Anda di halaman 1dari 124

1

HUNUSAN PEDANG
YAMAN

UNTUK MENUMPAS OMONG
KOSONG, KEDUSTAAN, ANIAYA
SERTA PENJAHAT

ABDULLOH BIN ABDURROHIM
AL BUKHORI


Penulis :
ABU ABDISSALAM HASAN BIN QOSIM
AL HASANY ARROIMY ASSALAFY

Penerjemah :
1. Abu Hazim Muhsin Bin Muhammad Bashori
2. Abu Aisyah Muhammad Asnur Bin Badruddin


2
RIWAYAT SYAIKH HASAN AR ROIMY
Nama beliau adalah Hasan bin Qosim al Hasany ar Roimy, kunyahnya
adalah Abu Abdis Salam

1. GURU-GURU BELIAU
Beliau bertemu dan belajar kepada Kibarul Ulama yang tidak asing lagi
bagi ahlussunnah, diantaranya adalah:
Al Allamah Syaikh Muqbil bin Hadi al Wadiiy
Al Allamah Syaikh Nashiruddin al Albany
Al Allamah Syaikh Muhammad Aman bin Ali al Jamy
Al Allamah Syaikh Abdul Muhsin al Abbad
Al Allamah Syaikh Robi bin Hadi al Madkholy
Fadhilatusy Syaikh Hammad al Anshory
Fadhilatusy Syaikh Yusuf ad Dakhil, dsb.

2. KARYA-KARYA BELIAU
Selain berliau sibuk dengan dakwah di jalan Alloh, beliau banyak
memiliki karangan, lebih dari 30 karya beliau yang penuh faedah
ilmiyah, diantaranya:
Al Adillatusy Syariyyah Likasyfit Talbisatil Hizbiyyah
Irsyadul Bariyyah Ila Hukmil Intisab Lissalafiyyah
Tahrimul Halqil Lihyah
Manhajus Salaf Fit Taammul Maa Kutubi Ahlil Bidai
Arrodul Qodhi Ala Abil Hasan As Sulaimy, dsb.

3. SANJUNGAN PARA ULAMA TERHADAP BELIAU
Beliau adalah dai yang tidak takut celaan orang-orang yang mencela
selama itu di jalan Alloh, semangat dalam mencari ilmu, menegakkan
kebenaran, membantah orang-orang yang menyeleweng dari alhaq, oleh
karena itulah tak pelak para ulamapun memberikan sanjungan yang
sangat berharga, diantaranya:
1) Sanjungan al Allamah Syaikh Muqbil bin Hadi al Wadiiy
a. Beliau termasuk kibar duat di jalan Alloh, . Ini pada
tahun 1420 H

3
b. Beliau juga berkata tatkala merekomendasi karangan beliau yang
berjudul al Adillatusy Syariyyah Likasyfit Talbisatil
Hizbiyyah,. Sungguh benar bahwa engkau (Syaikh Hasan ar
Roimy) wahai bahits ahli Yaman, engkau telah membuka kedok
para hisbiyun yang telah memutar balikkan fakta kepada kaum
muslimin
c. Beliau juga berkata tatkala merekomendasi kitab Irsyadul
Bariyyah, sungguh aku telah meneliti karangan saudara kita yang
mulia Hasan bin Qosim, aku temukan di dalamnya semoga Alloh
menjaganya, beliau menulis kitab yang bagus, banyak faedah
yang sangat indah dengan kitab ini.

2) Sanjungan al Allamah Syaikh Muhammad Aman bin Ali al Jamy
a. Beliau senantiasa bermulazamah bersama diriku di Harom
Annabawy, senantiasa menelponku walaupun di luar Harom, oleh
karena itu aku senantiasa menyebut beliau dengan penuh
kebaikan, komitmen dengan semangat yang tinggi dalam masalah
aqidah, berpegang teguh terhadap sunnah, memiliki adab yang
indah, tawadhu dan baik akhlaknya, inilah selayaknya sifat yang
harus dimiliki oleh para penuntut ilmu.

3) Al Allamah Syaikh Robi bin Hadi al Madkholy hafidhohulloh
a. Sesungguhnya al akh Hasan bin Qosim termasuk salah satu murid
khusushku
b. Sesungguhnya al akh Hasan bin Qosim bin Muhammad Shoghir
berkebangsaan Yaman adalah murid pilihanku, memiliki agama
yang kuat, akhlaknya mulia, cinta ilmu, dia alumni fakultas hadits
di Jamiah Islamiyah

4) Sanjungan al Allamah Syaikh Yahya bin Ali al Hajury hafidhohulloh
a. Saudara kita Hasan bin Qosim bin Muhammad Shoghir adalah
Syaikh yang mulia, punya markiz di Taiz (Yaman) beliau
sebagai imam, khotib dan pengajar di sana, beliau memiliki karya
dan karangan yang sangat bermanfaat
b. Aku telah membaca karangan beliau Arrod Alqodhy ala Abil
Hasan as Sulaimy oleh saudara kita yang mulia Asy Syaikh Abu

4
Abdis Salam Hasan bin Qosim ar Roimy hafidhohulloh, aku
melihat di dalamnya adalah karya yang bermanfaat, yang
mencakup di dalamnya nukilan-nukilan para ulama yang
berfaedah sebagaimana karangan-karangan yang lainnya, saudara
kita yang mulia ini termasuk pembela manhaj salafy dan
pembawa bendera, pendobrak kebatilan dan para pelakunya,
semoga Alloh memberikan balasan kebaikan kepadanya.



5
PEMBUKAAN

BERKORBANLAH SEMOGA ALLOH MENERIMA KORBAN
KALIAN, KARENA SESUNGGUHNYA AKU AKAN
MENYEMBELIH ABDULLOH BIN ABDURROHIM
AL BUKHORI
KARENA DIA MENYATAKAN







Berkata imam Bukhori dalam Tarikhnya 1/64 : telah berkata
kepada kita Qutaibah, telah memberitahu kepada kami Qosim bin
Muhammad, telah memberi tahu kepadaku Abdurrohman bin
Muhammad dari bapaknya dari kakeknya berkata, aku menyaksikan
Kholid bin Abdillah al qusary di Wasith pada hari raya idul adha, beliau
berkata berkorbanlah, semoga Alloh menerima korban kita dan kalian,
karena sesungguhnya aku menyembelih (berkorban) dengan Jad bin
Dirham karena dia menyatakan bahwa Alloh tidak menjadikan Ibrohim
sebagai kekasihnya dan Alloh tidak mengajak bicara kepada Musa, maha
suci Alloh dari apa yang Jad bin Dirham ucapkan, dengan kesombongan
yang besar kemudian beliau turun lalu menyembelihnya
Aku berkata, dalam sanad ini ada Abdurrohman bin Muhammad
dari Bapaknya, berkata al Hafidz dalam kitab Lisannya 3/220, tidak
diketahui.
Berkata Ibnul Qoyyim dalam Nuniyahnya
Oleh sebab itulah Kholid al qusary menyembelih Jad (bin Dirham) di
hari penyembelihan korban, Tatkala Jad menyatakan bahwa Ibrohim
bukan kekasih Alloh, dan Alloh tidak mengajak bicara kepada Musa,
Setiap ahlus sunnah bersyukur dengan kurbannya, amat baguslah
saudaraku dengan kurbannya (Jad)

Bahwa Syaikh Muqbil
dan murid-muridnya
berpemikiran khowarij
Dari pandangan
yang lesu bahwa
Dammaj haddadi
Pembodohan,
penyesatan, pendustaan
dan perendahan tentang
Syaikh Yahya dan
muridnya

6



Segala puji bagi Alloh yang menampakkan kebenaran dan para
pelakunya, menghancurkan kebatilan dan komplotannya, penerang buat
kita pintu kebahagiaan, dia memerintahkan kita untuk menempuhnya,
menjelaskan kepada kita jalan kesengsaraan dan kesesatan serta
memperingatkan kita untuk memasukinya.
Aku memuji Alloh yang Maha tinggi, dan aku berterima kasih
kepada-Nya, dari kejelekan amalanku, aku meminta ampun kepada-Nya,
aku bersholawat dan salam kepada sebaik-baik di atas bumi pemimpin
manusia dan semua makhluk.
Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Dia
satu-satunya, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwasanya
Muhammad sebagai hamba dan utusan-Nya, pilihan dan kekasih-Nya,
sebagai persaksian aku mengharap keselamatan dengannya nanti pada
hari kiamat dari api neraka bagi orang-orang kafir dan munafiq dan aku
mengharap keselamatan dengan surga-Nnya Rabb semesta alam,
sesungguhnya Robbku Maha mendengar lagi Maha dekat, mengabulkan
doa orang-orang yang berdoa, mengampuni dosa orang yang berbuat
dosa, adapun selanjutnya,
Sesungguhnya tidak tersembunyi lagi bagi orang-orang yang
memiliki akal fikiran serta orang-orang yang bodoh, termasuk sifat yang
tercela dan perseteruan yang jelek yang Rosululloh telah
memperingatkan hal itu dari umatnya agar tidak terjatuh ke dalamya,
yaitu curang dalam berselisih, yang ini merupakan perkara yang paling
jelas dari sifat munafiq amalan, kita berlindung kepada alloh dari hal itu.
Telah terdapat dalam shohih Bukhori dan Muslin dari hadits
Abdillah bin Amr, telah berkata Rosululloh Empat tanda siapa saja
yang terdapat didalam dirinya tanda tersebut, maka dia orang munafiq,
barang siapa yang ada pada dirinya satu tabiat dari keempat tabiat ini
maka dia berada dalam tabiat kemunafikan, sampai dia
meninggalkannya, 'jika diberi amanah maka dia khianat, jika berbicara
dia dusta, jika berjanji mengingkari, jika berselisih maka dia berlaku
curang.



7
Berkata Imam Nawawi : dalam syarh muslim 1/150 dari ucapan
Nabi (jika berselisih berbuat cuarang), yaitu menyelewengkan dari
kebenaran dan berucap dengan kebatilan dan kedustaan.
Dan berkata al Mubarokfury : dalam aunul mabud 10/207 yaitu
mencela dan melemparkan perkataan yang jelek.
Aku katakan, ketahuilah dan termasuk menyelewengkan dari
kebenaran dan berucap dengan kebatilan dan mencela serta melemparkan
perkara-perkara yang jelek yaitu apa yang telah dimuntahkan orang itu
(Bukhori) dan sungguh amat disayangkan menurut menurut pengamatan
sebagian orang-orang yang bodoh yang tertipu dia termasuk dari ahlus
sunnah, sebenarnya dia jauh darinya dan Alloh enggan kecuali
mengeluarkan apa yang tersembunyi dalam dirinya yang berpenyakit dan
apa yang sudah tertanam dalam dirinya dari banyak penyakit baik berupa
iri dengki, dendam, hasad, khianat, sebagai pembenaran dari firman alloh
< _>: !. .. `,.>.
Dan Alloh akan mengeluarkan dari apa-apa yang kalian
sembunyikan (al-baqoroh: 72)
Maka Alloh mengeluarkan perkataan-perkataan tersebut yang
penuh dengan aniaya dan kedustaan dari lisan pengucapnya (Bukhori)
walaupun mereka (Usamah Mahri cs) berusaha untuk menyembunyikan
dan tidak menampakkannya, Alloh taala berfirman,
l ',!: `>.., . -l `..,., `.-.l _ _`>l _1l < `l-,
_>l..s
Dan kalau Kami kehendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka
kepadamu sehingga kamu benar-benar dapat mengenal mereka dengan
tanda-tandanya. dan kamu benar-benar akan mengenal mereka dari
kiasan-kiasan perkataan mereka dan Allah mengetahui perbuatan-
perbuatan kamu. (muhammad: 30)
Telah berkata kholifah yang mendapat petunjuk yang memiliki
dua cahaya Utsman bin Affan Tidaklah seseorang menyembunyikan
suatu perkara kecuali Alloh taala akan menampakkannya dengan raut
mukanya dan ketergelinciran lisannya (tafsir ibnu katsir 4/260)

8
Berkata Imam Hasan al Bashri, Dikatan bahawa, kemunafikan
adalah perbedaan antara yang tersembunyi dengan yang terang, ucapan
dan perbuatan, tempat masuk dan jalan keluar, dikatakan bahwa
kemunafikan dilandasi dengan kedustaan (dikeluarkan oleh al Firyabi)
dalam sifat munafiq (50) dan Abu Nuaim dalam sifar kemunafikan dan
ciri-ciri orang munafik
Orang ini adalah salah satu doktor di masa sekarang, dimana
manusia banyak tergiur dengan ijazah yang demi Alloh tidak
menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar jika tidak bermanfaat
bagi pemilikknya dengan mengamalkan dari apa yang dia pelajari.
Sesungguhnya ucapan yang paling bagus yaitu ucapan syaikh
kami al allamah Muhammad Aman bin Ali al Jami, Carilah ilmu pada
kibarul ulama dan jangan tertipu dengan ijazah doktor, karena tidaklah
setiap doktor sebagai pembawa ilmu, kadang dokter dalam ilmu geologi,
doktor dalam perlistrikan, julukan dokter bukan julukan kapasitas
keilmuan kalau dia punya ilmu, kadang ilmu adalah suatu perkara sedang
julukan itu perkara yang lain.
Sebenarnya ucapan yang bodoh itu tidak pantas untuk dibantah,
yang dia ini mirip dengan ekor fitnah Mariyah Sabtiyah (Abdulloh bin
Sabt), alhamdulillah kepalanya sudah ditebas tinggal ekornya yang
lemah, sungguh bagus ucapan seseorang yang berkata, Tebaslah kepala
tinggal ekor yang bergerak seberapa ekor itu akan bergerak maka
tinggal nunggu waktu saja dan akan mengikuti kepalanya.
Mungkin pembaca yang mulia sudah rindu untuk mengetahui
ucapannya orang yang bodoh ini sesuai dengan ucapan seorang :
aku mengetahui kejelekan bukan untuk melakukan kejelekan
tersebut akan tetapi untuk berhati-hati, barang siapa yang tidak tahu mana
yang baik dan mana yang jelek, maka dia akan terjatuh dalam kejelekan.
Sesungguhnya dia ini adalah Bukhori! Di masanya akan tetapi
dalam kebodohan, satu di masanya akan tetapi dalam kebodohan dan
ketololan, sungguh kami telah menelaah rekaman tersangka Abdulloh bin
Abdirrohim al Bukhori beserta rekaman sebagian orang indonesa
(Usamah Mahri cs) tatkala kami akan singgah dan Syaikh Fadhil
Muhammad bin Mani ke indonesia tahun lalu dengan tujuan dakwah di
jalan Alloh, kejadian ini sangat mengejutkan orang itu (Bukhori) hatinya
meluap-luap dan sangat tidak tenang

9
Persinggahan ini sangat menyibukkan dirinya dan merupakan
musibah baginya, tidak ada lain kecuali untuk melakukan qunut disetiap
waktunya, mendoakan kejelekan untuk kami disetiap waktunya, semua
itu menunjukkan hinanya orang ini, dan tidak kokoh, pembabi buta dan
jelas menyimpang, semua itu mengantarkan dirinya serampangan dalam
berucap, tidak kokoh terhadap dirinya, nampak kedustaan dan
kebatilannya, maka menjadi campur aduk dan aneh yang mengacaukan
pikiran yang sehat dan pemahaman yang benar baik itu berupa kedustaan,
kebohongan, perendahan, pelecehan, pencelaan dengan bathilterhadap
Dammaj yang baik, para dai yang berbakti tidak selamat dari celaannya,
bahkan sampai al Imam al Wadii (Syaikh Muqbil), demikian juga
Nashihul Amin asy Syaikh Yahya bin Ali al Hajuri, juga yang lainnya
dari para thulabul ilmi yang mereka cemburu terhadap sunnah, maka kita
katakan kepada Bukhori ini, lembutilah dirimu sendiri! Kasihanilah
kepalamu! Sungguh baik ucapan seorang penyair,
Wahai orang yang membenturkan gunung yang tinggi untuk
menghinakannya, sayangilah kepalamu jangan sayangi gunung itu
Juga ucapan penyair,
Seperti orang yang membentur batu besar untuk membelahnya, maka
tidak memudhorotkannya dan melemahkan ujungnya nan mulia
Demi alloh sesungguhnya orang ini (Bukhori) lebih hina untuk
mendapatkan tombak ahlus sunnah, karena sesungguhnya dia telah
mendapatkan balasan dari orang-orang dengan ketololannya dan dia
pantas untuk mendapatkan hal itu, dan dia mendapat lemparan dari orang
yang melempar (ejekan) kebodohan dan amat bodoh dan dia lebih pantas
mendapat hal itu, dan dia juga mendapat celaan dari para pencela dengan
kedurhakaan dan kehinaan, dia tercela dan itu memang kenyataannya,
dan dia juga mendapatkan kecacatan dari pencacat (noda) dengan sifat
kedholiman, permusuhan dan sebagainya dari kamus ketololan dan
kedunguan yang telah memenuhi mulutnya dan memuntahkannya, mana
waronya, mana tatsabutnya (ketelitiannya), mana persaudaraan
salafiahnya, mana hak asasi kemanusiaannya, sungguh bukhori telah
menyulutkan api celaan ini, penegak islam menurut bukhori masanyadan
satu-satunya zamannya, namun dengan semua ini alhamdulillah bahwa
orang-orang yang dari kalangan ahlussunnah dari mereka yang dicela

11
oleh tolol ini, untuk memahami omong kosong ini mereka senantiasa
ingat firman Alloh,
.> -l `. .``-l!, `_s _s _,l.>'
Jadilah Engkau Pema'af dan suruhlah orang mengerjakan
yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.
(al Arof :199)
Dan firman Alloh taala,
:!,s _..-l _.] :., _ls _ !.> :| `,Ll> _l.>l
l! !..l.
Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah)
orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila
orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata
(yang mengandung) keselamatan (al Furqon: 63)
_.] _.: l :| '. -ll!, '. !.
Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu,
dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan
perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan
menjaga kehormatan dirinya (al furqon: 72)
Sungguh baik sekali ucapan Abdul Fatah al Basti tatkala beliau
berucap, Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang
maruf sebagaimana Alloh memerintahkan kepadamu, dan berpalinglah
dari orang-orang yang bodoh
Dan ucapan Salim bin Maimun al Khowash, Jika orang bodoh
berbicara maka janganlah engkau jawab, karena sebaik-baik jawaban
adalah diam, diam dari orang yang bodoh, ia mengira aku tidak mampu
menjawab, padahal aku mampu menjawabnya
Dan alangkah agungnya ucapan Ali bin Abi Tholib , Dan
bersabarlah dari kedholiman orang yang bodoh, sepanjang zaman untuk

11
tidak berbicara dengannya, tinggalkan jawaban untuk kemuliaan dan
setiap orang-orang yang dholim akan dihisab
Dan apa yang telah diucapkan oleh Imam Syafii, Meninggalkan
jawaban dari orang yang bodoh itu lebih itu lebih dasyat baginya dari
pada menjawab
Dia juga berkata, Berpalinglah dari orang yang bodoh, karena
semua yang dia ucapkan itu ada padanya, suatu hari tidak akan
memberikan madhorot bagi sungai furot walaupun sebagian anjing kecil
kencing di dalamnya
Dan juga ucapan an Nawaji, Orang bodoh mengajak bicara
kepadaku dengan semua kejelekan, dan aku tidak suka untuk menjawab
ucapannya, dia tambah kebodohannya dan aku tambah berilmu seperti
batang kayu semakin terbakar dengan wewangian
Inilah kesimpulannya, akan tetapi ucapan ini sudah tersebar
dalam kaset itu, dan sebagian orang-orang yang bodoh sudah tertipu dan
kurang pandangannya dan pemahamannya dari makar orang ini, maka
aku melihat untuk membantahnya sebagian koreksi dari sebagian celaan
di kaset itu, koreksi yang aku kira ini sebagai nasehat dariku kepadanya
agar dia lebih beradap dan yang kedua bagi orang-orang yang tertipu
dengannya, karena orang ini tidak tahu apa yang keluar dari otakknya dan
juga karena menolong kebenaran dan yang ketiga untuk menolong bagi
para penegak kebenaran, dan Alloh yang tahu dibalik tujuan ini dan
cukup Alloh sebagai penolong kami dan Dia adalah sebaik-baik
penolong, maka sampailah kepadaku maksud dan pembicaraan dan Alloh
sebagai penolongnya.


12
KOREKSI YANG PERTAMA, ENGKAU BERKATA:
SIAPA SAJA YANG MENIMBULKAN FITNAH INI DAN
ORANG YANG MENOLONGNYA MAKA DIA AKAN
MEMBAWA DOSA-DOSANYA PADA HARI KIAMAT,
MENANGGUNG DOSANYA INSYA ALLOH

Aku katakan, dengan ucapanmu itu ada 3 kesalahan,
YANG PERTAMA, Apakah engkau tahu wahai bukhori
zamanmu siapa yang menimbulkan fitnah, yang membangunnya dan
yang menyalakan apinya? Sesungguhnya dialah Abdurrohman mari dan
orang-orang yang besertanya dari kalangan orang-orang yang bodoh dan
gerombolan orang-orang yang jelek, sebagaimana dikatakan bahwa
pemilik rumah itu lebih tahu apa isi di dalamnya, dan penduduk Makkah
lebih tahu tentang masyarakatnya, dan kami lebih tahu dari pada kamu,
aku tidak tahu apakah engkau telah menelaah fitnah dari permulaannya
ataukan engkau sama keadaannya dengan orang-orang yang lalai, mereka
berkoar-koar dari apa yang tidak mereka ketahui, dan sungguh baik
ucapan seorang penyair,
Jika engkau tidak mengetahui maka itu musibah,
jika engkau mengetahui ternyata musibah itu lebih besar
Dan dalam kesempatan ini tidak cukup untuk menjelaskan
kepadamu tentang munculnya fitnah dan sebab-sebabnya secara rinci,
kalau kamu memang benar-benar pencari kebenaran maka silahkan rujuk
kepada kitab mukhtashor albayan penjelasan tentang kehizbiyan
abdurrohman cermati dengan perlahan-lahan dan tenang, kalau masih
butuh tambahan maka lihatlah dari situs alooloom assalafiyah bagian
bantahan di bawah judul Fahros yang sudah disiapkan oleh saudara kita
Kholid al Ghorbani selaku pananggung jawab situs yang barokah ini,
baca dan telitilah disertai dengan berdoa kepada Alloh agar Alloh
melapangkan dadamu di atas alhaq, tidak mengapa pula kamu curahkan
waktu untuk bagian ini, berapa tahun kamu luangkan Waktumu untuk
memperolah majister doktor dan jangan menjadi pembebek hizbiyah,
semoga alloh memperbaikimu.
Jika kamu enggan maka minimal kamu diam dan teruskan dirimu
untuk senantiasa diam, adapun kamu ceburkan dirimu kepada apa-apa
yang tidak kamu ketahui maka ini termasuk kebodohan, sebagaimana

13
yang tidak tersembunyi bagimu, karena termasuk kebaikan seorang
muslim adalah meninggalkan perkara-perkara yang tidak ia ketahui, dan
alloh yang memberi taufiq

YANG KEDUA, DAN ORANG-ORANG YANG
MENOLONGNYA
Aku katakan, dan sesungguhnya yang menolong (membantu)
penyebaran fitnah ini dan sangat disayangkan sebagian yang dianggap
bijaksanya yang diitlakkan dengan mereka masyayikh yaman dengan
diamnya mereka dan perendahan mereka, bahkan larangan mereka bagi
orang yang alloh telah memberikan petunjuk dalam fitnah ini, ini
perkaranya
Perkara yang lain sepantasnya kamu mengetahuinya, bahwa
Syaikh Ubaid semoga Alloh memberi taufiq kepadanya dan memberi
petunjuk kepadanya, dialah yang paling banyak membantu dan menyulut
api fitnah di negara kita yaman, aku katakan demikian dan aku sangat
menyayangkan kepada Syaikh kita Ubaid yang menempatkan posisinya
yang sulit dalam masalah ini, yang hasilnya pembelaan kepada kedua
anak mari semoga Alloh tidak menjaganya, maka setelah itu datanglah
tamparan demi tamparan dari pecinta sunnah dan pelakunya kepada
beliau (Syaikh Ubaid), maka ucapan-ucapan beliau dalam masalah ini
masuk dalam keranjang sampah dan menjadi angin berlalu.
Aku katakan demikian demi alloh sebagai bentuk nasehat dan
penolong bagi Syaikh kita Ubaid semoga alloh memberi petunjuk
kepadanya, sesuai dengan penerapan hadits Nabi ,
"
"
Tolonglah saudaramu baik yang dholim atau yang didholimi,
mereka mengatakan, wahai Rosululloh ini kita tolong orang yang
didholimi, lalu bagaimana kita menolong kepada orang yang dholim,
beliau bersabda, tahanlah dia dari berbuat dholim (hadits anas riwayat
bukhori)
Ketahuilah dengan bantuanmu Syaikh Ubaid maka kami jelaskan
kenyataan ini, Syaikh Ubaid tidak datang ke Yaman kecuali untuk

14
membela dan melindungi dua anak Mari, dan fitnah keduanya
penjelasannya akan datang insya alloh dalam malzamah ini.
Yang jelas wahai Bukhori yang harus kamu ketahui bahwa orang-
orang yang membantu menyebarkan fitnah ini adalah orang-orang
tersebut terdahulu, dan bukan Syaikh Yahya dan orang-orang yang
beserta dengannya dari penyeru kebenaran, baik itu di Dammaj atau
selain di Dammaj, dalam negeri ataupun luar negeri, maka semua bangkit
dengan penuh kesabaran dan pemberi nasehat terutama Syaikh Yahya
untuk menjaga dakwah sesuai dengan petunjuk Syaikh al Alamah Muqbil
al Wadii :, akan tetapi itulah hikmah Alloh kepada hambanya,
_ < >>' -l.,l l ,! : >..l _,-.-
Katakanlah: "Allah mempunyai hujjah yang jelas lagi kuat;
Maka jika dia menghendaki, pasti dia memberi petunjuk kepada kamu
semuanya (al anam: 149)

YANG KETIGA, MEMBAWA DOSA PADA HARI
KIAMAT, MENANGGUNG DOSANYA INSYA ALLOH
Aku katakan, setelah nampak jelas siapa yang menebar fitnah ini
dan yang menyulutkannya, serta yang membantunya, aku katakan amin
tanpa lafadz insya alloh karena ini adalah doa, dan doa tidak ada
pengecualiannya, sungguh imam mujadid Muhammad bin Abdul
Wahhab an Najdi : memberikan suatu bab dalam kitabnya (tauhid adalah
haq Alloh atas hambanya) dimana beliau berkata, bab ucapan ya alloh
berikanlah ampunan kepadaku jika engkau kehendaki kemudian beliau
menyebutkan hadits Abi Huroiroh sepakat keshohihannya, bahwa
Rosululloh bersabda,
" "
Janganlah satu diantara kalian berdoa ya Alloh ampunilah aku jika
engkau kehendaki, rahmatilah aku jika engkau kehendaki, hendaknya
meminta dengan kuat, karena tidak ada paksaan baginya ini lafadz
Bukhori



15
Dan lafadz Muslim,
"
"
Jika salah satu kalian berdoa maka jangan mengatakan ya alloh
ampuni aku jika engkau kehendaki, akan tetapi hendaknya menguatkan
permintaannya dan Membesarkan keinginan, karena sesungguhnya alloh
dengan suatu pemberiaannya, tidaklah dianggap besar
Berkata Syaikh al Allamah Ibnu Baz :, pengarang menghendaki
dengan hal ini untuk menjelaskan bahwa itu termasuk sempurnanya
keinginan dan sempurnannya tauhid, menguatkan dalam meminta
(kepada Alloh) dan tidak bimbang, karena sesungguhnya jika seseorang
mukmin berdoa kepada Robbnya hendaknya berdoa dengan kuat tidak
bimbang karena karunia Alloh itu besar dan dia maha kaya lagi maha
terpuji, maka tidak pantas bagi seorang mukmin untuk mengecualikan
dalam permintaannya, sesungguhnya pengecualian itu dalam meminta
kepada makhluk, karena kadang dia tidak mampu atau terhalangi, adapun
minta kepada Robb maka Dia adalah Maha kaya lagi Maha mampu, lihat
syarh kitab tauhid hal 241
Ini penjelasan bagi kita dan bagimu wahai Bukhori masamu dari
Imam Ibnu Baz :, jangan menyibukkan titel doktor untuk memahami
agama ini terkhusus masalah tauhid


16
KOREKSI YANG KEDUA, ENGKAU BERKATA:
JANGAN KALIAN SIBUK DENGAN MEREKA ORANG-
ORANG YANG BODOH

Aku katakan, firman Alloh taala:
.>.. !. l!
Kami akan mencatat perkataan mereka (al imron: 181)
Dan firman Alloh taala:
,> _ ,: _. . >. | _. . .., .`-. __.l.| _,,
_!.l _. _-, .l: ,!-., ,!.`. < .. ,.. > !,,Ls
Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka,
kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi
sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian di antara
manusia. dan barangsiapa yang berbuat demikian Karena mencari
keredhaan Allah, Maka kelak kami memberi kepadanya pahala yang
besar. (an nisa: 114)
Dan firman Alloh taala:
_. `.>, :,L> !.| . ,, ., !:,, .1 _..> !...', !..| !.,.
Dan barangsiapa yang mengerjakan kesalahan atau dosa,
Kemudian dituduhkannya kepada orang yang tidak bersalah, Maka
Sesungguhnya ia Telah berbuat suatu kebohongan dan dosa yang
nyata. (an nisa: 112)
Dan firman Alloh taala:
_ _:!,-l l1, _.l _> _.> | _.L,:l _., '., | _.L,:l _l
_..l .s !.,.
Dan Katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: "Hendaklah
mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya

17
syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya
syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia. (al isro: 53)
Dan firman Alloh taala:
..,.> !.,> > ..s < ,Ls
Dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. padahal
dia pada sisi Allah adalah besar. (an nur: 15)
Dan firman Alloh taala:
_| _.] ',> _,: :>.l _ _.] `.., > ,.s ,l _ !,..l
:> < `l-, `.. .l-.
Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan
yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi
mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. dan Allah mengetahui,
sedang, kamu tidak Mengetahui. (an nur: 19)
Dan firman Alloh taala:
!. 1l, _. _ | ,.l , .,.s
Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di
dekatnya malaikat Pengawas yang selalu hadir. (qof: 18)
Dan firman Alloh taala:
_, _l :.> :.l
Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela (al
humazah: 1)
Dan telah datang dalam shohih Bukhori dan Muslim dari hadits
abi Bakroh, dan dalam hadits itu Nabi bersabda,
"
"
Maka sesungguhnya darah kalian, harta kalian, kehormatan
kalian diantara kalian adalah harom, sebagaimana haromnya hari ini, di

18
bulan ini, di negeri ini, hendaknya yang hadir menyampaikan kepada
yang tidak hadir, mudah-mudahan yang hadir akan menyampaikan
kepada orang yang lebih hafal darinya
Dan Rosululloh bersabda:
" ""
Sesungguhnya perkara yang paling mengandung riba adalah
berkelanjutan membicarakan kehormatan seorang muslim tanpa alasan
yang benar (hadits Abi Said riwayat Abu Dawud) lihat shohih jami
oleh Syaikh kita al Albany no : 2203.
Dan dari Abu Huroiroh , Rosululloh bersabda:
"
) (
"
Jangan saling iri dengki, jangan saling bersaing dalam
penawaran (tidak bermaksud membeli), jangan saling membenci, jangan
saling bermusuhan, jangan menjual dengan jualan orang lain, jadilah
hamba-hamba alloh yang bersaudara, seorang muslim bersaudara
dengan muslim yang lainnya, tidak boleh mendholimi, menghina, dan
merendahkannya, ketaqwaan ada di sini (beliau menunjuk ke dada tiga
kali), cukuplah seseorang itu dikatakan jelek kalau dia itu meremehkan
saudaranya yang muslim, setiap muslim dengan muslim yang lainnya itu
harom darah, harta, dan kehormatannya (riwayat Muslim)
Dari Abdillah bin Umar, Rosululloh telah bersabda:
"
) (
"
Barang siapa yang melepaskan syafaatnya bukan dari hukum
alloh, maka sungguh dia telah menentang Alloh, dan barang siapa
berselisih dalam kebatilan dan dia mengetahuinya, maka senantiasa dia
dalam kemurkaan Alloh sampai dia cabut perselisihan tersebut, dan
barang siapa mengucapkan kepada seorang muslim yang tidak ada
padanya, maka Alloh meletakkan dirinya kedalam lahar yang panas

