Anda di halaman 1dari 10

( PAPER ) PEMBAYARAN INTERNASIONAL DAN NILAI TUKAR

Disusun guna untuk memenuhi tugas individu mata kuliah Ekonomika Moneter

Nama : Faizal hendrat setiawan Nim : 10404244044

Prodi : Pendidikan Ekonomi / B

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2012

A. PENGERTIAN NERACA PEMBAYARAN INTERNASIONAL Neraca pembayaran internasional adalah catatan dari semua transaksi ekonomi yang meliputi perdagangan, keuangan dan moneter antara penduduk dalam negeri dengan penduduk luar negeri selama periode waktu tertentu, biasanya satu tahun atau dikatakan sebagai laporan arus pembayaran (keluar dan masuk) untuk suatu Negara. Dalam bisnis internasional dikenal adanya neraca perdagangan (balanced of trade) dan neraca pembayaran (balanced of payment). Neraca perdagangan diartikan gambaran perbandingan atau perimbangan antara besarnya ekspor dari suatu negara tertentu dengan besarnya impor yang dilakukannya dari negara yang bersangkutan. Suatu negara dapat neraca perdagangan yang surplus menunjukan negara tersebut memiliki nilai ekspor yang lebih besar dibanding dengan nilai impor. Neraca perdagangan yang surplus apabila keadaan yang lain konstan maka aliran kas masuk ke negara itu akan lebih besar dibanding dengan aliran kas keluarnya ke negara partner dagangnya. Besar kecilnya aliran uang kas masuk dan keluar antar negara sering disebut neraca pembayaran, dalam hal neraca pembayaran yang mengalami surplus sering juga dikatakan bahwa negara ini mengalami pertambahan devisa negara dan Sebaliknya. B. KOMPONEN NERACA PEMBAYARAN INTERNASIONAL Ada dua komponen utama, yaitu : 1. Current account (neraca berjalan), terdiri dari transaksi impor dan ekspor barang dan jasa. Pada current account, ekspor dicatat sebagai kredit karena menghasilkan devisa bagi negara. Sedangkan impor dicatat sebagai debit karena menghilangkan/mengeluarkan devisa dari negara. Selain ekspor dan impor adalah pembayaran faktor (factor payment) dan unilateral transfers. 2. Financial account (capital account),adalah mengukur devisa masuk dan keluar yang mencatat transaksi aset finansial, transfer pembayaran, piutang maupun utang internasional. Ini mencakup pencatatan akan FDI (foreign direct investment atau Penanaman Modal Asing/PMA), pembayaran dividen, cicilan hutang, bunga atau utang, pembelian surat berharga, saham, dan lain sebagainya. Financial account dimana transaksi yang menghasilkan

devisa dicatat sebagai kredit (capital inflow), transaksi yang mengakibatkan devisa keluar sebagai debit (capital outflow). Ada dua fitur utama financial account antara lain : 1) Capital inflow Merupakan dana/modal yang masuk ke dalam suatu negara (dicatat sebagai kredit), misalnya melalui investasi asing (FDI), pembelian saham, obligasi, atau surat berharga lainnya. Capital inflow yang berkontribusi baik bagi perekonomian adalah yang dalam jangka panjang, misalnya melalui investasi modal riil (FDI) berupa pembangunan pabrik, pembelian mesin baru, dls. Sedangkan capital inflow jangka pendek sering juga disebut hot money, biasanya hanya mencari keuntungan jangka pendek, misalnya dari pembelian saham. 2) Capital Outflow Ini merupakan dana/modal yang keluar dari suatu negara (dicatat sebagai debit), misalnya investasi (baik FDI maupun pembelian saham dan surat berharga lainnya) di luar negeri, pembayaran cicilan hutang luar negeri, pembayaran bunga atas hutang luar negeri, dan sebagainya.

C. LALU LINTAS PEMBAYARAN INTERNASIONAL 1. Peranan Bank dalam Neraca Pembayaran Internasional Berikut peranan Bank Devisa dalam pembayaran internasional: Menjadi penghubung antara peminta valas dan penawar valas Yang membiayai transaksi transaksi luar negeri Menyediakan model semasa transaksi yang dibiayai yang belum sepenuhnya Sedangkan Fungsi Bank Devisa antara lain adalah sebagai berikut: a. Melaksanakan transfer pembayaran internasional

b. Menyediakan kredit untuk membiayai transaksi ekonomi internasional c. Menanggung resiko perubahan kurs valas

2. Valuta Asing dan Bursa Valuta Asing Bursa valuta asing merupakan suatu jenis perdagangan atau transaksi yang memperdagangkan mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lainnya (pasangan mata uang atau pair) yang melibatkan pasar-pasar uang utama di dunia. Sumber permintaan valuta asing berasal dari berbagai pihak antara lain: 1. Importir 2. Investor dalam negeri yang menyelesaikan kewajiban kewajiban luar negerinya 3. Debitur dalam negeri untuk melunasi kewajiban luar negerinya 4. Wisatawan dalam negeri yang akan berkunjung ke luar negeri 5. Perusahaan perusahaan asing yang harus membayar deviden kepada para pemegang saham luar negeri 6. Rumah tangga keluarga yang membutuhkan valas untuk membiayai studi anggota keluarganya yang belajar di luar negeri 7. Pemerintah yang membutuhkan valas untuk membiayai perwakilan perwakilannya di luar negeri, untuk meyelesaikan utang utang luar negerinya yang telah jatuh tempo, membayar bunga dan sebagainya 8. Spekulan yang misalnya saja meramalkan akan adanya tindakan kebijakan devaluasi, mempunyai tendensi untuk berlomba lomba membeli valas. Bentuk bentuk valuta asing yang diperjualbelikan dalam bursa : a. Mata uang asing yang konvertibel b. Saldo kredit pada bank devisa c. Surat surat wesel luar negeri d. Hak hak penerimaan pembayaran dari penduduk negara lain

3. Pusat Finansial Internasional Mekanisme pembayaran internasional ditentukan oleh pola hubungan antara bank bank yang aktif beroperasi dalam bidang jual beli alat alat pembayaran. Pola hubungan antarbank dalam melaksanakan penyelesaian utang piutang, antara lain : a. Penyelesaian utang piutang dengan pola desentralisasi (decentralized system of international payment) adalah pola hubungan apabila sitem perbankan negara yang satu dengan sistem perbankan yang lain dalam menyelesaikan utang piutangnya dilakukan secara bilateral. b. Penyelesaian utang piutang secara terpusat (centralized system of international payment), Terjadi apabila hubungan antar bank bank dari suatu negara dengan bank bank lain mengenai saldo saldo rekeningnya dilakukan melalui sebuah financial center. c. Campuran dari kedua bentuk ( desentralisasi dan sentralisasi )

D. TRANSAKSI PEMBAYARAN INTERNASIONAL 1. Transaksi Barang dan jasa 2. Transaksi Modal Antara lain : a. Transaksi modal jangka pendek: Kredit untuk perdagangan dari negara lain (kredit) Kredit perdagangan kepada penduduk negara lain (debet) Deposit bank di LN (debet) Deposit bank dalam negeri milik penduduk negara lain (kredit) Pembelian surat berharga LN jangka pendek (debet) Penjualan surat berharga jangka pendek kepada penduduk LN (kredit)

b. Transaksi modal jangka panjang: Investasi langsung di luar negeri (transaksi debet ) Investasi asing di dalam negeri (transaksi kredit ) Pembelian surat berharga jangka panjang penduduk LN (debet) Pembelian surat berharga jangka panjang DN oleh penduduk LN (kredit) 3. Transaksi Satu Arah (Unilateral Transfer) Transaksi satu arah adalah transaksi yang tidak menimbulkan kewajiban untuk melakukan pembayaran, misalnya pemberian hadiah, dan bantuan. misalnya suatu Negara memberi hadiah atau bantuan maka ini merupakan transaksi debet. Sebaliknya apabila menerima hadiah atau bantuan maka merupakan transaksi kredit 4. Selisih Perhitungan (Errors and Missions) Rekening ini merupakan rekening penyeimbang apabila nilai transaksitransaksi kredit tidak persis sama dengan nilai-nilai transaksi debit. Dengan adanya rekening ini maka suatu neraca pembayaran internasional akan selalu sama(balance). 5. Lalu Lintas Moneter Transaksi ini disebut accommodating merupakan transaksi yang timbul sebagai akibat adanya transaksi lain. Misal autonomous transaksi ini timbul tanpa dipengaruhi transaksi lain.

