Anda di halaman 1dari 2

PT.

Jalamas Berkatama

PERANAN DAN KINERJA SISTEM PROTEKSI

1.

PERANAN SISTEM PROTEKSI Sistem Proteksi diharapkan berperan mengamankan peralatan terhadap gangguan yang bisa merusak peralatan. Gangguan adalah peristiwa yang menyebabkan PMT trip tidak atas kehendak operator. Secara fisik, gangguan merupakan peristiwa hubung singkat yang menimbulkan arus yang besar dan bisa merusak peralatan karena arus gangguan yang besar menghasilkan energi panas yang besar. Untuk mencegah terjadinya kerusakan ini, maka Relay sebagai salah satu unsur Sistem Proteksi yang penting harus mampu mendeteksi arus gangguan ini kemudian mengirim sinyal trip kepada Pemutus Tenaga (PMT). Gangguan tidak dikehendaki, tetapi tidak bisa dihindarkan. Penyebab gangguan yang utama adalah petir untuk Saluran Transmisi, sedangkan untuk Saluran Udara Distribusi adalah tanaman.

2.

KINERJA SISTEM PROTEKSI Kinerja Sistem Proteksi yang utama diharapkan adalah : a. Cepat membuka PMT yang paling dekat dengan gangguan. b. Mempunyai sifat selektif, artinya hanya akan membuka PMT yang paling dekat dengan gangguan, sehingga bagian sistem yang padam sebagai akibat adanya gangguan bisa dibuat sekecil mungkin. Kinerja lainnya dari Sistem Proteksi yang diharapkan adalah menyangkut hal-hal sebagai berikut : c. Mudah dipelihara. d. Tidak bekerja di luar rencana.

3.

STANDARDISASI PROTEKSI Dari segi ekonomi-teknik, Sistem Proteksi menyerupai masalah asuransi karena harus mengamankan peralatan tetapi memerlukan biaya, yaitu biaya investasi (pembelian dan pemasangan) serta biaya operasi (pemeliharaan dan perbaikan). Oleh karenanya perlu ada pertimbangan ekonomi teknik dalam merencanakan Sistem Proteksi, yaitu mempertimbangkan biaya yang akan dikeluarkan dibandingkan dengan risiko yang dihadapi. Untuk memudahkan perencanaan Sistem Proteksi dalam praktek, PLN membuat Standar Proteksi.

4.

KOMBINASI DENGAN KOMPUTER Masalah utama dalam operasi Jaringan Distribusi adalah mengatasi gangguan. Tuntutan pelanggan akan mutu penyediaan Tenaga Listrik yang baik meliputi juga kecepatan mengatasi Gangguan, sehingga lamanya interupsi pasokan daya bisa dibuat sesingkat mungkin.

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

28-31 Mei 2001

PT. Jalamas Berkatama

Untuk mencapai hal ini, kini dikembangkan kombinasi antara Sistem Proteksi dengan Komputer yang dipakai dalam SCADA. Secara singkat, langkah mengatasi Gangguan yang mengkombinasikan Sistem Proteksi dengan komputer SCADA adalah sebagai berikut : a. Terjadi Gangguan. b. Relay Penyulang yang mengandung gangguan memberi tahu Komputer tentang adanya gangguan pada Penyulang tersebut. c. Komputer mencari seksi mana yang mengandung Gangguan. d. Melalui telekontrol, Komputer melokalisir Gangguan dengan membuka PMT seksi yang terganggu. e. Melalui telekontrol, Komputer menutup PMT sumber alternatif untuk menyalakan bagian yang padam sebagai akibat langkah butir d. f. Langkah a s/d e harus selesai dalam waktu kurang dari 500 milisekon, agar jangan sampai PMT Penyulang trip.
Jaringan Distribusi TM dengan 3 Penyulang

PMT Penyulang normally close

PMT Seksi normally close, arah daya ke kanan

PMT Sumber Alternatif, normally open

5.

SISTEM SPINDEL PLN Sistem Spindel PLN Distribusi Jaya dan Tangerang dengan sebuah Penyulang Ekspres dalam setiap Spindel yang terdiri dari tujuh Penyulang, sesungguhnya merupakan langkah permulaan ke arah kombinasi Komputer SCADA dan Sistem Proteksi seperti diuraikan dalam pasal 4.

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

28-31 Mei 2001