Anda di halaman 1dari 13

I.

PENDAHULUAN A. SEJARAH PERUSAHAAN

Salah satu hal yang paling dikenal di Indonesia adalah perusahaan rokok kretek, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, yang memiliki manufaktur dan pengemasan yang terletak di kota Kudus, Indonesia, tempat kelahiran rokok kretek. Sementara perusahaan rokok kretek yang lain yang lebih besar, baik seluruhnya atau sebagian dimiliki oleh keturunan langsung dari keluarga pendiri asli, pemilik Djarum sekarang tidak punya hubungan apa pun dengan orang-orang yang pertama kali mendirikan usaha ini. Perusahaan ini awalnya bernama Djarum Gramophon, tetapi ketika perusahaan Djarum ini diakuisisi pada tahun 1951 oleh Oei Wie Gwan, ayah dari pemilik sekarang, dia memendekkan namanya menjadi Djarum saja. Wie Gwan memulai usaha Djarum ini dengan tujuh puluh karyawan dan sejak awal ia terus mencengkeram seluruh aspek produksi rokok kretek, rumusan campuran tembakau Djarum tersendiri, campuran cengkeh Djarum tersendiri untuk memastikan bahwa kualitas dari rokok kreteknya berbeda dengan yang lain dan bisa dipertahankan. Perusahaan merek pertama adalah Djarum dan Kotak Adjaib dan awalnya mereka hanya dijual di wilayah Kudus. Karena mereka menyadari kebutuhan akan manajemen yang profesional, Wie Gwan putra, Budi dan Bambang menyewanya dengan harga pasar pasar terbaik saat itu dan pada tahun 1970, mereka mendirikan departemen penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan produk tembakau Djarum yang baru sekaligus inovatif. Budi dan Bambang juga melihat bahwa saat itu Indonesia bisa menyediakan pasar yang besar bagi rokok kretek Djarum mereka, bahkan potensi untuk ekspor Djarum lebih besar. Pada tahun 1972, mereka mulai mengekspor eceran rokok kretek lintingan Djarum untuk tembakau di seluruh dunia, dari Jepang ke Belanda dan merek rokok kretek yang paling terkenal di luar Indonesia, dengan jarum gramofon yang terkenal disertai logo sebuah pemandangan di tobacconists yang jauh dan luas. Pada pertengahan 1970-an, Budi dan Bambang dengan cepat menyadari bahwa jika mereka ingin tetap berkompetitif, mereka harus mengikuti petunjuk dan mekanisasi Bentoel. Rokok kretek pertama mereka yang dibuat dengan mesin adalah Djarum Filter yang kemudian diluncurkan pada tahun 1976, diikuti pada tahun 1981 oleh Djarum Super, yang pada saat itu menjadi best seller rokok kretek filter Indonesia. Sejauh ini produk mereka termasuk innovativer. Djarum Kretek adalah cerutu pertama di dunia cerutu yang dibumbui dengan cengkeh.

Pada tahun 1984, perusahaan mengirimkan dua karyawannya ke Kampen Oud pabrik cerutu di Belanda untuk mempelajari seluk-beluk membuat Cigarillos. Butuh beberapa waktu untuk menyempurnakan seni campuran tembakau cerutu dengan cengkeh tetapi akhirnya Djarum mendapatkan formula yang tepat dan memperkenalkan rokok kretek itu kepada publik. Sejarah Perusahaan Djarum Kudus

B. ASPEK STRATEGIS 1. Dapat memberi manfaat pada masyarakat PT.Djarum pada dasarnya menghasilkan hasil-hasil samping yang bermanfaat untuk kehidupan masyarakat sekitar ( misalnya : Pupuk untuk program penghijauan ). Dan juga melaksanakan pelatihan-pelatihan , memberi beasiswa prestasi. 2. Membuka lapangan kerja Berdirinya PT.djarum secara tidak langsung pabrik akan membutuhkan tenaga kerja ,dengan begitu akan membuka lapangan kerja baru sehingga membantu ekonomi masyarakat sekitar.

