dalam satu hari yang ukurannya itu limapuluh ribu tahun hingga urusan para hamba selesai diputuskan, lalu dilihatlah jalan orang ini: apakah ke Jannah ataukah ke Neraka. Mereka bertanya: Wahai Rosululloh, untuk onta bagaimana? Beliau menjawab: Tidak ada pemilik onta yang tidak menunaikan haknya (zakat), dan di antara haknya adalah: pemerahan susunya saat datang ke perairan (untuk dibagikan ke orang-orang yang membutuhkan), kecuali jika telah tegak hari Kiamat onta-onta tadi akan ditaruh di tanah yang luas dengan jumlah yang paling banyak, tidak kehilangan satu ekor anakpun, lalu seluruh onta tadi menginjak-injak orang tadi dengan sepatu-sepatu mereka, dan mereka menggigitnya dengan mulut-mulut mereka. Setiap kali onta yang pertama telah lewat, dikembalikanlah kepadanya onta yang terakhir(17) dalam satu hari yang ukurannya itu limapuluh ribu tahun hingga urusan para hamba selesai diputuskan, lalu dilihatlah jalan orang ini: apakah ke Jannah ataukah ke Neraka. Mereka bertanya: Wahai Rosululloh, untuk sapi dan kambing bagaimana? Beliau menjawab: Tidak ada pemilik sapi dan kambing yang tidak menunaikan haknya (zakat), kecuali jika telah tegak hari Kiamat onta-onta tadi akan ditaruh di tanah yang luas, tidak kehilangan satu ekor anakpun, tidak ada yang tanduknya melengkung, atau tak punya tanduk, atau tanduknya patah, mereka semua menanduk orang itu dengan tanduk-tanduk mereka, dan menginjak-injak orang tadi dengan sepatu-sepatu mereka. Setiap kali binatang yang pertama telah lewat, dikembalikanlah kepadanya onta yang terakhir dalam satu hari yang ukurannya itu limapuluh ribu tahun hingga urusan para hamba selesai diputuskan, lalu dilihatlah jalan orang ini: apakah ke Jannah ataukah ke Neraka. (HR. Muslim (2337)). Wahai saudara-saudara, kalian telah mengetahui bahwasanya sholat itu lebih agung daripada zakat. Perhatikanlah bagaimana jika kalian berdiri di hadapan Robb nantinya dan Dia menanyai kalian tentang amalan kalian, dan soal pertama adalah pertanyaan tentang tentang. Maka apa jawaban kalian saat itu? Dari salah seorang Shohabat Nabi yang berkata: Rosululloh bersabda:

: . .
(17)

Al Imam An Nawawiy berkata: Sabda Nabi : Setiap kali onta yang pertama telah lewat, dikembalikanlah kepadanya onta yang terakhir demikianlah lafazhnya di seluruh sumber naskah dalam bab ini. Al Qodhi Iyadh berkata: Orang-orang berkata: terjadi perubahan dan kekeliruan. Yang benar adalah riwayat yang datang setelahnya dalam hadits lain dari riwayat Suhail dan ayahnya, dan riwayat yang datang dari hadits Al Marur bin Suwaid dari Abu Dzar: Setiap kali onta yang terakhir telah lewat, dikembalikanlah kepadanya onta yang pertama (Syarh Shohih Muslim/karya An Nawawiy/7/hal. 65).

58

Yang pertama kali diperiksa dari amalan seorang hamba adalah sholatnya. Jika dia menyempurnakannya dicatatlah untuknya sebagai sholat yang sempurna. Jika dia tidak menyempurnakan sholatnya, Alloh berfirman: Perhatikanlah, apakah kalian mendapati hamba-Ku ini punya sholat-sholat sunnah sehingga kalian bisa menyempurnakan sholat wajibnya tadi dengannya. Kemudian zakat juga seperti itu, kemudian seluruh amalan diperiksa sesuai dengan itu. (HR. Al Imam Ahmad (16665) dan dishohihkan oleh Al Imam Al Wadiiy dalam Al Jamiush Shohih Mimma Laisa Fish Shohihain no. (1261)). Kemudian sesungguhnya tuntutan-tuntutan di Akhirat ini banyak, maka harus cukup persiapan dengan banyaknya pahala, maka bagaimana justru sholat lima waktu ditinggal, sehingga luputlah keagungan pahalanya? Abu Huroiroh berkata:

: . . .

Rosululloh bersabda: "Tahukah kalian siapa itu orang yang bangkrut?" Mereka berkata,"Orang yang bangkrut di kalangan kami adalah orang yang tak punya dirham ataupun harta benda." Maka beliau bersabda: "Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalan sholat, puasa, zakat. Dia datang tapi dalam keadaan telah mencaci ini, menuduh orang itu, memakan harta orang ini, menumpahkan darah orang itu, memukul orang ini. Maka orang ini diberi kebaikannya, orang itu diberi kebaikannya. Jika kebaikannya telah habis sebelum tanggung jawabnya selesai, diambillah dari kesalahan-kesalahan mereka lalu diletakkan kepadanya, lalu dia dilemparkan ke dalam neraka." (HR. Muslim (6744)). Adapun orang yang memerangi dirinya untuk taat pada Alloh taala. Dan sabar di atasnya untuk Alloh, maka mereka itu tidak tertimpa ketakutan dan tidak bersedih hati. Alloh taala berfirman:

* * * * .]73-68/ * [

Wahai para hamba-Ku kalian pada hari ini tidak tertimpa ketakutan dan tidak bersedih hati, yaitu orang-orang yang beriman pada ayat-ayat kami dan dulunya adalah Muslimin. Masuklah kalian dan istri-istri kalian ke dalam Jannah dalam keadaan digembirakan. Mereka dikelilingi dengan piring-piring dan gelas-gelas dari emas. Dan di dalamnya terdapat apa saja yang diinginkan oleh jiwa dan disukai oleh mata. Dan kalian di dalamnya kekal. Dan Jannah itulah yang Aku wariskan kepada kalian disebabkan oleh apa yang kalian amalkan. Kalian di dalamnya akan mendapatkan buah-buahan yang banyak, sebagiannya kalian makan. Alloh berfirman:

* * .]64-62/ [

Ketahuilah: sesungguhnya para wali Alloh itu tidak tertimpa ketakutan dan tidak bersedih hati, yaitu orang-orang yang beriman dan senantiasa bertaqwa. Bagi merekalah kabar gembira di kehidupan dunia dan di Akhirat. Tiada perubahan terhadap ketetapan-ketetapan Alloh. Yang demikian itulah keberuntungan yang agung.

59

Alloh subhanah berfirman:

.]41 40/ * [

Adapun orang yang takut pada kebesaran Robbnya dan menahan dirinya dari keinginannya maka Jannahlah tempat tinggalnya. Dan dari Anas bin Malik yang berkata: Rosululloh bersabda:

: : . : . : .
Akan didatangkan penduduk dunia yang paling senang (di dunia) dari penduduk Neraka pada hari Kiamat, lalu dia dicelupkan satu kali ke dalam Neraka, lalu ditanyakan padanya: Wahai anak Adam, apakah engkau melihat suatu kebaikan sama sekali? Apakah pernah melewatimu suatu kesenangan sama sekali? Maka dia menjawab: Tidak, demi Alloh, wahai Robb. Dan akan didatangkan penduduk dunia yang paling sengsara (di dunia) dari penduduk Jannah pada hari Kiamat, lalu dia dicelupkan satu kali ke dalam Jannah, lalu ditanyakan padanya: Wahai anak Adam, apakah engkau melihat suatu kesengsaraan sama sekali? Apakah pernah melewatimu suatu kesusahan sama sekali? Maka dia menjawab: Tidak, demi Alloh, wahai Robb. Belum pernah melewatiku suatu kesusahan sama sekali. Belum pernah saya melihat suatu kesengsaraan sama sekali. (HR. Muslim (7266)).

Bab Empat: Pintu Tobat Masih Terbuka


.]16/ [
Apakah belum tiba saatnya bagi orang-orang yang beriman untuk hati-hati mereka itu tunduk kepada peringatan Alloh dan kepada kebenaran yang telah turun? Dan jangan sampai mereka menjadi seperti orang-orang yang diberi kitab sebelum mereka, lalu masa yang panjang berlalu atas mereka sehingga hati mereka menjadi kaku, dan kebanyakan mereka itu fasiq. Alloh berfirman: Penuhilah seruan Robb kalian sebelum datangnya suatu hari dari Alloh yang tak bisa ditolak. Pada hari itu kalian tidak punya tempat berlindung dan kalian juga tidak punya pengingkar (yang bisa mengingkari kejelekan yang telah diperbuat). Alloh taala berfirman: Alloh taala berfirman:

.]47/ [

.]31 : [

Dan bertobatlah kalian semua kepada Alloh wahai orang-orang yang beriman, agar kalian beruntung. Alloh taala berfirman:

* * * -35/ * [ .]35
Katakanlah wahai para hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rohmat Alloh, sesungguhnya Alloh mengampuni dosa-dosa semuanya, sungguh Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kalian kepada Robb kalian dan tunduklah kepada-Nya sebelum datang pada kalian siksaan kemudian kalian tidak tertolong. Dan ikutilah yang terbaik dari apa yang diturunkan kepada kalian dari Robb kalian sebelum datang pada kalian siksaan dengan tiba-tiba dalam keadaan kalian tidak menyadarinya. Jangn sampai ada jiwa yang berkata: alangkah besarnya penyesalanku terhadap hak Alloh yang aku sia-siakan, dan sungguh aku dulu termasuk orang-orang yang mengejek. Atau berkata: seandainya Alloh memberiku petunjuk pastilah aku termasuk orangorang yang bertaqwa. Atau berkata ketika melihat adzab seandainya aku punya kesempatan lagi pasti aku akan menjadi termasuk orang-orang yang berbuat kebaikan.

60

* .]60 59/ [
Maka datanglah sepeninggal mereka para pengganti yang menyia-nyiakan sholat dan mengikuti syahwat-syahwat, maka mereka akan berjumpa dengan siksaan keras yang berlipat. Kecuali orang-orang yang bertobat, beriman dan beramal sholih, maka mereka itulah yang akan masuk ke dalam Jannah dan tidak dizholimi sedikitpun. Al Imam Ibnu Katsir berkata: Firman Alloh: Kecuali orang-orang yang bertobat, beriman dan beramal sholih yaitu: kecuali orang yang kembali dari meninggalkan sholat dan dari mengikuti syahwat-syahwat, karena sesungguhnya Alloh itu menerima tobatnya, dan memperbaiki kesudahannya, serta menjadikannya sebagai pewaris Jannah yang penuh kenikmatan. Oleh karena itulah Alloh berfirman: maka mereka itulah yang akan masuk ke dalam Jannah dan tidak

Maka pintu tobat masih terbuka. Alloh taala berfirman:

61

dizholimi sedikitpun yang demikian itu dikarenakan tobat itu memotong kesalahan yang sebelumnya. Dan di dalam hadits yang lain:


Orang yang bertobat dari dosa itu seperti orang yang tidak punya dosa. (18) Dan karena itulah orang-orang yang bertobat tadi tidaklah amalan mereka yang telah mereka kerjakan itu dikurangi sedikitpun, dan tidaklah mereka disikapi atas apa yang mereka lakukan sebelum tobat lalu menyebabkan dikuranginya untuk mereka dari apa yang mereka kerjakan setelah bertobat, karena kesalahan mereka itu telah hilang lenyap dan ditinggalkan sama sekali, dan sirna dengan gratis, sebagai bagian dari kedermawanan Dzat Yang Mahamulia dan kesabaran dan Dzat Yang Mahasabar. (Tafsirul Quranil Azhim/5/hal. 246). Dan bertobat dari dosa itu wajib, bersegera untuk membebaskan diri dari kemurkaan Alloh itu wajib. Dan Alloh itu mencintai orang-orang yang banyak bertobat dan mencintai orang-orang yang membersihkan diri. Al Hulaimiy berkata: Maka telah tetap dengan Al Kitab dan As Sunnah tentang wajibnya bertobat kepada Alloh bagi setiap pelaku dosa, dan bersegeranya hati dan kembali untuk taat, dan bahwasanya Alloh Yang Maha penuh berkah dan Mahatinggi itu menerima tobat dari hamba-Nya dan tidak menolaknya. (Syuabul Iman/karya Al Baihaqiy/9/hal. 277).
(18)

