BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini akan diuraikan tentang hasil dan pembahasan dari penelitian, yang meliputi gambaran umum, data umum, data khusus, dan pembahasan laporan penelitian mengenai “STUDI PENGETAHUAN TENTANG
PERAWATAN LUKA GANGREN PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI RUANG D2 & E3 RS. ADI HUSADA UNDAAN WETAN SURABAYA” di ruang rawat inap

Pav. D2 dan E3 RS. Adi Husada Udaan Wetan Surabaya. Penelitian ini dilakukan pada 13 April – 18 Mei 2012 dengan jumlah responden sebanyak 20 orang. Data yang diperoleh akan ditabulasi kemudian dipersentase dan hasilnya akan disajikan dalam bentuk data umum dan data khusus. 4.1. Hasil penelitian Berdasarkan hasil penelitian dari tanggal 13 April - 18 Mei 2012 di ruang rawat inap Pav. D2 dan E3 RS. Adi Husada Undaan Wetan Surabaya diperoleh 20 orang responden. Data ini diperoleh dengan cara membagikan kuesioner yang berisi 30 pertanyaan mengenai diabetes melitus dan perawatan luka gangren.

35

pendidikan. .36 4. 4. Gambaran lokasi penelitian Penelitian ini dilakukan di ruang rawat inap Pav. ADI HUSADA UNDAAN WETAN SURABAYA TANGGAL 13 APRIL-18 MEI 2012. pekerjaan. D2 dan E3 RS.1 DIAGRAM BATANG KARAKTERISTIK RESPONDEN BERDASARKAN USIA DI RUANG RAWAT INAP D2 DAN E3 RS.1.1. Data umum Data umum merupakan karakteristik responden yang meliputi umur. Adi Husada Undaan Wetan Surabaya yang merupakan ruang rawat inap penyakit dalam. Berdasarkan Usia Untuk melihat gambaran usia responden dalam sebuah diagram batang dapat dilihat pada gambar berikut ini : Gambar 4. 1.2.

2.2 diatas dapat dilihat pendidikan SD sebanyak 1 responden (5%). Perguruan tinggi sebanyak 1 responden (5%). . kelompok umur 4150 sebanyak 40% dan kelompok umur >60 sebanyak 10%. ADI HUSADA UNDAAN WETAN SURABAYA TANGGAL 13 APRIL-18 MEI 2012. Berdasarkan Tingkat Pendidikan Untuk melihat gambaran tingkat pendidikan dalam sebuah diagram batang dapat dilihat pada gambar berikut ini : Gambar 4. SMA sebanyak 10 responden (50%). SMP sebanyak 8 responden (40%). kelompok umur 31-41 sebanyak 5%.1 menunjukan bahwa dari 20 responden yang diteliti dapat dilihat bahwa kelompok usia terbanyak adalah 51-60 tahun yaitu 45%.37 Berdasarkan gambar 4. Berdasarkan gambar 4.2 DIAGRAM BATANG KARAKTERISTIK RESPONDEN BERDASARKAN TINGKAT PENDIDIKAN DI RUANG RAWAT INAP PAV D2 DAN E3 RS.

Berdasarkan Jenis Pekerjaan Untuk melihat gambaran tingkat pendidikan dalam sebuah diagram batang dapat dilihat pada gambar berikut ini Gambar 4. .3 DIAGRAM BATANG KARAKTERISTIK RESPONDEN BERDASARKAN JENIS PEKERJAAN DI RUANG RAWAT INAP PAV D2 DAN E3 RS. ADI HUSADA UNDAAN WETAN SURABAYA TANGGAL 13 APRIL-18 MEI 2012. petani sebanyak 0%. PNS sebanyak 5%.3 diperoleh responden yang tidak berkerja sebanyak 10 (50%). Berdasarkan gambar 4. swasta sebanyak 9 responden (45%).38 3.