19
sampai keluar dari apa yang dia ucapkan (riwayat Abu Dawud,
dishohihkan oleh Syaikh kita al Albani : sebagaimana dalam shohih jami
no.6196)
Dan dari Anas, Rosululloh telah bersabda: Tatkala aku miroj
aku melewati suatu kaum yang mereka memiliki kuku-kuku dari tembaga,
merekapun mencakar wajah-wajah dan dada-dada mereka, maka aku
katakan siapa mereka wahai Jibril? Maka dia (Jibril) menjawab,
mereka adalah orang-orang yang memakan daging manusia (suka
mengghibah) dan menjatuhkan kehormatan orang lain (riwayat Abu
Dawud, dishohihkan oleh al Albani : dalam shohih jami no.5213)
Dan Imam Muslim telah mengeluarkan hadits dari Abi Huroiroh,
Rosululloh telah bersabda: Apakah kalian mengetahui siapa orang
yang rugi? Mereka mengatakan, orang yang rugi (bangkrut) adalah
mereka yang tidak punya dirham (mata uang) dan perhiasan, maka
beliau bersabda, sesungguhnya orang yang merugi adalah dari
kalangan umatku yang mereka membawa pahala sholat, puasa, zakat,
namun dia mencela ini, menuduh itu, memakan harta orang ini,
mengalirkan darah orang ini, memukul ini, maka diberikanlah kebaikan-
kebaikannya kepada orang-orang tersebut, setelah habis kebaikannya
dan belum tertunaikan, maka kejelekan mereka (yang didholimi)
dipikulkan kepadanya, sehingga dia terlempar dalam neraka,
Dan haidts, Wahai orang-orang yang masuk islam dengan
lisannya tetapi belum sampai kedalam hatinya, jangan kalian menyakiti
kaum muslimin, jangan mencelannya dan jangan mengungkit-ungkit
aibnya, siapa saja yang mengungkit-ungkit aib saudaranya maka dia
akan diungkit-ungkit aibnya walaupun di lobang yang dalam, suatu hari
umar melihat ke baitulloh (Kabah) beliau menyatakan, alangkah
agungnya dirimu (Kabah) tetapi kehormatan seorang muslim lebih
mulia di sisi Alloh dari pada kehormatanmu (riwayat Tirmidzi dari
hadits Ibnu Umar, berkata Syaikh kami al Albani : shohih, lihat hadits
no.7985 dalam shohih jami)
Dari hadits Abi Said al Khudri, Jika anak adam masuk di pagi
hari, maka seluruh anggota tubuh mengampunkan lisan, mereka
mengatakan bertaqwalah dirimu atas kami (anggota tubuh), karena
sesungguhnya diri kami tergantung darimu, jika kamu (lisan) lurus maka
kami akan lurus, jika engkau bengkok kamipun juga bengkok, (riwayat

21
Ibnu Majjah, berkata Syaikh kami al Albani : hasan lihat hadits no.351
dalam shohihul jami
Dari Abi Huroiroh, Rosululloh telah bersabda: Termasuk
kebaikan islamnya seseorang adalah meninggalkan perkara yang tidak
berguna (riwayat Tirmidzi, dishohihkan oleh al Allamah al Albani :
dalam shohihul jami no.5911)
Dari Sahl bin Sad, Rosululloh telah bersabda: barang siapa
yang mampu menjaga diantara jenggot dan kumis (mulut) dan diantara
kedua pahanya (kemaluan) maka aku jamin baginya surga (riwayat
Bukhori)
Dari Abdillah bin Amr, Rosululloh telah bersabda: Seorang
mukmin tidak berhaq untuk mencela, melaknat, berbuat buruk, dan
berkata jelek (riwayat Ahmad, dan berkata Syuaib, isnadnya shohih,
lihat taliqnya dalam musnad 7/60)
Dan Imam Muslim telah mengeluarkan dari hadits Abi Huroiroh,
Rosululloh telah bersabda: Apakah kalian tahu apakah itu ghibah?
Mereka menjawab, Alloh dan Rosul-Nya yang tahu, beliau bersabda,
menyebutkan saudaramu (perkara yang dibenci), dikatakan kepadanya,
bagaimana bila hal tersebut ada pada saudaraku? Beliau bersabda, jika
engkau ucapkan apa yang ada pada dia maka engkau telah
mengghibahnya, dan jika tidak ada padanya maka engkau telah berbuat
dosa
Dalam shohih Bukhori dan Muslim dari Ibnu Abbas berkata:
Nabi melewati kubur dari kuburan yang ada di madinah atau
makkah, beliau mendengar suara orang yang sedang diadzab di kubur
tersebut, beliau mengatakan, keduanya sedang diadzab dan tidak
diadzab dalam perkara yang besar, lalu beliau berkata, bahkan itu
perkara yang besar, yang satu karena tidak membersihkan kencingnya
dan yang lain karena suka mengadu domba, lalu beliau meminta
pelepah kurma kemudian beliau bagi menjadi dua, lalu beliau letakkan
pelepah itu diatas dua kubur tersebut, lalu ada yang bertanya kepada
beliau, wahai Rosululloh kenapa engkau lakukan hal itu?, lalu beliau
mengatakan, semoga bisa meringankan adzabnya selama pelepah itu
belum kering
Dalam shohih Bukhori dan Muslim dari hadits Abi Huroiroh ,
Rosululloh telah bersabda: Barang siapa yang berbuat dholim

21
kepada saudaranya, baik kehormatan atau yang lainnya maka
hendaknya minta kehalalan sebelum datangnya hari yang tidak berguna
dinar dan dirham, jika dia punya kebaikan maka kebaikan itu akan
diambil sesuai dengan kedholimannya, jika tidak punya kebaikan maka
kejelekan teman yang didholimi tersebut akan dipikulkan kepadanya
Aku katakan, ini dalil-dalil dari kitabulloh dan sunnah Nabi-Nya
yang jelas tentang wajibnya menjaga kehormatan seorang muslim, tidak
boleh merendahkan atau menuduhnya dengan tidak benar, itulah yang
ditempuh para pendahulu yang mulia (salaf) mereka khawatir tergelincir
lisannya, telah datang dari Zaid bin Aslam, dari bapaknya , bahwasanya
Umar masuk menemui Abu Bakr, diapun memegang lisannya sambil
mengatakan, ini adalah sumber segala permasalahan (riwayat al Bazzar
dalam musnadnya 1/163)
Dab berkata Umar bin Khottob, Wahai Ahnaf, siapa yang
banyak bicara maka banyak salahnya, dan barangsiapa yang banyak
salahnya maka sedikit rasa malunya, dan barangsiapa yang sedikit rasa
malunya maka akan mati hatinya (dikeluarkan oleh ibnu hibban di
dalam Roudhlotul Uqal dan Nuzhatul Fadhla1/13)
Dan dalam lafadz yang lain, Barangsiapa yang banyak bicara
maka banyak salahnya, dan barangsiapa yang banyak salahnya maka
banyak dosanya, dan barang siapa yang banyak dosanya maka dia berhak
masuk neraka (diriwayatkan secara marfu dan tidak shohih, lihat
dhoiful jami syaikh al Albani : no.581)
Ibnu Abbas berkata sambil memegang lisannya Celaka!
Sedikitkan bicara maka engkau akan mendapat keuntungan, dan diamlah
dari kejelekan maka engkau akan selamat (riwayat Imam Ahmad dalam
kitabnya zuhd 3/96, dan Ibnu Mandhur dalam mukhtashor dimasyq
4/248, dan tambahan jika tidak maka ketahuilah engkau akan
menyesal)
Dan dari Abdulloh bin Masud berkata, Demi dzat yang tidak
ada sesembahan yang haq melainkan Dia, dan tidak ada perkara di muka
bumi ini yang lebih butuh untuk dipenjarakan kecuali lisan (berkata
Syaikh kami al Albani shohih mauquf lihat shohih targhib dan tarhib
3/55)
Dan telah berkata Abu Darda: Jadilah setengah untuk kedua
telingmu dan mulutmu, karena dijadikan dua telinga satu lisan untuk

22
dirimu supaya apa yang engkau dengar lebih banyak dari yang engkau
ucapkan (dicantumkan oleh Ibnu Abdi Robbih al Andulusi dalam kitab
al aqd al farid bab tentang shomt (diam))
Berkata al Hasan al Bashri: Lisan adalah pemimpinnya tubuh,
jika lisan berbuat dosa maka tubuh yang lain ikut, jika menjadi iffah
(harga diri) maka terjaga yang lainnya (dikeluarkan oleh ibnu abi dunya
dalam kitab shomt no.59)
Dari Muhammad Ibnu Ajlan berliau berkata: sesungguhnya
pembicaraan ada empat engakau berdzkir kepada Alloh, dan membaca
alquran, engkau bertanya tentang ilmu lalu kamu sebarkan, atau engkau
bicara apa yang kamu maukan tentang urusan dunia (dikeluarkan oleh
Ibnu Wahb dalam jaminya 1/413)
Sungguh aku katakan, sesungguhnya Bukhori telah melampaui
batas atas ucapannya yang penuh dengan kedholiman, kedustaan, dan
melewati batas terhadap masyayikh di dammaj, bahkan terhadap semua
ikhwan yang memiliki ilmu dan adil serta kebenaran dalam fitnah,
kadang menuduh mereka dengan kebodohan, kadang durhaka, haddadi,
celaan, makian kedustaan, kejelekan, kedustaan, penyebar fitnah, celaan
kepada para masyayikh ahlus sunnah kebodohan, kedunguan, pemaling
manusia dari alhaq, ketergelinciran, kesesatan, keraguan dalam dakwah
salafiyah, dan sebagainya dari omong kosong dan jelek lisannya, ucapan
penjelasan orang yang tidak tahu malu, sungguh menggembirakan untuk
jamiah islamiyah bermodel seperti Bukhori ini yang telah muncul kedua
tanduknya yang jarang muncul di zaman ini dalam kamusnya, yang
ucapannya penuh dengan celaan, makian, kebohongan dan kedustaan,
hanya kepada Alloh untuk mengadu dan kepada-Nya kembali (dan
orang-orang yang dholim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana
mereka akan kembali)


23
KOREKSI YANG KETIGA ENGKAU BERKATA,
MEREKA MENGINGINKAN AGAR KALIAN SIBUK
SEHINGGA KALIAN TERSIBUKKAN DARI URUSAN
DAKWAH

Aku katakan, sesungguhnya Bukhori kita ini tidak mengetahui
apa yang keluar dari kepalanya! bagaimana itu!
Ia katakan kepada baromaki indonisiyin (Luqmaniyun), kalian
sibukkan dengan dakwah! Dakwah apa, miskin!
Ya, dulu di sana ada dakwah sebelum mereka dirusak oleh anak-
anak mari, tetapi setelah mereka dirusak sampai mereka memusuhi darul
hadits dammaj dan mencela orang-orang di dalamya, mencela Syaikhnya
secara dholim, tidak ada dakwah menuju kebenaran, akan tetapi mereka
sekedar musuh dakwah terhadap ahlussunnah, mereka mengambil
masjid-masjid ahlussunnah, bahkan menaikkan urusannya sampai
pemerintah dengan kedustaan dan kebatilan, mereka menyebarkan
kebatilan dan kedustaan, dan markiz fuyusy tidak jauh dari kita, yang di
dalamnya ada Abdurrohman Mari dan komplotannya yang sedang
menjadi markiz perdagangan, dan barangsiapa yang mengatakan itu darul
hadits maka itu jelas kedustaan, tapi itu sekedar tempat perdagangan dan
bangunan dan sebagainya dari kenikmatan dunia dan sarang hizbiyah dan
kesesatan. Penamaan mereka dengan darul hadits itu suatu kedustaan dan
perkara yang diada-adakan, omong kosong dan kedustaan yang tidak ada
hakikatnya, maka tidak ada yang berjalan dari rumah yang istimewa dan
mobil-mobil modern yang mereka peroleh pagi dan sore hari dengan
perdagangan sebagai kelanjutan bagi para pekerja untuk menyibukkan
mereka dari dakwah dan rijalnya.
Maka oleh karena itulah wahai Bukhori saya nasehatkan
kepadamu, ketahuilah tidak akan memberi manfaat kepadamu pembelaan
kepada gerombolan hizbi baru, hendaknya engkau tahu kadar dirimu, dan
lazimkan perkara seminim mungkin, jika tidak maka ini adalah prajurit
medan tempur bagi orang yang durhaka yang akan terus berkobar, kami
katakan demikian ini bukan gertakan, tapi ini kenyataan, siapa saja yang
menentang kebaikan yang Alloh kehendaki di Dammaj dan orang yang
jujur didalamnya maka dengan idzin Alloh kembalinya akan sirna
sebagaimana garam luluh di air, sesungguhnya orang yang berbahagia

24
mencela dia dinasehati oleh orang lain, hanya kepada Alloh kita minta
pertolongan, (maka ambillah (kejadian itu) untuk mengambil pelajaran
bagi orang-orang yang mempunyai pandangan)


25
KOREKSI YANG KEEMPAT ENGKAU BERKATA,
KEDUSTAAN, KEDURHAKAAN YANG MEREKA
DATANGKAN ATAU YANG MEREKA UCAPKAN LALU
MEREKA SEBARKAN KEPADA REKAN-REKAN SATU
KALIMAT ATAU DUA KALIMAT DARI SEBAGIAN REKAN
YANG MEREKA TUDUH, MEREKA ITU MENGUCAPKAN, INI
ADALAH KEDUSTAAN YANG MEREKA ADA-ADAKAN, DAN
TIDAK ADA YANG MENGUCAPKAN INI KECUALI
SEOERANG YANG PENDUSTA YANG AMAT JELEK YANG
TIDAK MEMILIKI DALIL DAN BUKTI

Aku katakan, dengan ucapanmu itu ada tiga kesalahan,
Kesalahan Pertama, ucapanmu KEDUSTAAN DAN
KEDURHAKAAN YANG MEREKA DATANGKAN ATAU YANG
MEREKA UCAPKAN LALU MEREKA SEBARKAN KEPADA
REKAN-REKAN
Aku katakan, katakan kepadaku dengan nama Robbmu
bagaimana pembelaanmu! kelantanganmu dan bantuanmu dalam
membela kebatilan ini hingga kamu tuduh ikhwah salafiyin dengan
kedustaan dan kedurhakaan, mana amalanmu dengan firman alloh,
!!., _.] `.., | `,l> _.! |,., `.,. ,,.. !. .> >,`..
_ls !. `.l- _,....
Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang
fasik membawa suatu berita, Maka periksalah dengan teliti agar kamu
tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui
keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.
(al hujurot: 6)
Berkata al Allamah Assady :, sesungguhnya suatu perkara itu
ada dua, yang jelas dan yang tidak jelas. Perkara yang jelas tidak butuh
untuk memeriksa dan meneliti, karena itu sesuatu yang pasti terjadi,
adapun perkara yang tidak jelas, maka sesungguhnya manusia butuh
memeriksa dan meneliti supaya diketahui apa bisa dikedepankan atau
tidak, karena pemeriksaan seperti itu membutuhkan kaidah yang banyak,

26
membentengi kejelekan yang besar, dengan itu bisa diketahui agama,
otak dan kejujuran seseorang. Lain halnya dengan orang yang tergesa-
gesa dalam suatu perkara sebelum itu jelas hukumnya, maka yang
demikian itu bisa mengantarkan perkara yang tidak selayaknya,
sebagaimana yang berlaku pada mereka (tafsir as sady 1/194)
Maka perhatikan ucapan beliau (adapun permasalahan yang
belum jelas, maka sesungguhnya manusia butuh untuk pemeriksaan dan
penelitian, supaya diketahui apa bisa dikedepandan atau tidak)
Maka katakan kepadaku, demi Rabbmu, apakah masalah fitnah
bagi dirimu merupakan permasalahan yang tidak butuh penelitian dan
pemeriksaan?
Jika engkau katakan ya,
Maka aku katakan kepadamu: bagaimana perkara itu menjadikan
dirimu demikian, sementara engkau belum mempelajari segala apa yang
ditulis oleh ikhwan dengan dalil-dalil dan bukti serta perinciannya.
Dan jika engkau mengatakan: aku sudah mempelajari sekilas dan
yang benar di pihak Ibnu Mari,
Maka aku katakan kepadamu, firman Alloh taala:
,.| _.: _. ,,> _>.l < _. _. ',!:
Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk
kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada
orang yang dikehendaki-Nya (al qoshosh: 56)
Dan firman Alloh taala:
!.| _.-. `.., _>.l _.-. ,l1l _.l _ ..l
Karena Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi
yang buta, ialah hati yang di dalam dada. (al hajj: 46)
Dan jika engkau katakan, saya mempelajarinya tapi saya lebih
percaya kepada yang lain (Ibnu Mari)
Maka aku katakan, bagaimana engkau taqlid dalam masalah,
sedangkan engkau sudah bertitel doktor? Bahkan bagaimana engkau
menghancurkan pihak lain (Syaikh Muqbil, syaikh Yahya dsb) bahkan
engkau menjadi musuh utama dan mentahdzirnya?

27
Adapun jika engkau mengatakan, itu perkara yang lazim bagimu,
jika engkau berbaik sangka, fitnah termasuk permasalahan rumit dan
belum jelas.
Maka aku katakan, jika engkau mengambil nasehat Imam as
Sady : tatkala beliau mengatakan, adapun permasalahan yang belum
jelas, maka sesungguhnya manusia butuh untuk pemeriksaan dan
penelitian, supaya diketahui apa bisa dikedepandan atau tidak, ini
masalahnya.
Masalah yang lainnya, selayaknya bagi dirimu untuk memahami
ucapan as Sady :, maka sesungguhnya penelitian dalam perkara ini akan
membuahkan hasil yang banyak, menghindarkan kejelekan yang besar,
dengan itulah seorang hamba bisa diketahui tentang agama, otak, dan
nalarnya. Berbeda dengan orang yang tergesa-gesa dari awalnya belum
jelas hukumnya, maka hal itu bisa mengantarkan kepada perkara yang
tidak sesuai sebagaimana apa yang mereka lakukan.
Maka renungkanlah dengan baik yang telah jelas bagi dirimu,
engkau telah menghukumi saudaramu dengan hukum yang durhaka,
semua ini hasil dari ketergesa-gesaan dan tidak adanya penelitian, maka
terjadilah apa yang mulutmu telah lontarkan, dan sekarang engkau telah
melakukan tindak kriminal atas ucapan lisanmu, sungguh sangat bagus
ucapan penyair, kedua tanganmu engkau sembunyikan, dan mulutmu
melontarkan ucapan
Maka segeralah bertaubat dan memintalah maaf sebelum
terlewatkan dengan kematian.
Kesalah Kedua ucapanmu, SATU KALIMAT ATAU DUA
KALIMAT DARI SEBAGIAN REKAN YANG MEREKA TUDUH,
MEREKA ITU MENGUCAPKAN PERKARA YANG JELAS
KEDUSTAAN DAN MEREKA ADA-ADAKAN
Aku katakan, inilah apa yang kamu inginkan, mereka akan
mengatakan, ini suatu kedustaan, jika mereka mampu dari hasilnya
ucapan itu. Karena sesungguhnya permasalahannya adalah permasalahan
dalil dan bukti serta hujjah, bukan sekedar sangkaan atau sekedar
kedustaan dan yang lebih rendah dari itu sekedar kebohongan yang
dibuat-buat yang mereka dustakan, sehingga mereka akan membantah
hujjah dengan hujjah.

28
Maka malzamah yang ilmiyah ini yang penulisnya dari para
masyayih dan para thulabul ilmi yang handal yang keluar dari darul
hadits di Dammaj dan lainnya, dengan nama-nama yang sudah dikenal
dan direkomendasi oleh syaikh darul hadits di Dammaj yang syaikh
allamah Muqbil bin Hadi al Wadii : mengatakan dan Syaikh Yahya
betul-betul dalam keadaan penuh dengan kehati-hatian, bertaqwa, zuhud,
wara dan takut kepada Alloh, dan beliau senantiasa mengumandangkan
alhaq, tidak takut di jalan Alloh dengan celaan orang-orang yang
mencela, dan dia (Syaikh Yahya) telah mewakili diriku (Syaikh Muqbil)
untuk menggantikan mengajar di Darul Hadits di Dammaj beliau
sampaikan dengan sangat baik (muqodimah kitab ahkamul jumah dan
bidah-bidahnya oleh Syaikh Yahya)
Dan Alloh telah mencela orang-orang yahudi dan nashrani yang
telah menyatakan bahwa surga itu hanya untuk mereka,
l! _l _>., .>l | _. l :> _... .l. a,.!. _ .!>
..>, | `.. _,...
Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: "Sekali-kali tidak
akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau
Nasrani". demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong
belaka. Katakanlah: "Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah
orang yang benar (al baqoroh: 111)
Dan Nabi bersabda, Kalau seandainya manusia itu diberikan
sesuai dengan sangkaan mereka, sungguh mereka akan mengaku darah
dan harta mereka, akan tetapi sumpah itu atas apa yang mereka
sangkakan (Muttafaqun alaih dari hadits Ibnu Abbas dan ini lafadz
Muslim)
Sungguh baik ucapan penyair, Semua sangkaan yang tidak
dibangun di atas bukti, maka itu sekedar sangkaan



Kesalahan Ketiga, ucapanmu: DAN TIDAK
MENGUCAPKAN UCAPAN SEPERTI INI KECUALI SEORANG

29
PENDUSTA YANG JELEK, YANG TIDAK MEMILIKI DALIL
DAN BUKTI
Aku katakan: sayangi dirimu sedikit saja, dan jangan tergesa-
gesa, karena sesungguhnya kegoncangan ini ada pada dirimu, telah
tersebut dalam Abu Yala dalam musnadnya dan Baihaqy dalam kubro,
dari hadits Anas bin Malik , bahwa Nabi bersabda:
Ketenangan itu dari alloh dan tergesa-gesa itu dari syaithon
(lihat shohih jami no.3011 dan silsilah shohihah oleh syaikh kami 4/404)
Dan sungguh baik ucapan penyair,
Sesungguhnya yang tenang mendapatkan sebagian
kebutuhannya dan yang tergesa-gesa mendapatkan kegoncangan
Apakah kamu tahu bahwa orang yang mengucapkan itu tidak
punya dalil dan bukti, apakah engkau mengetahui ilmu ghoib, apakah
engkau sudah mengadakan perjanjian dengan Alloh tentang masalah itu,
Alloh berfirman:
_lL ,-l , .> ..s _..-l .s
Adakah ia melihat yang ghaib atau ia Telah membuat
perjanjian di sisi Tuhan yang Maha Pemurah (maryam: 78)
Apakah itu hanya sekedar kedustaan atau kebohongan dalam
berucap, apakah engkau telah mencari siapa yang mengucapkan hal itu?
Adapun sekedar pelemparan tuduhan dan kedustaan yang menentang
kebenaran dan petunjuk maka orang-orang yang berakal dikalangan
manusia tidak akan menerima kecuali jikalau perbekalan mereka itu sama
dengan perbekalanmu (kedustaan) maka itu akan diterima.



31
KOREKSI YANG KE EMPAT, ENGKAU BERKATA:
TIDAK MENGHARUSKAN KALIAN UNTUK MEMULIAKAN
MEREKA

Aku katakan: telah datang dalam shohih Bukhori dari Abu
Huroiroh, dia berkata: Bahwa ada seorang laki-laki datang kepada
Rosululloh , orang tadi mengatakan, wahai Rosululloh aku sangat
kelaparan, maka beliau mengirimkan ke istrinya (untuk memberikan
makan kepada orang ini) ternyata istrinya itu tidak memiliki suatu
apapun, maka Rosululloh mengatakan, Adakah seseorang yang bisa
menjamu untuk malam ini, semoga Alloh merohmatinya, maka berdirilah
seorang dari Anshor seraya mengatakan, saya wahai Rosululloh, maka
orang inipun pergi ke rumahnya, ia pun bilang kepada istrinya, ini
adalah tamu Rosululloh , jangan engkau simpan sedikitpun, maka
istrinya mengatakan, demi Alloh, aku tidak memiliki sesuatu kecuali
makanan utuk anak-anak kecil, suami tersebut mengatakan, jika anak-
anak nanti minta makan maka tidurkan mereka, dan kemarilah engkau
untuk mematikan lampu, dan tunjukkan kalau kita juga makan, maka
istri tersebut melakukannya, kemudian esok harinya orang ini (yang
memberi makan) datang ke Rosululloh , maka beliau mengatakan,
Sungguh Alloh kagum atau tertawa dengan fulan dan fulanah, maka
Allohpun menurunkan ayat:
_`.`, _ls .. l l , .!.>
Dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri
mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan (al hasr: 9)
Dan telah tersebut dalam shohih Bukhori dan Muslim dari Abu
Huroiroh , Rosulolloh bersabda:Barang siapa yang beriman kepada
Alloh dan hari akhir hendaknya dia memuliakan tamunya), dalam lafadz
lain barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir maka
hendaknya dia memuliakan tamunya dan dengan sesuguhan, mereka
mengatakan, apa sesuguhannya? Beliau berkata, untuk hari itu dan
malamnya dan memuliakan tamunya tiga hari tiga malam, maka
selebihnya dari hal itu sebagai sodaqoh

31
Berkata Ibnu Baththol, Imam Malik ditanya, maka beliau
mengatakan :Memuliakannya dengan memberi makan makanan hari itu
dan malam itu dan tambahan tiga hari tiga malam. Mereka berselisih
(tentang tiga hari itu), apakah hari yang pertama dihitung dalam tiga hari
tersebut? Maka Abu Ubaid mengatakan Berusaha untuk memuliakan
dengan mengadakan sesuatu untuk hari itu, dan adapun dari kedua dan
ketiga maka ia berikan suguhan sesuai dengan yang ia punya dan tidak
menambah makanan sebagaimana hari biasa (lihat fathul bary bab
memuliakan tamu dan dirinya berupaya untuk membantunya)
Dan ia juga berkata: Mungkin juga yang dimaksudkan dengan
jaizah adalah penjelasan keadaan yang lain, bahwa musafir kadang
singguh di rumahnya, maka tidak menambah dari tiga hari, terkadang
tidak bermalam di rumahnya, maka dia memberikan sesuai dengan
kemampuannya sehari semalam, mungkin ini pendapat yang paling
benar, wallohu alam (sumber rujukan seperti sebelumnya)
Berkata Ibnu Hajar sebagaimana dalam rujukan yang telah lewat:
Maka dijadikan dalil bahwa apa yang lebih dari tiga hari itu adalah
sebagai shodaqoh dan sebelumnya itu adalah sebagai kewajiban (untuk
memuliakan tamu), sesungguhnya dinamakan shodaqoh supaya dia
terhindar dari hal itu, karena kebanyakan orang kaya biasanya tidak mau
memakan shodaqoh, dan telah berlalu jawaban tentang orang tidak
mewajibkan memuliakan tamu sebagaimana dalam syarh hadits Uqbah,
Ibnu Baththol mengatakan dengan tidak wajibnya adalah kata jaizatahu
dan jaizah itu tanpa suatu kelebihan, dan berbuat baik, dan bukan
kewajiban. Dan hal itu sudah dibantah bahwa itu adalah bukan hal yang
dimaksud dengan jaizah. Dalam hadits Abu Syuraih secara mana
istilah adalah apa yang diberikan kepada tamu dan pengunjung, dan
beliau telah sebutkan dalam awail bahwa yang menamakan itu jaizah
adalah sebagian umaro dari kalangan tabiin dan yang dimaksud dengan
jaizah dalam hadits itu adalah bahwa dia itu memberikan kebutuhannya
sebagai penjelasan terdahulu, aku katakan itu adalah benar tentang yang
dimaksud hadits tersebut, adapun penamaan pemberian dengan syair
dan semisalnya itu bukan hal yang baru, sebagaimana yang shohih
(muliakanlah rombongan yang tiba)
Aku katakan: bahwa Nabi , menganjurkan untuk memuliakan
tamu, bahkan mewajibkan untuk memuliakan tamu, sementara saudara

32
kita doktor (Bukhori) menganjurkan kepada baromikah dari kalangan
orang-orang indonesia untuk berbuat bathil dan tidak butuh dengan apa
yang Alloh wajibkan, dan kami tidak mengharap kecuali karunia Alloh
azza wa jalla, tapi ini penjelasan hukum syari yang kita ajarkan kepada
doktor ini, dan mungkin adalah tabiatnya, dan setiap wadah itu akan
keluar juga isi yang ada di dalamnya, dan sungguh Syaikh Robi pun
sudah menganjurkan untuk menyambut kedatangan mereka dan
memuliakannya serta berlemah lembut kepadanya. Adapun kamu
(Bukhori) sudah tidak sesuai dengan sunnah, tidak jentelmen (penakut)
dan tidak sesuai dengan peringai orang arob, dan tidak memenuhi nasehat
Syaikh kita al Allamah Robi bin Hadi al Madkholy, maka katakanlah
kepadaku dengan menyebut nama Robbmu, dari mana engkau datangkan
ini? Alangkah jauhnya, apakah engkau merasa aman untuk memberi
nasehat kepada para pemuda tentang aqidah dan manhaj mereka dan
engkau telah menghianati mereka dalam suatu perkara yang ini termasuk
orang yang paling bodoh, bahkan sampai kepada orang-orang kafir dari
semua urusan-urusan yang baik dan engkau juga mengetahui perbuatan
Hatim ath Thoiy dalam memuliakan dan menjamu tamu, tapi ini adalah
hawa nafsu dan penyakit yang membutakan pandangnmu, sehingga
engkau menjadi orang yang linglung, pengobar fitnah, tidak mengetahui
apa yang keluar dari mulutmu, wallohu mustaan
Dan alangkah indahnya ucapan-ucapan orang-orang arob yang
mendorong untuk senantiasa dermawan dan memuliakan tamu,
diantaranya, telah datang dari sebagian ucapan mereka: memuliakan
tamu adalah wajib bagi yang memiliki muruah
Telah berkata Ali bin Husain , dan termasuk kesempurnaan
muruah adalah seseorang memulian tamunya, sebagaimana bapak kami
Ibrohim al Kholil memuliakan mereka (tamu malaikat) (sholawat serta
salam untuk dirinya dan keluarganya), apa engkau tidak mendengar
firman Alloh taala : Dan istrinya berdiri
Dan termasuk adab orang yang memuliakan tamu adalah mencari
kendaraan tamunya dan memuliakannya sebelum memuliakan tamunya,
berkata seorang penyair:
Di situ tunggangan tamu itu mengikuti pemiliknya, seseorang tidak akan
memuliakan tamu sampai ia memuliakan kuda-kuda tunggangannya

33
Juga telah datang dari Imam al Auzaiy, dikatakan kepadanya,
apa itu pemuliaan tamu? Beliau berkata: Berwajahlah yang manis dan
ucapkan ucapan yang baik
Dan sungguh indah ucapan seorang penyair:
Dan sungguh aku bermuka manis kepada para tamu,
dan sesungguhnya pemulian kepada tamu itu dengan sambutan yang
baik, Aku tersenyum kepada para tamuku ketika dia singgah
yang itu mewarnai diriku tatkala aku bertempat di tempat yang gersang
Bukanlah memuliakan tamu sekedar banyaknya suguhan
akan tetapi wajah yang manis itulah pemuliaan yang nyata
Dan termasuk juga yang dikatakan:
Wahai tamu-tamu kami, seandanya engkau mengunjungi kami, sungguh
engkau dapatkan bahwa kami sebagai tamu dan engkau pemilik rumah
Ini perkara, dan perkara yang lain selayaknya engkau ini belajar,
alhamdulillah sesungguhnya kami segala puji bagi Alloh, kami tidak
singgah kecuali pada teman-taman kami yang kokoh, adapun orang-
orang yang berpenyakit seperti luqman dan anggota-anggotanya yang
durhaka maka mereka semua tidak akan bermurah hari kepada seorang
sunny dengan idzin Alloh, seorang sunny tidak singgah di tempat mereka
kecuali jika mereka bertaubat kepada Alloh dari kehizbiyan Ibnai Mari,
maka hendaknya kamu faham, dan kamu ketahui bahwa Syaikh Muqbil :
sudah mendidik murid-muridnya untuk senantiasa bermurah hati. Dan
tidaklah Syaikh Yahya dan penduduk Dammaj memuliakan Syaikh
Ubaid (tatkala berkunjung ke Dammaj) kecuali suatu kebaikan dan itu
bisa disaksikan sebagaimana apa yang kita katakan, akan tetapi
sebagaimana ucapan pertama,
Tidaklah engkau memuliakan orang yang baik
kecuali akan bertambah kebaikannya,
dan tidaklah engkau memuliakan pencela
kecuali bertambah kedurhakaannya