C. STRUKTUR ORGANISASI DAN SUMBER DAYA MANUSIA 1. Struktur Organisasi

2. Sumber Daya Manusia SDM adalah salah satu faktor yang sangat vital bagi sebuah perusahaan,karena yang berkompeten dan di didik dengan baik akan mampu menjawab tuntutan persaingan yang ada .PT.Djarum yang notabennya adalah perusahaan besar tentu saja menyerap tenaga kerja yang besar pula.Dimana perusahaan yang baik adalah perusahaan yang memperhatikan kesejahteraan karyawannya.

D. UTILITAS PT.Djarum untuk meningkatkan kelancaran dan untuk menjaga kualitas mutu produk yang di hasilkan PT.Djarum tersebut maka memiliki unit utilitas antara lain: 1. Laboratorium RnD Kualitas rokok yang di hasilkan dari SKT dan SKM di analisa di bagian laboratorium tersebut, apakah memenuhi kualitas standart untuk di pasarkan dari pasar luar negeri dan dalam negeri.Dimana yang dianalisa adalah kadar nikotine,tar dll. 2. Unit pemeraman cengkeh dan tembakau Tembakau yang di panen lalu di peram selama 1tahun dengan tujuan untuk fermentasi ,semakin lama tembakau di peram maka akan menghasilkan rasa manis dan semakin bagus. 3. Unit produksi PT.Djarum memiliki dua unit proses produksi ,diantaranya adalah SKT ( Sigaret Kretek Tangan ) dan SKM ( Sigaret Kretek Mesin ). 4. Intalasi pengolahan air limbah IPAL ( Instalasi Pengolahan Air Limbah ) berperan penting dalam pengolahan hasil samping yang di hasilkan dari pembuatan rokok,Limbah tersebut berupa cairan dan padatan yang akan di olah kembali apabila dibuang ke lingkungan sekitar tidak dapat mengganggu baik berupa bau atau kandungan racunnya. 5. Unit penghijauan PT. Djarum berperan cukup besar pada penghijauan kota Kudus, dikarenakan PT Djarum ikut serta dalam penghijauan kota Kudus. PT Djarum melaksanakan program penghijauan untuk menciptakan lahan terbuka hijau di kota Kudus. Selain itu PT Djarum juga ikut serta dalam mangrove di bibir pantai sebagai upaya pencegahan abrasi. PT Djarum juga melakukan pengurangan limbah dengan mengubah limbah yang dihasilkan sehingga tidak mencemari lingkungan sekitar dan mengubah sebagian limbah padat menjadi pupuk yang dipergunakan sebagai penghijauan serta dibagikan kepada pertanian masyarakat di Kudus.

6. Penyediaan air Air yang digunakan untuk perneraman diperoleh dari ABT sebanyak 3 buah. Sumur tersebut terletak di areal sekitar 8 ha. 7. Listrik Kebutuhan listrik di areal Bakalan Krapyak dan Gribig dilayani oleh ganset milik Djarum dengan daya kurang lebih 10 M Watt. 8. Penyediaan bahan bakar Jenis bahan bakar yang digunakan adalah bahan bakar minyak solar industri untuk genset. Sedangkan untuk boiler menggunakan minyak residu.