E. CARA PEMBAYARAN INTERNASIONAL Dalam melakukan pembayaran transaksi ekonomi luar negeri, dapat menggunakan :

1. Cash Pembayaran dilakukan dengan menggunakan check/cheque atau bank draft, pada saat barang dikirim oleh eksportir atau sebelumnya. Cara ini sangat baik bagi eksportir yang keadaan keuangannya lemah dan belum kenal baik dengan importir. Pembeli membayar harga barang sebelum barang tersebut diterimanya atau dikapalkan/ dikirimkan kepadanya. Ada kelemahan pembayaran dengan Cash : a. Untuk pembelian barang tersebut importir harus menyediakan dana, walaupun barang yang dibeli belum diterima. b. Importir menanggung segala macam resiko, yaitu resiko sesuai tidaknya barang yang datang dengan barang yang dipesan, resiko keterlambatan barang dan resiko ketidakjujuran pihak eksportir 2. Open Account Merupakan kebalikan dari cara cash, yaitu pembayaran dilakukan setelah beberapa waktu atau kebijaksanaan importir setelah barang dikirim kepada importir tanpa surat perintah pembayaran. Kelemahan Open Account , antara lain : a. resiko bagi eksportir sangat besar karena disebabkan tidak digunakannya dokumen dokumen untuk menjamin pembayaran tersebut b. eksportir harus membiayai seluruh transaksi c. resiko yang timbul sebagai akibat adanya perubahan kurs devisa sangat besar Keuntungan Open Account, antara lain : a. prosedur sangat sederhana b. biaya pelaksanaan rendah dan pada umumnya lebih rendah daripada menggunakan bill of exchange atau letter of credit

3. Commercial Bill of Exchange Merupakan cara yang paling umum dipakai dan sering disebut draft atau trade bills, yaitu surat yang ditulis oleh penjual yang berisi perintah kepada pembeli untuk membayar sejumlah uang tertentu pada waktu tertentu di masa datang, yang biasanya disebut trade drafts. maka isinya harus memuat syarat-syarat yang ditetapkan dalam undang-undang antara lain memuat perkataan "Surat Wesel" 4. Letter of Credit Letter of credit atau sering disingkat menjadi L/C, LC, atau LOC, adalah sebuah cara pembayaran internasional yang memungkinkan eksportir menerima pembayaran tanpa menunggu berita dari luar negeri setelah barang dan berkas dokumen dikirimkan keluar negeri (kepada pemesan). F. NILAI TUKAR 1. Pengertian Nilai Tukar Nilai tukar atau kurs dalam keuangan adalah sebuah perjanjian yang dikenal sebagai nilai tukar mata uang terhadap pembayaran. 2. Sistem Nilai Tukar Sistim nilai tukar mata uang bebas-apung merupakan nilai tukar yang dibolehkan untuk berbeda terhadap yang lain dan mata uang ditentukan berdasarkan kekuatan-kekuatan pasar dari penawaran dan permintaan, nilai tukar mata uang akan cenderung berubah hampir seperti pada papan pasar keuangan, terutama oleh bank-bank di seluruh dunia. 3. Fluktuasi Nilai Tukar Nilai tukar yang berdasarkan pada kekuatan pasar akan selalu berubah disetiap kali nilai-nilai salah satu dari dua komponen mata uang berubah. Sebuah mata uang akan cenderung menjadi lebih berharga bila permintaan menjadi lebih besar dari pasokan yang tersedia. nilai akan menjadi berkurang bila permintaan kurang dari suplay yang tersedia. Peningkatan permintaan terhadap mata uang adalah yang terbaik karena dengan meningkatnya permintaan untuk transaksi uang, atau mungkin adanya

peningkatan permintaan uang yang spekulatif. Transaksi permintaan uang akan sangat berhubungan dengan tingkat aktivitas bisnis negara berkaitan, produk domestik bruto, gross domestic product atau gross domestic income ) , dan tingkat permintaan pekerja. Semakin tinggi tingkat penganggur akan semakin sedikit masyarakatnya yang akan dapat menghabiskan uang untuk pengeluaran. Dalam mengatasi permintaan uang dengan tujuan untuk spekulatif, Bank Sentral akan sangat sulit untuk mengakomodasinya akan tetapi akan selalu mencoba untuk melakukan dengan melakukan penyesuaian tingkat suku bunga agar seseorang Investor dapat memilih untuk membeli kembali mata uangnya bila yaitu suku bunga cukup tinggi, akan tetapi, dengan semakin tinggi sebuah negara menaikan suku bunganya maka kebutuhan untuk mata uangnya akan semakin besar pula. Dalam hal perlakuan tindakan spekulasi terhadap realitas mata uang akan berkaitan dan dapat menghambat pada pertumbuhan perekonomian negara serta para pelaku spekulasi, terutama sejak mata uang secara sengaja dibuat agar bisa dalam bawah tekanan terhadap mata uang dalam rangka untuk memaksa agar Bank Sentral dapat menjual mata uangnya untuk tetap membuat stabilitas. 4. Ketidakstabilan Nilai Tukar Ketidakstabilan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar dari waktu ke waktu menyebabkan ketidakstabilan harga saham. Kondisi ini cenderung menimbulkan keragu-raguan bagi investor, sehingga kinerja bursa efek menjadi menurun. Hal ini dapat dilihat dari harga sekuritas atau harga saham yang sedang terjadi, baik indeks harga saham sektoral maupun Indeks Harga Saham Gabungan

Sumber: http://imantri.wordpress.com/2008/07/18/cara-pembayaran-internasional/ http://www.scribd.com/doc/22306259/neraca-pembayaran-internasional