KOREKSI YANG KE LIMA, ENGKAU BERKATA:

34
YANG JELAS SYAIKH ROBI MENGINGINKAN JIKA
TERJADI DIANTARA KALIAN BENTROKAN MAKA BELIAU
AKAN MARAH KEPADA DAKWAH KALIAN, DAN JUGA PADA
(DAKWAH AHLUS) SUNNAH DAN MENYIBUKKAN DARI APA
YANG SEKARANG KALIAN LAKUKAN BELIAU TIDAK
MENGINGINKAN INI, DAN INI BUKAN BERARTI
MENTAZKIYAH KEPADA MEREKA DAN JUGA BUKAN
UNTUK DAUROH MEREKA, AKAN TETAPI INI UNTUK
MENJAGA DAKWAH KALIAN DAN DAKWAH DI SANA

Aku katakan, dengan ucapan ini maka aku mempunyai dua
sanggahan,
Sanggahan Pertama, ucapanmu: YANG JELAS SYAIKH
ROBI MENGINGINKAN JIKA TERJADI DIANTARA KALIAN
BENTROKAN MAKA BELIAU AKAN MARAH KEPADA
DAKWAH KALIAN, DAN JUGA PADA (DAKWAH AHLUS)
SUNNAH DAN MENYIBUKKAN DARI APA YANG SEKARANG
KALIAN LAKUKAN BELIAU TIDAK MENGINGINKAN INI
Alangkah miripnya malam ini dengan tadi malam, kemarin kita
mendengar dakwah Salman al Audah dan komplotannya dari kalangan
sururiyah, penjelasan dan nasehat dari al Allamah Ibnu Baz : tentang
fitnah yang terjadi pada waktu itu, dan sungguh al Allamah Ibnu Baz
telah mengeluarkan suatu ucapan yang berfaedah yang itu adalah nasehat
secara umum dan untuk Masyayikh Madinah, dan beliau : menjelaskan,
mereka itu telah mengail di air yang keruh, mereka mengatakan
maksudnya begini dan begitu, dan waktu itu sebagai pukulan yang kuat
di wajah mereka yang bermain-main dari kalangan orang-orang sururi.
Hari ini juga telah nampak ucapan yang tolol ini dengan kelancangannya
terhadap nasehat yang berharga dari Syaikh kita Robi al Madkholiy dan
semoga alloh menjaganya. Dan diapun Bukhori bangkit dengan nasehat
yang berlebih-lebihan dan sengaja memalingkan, maka iapun
memalingkan kepada mereka orang-orang yang miskin dan tertipu
(Luqmaniyun cs) dan komplotannya dari dua anak Mari, ia sangka
bahwa ini apa yang dimaukan dan dimaksudkan oleh Syaikh Robi untuk
tidak menghadiri dan memuliakan kami. Alloh berfirman:

35
,.: `,l
Hati-hati mereka serupa (al baqoroh: 118)
Dan perbuatan jelek ini tidak akan muncul kecuali dari orang yang hasad,
dengki yang telah memenuhi hati orang ini (yaitu Abdulloh al Bukhori)
Sungguh ucapan Syaikhul Islam ibnu Timiyyah tatkala beliau
menyatakan bahwa hasad adalah penyakit diantara penyakit jiwa
dan itu tidak akan bisa lepas dari kalangan manusia kecuali hanya sedikit,
oleh karena itu dikatakan tidak akan terjadi dari tubuh pendengki kecuali
kejelekan tangannya dan kemuliaan itu yang menyembunyikannya.
Dikatakan kepada Hasan al Bashry, apakah seorang mukmin itu
melakukan hasad?, maka beliau mengatakan, apakah engkau tidak
melihat tingkah saudara Yusuf, tidak ayah bagimu (celaan), akan tetapi
jika hal itu ada dalam dadamu, maka hal itu tidak akan memudhorotkan
bagimu, jika engkau tidak mengulurkan dengan tangan dan lisan, maka
siapa saja yang mendapatkan dalam dirinya hasad kepada orang lain,
maka hendaknya dia senantiasa melakukan ketaqwaan dan kesabaran,
walaupun hal itu amat dibenci hatinya (risalah tentang penyakit hati
dan penawarnya hal 21-22)
Dan sungguh sangat indah ucapan seorang penyair:
bagaimanapun seseorang menyembunyikan akhlaknya dihadapan
manusia, maka itu pasti engkau akan mengetahuinya
Dan alangkah miripnya apa yang engkau lakukan sebagaimana
ahlul bida melakukannya, dimana engkau mengucapkan itu sebagai
nasehat untuk mereka, alangkah jeleknya nasehat itu, yaitu:
setiap nash yang dimungkinkan tasybih (penyerupaan), maka ia
palingkan atau ia serahkan dan tempatkan untuk penyucian
Sanggahan kedua, lemparanmu: DAN INI BUKAN
BERARTI MENTAZKIYAH KEPADA MEREKA DAN JUGA
BUKAN UNTUK DAUROH MEREKA, AKAN TETAPI INI
UNTUK MENJAGA DAKWAH KALIAN DAN DAKWAH DI
SANA
Aku katakan, dikatakan kepada orang pembuat omong kosong ini
(Bukhori) sebagaimana dikatakan sebelumnya, ditambah lagi dengan

36
perkataan, apakah masuk akal bahwa Syaikh Robi mengucapkan secara
dhohirnya berbeda dengan apa yang disembunyikannya
Maka ucapan Bukhori kita ini melazimkan itu, tapi pada
hakekatnya bahwa ucapan Syaikh Robi ini sudah terang sebagaimana
terangnya matahari di siang hari, bahwa beliau (Syaikh Robi semoga
alloh menjaganya) menganjurkan kepada semua ikhwah untuk
menghadiri dauroh yang akan diadakan di sana (dauroh Ngawi) yang
akan dilangsungkan di indonesia, maka sayangilah dirimu dan berhiaslah
dengan kelemah lembutan dan penyantun, karena dua sifat ini Alloh dan
Rosul-Nya mencintainya, sebagaimana ucapan Nabi dan Rosul pilihan
dan Allohpun telah memilihnya, memuliakannya dan mensucikannya
tatkala beliau mengatakan kepada Asaj bin Abdil Qois, Sesungguhnya
engkau memiliki dua sifat yang Alloh menyintainya yaitu sifat lemah
lembut dan penyantun (hadits Ibnu Abbas riwayat Muslim)



37
KOREKSI YANG KE ENAM, ENGKAU BERKATA:
SIAPA YANG MENGINGINKAN SEBAGIMANA UCAPAN
SYAIKH ROBI KEPADA KALIAN SIAPA YAG INGIN
MENGHADIRI SILAHKAN HADIR DAN SIAPA YANG TIDAK
INGIN HADIR MAKA TIDAK ADA KEHARUSAN, INI
ADALAH IJTIHAD SYAIKH ROBI WAFFAQOHULLOH

Aku katakan, dengan ucapanmu itu maka aku mempunyai dua
koreksi,
Sanggahan Yang Pertama, ucapanmu: SIAPA YANG
MENGINGINKAN SEBAGIMANA UCAPAN SYAIKH ROBI
KEPADA KALIAN SIAPA YAG INGIN MENGHADIRI
SILAHKAN HADIR DAN SIAPA YANG TIDAK INGIN HADIR
MAKA TIDAK ADA KEHARUSAN.
Aku katakan, ini jelas bahwa dirimu telah lancang dengan ucapan
syaikh, padahal Syaikh Robi sebagaimana diketahui menganjurkan
semuanya untuk hadir, inilah yang beredar dan menyebar, adapun ucapan
dari beliau bahwa itu ada pilihan maka hal itu butuh penjelasan ucapan
beliau

Sanggahan Ke Dua, ucapanmu: INI ADALAH IJTIHAD
SYAIKH ROBI WAFFAQOHULLOH
Aku katakan, terusirlah, engkau tidak terhitung kedudukanmu,
Alloh tidak merahmati seseorang yang tahu kadar dirinya, apakah engkau
orang yang diutus oleh syaikh untuk merusak ucapannya, sehingga sesuai
dengan hawa dan kemauanmu
Wahai ini (Bkhori) teruslah engkau bertakwa kepada Alloh untuk
dirimu dan orang yang mendengar ucapanmu dan jangan engkau
menyesatkan kaum, karena engkau akan memikul dosamu secara
sempurna dan dosa-dosa orang engkau sesatkan, Alloh taala berfirman:
l.`>,l > .! , ..,1l _. _.] .l.`, ,-, ls
,!. !. _',

38
(Ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya
dengan sepenuh-penuhnya pada hari kiamat, dan sebahagian dosa-dosa
orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa
mereka disesatkan). Ingatlah, amat buruklah dosa yang mereka pikul
itu (an nahl: 25)


39
KOREKSI YANG KE TUJUH, ENGKAU BERKATA:
DAN JIKA DIKETAHUI MEREKA DATANG DENGAN
MEMBAWA FITNAH, MEREKA DATANG UNTUK MENCELA
DAN MENCACI-MAKI MAKA JELAS MEREKA DATANG
MEMBAWA FITNAH

Aku katakan, dari mana kamu mengetahui bahwa kami akan
datang sebagaimana apa yang kamu sangka, apakah kami dai pembawa
fitnah? Apakah mentahdzir manusia dari kejelekan dan kehizbiyan
menurut pandanganmu termasuk fitnah? Sesungguhnya fitnah dari Ibnai
Mari, dan orang-orang yang dibelakangnya merupakan sebab
kekacauan dibarisan salafy dan perpecahan dan kebencian serta wala
dan baro yang sempit wallohul mustaan, maka orang yang
mentahdzir mereka yang telah mengada-adakan dalam dakwah atas apa
yang mereka ada-adakan menurutmu sebagai fitnah?
Jika engkau katakan iya, maka aku katakan, atas dasar apa engkau
menimbang perkara itu? Apakah dengan timbangan syariat dan manhaj
salafy atau dengan timbangan hawa nafsu dan taqlid buta dan fanatik?
Maka jika itu seperti yang pertama tadi, maka mengharuskan
dirimu untuk berserah diri karena sesungguhnya mereka tidak
membahayakan dakwah pemilik yayasan-yayasan ikhwanul muslimin,
sururiyah, Abul Hasan dan yang semisal dengan mereka.
Maka jika itu perkara lain, apakah hanya urusan dunia engkau
berserah diri, semoga Alloh memberikan kebaikan kepadamu,
Dan adapun jika engkau katakan, sesungguhnya yang
menimbulkan perpecahan, dan kebencian dandan..dan bukan fitnah.
Maka aku katakan, lalu nama apa yang kamu berikan wahai bukhori
masa kini, dan tidak akan yang aku dapatkan untukmu kecuali aku
tirukan ucapan seorang penyair,
Bagaimana ia bersuara keras dalam hati dalam suatu perkara,
padahal dia di siang hari masih butuh dalil
Yang jelas sesungguhnya niat itu sudah ada dalam hati, kami
tidak datang kecuali untuk mengajarkan tauhid dan mentahdzir mereka
dari syirik, mengajarkan manusia tentang sunnah dengan mentahdzir

41
mereka dari bidah dan hizbiyah, pelajaran-pelajaran yang mudah dari
ilmu alat, seperti ilmu mushtholah, nahwu dan sebagainya. Dan telah
pergi dua Syaikh yang mulia al Iryani (Syaikh Abdulloh al Iryani) dan al
Umari (Syaikh Abdul Ghoni) di tahun ini dengan menyampaikan
pelajaran bermanfaat dan muhadhoroh di masjid-masjid ahlussunnah dan
orang-orang khusus dan mereka bergembira juga orang-orang awam,
sampai diantara mereka ada yang keluar dari sebagian tempat dan para
thulabul ilmi, mereka menangis, bukan karena sesuatu tetapi untuk
memperoleh faedah ilmiyah, itulah didikan rijal (dai-dai) ahlussunnah di
Dammaj.
Dan hendaknya engkau mengetahui bahwa telah terjadi
peneleponan antara diriku dan syaikh kami Robi berkaitan tentang
kepergian kami, dan telah terjadi dialog antara diriku dan beliau suatu
ucapan yang baik, akan tetapi kami tidak heran dengan ucapan burung
beo, ucapan serampangan, dan menampakkan suatu (kenyang) dengan
apa yang tidak diberi, wallohul mustaan


41
KOREKSI YANG KE DELAPAN, ENGKAU BERKATA:
DAN PENDAPAT SYAIKH UBAID SEMOGA ALLOH
MEMBALAS KEBAIKAN TERBANGUN SEBAGAI HUKUMAN
KEPADA SYAIKH MEREKA YAITU ALHAJURI

Aku katakan, adapun ucapan Syaikh Ubaid hadahulloh (semoga
alloh memberi petunjuk) dan semoga Alloh memperbaiki aku dan
memperbaiki Syaikh yang mulia Muhammad bin Mani bahwa kami
telah terjerumus dalam fitnah hajuriyah, maka ucapan ini adalah bathil
dari pondasinya, karena penisbatan fitnah kepada Syaikh Yahya adalah
ucapan yang tidak ada dalil, sebagaimana terdahulu bahwa penyebab
fitnah ini adalah Abdurrohman Mari yang diusir, dan yang membantu
fitnah ini adalah Syaikh Ubaid dan sebagian Masyayikh Yaman, semoga
alloh memberi hidayah kepada mereka, yang jelas aku telah memaafkan
Syaikh Ubaid waktu itu juga, karena aku tahu bahwa beliau tertipu
sebagian kelompoknya(Abdurrohman Mari) seperti, Arafat,
Muhammad Gholib, Abdulloh Mari, Hani bin Buroik, dan yang
semisal dengan mereka yang terfitnah, inilah perkaranya.
Perkara yang lainnya bahwa Syaikh Ubaid termasuk salah satu
Syaikhku dan termasuk kewajibanku adalah menasehatinya dan aku
sudah menulis tiga malzamah,
Yang pertama, tinjauan secara syari tentang fatwa Syaikh
Ubaid yang sangat aneh,
Yang kedua berjudul, Bantahan pengingkaran atas fatwa
Syaikh kami Ubaid dalam membolehkan kerja di tempat ikhtilath
(campur baur laki-laki perempuan
Yang ketiga, tentang Jamiah Islamiyah maka ucapan Bukhori
(Syaikh mereka Hajuri) ini jelas bentuk perendahan dan ejekan yang
jelas, Alloh taala berfirman:
!!., _.] `.., >`. _. , _.s .>, ,> .. ",!. _.
,!. _.s _>, ,> _..

42
Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang
laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan
itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan
merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih
baik (al hujurot: 11)
Dan bersabda Nabi :
) ( "
"
Seorang muslim bersaudara dengan muslim yang lainnya, tidak
boleh mendholimi, menghina, dan merendahkannya, ketaqwaan ada di
sini (beliau menunjuk ke dada tiga kali), cukuplah seseorang itu
dikatakan jelek kalau dia itu meremehkan saudaranya yang muslim,
setiap muslim dengan muslim yang lainnya itu harom darah, harta, dan
kehormatannya (riwayat Bukhori Muslim dari hadits Abu Huroiroh, dan
ini lafadnya Muslim)
Perendahanmu ini tidak menunjukkan kecuali karena
kebodohanmu terhadap haknya ulama dan orang-orang yang mulia.
Sungguh kemulian itu bagiku dan bagi orang-orang yang semisal
denganku untuk berguru kepada orang yang alim yang Alloh tempatkan
di Yaman (Syaikh Yahya al Hajuriy), dimana Alloh telah menjadikan
peluka di leher ahlul bidah dan sesat. Dia merupakan murid imam
pilihan al Allamah Muqbil bin Hadi al Wadii : dan ini merupakan anak
singa tersebut, maka fikirkanlah wahai orang ini untuk membela
kebatilan dan hendaknya engkau tahu kadar dirimu.



43
KOREKSI YANG KE SEMBILAN, ENGKAU BERKATA:
JIKA MEREKA DATANG KEPADA MEREKA (DAUROH
NGAWI) MAKA MEREKA TIDAK AKAN DATANG KE
DAUROH KITA, APA BENAR? PENANYA BERKATA,
MUNGKIN SEPERTI INI, MAKA DIA (BUKHORI) BERKATA,
KALAU BEGITU TIDAK USAH DIPEDULIKAN, SIBUKKAN
IKHWAH UNTUK DAUROH YANG MUTABAR (DIKETAHUI)
SEBAGAIMANA YANG SUDAH MENJADI KEBIASAAN

Aku katakan, dengan ucapanmu itu aku memiliki dua koreksi,
Koreksi yang pertama, ucapanmu: JIKA MEREKA
DATANG KEPADA MEREKA (DAUROH NGAWI) MAKA
MEREKA TIDAK AKAN DATANG KE DAUROH KITA, APA
BENAR?

Aku katakan, apa ini keluh kesah serta ketakutan dengan
sedikitnya yang datang ke daurohmu, sesungguhnya perkara itu kembali
kepada Alloh baik sebelum dan sesudahnya, tolak ukur bukan
kebanyakan, aku tidak mengira hadits Ibnu Abbas tersembunyi bagimu
wahai doktor! Di dalamnya dikatakan ada seorang nabi bersama satu
orang dan nabi bersama dua orang, dan seorang nabi yang tidak memiliki
pengikut satupun.
Hendaknya engkau kasihan kepadamu, selama perkara itu dakwah
di jalan Alloh kenapa harus takut dan bingung, tidak ada bagi kami
setepuk tanganpun tentang urusan dunia sehingga terjadi seperti ini,
apakah engkau khawatir akan ada orang yang menghujat penipuan
terhadap mereka orang-orang yang miskin dalam masalah ilmu?

Koreksi yang kedua, ucapanmu: SIBUKKAN IKHWAH
UNTUK DAUROH YANG MUTABAR (DIKETAHUI)
SEBAGAIMANA YANG SUDAH MENJADI KEBIASAAN

Aku katakan, siapa yang menyandarkan untuk dauroh seperti ini?
Masalahnya adalah dakwah di jalan Alloh taala. Jika kita ingin

44
melakukan dauroh ilmiyah di suatu tempat dari buminya Alloh apakah
pertama kali harus minta respon dari pihakmu wahai doktor yang mulia?
Wahai saudaraku dakwah ini milik Alloh dan bukan milik
perorangan, selama seseorang itu menyeru di jalan Alloh dan landasan
ilmu, dan dia memang sudah ahlinya, lalu kenapa hal ini
dipermasalahkan dalam urusan dakwah dan para dai salafiyin, akan
tetapi di balik ini semua pasti ada sesuatu di belakangnya!




45
KOREKSI YANG KE SEPULUH, ENGKAU BERKATA:
JIKA DIA MENTAHDZIR DIANTARA DAUROH, MAKA DIA
PANTAS DITAHDZIR, DIA ADALAH HINA DENGAN UCAPAN
ITU, APA KITA MENEBAR BIDAH

Aku katakan, iya kalian telah menebar racun yang melampaui
batas, sebagaimana apa yang tersimpan dalam rekaman itu, mentahdzir
dari Dammaj dan orang-orang yang ada di dalamnya, dan mencela
Syaikh al Wadii (Muqbil bin Hadi al Wadii) : dan murid-muridnya,
bahwa mereka adalah orang-orang khowarij dan yang semisalnya,
bagaimana mungkin kami tidak mentahdzirmu dan orang-orang yang
semisal dirimu, ini bersumber dari dirimu, bahkan ini termasuk bentuk
pendekatan diri kepada Alloh taala, bagaimana tidak engkau sudah
masuk kelompok hizbiyah Mariyah yang terfitnah, kalian singgah ke
mereka dan kalian berfatwa dengan ucapan yang menyeleweng.








46
KOREKSI KE SEBELAS ENGKAU BERKATA :
AKU TIDAK MENYANGKA MEREKA MANUSIA, AKU TIDAK
MEWASIATKAN UNTUK PERGI KE TEMPAT YANG TIDAK
DIKETAHUI TENTANG INDIVIDUNYA INI PENTING SEKALI,
SEBAGAIMANA APA YANG SUDAH TERTANAM DI
KALANGAN AHLUS SUNNAH BAHWASANYA TIDAK BOLEH
BELAJAR KECUALI KEPADA SEORANG YANG SUNNI
SALAFY SEBAGAIMANA DILARANG MENGAMBIL ILMU
DARI PELAKU BIDAH, DEMIKIAN PULA DILARANG
BELAJAR KEPADA ORANG-ORANG MAJHUL, TIDAK SEMUA
YANG DATANG DARI DAMMAJ PASTI ISTIQOMAH DAN
SELAMAT, TIDAK SEMUA ORANG YANG DI DAMMAJ
MUSTAQIM (YANG LURUS) DAN TIDAK SEMUA ORANG
YANG DI DALAMNYA PASTI DIRIDHOI

Aku katakan, dengan ucapanmu itu aku memiliki dua
sanggahan,
Sanggahan yang pertama, ucapanmu: AKU TIDAK MEREKA
MANUSIA, AKU TIDAK MEWASIATKAN UNTUK PERGI KE
TEMPAT YANG TIDAK DIKETAHUI TENTANG INDIVIDUNYA
INI PENTING SEKALI, SEBAGAIMANA APA YANG SUDAH
TERTANAM DI KALANGAN AHLUS SUNNAH BAHWASANYA
TIDAK BOLEH BELAJAR KECUALI KEPADA SEORANG
YANG SUNNI SALAFY SEBAGAIMANA DILARANG
MENGAMBIL ILMU DARI PELAKU BIDAH, DEMIKIAN PULA
DILARANG BELAJAR KEPADA ORANG-ORANG MAJHUL
Aku katakana: Siapa kamu wahai nakiroh (orang yang tidak
dikenal) sampai pengetahuanmu itu dianggap dan wasiatmu itu diambil,
bahkan engkau pantas ada seorang yang merekomendasi dirimu, ini
yang pertama
Yang ke dua, Kenapa engkau tidak mengarahkan tombakmu
dan engkau bangkit untuk bertanya kepada Syaikh Yahya tentang kami?
Apakah engkau anggap bahwa Syaikh Yahya bukan seorang yang
berilmu? Atau minimal jika engkau tidak mampu telpon maka di sisimu
ada Syaikh Robi al Madhkoli, apa yang menghalangi dirimu untuk

47
bertanya kepadanya tentang diri kami sehingga engkau tahu jawabannya,
atau karena title doktormu itu menjadikan engkau berat dengannya?
Demi Alloh orang-orang yang berakal akan menertawakan dirimu
karena mereka tahu tentang asal negaramu! Apakah engkau bertanya
kepada Syaikh Robi tentang dauroh yang kita sudah ada niatan untuk
melakukannya dan engkau tidak bertanya tentang kami, maka engkau
diantara dua perkara dan tidak ada yang ke tiganya.
Mungkin engkau sudah bertanya tolong kalian merekamnya dan
menyebut dengan kebaikan, beliau mengatakan: Mereka itu adalah
salafiyun (apa yang dinukilkan abu Hammam al Baidhony) dari sisi
Syaikh Robi dan ini yang kita sangka dengan Syaikh kita, akan tetapi ini
hasadnya dirimu kepadaku, apa yang kamu nukilkan maka engkau
sembunyikan dan engkau kabarkan berbeda dari kenyataan, sehingga
engkau menghukumi diri kami dengan majhul.
Mungkin juga engkau belum bertanya karena satu jawabannya
bahwa beliau akan menyanjung diriku dengan kebaikan sehingga engkau
bertanya tentang dauroh saja.
Dan dengan dua kemungkinan ini engkau telah melakukan
penipuan kepada Baromikah Indonesia (Luqman cs) yang miskin, yang
mereka itu berbaik sangka kepadamu terkhusus bahwa Syaikh Robi
meridhoi kedatanganmu kepada mereka, itulah perkarannya.
Adapun yang berkaitan dengan majhul, dia tahu bahwa aku
lulusan Fakultas Hadits di Madinah Nabawiyyah tahun 1412-1413
hirjiyah di Jamiah Islamiyah dan segala puji bagi Alloh ini sebagai
ungkapan dalam mengingat nikmat Alloh kepadaku, demikian pula untuk
membantah kedustaan orang ini (Bukhori) yang telah menuduh diriku
dengan majhul, dan juga sebagaimana dalam shohihain dari Masruq
berkata, dari Abdulloh (ibnu Masud) , beliau berkata: Demi Alloh
tidak ada sesembahan yang haq melainkan Dia, tidak ada satu surat yang
turun dari kitabulloh kecuali aku tahu di mana saat itu diturunkan dan
tidak ada satu ayat dari kitabulloh kecuali aku tahu atas apa diturunkan,
seandainya ada seorang yang lebih berilmu dari diriku tentang kitabulloh
yang bisa ditempuh dengan mengendarai unta sungguh aku akan
mengendarainya untuk bertemu dengannya (belajar kepadanya)
Dan dalam shohih muslim, dari Masruq dari Abdulloh (ibnu
Masud) bahwasanya beliau membaca,

48
_. _l-, ,!, !., _s , ..,1l
Barangsiapa yang berkhianat dalam urusan rampasan perang
itu, Maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang
dikhianatkannya itu, (ali imron: 161)
Kemudian beliau mengatakan atas bacaan orang yang mereka
memerintahkan aku untuk membacanya. Sungguh aku telah membaca di
hadapan Rosululloh lebih dari 70 surat, dan semua sahabat tahu
bahwa akulah yang paling berilmu tentang kitabulloh, seandainya ada
seorang yang lebih berilmu dariku sungguh aku akan mendatanginya
(Syaqiq berkata) maka aku duduk di hadapan pada shahabat Muhammad
, maka aku tidak mendengar seorangpun membantah ucapan (ibnu
Masud) dan tidak pula mencelanya
Ibnu Hajar berkata dalam Fathul Bari, Dalam hadits ini bolehnya
seseorang menyebut tentang keutamaan dirinya sesuai dengan
kebutuhannya, adapun celaan itu jika karena untuk kesombongan dengan
membanggakan diri
Imam Nawawy dalam syarahnya berkata, Dalam hadits ini
bolehnya seorang untuk menyebut keutamaan dan keilmuan dirinya yang
semisalnya jika ada suatu kebutuhan, adapun larangan adalah
merekomendasi dirinya, juga menyanjung dan merekomendasi tanpa ada
kebutuhan bahkan untuk kesombongan dan kebanggaan, dan sungguh
telah banyak rekomendasi untuk dirinya dari contoh-contoh yang ada
untuk suatu kebutuhan, seperti untuk menolak kejelekan atau untuk
kemashlahatan manusia, atau dorongan untuk mengambil ilmu darinya
atau yang semisalnya, termasuk kemashlahatan adalah ucapan Yusuf
alaihi sholatu wa salam,
_! _.l-> _ls _> _ _.| 1,> ',l. __
Berkata Yusuf: Jadikanlah aku bendaharawan negara
(Mesir), sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi
berpengetahuan. (Yusuf : 55)
Dan untuk menolak kejelekan, seperti ucapan Utsman diwaktu beliau
dikepung, bahwa beliau menyiapkan pasukan perang, meggali sumur
rumah. Dan temasuk dorongan, seperti ucapan Ibnu Masud ini dan

49
ucapan Sahl bin Sad, Tidak ada seoranpun yang lebih berilmu dariku
dan ucapan yang lain atas ilmu engkau tidak mendapatinya yang serupa
dengannya, dan di dalamnya sunnah untuk bepergian mencari ilmu, pergi
kepada orang-orang yang mulia dimanapun mereka berada. Dan dalam
hadits ini menunjukkan bahwa para shahabat tidak mengingkari ucapan
ibnu Masud bahwa beliau lebih berilmu daripada mereka, yang
dimaksud adalah paling berilmu dalam kitabulloh sebagaimana yang
beliau ucapkan, tidak melazimkan bahwa beliau lebih berilmu dari Abu
Bakr, Umar, Utsman, Ali dan lainnya tentang sunnah, dan tidak
melazimkan bahwa beliau yang paling mulia di sisi Alloh dari pada
mereka, mungkin seorang lebih berilmu tentang satu keilmuan atau
macam keilmuan, dan yang lainnya lebih utama secara global, kadang
seseorang lebih berilmu dari pada yang lainnya, dan yang paling utama di
sisi Alloh yaitu seseorang yang bertambah ketaqwaan, rasa takut,
waronya, zuhudnya, kesucian hatinya, dan tidak ada keraguan bahwa
Khulafaur Rosyidin masing-masing diantara mereka lebih utama dari
Ibnu Masud
Atas penyebutan, penjelasan terdahulu maka aku katakan
sesungguhnya termasuk yang paling mulia dari Syaikh-syaikhku yang
aku berlajar kepada mereka adalah Syaikh Robi al Madkholi, Syaikh
Muhammad Aman bin Ali al Jamy, Syaikh Abdul Muhsin al Abbad,
Syaikh Yusuf ad Dakhil, Syaikh Hammad al Anshory dsb, dari
Masyayikh yang mulia, bahkan Alloh telah memberi taufiq kepadaku
sehingga aku bertemu dengan Syaikh al Albany pada tahun 1410 H, dan
aku mengambil ilmu kepada beliau sekitar sebulan di Madinah dan aku
mendampingi beliau berhaji pada tahun itu, dan juga untuk membantah
tuduhan dusta (Bukhori) sesungguhnya aku merasa berat dan aku tidak
menginginkan untuk menyampaikannya, dan atas musyawarah dengan
rekan-rekan sebagai penasehat mereka bermusyawarah agar aku
menyebutkan rekomendasi dari Syaikh kami yang mulia Muhammad
Aman bin Ali al Jamy, Syaikh kami Robi bin Hadi al Madkholy, Syaikh
kami Muqbil bin Hadi al Wadii, dan Syaikh kami Yahya bin Ali al
Hajury.
Berkata Syaikh kami Muhammad bin Aman bin Ali al Jamy :
Rekomendasi dan Syafaat
Nama : Hasan Qosim Muhammad Shoghir, kebangsaan Yaman

51
Aku telah mengenal Syaikh Hasan Qosim dalam kurun waktu
yang tidak pendek, dimana beliau senantiasa bermulazamah bersamaku
di Harom an Nabawy, senantiasa meneleponku walaupun di luar Harom,
karena itu aku senantiasa menyebut beliau dengan penuh kebaikan,
komitmen dengan semangat yang tinggi dalam masalah aqidah,
berpegang teguh terhadap sunnah, memiliki adab yang indah, tawadhu
dan baik akhlaknya, inilah selayaknya sifat yang harus dimiliki oleh para
penuntut ilmu
Pernyataan Muhammad Aman bin Ali al Jamy tertanda tangani
dan terstempel pada tahun 1413 H atas lulusan Jamiah Islamiyah.
Berkata Syaikh kami Robi bin Hadi al Madkholy hafidhohulloh,
Sesungguhnya al akh Hasan bin Qosim termasuk salah satu murid
khususku
Dan beliau juga berkata, Sesungguhnya al akh Hasan bin Qosim
bin Muhammad Shoghir berkebangsaan Yaman adalah murid pilihanku,
memiliki agama yang kuat, akhlaknya mulia, cinta ilmu, dia alumni
fakultas hadits di Jamiah Islamiyah, dan beliau sudah meminta
rekomandasi ini kepadaku, maka aku melihat bahwa beliau memang
pantas
Penulis : Robi bin Hadi Umair al Madkholy, anggota pengajar di
Jamiah Islamiyah, pada tanggal 14 Muharrom 1413 H
Berkata Syaikh kami Muqbil bin Hadi al Wadiiy, Beliau
termasuk kibar duat di jalan Alloh, . Ini pada tahun 1420 H
Dan Beliau juga berkata tatkala merekomendasi karangan beliau
yang berjudul al Adillatusy Syariyyah Likasyfit Talbisatil
Hizbiyyah,. Sungguh benar bahwa engkau (Syaikh Hasan ar Roimy)
wahai bahits ahli Yaman, engkau telah membuka kedok para hizbiyun
yang telah memutar balikkan fakta kepada kaum muslimin.
Maka pantas bagi kita untuk menirukan sebuah ucapan penyair,
Maka akan nampak bagi dirimu di hari-hari ini yang sebenarnya engkau
dalam keadaan bodoh
Dan akan datang berita kepadamu selama engkau belum
mengusahakannya, aku yakin bala yang ada di Ikhwanul Muslimin lebih
dari yang nampak, cukup pertolongan Alloh untuk diri kami, Dialah
senikmat-nikmat pertolongan, semoga Alloh memberikan barokah
kepada kita dengan saudara kita yang mulia Syaikh Hasan bin Qosim