. D2 DAN E3 RS. dan kurang. dan 9 responden (45%) dengan tingkat pengetahuan kurang.3. No 1 2 3 Tingkat Pengetahuan Baik Cukup Kurang Jumlah Frekuensi 4 7 9 20 Prosentase 20% 35% 45% 100% Berdasarkan tabel 4. 7 responden (35%) dengan tingkat pengetahuan cukup. cukup. Data Khusus 1.1 menunjukan bahwa dari 20 responden yang diteliti diperoleh gambaran bahwa 4 responden (20%) dengan tingkat pengetahuan baik.39 4. Berikut adalah gambarannya : Tabel 4. Tingkat Pengetahuan Pasien Kategori tingkat pengetahuan pasien dibagi menjadi 3 bagian yaitu baik. ADI HUSADA UNDAAN WETAN SURABAYA TANGGAL 13 APRIL-18 MEI 2012.1 DISTRIBUSI FREKUENSI TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP PAV.

Jenis Kelamin dengan Pengetahuan Pasien Tabel 4. D2 DAN E3 RS. Tingkat pengetahuan Jenis kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah Baik Jmlh 2 2 4 % 10% 10% 20% Cukup Jmlh 3 4 7 % 15% 20% 35% Kurang Jumlah Jmlh 6 3 9 % 30% 15% 45% 11 9 20 55% 45% 100% Persentase Berdasarkan data tabel 4.2 menunjukan data berjenis kelamin laki-laki berkontribusi terhadap tingkat pengetahuan paling besar yaitu kurang.2 TABULASI SILANG ANTARA JENIS KELAMIN RESPONDEN DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN RESPONDEN DI RUANG RAWAT INAP PAV.40 2. . ADI HUSADA UNDAAN WETAN SURABAYA TANGGAL 13 APRIL-18 MEI 2012. dengan proporsi 30%.

3 TABULASI SILANG ANTARA USIA RESPONDEN DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN RESPONDEN DI RUANG RAWAT INAP PAV. Tingkat Pengetahuan Usia 20-30 31-40 41-50 51-60 <60 Jumlah Jmlh 0 0 2 2 0 4 Baik % 0% 0% 10% 10% 0% 20% Cukup Jmlh 0 0 3 3 1 7 % 0% 0% 15% 15% 5% 35% Kurang Jumlah Persentasse Jmlh 0 1 3 4 1 9 % 0% 5% 15% 20% 5% 45% 0 1 8 9 2 20 0% 5% 40% 45% 10% 100% Berdasarkan data tabel 4. Usia dengan Pengetahuan Pasien Tabel 4. D2 DAN E3 RS. .3 menunjukan data usia 51-60 tahun berkontribusi terhadap tingkat pengetahuan kurang dengan proporsi 20%.41 3. ADI HUSADA UNDAAN WETAN SURABAYA TANGGAL 13 APRIL-18 MEI 2012.

. Pendidikan dengan Pengetahuan Pasien Tabel 4. Berdasarkan data tabel 4. baik Jmlh 0 2 2 0 4 % 0% 10% 10% 0% 20% cukup Jmlh 0 3 3 1 7 % 0% 15% 15% 5% 35% kurang jumlah Pendidikan terakhir SD SMP SMA PT Jumlah jmlh 1 3 5 0 9 % 5% 15% 25% 0% 45% 1 8 10 1 20 5% 40% 50% 5% 100% persentase Tingkat Pengetahuan. ADI HUSADA UNDAAN WETAN SURABAYA TANGGAL 13 APRIL-18 MEI 2012.4 menunjukan pendidikan SMA berkontribusi terhadap tingkat pengetahuan kurang dengan proporsi 25%. D2 DAN E3 RS.42 4.4 TABULASI SILANG ANTARA PENDIDIKAN AKHIR RESPONDEN DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN RESPONDEN DI RUANG RAWAT INAP PAV.

