Anda di halaman 1dari 6

29th Januari 2009

Sinar-sinar istimewa cermin cekung


posted in SMA |

1. Sinar datang sejajar sumbu utama dipantulkanmelalui titik fokus 2. Sinar datang menuju titik verteks dipantulkan dengan sudut sama besar dengan sudut datang 3. Sinar datang melalui pusat kelengkungan C dipantulkan kembali dengan lintasan sama 4. Sinar datang melalui titik fokus dipantulkan sejajar sumbu utama

Jika jarak antara cermin cekung dengan titik fokus f, jarak bayangan s dan jarak benda s, maka hubungan ketiganya adalah: (1/f )= (1/s )+ (1/s) rumusan di atas biasa nimakan sebagai rumusan Gaussian PEMBIASAN PADA LENSA CEKUNG 1. LENSA CEKUNG Untuk dapat melukiskan pembentukan bayangan pada lensa cekung biasanya digunakan berkas sinar-sinar istimewa sebagai berikut:

1. Sinar datang sejajar sumbu utama akan dibiaskan seolah-olah datangnya dari titik fokus (F)

Gambar 4. Sinar istimewa lensa negatif tipe (1)

2. Sinar datang menuju fokus akan dibiaskan sejajar sumbu utama

Gambar 5. Sinar istimewa lensa negatif tipe (2)

3. Sinar yang menuju titik pusat kelengkungan (P) diteruskan.

Gambar 6. Sinar istimewa lensa negatif tipe (3) 2. Melukis pembentukan bayangan pada lensa Cekung

Langlah-langkah untuk melukis pembentukan bayangan pada lensa, mirip seperti pada cermin lengkung. Langkah-langkah itu adalah sebagai berikut: 1. Lukis dua buah sinar utama (umumnya digunakan sinar (1) dan sinar (3)) . 2. Sinar selalu datang dari depan lensa dan dibiaskan ke belakang lensa. 3. Perpotongan kedua buah sinar bias yang dibentuk oleh sinar (1) dan (3) adalah letak bayangan. Jika perpotongan didapat dari perpanjangan sinar bias, maka bayangan yang terjadi adalah maya dan dilukis dengan garis putus-putus. Pada Gambar berikut. ditunjukkan lukisan pembentukan bayangan untuk berbagai kedudukan benda di depan lensa cekung (benda nyata). Pada lukisan ini kita menggunakan dua sinar istimewa lensa cekung (sinar (1) dan sinar (3) ). Tampak bahwa untuk benda yang diletakkan di depan lensa cekung (benda nyata) selalu dihasilkan bayangan yang memiliki sifat maya, tegak, diperkecil dan terletak di depan lensa, di antara O dan F1.

Gambar. Bayangan dari benda nyata di depan lensa cekung Perhatikan Simulasi Berikut

.................................................. Hubungan antara jarak benda (s), jarak bayangan s1 dan fokus

catatan: s bertanda (+) jika benda di depan lensa (nyata) s bertanda (-) jika benda di belakang lensa (maya) s1 bertanda (+) jika bayangan di belakang lensa (nyata) s1 bertanda (-) jika bayangan di depan lensa (maya) f bertanda (+) untuk lensa cembung f bertanda (-) untuk lensa cekung

Perbesaran bayangan pada pemantulan ini berlaku:

Catatan: Bila perbesaran M bertanda negatif (-), maka bayangan adalah nyata dan terbalik terhadap bendanya. Bila perbesaran M bertanda positif (+), maka bayangan adalah maya dan tegak terhadap bendanya. ................................................................... (Kanginan, Mulia, & Adjis, 1994) Dasar dari semua kaidah dalam catatan di atas yaitu tidak lain adalah penggambaran pembentukan bayangan yang mengikuti kaidah Hukum Snellius.

Cermin cekung (cermin konkaf)


by fisikaceria | posted: 23/12/2010 3 comments

Cermin cekung (cermin konkaf) (+) Cermin cekung memiliki permukaan pemantul yang bentuknya melengkung atau membentuk cekungan. Garis normal pada cermin cekung adalah garis yang melalui pusat kelengkungan, yaitu di titik M atau 2F. Sinar yang melalui titik ini akan dipantulkan ke titik itu juga. Cermin cekung bersifat mengumpulkan sinar pantul atau konvergen. Ketika sinar-sinar sejajar dikenakan pada cermin cekung, sinar pantulnya akan berpotongan pada satu titik. Titik perpotongan tersebut dinamakan titik api atau titik fokus (F). Ketika sinar-sinar datang yang melalui titik fokus mengenai permukaan cermin cekung, ternyata semua sinar tersebut akan dipantulkan sejajar dengan sumbu utama. Akan tetapi, jika sinar datang dilewatkan melalui titik M (2F), sinar pantulnya akan dipantulkan ke titik itu juga. Sinar Istimewa pada Cermin Cekung adalah sebagai berikut:

a. Sinar datang sejajar dengan sumbu utama akan dipantulkan melalui titik fokus.

b. Sinar datang melalui titik fokus akan dipantulkan sejajar sumbu utama.

c. Sinar datang melalui titik pusat kelengkungan cermin akan dipantulkan ke titik itu juga.

Pembentukan Bayangan pada Cermin Cekung Jika kita bercermin pada cermin cekung, kita tidak akan mendapatkan bayanganmu selalu di belakang cermin. Ketika kita meletakkan sebuah benda dengan jarak lebih besar daripada titik fokus cermin cekung, bayangan benda yang terjadi selalu nyata karena merupakan perpotongan langsung sinar-sinar pantulnya (di depan cermin cekung). Akan tetapi, ketika benda kita letakkan pada jarak di antara titik fokus dan cermin, kita tidak akan mendapatkan bayangan di depan cermin. Bayangan benda akan kelihatan di belakang cermin cekung, diperbesar, dan tegak. Beberapa hal yang harus diingat tentang cermin cekung adalah: - Titik focus di depan cermin, maka disebut cermin positif - Sinar pantul bersifat mengumpul (konvergen) - sifat bayangan tergantung letak Persamaan-persamaan yang berlaku pada cermin lengkung (cekung dan cembung): 1. Rumus pembentukan jarak fokus cermin : f = R atau R = 2 f 2. Rumus pembentukan bayangan : 1/f = 1/So + 1/Si 3. Rumus perbesaran bayangan : M = -(Si/So) = hi/ho Keterangan: So = jarak benda ; Si = jarak bayangan ; f = jarak fokus ; hi = tinggi bayangan ; ho = tinggi benda ; R = jari-jari kelengkungan cermin ; M = Perbesaran linier bayangan contoh soal Sebuah benda berada di depan cermin cekung dengan fokus 15 cm. benda diletakan 20 cm di depan cermin cekung, maka jarak bayangan yang terbentuk ke cermin dan perbesarannya adalah Diket : f=15 cm so=20 cm Dit : si=? M=.?

Jawab : si = 60 cm ( jarak bayangan )

M ( perbesaran ) = si / s0 = 60cm/20cm = 3 kali