51
semoga Alloh memberikan kebaikan kepadanya atas kejelasan ini dan
Alloh melindungi kita dan beliau dari tipu daya Ikhwanul Muslimin yang
sangat benci kepada ahlus sunnah, sesunggunya dia ada Maha Pemberi
dan Maha Mulia, tidak ada daya dan kekuatan kecuali Alloh yang Maha
Tinggi lagi Maha Agung. Abu Abdirrohman Muqbil bin Hadi al
Wadii
Dan Beliau juga berkata tatkala merekomendasi kitab Irsyadul
Bariyyah ila Hukmil Intisab Lissalafiyah wa Dahdhisy Syubahil Biiyyah
yang dikirim kepadaku : dari Makkah Mukarromah disaat berobat di sana
di akhir hayatnya., Sungguh aku telah meneliti karangan saudara kita
yang mulia Hasan bin Qosim Irsyadul Bariyyah ila Hukmil Intisab
Lissalafiyah, aku temukan di dalamnya semoga Alloh menjaganya,
beliau menulis kitab yang bagus, banyak faedah yang sangat indah
dengan kitab yang agung ini, yang di dalamnya ada bantahan terhadap
Mubtadiah yang mereka menyatakan tentang tidak boleh menisbatkan
kepada salafiyah, semoga Alloh membalas kebaikan kapada saudara
kita Syaikh Hasan dengan kitab yang berbobot ini, dan kita memohon
kepada Alloh semoga Alloh memberikan taufiq kepadanya untuk
senantiasa beliau membela kitabulloh dan sunnah Rosululloh , dan
melindungi diriku dan dirinya dari fitnah hizbiyah dan fitnah kehidupan
dan kematian, sesungguhnya Dia Maha Memberi dan Maha Mulia
Abu Abdirrohman Muqbil bin Hadi al Wadii
Berkata Syaikh kami (penasehat yang terpercaya) Yahya bin Ali
al Hajury hafidhohulloh, Saudara kita Hasan bin Qosim bin Muhammad
Shoghir adalah Syaikh yang mulia, punya markiz di Taiz (Yaman)
beliau sebagai imam, khotib dan pengajar di sana, beliau memiliki karya
dan karangan yang sangat bermanfaat
Dan beliau berkata dalam kitab Thobaqot, Hasan bin Qosim ar
Roimy pengajar, khotib, dan bahits (peneliti) mulia di atas sunnah
memiliki banyak risalah bantahan kepada mubtadiah, diantaranya
Adilatus Syariyah fi Kasyfit Talbisatil Hizbiyah, dan risalah dalam
Haromnya Mencukur Jenggot.
Dan beliau juga berkata dalam muqodimah (Arrod Alqodhy ala
Abil Hasan as Sulaimy wa adzanabihi min kulli qoshin wa danin) segala
puji bagi Alloh, kita memuji, meminta pertolongan dan meminta
ampunan kepadanya, adapun selanjutnya:

52
Sungguh aku telah membaca karangan beliau Arrod Alqodhy ala
Abil Hasan as Sulaimy oleh saudara kita yang mulia Asy Syaikh Abu
Abdis Salam Hasan bin Qosim ar Roimy hafidhohulloh, aku melihat di
dalamnya adalah karya yang bermanfaat, yang mencakup di dalamnya
nukilan-nukilan para ulama yang berfaedah sebagaimana karangan-
karangan yang lainnya, saudara kita yang mulia ini termasuk pembela
manhaj salafy dan pembawa bendera, pendobrak kebatilan dan para
pelakunya, semoga Alloh memberikan balasan kebaikan kepadanya.
Yahya bin Ali al Hajury, 19 Romadhon 1432 H
Dan Alloh Maha Tahu bahwa aku sangat enggan untuk
menampilkan (rekomendasi ini dari para Massyayikh) akan tetapi karena
terpaksa, bukannya saudaramu ini pahlawan, cukup aku katakan dengan
rekomendasi ini dari sebagian Masyayikh, apa yang datang dalam Adabul
Mufrod Imam al Bukhori dari Adi bin Arthoah berkata, bahwa seorang
dari Sahabat Nabi jika diberi rekomendasi mengatakan, Ya Alloh
jangan engkau berikan hukuman kepada kami terhadap apa-apa yang
mereka ucapkan dan ampuni dosaku segala apa-apa yang mereka tahu,.
Syaikh kami al Albany : telah menshohihkan sanadnya dalam Shohih
Adabul Mufrod hal. 284 no. 595 dan Imam Baihaqi menambahkan dalam
Syiab 4/228 dari jalan lain. Dan jadikanlah kebaikan untuk diriku apa-
apa yang mereka sangka, dan sungguh baik ucapan Robi bin Khoitsam,
Wahai Mundir aku katakan labaik (aku penuhi panggilanmu) jangan
tertipu dengan sanjungan manusia kepadamu sesungguhnya itu
keikhlasan amalanmu (al Hilyah 2/112)
Bagaimana engkau tuduh saudaramu dengan majhul, dengan
karunia Alloh aku telah ikut andil dalam mengarang kitab-kitab
diantaranya:

53
1. Kitab Al Adillatusy Syariyyah Likasyfit Talbisatil Hizbiyyah alal
Mujtamaat al Islamiyah, direkomendasi oleh Syaikh Muqbil bin
Hadi al Wadii :
2. Kitab Irsyadul Bariyyah Ila Hukmil Intisab Lissalafiyyah,
direkomendasi oleh Syaikh Muqbil juga
3. Kitab Isyroqoh Ulin Nuha fi Hukmi Akhdzi minalliha warrod ala
Kitab Syamsidh Dhuha, direkomendasi oleh Syaikh Ahmad an
Najmy dan Syaikh al Allamah Yahya bin Ali al Hajuri
4. Kitab Tahdzirul Jalis wal Anis min Fitnatil Jawasis, direkomendasi
oleh Syaikh an Najmy, dsb dari kitab-kitab dan risalah-risalah yang
banyak sudah sekitar 30 karangan baik berupa kitab, risalah atau
malzamah, semua ini atas karunia Rabbku semata, Maha Suci Alloh
yang Maha Mulia lagi Maha Memberi.

Adapun Syaikh Muhammad bin Muhammad Mani al Ansy
hafidhohulloh, lebih tinggi kedudukannyanya dialah Syaikh yang
berwibawa, penuh kesabaran dalam menyebarkan tauhid dan Sunnah di
Masjidnya yang ada di Shona lebih dari 20 tahun, dan dakwahnya sudah
membuahkan hasil, berapa banyak alumni yang keluar dari Masjid beliau
yang hafal kitabulloh dan sebagainya, dan ilmu-imu yang bermanfaat.
Dan adanya pembeda karena beliau senantiasa berpegang dengan sunnah
dan jejak para salaf, tidak bosan-bosannya beliau dalam majelis
menyebutkan rentetan jejak para salaf, beliau juga memiliki karangan-
karangan yang bermanfaat, diantaranya.
1. Kitab Manhaj Salaf fi Taamul maa Kutub Ahlil Bida,
direkomendasi oleh Syaikh Yahya al Hajury
2. Risalah yang berjudul Tsulatsiyat al Bukhori, juga direkomendasi
oleh Syaikh Yahya hafidhohulloh
3. Juga kitab yang berjudul al Fawakih al Jaliyah minal Atsar as
Salafiyah, direkomendasi Syaikh Salim al Hilaly hafidhohulloh,
beliau juga memiliki kumpulan-kumpulan Muhadhoroh, semoga
cepat terselesaikan penerbitannya, dan sebagainya dari ucapan-
ucapan yang baik
Asy Syaikh Yahya bin Ali al Hajury berkata dalam Thobaqotnya,
Muhammad Mani adalah Syaikh yang kokoh, mulia, menegakkan

54
dakwah di Shona, beliau memiliki risalah tentang pembakaran buku-
buku sesat
Maka dari sini jelas bathilnya sangkaan Bukhori zaman kita yang
menuduh kami sebagai orang-orang majhul.

Koreksi yang ke dua, ucapanmu: TIDAK SEMUA YANG
DATANG DARI DAMMAJ PASTI ISTIQOMAH DAN SELAMAT,
TIDAK SEMUA ORANG YANG DI DAMMAJ MUSTAQIM
(YANG LURUS) DAN TIDAK SEMUA ORANG YANG DI
DALAMNYA PASTI DIRIDHOI
Aku katakan, Cukuplah dalam membantah kebatilan ucapanmu
dengan ucapan Syaikh kami Robi al Madkholy hafidhohulloh, dimana
beliau berkata tentang Darul Hadits Dammaj ketika beliau ditanya
bagaimana belajar di dalamnya, maka beliau menjawab,
Iya, sudah selayaknya untuk bersegera belajar di pusat dari
pusat-pusat islam, ini termasuk sumber ilmu dari sumber islam. Iya,
bersegera untuk pergi mencari ilmu di dalamnya. Insya Alloh ada
kebaikan yang banyak, dan dia akan menemukan di dalamnya sunnah-
sunnah dan petunjuk, dia akan menemukan di dalamnya Ittiba Nabi ,
maka kami demi Alloh senantiasa menganjurkan belajar di tempat ini
(Dammaj) yang merupakan pusat sunnah dan sumber ilmu, dan di
dalamnya ada Rijal (para pembawa ilmu) insya Alloh dari kalangan ahlus
sunnah dan petunjuk serta ilmu. Kami memohon kepada Alloh semoga
Alloh mengokohkan kami di atas sunnah dan memberikan manfaat
kepada mereka, dan semoga mereka menjadi pembawa bendera sunnah di
masa ini yang telah terliputi dengan bidah-bidah dan menyebar fitnah-
fitnah, kita berlindung kepada Alloh, maka segala puji bagi Alloh siapa
saja yang menghendaki kebaikan dan petunjuk serta terjauh dari fitnah-
fitnah, maka dia hendaknya berada di pusat sunnah, dan segala puji bagi
Alloh hal itu sudah banyak berada di beberapa negara terlebih lagi pusat
ini (Dammaj) yang jelas beda dan gamblang dari yang lainnya. Segala
puji bagi Alloh, sungguh kenikmatan yang besar barangsiapa yang
berupaya mencari petunjuk dan telah menyebar cahaya di dalamnya
dengan sunnah-sunnah dan kebaikan-kebaikan.
Maka berfikirlah wahai orang yang linglung dengan ucapan Imam
ini yang termasuk salah satu dari Imam ahlus sunnah, sehingga mampu

55
mengobati kelinglunganmu sehingga engkau berhenti dari mencela
Dammaj, para Masyayikhnya dan thulabnya.


56
KRITIKAN YANG KE-12 :
SIAPA YANG MENGATAKAN UCAPAN TERSEBUT MAKA
DIA BUKAN PENASEHAT DAN BUKAN PULA
TERPERCAYAKEBERADAAN DIA(SYEIKH UBAID)
BERFATWA MENGHARAMKAN BELAJAR DI DAMMAJ
KEPADA (SYEIKH) YAHYA, INI PENDAPAT DIA DAN
HANYALAH DIA MENTAHDZIR DARI ORANG INI DAN
TIDAKLAH DIA MENTAHDZIR DAMMAJ, (ADAPUN) APA
YANG HAJURI MENTAHDZIR DAN MENGHARAMKAN
BELAJAR DIJAMIAH ISLAMIYYAH DENGAN ALASAN
BAHWA DIDALAMNYA ADA HIZBIYYIN DAN APA
PERBEDAANNYA ANTARA INI DENGAN CELAANNYA DAN
MAKIANNYA TERHADAP MASYAIKH AHLU SUNNAH

Aku katakan (Syeikh Hasan Bin Qosim ar-Roimi) : terhadap ucapanmu
ini aku memilki 4 tanggapan:
Yang pertama: ucapanmu : (dia mengatakan ucapan ini [yakni
perkataan syeikh yahya kepada al-Jabirii dan mentahdzirnya] bukanlah
dia seorang penasehat dan tidak pula terpercaya.)
Aku katakan: bahkan (dia) penasehat yang terpercaya walaupun
tidak menyenangkanmu- sebagaimana Syeikh Muqbil rahimahullah taala
menyifatinya dengannya, dan betapa indahnya apa yang dikatakan oleh
Allamah Syeikhuna Rabi al-Madkholi tentang dia (Syeikh Yahya) :apa
yang akan aku katakan kepada orang yang memegang dakwah dengan
tangan besi
Dan penjelasan dia yang berisi nasehat kepada ahlu Yaman
bahwa dia (Syeikh Yahya) dari kalangan ahlu sunnah
Maka dari nasehat beliau (Syeikh Yahya) dan (sifat) amanahnya
bahwasanya Allah memberikan taufiqNya kepadanya dengan
menjelaskan kehizbiyan al-Mari dan setiap siapa yang membela
keduanya dengan kebatilan.
Dan tidaklah fitnah Abul Hasan jauh dari kita ketika Allah
memberikan tauifqNya kepadanya maka dia merupakan yang pertama
kali membantahnya, kemudian menjelaskan perkaranya dan menyingkap
penyelewengannya sampai akhirnya Allah menampakkan makar orang
tersebut dan keluar dari barisan ahlu sunnah, dan sungguh bagus ucapan

57
al-Imam Hasan al-Bashri rahimahullahu taala : Sesungguhnya fitnah
jika dia datang maka diketahui setiap alim (berilmu) dan jika fitnah
tersebut telah pergi maka diketahui setiap jahil lihat Alfaqih wal
Mutafaqqih oleh al Khatib.
Yang kedua: ucapanmu (dan keberadaan dia berfatwa haramnya
belajar didammaj kepada [Syeikh] Yahya, ini pendapat beliau
hafizhohullah taala)
Aku katakan: sesungguhnya yang menjadi sebab Ubaid berfatwa
dengan fatwa yang jelek ini adalah karena pembelaannya terhadap
hizbiyyah yang baru ini, yang demikian bahwa tidaklah yang membawa
dia datang keyaman dari negeri Haramain kecuali untuk menolong
sekelompok kaum yang ingin menyerang Syeikh Yahya dan Dammaj
setelah hatinya terpenuhi dengan kedengkian dengan sebab bermajlis di
Madinah dengan orang-orang seperti Hani bin Buraik (tanpa barakah)
dan Arafat dan Muhammad bin Gholib dan Abdullah bin Mari dan
semisal mereka dari orang-orang yang tersesat, kemudian mereka
tersebut menipu dada Syeikh Ubaid dan mereka memiliki kelihaian
dalam berbicara, maka jika Rasul shallallahu alaihi wassallam berkata
Sesungguhnya kalian berselisih kepadaku Dan seakan-akan sebagian
dari kalian lebih pandai dalam berhujjah dari lainnya maka aku
putuskan kepadanya sesuai dengan apa yang aku dengar dengannya
maka siapa yang aku memutuskan kepadanya dari hak saudaranya maka
jangan dia mengambilnya karena hanyalah aku memutuskan kepadanya
dari potongan api neraka. Riwayat Muslim dari hadits Abi Hurairah
radhiyallahu anhu, (jika Rasul saja bisa terperdaya dengan kelihaian
bicara seseorang) maka bagaimana dengan yang lainnya!!!!!.
Kesimpulannya bahwasanya Syeikh Ubaid -yang sangat
disayangkan- dia mengganti suatu perkara yang seharusnya tidak terburu-
buru didalamnya dan taanni dan hendaknya dilihat dari kacamata syari
salafi dan hendaknya dia menjadi bapak bagi semua sampai tampak yang
telah dibawa oleh sang hizbi (Abdurrahman dan saudaranya) berupa
kedengkian kepada Dammaj bahkan kepada dakwah salafiyyah di
Yaman, maka dia menggantikannya yang demikian tersebut dengan
pembelaan kepada kebathilan mereka dan menyerang Dammaj al-Khair
dan Syeikhnya kemudian dia menuduhnya dengan segala perendahan
Dan musibah dari apa yang sudah maklum dan didengar darinya (Ubaid),

58
dan Syeikh Yahya -semoga Allah berikan taufiqNya kepadanya- sangat
peka terhadap makar mereka yang memecah belah ukhuwah sehingga
tidaklah Syeikh kecuali menasehatinya dengan lembut dengan 2
malzamah dan berdialog dengannya (Syeikh Ubaid) dengan segala adab
dan ihtirom dengan perkataannya: sungguh aku telah membaca
perkataan fadhilatu syeikh Alwalid Ubaid al Jabiri -semoga Allah berikan
tauifq-Nya kepada kita dan beliau-
Risalah yang pertama berjudul :
tanggal 1/rabiul awal/1439 hijriyah.
Risalah yang kedua :
Tanggal 8/rabiul awal/1429 hijriyah.
Akan tetapi Syeikh Ubaid tetap dalam pembelaannya kepada
kebathilan berupa kedholiman dan kedustaan sehingga semakin besar
gangguan dia kepada Syeikh dar (Syeikh Yahya) bahkan kepada dakwah
salafiyah kami di Yaman, maka tatkala Syeikh Yahya memandang
permasalahan sekarang adalah ingin mengganti metode dakwah yang
Syeikh Muqbil berjalan di atasnya dan meninggalkan dengan sebaik-baik
keadaan berupa mauqif beliau terhadap manhaj salafi, mulailah Syeikh
Yahya bermuamalah kepadanya dengan seperti yang dia lakukan min bab
firman Allah taala
> < >l ,.l!, _. _1l | _. lL l < !-,.- !.,ls __
Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus
terang kecuali oleh orang yang dianiaya Allah adalah Maha Mendengar
lagi Maha Mengetahui.
Dan firman Allah taala:
> .,. .,. !l..
Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa
Kemudian beliau. mengeluarkan risalah yang berjudul

"
Pada tanggal 29/rabiul awal/1429 hijriyah.

59
Kemudian menulis risalah berikutnya setelah dia mendengar
kamus yang berisi pencacian dan makian yang bathil dari Syeikh Ubaid,
diantaranya:
Dia berkata: Akh (Syeikh) Yahya lisannya lancang jelek
ucapannya tidak memperhatikan kehormatan seorang, seandainya kamu
berteman dengannya 10 tahun memungkinkan baginya untuk
menjatuhkanmu dalam sekejap tidaklah dia membangun diatas
kelembutan, walaupun dia memiliki ilmu akan tetapi terhalangi dari
kelembutan dan hikmah.
Dan berkata: Dan adapun orang tersebut majelisnya penuh
dengan celaan dan makian dan menjatuhkan harga diri manusia, ini
barakallahu fiikum jangan dihadiri majelisnya, naam, carilah majelis
ilmu yang didalamnya perkataan Allah dan perkataan Rasul dan dia
menghizbikan seseorang karena punya maktabah dan mobil.
Dan berfatwa akhir-akhir ini untuk pergi dari Dammaj dan
meninggalkan Hajuri dan menuntut ilmu darinya dan dia (Syeikh Yahya)
suqi (orang biasa yang tidak pantas diambil ilmunya) dan ibarat-ibarat
yang lainnya yang dia menanggung dosanya dihari kiamat jika dia
belum bertaubat darinya dan meminta maaf.
Maka keberadaan Syeikh Yahya membela dirinya dan
bermuamalah kepada seseorang seperti yang dilakukan pada dirinya
demikian, ini dikatakan perbuatan tercela!!!!! Hal Ini tidaklah dikatakan
oleh seorang yang berakal sama sekali, maka tidaklah beliau tercela
terhadap sikap demikian tersebut untuk merealisasikan firman Allah
taala: Dan Sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah
teraniaya, tidak ada satu dosapun terhadap mereka.
Berkata Syeikh as-Sadi dalam tafsirnya (1/760): Allah
menyebutkan dalam ayat ini tahapan dalam memberikan hukuman dan
dia ada 3 tahapan: adil dan keutamaan dan kedholiman, maka adil adalah
membalas kejelekan dengan kejelekan semisalnya tidak ditambah dan
tidak pula dikurangi, jiwa dengan jiwa,luka dengan luka yang semisalnya
dan harta ditanggung dengan yang semisalnya pula.
Dan tahapan keutamaan adalah dengan memaafkan dan berdamai
dengan orang berbuat kejelekan sebagaimana dalam ayat Maka barang
siapa memaafkan dan berbuat baik. Maka pahalanya atas (tanggungan)
Allah. Sesungguhnya dia tidak menyukai orang-orang yang zalim

61
Yang dimaksud berbuat baik di sini ialah berbuat baik kepada
orang yang berbuat jahat kepadanya
Dia akan diberikan pahala yang sangat besar dan pahala yang
banyak dengan syarat memaafkan dan berbuat kebaikan, maka ini
menunjukkan bahwa jika orang berbuat kejahatan yang tidak pantas
untuk dimaafkan dan maslahat syareat menuntut untuk dia dihukum
maka dalam keadaan yang demikian tidak diperintahkan untuk
berbuat tersebut (memaafkan Dan berbuat kebaikan).
Dan keinginan untuk mendapatkan pahala hendaklah memaafkan
karena Allah dan bermuamalah kepada manusia dengan apa yang dia
menginginkan Allah berbuat begitu pula kepadanya, maka sebagaimana
dia menginginkan Allah mengampuninya maka hendaknya juga dia
memaafkan manusia, karena sesungguhnya balasan sesuai dengan jenis
amalan.
Dan adapun tahapan kedholiman Allah berfirman Sesungguhnya
Allah tidak menyukai orang yang berbuat kedholiman yakni siapa yang
mendahului selainnya atau membalas perbuataan orang yang berbuat
jahat/dholim lebih dari kejahatannya maka tambahan tersebut adalah
kedholiman.
_.l ... .-, ..lL ,.l`! !. ,ls _. _,,. _
Dan Sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya,
tidak ada satu dosapun terhadap mereka
Maksudnya adalah membela diri dari orang yang mendholiminya setelah
terjadinya kedholiman kepadanya maka tidak ada dosa baginya.
Aku katakan: Perhatikan dengan baik wahai Bukhori
zamanmu ucapan sa-Sadi yang menjelaskan bagaimana muamalah
Syeikh Yahya kepada Syeikh Ubaid yang tidak keluar dari konteks ayat
dan kandungan makna ayat tersebut, maka sungguh dia bermuamalah
dengan tenang dan memaafkan dan lapang dada terhadapnya kemudian
setelah itu dengan muamalah adil yang mana dia melihat tidak
bermanfaat dengan muamalah yang pertama, adapun tahapan yang kedua
sungguh dia telah melakukannya, dan kenyataan sangat besar yang
menjadi bukti atas hal tersebut.

61
Maka tampaklah dengan jelas kejelekan fatwa syeikh Ubaid dan
jauhnya fatwa tersebut dari alhaq dan kebenaran, dan bahwasanya
tidaklah itu bersumber dari pendapat seorang yang mujtahid
bahkan (sebaliknya) dari pendapat yang pemiliknya mengikuti hawa
nafsu, yang dia berdosa dengan fatwa tersebut bukan berpahala
dengannya, dan diantara yang demikian itu dia -semoga Allah
mengampuninya- berfatwa kepada ikhwah Indonesia untuk tidak
menghadiri dauroh kami dan menyangka bahwa kami terkotori dengan
pemikiran-pemikiran dan fitnah al Hajuri, maha suci Allah ini kedustaan
yang besar.
Sungguh aku katakan wahai Syeikh Ubaid bukanlah demikian
untuk memperbaiki keadaan, dan saya menasehatimu ambilah faedah dari
akhlaq Syeikh Rabi dan Syeikh Muqbil dan Syeikh al Bani dan Syeikh
Muhammad Amaan al Jaami, dan Syeikh Ibnu Utsaimin dan Syeikh Ibnu
Baz dan Syeikh Fauzan dan yang seperti mereka dari kalangan ulama
rabbani bagaimana mereka dalam perkara yang seperti ini dan berhias
dengan sifat taanni dan hikmah dan tinggalkanlah dari dirimu kamus
mencela dan mencaci (karena) ini bukan bagian dari akhlaq mayoritas
kaum muslimin lebih-lebih lagi dari orang yang dikatakan berilmu, maka
kadang kala kamu katakan hamir(keledai) kepada sebagian ikhwa dan
lainnya dengan sapi dan lainnya dengan terkotori dan lainnya suqi (orang
rendahan) dan begitu seterusnya, Allah taala berfirman:
!. 1l, _. _ | ,.l , .,.s _
Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya
malaikat Pengawas yang selalu hadir.
Dan sungguh bagus ucapan ini: jangan kamu katakan dengan
suatu perkataan sampai kamu melihat apakah akibatnya kebaikan yang
terbukti.
Oleh karena itu dari yang telah terlewatkan penyebutannya
menunjukkan kebathilan Itidzar kepada syeikh Ubaid dengan apa yang
telah diucapkannya.
Yang ketiga: ucapanmu (Apa yang telah Hajuri tahdzir dan
mengharamkan belajar di Jamiah Islamiyah karena dia menyangka
bahwa didalamnya ada hizbiyun?!)

62
Aku katakan: Diriwayatkan oleh abu dawud dari hadits
Abdullah bin umar radhiyallahu anhuma bersabda Rasul shallallahu
alaihi was sallam:siapa yang mengatakan kepada seorang mukmin
yang tidak ada padanya maka Allah akan menimpakan kebinasaan
padanya sampai dia kembali(ruju) dari ucapannya tersebut.
Maka dimana kita bisa dapatkan fatwa Syeikh Hajuri yang
mengharamkan belajar di Jamiah Islamiyah wahai fadhilatu
doctor?!!!,kami telah menghadapkan wajah ke timur dan ke barat maka
tidak ada bentuk dan atsar fatwa tersebut (yang menyebutkan
pengharaman belajar di Jamiah Islamiyah), mungkin boleh jadi itu ada
dibintang kecil dilangit atau ditangan sipembelinya atau ada
dikhalayanmu atau ada dalam mimpimu!!!
Ya akhi bertaqwalah dan perhatikan seksama hadits diatas dan
bertaubatlah dari terus menerus dalam kebathilan: dan puncak dari
masalah tersebut adalah bahwa Syeikh Yahya menjelaskan adanya
sebagian hizbiyun didalam Jamiah itu dan mereka mayoritas dan kamu
lebih paham dengan hal itu akan tetapi kesombongan dan membela
kebathilan menjadikanmu mengatakan (dia menyangka bahwa
didalamnya ada hizbiyun) dan seakan-akan Jamiah itu bersih dari
mereka, maka mana Yahya al Yahya dan mana Muhammad bin Mathor
az-Zahroni (kami telah mendengar kematiannya -Allahu mustaan-) dan
sulaiman al-Abiid dan semisal mereka dari sururiyyin yang memiliki
kedudukan disana?, ataukah telah berjalan waktu yang lama sehingga
kamu lupa, dan begitu pula pada zaman kami ketika belajar di sana dan
kamu ataukah kamu lupa bagaimana fitnah sururiyah yang dahsyat
zaman kholij, mereka dan yang semisal mereka telah mendidik/membina
para syabab diatas thoriqoh dan manhaj mereka maka bagaimana lagi
pada zaman sekarang ini tentunya perkara sama tidak ada bedanya,
terkhusus setelah ditetapkannya sebagian kurikulum ilmu dunia dan aku
tidak menyangka tersembunyikan darimu perkataan Syeikh al-Abbaad
yang pada akhir-akhir ini tentang jamiah , yang berjudul: tulisanku
tentang Jamiah Islamiyah di Madinah Munawwarah setelah 50 tahun dari
berdirinya maka jika kamu tidak mengetahuinya dan Syeikh Ubaid tidak
apa aku menukilkan kepadamu sebagian darinya sehingga kamu dan
Syeikh Ubaid kembali percaya tentang keberadaan Jamiah Islamiyah
tersebut, beliau berkata pada tahun 1381 hijriyah -itu tahun yang mana

63
jamiah didirikan dimadinah- muncul Jamal Abdu Nashir dari Azhar
menetapkan mata kuliah (cabang) dunia yang bersamaan dengan
kuliahnya yang khusus yaitu asy-Syariah dan ushulu din dan lughotul
arabiyah dan dengan itu menjadikan Jamiah Azhar lemah secara syaklan
(bentuk) dan madhmun (hasilnya), adapun syakl sesungguhnya pakaian
yang menjadi khas para azhariyyun dikuliahnya yang khusus mulai
menjadi pudar sehingga tidak tersisa darinya kecuali sebagian dari
masyaikh yang lama dan adapun madhmunnya maka kemampuan
ilmiyah dikuliah yang khusus semakin lemah dari apa yang ada
sebelumnya.
Dan setelah perjalanan lebih dari 20 tahun dari pendirian Jamiah
Isamiyah berusaha sebagian dari pengurus Jamiah Islamiyah untuk
membuat mata kuliah dunia akan tetapi dengan kedudukan Raja Fahd
tidak setuju dengan ide tersebut, kemudian majelis kementrian
menetapkan bahwa jamiah tetap seperti keadaannya yang semula yang
khusus pada ilmu agama dan dia mengumumkan tentang keputusan
tersebut pada tahun 1402 hijriyah, dan berjalanlah Jamiah tersebut seperti
pendiriannya awal kali sampai 50 tahun dan di zaman yang akhir ini
terjadi perubahan yang baru dalam jamiah tersebut dengan adanya kuliah
ilmu dunia yang ada bersamaan dengan kurikulum yang (Jamiah) khusus
dalam ilmu agama dan kemudian terjadilah kelemahan pada jamiah
tersebut sebagaimana yang terjadi pada Jamiah Azhar 50 tahun yang
silam, dan sungguh aku telah menulis risalah kepada Raja al Malik
Abdullah dan Menteri Pendidikan dan Rektor Jamiah tentang
permasalahan itu, dan diantara yang aku katakan dalam risalah tersebut
kepada raja haramain pada tanggal 1/1/1430 H: Dan telah berjalan 50
tahun jamiah islamiyah dari awal pendiriannya yang menjadi ciri khasnya
dalam bidangnya (ilmu syareat) dan juga sesuai dengan apa yang engkau
harapkan bahwa Jamiah keberadaannya harus tetap seperti awal dia
didirikan yang khusus dalam ilmu syareat tanpa ada dibarengi dengan
ilmu yang lain (dunia) dan engkau berjanji bahwa jangan sampai terjadi
pada jamiah pada zaman kekuasaanmu seperti apa yang terjadi pada
jamiah azhar pada zaman Jamal Abdun Nashir.
Dan ketika aku masih mengumpulkan tulisanku ini aku terkaget
dengan apa yang diberitakan oleh surat kabar pada tanggal 30/5/1431
hijriyah, (yakni ketika sempurna 50 tahun dari tahun berdirinya Jamiah

