Anda di halaman 1dari 3

Mengapa Kita Bisa Minum Pakai Sedotan?

Oleh: Doni Aris Yudono http://detektif-fisika.blogspot.com/

Siang-siang, panas-panas, memang paling enak minum es :D Ada es jeruk, es kelapa muda, atau es teh, tinggal pesan di warung terdekat (>_<) Ketika minum es, kita biasanya minum pakai sedotan. Memang asyik kalau minum pakai sedotan. Tidak usah angkat-angkat gelas segala. Tinggal sedot aja, srrlluuuppp.... Aahh... Segaarrrr.... Tapi.... Pernahkah Anda renungkan, mengapa kita bisa minum pakai sedotan? Mengapa cairan yang ada di gelas bisa naik ke sedotan dan terus naik sampai ke mulut kita? Nah, pada kesempatan yang berbahagia ini, kita akan menyelidiki mengapa cairan yang ada di gelas bisa naik ke sedotan dan terus naik sampai ke mulut kita, yang ditinjau berdasarkan konsep-konsep fisika sederhana.

Penyelidikan #1
Cairan minuman yang ada di gelas dapat naik ke sedotan sampai ke mulut kita, padahal cairan tersebut ditarik oleh gaya gravitasi bumi yang arahnya ke bawah. Berarti, ada suatu gaya yang menggerakkannya ke atas, dan gaya itu pasti lebih besar daripada gaya gravitasi bumi.

Penyelidikan #2
Sekarang, kita selidiki gaya apa yang menggerakkan cairan minuman sehingga bisa bergerak naik itu. Kita dapat memandang sebuah gaya dalam dua versi, yaitu gaya tarik dan gaya dorong. Kita ingin tahu apakah gaya penggerak cairan minuman itu merupakan gaya tarik atau gaya dorong. Jika ternyata gaya tersebut merupakan gaya tarik, maka gaya tersebut berasal dari mulut kita, karena mulut kita yang melakukan penyedotan. Jika ternyata gaya tersebut merupakan gaya dorong, maka gaya tersebut berasal dari udara di sekitar gelas.

Penyelidikan #3
Kita selidiki kemungkinan pertama: Jangan-jangan, gaya yang menggerakkan cairan minuman itu merupakan gaya tarik yang berasal dari hisapan mulut. Selama ini, orang awam beranggapan bahwa hisapan mulut dapat menarik cairan melalui sedotan. Jika benar hisapan mulut dapat melakukan tarikan tersebut, maka pasti ada gaya magnet yang terjadi antara mulut dan cairan minuman tersebut. Pada kenyataannya, baik mulut maupun cairan minuman bukanlah magnet dan sama sekali tidak menghasilkan gaya magnet apapun. Berarti, hisapan mulut tidak dapat melakukan tarikan, sehingga gaya yang menggerakkan cairan minuman itu bukanlah gaya tarikan.

Penyelidikan #4
Karena kemungkinan terhadap adanya gaya tarikan telah gugur, maka satu-satunya kemungkinan yang tersisa adalah gaya dorongan. Ya, pasti ada suatu gaya yang mendorong cairan minuman masuk ke dalam sedotan sampai ke dalam mulut kita. Karena benda yang berada di dekat cairan minuman ada dua, yaitu gelas dan udara, maka ada dua kemungkinan. Pertama, gaya dorongan tersebut dilakukan oleh gelas. Kedua, gaya dorongan tersebut dilakukan oleh udara. Gelas tidak mungkin mengerjakan gaya yang dapat mendorong cairan minuman sampai bisa naik ke mulut kita, sehingga kemungkinan pertama langsung kita eliminasi. Satu-satunya kemungkinan yang tersisa kini adalah, gaya dorongan itu pasti dikerjakan oleh udara yang berada di sekitar cairan minuman tersebut. Akan tetapi, bagaimana udara melakukan hal ini?

Penyelidikan #5
Untuk dapat mengetahui cara udara mendorong cairan minuman, kita membutuhkan informasi tambahan. Kita perlu melakukan reka ulang proses hisapan yang dilakukan mulut. Ternyata, ketika mulut melakukan hisapan, rongga mulut kita selalu mengembang. Mengembangnya rongga mulut membuat tekanan di dalam rongga mulut kita lebih kecil daripada ketika rongga mulut itu belum mengembang. Di sisi lain, udara di sekitar gelas memiliki tekanan yang besar, jauh lebih besar daripada tekanan di dalam rongga mulut yang baru saja mengembang itu. Apa akibat yang ditimbulkan dari keadaan ini?

Penyelidikan #6
Sifat dasar alam semesta ini adalah kecenderungannya untuk mencapai kesetimbangan. Zat yang bertekanan lebih tinggi di suatu tempat akan cenderung mengalir ke tempat lain yang bertekanan lebih rendah agar tercapai kesetimbangan tekanan antara kedua tempat tersebut. Berarti, udara di sekitar gelas yang bertekanan lebih tinggi cenderung ingin masuk ke dalam rongga mulut yang bertekanan lebih rendah. Akibatnya, udara tersebut mendorong cairan minuman naik ke dalam sedotan dan terus naik hingga sampai ke mulut kita.

Kesimpulan
Jadi, kita bisa minum dengan sedotan bukanlah karena hisapan mulut kita dapat menarik cairan minuman, melainkan karena terjadi perbedaan tekanan antara udara di sekitar gelas dan rongga mulut kita, sehingga udara di sekitar gelas mendorong cairan minuman melalui sedotan sampai ke mulut kita.

Pertanyaan renungan untuk Anda:


Menurut Anda, apakah kita bisa minum dengan menggunakan sedotan di permukaan bulan? Sumber Gambar: http://3.bp.blogspot.com/-DilUX5wdppE/T32t6_1QKKI/AAAAAAAAAMM/T-Q6O4Sae4/s1600/sedotan.jpg