Hadits ini lemah dengan lafazh ini. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (4250) dari Ibnu Masud , dan di dalam sanadnya ada keterputusan antara Abu Ubaidah dan ayahnya yaitu Ibnu Masud. Dan diriwayatkan Ath Thobroniy (18224) dari Ibnu Abi Sad Al Anshoriy dari ayahnya. Dan tidak diketahui siapakah Ibnu Abi Sad Al Anshoriy ini. Dan sanad ini dilemahkan oleh Al Hafizh As Sakhowiy dalam Al Maqoshidul Hasanah no. (313). Dan diriwayatkan oleh Al Baihaqiy dalam Syuabul Iman (6780) dari Ibnu Abbas . Di dalam sanadnya ada Ahmad bin Budail Al Ayamiy, dalam dirinya ada kelembekan. Dan di dalam sanadnya juga ada Said Al Himshiy, yaitu Said bin Abdul Jabbar, pendusta. Lihat ucapan Al Hafizh Ibnu Abdil Hadi dalam Tanqihut Tahqiq (4/hal. 568). Dan cukuplah bagi kita dalil-dalil diterimanya tobat, dan itu telah dikenal dari Al Quran dan Al Sunnah. Alloh taala berfirman: Maka barangsiapa bertobat setelah kezholimannya dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Alloh akan menerima tobatnya, sesungguhnya Alloh itu Ghofur (Maha Pengampun) dan Rohim (Maha Penyayang). Dan dari Aisyah bahwasanya Rosululloh bersabda:

.]39/ [

.
Karena sesungguhnya hamba itu jika mengakui dosanya lalu bertobat, Alloh menerima tobatnya. (HR. Al Bukhoriy (2661) dan Muslim (7196)).

62

Dan syarat tobat itu telah diketahui bersama, sebagaimana telah disebutkan oleh para imam . Al Imam Ibnu Muflih berkata: Dan tobat itu adalah penyesalan terhadap kedurhakaan dan dosa-dosa yang telah lewat, bertekad untuk meninggalkannya selamanya karena Alloh , dan bukan karena manfaat duniawi atau karena adanya gangguan, dan bukan karena dipaksa, tapi karena pilihan sendiri saat masih terbebani. (Al Adabusy Syariyyah/hal. 114). Dari Anas bin Malik yang berkata: Rosululloh bersabda:

. .))7136( : . (
Benar-benar Alloh itu lebih bergembira dengan tobatnya hamba-Nya kepada-Nya daripada kegembiraan salah seorang dari kalian yang semula ada di atas tunggangannya di tanah lapang, lalu tunggangannya itu lepas darinya padahal di atas tunggangannya itu ada bekal makanan dan minumannya, sehingga dia berputus asa darinya, lalu dia mendatangi sebatang pohon seraya berbaring di dalam naungannya dalam keadaan telah berputus asa dari tunggangannya. Ketika dia dalam keadaan demikian tiba-tiba saja tunggangannya tadi telah ada di sampingnya, maka dia mengambil tali kekangnya lalu berkata karena begitu gembiranya: Ya Alloh Engkau adalah hambaku dan aku adalah Robbmu. (HR. Muslim (7136)).

. .
Dammaj, 7 Romadhon 1433 H

63

Daftar Isi

Table of Contents

Pengantar Asy Syaikh Al Fadhil Abu Abdirrohman Abdurroqib bin Ali Al Kaukabaniy semoga Alloh menjaganya- ................................................................................................................................ 1 Pengantar Penulis ................................................................................................................................. 2 Bab Satu: Terdorongnya Muslimin Untuk Beramal Kebaikan Di Bulan Romadhon .................... 3 Kedudukan Puasa Romadhon...................................................................................................... 4 Kedudukan Taqwa ......................................................................................................................... 9 Bab Dua: Sebagian Orang Awwam Menyia-nyiakan Sholat Lima Waktu .................................... 17 Di antara bahaya menyia-nyiakan sholat lima waktu ............................................................ 17 Bab Tiga: Siapakah Yang Sanggup Memikul Siksaan Alloh 55 ............................................... Bab Empat: Pintu Tobat Masih Terbuka .......................................................................................... 59 Daftar Isi ............................................................................................................................................... 63