64
Islamiyah kurang satu hari) berita persetujuan sang Raja sebagaimana
dimuat dikoran Riyadh melalui Departemen Pendidikan dan di awal
persetujuan tersebut adalah dibukanya 3 mata kuliah Dijamiah Islamiyah
di Madinah Munawwarah yaitu:
1. Fakultas Ilmu Pengetahuan Umum
2. Fakultas Ekonomi
3. Fakultas Tehnik
Dan senantiasa harapan yang sangat besar dari Raja Haramain
untuk Jamiah tersebut tetap dalam kekhususannya (dalam ilmu syariat)
dan tidak memalingkan pandangan kesegala sesuatu yang melemahkan
tujuan tersebut dan keluar dari misi utama Jamiah itu, dan merupakan
perkara yang tidak diragukan bahwasanya faedah ilmu ekonomi ???
Sangat besar untuk wasilah dalam ilmu syariat, mungkin untuk
merealisasikan faedah ini dengan membuat dauroh yang berkaitan
dengan ilmu ekonomi???? Yang menjadikan thullab jamiah memilki
ilmu yang kuat dalam tujuan khusus ilmu tersebut dan adapun pelajaran
ilmu pengetahuan umum dan tehnik maka sesungguhnya walaupun dia
memiliki faedah yang bersifat dunia tetapi dia tidak sesuai dengan tujuan
dari awal pendirian jamiah tersebut yaitu untuk menjadikan anak-anak
kaum muslimin mendalami agama mereka sehingga mereka kembali
kenegeri mereka sebagai dai yang mengajak kepada kebenaran dan
petunjuk, dan memahamkan kaum muslimin urusan agama mereka dan
mata kuliah ini mengajarkan bagaimana pekerjaan dan nafkah yang hal
itu sangat bertentangan dengan asal tujuan dari pendirian Jamiah tersebut,
dan kuliah yang satu ini sangat banyak sekali didapatkan diberbagai
negeri dan tidak dibutuhkan untuk dibuka mata kuliah tersebut di Jamiah
itu dengan diarahkan para thullab Saudi untuk kejamiah mamlakah yang
didalamnya kuliah itu diajarkan dan sungguh telah bertambah 20 jamiah
yang mengajarkan kuliah tersebut , dan adapun selain masyarakat Saudi
sangat dianjurkan untuk diajarkan mata kuliah itu karena kesesuaian
pengkhususan pelajaran itu kepada mereka di Jamiah-jamiah yang
banyak didapatkan di Mamlakah, dan ketika saya masih menjadi mudir di
Jamiah Islamiyah 30 tahun yang lalu datang ziarah ke Jamiah mudir
Jamiah Qohiroh Doctor Sufi Abu Tholib lalu dia bertanya: Kenapa
Jamiah Islamiyah tidak membuka fakultas kedokteran? Aku menjawab:
Kenapa Jamiah Qohiroh tidak membuka fakultas syareah? Dia

65
menjawab: Sesungguhnya Jamiah Azhar mencukupi kami dari kuliah
tersebut ( yakni untuk dibuka), maka aku menjawab pula: Dan begitu
pula kami mencukupi dari itu Jamiah yang khusus mengajarkan
kedokteran dan selain di Mamlakah.
Dan dari perkara yang asing dan sangat mengherankan apa yang
datang dari persetujuan departemen pendidikan pusat: Menyetujui
bidang syareah dengan mata kuliah perundang-undangan di Jamiah Juuf
dan mengganti namanya dengan fakultas syareah dan perundang-
undangan, bagaimana bisa disetujui di negeri Haramain kurikulum
perundang-undangan dibagian fakultas syareah Dan mengganti namanya
dengan kuliah syareah dan perundang-undangan?! Sedangkan negeri
haramain turun padanya wahyu dan tampak syareat islam didalamnya
dan pemerintahannya menegakkan hukum-hukum islam, adapun
perundang-undangan yang dibuat bertentangan dengan syareat, maka
bagaimana bisa ditetapkan kuliah perundang-undangan kemudian
dimasukkan di fakultas syareah dan dinamakan kuliah syareah dan
perundang-undangan?! Dan penamaan ini dalam fakultas tersebut seperti
penamaan (KULIAH ALHAQ Dan BATHIL), dan perbedaan antara
Syareah Islamiyah yang tinggi dengan undang-undang yang dibuat
seperti perbedaan antara makhluk dengan Kholiq (pencipta), karena
syareat adalah wahyu dari Allah sedangkan qonun dari amalan makhluk,
dan syareat ini sempurna karena dia datang dari Allah sedangkan qonuun
yang tidak sempurna itu datang dari yang tidak sempurna, dan kami
sangat terheran dari keberadaan fakultas yang mengatas namakan kuliah
syareat dan qonuun di selain negeri ini, kemudian kami ditimpa pula
musibah tersebut sebagaimana apa yang datang dari keputusan
Departemen Pendidikan Pusat, dan semoga Allah membersihkan negeri
ini dari pelajaran yang semisal ini dan penamaan dengan seperti
penamaan itu dan semoga dibersihkan pula dari segala madhorat yang
bisa menimpa negeri ini baik pemerintahannya maupun rakyatnya. (14)
usaha dijamiah tersebut telah dijumpai diwaktu yang baru ini dengan
dibukanya fakultas duniaiwah dengan penerimaan yang banyak dan
perhatian yang tinggi dari orang luar dan wartawan bahkan wartawati
yang telah ada keberadaannya beberapa tahun sebelumnya Dan
berkabung dalam pemberitaannya dengan wartawan, maka tampaklah
keheranan pada semuanya dengan dibukanya kuliah duniawiah pada

66
Jamiah Islamiyah dan begitu pula pengutusan ke negeri barat dan
selainnya, lebih-lebih lagi yang khusus bahasa arab dan sejarah
mamlakah (Saudi)! Tidak masuk akal bagi orang yang berakal bagaimana
mungkin keberadaan orang Saudi diutus kebarat untuk mempelajari
bahasa arab dan sejarah mamlakah (negara Saudi)! yang semisal dari itu
misalnya datang orang Inggris ke Saudi untuk mempelajari bahasa
Inggris dan sejarah Inggris ! maka kedua hal itu sangat mengherankan
dengan bagaimana bisa terjadi dan tidak terpikir sama sekali untuk
terjadi, :(15) dan merupakan hal yang baru terbuka dari Jamiah Isamiyah
hadirnya jurnalistik wanita (wartawati) di muktamar yang
diselenggarakan oleh Jamiah tentang masalah teroris kurang lebih
sebulan yang lalu berada di tempat yang khusus bagi wanita, kemudian
berdiri mengajak bicara mudir jamiah tentang beberapa perkara yang
sangat mengherankan dengan terbukanya jamiah -yaitu sifat terbukanya
Jamiah dengan bermuamalah dengan orang yang menyimpang
sampaipun wartawati- dan disebarkan dialog tersebut (wartawati dengan
Mudir Jamiah) di koran syarqi awsath pada tanggal 10/4/2010M. Dan
sungguh aku telah menulis surat kepada Mudir Jamiah berupa kritikan
tentang apa yang diberitakan berupa dialog seputar jamiah Dan perkara
syareat, dan aku tidak mengetahui kenapa bisa terjadi perbincangan
antara wartawati dengan mudir yang ke lima pengganti Syeikh Ibnu
Baz?! Meskipun dengan jalinan yang maklum sebagaimana yang saya
pahami dari Mudir dan kenapa tidak dengan wartawan?! Tidaklah hal itu
kecuali makar dari barat dan orang luar kepada organisasi syareat Dan
orang-orang yang bertanggung jawab didalamnya, dan juga untuk
memberikan peluang dengan cara itu bagi kebebasan para wanita yang
sebagaimana terjadi pada akhir-akhir ini dinegeri ini dan yang tidak
sepantasnya terjadi pada Mudir Jamiah, karena sesungguhnya
berpartisipasinya wanita pada profesi jurnalistik keumumannya menjurus
kepada safar (bepergian) dan ikhthilath (campur baur) dengan lelaki dan
safar tanpa mahram, yang semua ini menyelisihi petunjuk islam.
Dan disebutkan di dialog itu Jamiah mempersiapkan bagi wanita
jika telah siap pembukaannya pelajaran kuliah duniawiah, maka apakah
para wanita bisa mampu mempelajari kuliah tehnik sehingga mereka
membuka maktabah tehnik yang mereka akan bersama lelaki dan bekerja
sama dengan mereka dalam membangun gedung dan selainnya yang

67
mana memungkinkan adanya safar dan ikhtilath bersama lelaki?! Dan
begitu pula disebutkan dalam wawancara tersebut Jamiah
mempersiapkan dibukanya kuliah kedokteran, rumah sakit yang besar
untuk praktek dan persamaan dengan ajnabiyat (orang-orang asing) yang
tidak beragama islam, dan bahwasanya akan ada nanti fakultas yang baru
yang di luar batasan negeri Haram (Makkah), dan perkara yang maklum
bahwa bangunan yang ada di Madinah jika sampai keluar batasan negeri
Haram (Makkah) maka dia masuk dibawah penamaan negeri Madinah
meskipun tidak masuk di dalam Haram, dan pemikiran ini yang seperti
yang idekan tersebut merupakan suatu keanehan yang sangat
mengherankan; maksudnya bagaimana mungkin terpikirkan Jamiah
Islamiyah di Madinah Munawwarah akan mengumpulkan orang-orang
yang tidak beriman kepada Rasul shallallahu alaihi was sallam?! Dan ini
merupakan bagian berikutnya dari tambahan kerusakan dengan
dibukanya kuliah duniawiah pada jamiah islamiyah setelah semakin
lemahnya tujuan utamanya Dan kekhususannya: (16) dan disebutkan
pula dari hasil dialog antara wartawati dan Mudir Jamiah bahwa Jamiah
dalam kepengurusan yang baru adalah suatu penghidupan baru setelah
kematiannya dan peniupan kekuatan yang baru, ungkapan ini merupakan
puncak keheranan sang wartawati tersebut dengan masa baru Jamiah itu,
yang mana masuk dalam kematian tersebut yang disangka adalah sebaik-
baik masa berjalannya Jamiah tersebut semenjak didirikannya, yakni
zaman yang dipimpin oleh Syeikh Ibnu Baz rahimahullahu taala, yang
mana waktu tersebut zaman beliau masih muda dan kuat serta giat dalam
bidangnya talim dan dakwah dan ketenangan kewibawaan, dan setelah
aku ditunjuk untuk menggantikannya pada suatu saat aku mendatangi
beliau sebelum berangkat ke Jamiah dan Syeikh Ibrohim al-Hushain
rahimahullah membacakan kepadanya muamalah yang berkaitan tentang
maslahat kaum muslimin kemudian Syeikh Ibnu Baz mengatakan
kepadaku: Aku bermimpi semalam aku mengendarai unta dan kamu
yang menyetirnya dan aku mentakwilkan unta ini adalah Jamiah
Isamiyah. dan bakrah adalah unta jantan yang masih muda dan sungguh
aku menyetir unta tersebut selama dua tahun ketika Syeikh masih ada di
Jamiah dan setelah beliau pindah dari Jamiah aku memimpinnya selama
4 tahun, dan kehidupan jamiah yang baru seperti yang disangka oleh
wartawati itu yang mulai tampak kelemahan dan kemunduran jamiah itu

68
dibidang khususnya maka sesungguhnya pada hakekatnya zaman yang
lemah dan kemunduran serta zaman yang sangat disedihkan, dan sungguh
aku telah menjalani kehidupan ketika aku masih muda dan kuat bersama
Jamiah tersebut pun masih kuat dan giat kemudian aku di masa tua
bersamanya pula (tapi) sudah lemah dan tidak seperti dulu (diwaktu
mudanya), dan hanya kepala Allah segala urusan yang telah lewat dan
akan datang, dan sungguh sangat menyedihkanku dan menyakitiku
ketika aku melihat Jamiah Islamiyah yang awal didirikan diatas pondasi
ketaqwaan oleh 2 Syeikh yang mulia Muhammad bin Ibrohim dan Abdul
Aziz bin Baz rahimahumallahu taala setelah berjalan selama 50 tahun
dari pendiriannya menjadi keberadaannya tidak jelas; maka dengan
perjalanan waktu telah disimpangkan Jamiah itu dan menjadi tempat
kebanggaan orang barat dan orang asing dan para juranlistik bahkan para
wartawati yang tidak pernah ada keberadaannya beberapa tahun
sebelumnya. dan aku memohon kepada Allah azza wa jalla semoga
memberikan taufiqNya kepada semua yang memiliki kedudukan di
Jamiah tersebut dan kepada Raja Haramain hafizhahullahu taala untuk
menjadikan Jamiah tersebut tetap seperti kekuataannya yang awal yang
selamat dari kelemahan dan pelemahan.
Dan pada kesempatan yang baik ini aku akan menceritakan suatu
kejadian yang terjadi di Jamiah itu pada suatu waktu yang disangka
bahwa pada waktu itu adalah waktu kematian Jamiah, yakni dimasa 6
tahun kepemimpinanku di jamiah itu bersama Syeikh Ibnu Baz dan
setelahnya:
Dan teladan saya terhadap apa yang akan aku ceritakan ini -disini
sesuai dengan ibarat hidup dan matinya Jamiah dalam dialog tersebut-
adalah Rasulullah shallallahu alaihi was sallam ketika dia mengatakan
kepada kaum Anshor di perang hunain: Wahai sekalian anshor
bukankah aku mendapati kalian dalam kesesatan kemudian Allah berikan
hidayah kalian melalui aku?! dan kalian berpecah belah kemudian Allah
menyatukan kalian melalui aku?! dan kalian dalam kekurangan kemudian
Allah mencukupi kalian melalui aku?! hadits riwayat Bukhori(4330) dan
Muslim(2446) dan al Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari(8/52)
menyebutkan diantara fawaid hadits ini ((menegakkan hujjah kepada
yang didebat Dan membuatnya dia tidak berkutik ketika dibutuhkan)),
Dan berkata Ibnu Daqiqil Ied ketika mensyarah hadits tersebut dalam

69
kitabnya Ihkamul Ahkam syarah Umdatul Ahkam (3/309): ((Dan dalam
hadits tersebut pendalilan tentang iqamatul hujjah kepada lawan debat
ketika dibutuhkan)).
Dan aku diwasiati pada tahun 1418H untuk keberadaan
maktabahku khusus yang meliputi maktabah Markaz Jamiah dan
hendaknya diletakkan ditempat yang khusus.
Dan dari perkara yang sangat disedihkan bahwa Jamiatul Imam
Muhammad bin Suud al-Islamiyah telah ditimpa musibah seperti yang
dialami Jamiah Islamiyah, dan dia adalah Jamiah yang sangat berakar di
negeri ini telah mengeluarkan sederetan (ulama) generasi awal pada
tahun 1376H Dan diantaranya Syeikh Abdullah al Ghudayyaan
rahimahullah, dan keumuman para qodhi dan (ulama) yang tersibukkan
dengan ilmu dinegeri ini mereka berasal dari keluaran jamiah tersebut.
Dan setiap pemimpin akan diminta pertanggung jawabannya dari
apa yang Allah berikan kepimpinannya itu, sebagaimana sabda Rasul
shallallahu alaihi was sallam: Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap
pemimpin akan ditanya dari kepemimpinannya tersebut dan Imam adalah
pemimpin dan akan ditanya dari memimpin rakyatnya. hadits yang
diriwayatkan oleh Bukhori (893) dan Muslim (4742).
Dan aku memohon kepada Allah azza wa jalla untuk memberikan
taufiq kepada setiap pemimpin negeri ini-yang besar maupun kecil- dan
begitu pula kepada pemimpin semuanya Raja Haramain Abdullah
hafizhullahu taala untuk menjalankan kepemimpinannya sesuai dengan
apa yang diridhoi oleh Allah azza wa jalla dan bermanfaat bagi
hambanya dan telah menjalani amanah yang diamanatkan kepadanya,
sesungguhnya Dia maha mendengar lagi mengabulkan doa.
Dan salawat dan salam serta keberkahan kepada hambaNya dan
RasulNya Nabi kita Muhammad dan keluarganya dan sahabatnya dan
siapa yang mengikutinya dengan baik sampai hari kiamat ini akhir
ucapan Syeikh hafizhahullahu taala.
Aku katakan: Bahkan Syeikh Muhammad bin Hadi al-
Madkholi semoga Allah berikan taufiqNya kepadanya dan menjaganya,
seseorang mengabariku ketika Syeikh Sholeh al-Abuud menjabat Mudir
Jamiah dikurun yang kedua, mengabarkan kepadaku dan mengatakan
kepadaku dengan satu ucapan -ketika itu Syeikh Muqbil masih hidup-
Kabarkan ke Syeikh Muqbil bahwa Jamiah Islamiyah bukan berada

71
ditangan salafiyyin. dan Syeikh Muhammad bin Hadi masih hidup
mungkin kamu bertanya kepadanya.
Dan adapun Syeikh Ubaid, dia tidak mendapatkan jalan untuk
masuk dalam fitnah ini untuk membela (hizbi) 2 mari itu kecuali dari
jalan jamiah islamiyah akan tetapi dia tidak bisa pula untuk masuk
melalui pintu tersebut.
Dan sekarang bagimu konteks ucapan Syeikh Yahya tentang
Jamiah Islamiyah sehingga bagi pembaca bisa menjadi jelas tentang
hiasan kedustaan dan kefajiran dan kezholiman orang ini, ketika beliau
(Syeikh Yahya) mengatakan dalam malzamahnya yang berjudul: (at-
tanbih as-sadiid ala maa naqala syeikh ubaid), pada malam jumat yang
bertepatan dengan tanggal 22/safar/1429H.beliau berkata: akh bertanya:
apakah engkau mengatakan terhadap orang yang belajar di Jamiah
Islamiyah bahwa dia hizbi?
Jawabannya: Tidak, kami tidak mengatakan ini secara mutlak,
akan tetapi kami mengatakan jamiah islamiyah -semoga Allah berikan
taufiqNya- direkomendasi oleh Abul Hasan dan pemilik Yayasan
Hikmah (sururi di Yaman) dan direkomendasi oleh Zindani (tokoh
besarnya ikhwani di Yaman) dan telah datang kepadaku seorang yang
bersamanya tazkiyah/rekomendasi Zindani untuk ke Jamiah, dan dia
menginginkan dariku untuk turut menandatangi pula rekomendasi
tersebut maka apa yang kalian sangka dari tazkiyah mereka-mereka itu?
Apakah mereka akan merekomendasi salafiyyin ataukah merekomendasi
yang sepemahaman dengan mereka? Zindani mentazkiyah ikhwani
muslimin dan sejenis mereka, dan Abul Hasan (murid Syeikh Muqbil
yang telah menyimpang bahkan kabar terakhir ketika kami masih di sana
Syeikh mengatakan dia ingin menyatukan menyatukan/mendamaikan
Syiah dan ahlu sunnah- innaa lillahi wa innaa ilaih rajiuun-)
mentazkiyah yang semisal dia dan Yayasan al Hikmah merekomendasi
yang bersama dia, kemana mereka pergi belajar disana (Jamiah
Islamiyah) dan mencari kepada siapa yang direkomendasikan itu disini
atau disana, maka apabila mereka mendengar pujian dan sanjungan
kepada yang berloyal dengan mereka maka mereka menerimanya seperti
fulan dan fulan, dan jika mereka mendengar pujian dan sanjungan kepada
seorang yang sunni di Saudi ataupun di Yaman maka mereka
menyingkirkannya dengan berbagai cara dan metode sampai kadang kala

71
dengan cara yang baik secara dhohir yaitu dengan tidak menerimanya (di
Jamiah) dan mereka mencari alasan bahwa keputusan itu dari yang
memiliki wewenang itu, dan kadang kala kejadian itu di majelis yang
tidak bisa diragukan lagi, dan bersamaan dengan itu di Jamiah Islamiyah
ada rajulun sunni, didapatkan pula disana dari golongan ini yaitu
hizbiyyun dan yang belajar disana yang mereka hizbiyyun dari
kelompoknya Zindani dan orang-orang yang berloyal dengan Yayasan,
dan juga sebagaimana kalian ketahui di sana pula ada rajulun sunni.
Maka tidaklah kami mengatakan: Bahwa yang belajar disana
adalah hizbiyyun secara mutlak, akan tetapi kami mengatakan: diantara
mereka hizbi, dan ada sunni dan didalamnya ada pengajar yang sunni,
ulama dan thullabul ilmu ahli sunnah dan ahlu khair dan bersamaan
dengan itu kami melihat dari para pelajar yang ada disana dari kalangan
ahlu sunnah terbagi menjadi dua bagian:
Yang pertama: siapa yang bermajelis dengan ulama sunnah dan
thullabu ilmi sunnah dan merekalah yang diselamatkan oleh Allah Dan
mereka senantiasa diatas sunnah dan belajar disana dan mereka yang
kokoh diatas sunnah disetiap zaman dan tempat adalah sedikit, dan (yang
kedua): diantara mereka (ahlu sunnah) ada bermajelis dengan orang-
orang yang telah disebutkan tadi dari kalangan hizbiyyin yang memberi
tazkiyah, dan diantara mereka tersebut (yang bermajelis dengan
hizbiyyin) dan diantara mereka yang terpengaruh sehingga menjadi
terbawa dengan hizbiyyin dan diantara mereka menjadi talawwun
(tamayyu) dengan mengatakan :kami tidak menyibukkan diri kami
dengan jarhu wa tadil, dan mengatakan: Orang-orang yang
diperbincangkan itu adalah kaum muslimin, thoyyib (kalau begitu) kami
tidaklah berbicara tentang mereka kecuali karena mereka muslimin dan
kami menginginkan dari mereka untuk istiqomah dan janganlah mereka
terbayangi dan takut pada kami dengan bayangan kecemasan dan ini
merupakan rahmat dan kasih sayang dari saudaranya muslim dan
mukmin, adapun orang kafir sungguh telah dijelaskan oleh Allah tentang
keadaan mereka, dan demikian pula melalui lisan Nabi Muhammad
shallallahu alaihi was sallam, dan dia berbicara tentang orang kafir Dan
berbicara pula mereka (hizbiyyin), dan dia berbicara tentang orang kafir
karena kekafiran mereka dan membenci mereka dengan apa yang mereka
berada dia tasnya berupa kekafiran dan adapum hizbiyyin beliau

72
berbicara tentang mereka sesuai dengan kadar penyelisihan mereka dan
membenci mereka sesuai dengan kadar penyelisian mereka dan bukan
berarti kebencian mereka (ahlu sunnah) kepada mereka (hizbiyyun)
seperti kebencian kepada orang kafir, tetapi yang benar dengan
penerapan manhaj al Quran dan Sunnah dalam masalah ini (wala dan
bara), maka bukanlah mereka disana sama semua keberadaannya: yang
mengatakan bahwa jamiah islamiyah semuanya hizbi maka dia tidak adil
dan benar dan yang mengatakan semuanya ahlu sunnah maka dia pula
tidak benar dan adil karena dia ingin memasukkan kelompok Abul Hasan
dan kelompok Zindani kedalam barisan ahlu sunnah, tidak ada seorang
pun yang bisa mengingkari kenyataan yang benar lagi jelas ini, jika
mereka mengingkari itu maka kami akan mendatangkan bukti-bukti
berupa rekomendasi dari mereka yang sudah tersebutkan tadi diatas,
mereka memberikan rekomendasi kepada hizbiyyin dan menerima
mereka bahkan anshoru sunnah disudan belajar dijamiah islamiyah dan
kebanyakan dari mereka (hizbiyyin) disana dari Anshoru Sunnah dan dari
Yayasan Ihyau Turots, dan mereka merekomendasi ke Jamiah dan
murid-murid mereka untuk ke Jamiah, Muhammad (seorang ikhwa)
bersaksi bahwa Mudir Jamiah Anshoru Sunnah di Sudan jika dia
mengeluarkan rekomendasi ke Jamiah Islamiyah pasti langsung diterima,
begitu pula hamzah menguatkan hal itu ketika dia pergi ke Saudi mereka
mengatakan: Pergilah ke Mudir Jamiah Anshoru Sunnah untuk minta
tazkiyah dia akan memberikanmu niscaya kamu langsung diterima, dan
memang kenyataannya diterima dan Abu Hasan al Mishri memberikan
tazkiyah begitu pula diterima, oleh karena itu ya ikhwan perkara ini suatu
yang sangat jelas sekali, burung-burung kepada sejenisnya berbuat baik
bahkan Rasul shallallahu alaihi was sallam bersabda: Ruh (hati) adalah
(seperti) tentara yang saling menguatkan satu dengan yang lainnya maka
jika mereka saling mengenal akan saling bersatu dan jika tidak saling
mengenal dan cocok maka akan berselisih.
Aku katakan: Maka oleh karena itu dengan ini tampaklah dengan jelas
kebatilan apa yang kamu katakan wahai Bukhori pada zaman kita ini.
Yang keempat: ucapanmu: Dan apa bedanya antara ini dengan celaan
dan makian dia kepada masyaikh ahli sunnah.
Aku katakan: Seakan-akan kamu tidak membedakan antara penjelasan
dan nasehat dengan celaan dan makian, maka sungguh keberadaan kamu

73
ini sangat menyerupai dengan keberadaan hizbiyyin dari kalangan
ikhwanul muslimin dan yang seperti mereka yang melarikan manusia
dari ahlu sunnah dengan mengatakan bahwa ahlu sunnah pencela dan
memaki para ulama, INI YANG PERTAMA.
YANG KEDUA: kami katakan kepadamu, perbedaan antara
keduanya sangat jelas dan penjelasannya dengan dikatakan kepadamu:
Bahwasanya apa yang dilakukan Syeikh Ubaid kepada Syeikh Yahya
merupakan kedholiman dan permusuhan dan suatu penghinaan dan
pencelaan sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya dengan
gamblang, dan adapun yang dilakukan Syeikh Yahya kepada Syeikh
Ubaid berupa pentahdziran dan sejenisnya merupakan nasehat dan
penjelasan dan muamalah yang semisal yang dilakukan Syeikh Ubaid
kepadanya atau semakna itu, maka jangan kamu wahai fadhilatu Doktor
memutar balikkan fakta ataukah kamu tidak pernah belajar kuliah
olahraga!!!! Maka boleh jadi dalam waktu dekat akan disebutkan dari
kekhususan jamiah islamiyah!!!!.
Dan mungkin ada yang berkata kepadaku: kenapa kamu
sangat keras kepada Syeikhmu padahal kamu adalah muridnya??
Aku katakan: Ini bukan kekerasan/kekakuan akan tetapi hanyalah
bentuk kasih sayang kepada orang ini, karena dia berada diakhir-akhir
hidupnya, apakah dia tidak bertaqwa kepada Allah taala, maka demi
Allah tidak akan bermanfaat bagimu wahai Syeikhana Ubaid
kelompok 2 Ibnu Mari ketika kamu sudah dimasukkan kedalam
kubur, dan tidak akan bermanfaat pula sedikitpun bagimu ketika kamu
berhadapan dengan Allah azza wa jalla, dan ingatlah bahwa doanya
orang yang terzholimi itu terkabulkan walaupun akan datang,
sebagaimana yang diriwayatkan dari hadits Khuzaimah bin Tsabit
radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah shallallahu alaihi was sallam
bersabda: (berhati-hatiah dari doanya orang yang terzholimi karena
sesungguhnya doanya tersebut akan sampai kepada Allah kemudian
berfirman: Demi kemuliaan dan keagunganku sungguh-sungguh aku
akan menolongmu walaupun dimasa akan datang.) riwayat thabrani
Dan berkata Syeikhuna Albani rahimahullah hasan li ghoirihi, lihat:
shohih targhib war tarhib (2/260).



74
Dan sungguh bagus orang yang mengatakan ini :
Jangan kamu berbuat zholim jika kamu mampu
karena kezholiman akhirnya akan kembali kepada penyesalan
Matamu tidur sedangkan orang yang terzholimi terjaga
Mendoakanmu kejelekan dan mata Allah tidaklah tidur

Dan sangatlah bagus ungkapan yang lain:
Apakah kamu mengejek doa dan meremehkannya
Sedangkan kamu tidak tahu apa yang terjadi dengannya.
Bagian malam terus terbukadia panjang
Dan disitulah keputusannya,
Maka malam itu akan berhenti jika Rabbku menghendakinya
Dan terus ada jika Dia menetapkannya



75
KRITIKAN YANG KE-13: UCAPANMU
SAYA SENANTIASA MENASEHATI SEMUANYA DAN AKU
TERUS MENGULANGINYA DAN AKU KATAKAN KEPADA
LUQMAN KETIKA DIA MENELPON : JANGAN KAMU
SIBUKKAN DENGAN MEREKA JIKA KAMU SIBUKKAN DIRI
DENGAN MEREKA MAKA MEREKA AKAN
MENYIBUKKANMU.

Aku katakan: perhatikanlah kalian wahai para pembaca
bagaimana orang ini menyerukan 2 tahun lebih yang lalu kepada orang-
orang yang miskin yang tertipu dengan GELAR DOCTOR; dia
menyerukan dan menganjurkan untuk berlawanan dengan ikhwa
salafiyyin disana (Indonesia), maka dia ini menggantikan dirinya sebagai
pembuka pintu kebaikan dan islah (perdamaian) dan memahami
permasalahan yang sebenarnya, dan mengembalikan segala perkara pada
tempatnya, dan meletakkan masalah pada posisinya, Dan yang
seharusnya dia menyeru untuk persatuan dan mahabbah dan saling
tasamuh (memaafkan) dengan dia melakukan yang sebaliknya dari
semua itu dengan memprovokasi para syabab yang tertipu
dengannya dalam fitnah ini untuk bermusuhan dengan para ikhwa
mereka yang tsabitin/kokoh (dalam fitnah ini).
Supaya kamu wahai para pembaca mengetahui bahwa orang ini
membuat makar dimalam hari maka terjadilah dari segala kegoncangan
dan sifat pengecut dan keributan yang dia lakukan itu karena risaunya dia
dengan kedatangan kami berdakwah dalam dauroh di Indonesia, maka
dia berusaha segala upaya dan penjelasan kepada setiap yang mau datang
untuk dilarikan dari daurah kami tersebut sampai Allah menampakkan
kejelekan orang ini dan makarnya kepada mereka yang tertipu
dengannya, oleh karena itu perhatikanlah ucapannya yang mana dia
sangat mengingkari terhadap luqman yang telah menelpon kepada Syeikh
Robi dan dia (Abdullah Bukhori) menegurnya dengan keras bahkan
memerintahkan untuk tidak menyebarkan kaset hasil pembicaraan antara
Luqman dan Syeikh Rabi, dan yang semakin menambah kejelasan
masalahnya dengan dia mentahrif/memalingkan makna ucapan Syeikh
Rabi untuk menerima kami dan menghadiri daurah kami yaitu
maksudnya (ucapan Syeikh Rabi itu) adalah untuk meminimalkan

76
kejelekan dengan tidak menolaknya, dan sesungguhnya ini merupakan
suatu kelaziman dari ijtihad yang lain bahkan kembalinya pentakwilan itu
kepada kedustaan atas diri Syeikh Rabi berupa pilihan untuk menghadiri
daurah kami (bukan perintah untuk menghadirinya), Dan yang lebih dari
itu adalah dengan mencela pada setiap yang datang pada zaman syeikh
muqbil Dan diam terhadap mereka karena mereka terpengaruh
dengan pemikiran Syeikh mereka Syeikh Muqbil- semoga Allah
memeranginnya- yakni pemikiran khawarij dalam bermuamalah
dengan pemerintah , semua ini dan itu dia lakukan sampai dia bisa
memalingkan manusia di sana (Indonesia) untuk menghadiri dan
mendengar kebaikan -yang insya Allah- dari kami, kemudian dia
mengelompokkan ikhwa disana dan diketahuilah keadaan dia yang punya
makar dan berdusta dan fajir dan khabits (jelek) dan safih (goblok) dan
zholim dan sesat dan menyimpang dan hina dan selainnya dari kamus
pencelaan dan makian dia kepada orang lain, -semoga Allah
membalasnya sesuai yang pantas baginya-.
Maka katakanlah kepadaku wahai para pembaca yang mulia:
Siapakah dai yang menyeru kepada fitnah dan kegaduhan kepada
ikhwan di sana (Indonesia) dan selain mereka kami ataukah dia?
Jawabannya: Apakah kalian membiarkan orang-orang yang adil lagi
berakal dari kalian (untuk menilai).



77
KRITIKAN YANG KE-14 :UCAPANMU
APA ITU DAMMAJ, APA YANG ADA DIDALAMNYA YAKNI
APAKAH SETIAP YANG DATANG DARI SANA ATAU MAMPIR
BELAJAR MENJADI SALAFI, PADA ZAMAN MUQBIL
(BEGITU LAFAZH DIA-PENT-) TIDAKLAH DEMIKIAN (TIDAK
SEMUA SALAFI) DEMIKIAN PULA PADA ZAMAN
SEKARANG.
Aku katakan: Terhadap ucapanmu ada 2 tanggapan:
Yang pertama : ucapanmu Apa itu Dammaj apa yang ada di dalamnya
Aku katakan : Perhatikanlah wahai pembaca yang mulia kepada
perendahan dan penghinaan terhadap usaha yang sangat besar dan agung
di Markiz tersebut -Darul Hadits Dammaj- dia adalah semangat ilmiyah
yang mana berapa banyak Jamiah-jamiah tidak mampu untuk melakukan
pensucian dan pembersihan manhaj (seperti yang dilakukan di Dammaj
bahkan pencuri atau thullab tidak hadir pelajaran sebanyak 3 kali diusir
apalagi kalau hizbi atau orang yang terpengaruh hizbiyah,sehingga ini
semakin menambah kedustaan sang doctor ini -pent-), akan tetapi
kedengkian yang terselubung atas dakwah Syeikh Muqbil dan murid-
muridnya yang baik (itulah yang menggiringnya berbuat hal itu), dan
betapa bagusnya ucapan dibawah ini:
Sedikitkanlah dari mencela mereka bukan karena mereka dari
bapak-bapak kalian dan luruskanlah tempat dimana mereka
meluruskannya..
Sesungguhnya Dammaj al-Khair di dalamnya ada ilmu dan
hidayah, di dalamnya berpegang teguh terhadap sunnah dengan jujur lagi
semangat, di dalamnya rijal yang tunggal yang mana kamu dan yang
sepertimu tidak bisa menyamai sepersepuluh mereka,di dalamnya ada
ukhuwah dan mahabbah dan persatuan dan mengutamakan saudara dan
didalamnya ada akhlak yang mulia, di dalamnya ada para penulis kitab
dan para penghafal alquran dan shhohihain dan musnad yang shohih
mimma laisa fi shohihain(karya syeikh muqbil) dan penghafal riyadhus
sholihin dan yang lainnya dari kitab-kitab sunnah, di dalamnya ada
pelajaran aqidah dengan berbagai macamnya dan bentuknya, di dalamnya
ada berbagai ragam pelajaran, bahkan dalam sehari bisa ada pelajaran 50
durus, didalamnya ada para ahli khutbah dan para dai dan di dalamnya
ada para pemberani yang melawan rafidhoh, di dalamnya ada para

78
pembantah berbagai macam dan warna ahli bidah, didalamnya ada para
pengajar kebaikan yang tidak mengharap dari pengajarannya tersebut
balasan dan upah dan didalamnya. dan didalamnya. dan
didalamnya. dan betapa banyak dan betapa banyak. dan betapa
banyak jumlah didalamnya berupa kebaikan dan manfaat, adapun kamu
dan yang sepertimu kalaulah seandainya GAJI BULANANMU
TERPUTUS MAKA AKAN TERPUTUS PULA KAMU DARI
BERDAKWAH DAN KAMU AKAN NONGKRONG DI RUMAHMU.
Yang kedua : ucapanmu: Setiap yang datang kesana atau
mampir belajar disana menjadi salafi, pada zaman Muqbil tidaklah
demikian dan begitu pula sekarang.
Aku katakan : perhatikanlah wahai para pembaca -semoga Allah
menjagamu- kepada metode yang menggiring niatnya kepada perendahan
keberadaan markiz yang sangat besar ini yang mana Syeikh Rabi
mengatakan tentangnya bahwa Dammaj merupakan benteng dari
benteng Islam.
Kemudian yang siapa yang mengaku-ngaku sebagaimana yang
kamu sebutkan bahwa dengan sekedar mampir kedammaj maka dia
salafi, akan tetapi keghuluan yang kamu ambil dari Syeikh Ubaid dalam
celaannya kepada Syeikh Yahya bahwa dia menghizbikan seseorang
yang punya maktabah dan mobil. dan supaya kamu tahu dan yang
semisalmu dari kelompok al Barmaki pada zaman ini bahwa siapa yang
datang kemarkiz ini tidaklah dia menginginkan kecuali menuntut ilmu
syari -inilah keberadaan dia-, dia duduk sesuai yang dimudahkan Allah
baginya kemudian dia mendapatkan kebaikan yang sangat banyak dan
mengetahui hakekat dakwah salafiyah dan bahayanya dari firqah-firqah
yang sesat, kemudian dia memahami agamanya tersebut.
Maka menjadilah markiz ini pada saat ini sebagai alamat
kesunniyan seseorang sama saja pada zaman syeikh muqbil atau pada
zaman penggantinya sang penasehat yang terpercaya syeikh yahya
hafizhahullah taala Dan raaahu,yang dimana didalamnya penyebaran
kebaikan yang bersih yang suci sebagaimana yang telah lewat
penyebutannya, dan inilah manhaj yang diketahui oleh salafiyyin.
Maka kurangilah wahai orang yang penuh kedengkian dalam
ucapanmu ini dan perbaikilah adabmu bersama ahlu ilmi, karena
sesungguhnya kamu membutuhkan kepada daurah-daurah yang kamu

79
ambil didalamnya pelajaran adab bersama ahli ilmi dan keutamaan ahli
sunnah sebab bukan begini yang kami pelajari dari Masyaikh kami
dengan kami berbicara dengan uslub/metode yang rendah/tidak bermutu
ini alamat ahli bidah adalah mencela/merendahkan ahlu atsar.
Sebagaimana perkataan imam Abu Hatim ar-Arazi.



81
KRITIKAN YANG KE-15 : UCAPANMU
KARENA SESUNGGUHNYA KAMI MENGETAHUI SIKAP
SYEIKH RAHIMAHULLAH YANG DULU KEPADA NEGERI
TAUHID DAN SUNNAH, DAN NEGERI KAMI INI ADALAH
NEGERI BENAR DIATASNYA (TAUHID DAN SUNNAH), DAN
ADAPUN SIKAP SYEIKH YANG DULU TIDAKLAH
MEMBAHAGIAKAN AHLU SUNNAH

Aku katakan : perhatikanlah wahai saudaraku para pembaca
risalah ini yang di dalamnya kedengkian yang tersimpan yang tertuju
pada Syeikh Muqbil dan dakwahnya kepada sunnah salafiyah yang telah
meluas didaratan maupun dipegunungan bahkan dengan keutamaan
Allah taala tersebar sampai kepenjuru bumi ini.
Perhatikanlah kepada orang yang kurang akalnya ini bagaimana
dia mengembalikan penyakit setelah sembuhnya dan dia mengetahui
dengan ilmu yakin bahwa Syeikh rahimahullah sungguh telah memuji
dengan pujian yang baik terhadap negeri tersebut dan pemerintahannya
dikaset yang berjudul: Persaksianku terhadap Mamlakah Arabiyah
Suudiyah dan Dia rahimahullah memerintahkan untuk menghilangkan
seluruh apa-apa yang menjelekkan negeri dan pemerintah tersebut. dan
perkataan itu menunjukkan bahwasanya tidaklah mengatakan dengan
hawa nafsu dan sikapnya yang mengarah kepada khawarij yang sesat
sebagaimana yang dituduhkan sang pendusta ini (Abdullah Bukhori), dan
hanyalah dia mentakwilkan firman Allah taala:
> < >l ,.l!, _. _1l | _. lL l < !-,.- !.,ls __
Allah tidak menyukai Ucapan buruk (yang diucapkan) dengan terus
terang kecuali oleh orang yang dianiaya Allah adalah Maha mendengar
lagi Maha Mengetahui.(an nisa:148)
Dari ijtihadnya, bukan dari hawa nafsu dan kebidahan dan
perkaranya dalam masalah itu adalah jelasnya baginya urusan ini
kemudian dia menulis kitab apa yang telah lewat penyebutannya dan
sehingga seorang tidak tercela pada keadaan seperti ini, sebagaimana
yang diriwayatkan dalam shohihain dari hadits Abu Hurairah
radhiyallahu anhu Rasul shallallahu alaihi was sallam bersabda: Adam

81
dan Musa berdebat, Musa berkata kepada Adam: Wahai Adam engkau
bapak kami, kamu mengecewakan kami dan membuat kami keluar dari
surga. Adam berkata: Wahai musa Allah telah memilih kamu dengan
pengkhususanNya dengan berbicara langsung dan menulis bagimu
dengan tanganNya apakah kamu mencelaku dengan perkara yang Allah
telah mentakdirkannya kepadaku 40 tahun sebelum dia menciptakanku,
maka Musa menghujat Adam dan Adam menghujat musa 3 kali.
Kemudian dia (Bukhori) menambah dalam penghinaannya
dengan mengatakan: seorang yang sholeh bertaubat 2 bulan sebelum
wafatnya. (perkataannya ini) seakan-akan dia sedang berbicara dengan
orang biasa yang bukan alim dari kalangan ulama umat ini yang Allah
telah memberi manfaat kepada islam dan muslimin diberbagai penjuru
dunia melalui dia dan dakwahnya.
Ya subhanallah bagaimana orang yang hasad dan dengki ini yang
berkunyah bukhori pada zamannya lupa terhadap syeikh dan
dakwahnya dengan kesungguhan yang tinggi dan semangat dakwahnya
yang besar yang mana negeri Yaman telah mengenalnya (dakwah
tersebut) dari zaman Muadz radhiyallahu anhu sampai sekarang. Dia lupa
ataukah pura-pura lupa, kemudian dia memulai untuk menggali lagi apa-
apa yang sudah diselesaikan dan berakhir bahkan kamu (wahai pembaca)
melihat (bagaimana) dia lancang kepada Syeikh dan murid-muridnya
serta menuduh mereka dengan pemikiran khawarij padahal mereka
berlepas diri dari tuduhan tersebut seperti berlepas dirinya serigala dari
darah yusuf alaihi was sallam, dan akan semakin jelas bantahan kepada
orang yang penakut ini dengan penjelasan berikutnya :



82
KRITIKAN KE-16 : UCAPANMU
OLEH KARENA ITU TIDAK SEMUA YANG DATANG
KEPADA KAMI DARI DAMMAJ DIA ITU BAHWASANYA DIA
ITU SUNNI, KAMI MENDUGA BAHWA SEMUANYA
TERPENGARUHI DENGAN SYEIKHNYA BAHWA MEREKA
KHAWARIJ DALAM PEMIKIRANNYA INI.

Allah berfirman :
,` .l _`> _. > | _l1, | !,. _
alangkah buruknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka
tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta.(al kahfi: 5).
Aku katakan :dusta kamu dan kamu bohong dan kamu telah
memasukkan batu kedalam mulutmu, yang demikian (sebabnya) bahwa
Syeikh Muqbil mauqifnya maruf yang sesuai dengan manhaj salaf dalam
bab bermuamalah dengan pemerintah, maka kamu sangat membutuhkan
dengan mutiara umar radhiyallahu anhu dan pelepah kurma yang dia
pakai untuk mengajarkan adab kepada Shubaigh bin Asal dan juga kamu
butuh untuk dikai (pengobatan dengan besi panas) dikepalamu sehingga
keluar darinya segala apa yang merusak dan mengotori kepalamu..
Dan karena itu maka aku akan menukilkan kepadamu wahai
pembaca yang mulia sebagian dari perkataan Syeikh Allamah Muqbil bin
Hadi al-Wadii rahimahullah tentang permasalahan bersikap kepada
pemerintah sehingga bisa jelas kepada siapa saja yang tertipu dengan
mereka yang membuat kedustaan dan berita-berita bohong kepada imam
tersebut : berkata rahimahullah -sabagaimana dalam kitab Fathul Mujib
ketika menjawab pertanyaan dari ikhwa Indonesia- dan dakwah ahlu
sunnah merupakan dari keutamaan Allah yang Dia memberkahinya,
maka dakwah mereka didalam kitab-kitab mereka dan kaset-kaset
mereka, dan pemerintah tidak memusuhi mereka karena mereka
mengetahui bahwa mereka tidak bersaing untuk merebut kursi
pemerintahan, adapun kursi disisi mereka (ahlu sunnah) tidak setara
dengan kotoran hewan, Allah berfirman :
_, < _.] `.., >.. _.] . l-l .>: < !., l.-. ,,>

83

Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di
antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa
derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (al
mujadilaah: 11).
Maka ahlu sunnah wajib untuk bertanggung jawab bahwa mereka
tidak berlomba bersama mereka untuk mendapatkan kursi, akan tetapi
mereka memandang ilmu lebih tinggi dari kursi dan ahlu sunnah tidak
ridho untuk menurunkan pemerintah bahkan mereka mengingkari
perbuatan tersebut,namun mereka berdoa kepada Allah untuk
memperbaiki keadaan mereka dan mengembalikan mereka kepada jalan
kebenaran.
Dan berkata rahimahullah sebagaimana direferensi yang sama
ketika ditanya bagaimana sikap salafus sholeh dalam bermuamalah
dengan pemerintah ?
Dia menjawab : muamalahnya para salaf cukup bagi kita,seperti
yang disebutkan dari hadits Ubadah bin Shomit radhiyallahu anhu
berkata : kami berbaiat kepada Rasulullah shallallahu alaihi was sallam
untuk dengar dan taat terhadap pemerintah dalam kesulitan dan
kemudahan, suka dan duka, meskipun mereka menzholimi kami dan
supaya jangan kami melepaskan ketaatan kepada ahlinya kecuali jika
kami melihat kekufuran yang nyata yang kami memilki
burhan/keterangan disisi Allah (yang bisa dipertanggung jawabkan), dan
supaya kami berkata kebenaran dimana pun kami berada dengan tidak
takut kepada celaan siapapun dalam menegakkan agama Allah, dan Nabi
shallallahu alaih was sallam bersabda: Siapa saja yang datang kepada
kalian yang ingin memecahkan persatuan kalian kepada ketaatan kepada
satu pemimpin atau menghancurkannya maka bunuhlah dia.
Dan dia berkata pula : maka wajib untuk kita mengetahui apa
yang kita berada diatasnya adalah muslimin, dan rakyat Yaman adalah
muslim dan pemerintahnya tetap berpegang dengan bagian islam dan dia
(pemerintahannya) teranggap lebih baik dari selainnya, demikian pula
rakyat Saudi adalah muslim dan pemerintahannya juga demikian, dan
dia merupakan sebaik-baik pemerintahan (di muka bumi ini) dan kami
bertanggung jawab dengan perkataan ini.

84
Dan dia berkata pula : maka aku tidak menasehati untuk berbicara
tentang pemerintah akan tetapi wajib untuk tastabbut (mencari
keterangan yang benar) sehingga aku tidak menasehati seorang pun untuk
menyerang pemerintahnya dan tidaklah kami para dai yang menyeru
kepada fitnah, masyarakat adalah muslim dan pemerintahan keberadaan
dibawah kepemimpinan muslimin, dan saya tidak mengijinkan
pemberontakan dan kudeta dan revolusi kepada pemerintah, dan
masyarakat membutuhkan untuk kembali kepada Allah subhanahu wa
taala dan kami menasehatkan manusia untuk berpegang teguh dengan
agama Allah jalla wa ala:
_| < ,-`, !. ,1, _.> ,-`, !. ..!,
Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum
sehingga mereka merobah keadaan] yang ada pada diri mereka sendiri
(ar-radu: 11)
Dan berkata rahimahullah dalam referensi yang sama
dipertanyaan yang ke-138: Perbedaan antara kamu berdiri dan
mengingkari diatas mimbar perbuatan pemerintah yang menyelisihi
alquran dan sunnah dan antara kamu memprovokasi manusia untuk
keluar melawan pemerintah, maka memprovokasi tidak boleh kecuali
jika kita melihat kekufuran yang nyata sabagaimana dalam hadits Ubadah
bin Shomit: Kami berbaiat kepada Rasulullah shallallahu alaihi was
sallam untuk dengar dan taat terhadap pemerintah dalam kesulitan dan
kemudahan, dan suka dan duka dan meskipun mereka menzholimi kami
dan supaya jangan kami melepaskan ketaatan kepada ahlinya kecuali jika
kami melihat kekufuran yang nyata yang kami memilki
burhan/keterangan disisi Allah (yang bisa dipertanggung jawabkan), dan
supaya kami berkata kebenaran dimana pun kami berada dengan tidak
takut kepada celaan siapapun dalam menegakkan agama Allah.
Dan Nabi shallallahu alaihi was sallam memerintahkan Abu Dzar
untuk mengatakan kebenaran walaupun itu pahit. Riwayat Ahmad dalam
musnadnya, sebagaimana dia memerintahkan untuk dengar dan taat
meskipun yang menjadi pemimpin adalah budak Habasyi, maka Rasul
mengumpulkan 2 perkara pada Abu Dzar yakni mendengar dan taat pada
kepemimpinan Utsman radhiyallahu anhuma.

85
Jika kita melihat kekufuran yang nyata apakah wajib keluar
memberontak ataukah tidak?
(jawabannya) Wajib untuk melihat kepada keberadaan kaum muslimin
apakah mereka memilki kekuatan untuk melawan kekufuran itu ataukah
mereka akan mempersembahkan diri mereka menjadi sembelihan? dan
apakah mereka memiliki kecukupan pada ekonomi ataukah mereka akan
mengemis kepada Amerika dan selainnya yang akan membiarkan mereka
saling berbunuhan kemudian mereka menancapkan pemahaman sekuler
sebagai pengganti sekuler yang lama atau atheis pengganti sekuler atau
Nashara sebagai pengganti Islam, maka harus ada disana kecukupan
perekonomian. Kemudian dari itu apakah mereka telah mempersiapkan
segala apa yang dibutuhkan dalam peperangan berupa persenjataan? Dan
tidak disyaratkan untuk semisal dengan kekuatan/persenjataan musuh
karena sesungguhnya Allah berfirman dalam alquran karim:
.s l !. .-L.`. _. : _. 1!, _,>l _,>. ., .s <
.s
Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang
kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang
(yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan
musuhmu (al Anfal : 60)
Dan apakah mereka telah mempersiapkan segala yang dibutuhkan
dalam peperangan berupa kedokteran dan rumah sakit ataukah mereka
akan membiarkan seseorang yang kehabisan darah (dalam pertempuran)
dan demikian pula dibutuhkan dalam pertempuran berupa sandang
pangan, karena sesungguhnya manusia tidaklah mereka siap untuk sabar
seperti sabarnya para sahabat Rasul shallallahu alaihi was sallam atas
segala kekurangan dan terusir dari negeri mereka, dan sabar atas penyakit
dan kemiskinan sebagaimana yang dirasakan para sahabat ketika mereka
keluar dan berhijrah ke negeri Madinah, maka manusia pada zaman
sekarang ini membutuhkan kepada siapa yang mendidik mereka seperti
apa yang para sahabat terdidik dengannya radhiyallahuanhum.

86
Dan berkata rahimahullah- sebagaimana dipertanyaan sebagian ikhwan
dari Amerika : kami akan membayar pajak kendaraan dan selainnya
kepada pemerintah padahal kami meyakini keharamannya.
Dan berkata pula dalam kitabnya Jamiush Shohih Mimma Laisa
Fish Shohihain (4/508): Bab Nasehat Kepada Pemerintah: kemudian
berkata: dan berkata Imam Ahmad rahimahullah (5/183) : menceritakan
kepada kami Yahya bin Said berkata telah menceritakan kepada kami
Syubah berkata telah menceritakan kepada kami Umar bin Sulaiman
dari Ibu Umar bin Khaththab radhiyallahuanhu dari Abdurrahman bin
Aban bin Ustman dari bapaknya bahwa Zaid bin Tsabit keluar dari sisi
Marwan di siang hari, kami berkata: Tidaklah yang membawa dia pada
saat ini kecuali karena sesuatu yang dia (Marwan) menanyakan
kepadanya, kemudian aku berdiri mendekat kepadanya menanyakan hal
tersebut kepadanya dia (Zaid bin Tsabit) menjawab: Iya dia
menanyakan kepada kami tentang beberapa hal yang aku mendengarnya
dari Rasulullah shallallahu alaihi was sallam bersabda: Semoga Allah
membaguskan diri seseorang yang mendengar hadits dari kami kemudian
dia menghafalkannya sehingga dia menyampaikannya kepada yang lain,
maka sesungguhnya kadang orang yang membawa ilmu fiqih tapi dia
tidak faqih dan kadang orang yang membawa fiqih menyampaikann
kepada orang yang lebih faqih darinya, tiga perkara yang hati seorang
muslim tidak akan berkhianat selamanya jika ada pada dirinya :
1. Mengikhlaskan amalan kepada Allah taala
2. Menasehati pemerintah/wulatul amr
3. Berpegang teguh kepada jamaah karena dakwah mereka meliputi
orang-orang yang dibelakang mereka, dan bersabda: siapa saja yang
ambisinya adalah akhirat maka Allah akan mengumpulkan tekadnya
itu dan menjadikan kecukupannya ada didalam hatinya serta dunia
datang kepadanya dalam keadaan hina dan siapa saja yang niatnya
adalah dunia maka Allah akan merusakkan usahanya tersebut dan
menjadikan kefaqiran didepan matanya serta tidak datang kepadanya
dunia kecuali apa yang telah dituliskan baginya. Kemudian dia
menanyakan kepada kami tentang sholat wustho, dia adalah sholat
zhuhur, berkata Syeikh rahimahullah- : ini hadits shohih dan para
perowinya tsiqot dan adapun sholat wustho yang rojih adalah sholat
ashar.

87
Dan dia membuat bab-bab yang lain dan menyebutkan didalamnya
hadits-hadits dari bab muamalah kepada pemerintah yang menunjukkan
bagaimana sikap Syeikh diatas manhaj salaf dan ini sebagian contohnya :
BAB WAJIB TAAT ULIL AMR DALAM KETAATAN KEPADA
ALLAH (4/509).BAB PEMERINTAH TIDAK DIPATUHI
TERHADAP APA YANG MENYELISIHI SUNNAH (4/516).BAB
PERINGATAN DARI BERMAKSIAT KEPADA PEMIMPIN JIKA
MEMERINTAHKAN KEPADA KETAATAN KEPADA ALLAH
(4/517). BAB TIDAK MENGIKUTI PEMIMPIN DALAM
KEBATHILAN (4/517).BAB ALBAIAT KEPADA PEMIMPIN
(4/519). BAB MENGINGKARI PEMIMPIN YANG MUSLIM JIKA
DIA MENYELISIHI SYARIAT ALLAH TANPA KELUAR
UNTUK MEMERANGINYA (MEMBERONTAK) (4/525).BAB
TIDAK BOLEH MEMBERONTAK KEPADA PARA PEMIMPIN
(4/526).lihatlah referensi tersebut semoga Allah memberi taufik kepada
kami dan kamu kepada kebenaran- dan seluruh dari bab-bab tersebut
menunjukkan bahwa Syeikh adalah salafi dalam bermuamalah kepada
pemerintah.
Dan berkata rahimahullah: Dan ahlu sunnah alhamdulillah- di
seluruh kota Yaman tidak melakukan pemilu dan tidak mengejar kursi
jabatan dan tidak meminta pemimpin untuk turun dari
jabatannya.(TUHFATUL MUJIB).
Dan berkata rahimahullah: Dan ahlu sunnah alhamdulillah-
tidak masuk dalam perbuatan hizbiyyah dan mereka mengatakan : kami
telah ridho kepada pemimpin tanpa ikut pemilu akan tetapi kami meminta
kepada pemerintah untuk istiqomah diatas kitab dan sunnah dan diatas
agama Allah dan kami bukan dai-dai yang menyeru kepada fitnah bahkan
ahlu sunnah menjauhkan diri dari fitnah dan menjatuhkan darah dan
pemberontakan dan kudeta yang semua ini adalah keutamaan dari Allah
azza wa jalla.
Dan berkata pula: Presiden Ali Abdullah sholeh semoga Allah
memberi taufiq kepada kita dan dia berupa kebaikan dan memperbaiki
keadaan kita dan dia- mengetahui bahwa dakwah ahlu sunnah bukan
dakwah kepada pemberontakan dan revolusi dan tatkala terjadi
kejadian/tragedi di Haali (nama sebuah kota di Yaman), dia berkata :
bagaimana kalian menyatakan tidak mengajak kepada pemberontakan

88
dan kudeta padahal sekarang kalian memiliki meriam dan senjata. dan
yang benar bahwa yang melakukan adalah orang-orang yang melakukan
tragedi tersebut bukan dari kalangan ahlu sunnah dan mereka tahu hal
tersebut akan tetapi mereka menginginkan untuk menyamarkan kepada
manusia (dari hal itu). Maka ahlu sunnah berlepas diri dari perbuatan
tersebut dan kalian mengetahui itu.
Dan dalam kitab yang sama pertanyaan 193: Apakah keluar
melawan pemerintah dibolehkan? Beliau menjawab: Keluar melawan
pemerintah adalah malapetaka dari sekian malapetaka yang menimpa
kaum muslimin karena Nabi shallallahu alaihi was sallam bersabda:
Siapa saja yang datang kepada kalian untuk mematahkan tongkat kalian
(ketaatan kepada pemerintah) atau ingin memecah persatuan kalian
ketika urusan kalian semua berada dibawah kepemimpinan yang satu
maka bunuhlah dia. dan Nabi shallallahu alaihi was sallam bersabda:
Jika dibaiat 2 pemimpin maka bunuhlah salah satu dari ke-2nya. dan
Ubadah bin Shomith berkata: Rasulullah shallallahu alaihi was sallam
memanggil kami kemudian kami berbaiat lalu beliau berkata :tentang
apa-apa yang kami berbaiat kepadanya untuk dengar dan taat dalam
semangat maupun jenuh, dalam sempit maupun lapang dan meskipun
kami dizholimi dan untuk tidak keluar dari ketaatan tersebut kecuali jika
kami melihat kekufuran yang jelas yang bisa dipertanggung jawabkan
dihadapan Allah (al Hadits).
Maka keluar melawan pemerintah termasuk fitnah yang dengan
sebabnya terjadi pertumpahan darah dan kelemahan kekuatan kaum
muslimin , sampaipun kalau seandainya pemimpin tersebut kafir maka
(untuk melawannya) harus pada diri kaum muslimin memiliki
kemampuan dalam mengahadapinya supaya terhindarkan terjadinya
pertumpahan darah kaum muslimin karena Allah taala berfirman:
_. _.1, !..`. ..-.. .:> `.> ..> !, .s < ,ls ..-l
.s .l !,.s !.,Ls __
Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja
Maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah

89
murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang
besar baginya (an Nisa: 93).
Dan Syeikh ditanya, Apakah engkau punya permasalahan
dengan pemerintah Yaman? beliau menjawab, Alhamdulillah tidak ada
pada kami satu permasalahan pun dari keadaan selama ini.
Dan apakah setelah penjelasan yang sangat jelas dan terang ini dari
perkataan Syeikh rahimahullah masih tersisa padamu wahai Bukhori
sedikit keraguan bahwa Syeikh rahimahullah berjalan diatas manhaj
salafil kiram dalam bab bermuamalah kepada pemerintah?!!!
Bahkan Syeikh rahimahullah merupakan dari barisan awal yang
mengingkari atas jamaah al-Jihad dan menamakan diri mereka dengan
jamaah al-Fasad, dan berapa banyak beliau mengingkari atas Usamah bin
Laden dari perbuatannya yang menyelisihi manhaj alhaq dalam
bermuamalah kepada ahlu ahwa dan bida dan sungguh beliau
rahimahullah dalam pujiannya kepada ahlu ilmi dan ulama melalukan
sesuatu pada tempatnya {dan itulah permisalan yang kami contohkan
kepada manusia dan tidaklah yang memikirkannya kecuali
ulama,{sesungguhnya dalam hal demikian tanda-tanda bagi orang yang
berilmu},{dan hanyalah yang takut kepada Allah dari hamba-hambanya
adalah ulama} {Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman
diantara kalian dan orang yang berilmu dengan beberapa derajat}
Maka apakah Allah akan mengangkat derajat orang berilmu
ataukah pelaku pemberontakan dan kudeta dan telah datang dalam
Shohih Bukhori dari Abi Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Nabi
shallallahu alaihi was sallam ditanya: Kapan datangnya kiamat? beliau
menjawab: Jika diamanatkan suatu urusan kepada yang bukan ahlinya
maka tunggulah datangnya kiamat. pemimpin hizbiyyah adalah orang
jahil.
Dan diantara contoh-contoh dari fitnah-fitnah tersebut, fitnah
yang hampir-hampir saja merusakkan negeri Yaman dengan sebab
Usamah bin Laden ketika ditanyakan kepadanya: Kami ingin
membangun Masjid di kota ini dengan dana 20 ribu real Saudi? Dia
menjawab: Kami tidak mempunyai kemampuan sebesar itu, kami akan
memberikan insyallah sesuai kemampuan kami. dan jika dikatakan
kepadanya: Kami menginginkan meriam dan senjata dan lainnya dari

91
persenjataan, maka dia menjawab: Ambil ini 100 ribu real Saudi atau
lebih dan insya allah akan menyusul sisanya.
Kemudian setelah itu dia mengalami kehancuran, hartanya
disudan untuk perkebunan/perladangan dan perusahaan dengan tujuan
hasan turabi semoga Allah menaburkan debu diwajahnya, maka dialah
yang mempermainkannya dan hartanya.
Dan di Mesir ada seseorang yang merupakan dari orang-orang
khususnya yang memata-matainya dan memiliki jenggot yang maa
syallah- (yakni lebat dan panjang) dan pemerintah mengawasinya dimana
dia menaruh uangnya, maka orang tersebut menyatakan kepada
pemerintah: Hartanya ada di Bank di Turki lalu pemerintah pergi ke
Turki kemudian mengambil harta tersebut.
Maka aku menasehati setiap sunni untuk bersabar dalam
kefaqiran dan terhadap gangguan walaupun dari pemerintah, dan hati-hati
kamu untuk membuat suatu permasalahan dengan mengatakan akan
terjadi pergolakan dan pergerakan yang akan menumpahkan darah
padahal Allah taala berfirman:
_. _.1, !..`. ..-.. .:> `.> ..> !, .s < ,ls ..-l
.s .l !,.s !.,Ls __
Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja
Maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah
murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang
pedih baginya.(an Nisa: 93)
Dan beliau berkata: Mereka adalah orang-orang yang gegabah
yang wajib untuk mereka dihadapkan kepara ulama yang mengajari
mereka seperti Syeikh Ibnu Baz, Syeikh Ibnu Utsaimin, Syeikh Rabi bin
Hadi, Syeikh Sholeh al-Fauzan, dan yang seperti mereka yang mulia, dan
akan mengajarkan kepada mereka agama ini yang tidak pantas diambil
dari seperti Usamah bin Laden atau al-Masari atau semisal keduanya
akan tetapi diambil dari para ulama.(Tuhfatul Mujib hal:208).
Dan saudara kami yang fadhil Kholid al-Ghirbani dalam
risalahnya yang bagus MINHAJUL IMAM AL-MUJADDID AL-

91
ALLAMAH AL-MUHADDITS MUQBIL BIN HADI AL-WADII
DALAM BERMUAMALAH KEPADA PEMERINTAH
Aku katakan: Dan adapun yang Bukhori tetap diatas
pendiriannya dalam tuduhannya yang telah lewat penyebutannya
terhadap mauqif Syeikh Muqbil kepada negeri Saudi yang tidak perlu
ditambahkan insyallah- dan tidak memberatkan aku kecuali aku
hadiahkan kepadamu wahai Bukhori jika kamu tidak bertaubat dengan
suatu perkataan:
Wahai orang yang bermaksud jahat kepada al Wadii tidakkah
kamu melihat.
Bahwa ibnu Wadii (berada) disuatu kaum dia bercahaya.



92
KRITIKAN YANG KE-17 UCAPANMU :
DIZAMAN SEKARANG INI MENGHARUSKAN KAMI UNTUK
MENCARI SIAPA YANG KAMI PERCAYAI DARI YANG
SETIAP YANG KELUAR DARI MARKIZ TERSEBUT YANG
DIDALAMNYA ADA KETOLOLAN-KETOLOLAN DAN
KEBODOHAN SERTA PERMUSUHAN KEPADA MASYAIKH
AHLU SUNNAH DAN MENGHINA SYEIKH UBAID DAN
SELURUH MASYAIKH YAMAN AL-WASHOBI DAN AKU
TIDAK TAHU SIAPA LAGI.APA MAKSUD DARI UCAPAN
KOSONG INI??

Aku katakan : terhadap ucapanmu ini aku punya 2 sanggahan:
Yang pertama, ucapanmu: Di zaman sekarang ini
mengharuskan kami untuk mencari siapa yang kami tsiqohi dari setiap
yang keluar dari Markiz tersebut yang di dalamnya ada ketololan dan
kebodohan.
Aku katakan: Sungguh indah perkataan ini, dia menuduhku
dengan penyakit tersebut Dan penyakit tersebut pergi dari diriku, maka
sifat tersebut kamu lebih berhak untuk menyandangnya, sungguh telah
nampak alhamdulillah- ketololanmu dan kebodohanmu serta
pencelaanmu kepada Allamah Wadii dan an-Nashihul Amiin dan thullab
Markiz yang tidak tersisa sedikitpun keraguan tentang ini.
Kemudian dikatakan kepadamu: Siapa kamu?? sehingga kami
bersemangat untuk mendapatkan rekomendasimu, sementara keadaanmu
adalah bodoh bahlun murakkab maka orang yang sok penuntut ilmu
seperti kamu dan yang terjangkiti bahlun murakkab semisalmu sangat
sulit bagi kami untuk meenyembuhkan kecuali jika Allah
menghendakinya maka penyakit congkak dan hawa sungguh hatimu telah
menelannya kemudian meresap kepersendianmu maka kepada Allah
kami meminta untuk menyembuhkanmu atau memecahkan punggungmu
sehingga kaum muslimin bisa istirahat dari kejelekanmu.
Sungguh telah tsabit yang diriwayatkan Abu Daud dari hadits
Muawiyah bin Abi Sufyan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi was
sallam bersabda: Dan akan keluar dari ummatku suatu kaum yang mana
hawa nafsu terus mengiringi mereka sebagaimana anjing terus mengiringi

93
tuannya sehingga tidak tersisa satu uratpun dan sendi kecuali akan
memasukinya.
Dan sungguh indah ucapan Ibnu Qoyyim ketika menasehati :
Dan lepaskanlah 2 pakaian yang siapa memakainya
Akan terjatuh pada kerendahan berupa pencelaan dan kehinaan
Pakaian kebodohan yang murakkab diatasnya
(Dan) pakaian taashshub (fanatic) merupakan sejelek-jelek 2
macam pakaian
Berpakaianlah dengan pakaian keadilan yang dia adalah seagung-
agungnya pakaian
Dengannya terhiasi diri kedua bahu dan pahanya
Yang kedua, ucapanmu: Dan permusuhan kepada Masyaikh
ahlu sunnah dan pencelaan kepada Syeikh Ubaid dan semua Masyaikh
Yaman al-Washobi dan tidak tahu siapa lagi??
Aku katakan: Kabar-kabar apa ini yang kamu ambil dari
sekelompok kaum yang rusak, sebutkan pada kami siapa saja yang
menukilkan kepadamu kabar tersebut?? Aku menduga dengan kuat
bahwa mereka adalah seperti kamu yang pendusta lagi fajir; Syeikh
Yahya semoga Allah membimbingnya- memulai menasehati saudara-
saudaranya Masyaikh Yaman tentang fitnah ini, adapun Syeikh Ubaid
sungguh telah lewat penjelasannya yang tidak penting untuk dijelaskan
kembali.
Adapun yang berkaitan dengan Washobi dari Hudaidah, maka
sungguh dia telah mencela Syeikh Robi dan Syeikh al-Fauzan serta
menuduh ke2nya dengan mata-mata, dan juga menuduh Syeikh an-Najmi
dan syeikh zaid dengan antek pemerintah, dan dia telah menjerumuskan
dirinya kepelukan hizbiyyah disela-sela muhadhorohnya di Mesji-mesjid
mereka dengan jadwal yang tersusun rapi dan termasuk pula
penyelisihannya kepada ushul ahlu sunnah, diantaranya pula perendahan
kepada orang-orang yang telah lewat ikhwan Afadhil menjelaskan siapa-
siapa mereka tersebut dalam malzamah-malmazah mereka dan apa yang
telah disebarkan disitus aloloom.net-di majelis rudud/bantahan-
Maka mana kecemburuanmu kepada Ulama-ulama tersebut dan
para Imam yang istiqomah tersebut, sungguh telah tersebar perkataan ini
yang dikatakan oleh Washobi di sejumlah majelis dan jika kamu ragu

94
dengan berita tersebut maka telponlah Abdurrahman al Adani, mintalah
dia untuk berkata jujur kepadamu dengan kabar tersebut! Dan kami
menunggumu dari apa yang akan kamu lakukan dari pembelaan kepada
kebathilan yang menyedihkan dengan perkataanmu (Washobi).
Bertakwalah kepada Allah Rabbmu wahai saudaraku, timbang
ucapanmu dengan timbangan syariat dan manhaj salaf! Tinggalkan dari
sifat pengecut dan takut semoga Allah memperbaiki keadaanmu- dan
jangan kamu menjadi seperti yang Allah menyindirkan mereka:
.>. _.ll .1. !ls _. .-, : !...
Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan
benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai
kembali (an-Nahl: 92)
Maka kami berlindung dari kejelekan setelah kebaikan dan
mintalah kepada Rabbmu untuk mengokohkan hatimu diatas kebenaran!,
maka tidak tersembunyikan dari hadits Ummu Salamah dalam bab ini
yaitu hadits pembolakan hati dan kamu ingat atsar Hudzaifah
radhiyallahu taala anhuma berkata : sesungguhnya kesesatan yang
sebenarnya adalah kamu mengingkari apa-apa yang dulu kamu
mengetahui dan mengakui apa-apa yang dulunya kamu mengingkarinya.




95
KRITIKAN YANG KE-18 UCAPANMU:
MEREKA MENGINGINKAN UNTUK MEMALINGKAN
MANUSIA DARI KEBENARAN KEMUDIAN MENDATANGI
KALIAN SEPERTI MUSIBAH INI DAN MEREKA MEMULAI
DARI MANA KITA MEMULAI DAN DATANG DARI MANA
KITA DATANG DARINYA

Aku katakan: Bagaiamana bisa kamu mengetahui kami
ingin memalingkan manusia dari kebenaran, apakah kamu bagian
dari orang yang mengaku mengetahui perkara ghoib ataukah itu
kebohongan ataukah ramalan (dari para peramal)?!!
Maka pilihlah dari hal tersebut dari apa yang tampak bagimu maka
(jawaban) yang paling manis dari keduanya adalah sangat pahit. ini
yang perkara yang pertama;
Dan perkara yang lain, sebagaimana yang telah dikatakan
kepadamu: Apa yang kamu maksudkan dengan KEBENARAN yang
kami ingin memalingkan manusia darinya??
Maka jika yang maksud KEBENARAN menurut penglihatanmu
adalah apa-apa diserukan dengannya untuk memecahkan kalimat
ukhuwah ikhwah Indonesia dan mencela Darul Hadits di Dammaj dan
Syeikhnya Allamah Muqbil rahimahullah taala dan penggantinya
setelahnya an-Nashihul Amiin dan menghina kami dengan kerendahan
berupa cacian dan makian, maka jika ini adalah KEBENARAN
dipandanganmu maka betul seribu kali Dan inilah yang kamu
takutkan darinya.
Dan adapun jika KEBENARAN ini berupa mengajak manusia
kepada tauhid dan mentahdzir dari kesyirikan dan mengamalkan sunnah
dan mentahdzhir dari kebidahan dan mempelajari apa-apa yang mudah
baginya dari ilmu alat dan semisalnya.
Maka aku katakan kepadamu: Kamu talah berdusta demi
Rabbku Karena sesungguhnya inilah dakwah kami yang kami mengajak
manusia dengannya maka bagaimana mungkin kami ingin memalingkan
manusia dari hal tersebut??
Dan perkara yang ketiga, bagaimana bisa kamu katakan bahwa
memberikan kebaikan kepada ikhwan-ikhwan Indonesia yang tsabitin
dari kalangan para duat salafiyyin adalah musibah? Bahkan itu

96
adalah seagung-agungnya kenikmatan; maka betapa herannya
pemahaman yang terbalik ini yang kamu berhias dengannya wahai
fadhilatul doktor??
Dan betapa dekatnya perbuataanmu ini kepada kami dengan
keberadaan orang-orang yang merasa kesialan dengan kedatangan para
nabi kepada mereka sebagaimana Allah taala mengisahkan dengan
firmanNya:
l! !.| !.,L. >, _l `l ... _>..-.l >...,l !.. ,.s ',l _ l!
'.L >-. _ .: _, `.. _..
Mereka menjawab: Sesungguhnya kami bernasib malang Karena
kamu, Sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya
kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang
pedih dari kami. Utusan-utusan itu berkata: Kemalangan kamu adalah
Karena kamu sendiri. apakah jika kamu diberi peringatan (kamu
bernasib malang)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampui
batas,".(Yasin:18-19) MAKA BERBAHAGIALAH KAMU
DENGAN HAL INI.



97
KRITIKAN YANG KE-19, UCAPANMU:
PERCAYALAH DENGAN MANTAP BAHWA MEREKA AKAN
PERGI KE SAMPAH SEJARAH YANG KOTOR DAN
TEROMBANG-AMBING DITIUPAN ANGIN KARENA
MANUSIA SUDAH BOSAN DENGAN MASYAKIL DAN JEMU
DENGAN FITNAH, MEMAKAN HARTA DENGAN LABEL
AGAMA, MANUSIA TELAH BOSAN DAN JEMU AKAN
TETAPI YAKINLAH DENGAN MANTAP BAHWA ALLAH
TIDAK AKAN SEKALI-KALI MENGOKOHKAN ORANG-
ORANG YANG SEPERTI MEREKA.

Aku katakan, terhadap perkataanmu ini aku mempunyai 3 sanggahan:
Yang pertama, ucapanmu: Percayalah dengan mantap bahwa
mereka akan pergi ke sampah sejarah yang kotor dan pergi dibawah
hembusan angin.
Aku katakan: Aku tidak mengetahui apakah kamu berpendapat bahwa
wahyu belum terputus sehingga kamu berkata dan menjazimkan
seperti itu seakan-akan hal tersebut diwahyukan kepadamu?!!ataukah
kamu menggali/menempa hal tersebut dari Rabbil alamiin??!!ataukah
hal itu adalah perdukunan dan kedustaan??!!pilihlah apa yang kamu
sukai dari hal tersebut maka itu kelaziman dari ucapanmu.
Yang kedua, ucapanmu: Karena manusia telah bosan dengan
masyakil dan jemu dengan fitnah yang berlabel agama, manusia telah
jemu dan bosan.
Aku katakan: Benar demi Rabbku, manusia telah bosan dengan
hal tersebut akan tetapi apa yang kami perbuat kepadamu dan kamulah
yang berbuat fitnah itu dan menipu ikhwan-ikhwan Barmaki Indonesia
dengan fitnah tersebut (menuduh Syeikh Muqbil dan murid-muridnya
berpemahaman khawarij dst) Allah berfirman:
'.!. _!.l l!, ... >.. .. l.. ..>l l1-. __
Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang
kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al
Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir? (al Baqoroh: 44)


98


Dan berfirman:
!!., _.] `.., l _l1. !. l-. _ ` !.1. ..s < l1.
!. _l-. _
Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan
sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah
bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. (ash
Shof: 2-3)
Dan dalam Shohihain dari hadits Usamah bin Zaid radhiyallahu
anhu berkata Rasulullah shallallahu alaihi was sallam bersabda : Akan
datang pada hari kiamat seorang lelaki kemudian dilemparkan ke neraka
lalu ususnya keluar dineraka tersebut, kemudian dia berkeliling
sebagaimana himar berkeliling di penggilingannya lalu penduduk neraka
berkumpul kepadanya lalu bertanya: Kenapa kamu wahai fulan?
Bukankah kamu dulu mengajak kami kebaikan dan melarang kami dari
kemungkaran? Dia menjawab: Dulu aku mengajak kalian kepada
kebaikan tapi aku tidak melakukannya dan melarang kalian dari
kejelekan tapi aku melakukannya,
Dan sungguh bagus ucapan Abu Aswad ad-Duwali :
Wahai lelaki sang pengajar orang lain
Apakah kamu telah mengajar dirimu sendiri
Dan kami melihat kamu memperbaiki pemikiran-pemikiran kami
dengan bimbinganmu
Dan kamu dari bimbingan itu tidak ada buktinya
Jangan kamu larang dari sesuatu padahal kamu melakukannya
Sangat besar aibmu jika kamu lakukan (yang kamu melarangnya)
Dan mulailah dari jiwamu maka laranglah dia dari
penyimpangannmu
Jika dia menahan dirinya maka kamu adalah hakim
Maka disana akan diterima apa yang kamu nasehatkan dan diikuti
Dengan ilmu darimu dan pengajaran yang bermanfaat

99
Adapun ucapanmu: Memakan harta dengan label agama
Alhamdulillah dan (merupakan bab) menceritakan kenikmatan Allah
kepada kami bahwa kami berhias dengan kemuliaan jiwa dan kami
meminta kepada Allah untuk mencukupkan kami dari apa-apa yang ada
disisi manusia. Syeikh Muqbil rahimahullah sungguh telah mendidik
murid-muridnya untuk iffah dan menjauhkan diri dan tidak mengulurkan
tangan untuk tidak meminta kepada orang lain dan lihatlah tulisannya
yang berjudul DZAMMUL MASALAH maka kami bukanlah orang-
orang yang berpindah-pindah dari satu tempat ketempat yang lain dengan
nama dakwah untuk meminta fulus/dana.
Tholubul ilmu di Dammaj Khair adalah ahlu iffah dan menjaga
kehormatan, diantara mereka bisa sabar menahan lapar dalam berjihad
untuk menuntut ilmu bahkan Imam Allamah Muqbil rahimahullah dalam
kitab ALBURKAN LINAFSI JAMIATUL IMAM HAL:20. dan
sampai-sampai sebagian ikhwah mengatakan kepadaku: Demi Allah
bahwa saya tidak suka untuk berpisah dengan tempat ini akan tetapi saya
tidak mampu untuk bersabar dengan demikian (kekurangan sandang
pangan) yang mana tholubul ilmi merasakannya (Allahu mustaan)
mereka menjadi para dai di jalan Allah dan kamu wahai miskin apa yang
kamu lakukan? Ini (dai) di Hadhramaut dan itu di Mabar dan yang
lainnya dibanyak tempat yang berbeda-beda Allah memberikan manfaat
dengan melalui mereka Alhamdulillah- mereka adalah orang-orang
yang sabar atas nasi kering dan sayuran (idam) yang kebanyakan air dan
mereka sabar atas makan malam yang seadanya, dan jika mereka
dimudahkan mendapatkan tempat tidur yang empuk maka itu milik
penguasa (pemberian darinya); akan tetapi (bersamaan dengan keadaan
mereka yang seadanya dan zuhud tersebut) tidak lama kemudian mereka
menjadi dai-dai yang menyeru kepada Allah taala baik laki-laki maupun
perempuan alahmdulillah- (hal ini) harus butuh kejujuran dan
keikhlasan dan kita semua berdoa kepada Allah semoga kita istiqomah.
Dan ini pertanyaan yang diajukan kepada Syeikh al-Fadhil Yahya
al Hajuri hafizhahullah taala wa raahu dari Ahli Qois- kota
Hadhramaut- tanggal 13 syaban 1430 H berkata penanya, pertanyaan
yang kelima, Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab al-Washobi
hadaahullah- berkata: Sebagaimana dikasetnya, jangan kalian katakan
bahwa Islam dan manusia tidak membutuhkan Yayasan, tidak mereka

111
membutuhkannya jika Yayasan tersebut bersih dan murni dan saya tidak
mengharamkan Yayasan secara mutlak dan tidak pula membolehkannya
secara mutlakdst, Bagaimana tanggapan engkau atas ucapan ini???
Jawab: Demi Allah, islam tidak butuh kepada Yayasan, inilah
yang aku katakan Dan demikian dalil-dalil yang menguatkan ucapan ini
karena hal tersebut tidak dibutuhkan oleh zaman yang pertama (Rasul
dan sahabatnya) maka pada zaman yang akhir pula tidak
membutuhkannya, mana yayasan sahabat? Yayasan Abu Bakar ash
Shiddiq mana? dan Yayasan Umar, Umar, Ali dan Abdurrahman bin Auf
apakah mereka memilikinya? Utsman orang kaya dan begitu pula
Abdurahman bin Auf.
Nabi shallallahu alaihi was sallam menganjurkan untuk
mempersiapkan pasukan yang sulit keperang tabuk karena perang
tersebut merupakan rihlah (perjalanan) yang sulit maksudnya perang
yang sulit maka Usman bin Affan mempersiapkannya sampaipun dia
tidak membiarkan satu unta pun tanpa memiliki tali pelananya, Siapa
yang mempersiapkan pasukan usroh maka baginya surga Utsman
menjawab: Saya ya Rasulullah. Beliau berkata: Siapa yang menggali
sumur ruma yang bisa mengairi ke negeri Madinah yang airnya air tawar
yang mana mereka tidak memiliki sumur kecuali sumur yang airnya asin
dan sumur milik Yahudi dan sebagian sumur yang tawar airnya tapi
untuk dijual airnya (bukan untuk konsumsi umum). Nabi berkata:
Siapa yang mau membeli sumur tersebut maka baginya jannah dan
mereka bisa mengambil air darinya. Utsman mengatakan: Saya
kemudian dia membelinya dan dia meminumnya bersama manusia
sehingga dia membelinya dengan surga. Maka mana yayasan
mereka???
Maka orang yang mengatakan, Islam membutuhkan yayasan
maka ini kedustaan atas agama islam; demi Allah islam tidak
membutuhkannya. Islam membutuhkan kepada ketaatan kepada Allah,
islam adalah agama Allah dan kita diperintahkan untuk taat untuk
mentauhidkannya dan shalat 5 waktu, dan menunaikan zakat kepada
siapa yang berhak untuk menerimanya, kalau semua manusia
menyerahkan zakatnya langsung kepada faqir dan miskin sebagaimana
mereka dulu melakukannya (para salaf), penduduk suatu kota
menyerahkan kepada faqir miskin di kota mereka dan apabila ada yang

111
lebih dari mereka maka mereka kirim ke negeri yang lain maka dengan
hal tersebut tidak butuh kepada Yayasan. dan demikian pula apa-apa
yang ditunjukan oleh dalil-dalil yang menunjukkan tidak butuh kepada
ucapan ini (islam membutuhkan kepada Yayasan) yang mana ucapan
tersebut adalah pendahuluan yang dilakukan sebelumnya
(penyimpangan-penyimpangan terhadap syareat dengan nama yayasan),
inilah kesimpulannya jazakumullahu khairan dan kami tidak menyepakati
atas ucapan tersebut karena dakwah itu sendiri tidak sepakat dengan
perkataan tersebut dan dulu dia (Syeikh Washobi) mengkritik kepada
yang memiliki yayasan dengan 20 kritikan dan sekarang 20 kritikan
tersebut semua tidak bermanfaat baginya lalu sekarang dia mengatakan:
Bahwa islam jangan dikatakan tidak butuh kepada Yayasan. Apa islam
membutuhkan kepada kemaksiatan ya akhi???!! Innaa lillahi wa innaa
lillahi rajiun.. apa islam membutuhkan kepada mengemis/tasawwul??!!
Apakah islam membutuhkan kepada penelantaran manusia dengan
berkeliling (membawa proposal)???
Dan wanita dengan kotak amalnya untuk mengumpulkan
sumbangan dari para wanita yang datang berkunjung kepada wanita itu
yang baru melahirkan dan apabila para wanita berkumpul maka dia
meletakkan kainnya atau kotak amal (ulbatuha) untuk tujuan
sumbangan?? Apakah islam membutuhkan untuk menghinakan dakwah
disisi para pedagang karena Yayasan (meminta dana kepada para
pedagang atau orang-orang kaya dengan nama dakwah).
Demikianlah sejumlah kerusakan-kerusakan yang ada pada
yayasan yang telah dijelaskan sebagiannya atau kebanyakan darinya.
Sesungguhnya bagian dari penyimpangan dan tanda-tanda kesesatan
bahwa kamu mengingkari apa-apa yang dulu kamu mengakuinya Dan
mengakui apa-apa yang dulu kamu mengingkarinya, sebagaimana ini
dikatakan oleh Huzhaifah bin Yaman dalam Shohih.
Allahu mustaan ucapan tidak benar dan dia perlu tahu dan selain
dia bahwa harta yang melimpah untuk dakwah adalah asas yang resmi
untuk berdakwah -sebagaimana yang disangkakan- maka jika kamu
melihat dakwah dimasuki dalamnya yayasan maka bertakbirlah padanya
4 kali; (karena) benar (barakah) dakwah telah pergi.
Dan jika kamu melihat seseorang yang dulunya dia dai, zahid,
iffah dan menjaga agamanya kemudian setelah itu dia kembali seperti

112
perkataan yang demikian maka begitu pula bertakbirlah padanya 4 kali
karena dunia adalah fitnah dan dia mengatakan hal tersebut.
Dulu kami mengeritik abu hasan karena ucapan dia seperti ini dan
dia (Syeikh Washobi) bersama kami disamping tempat tidur dan
mengeritik dengan kritikan tersebut dan sekarang dia kembali kepada
orang-orang yang berpegang teguh dengan ucapan tersebut seperti
perkataan Abu Hasan.
Wahai saudaraku karena Allah- sabarlah kalian diatas sunnah dan
sabarlah kalian diatas ilmu dan hati-hati kalian untuk mengucapkan kata-
kata seperti ini atau demikian melirik kepada Yayasan, siapa saja yang
Allah berikan rezki yang baik maka berbahagialah dia selama dia
menunaikan hak-hak Allah dengan harta tersebut;
Akan tetapi yayasan tidaklah dia datang dari jalan yang selamat
hartanya di Bank, dan kecil kemungkinan yayasan berdiri tanpa
intikhobat dan tanpa harta yang di bank, dan mereka tolong-menolong
dalam dosa dan permusuhan demikian pula intikhobat dan taqlidil kuffar.
Tatkala mereka jatuh kedalam kemaksiatan dan mereka terus
dalam maksiat tersebut diatas syubhat dan mengambil rukhsoh (yaitu
boleh karena dibolehkan oleh sebagian Ulama) maka dakwah mereka
tersia-siakan, padahal bagi mereka ada contoh pada dakwah abu hasan
dan Jamiah Ihyau Turots dan dakwah Jamiah Ashabul Hikmah dan
Ihsan serta dakwah Jamiah Ishlah dan selain mereka sebagai ibroh dan
pelajaran, yang mana yayasan-yayasan mereka itu tidak mengokohkan
mereka (diatas dakwah alhaq)
Dan di sana ada Jamiyah Anshoru Sunnah di Mesir demi Allah-
di dalamnya ada para dai dan kadang kala sebagian mereka adalah ulama
dan demikian Jamiyah Anshoru Sunnah di Sudan demi Allah- di
dalamnya ada dai dan kadangkala sebagian mereka dikatakan alim
kemudian setelah itu mati dakwah mereka. (sehingga) yang menegakkan
dakwahnya diatas perkara ini (Yayasan dan yang lainnya) maka
maknanya akan menjumpai kebinasaan, akan menjumpai kebinasaan.
Dakwah kami ini adalah kebahagiaan dan menjadi bahagia
dengan dakwah tersebut setiap manusia yang menginginkan Allah dan
akhirat.
Dan disebagian bulan dia mendapatkan uang, uang apa itu???
Untuk kebutuhan apa?? Adapun 10 ribu real (500 ribu rupiah) kepada

113
tholib kemudian kami mengatakan kemarilah kamu ambilah 10 ribu ini
sebagai permulaan, selama-lamanya (kami tidak akan melakukannya)
demi Allah tidak akan. (sebagian thullab) tetap keadaannya miskin lagi
sabar sampai datang bantuan jika dimudahkan 4 ribu real(200 ribu
rupiah) suatu kenikmatan dan beberapa kilo tepung (untuk membuat roti
sebagai makanan ahlu yaman) berupa keberkahan dan dia bahagia
dengannya dan Allah menjadikan dengannya barakah. Aku meminta
kepada Allah untuk memberkahi mereka dan menolong mereka agar
mereka sejahtera.
Kamu dapati seorang tholib memegang mushaf di belakang tiang
adalah keberkahan dan cahaya yang mana dia membacanya kemudian
menghafalnya dalam keadaan hatinya lapang dan tenang, sampai subuh
mereka beribadah dengan sebab kebaikan tersebut.
Dan adapun orang-orang yang menginginkan dunia dan
bergelimpangan harta, ambisi mereka menginginkan suatu daerah dan
yang lainnya menginginkan lokasi ini dan itu untuk tujuan mendapatkan
bantuan yang besar lagi banyak dan penopang (donator) yang banyak
pula dan apa-apa yang selain itu, tidaklah perbuatan tersebut kecuali
penelantaran (waktu dan dari menuntut ilmu), inilah kesimpulannya.
Hanyalah jika datang apa-apa yang menyebabkan adanya nasehat
seperti ini maka kami memandang wajib bagi kami untuk memberikan
nasehat kepada manusia karena sesungguhnya manusia berada dalam
kehidupan kematian (yaitu kematian hati dan ketaatan kepada-Nya) dan
bahwa nasehat ini adalah agama, iya dialah kesempatan untuk menasehati
bagi siapa yang Allah hidupkan hatinya,,,
Dan sungguh bagus ucapan ini :
Kalaulah ahlu ilmu menjaga ilmu itu maka pasti ilmu itu akan
menjaga mereka
Dan kalau seandainya mereka memuliakannya di dalam jiwa
mereka maka ilmu memuliakan mereka
Akan tetapi mereka menghinakannya maka ilmu itu menghinakan
mereka
Dan terkotorilah kehidupan mereka dengan ketamakan kepada
dunia sehingga ilmu itu menjadi lemah pada diri mereka.

114
Yang ketiga: Ucapanmu :akantetapi percayalah dengan mantap
bahwa Allah tidak akan mengokohkan orang-orang seperti mereka.
Aku katakan: Wahai saudaraku kekokohan itu bagi ahlu sunnah
dan para dai ahlu sunnah dan kami berharap pada diri-diri kami -
insyallah- dari bagian mereka dan kami tidak mentazkiyah diri kami.
Dan sungguh Allah telah menampakkan dakwah (tauhid dan sunnah)
di Dammaj sebelum kamu mengenal salafiyyah bahkan sebelum kamu
menuntut ilmu;
Maka Allah mengokohkan ahlu sunnah di Yaman dengan
keutamaannya kemudian dengan semangat Imam al-Wadii dan
bagaimanapun usaha yang kamu upayakan dengan berbagai macam tipu
daya untuk memalingkan manusia dari kebaikan yang ada di Dammaj
maka sekali-kali kamu takkan mampu Insyallah maka keberadaanmu
dengan dakwah sunnah di negeri kami (Yaman) seperti keadaan ucapaan
berikut ini:
Dan berkata bintang kepada matahari kamu tidak terlihat
Dan berkata kegelapan malam kepada subuh warnamu (sinar
fajar) terhalangi.




115
KRITIKAN YANG KE20, UCAPANMU:
UCAPAN YAHYA KEPADA SYEIKH UBAID DAN KEPADA
MASYAIKH AHLU SUNNAH DEMI ALLAH- MERUPAKAN
SEBATIL-BATILNYA KEBATILAN DAN SEFAJIR-FAJIRNYA
KEFAJIRAN DAN TIDAKLAH YANG SEPAKAT DENGANNYA
ATAS UCAPAN TERSEBUT KECUALI SEORANG YANG
TERSESAT.

Aku katakan : sumpahmu ini adalah suatu kefajiran (kedustaan)
karena sesungguhnya kami setelah penjelasan yang terang dan jelas ini
diwaktu yang singkat ini dari lembaran-lembaran kertas ini adalah telah
nampak kebalikan dari apa yang kamu sumpahkan, terkhusus pada
ucapanmu Masyaikh Ahlu Sunnah yang mana Syeikh Yahya mencela
mereka maka sebutkanlah kepada kami nama-nama mereka sehingga
sempurnalah apa-apa yang kamu bodoh dengannya ataukah kamu ingin
menampakkan kebingunganmu dan fatwamu yang umum tersebut yang
tanpa burhan, dalil dan bukti
Betapa indahnya orang yang berkata perkataan berikut ini :
Amat berat bagi diriku dalam peperangan
Burung onta lari dari siulan burung kecil
Adapun Syaikh Ubaid sebagaimana terdahulu tentang keberadaannya jika
engkau berlaku adil





116
KRITIKAN YANG KE-21, UCAPANMU:
CUKUPLAH DALAM MENDUSTAKAN PERKATAAN ITU
BAHWA DIA TIDAK MENGETAHUI DARI DAURAH
TERSEBUT. MAKA BAGAIMANA DIA (SYEIKH RABI)
MENTAZKIYAHNYA (MEREKOMENDASINYA) PADAHAL
DIA TIDAK MENGETAHUINYA.

Aku katakan : merupakan metodenya orang menyimpang dan
ahli bidah adalah mengambil perkataan yang mujmal/umum dan
mengaku bahwa itu ucapan yang sangat jelas, telah diriwayatkan dalam
Shohihain dari hadits Aisyah radhiyallahu anha berkata, Rasulullah
shallallahu alaihi was sallam membaca ayat ini:
> _.] _. ,,ls ..>l .. .,, ..>>: _> ..>l `> .,.:.`.
!.! _.] _ `,l _, `-,., !. ,.:. .. ,!-., ..l ,!-., .,!. !.
`l-, .`,!. | < `>.l _ l-l l1, !.., ., _ _. ..s !., !.
`., | l` .,l _
Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. di antara
(isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaa, Itulah pokok-pokok isi Al qur'an
dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang
dalam hatinya condong kepada kesesatan, Maka mereka mengikuti
sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk
menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta'wilnya, padahal tidak ada
yang mengetahui ta'wilnya melainkan Allah. dan orang-orang yang
mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang
mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami. dan tidak dapat
mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang
berakal. (Ali Imron: 7)
Aisyah berkata, Rasul shallallahu alaihi was sallam bersabda: Maka jika
kamu mendapati orang-orang yang mengikuti perkara-perkara yang
mutasyabihat maka merekalah orang-orang yang Allah telah
menyebutkan tentang mereka maka berhatilah-hatilah dari mereka.

117
Maka bagaimana bisa kamu membolehkan bagi dirimu untuk mengambil
perkataan yang mujmal/umum seperti yang kamu nukilkan dari Syeikh
Rabi -padahal kamu disisi kami tidak tsiqoh- bahwa kamu bertanya
kepadanya tentang daurah, kemudian dia menjawab seperti yang kamu
sebutkan, dan kamu meninggalkan suatu yang sangat jelas dan terang
yang tidak ada debu yang menghalanginya yakni bahwa luqman
bertanya kepada Syeikh Rabi melalui via telpon kamu sangat
bersemangat untuk jangan menyebarkan kaset itu yang kamu
sampaikan lewat telpon dari dauroh, padahal Syeikh Rabi
menganjurkan untuk menghadirinya dan memuliakan kami.
Kemudian setelah semua ketakutan ini yang terjadi pada dirimu
dengan sebab penelponan Luqman kepada Syeikh Rabi dan pencelaan
tentang daurah itu darimu, bukankah hal tersebut menunjukkan ada yang
tersembunyi dan disembunyikan di balik semua itu dan bahwasanya
permasalahannya adalah permasalahan hizbiyyah bukanlah permasalahan
pengakuan sebagai salafiyah, maka perhatikanlah wahai para pembaca
yang mulia terhadap perkara ini dengan baik.




