Anda di halaman 1dari 30

Kelainan Sklera dan Kornea

SKLERITIS (2) KERATITIS (2)

Click to edit Master subtitle style

8/12/12

KERATITIS
Click to edit Master subtitle style

8/12/12

Faktor resiko

Perawatan lensa kontak yang buruk; Penggunaan lensa kontak yang berlebihan Herpes genital atau infeksi virus lain Kekebalan tubuh yang menurun karena penyakit lain Higienis yang tidak baik Nutrisi yang kurang baik (terutama 8/12/12 kekurangan vitamin A)

etiologi
Bakteri Virus ( paling sering virus herpes simplex tipe 1) Jamur kekeringanpadamata pajananterhadapcahaya yang sangatterang bendaasing yang masukkemata reaksialergiataumata yang 8/12/12 terlalusensitifterhadapkosmetikmata,

Keratitis
Radang kornea yg disebabkan: - kurangnya air mata - keracunan obat - reaksi alergi thdp yg diberi topikal - reaksi thdp konjungtivitis menahun Gejala: - mata merah - rasa silau 8/12/12merasa kelilipan

A. Keratitis Pungtata - Berkumpul d membran bowman, bentuk infiltrat bercak halus. - Biasanya terdapat bilateral dan berjalan kronis tanpa ada gejala kelainan konjungtiva ataupun tanda akut.

8/12/12

Keratitis Pungtata superfisial

Gambaran infiltrat halus bertitik titik pada permukaan kornea. Hijau bila diwarnai fluoresein. Disebabkan oleh: sindrom dry eye, blefaritis, keracunan obat topikal, sinar UV, pemakaian lensa kontak. Terapi : air mata buatan, sikloplegik, tobramisin tetes mata.

8/12/12

Keratitis Pungtata subepitel

Keratitis yg terkumpul d membran bowman. Biasanya terdapat bilateral dan berjalan kronis tanpa ada gejala kelainan konjungtiva ataupun tanda akut.

8/12/12

B. Keratitis Marginal

Merupakan infiltrat yg tertimbun pada tepi kornea sejajar dengan limbus. Dapat disebabkan oleh infeksi lokal konjungtiva dan bila tidak diobati dapat menyebabkan tukak kornea. Pada pasien setengah umur dengan blefarokonjungtivitis. Bersifat rekuren, dengan kemungkinan adanya streptococcus pneumonie, Hemophilus aegepty, dan Esrichia.

8/12/12

Gejala:

Sakit pada mata Seperti kelilipan Lakrimasi Fotofobia berat Antibiotika sesuai penyebab infeksi lokalnya Steroid dosis ringan Vitamin B dan C dosis tinggi

Terapi:

8/12/12

C. Keratitis Intertisial

Biasa disebut Keratitis Parenkimatosa. Ditemukan pada jaringan kornea yg lebih dalam. Disebabkan oleh: alergi atau infeksi spiroket ke dalam stroma kornea atau akibat tuberculosis.

Gejala: a.Fotofobia b.Lakrimasi c.Menurunnya visus


8/12/12

Kornea keruh, permukaan seperti kaca

D. Keratitis jamur
Dimulai dengan suatu rudapaksa pada kornea oleh ranting pohon, daun dan bagian tumbuhan. Jamur yg menyebabkn: Fusarium, Curvularia, Cephalocepharium. Keluhan timbul setelah 5 hari atau 3 minggu kemudian. Gejala: a.Sakit mata hebat b.Mata berair c.Silau Terlihat infiltrat berhifa dan setelit bila terletak d dalam stroma 8/12/12

Diagnosis pasti dibuat dengan pemeriksaan mikroskopik dengan KOH 10%. Terapi: natamisin 5% setiap 1-2 jam setelah bangun, miconazole, amfoterisin.

8/12/12

KERATOKONJUNGTIVITIS SIKA

Keadaan keringnya permukaan kornea dan konjungtiva Etiologi

Defisiensi komponen lemak air mata Defisiensi kelenjar air mata Defisiensi komponen musin Penguapan berlebihan Parut pada kornea Menghilangnya mikrovili kornea

8/12/12

KERATOKONJUNGTIVITIS SIKA

Tanda dan gejala

Sensasi benda asing Silau Pandangan kabur Sukar menggerakkan kelopak mata Sekresi mucus berlebihan

8/12/12

KERATITIS
KERATITIS PUNGTUATA Terkumpul di daerah membrane bowman dengan infiltrate berbentuk bercak halus sejajar dengan limbus KERATITIS INTERSTITIAL KERATITIS BAKTERIAL KERATITIS JAMUR KERATITIS VIRUS KERATITIS DIMMER
8/12/12

KERATITIS MARGINAL Infiltrate yang tertimbun pada tepi kornea Keratitis nonsupuratif profunda disertai dengan neovaskularisasi