E. PROSES PRODUKSI 1. Bahan baku a. Tembakau Sebagai bahan baku utama dalam proses pembuatan rokok adalah tembakau .Tembakau yang digunakan dalam proses produksi rokok diperoleh dalam bentuk rajangan dan krosok ( tembakau yang belum di rajang ). Bahan baku tersebut diperoleh dari : -Tembakau rajangan : 1. Bojonegoro 2. Temanggung 3. Muntilan 4. Weleri 5. Kraksaan - Tembakau krasak 1.Madura 2. Kesturi 3. Weleri - Luar negeri 1.Argentina 2. paraguay 3. India Pembelian tembakau dari luar negeri dilakukan kalau panen dalam negeri rusak,karena memang mutu tembakau dalam negeri lebih baik dibandingkan tembakau impor. Pembelian tembakau tersebut dilakukan dengan dua cara,yaitu melalui agen-agen pembelian yang terdapat dimasing-masing daerah penghasil tembakau,ini biasanya dilakukan pada saat panen,dengan cara dimana pengumpulan pengumpulan tembakau diluar dari agen-agen tersebut datang sendiri menawarkan tembakau langsung ke perusahaan tanpa melalui agen-agen pembeli perusahaan.

b. Cengkeh Bahan baku utama selain tembakau adalah cengkeh. Cengkeh yang digunakan juga hasil budidaya dari kepulauan-kepulauan Indonesia sendiri,yaitu : Jawa ( Bogor ,Purwokerto,Malang),Sumatera (Aceh,Sabang,Bengkulu,Lampung),Sulawesi ( Manado ),Maluku ( Ambon ,Ternate ) dan Bali. Demikian halnya dengan cengkeh baru dilakukan impor bila panen dalam negeri rusak/tidak mencukupi, jadi bila terpaksa impor . c. Saos Digunakan sebagai bahan penambah aroma ,sehingga rokok yang dihasilkan mempunyai rasa khas ,dan inilah yang membedakan rasa antara merek rokok yang satu dengan merek rokok yang lainnya. 2. Bahan pembantu a. Kertas sigaret/papir,yaitu kertas yang digunakan untuk membungkus campuran tembakau,cengkeh dan saos menjadi berbentuk bulat panjang serta di peroleh dari Jepang dan Prancis. b. Acetat Tow Merupakan bahan untuk membuat filter ,diperoleh dari Amerika Serikat .Untuk mendapatkan filter dengan rasa yang khas ,acetat tow perlu diproses lebih lanjut ,hasil dari prosesnya berupa lonjongan /batangan,yang mana tiap satu loncor dipergunakan untuk 6 (enam ) batang rokok. c. Cort Teping , sebagai pembungkus filter ,diperoleh dari Amerika Serikat. d. Plug Wrap , lapisan luar filter ,diperoleh dari Jepang dan Prancis e. HSC ( Hit Selling Celotape ) , sebagai plastik pembungkus slop,sudah diproduksi dalam negeri. f. Kertas Grenjang , digunakan sebagai pelindung rokok dari kelembaban udara ,diperoleh dari dalam negeri. g. Kertas Slop , Untuk membungkus rokok yang sudah jadi,dengan berbagai bentuk dan corak sesuai dengan yang telah ditentukan. h. Aluminium foil i. Lem , digunakan untuk mengelem kertas sigaret maupun untuk mengelem kertas pembungkus. j. Sakarin , yaitu zat yang berfungsi sebagai pemanis dari rokok kretek. Pada perusahaan rokok PT.Djarum proses produksinya bersifat kontinyu,artinya bahan baku mengalir melalui beberapa tahap sampai menjadi barang jadi.Untuk lebih jelasnya adalah sebagai berikut: a. Tembakau dikeluarkan dari gudang,baik jenis krosok maupun rajangan,kkemudian di panaskan untuk mematikan kuman-kuman yang ada,disamping itu dirajang dengan mesin rajang krosok dan tembakau yang sudah di steam di lepas dengan mesin udal