118
KRITIKAN YANG KE-22, UCAPANMU:
SIAPA YANG TIDAK MENGAMBIL UCAPAN SYEIKH DAN
TIDAK MEMULIAKANNYA PERKATAANNYA TERSEBUT
MAKA JANGANLAH KALIAN HIRAUKAN MEREKA DAN
TIDAK PULA MEMULIAKANNYA, SYEIKH MEWASIATKAN
SEMUA DAN WASIAT BELIAU WAJIB UNTUK DITUNAIKAN,
MAKA SIAPA YANG MENGAMBIL WASIAT ITU DIA AKAN
BERBAHAGIA DAN SIAPA YANG TIDAK MENGAMBILNYA
DIA BERDOSA.

Aku katakan : kenapa kamu tidak mengambil wasiatnya dan
nasehatnya untuk menghadiri dauroh kami, betapa anehnya sikap yang
bertentangan ini dan betapa banyak hal yang bertolak belakang
yang terjadi padamu, bukankah kamu mengetahui bahwa kamu telah
menghukumi dirimu sendiri dengan berdosa, kamu sadar ataukah tidak,
akan tetapi kami tidak mampu untuk berani dan menghukumi kepada
siapa yang tidak datang pada dauroh kami dia berdosa dan kami tidak
mampu pula untuk mewajibkan manusia apa yang tidak diwajibkan oleh
Allah tabaraka wa taala atau Nabi-Nya yang mulia shallallahu alaihi was
sallam, sehingga kami tidak terjatuh terhadap perkataan atas agama Allah
tanpa ilmu yang mana hal itu sebanding dengan kesyirikan, yang
mengakibatkan kami binasa, Allah subhanahu berfirman:
_ !..| > _, _>l !. L !.. !. _L, . _-,l ,-, _>l
: <!, !. `l _.`, ., !..Ll. l1. _ls < ! . .-. __
Katakanlah: "Rabbku Hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik
yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa,
melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan)
mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan
hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah
apa yang tidak kamu ketahui (al Arof: 33)
Kemudian kenapa kamu sangat berani dan mewajibkan sesuatu yang
Allah tidak mewajibkan kepada hambaNya padahal Allah berfirman:

119
l1. !.l .. `...l ,.>l ..> _.l> ..> > ..l _ls <
,.>l | _.] ., _ls < ,.>l >l`, _
Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh
lidahmu secara dusta Ini halal dan Ini haram, untuk mengada-adakan
kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-
adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung. (an Nahl : 116)


PERTENTANGANMEWAJIBKANPERTENTANGAN
HASILNYA ADALAH KEBINASAAN Dan KESESATAN.
Pada hakekatnya kalau kamu ada bersama kami di Yaman
sungguh-sungguh aku akan mengatakan mungkin kamu terlalu banyak
makan qot (sejenis ganja yang membuat orang menjadi mabuk) sehingga
kamu tidak tahu apa yang keluar dari kepalamu, tetapi kebenaranlah yang
bisa menhancurkan kebathilan, Allah berfirman:
_, ..1. _>'!, _ls _L.,l .-.., :| > _> `>l `_,l !.. ..
Sebenarya kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak
itu menghancurkannya, Maka dengan serta merta yang batil itu lenyap.
dan kecelakaanlah bagi kalian disebabkan kalian mensifati (Allah
dengan sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya). (al Anbiya: 18)
Adapun kami maka kami menantang kamu untuk mendatangkan
satu kaset atau pelajaran yang kami mentahzhir di dalamnya tentang
fitnah ini ketika kami berangkat ke Indonesia dan apa yang kami tidak
memungkinkan masuk kedalam perkara yang dusta, maka kami bersama
Syeikh al Fadhil Muhammad bin Hizam hafizhahullahu taala yang
menggantikan Syeikh Muhammad bin Mani melalukan daurah tentang
perkara-perkara yang asing yang terjadi (di masyarakat) selama 2 pekan
di malaysia kami mengajarkan apa-apa yang melapangkan kami untuk
mengajarkannya kepada ikhwan di sana, dan sungguh aku telah menulis
malzamah yang aku mensyarahnya dalam perjalanan daurah itu dengan
judul 2 pekan di Malaysia karena suatu hikmah yang diinginkan Allah
taala dan alhmdulillah pada tahun ini (1431H) melakukan safar saudara

111
kami Syeikh al Fadhil Abdullah al-Iryani dan saudara al Fadhil ad
Daiyah (Syeikh) Abdul Ghani al Umari ke Indonesia dan mereka berada
disana selama sebulan yang mana dengannya didapatkan kebaikan yang
banyak dan manfaat yang besar tanpa adanya masyakil dan kegaduhan.




111
KRITIKAN YANG KE-24, UCAPANMU:
DAUROH ITU MENGGANGU DAUROH TAHUNAN YANG
TELAH LEWAT.

Aku katakan : sesungguhnya dari pepatah orang arab asmi
jajaatan wa laa araa thahnan yaitu aku mendengar suara akan tetapi
aku tidak melihat ada penumbukan (amalan yang bermanfaat), dan
permisalan ini sangat pantas sekali dengan keadaanmu, maka dengan
apa kami mengganggu dauroh kalian, tidak ada dalam pandangan
kami untuk itu bahkan demi Allah tidak terbetik sama sekali dipikiran
kami untuk itu, lebih-lebih lagi untuk melakukannya, (tetapi) yang
menjadi musykilah dan penyakit adalah cinta terhadap kebesaran dan
ketenaran yang menimpa pada diri, yang mana ini dan itu adalah (bagian)
penyakit hati yang mematikan jika telah tertimpa pada tubuh -semoga
Allah melindungi kita- maka kasihanilah dirimu wahai Bukhori
zamanmu dan obatilah (penyakit itu) sebelum datang kematian sehingga
kamu menyesal dan kesedihan ketika menyesal, Allah berfirman:
_.> :| ,l> `>.> ,.l _! , `-> __ _l-l `_.s !>l.. !., .
!.| .l > !l! _. _, _|| ,, .-,`,
Sehingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia
berkata: Ya Tuhanku kembalikanlah Aku (ke dunia), Agar Aku berbuat
amal yang saleh terhadap yang Telah Aku tinggalkan. sekali-kali tidak.
Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. dan di
hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan (al
Muminun: 99-100),
Dan sungguh bagus perkataan ini :
Dan sungguh aku telah menasehatimu jika kamu menerima
nasehatku
Dan nasehat adalah lebih mahal dari apa yang dijual dan
dihadiahkan.




112
KRITIKAN YANG KE-24, UCAPANMU:
DARI PERKARA YANG MEMALINGKAN DARI MANHAJ
SALAFY 2 HAL : HADDADIYAH YANG EKSTRIM DAN YANG
MELEPASKANNYA DARI AHLI TAFRIITH (YANG
MEREMEHKAN) YANG MEREKA TIDAK
MENGINGINKANNYA, MEREKALAH YANG MERUSAK
KEPADA DAKWAH DENGAN KERUSAKAN YANG BESAR.

Aku katakan: Naam perkataan shohih dan sungguh benar sabda
Rasul Huda shallallahu alaihi was sallam ketika dia berkata kepada Abi
Hurairah radhiyallahu anhu, Dia benar padahal dia itu pendusta.akan
tetapi pertanyaan yang timbul, apa hubungannya perkataan ini diucapkan
pada tempat ini??
Jawabannya: Diketahui dengan qorinah-qorinah,demikian bahwa
perkataanmu di sini tentang haddadiyah (dipahami) ditujukan kepada
kami dan siapa yang menuntut ilmu didammaj dan juga Syeikh Yahya
dan sungguh Syeikh Muqbil tidak selamat dari tuduhan dari bidah yang
berdosa,
Ketahuilah kamu pelajarilah wahai miskin bahwa haddadiyah
teranggap dibawah kaki, dan sungguh pendiri markiz Dammaj Syeikhuna
Muqbil bin Hadi al Wadii ketika dia mengatakan tentang haddadiyah,
Dai rajulun khobits, kalaulah bukan Rasulullah shallallahu alaihi was
sallam bersabda, Tidak mengazab dengan api kecuali pemilik api
(Alloh), maka kamu lebih pantas untuk dibakar, karena kamu
mengatakan, Bakar kitab fathul bari.
Dan berkata pula, Seorang yang mau menuntut ilmu
mengatakan, Syarhu Muslim dibakar penukilan dari kitab al Majhurin
dari Imam Wadii rahimahullah hal:78.
Dan demikian pula Syeikh Yahya dan selainnya dari Masyaikh
markiz betapa banyak dan betapa banyak yang mengingkari pemikiran
yang khayal ini atas salafiyah,
Dan segala puji bagi Rabbku aku telah berbicara tentang firqoh
ini dan aku telah menyebutkan seperti ucapanmu di kitabku yang
berjudul :
Dan penulisan kitab ini 14 tahun yang lalu, aku katakan di sana,
Perhatikanlah -semoga Allah merahmatimu- kepada manhaj yang

113
tengah yang lurus ini antara ekstrimnya haddadiyah dan antara
peremehan sururiyah quthbiyah.
Adapun haddadiyah mereka memposisikan diri mereka mencela
kepada para Imam Islam dari kalangan ahli ilmi yang maruf dengan
dakwah kepada sunnah zaman yang dulu dan sekarang dengan sebab
kesalahan yang terjadi pada mereka yang mana mereka mujtahidun dan
mereka tidak menganggap bagi pahala mereka dengan ijtihad
tersebut lihat kitab kami hal : 155
dan seterusnya.
Kemudian saya mentaliq dicatatan kakinya dengan pengertian
haddadiyah, aku katakan: (Dia) adalah firqoh yang tampak pada akhir-
akhir ini yang dipimpin oleh Mahmud al-Haddad al-Mishri, dan sungguh
dia telah dibantah oleh Syeikh kami Rabi bin Hadi al Madkholi dalam
kitabnya Dan begitu pula Syeikh kami Muhammad bin
Amaan al-Jami dibeberapa kasetnya Lihat referensi yang telah lewat
penyebutannya.
Dan apakah kamu tahu wahai Bukhori zamanmu dengan
pencelaanmu ini kamu mirip siapa??
Sungguh kamu sangat mirip dengan Abu Hasan al-Mishri, maka
dialah yang pertama kali menuduh darul hadits dammaj dengan
haddadiyah, setelah telah jelas penjelasan keberadaan dia dan terbongkar
makar dia, dan kamu sekarang muncul pada kami dengan penghinaan ini
dari jalan yang sembunyi-sembunyi ketika semakin jelas perkaramu dan
semakin tampak topeng dan makarmu, Allah berfirman:
_! _.] .l- , l !..l>`, < !..!. ,, .l. _! _.] _.
l, _.. `l ,.: `,l . !., ., ,1l _`.`, _
Hati mereka serupa. Sesungguhnya kami Telah menjelaskan tanda-
tanda kekuasaan kami kepada kaum yang yakin. (al Baqarah:118)
Dan berfirman:
.. ., _, > s!L __

114
Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu.
Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas. (adz-
Dzariyat:53)
Maka tampaklah dari hal itu kebatilan apa yang kamu tuduhkan
kepada kami dari jalan yang sembunyi-sembunyi, bahkan yang lebih
pantas kamu dengan sifat tersebut berupa pencelaanmu kepada Imam al-
Wadii dengan jelas sekali Dan kepada Syeikh Rabi dengan samar
dengan mentakwilkan perkataannya atas apa yang tidak sesuai dengan
dhohirnya, dan Allah lah saksi atas perbuataanmu ini, dan tidak ada
yang tergelincir dari dakwah salafiyah kecuali dari orang-orang yang
sepertimu wahai doktor!!!,berupa kecurangan dan talbis (syubhat) Dan
penipuan dan pengumpulan dan berkeliling dan kedustaan sebagaimana
telah lewat penjelasannya dengan jelas dari keberadaanmu Dan
perkaramu yang tersebutkan.




115
KRITIKAN YANG KE-25, UCAPANMU:
AKU BERTANYA KEPADA SYEIKH DENGAN PERTANYAAN
YANG JELAS :APAKAH KAMU MEMANDANG SAYA
BERANGKAT ATAUKAH TIDAK? DIA MENJAWAB : KAMU
HARUS BERANGKAT.

Aku katakan: Tidaklah semangat yang tinggi ini untuk datang ke
Indonesia setiap tahun kecuali ada suatu maksud dibelakangnya, maka
bukalah kesempatan kepada selainmu dari kalangan tholibil ilmi sehingga
bisa lebih banyak lagi faedah (yang bisa diambil oleh ikhwan), adapun
semangat yang tinggi ini dan kesungguhan yang besar untuk
menghadirinya kemudian nasehat kepada mereka untuk menghadiri
daurohmu tanpa menghadiri yang lainnya Dan kamu berusaha
dengan keras untuk yang hadir pada daurahmu jumlah yang
banyak, maka semua ini dan itu menjadikan manusia memiliki perhatian
yang kurang dari apa tujuan yang sebenarnya dari kedatangan yang
kesana yang setiap tahun?!!!! adapun Syeikh Rabi apa yang akan dia
katakan kepadamu??!!!
Maka jika kamu benar-benar semangat untuk mengetahui
pendapat Syeikhmu, maka akan datang nanti dari sisinya, wallahu alam
akan tetapi sok tahu dan cinta kepada ketinggian, Allahu mustaan.




116
KRITIKAN YANG KE-26, UCAPANMU:
TIDAK ADA TEMPAT BAGI ORANG-ORANG YANG RAGU
DALAM DAKWAH SALAFIYAH

Aku katakan: Ucapan yang benar yang diinginkan kebathilan
dengannya perkataan yang bagus, tidak ada tempat bagi orang-orang
yang ragu didalam dakwah salafiyah yang semisal kamu yang ragu
dengan kesungguhan syeikh muqbil rahimahullah dengan perkataanmu,
Dan sikap-sikapnya yang tidak membuat senang ahlu sunnah dan
demikian pula dengan penggantinya an-Nashihul Amiin yang
menuduhnya dengan segala pencelaan seperi keadaan ubaidmu, dan
bagus perkataan ini:
Dan itulah tongkat yang berasal dari tongkat kecil
Dan bukankah ular akan melahirkan ular pula
Demikian juga keraguan terhadap kesungguhan para thullab ilmi
yang mana mereka tidak seperti kamu dengan penuduhan berupa
kebodohan dan kesesatan dan selainnya dari perkataan-perkataan yang
rendah.
Aku katakan: Sesungguhnya orang ini menginginkan dengan
ucapan tersebut untuk menjauhkan diri dari orang yang tidak sejalan
dengannya dan semanhaj dengan al Mari yang tukang pencela,
kemudian dia mencela siapa yang menyelisihinya dengan tuduhan-
tuduhan yang keji, semoga Allah membalasnya sesuai dengan apa yang
pantas baginya.




117
KRITIKAN YANG KE-27, UCAPANMU:
APAKAH KALIAN MEREKAM PERBINCANGAN
INI.HANYALAH INI UNTUK SESAMA KALIAN SAJA,TIDAK
BOLEH KELUAR KEPADA SELAIN KALIAN DAN JANGAN
DISEBARKAN DAN TIDAK BOLEH KELUAR SEDIKITPUN
DARI PERBINCANGAN INI.

Aku katakan: Ya subhanallah,apa maksud dari segala ketakutan ini
Dan kekhawatiran Dan sifat pengecut Dan kerdil serta sifat
pengkhianat begini?
Apakah kamu takut bahwa Syeikh Rabi misalnya mengetahui
rekaman ini kemudian dia menegurmu dan boleh jadi dia akan
melarangmu untuk safar kemereka (Usamah Mahri, Luqman dan
CSny)?!! Allah berfirman :
_l..1. !. .>. `..., .> _>|, _.l > ',., .
:. `.:> <! _> ::> | .. _,... _
Mengapakah kamu takut kepada mereka padahal Allah-lah yang berhak
untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang yang beriman.(at-
Taubah:13)
Ataukah kamu takut jika tampak kedustaanmu dan
pengkhianatanmu serta makarmu yang dengannya kamu mampu untuk
menipu seperti mereka-mereka albaramikah dari Indonesia (seperti
usamah Lc(lucu-lucu) dan luqman yang keduanya adalah orang
paling hina difitnah ini-semoga Allah membongkar kebusukan
keduanya dan semisal mereka-pent) sebagaimana telah kamu nasehati
mereka untuk tidak menyebarkan kaset Syeikh Rabi dalam pembicaraan
bersama luqman al-Barmaki al-Indonisi (sang makhdzul itu-pent-), ketika
kamu mengatakan biarkan kaset itu bersama kalian sekarang!!! Yakni
jangan kalian menampakkannya sehingga tidak ada yang mengucapkan
seperti apa yang dinasehati Syeikh Rabi.
Ataukah kamu menyadari dari pengakuan jiwamu bahwa kamu
melakukan kezholiman dan dosa yang mulutmu berbicara dengannya,
maka suka untuk disembunyikan, merupakan dari bab sabda Rasul

118
shallallahu alaihi was sallam: Kebaikan adalah akhlak yang baik dan
dosa adalah apa yang goncang dihatimu dan kamu tidak suka jika tampak
pada manusia hal itu. (riwayat Muslim dari sahabat Nawwas bin Saman
radhiyallahu anhu.)
Berkata Imam Nawawi rahimahullah: Berkata Ulama:kebaikan
bermakna menyambung, dan bermakna kelembutan dan kebajikan dan
berteman dengan baik dan bergaul, dan juga bermakna ketataan, dan
semua perkara ini dialah kumpulan akhlak yang mulia. dan makna (apa
yang ragu dihatimu) yaitu apa yang goncang didalamnya dan bimbang
dan hati itu tidak lapang dengannya dan terjadi pada hati tersebut
keraguan dan kekhawatiran hal itu akan menjadi dosa.
Maka jika kamu diatas keyakinan dari perkaramu dan
kemantapan dari manhajmu maka kenapa kamu berhujjah dengan semua
uslub ini yang penuh makar dalam menyembunyikan kebathilan yang
terekam dalam rekaman yang berdosa itu, karena sesungguhnya
kebenaran itu lebih pantas untuk diikuti dan sungguh bagi pemilik
kebenaran ada kedudukan, maka semoga Allah merahmati pemilik
ucapan ini:
Dan inilah kebenaran yang tidak ada kesamaran baginya****
Sehingga biarkan aku dari kejelasan jalan tersebut*****
Dan berkata yang lain :
Tidakkah kamu melihat bahwa kebenaran tampak dengan sangat
jelas*****
Sedangkan kamu menampakkan kebatilan perkataan dengan
segala kegugupan****
Akan tetapi tidak ada yang kami harapkan untuk mengucapkan diakhir
pembahasan ini kecuali kami memisalkan dengan perkataan yang berkata
berikut ini:
Akan ditunaikan kepada seorang nanti di hari ujiannya (khianat)
Sehingga dia akan melihat kebaikan yang dia memandangnya
dulu (tapi) bukanlah itu adalah kebaikan

SYUBHAT Dan BANTAHAN ATASNYA
Boleh jadi ada yang berkata, adapun penisbatan terhadap perkataan
Bukhori kepada Syeikh Muqbil sungguh telah selesai penjelasannya dari

119
orang tersebut dan penjelasan dari Syeikh dengan ucapannya secara
konteksnya: Jika ada dalam perkataan tersebut yang tidak jelas maka
kami berlepas diri kepada Allah azza wa jalla dari itu, dan jika ada aku
mengeluarkan perkataan yang bermakna jelek maka kami berlindung
kepada Allah dari makna jelek tersebut..dan kami membersihkan diri
kepada Allah dari apa-apa yang kami memberikan ibarat-ibarat yang
tidak jelas dari makna yang jelek, maka tidak pantas Syeikh dari ibarat-
ibarat yang seperti itu, dan kami beristighfar kepada Allah jika kami
mengatakan perkataan yang tidak jelas dengan mengandung makna yang
jelek, maka makna ini yang diinginkan, dan senantiasa kami memuliakan
Syeikh dengan mengakui kemuliaannya dan keimamannya, bahkan
sesungguhnya aku mengatakan -dan kebanyakan ikhwa mendengarnya
lebih dari sekali- dia teranggap merupakan kebanggaan keluaran dari
jamiah islamiyah..
Aku katakan: Beginilah metode orang-orang yang punya makar
jika sudah terdesak dan terhimpit, dan semakin dekat terbongkar
keadaannya dan semakin lemah kekuataannya dan pendek akalnya dan
semakin dangkal ilmunya dan jelek adabnya maka mulailah dia
berlindung dengan murawaghah (berbicara dengan berbelit-berbelit dan
kesamaran) dan berusaha untuk memuji orang lain dengan mengatakan
bahwa maksudnya dia adalah bukan ini dan itu, dan hanyalah yang aku
maksudkan begini dan begitu, maka sungguh bagus perkataan berikut ini
:
Anak unta jika sudah terikat diujung tali maka****
Dia tidak mampu untuk menyerang unta yang kuat

Dan keberadaan saudara kita ini seperti keberadaan Washobi
Hudaidah ketika orang yang jauh maupun dekat mengetahui dia yang
mencela/menghina Allamah Rabi al Madkholi dan menuduhnya
sebagai mata-mata, maka dia bersegera dan terburu-buru meminta
itidzar kepada Syeikh Rabi karena khawatir dia berbicara tentang itu,
begitulah yang dia duga padahal miskin tidak mengetahui bahwa
Syeikh sudah menyerahkan kehormatannya kepada Allah (maksudnya
biar Allah yang membalas tuduhan tersebut jika tidak benar-pent-)
seperti keberadaan para Ulama rabbani.

121

Kemudian sesungguhnya perkataan Bukhori kita yang terakhir ini tidak
mempengaruhi keberadaan dia tetap mencela/menghina kepada Syeikh
Muqbil setahu yang lalu dan kejelasan dari hal ini dari beberapa segi
sebagai berikut:
1. Sesungguhnya penghinaan Bukhori kepada Syeikh Muqbil dan
murid-muridnya merupakan penghinaan yang sangat jelas bagi
orang yang memiliki akal dan hati, dan adapun itdzar dia pada
terakhir ini maka didalamnya penyamaran dan ketidakjelasan,
maka perhatikanlah perkataan dia, Dan jika ada didalamnya
yang tidak jelas ini menunjukkan dia tetap dalam ucapannya itu
dan ibarat yang lalu dengan menuduh Syeikh Muqbil dengan
pemikiran khawarij, maka tidak ada didalamnya kejelasan dia
taraju(bertaubat).
2. Bahwa perkataan dia yang terakhir itu tidaklah datang kecuali
setelah tersebarnya kaset itu yang tersembunyikan sekitar 1
tahun 5 bulan dibawah laci dengan perintah dia untuk
disembunyikan-semoga Allah menghinakannya- sehingga
mana dia pada saat itu bersegera untuk meminta maaf dan
menjelaskan maksud dari perkataannya tersebut.
3. Harus dengan pengakuan yang jelas dari kesalahannya itu dan
(begitu pula) bertaubat darinya tanpa berbelit-belit/kesamaran
dengan mengatakan, Dan jika ada dalam perkataan itu yang tidak
jelas, (tapi) dia mengatakan saya salah dengan ini dan aku
bertaubat kepada Allah dari demikian itu, adapun berbelit-belit
dari itu maka kami telah bosan darinya sebagaimana telah bosan
pula selain kami kepada orang-orang yang membela abu hasan
didalam taubatnya dari apa-apa yang mereka terjatuh dulu
4. Dan adapun perkataannya, dan senantiasa kami memuliakan
Syeikh dengan mengakui kemuliaannya dan keimamannya,
bahkan aku mengatakan -dan kebanyakan ikhwa mendengarnya
lebih dari sekali-: dia teranggap merupakan kebanggaan keluaran
Jamiah Islamiyah.
Maka aku katakan: Pujian ini dan sanjungan
dizhohirnya dan didepan manusia sehingga dia bisa lari dari apa
yang telah tampak padanya (berupa penghinaan kepada Syeikh),

121
adapun ketika sembunyi dia menghinanya dengan penghinaan
yang keji kepada Syeikh dan markiznya, dan dalil yang sangat
kuat atas hal ini dengan kaset tersebut yang dia sangat
bersemangat untuk menyembunyikannya dan menyebarkannya
kepada orang-orang miskin dari Indonesia, Dan jika bukan ini
maka wahai orang-orang yang berakal dinamakan apa perbuatan
ini?!!! Dan tidaklah menyebar perbuatan ini (kaset tersebut)
kecuali kepada segoblok-goblok manusia (seperti USAMAH LC
Dan LUQMAN SERTA YANG SEMODEL DENGAN
MEREKA), Dan sungguh telah berbuat baik mufadhdal bin
muhalhal ketika dia mengatakan, Kalaulah ahlu bidah jika dia
bermajelis denganmu dengan dia menyebutkan kebidahannya
maka pasti kamu berhati-hati darinya dan berpaling darinya, akan
tetapi dia menyebutkan kepadamu hadits-hadits Rasul diawal
majelisnya kemudian setelah itu dia memasukkan kebidahannya
kepadamu, maka boleh jadi bidah itu kokoh dihatimu maka
kapan dia akan keluar dari hatimu. lihat al-Ibanah al-Kubra
hal:408.
Maka berhati-hatilah wahai Bukhori pada zamanmu -semoga
Allah memperbaiki keadaanmu- dari menyerupai thoriqoh ahli
bidah dalam kesesatan, karena sesungguhnya sudut/pojok itu
tersembunyi.
Kemudian setelah itu, wahai Bukhori sesunguhnya aku
menasehati kamu untuk bertaubat nasuha (taubat yang benar) dan
memperbaiki terhadap apa yang telah kamu berbuat kerusakan
dan menjelaskannya, Allah berfirman:
| _.] ,!. >l. `., ..l`! . ,l. !. ,`.l
`,>l _
Kecuali mereka yang Telah Taubat dan mengadakan perbaikan
dan menerangkan (kebenaran), Maka terhadap mereka Itulah
Aku menerima taubatnya dan Akulah yang Maha menerima
Taubat lagi Maha Penyayang. (al Baqoroh: 160)

122
5. Masih tersisa bagimu untuk bertaubat dengan menuduh Syeikh
Yahya dan yang bersamanya dengan segala
perendahan/penghinaan didalam kaset itu, yang demikian bahwa
mencela syeikh yahya berarti mencela pada Syeikh Muqbil karena
sesungguhnya dialah yang memilihnya untuk menggantikannya
setelahnya, dan juga penghinaan kepada para ulama seperti
Syeikh Yahya berarti pencelaan kepada apa yang mereka bawa
dengannya berupa aqidah dan manhaj dan pencelaan kepada
markiz, dan merupakan kaidah masuniyah (yaitu yayasan
rahasia milik Yahudi {zionis]) : jika kamu ingin menjatuhkan
suatu pemikiran maka jatuhkanlah yang membawa pemikiran
tersebut sehingga lihatlah ahlu bidah dan dholal dari rafidhoh
bagaimana mereka berusaha menghina Rasul shallallahu alaihi
was sallam, tapi mereka tidak mampu mendapat jalannya maka
mulailah mereka menghina para sahabatnya radhiyallahu anhum.
Oleh karena sebab ini para salaf betul-betul sensitive dalam
masalah ini sehingga mereka (membuat suatu qoidah) bahwa
menghina ahlu atsar merupakan alamat ahli bidah
sebagaimana yang diriwayatkan dari imam abu hatim ar-razi
rahimahullahu taala.
Dan berkata imam Abu Zurah ar-Razi rahimahullahu taala:
Jika kamu melihat seseorang merendahkan seorang Sahabat
Nabi shallallahu alaihi was sallam (ketahuilah) bahwa dia itu
zindiq, yang demikian karena Rasul shallallahu alaihi was
sallam disisi kami adalah kebenaran dan alquran benar dan
hanyalah yang menyampaikan kepada kami alquran ini dan
sunnah adalah para sahabat Rasul shallallahu alaihi was
sallam, maka mereka ingin menjarah/menjauhkan para saksi-
saksi kami untuk menelantarkan alquran dan sunnah dan
mereka lebih pantas untuk dijarah/dijauhi dan mereka adalan
zindiq. lihat Musnad Ibnu Rahawaih.
Dan berkata Ahmad bin Sinan bin Qaththan rahimahullah,
Tidak ada didunia ini seorang mubtadi kecuali dia membenci
ahlu hadits, jika seseorang berbuat kebidahan maka akan
tercabut pada hatinya manisnya hadits. lihat Aqidah Salaf
oleh Imam Shobuni.

123
Dan adapun pembedaan antara Syeikh Yahya dan Dammaj
maka ini tidak diterima oleh orang-orang berakal, dan sungguh
saudara kami yasir hudaidah telah berbuat kebaikan ketika dia
mengatakan dalam qasidahnya yang berjudul :
:
Dammaj yaitu yahya dan amiin (terpercaya) adalah dia***
Dan Dammaj yaitu Dammaj yang dulu dan sekarang***
Dan berkata juga :
Karena sesungguhnya (Syeikh) Hajuri berjalan sesuai
perjalanan imamnya***
Maka ini adalah suatu pengakuan yang tidak ada
perbedaan darinya***
Maka dari apa yang telah lewat penjelasannya menjadi jelaslah
kesamaran syubhat tersebut dan terbantahkan segala puji bagi
Allah dan taufiqNya.
Dan apa yang telah selesai maksud penjelasannya dan
keterangannya sehingga hanya kepada Allah aku meminta untuk
diberikan taufiq dalam menjelaskan kebenaran dan memberantas
kebatilan dan pelakunya, dan aku meminta pula kepadaNya untuk
saudaraku Bukhori untuk dia kembali dari apa yang telah dia
perbuat berupa perkataan yang bathil dan bertaubat dari hal itu
dengan taubat nasuha sesuai dengan syarat-syaratnya yang
maruf yang bersamaan dengan itu dia memperbaiki dan
menjelaskan.
Dan aku mengingatkan semuanya tentang kelak
berdirinya kita di hadapan al-Jabbar tabaraka wa taala dan
pertanyaan dia kepada kita dari apa-apa yang telah kita lakukan
dari amalan-amalan dan dari apa yang telah kita ucapkan, Allah
berfirman:
`> .| l:`.. __
Dan tahanlah mereka (di tempat perhentian) Karena
Sesungguhnya mereka akan ditanya (ash-Shaffat : 24).
Dan supaya semuanya mengetahui bahwa siapa saja yang
ingin mengganggu dammaj dengan kejelekan dan kebathilan dan

124
Syeikhnya an-Nashihul Amiin dengan kejelekan dan kebathilan
maka kami memandang wajib kami untuk membela kebenaran
dan para pemiliknya dengan segala kemampuan kami dan kami
memandang yang demikian ini demi Allah- adalah karena
taqarrub kepada Allah taala, tidaklah demikian ini karena dari
apa yang diketahui dari keberadaan markiz tersebut berupa
penyebaran agama islam yang benar yang bersih nan suci dan
menyebarkan tauhid dan sunnah muthohharoh (yang suci)
Rasulullah shallallahu alaihi was sallam.
Ketahuilah supaya dipahami bagi yang bertanya pada
dirinya, bukanlah makna demikian bahwa kami menutup
pendengaran kami dari nasehat dan bimbingan akan tetapi nasehat
itu ada adabnya dan metodenya yang syari sesuai dengan qoidah
salafiyah, adapun menyerang dan tahdzir dan pencelaan dan
perkataan kosong dengan memutar balikkan fakta dan kebatilan
maka kami sekali-kali tidak akan memaafkannya selama ruh
masih dalam tubuh kami, ketauhilah yang hadir menyampaikan
kepada yang tidak ada, dan Allahlah yang mengetahui maksud ini
Dialah saksi dan sebaik-baik saksi dan tidak ada kemampuan dan
kekuatan kecuali milik Allah yang maha tinggi lagi agung,
walhamdulillahi Rabbil alamin dan salawat dan salam serta
keberkahan kepada sebaik-baik Nabi dan Rasul-Nya sayyidina
Muhammad dan keluarganya dan sahabatnya seluruhnya.




Ditulis Oleh :
Abu Abdissalam Hasan bin Qosim al Hasany ar Roimy as Salafy
Imam dan Khotib Masjid Imam al Wadii di Taiz
5 Dzulhijjah 1431 H / 12 November 2010
- allhamdulillahi robbil alamin-