Terdapat infiltrate berhifa Terdapat infiltrate halus bertitik-titik pada dataran depan kornea Infiltrate yang bundar berkelompok dan teinya berbatas tegas sehingga memberikan gambaran halo

SKELIRITIS
Click to edit Master subtitle style

8/12/12

Episkleritis & skleritis


Episklera Sklera adalah pembungkus fibrosa pelindung mata di bagian luar Mengandung byk pembuluh darah yg memasok sklera Berwarna putih, bersambungan dengan kornea di sebelah anterior dan duramater nervus optikus di posterior Bbrp lembar jaringan sklera berjalan melintang bagian nervus optikus sbg lamina cribrosa Perm luar sklera anterior dibungkus oleh sebuah lapisan tipis dari jaringan elastik halus: episklera

8/12/12

Episkleritis

Adalah peradangan lokal sklera yg relatif sering dijumpai Pd 2/3 kasusunilateral Pria:wanita sama Penyebab: tidak diketahui, mungkin

Reaksi hipersensitivitas Penyakit2 sistemik jg dilaporkan berkaitan dengan episkleritis

8/12/12

Episkleritis

Gejala:

Kemerahan,nyeri, fotofobia, nyeri tekan, lakrimasi

Pd pem mata:

hiperemi lokal, bola mata tampak berwarna merah muda atau keunguan

Terdapat infiltrasi, kongesti, dan edema episklera, konjungtiva di atasnya, dan kapsula Tenon di bawahnya
8/12/12

Episkleritis: sederhana dan nodular

Episkleritis

Kelainan bersifat jinak, dapat sembuh sendiri dalam 1-2 minggu Kekambuhan dapat terjadi selama bertahun-tahun Terapi:

kortikosteroid (deksametason0,1%) meredakan peradangan dalam 3-4 hari, lebih efektif untuk episkleritis sederhana drpd nodular Obat anti inflamasi nonsteroid oral (flurbiprofen atau indometasin)

8/12/12

Skleritis
Adalah gangguan granulomatosa kronik yang ditandai oleh destruksi kolagen, sebukan sel, dan kelainan vaskuler yang mengisyaratkan adanya vaskulitis Penyebab: hipersensitivitas tipe IV, tipe III, dan penyakit sistemik Tanda klinis kunci: bola mata berwarna ungu gelap akibat dilatasi pleksus vaskular di dalam sklera dan 8/12/12 episklera

Skleritis

Skleritis anterior

Tipe difus Tipe nodular Tipe nefrotikans


Ada peradangan Tidak ada peradangan

Skleritis posterior
8/12/12

Skleritis

radang kronis granulomatosa pada sklera yang ditandai dengan dekstrusi kolagen , infiltrasi sel dan vaskulitis. Biasanya terlihat bilateral dan juga sering terdapat pada perempuan. Terjadinya tidak lebih sering dibandingkan episkleritis, tetapi penyebabnya sama
8/12/12

Etiologi

Kelainan atau penyakit sistemik Lebih sering disebabkan penyakit jaringan ikat, pasca herpes, sifilis dan gout Kadang disebabkan oleh TB, bakteri (pseudomonas), sarkoidosis, hipertensi, benda asing, pasca bedah

Dibagi 2 , yaitu
Skleritis anterior difus dan nodular Skleritis posterior 8/12/12

Tanda dan Gejala


Perasaan sakit yang berat yang dapat menyebar ke dahi, alis, dagu Mata berair, fotofobia, dengan penglihatan menurun Terlihat konjungtiva kemotik dan sakit sering diduga adanya selulitis orbita Tidak mengeluarkan kotoran Terlihat benjolan berwarna sedikit 8/12/12 lebih biru jingga

Penyakit ini sering berjalan bersamasama dengan iritis atau siklitis dan koroiditis anterior Bila terjadi penyembuhan, maka akan terjadi penipisan sklera yang tidak tahan terhadap tekanan bola mata stafiloma sklera yang berwarna biru
8/12/12

Pemeriksaan penunjang

penetesan epinefrin 1:1000 atau fenilefrin 10% tidak akan terjadi vasokonstriksi. Pemeriksaan foto rontgen orbita dilakukan untuk menghilangkan kemungkinan adanya benda asing, juga dapat dilakukan pemeriksaan imunologi serum.

8/12/12

Tatalaksana
anti-inflamasi nonsteroid sistemik berupa indometasin 50-100 mg/hari atau ibuprofen 300 mg/hari,biasanya terjadi penurunan gejala dengan cepat. Jika tidak ada reaksi dalam 1-2 minggu,harus diberikan terapi steroid sistemik dosis tinggi,misalnya prednisolon 80 mg/hari,dan diturunkan dalam 2 minggu sampai dosis pemeliharaan 10 mg/hari. 8/12/12 Dapat pula dipakai obat-obatan

Komplikasi

Keratitis perifer, glaukoma, granuloma subretina, uveitis, ablasi terina eksudatif, proptosis katarak, hipermetropia,dan keratitis sklerotikan.

8/12/12