4 menunjukan pekerjaan swasta berkontribusi paliong banayk terhadap tingkat pengetahuan kurang dengan proporsi 30%.43 5. Tidak bekerja Swasta PNS/ABRI Petani Jumlah baik Jmlh 3 1 0 0 4 % 15% 5% 0% 0% 20% cukup Jmlh 3 3 1 0 7 % 15% 15% 5% 0% 35% kurang jumlah persentase Jmlh 3 6 0 0 9 % 15% 30% 0% 0% 45% 9 10 1 0 20 45% 50% 5% 0% 100% Berdasarkan data tabel 4.5 TABULASI SILANG ANTARA PEKERJAAN RESPONDEN DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN RESPONDEN DI RUANG RAWAT INAP PAV. D2 dan E3 RS.5 Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian pada tanggal 13 April .18 Mei 2012 di ruang rawat inap Pav. . 4. D2 DAN E3 RS. sebanyak 7 responden (35%) yang memiliki tingkat pengetahuan cukup. Pekerjaan . Tingkat Pengetahuan. Adi Husada Undaan Wetan surabaya terdapat 9 responden (45%) yang memiliki tingkat pengetahuan kurang tentang kaki diabetik. Pekerjaan dengan Pengetahuan Pasien Tabel 4. ADI HUSADA UNDAAN WETAN SURABAYA TANGGAL 13 APRIL-18 MEI 2012.

pendidikan juga mempengeruhi dimana responden terbanyak berpendidikan SMA/sederajat. pendidikan juga mempengaruhi seseorang dimana semakin tinggi pendidikan maka akan semakin mudah dalam menerima informasi sehingga semakin banyak informasi yang didapat dan banyak pula pengetahuan yang dimiliki seseorang. 2005 sikap tradisional mengenai jalannya perkembangan selama hidup yaitu pada orang yang sudah tua karena mengalami kemunduran fisik maupun mental. Menurut Nursalam dan Siti Pariani (2001. Hal ini akan mempengaruhi tingkat pengetahuan mereka. Hal ini terbukti. orang berpendidikan kurang pun dapat mempunyai pengetahuan yang luas asalkan orang tersebut mampu mencari pengetahuan dari media yang ada. . Selain itu. Menurut Notoadmodjo.132) pendidikan berarti bimbingan yang diberikan oleh seseorang terhadap perkembangan orang lain menuju kearah suatu cita-cita tertentu untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan. Selain umur. pada kenyataanya belum tentu orang yang berpendidikan tinggi mempunyai yang pengetahuan luas.44 Sebagian besar umur responden antara 51-60 tahun sebanyak 9 orang (45%). Dapat diperkirakan bahwa intelegensi akan menurun sejalan dengan bertambahnya usia. bahwa orang yang sudah usia pertengahan daya berpikirnya mulai mengalami penurunan. Namun. hal ini terjadi karena adanya penurunan pada organ penting yang berpengaruh terhadap daya pikir dan daya ingat seseorang yaitu organ otak. Sebanyak 5 responden (25%). .

2005 pekerjaan adalah kegiatan yang dilakukan sehari-hari artinya makin cocok pekerjaan seseorang makin tinggi pula tingkat kepuasan yang diperoleh. Dari hasil penelitian terhadap pasien diabetes yang di ruang rawat inap Pav. karena faktor kurangnya pendidikan yang lebih tinggi sehingga hanya berpendidikan SMP sampai SMA. . (Markum. 1996 dikutip oleh Nursalam dan Siti Pariani 2001).45 Dilihat pekerjaan yang terbanyak adalah PNS sebanyak 1 orang (5%) serta 9 orang (45%) bekerja swasta. seseorang yang bekerja akan lebih mudah mendapat pengetahuan karena orang yang bekerja banyak berinteraksi dengan orang lain sehingga lebih banyak mendapat informasi dibanding dengan orang lain yang tidak bekerja. dan 10 orang (10%) lainnya adalah sudah tidak bekerja. Bila seseorang memperoleh banyak informasi maka ia cenderung mempunyai pengetahuan yang luas. bekerja umumnya kegiatan yang menyita waktu. Tetapi. Hal tersebut kurang sesuai karena para responden lebih berkonsentrasi untuk bekerja dari pada berdiskusi masalah kesehatan. Dan. seharusnya para responden mencari pengetahuan dengan mendatangi balai kesehatan bukan hanya dari media cetak ataupun media elekronik. untuk mencari pengetahuan para responden mencarinya melalui media elektronik dan media cetak. Sedangkan menurut Notoadmodjo. Adi Husada Undaan Wetan Surabaya tentang pengetahuan perawatan luka kaki diabetik/ gangren hasilnya 45% responden dari keseluruhan responden dalam kategori kurang. D2 dan E3 RS.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful