Anda di halaman 1dari 3

1.

Perhitungan Pasak Untuk bahan pasak sengaja dipilih bahan yang lemah dari poros dan naf agar mudah untuk menggantinya. Pasak yang digunakan untuk menetapkan puli adalah pasak benam berpenampang segi empat. Pasak ini digunakan untuk menetapkan puli pada poros. Diameter untuk pasak adalah 38 [mm] Dari tabel pasak dengan diameter poros 38 [mm] adalah : Penampang pasak (b x h) = 10 x 8 Kedalaman alur pasak pada poros t1 = 4,5 Kedalaman alur pasak pada naf t2 = 3,5 Bahan pasak yang direncanakan adalah S45C yang memiliki tegangan tarik = 70 [kg/mm2], =6,0 dan =2

Gaya tangensial poros : F = Dimana : F = gaya tangensial poros [kg] T = momen rencana [kg.mm] dp = diameter poros [mm] Sehingga didapatkan : F = ............(Sularso, Elemen Mesin, hal.25)

= 788,63 [kg]

Tegangan geser ijin pada pasak sebesar :

ka =
= = 5,83 [kg/mm2]

Dari tegangan geser ijin, panjang pasak yang dibutuhkan dapat diperoleh :

ka =
Maka :

....................(Sularso, Elemen Mesin, hal.25)

l1 =
=

= 13,52 [

Jadi, diasumsikan bahwa poros ini termasuk kecil, tekanan permukaan ijin poros adalah Pa = 8 [kg/mm2], maka panjang pasak:... .(Sularso, Elemen Mesin, Hal 27)

Pa =
Dimana : Pa = tekanan permukaan ijin [kg/mm2] l1 = panjang pasak [mm] t2 = kedalaman alur pasak [mm] Maka : l1 = = 28 [mm]

Maka ukuran pasak yang dipakai adalah 10 x 8 dengan panjang pasak aktif adalah 28 [mm].