Anda di halaman 1dari 1

PERBEDAAN MEKANISME KOPING ANTARA MAHASISWA S-1 KEPERAWATAN REGULER DAN S-1 KEPERAWATAN NON REGULER DALAM MENGHADAPI

STRES BELAJAR MENGAJAR DI STIKES WIRA HUSADA YOGYAKARTA Resty Sri Rahayu , Sri Sumaryani , Tri Winarni INTISARI Latar Belakang: Stres dapat terjadi pada siapa saja dan dimana saja. Akibat dari stres yang berkepanjangan adalah terjadinya kelelahan baik fisik maupun mental, yang pada akhirnya melahirkan berbagai macam keluhan dan gangguan, sehingga dapat menimbulkan individu menjadi sakit. Jika seseorang tidak dapat menyesuaikan diri dengan baik maka akan membuat diri sendiri merasa tidak nyaman, untuk melakukan hal itu perlu penyesuaian diri dalam menghadapi stres dan dalam konsep kesehatan mental dikenal dengan istilah koping. Proses belajar mengajar di STIKES Wira Husada Yogyakarta untuk mahasiswa S-1 Keperawatan reguler dan mahasiswa non-reguler, kelas yang digunakan untuk melaksanakan perkuliahan sama dengan fasilitas setiap ruangan, jadwal kuliahnya saja yang berbeda, begitu juga dengan sks yang ditempuh dalam satu semester hampir sama yang membedakan hanya waktu tempuh sks nya yaitu pada reguler 8 semester dan non-reguler 4 semester. Dosen pengajar untuk setiap mata kuliah hampir sama antara mahasiswa S-1 Keperawatan reguler dan S-1 Keperawatan non-reguler, sehingga stres belajar yang dialami oleh mahasiswa baik itu S-1 Keperawatan reguler maupun S-1 Keperawatan non-reguler sama, hanya saja koping yang mereka ambil yang berbeda. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan mekanisme koping antara Mahasiswa Prodi S-1 Keperawatan reguler dengan Prodi S-1 Keperawatan non-reguler dalam menghadapi stres belajar mengajar di STIKES Wira Husada Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non-eksperiment komparatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 89 mahasiswa dan diambil 82 mahasiswa sebagai sampel dengan menggunakan tehnik total sampling. Alat penelitian yang digunakan adalah kuesioner mekanisme koping. Tehnik analisis menggunakan distribusi frekuensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagai besar mahasiswa keperawatan reguler memilki tingkat mekanisme koping sedang (77,94%) dan begitu juga mahasiswa keperawatan non regular (71,43%). Rata-rata mahasiswa keperawatan regular dan non regular memilih problem focused coping dalam menghadapai stress yang mereka hadapi. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian tidak terdapat perbedaan mekanisme koping antara Mahasiswa Prodi S-1 Keperawatan reguler dengan Prodi S-1 Keperawatan nonreguler dalam menghadapi stres belajar mengajar di STIKES Wira Husada Yogyakarta. Mekanisme yang banyak digunakan yaitu mekanisme koping sedang sebanyak 53 responden regular atau 77,94% dan 10 responden non regular atau 71,43%. Kata kunci: 1) Stress belajar 2) Mekanisme koping.
1 2 1 2 3

Mahasiswa Prodi S-1 Keperawatan STIKES Wira Husada Yogyakarta. Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. 3 Dosen STIKES Wira Husada Yogyakarta.