tembakau.Dari macam-macam jenis tembakau tersebut kemudian dicampur sesuai dengan porsinya untuk masing-masing jenis rokok yang diproduksi. b. Cengkeh diambil dari gudang cengkeh glondong kemudian dijemur,setelah dijemur kemudian direndam untuk memudahkan dalam rajangan ,karena lebih lunak .Selanjutnya cengkeh dirajang dengan mesin rajangan cengkeh,kemudian di jemur lagi.Cengkeh yang kualitasnya bermacam-macam tersebut dicampur sesuai dengan porsinya untuk setiap jenis rokok yang di kehendaki ,lalu di masukkan ke gudang rajang. c. Campuran tembakau dan cengkeh di campur dengan porsi tertentu dengan mesin blending ,unutk memberikan aroma yang khas di tambahkan saos. d. Campuran tembakau ,cengkeh dan saos merupakan bahan yang siap dikirim ketempat-tempat (barak) pembuatan rokok. Perusahaan rokok PT.Djarum proses pembuatan rokok di bagi ke dalam dua jenis yaitu SKT ( Sigaret Kretek Tangan ) dan SKM ( sigaret Kretek Mesin ). 1. SKT ( Sigaret Kretek tangan ) Bahan yang telah sampai barak di letakkan di tempat-tempat khusus ,lalu buruh-buruh giling mengambilnya dengan membawa kitir ( berupa karton yang berfungsi sebagai absen dan banyaknya yang harus dikerjakan ).Dalam proses penggilingan ,buruh giling mempunyai seorang pembantu ( buruh batil ) yang tugasnya memotong / merapikan ujung-ujung rokok hasil gilingan ,ini bahan dilakukan dengan gunting disamping itu buruh batil juga bertugas mengambil bahan baku ,papir,lem dan menyetor rokok untuk disortir. Oleh buruh batil rokok jadi tersebut tiap 1000 batang disetorkan ke petugas sortir,biasanya dibawa pula cadangannya sebanyak 50 batang yang juga diperiksa ke petugas kitir.Karena rokok yang tidak sesuai dengan standart akan di ambil oleh petugas sortir,untuk menggenapkan jumlah 1000 batang diambilkan dari cadanganya sesuai dengan kekurangannya. Setelah lolos dari petugas sortir ,lalu di serahakan ke bagian penerimaan rokok jadi,kemudian diserahkan ke bagian pengepakan, sebelum dipak bila perlu rokok dioven terlebih dahulu. Pada proses pengepakan pekerjaan dibagi dalam kelompok kelompok terdiri dari 6 orang, yang duduknya saling berhadapan, satu dari kelompok tersebut bertugas mengambil rokok jadi, kemudian rokok tersebut dibungkus dengan kertas kaca yang merupakan pembungkus dalam, kemudian rekan sebelahnya memasang segel dan pita cukai, dan kemudian ekan sebelahnya telah siap mengadkan pembungkusan luar dengan kertas

kaca yang dipanaskan 150oC, ini dimaksudkan untuk menghindari kelembaban udara yang dapat mempengaruhi rasa rokok, setelah mencapai 200 slop diperiksa ke bagian sortir, dari sini kemudian dikirim ke bagian press. Proses pres, pada tahap ini tugas bagian pres adalah memasukkan rokok yang telah di pak kedalam bungkus yang telah disediakan, satu pres biasanya berisi 10 slop. Kemudian diperiksakan kebagian sortir, yang lolos dari bagian sortir dikirim ke bagian bos. Proses bos, proses ini untuk memudahkan dalam perhitungan dan pengangkutan. Satu bos 10 pres, lalu dimasukkan ke dalam box, dimana 1 box berisi 4 bos rokok, selanjutnya dikirim ke gudang rokok jadi. 2. Untuk SKM Disamping campuran tembakau, cengkeh dan saos dalam proporsi tertentu diperlukan filter, kertas sigaret, etiket slop. Setelah bahan baku dan bahan pembantu siap, maka pembuatan rokok dapat dilaksanakan. Dengan mesin-mesin modern yang cara kerjanya diawasi komputer, diperoleh lintingan rokok yang telah terpotong-potong sesuai dengan ukuran yang dikehendaki, potongan-potongan rokok tersebut belum berfilter. Potongan-potongan rokok yang belum berfilter tersebut kemudian dimasukkan kedalam mesin pemasang filter, lalu dipak dengan mesin, biasanya 1 pak/slop berisi 12 atau 16 batang rokok filter. Kemudian rokok-rokok tersebut di pres dan di bos dalam proses ini kadang-kadang masih perlu dibantu tenaga manusia, selanjutnya dikirim ke gudang rokok jadi. F. Instalasi pengolahan Limbah ( IPAL ) Dalam industri rokok ,tembakau sangatlah diperlukan karena merupakan bahan utama produk tersebut yang kemudian akan diproses.Proses tersebut menimbulkan limbah cair berupa cairan coklat pekat yang sangat bersifat asam.Selain limbah cair ,ada juga limbah padat yaitu tempat bekas membungkus tembakau.Limbah-limbah tersebut kemudian akan diproses agar tidak menjadi berbahaya. IPAL ( instalansi Pengolahan Limbah ) merupakan suatu tempat yang disediakan oleh PT.Djarum ontuk mengolah limbah-limbah tersebut .PT.Djarum sangat memperhatikan lingkungan maka tidak mungkin jika membuang limbah-limbah beracun tersebut secara sembarangan.Jadi sebelum di buang maka limbah harus melalui beberapa tahap pada IPAL.Proses tersebut ada beberapa cara yaitu : a. Reaktor biologi

b.

c.

d.

e.

f.

g.

Dalam proses ini air limbah yang mengandung bahan bahan organik didegradasi oleh bakteri aerobik. Pemberian oksigen yaang sangat menentukan keberasilan reaksi bahan bahan organik oleh bakteri selanjutnya sebagian produknya di rubah menjadi limpur. Oksigen larut dalam reaktor biologi minimum adalah 2 ppm untuk mendukung kehidupan bakteri. Lumpur aktif selanjutnya akan dipisahkan di tangki sedimentasi. Sedimentasi Proses ini merupakan proses pemisahaan lumpur dari air limbah, sebagian lumpur endapannya disirkulasikan ke bak aerasi untuk mempertahankan konsentrasi dan populasi bakteri, sedangkan yang lainnya di keringkan dengan drying bed. Penjernihan Penjernihan adalah proses penangkapan warna dan partikel yang terdispersi yang lepas dari proses pengendapan dengan cara pemberian koagulan tawas dan floktulan curifloc PA 322. Pemberian floktulan dimaksudkan untuk membantu proses pengumpulan sehingga mudah untuk diendapkan . Setelah penambahan tawas untuk penjernihan maka pH air akan turun sehingga perlu penambahan larutan kapur jenuh untuk menaikkan pH sekitar 7-8 . Flok-flok yang terbentuk kemudian akan terendapkan kedasar tangki dan dipompakan ke dryin bed. Sedang air yang telah jernih akan di alirkan ke kolam aerasi Kolam aerasi Proses ini adalah tahap akhir dari upaya penurunan tingkat pencemaran organik. Pada kolam ini di samping masih diberikan oksigen dari mesin blower , ganggang juga mulai dapat tumbuh .Dengan proses dari fotosintesis dari ganggang ini maka terbentuklah gas oksigen yang diperlukan oleh bakteri aerob untuk melakukan degradasi bahan organik lebih lanjut .Dari kolam aerasi selanjutnya air dialirkan ke kolam stabilisasi. Kolam stabilisasi Fungsi kolam ini adalah untuk meratakan perubahan-perubahan yang mungkin terjadi sehingga air yang keluar dari kolam ini sudah stabil untuk dialirkan ke kolam ikan. Kolam ikan Sebelum air limbah dibuang kesungai maka air tersebut perlu diuji cobakan terlebih dahulu terhadap ikan yang dapat digunakan sebagai bio indikator antara lain : gurami , nila merah , ikan mas , ikan tawes. Drying Bed Proses pengeringan lumpur menggunakan sinar matahari. Pada dasarnya bak ditambahkan beberapa lapisan agar resapan yang terjadi tidak mengandung bahan-bahan yang tidak diinginkan.

II.

PERMASALAHAN Unsur-unsur apa saja yang diperlukan dalam pembuatan pupuk kompos yang ada dalam PT.Djarum Kudus ?

III.

TINJUAN KRITIS Kompos merupakan pupuk organik dari hasil pelapukan jaringan atau bahan-bahan tanaman atau limbah organik. Dalam era industri sekarang ini masalah limbah industri sering menyita perhatian karena sangat berdampak negatif pada masalah lingkungan. Untuk itu, usaha pemrosesan atau daur ulang limbah organik merupakan cara tepat untuk menjaga kelestarian lingkungan. Hasilnya dapat dimanfaatkan untuk mengembalikan kesuburan tanah. Kompos diperoleh dari hasil pelapukan bahan-bahan tanaman atau limbah organik seperti jerami, sekam padi, daun-daunan, rumput-rumputan, limbah organik pengolahan pabrik, dan sampah organik yang terjadi karena perlakuan manusia. Perlakuan yang umum dilakukan berupa penciptaan lingkungan mikro yang dikondisikan untuk pertumbuhan mikroorganisme. Perlakuan pengomposan pun tersebut dapat mempercepat dengan cara penambahan mikroorganisme dekomposer atau aktivator. Ada dua cara untuk mempercepat terjadinya pelapukan bahan organik, yaitu pengaturan kondisi iklim mikro seperti suhu dan kelembaban sehingga sesuai untuk pertumbuhan mikroorganisme pengurai serta penambahan atau pemberian mikroorganisme pengurai sebagai starter atau aktivator. Bahan-bahan kompos yang segar masih tinggi C / N rasionya. Untuk itu, proses penguraian perlu dilakukan untuk menurunkan C/N rasio. Aplikasi kompos dengan C/N rasio yang masih tinggi ketanah akan mengganggu pertumbuhan tanaman. Saat proses penguraian oleh mikroorganisme berlangsung, akan dihasilkan zat karbon dioksida dan panas yang tinggi. Kompos siap pakai biasanya memiliki C/N rasio mendekati C/N rasio tanah, yaitu 12-15 dengan suhu hampir sama dengan suhu lingkungan. Kondisi ini sering digunakan sebagai standart atau patokan. Namun, dalam pengomposan rasio C/N adalah 25:1 sampai 30:1. Pada limbah padat PT. Djarum Kudus hanya memiliki unsur N dan P saja. Sehingga C/N rasionya masih jauh dari standar (0) yang dibutuhkan untuk membuat kompos. Untuk itu perlu ditambahkan unsur C untuk meningkatkan C/N rasio. Unsur C yang ditambahkan berasal dari pembukus tembakau yang terbuat dari daun siwalan yang memiliki rasio 50:1 sampai 60:1. Untuk memudahkan pencampuran daun siwalan dengan lumpur, maka ditambahkan jamur Tricoderma untuk melapukkan daun siwalan Berikut merupakan perhitungan untuk menentukan perbandingan antara penggunaan limbah PT.Djarum dengan daun siwalan agar mendapatkan pupuk kompos yang sesuai dengan standart.

Misal menghitung jumlah daun siwalan dengan penambahan limbah sebanyak 1 kg untuk pembuatan pupuk kompos. Diketahui : C/N daun siwalan 50:1 C/N limbah padat 0:1 A= jumlah limbah padat B= jumlah daun siwalan Ditanya : berapa jumlah daun siwalan yang akan di campurkan dalam limbah padat PT.Djarum sebanyak 1 kg agar mendapatkan nilai rasio C/N 30:1 ? Jawab : ( A.0 ) + ( B.50 ) / A +B = 30 A =1 (0) + ( B.50 )/1+B =30 0 + 50B = 30 + 30 B 50 B 30 B = 30 20 B = 30 B =30 :20 B = 1,5 kg Jenis-Jenis unsur hara dan akibat kekurangannya : 1. Nitrogen Nitrogen dibutuhkan untuk menyusun 1-4% bahan kering ( bagian keras ) tanaman, seperti batang,kulit dan biji. Nitrogen diambil dari tanah dalam bentuk nitrat ( NO3- ) atau amonium ( NH4+ ), atau kombinasi dengan senyawa metabolisme karbohidrat di dalam tanaman dalam bentuk asam amino dan protein. Nitrogen tersedia pada kompos dan pupuk kandang dalam jumlah sedikit. Nitrogen merupakan unsur penting dalam tumbuhan tanaman. Nitrogen berfungsi sebagai penyusun protein dan ikut berperan dalam bagian proses pertumbuan dan pembentukan seperti produksi tanaman, seperti buah, daun dan umbi. Kekurangan nitrogen pada tanaman menunjukan gejala sebagai berikut : - Kondisi tanaman buruk dan menjadi sangat kerdil - Daun tanaman kecil , berwarna pucat dan berwarna hijau kekuningan - Daun pada bagian bawah seperti terbakar dan mati sebelum masanya, sedangkan daun pada tajuk atas tanaman masih hijau - Produksi tanaman rendah 2. Fosfor ( P ) Fosfor dibutuhkan untuk menyusun 0,1 0,4% bahan kering tanaman. Unsur ini sangat penting didalam proses fotosintesis dan fisiologis kimiawi tanaman. Fosfor juga dibutuhkan didalam pembelahan sel, pengembangan jaringan, dan titik tumbuh tanaman, serta memiliki peranan penting didalam proses transfer energi. Kekurangan fosfat pada tanaman menunjukkan gejala sebagai berikut : - Pertumbuhan kerdil

IV.

Daun berwarna hijau pucat , ungu atau merah tua , terutama pada ujung dan tepi daun. - Beberapa daun berwarna hijau tua kebiruan , terutama bila tanaman tidak memiliki kandungan nitrogen sama sekali - Tanaman selalu terlihat hijau dan terhambat untuk tua , kadang kadang meninggi dan kurus - Buah tidak terbentuk atau tidak tumbuh normal - Proses pembuahan terhambat dan proses produksi tanaman rendah. SIMPULAN A. SIMPULAN Penambahan daun siwalan pada proses pembuatan kompos PT.Djarum bertujuan untuk penambahan unsur C agar mencapai rasio yang sesuai standar,karena pada dasarnya kandungan limbah padat pada PT.Djarum hanya mengandung unsur N dan P saja.Penambahan unsur C tidak hanya dengan penambahan daun siwalan,bisa juga dengan limbahlimbah yang lain ,seperti daun-daun kering ataupun limbah organik.Unsur unsur dalam pupuk kompos yang baik harus memenuhi syarat dengan mengandung unsur senyawa C,N dan P.

V.

Daftar Pustaka - Djaja, willyan.2008.Langkah Jitu Membuat Kompos dari Kotoran Ternak dan Sampah.Jakarta:PT Agromedia Pustaka - Harianto, Bagus.2007.Cara PraktisMembuat Kompos.Jakarta:PT Agromedia Pustaka

MAKALAH KULIAH KERJA LAPANGAN PT.DJARUM KUDUS

Unsur yang diperlukan pada pupuk kompos

Di susun Oleh : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Abdul Azis Antoniuz Dimas Aristya Kurniawan Dyah Ayu R Marlistyo Meiolita Ikha Stefani sepdiana Tika Diyah P Yosua Edo L (110001) (110009) (110010) (110012) (110023) (110024) (110031) (110033) (110036)

AKADEMI KIMIA INDUSTRI St.PAULUS SEMARANG 2012